Tuesday, October 23, 2012

KAFIR KEPADA ALLAH

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله


KAFIR KEPADA ALLAH,  ISLAM KEPADA MANUSIA

Penyebab banyaknya Bencana Alam karena tidak kenal yang disembah (tidak  makrifatullah).
Adapun bermula menyembah Allah,  adalah atas kenal mengenal, yang dikenal,
puji memuji, yang dipuji,  Ya saya!  Ya kamu!.. dan mengucapkan shalawat kepada Rasulullah SAW.

 Maka inilah kitab, yang sudah diterjemahkan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia.  Supaya mudah bagi orang yang baru belajar untuk mengenal Allah.  Diceritakan daripada Abdullah Bin Umar r.a.  Beliau berkata,   ada seorang yang bertemu Rasullulah SAW,  mahu  belajar ilmu Jibril a.s, iaitu ilmu yang sempurna di  dunia dan akhirat, yang  mengamalkan  hakikat di dalam shalat lima waktu, dan yang  wajib diketahui bagi kita semua.
Hakikat Solat.
Yang harus mereka ketahui pertama kali,  hakikat shalat,  supaya sempurna kita  menyembah Allah, bermula hakikat  shalat itu empat  perkara :
1. BERDIRI (IHRAM)
2. RUKUK (MUNAJAH)
3. SUJUD (MIKRAJ)
4. DUDUK (TABDIL)

Adapun hakikatnya:
1. BERDIRI ( IHRAM) itu karena huruf ALIF asalnya dari API, bukan api pelita dan bukan pula api bara. Adapun artinya API itu bersifat JALALULLAH, yang artinya sifat KEBESARAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri dua perkara :  KUAT Dan  LEMAH. Yang merupakan kudrat dan iradat-Nya juga, karena hamba itu tidak mempunyai KUAT dan LEMAH, karena hamba itu di-KUAT-kan dan di-LEMAH-kan oleh ALLAH, bukannya Kudrat dan Iradat Allah itu lemah.
Adapun kepada hakikatnya,  yang sifat lemah itu pada sifat kita yang baharu ini. Adapun yang dihilangkan tatkala BERDIRI itu adalah pada segala AF’AL (perbuatan) hamba yang baharu.
2. RUKUK (MUNAJAH) itu karena huruf LAM awal, asalnya dari ANGIN, bukannya angin barat dan bukan pula angin timur.  Adapun artinya ANGIN itu bersifat JAMALULLAH, yang artinya sifat KEELOKAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri atas dua perkara:  TUA Dan  MUDA, yang merupakan Kudrat dan Iradat-Nya juga. Adapun hamba itu tidak mempunyai TUA dan MUDA. Adapun yang dihilangkan tatkala RUKUK itu adalah pada segala ASMA (nama) hamba yang baharu.
3. SUJUD (MIKRAJ) itu karena huruf LAM akhir, asalnya dari AIR, bukannya air laut dan bukan pula air sungai.  Adapun artinya AIR itu bersifat QAHAR ALLAH,  yang artinya sifat KEKERASAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri atas dua perkara :  HIDUP dan  MATI, yang merupakan Kudrat dan Iradat-Nya juga. Adapun hamba itu tidak pun mempunyai HIDUP dan MATI. Adapun yang dihilangkan tatkala SUJUD itu adalah pada segala NYAWA (sifat) hamba yang baharu.
4. DUDUK (TABDIL) itu karena huruf HA, asalnya dari TANAH, bukannya pasir dan bukan pula tanah lumpur. Adapun artinya TANAH itu bersifat KAMALULLAH, yang artinya sifat KESEMPURNAAN ALLAH TA’ALA, yang terdiri atas dua perkara :  ADA dan  TIADA, yang merupakan Kudrat dan Iradat-Nya juga. Adapun hamba itu tidak ADA dan TIADA. Adapun yang dihilangkan tatkala DUDUK itu adalah pada segala WUJUD – DZAT hamba yang baharu, karena hamba itu wujudnya ADAM, yang artinya hamba tiada mempunyai wujud apapun karena hamba itu diadakan (maujud), hidupnya hamba itu dihidupkan, matinya hamba itu dimatikan dan kuatnya hamba itu dikuatkan.
Itulah hakikatnya shalat.

Barangsiapa shalat tidak tahu akan hakikat yang empat perkara tersebut di atas, shalatnya hukumnya KAFIR JIN dan NASRANI, artinya KAFIR KEPADA ALLAH, ISLAM KEPADA MANUSIA, yang berarti KAFIR BATHIN, ISLAM ZHAHIR, hidup separuh HEWAN, bukannya hewan kerbau atau sapi. Bimbingan mereka berbicara ini baik  atas kita, supaya jangan shalat kita itu menyembah berhala !!!.
Takbiratul ihram.
INI PULA tentang  menyatakan sempurnanya orang TAKBIRATUL IHRAM, yaitu hendaklah tahu akan MAQARINAHNYA. Bermula MAQARINAH shalat itu terdiri atas empat perkara:
1. BERDIRI (IHRAM)
2. RUKUK (MUNAJAH)
3. SUJUD (MIKRAJ)
4.  DUDUK (TABDIL)

Adapun hakikatnya BERDIRI (IHRAM) itu:  adalah TERCENGANG, artinya: tiada tahu dirinya lagi, lupa jika sedang  menghadap Allah Ta’ala, siapa yang menyembah?  dan siapa pula yang disembah?
Adapun hakikatnya RUKUK (MUNAJAH) itu adalah BERKATA-KATA, artinya: karena di dalam TAKBIRATUL IHRAM itu tiada akan menyebut dirinya (asma – namanya), iaitu berkata hamba itu dengan Allah. Separuh bacaan yang dibaca di dalam shalat itu adalah KALAMULLAH.
Adapun hakikatnya SUJUD (MIKRAJ) itu adalah TIADA INGAT YANG lain hanya Allah.
Adapun hakikatnya DUDUK (TABDIL) tiada LAIN TATKALA SHALAT, MELAINKAN ALLAH SEMATA. 
Sah dan maqarinahnya shalat  adalah apabila, SUDAH BERGANTI WUJUD HAMBA DENGAN TUHANNYA.

Shalat itu terdiri atas tiga perkara :
1. QASHAD
2. TAKARADH
3. TA’ IN
 
 
Adapun QASHAD itu adalah menyegerakan akan berbuat shalat, barang yang dishalatkan itu fardhu itu sunnah.
Adapun artinya TAKARRADH itu adalah menentukan pada fardhunya empat, tiga atau dua.
Adapun TA’IN itu adalah menyatakan pada waktunya, zhuhur, ashar, maghrib, isya atau subuh.
 
Kesempurnaan shalat.
INILAH PULA tentang  menyatakan sempurnanya shalat :
Adapun sempurnanya BERDIRI,   Nyata kepada AF’AL Allah. Hurufnya ALIF. Alamnya (IHRAM) itu hakikatnya: NASUWAT. Tempatnya TUBUH, karena tubuh itu kenyataan SYARIAT.
Adapun sempurnanya,  Nyata kepada ASMA Allah. Hurufnya LAM Awal. RUKUK (MUNAJAH) itu hakikatnya: Alamnya MALAKUT. Tempatnya HATI, karena hati itu kenyataan THARIQAT. Adapun  Nyata kepada SIFAT Allah.
Adapun  sempurnanya SUJUD (MIKRAJ) itu hakikatnya: LAM Akhir. Alamnya JABARUT. Tempatnya NYAWA, karena Nyawa itu kenyataan HAKIKAT.  Nyata kepada DZAT Allah.
Adapun sempurnanya DUDUK (TABDIL) itu hakikatnya: Hurufnya HA. Alamnya LAHUT. Tempatnya ROHANI, karena ROHANI itu kenyataan Makrifat. 
Adapun BERDIRI (IHRAM) itu kepada SYARIAT Allah. Nyatanya kepada KAKI kita. Adapun RUKUK (MUNAJAH) itu kepada THARIQAT Allah. Hurufnya MIM. Nyatanya kepada PUSAT (PUSER) kita. Adapun SUJUD (MIKRAJ) itu  Hurufnya HA. Nyatanya kepada DADA kita. Adapun DUDUK kepada HAKIKAT Allah.  Hurufnya MIM Awal. Nyata kepada KEPALA (TABDIL) itu kepada MAKRIFAT Allah. (ARASY) kita.
Jadi Orang Shalat membentuk huruf AHMAD – MUHAMMAD.
Tubuh.
INILAH PULA tentang  asal TUBUH kita (jasmaniah) kita dijadikan oleh Allah Ta’ala atas empat perkara:  
1. API
2. ANGIN
3. AIR
4. TANAH

Adapun NYAWA kita dijadikan Allah Ta’ala atas empat perkara:
1. WUJUD
2. NUR ILMU
3. NUR
4. SUHUD
 
Adapun MARTABAT Tuhan itu ada tiga perkara:
1. AHADIYYAH
2. WAHDAH
3. WAHIDIYYAH

Adapun TUBUH kita dijadikan Allah Ta’ala atas empat perkara:
1. WADIY
2. MADIY
3. MANIY
4. MANIKEM
Jalan kepada Allah.
INILAH PULA tentang  menyatakan jalan kepada Allah Ta’ala atas empat perkara:
1. SYARIAT – AF’AL -  BATANG TUBUH
2. THARIQAT -  ASMA – HATI – DIRI
3. HAKIKAT -  SIFAT -  NYAWA KITA
4. MAKRIFAT – RAHASIA – SIR
 
Adapun hakikatnya: SYARIAT itu adalah KELAKUAN TUBUH
TARIKAT itu kelakuan hati
HAKIKAT itu adalah KELAKUAN NYAWA.
MAKRIFAT kelakuan rohani, sir.
Iaitu jalan penghulu kita Nabi MUHAMMAD.

Karena lafadz MUHAMMAD itu  ada empat huruf iaitu:
1. MIM Awal
2. HA
3. MIM Akhir
4. DAL
Adapun huruf MIM Awal itu ibarat KEPALA. Adapun huruf HA itu ibarat DADA. Adapun huruf MIM Akhir itu ibarat PUSAT (PUSER). Adapun huruf DAL itu ibarat KAKI.
Adapun huruf MIM Awal itu MAQAM-nya kepada alam LAHUT. Adapun huruf HA itu MAQAM-nya kepada alam JABARUT. Adapun huruf MIM Akhir itu MAQAM-nya kepada alam MALAKUT. Adapun huruf DAL itu MAQAM-nya kepada alam NASUWAT (NASUT).
Sah dan lagi lafadz ALLAH terdiri dari empat huruf:
1. ALIF
2. LAM Awal
3. LAM Akhir
4. HA
Adapun huruf ALIF itu nyatanya kepada Af’AL Allah. Adapun huruf LAM Awal itu nyatanya kepada ASMA Allah. Adapun huruf LAM Akhir itu nyatanya kepada SIFAT Allah. Adapun huruf HA itu nyatanya kepada dZAT Allah.
Adapun AF’AL itu nyata kepada TUBUH kita. Adapun ASMA itu nyata kepada HATI kita. Adapun SIFAT itu nyata kepada NYAWA kita. Adapun dZAT itu nyata kepada ROHANI kita.
Alam.
INILAH PULA tentang  menyatakan ALAM. Adapun ALAM itu atas dua perkara:
1. ALAM KABIR (ALAM BESAR – ALAM NYATA).
2. ALAM SYAQIR (ALAM KECIL – ALAM DIRI KITA).
Adapun ALAM KABIR itu adalah alam yang NYATA INI. Adapun ALAM SYAQIR itu adalah alam DIRI KITA INI. ALAM KABIR (ALAM BESAR) itu sudah terkandung didalam ALAM SYAQIR karena ALAM SYAQIR itu bersamaan tiada kurang dan tiada lebih, lengkap dengan segala isinya bumi dan langit, arasy dan kursy, syurga, neraka, lauhun (tinta – dakwat) dan qolam (pena), matahari, bulan dan bintang.
Adapun BUMI – JASMANI d idalam tubuh kita itu terdiri atas tujuh lapis iaitu:
1. BULU
2. KULIT
3. DAGING
4. URAT
5. DARAH
6. TULANG
7. LEMAK (SUM-SUM)
Adapun LANGIT – ROHANI (OTAK – ARASY) di dalam tubuh kita itu terdiri atas tujuh lapis pula:
1. DIMAK (LAPISAN BERPIKIR – RUH NABATI)
2. MANIK (LAPISAN PANDANGAN – RUH HEWANI)
3. NAFSU (RUH JASMANI)
4. BUDI (RUH NAFASANI)
5. SUKMA (RUH ROHANI)
6. RASA (RUH NURANI)
7. RAHASIA (RUH IDHAFI)
Adapun MATAHARI di dalam tubuh kita yaitu NYAWA kita. Adapun BULAN di dalam tubuh kita, iaitu AKAL kita. Adapun BINTANG didalam tubuh kita, iaitu ILMU kita (ada yang banyak dan ada pula yang sedikit). Adapun SYURGA di dalam tubuh kita, iaitu AMAL SHALEH kita. Adapun NERAKA di dalam tubuh kita, iaitu DOSA-DOSA kita.
Adapun LAUT di dalam tubuh kita ada dua iaitu:
1. LAUT ASIN (masin)
2. LAUT TAWAR
Adapun LAUT ASIN di dalam tubuh kita, iaitu AIR MATA kita. Adapun LAUT TAWAR di dalam tubuh kita, iaitu AIR LUDAH kita.
Adapun MAHLIGAI di dalam tubuh kita ada tujuh pula iaitu:
1. DADA
2. QALBUN
3. BUDI
4. JINEM
5. NYAWA
6. RASA
7. RAHASIA
Di dalam DADA itu QALBUN dan di dalam QALBUN itu BUDI dan di dalam BUDI itu JINEM dan di dalam JINEM itu NYAWA dan di dalam NYAWA itu RASA dan di dalam RASA itu RAHASIA (SIR).
Semoga bermanfaat.
Enhanced by Zemanta
Post a Comment