Thursday, October 11, 2012

Kitab Akhir Zaman 1

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
MALAIKAT atau DEWATA adalah.:
Perangkat tugas atau Staf Petugas TUHAN Semesta Alam, atau di Kitab WEDA mendapat julukan sebagai WIWASWAN, yang artinya TUHAN Seribu Matahari.
Sekalian MALAIKAT atau Para DEWATA, merupakan Pecahan dari MAHAN ke-18.
Berbadan Astral dari unsur “Cahaya diatas Cahaya” atau berbadan-kan “Nur fauka nur”.
Hidupnya tidak terikat oleh makanan, minuman dan napas.
Tidak ada sekat apapun yang dapat menghalangi kebebasan geraknya dan menembus benda apapun serta tak ada batas ruang baginya, kecuali sampai batasan “ Kulit BOLA- ALAM—RAYA-SEMESTA ” , maksudnya sekalian Malaikat atau Para Dewata, tak dapat keluar dari Gerbang Alam Raya-Semesta.
Tak ada istilah Laki-Laki atau Wanita , dsb., Maka disebut “DEWA” jika Malaikat tersebut bertugas pada makhluk-makhluk jenis Priya. Disebut “DEWI”, jika Malaikat tersebut bertugas pada makhluk-makhluk Jenis Wanita.Disebut DEWAI, bila bertugas pada kaum wadam.Disebut DEWIA, bila bertugas pada kaum lesbian.
Memiliki kecepatan gerak, jauh berlipat ganda melebihi kecepat cahaya diruang hampa udara dan dapat hanya dlm waktu sekejap tiba dilokasi yang dikehendakinya.
Berhubung tidak terikat oleh makanan- minuman- napas & nafsu berahi, maka jelas tak mempunyai Nafsu-Kotor sedikitpun, yang ada hanya NAFSU PENGABDIAN pada TUHAN Semesta Alam.
Pandangan dan pendengarannya tak ada apapun sekap yg sanggup menghalanginya.Sesama Malaikat atau sesama Dewata, dapat berkomunikasi tanpa ada batasan jarak. Maksudnya Para-Dewata dapat berkomunikasi dari penghujung Alam-Semesta sampai dengan penghujung Alam-Semesta yang lain.
Namun Para Dewata atau Para Malaikat terikat dengan “Zat-Kalpataru” atau “Zat Al Kautsar”. sebagai “ENERGI/KEKUATAN”.
Tak ada istilah Lelah, Istirahat sakit dan Mati.
Sedemikian halusnya badan Astral sekalian Malaikat atau Para Dewata, sehingga tidak ter-tampak oleh sekalian makhluk yang berBadan Astral lebih kasar dibawa tingkatannya.
Seperti, Iblis, Syeitan, Jin, Arwah, Siluman terlebih-lebih Manusia tak dapat melihat langsung sekalian Malaikat.
Jika Malaikat ingin menampakan dirinya pada manusia, maka Malaikat itu harus meminjam badan Astral-Arwah atau badan Astral-Jin, baru dapat dilihat oleh manusia tertentu.
Manusia Tertentu disini adalah manusia,yang memiliki darah Keturunan gaib JIN diatas 50%..
Tetapi jika Malaikat ingin menampak diri kepada seluruh manusia, maka harus memasuki, badan-manusia lagi, setelah memasuki badan astral Arwah atau JIN.
Namun yang ter-tampak dalam hal ini adalah wajah manusianya, yang beda hanya dari Karakteristik, penampilan, tutur-kata, perangai, ilmu-pengetahuan, dst……… !.
Namun dalam hal-hal tertentu, dapat menampakkan wajah aslinya, kepada manusia , Jin,dst. Dengan menggunakan kostum tubuh Khusus, yg dirancang sedemikian rupa, sehingga tertampak oleh semua makhluk, dalam wajah dan kostum tubuh Malaikat yg asli !.
Semua Malaikat atau semua Dewata pandai membaca “getaran-getaran, frekwenti, gelombang” Pikiran, Niat, yang sedang dipikirkan dan diniatkan oleh makhluk, bahkan sampai pada sesama mereka dapat membaca pikiran dan niat, sehingga mereka tak dapat berbohong.
Dengan siatuasi dan kondisi serupa ini, jelas sekalian Malaikat atau Para Dewata, tidak akan dapat melakukan penyimpangan-penyimpangan tugas, tidak seperti manusia dapat disuap/disogok, dapat korupsi, suka menuntut, suka menipu, gemar berbohong, serakah, emosional…dst. !.
Tidak pernah tertawa, apalagi tertawa terbahak-bahak, tetapi hanya sekedar tersenyum dan senantiasa berwajah serius !.
Sehari Alam Dewata atau sehari Alam Malaikat, sama dengan Seribu tahun Alam Bumi manusia.
Kecepatan, ketepatan dan ketelitiannya, dalam menjalankan tugas & dalam melakukan sesuatu, sangat mengagumkan dan luar biasa, meskipun waktu Alam-Malakut teramat jauh terlambat, dibandingkan dengan waktu Alam di Bumi.
Tidak ter-basah-kan oleh air, tidak terbakar oleh api, tidak tersentuh oleh benda dan tidak terhempas oleh angin, lagi pula tak ada istilah luka dan terluka, sehingga Para Malaikat tak mempunyai perasaan ragu-ragu, gelisah ataupun takut barang sedikitpun !.
Tidak mempunyai sifat Rajas dan Tamasy, atau sifat Alawwamah dan amarah Bisu, dengan kata lain, Para Malaikat tak mempunyai sifat Sombong dan Serakah.
Tak terhitung banyaknya, Para Malaikat atau Para Dewata ini hampir melebihi “Seper-Tiga” seisi Gerbang Bola Alam-Raya-Semesta.
MEREKA berada dimana-mana, diseluruh penjuru jagad ini, bahkan berada didalam tubuh kita dan didalam tubuh setiap insani !.
MEREKA MEMPUNYAI Jutaan Institusi atau Jutaan Lembaga, yg bertugas dalam aneka urusan dan masalah, yang teramat Kompleks menyangkut segala problema seisi Jagad Alam-Raya–Semesta ini.Pada setiap institusi atau kelembagaan, merekamemakai seragam, wajah dan kostum tubuh yang berbeda, namun didalam satu institusi, mereka berwajah sama dan serupa.
Sebagai contoh . :
Institusi Jibril, maka semua Malaikat yang bertugas pada Lembaga tersebut bernama JIBRIL, dan semua berwajah, kostum tubuh dan berseragam sama & serupa, dan hampir tak dapat dibedakan satu dan lainnya, tak punya Pemimpin Kecuali TUHAN Semesta Alam, sebagai Pemimpin-Tertingginya.
Demikian juga dengan Institusi Mikail, Institusi-Malik, institusi-Ridwan, institusi-Israel, Institusi-Israfil, dan Lembaga-Lembaga Malaikat lainnya yang berbeda sikon, wajah, kostum-tubuh & seragam, masing-masing Institusi dan berbeda pula “Bidang Tugas Masing-Masing” Institusinya.
Namun sama tak punya Pemimpin diantara mereka, kecuali Pemimpin Tertinggi yakni TUHAN Semesta Alam.
Para Malaikat atau Para Dewata bertugas disamping, menjaga memelihara, pada sel-sel, kelenjar-kelenjar, pertumbuhan kulit, rambut, tulang, kuku, gigi, sperma tozoid, indung telur, dan organ-organ tubuh semua insani, baik badan jasmani atau badan kasar, maupun badan Astral yang dipakai oleh makhluk-makhluk Alam-Gaib juga bertugas mempertahankan umur-umur benda dan makhluk.
Bertugas pada reaksi semua benda, molekul-molekul Atom, sampai pada Unsur-Unsur Atom, baik dari unsur Atom-ION, maupun dari unsur Atom-BION. Pada reaksi dan persenyawaan Kimia dan reaktor Nuklir. Mempertahankan bentuk benda dan sebagainya !.
Didalam Kitab-Kitab Suci , dikenal istilah”Manusia setengah Dewa”, “Arwah-setengah-Dewa” dan “Roh-setengah-Dewa”, maka itu bermakna . :
A. Manusia setengah DEWA.
Yaitu Manusia yang mendapat Pentunjuk Malaikat, yang dike nal dengan sebutan Dewa-Rsi atau Nabi dari jenis Manusia.
B. Arwah setengah DEWA. :
Yaitu, ARWAH manusia yang mendapat Petunjuk Malaikat. Maksudnya, Arwah para Nabi atau Arwah Orang-Orang Suci, yg dihormati pada Alam-Gaib, karena jasa-jasa almarhum, semasa hidupnya sebagai manusia tempo dulu.
C. ROH setengah DEWA.
Yaitu ROH-Suci, sebagai cikal bakal bagian dari JIWA-Manusia yang akan menjadi Nabi atau orang-orang Suci, dimuka Bumi.
Maka dalam Kitab-Kitab Suci bagi Aneka Alam-Gaib, tersebut istilah yang serupa itu, seperti “JIN setengah DEWA”..“Binatang setengah Dewa”…”Pohon setengan Dewa”…”Siluman setengah Dewa”…dst. Itu mempunyai makna yang sama yakni,”Nabi bangsa JIN”…”Nabi jenis Hewaniah”…”Nabi jenis Botani”…”Nabi kaum Siluman”……. Dst. Maka pada setiap kaum di Alam-Gaib, maupun di Alam Nyata, pasti terdapat Para NABI, dari bangsa kaumnya !.
Demikian pula pada aneka benda terdapat para Nabi dan Nabinya masing-masing, seperti sebutan “Dewa-Api”= Malaikat yang bertugas pada Api…..”Dewa-Angin”= Malaikat yang bertugas pada Angin…… “Dewa Air”= Malaikat yang bertugas pada Air…..”Dewa-Tanah”=Malaikat yang bertugas pada Tanah. “Dewa-Logam”= Malaikat yg bertugas pada aneka Logam……………. Dst. Disini pada benda-benda, Malaikatlah sebagai Nabinya !.
Mereka yg mempelajari, karakter aneka benda dan aneka makhluk, sesungguhnya tanpa disadari telah belajar mengenal akan aneka tugas para Malaikat, yang merupakan Ilmu-Allah dalam Sunnatullah.
Dengan demikian mempelajari Ilmu-Ilmu Eksata, merupakan ibadah yang amat penting, disamping bentuk-bentuk ibadah lainnya, yang menyangkut masalah disiplin dan budi-luhur atau kemuliaan akhlak.
Sebab itu para PELOPOR IP-TEK dan kaum cendikiawan, yang berbudi-luhur, di Alam-Gaib amat dihormati, dan digolongkan setara dengan Nabi. Meskipun ini tidak berlaku di Alam-Manusia.
Ingin mencapai Keselamatan dunia & akhiraat, harus pakai ILMU.
Secara Garis Besar, ada dua aspek, pengenalan terhadap Sunnatullah . :
Pengenalan Ilmu ALLAH melalui kenyataan Pancaindera.
Yang melahirkan Dunia Ilmu pengetahuan dan hasil-hasil Teknologi, seperti yang kita nikmati dan memanfaatkannya sekarang.
Pengenalan Ilmu-ALLAH, melalui Indera-Batin .
Yang melahirkan Ilmu-Ilmu Mu’jizat, Ilmu Tenaga-Dalam, Ilmu Kekebalan Tubuh, Hypnoptisme, Magnetisme, sugestisme, Telephaty Transendal, Pengobatan Alternatif, Permainan Sulap sampai pada Permainan Sihir, black Magic maupun white Magic,…… dsb.
Ramses atau Raja Fir‘aun, dalam membangun Piramid,menggunakan tenaga JIN, dengan memasukkan sekalian JIN kedalam manusia pekerja, maka para pekerja itu menjadi sedemikian kuat, sehingga dapat mengangkat bongkahan-bongkahan batu raksasa untuk membangun Piramid, sebagai makam Raja, dimana menurut perhitungan para Ilmuwan, itu tak mungkin dilakukan tanpa bantuan alat-alat berat teknologi Modern !.
Demikian pula Nabi Sulaiman dalam membangun Istana-nya yang amat mewah dan amat megah, dengan menggunakan kekuatan & keahlian Syeitan dan JIN, yang dimasukkan kedalam para pekerja bangunan !.
Ilmu –Pengetahuan Eksata yang menghasilkan alat-alat Teknologi, bekerja berdasarkan hukum-hukum Alam yang berlaku, maka mesin-mesin atau alat-alat Teknologi itu takan dapat berfungsi, jika menyimpang dari hukum-hukum alam, yang sudah ditetapkan oleh TUHAN Sang-Pencipta, melalui para MalaikatNYA.
Dengan demikian mempelajari Ilmu-Pengetahuan-Eksata, sama artinya beribadah, dan beriman kepada ALLAH melalui para Malaikat. Disiplin ilmu, amat menentukan sukses dan tidaknya suatu eksprimen !.
“Maka kamu tidak akan mendapati perubahan barang sedikitpun terhadap Sunatullah, dari semenjak dahulu kala, sampai kapanpun !”.
Jelas Sunatullah disini dimaksudkan adalah Ilmu Pengetahuan Eksata atau Ilmu Pengetahuan Ilmiah. Sebagai contoh, 1 + 1 = 2. sebelum manusia diciptakan 1 + 1 = 2, sudah berlaku dan sampai kiamat pun, bahkan diciptakan kembali Alam-Raya-Semesta yang Baru, maka 1 + 1 = 2. tidak akan pernah berubah barang sedikitpun !. “Maka tiada yang lebih Suci dari Dunia-Ilmu Pengetahuan Eksata, karena Ilmu-Eksata tidak pernah berbohong dan tidak pula dapat tertipu daya ! ”.
Peranan Malaikat di Alam Fana Manusia, hampir tidak tampak, ini disebabkan setiap manusia adalah Pemimpin-Pemimpin dimuka Bumi !.
Sebagai Pemimpin, maka setiap manusia bertanggung jawab, bukan saja terhadap diri sendiri dan apa yg dipimpinnya, tetapi juga bertanggung jawab terhadap planet Bumi dengan segala isinya, dari pengrusakan dan perbuatan yang semena-mena yang dapat menghancurkan siklus kehidupan demi kepentingan bersama.
Sebagai contoh, keadilan, keamanan, kemakmuran, kesejahteraan, kesehatan, kepandaian, kemajuan Ilmu dan Teknologi, kesabaran, kejujuran, keselamatan, kedamaian, kemerdekaan, keluhuran budi pekerti, kebahagiaan, kenikmatan, kenyamanan, kelezatan, Surga & hal-hal positip lainnya, tidak akan datang dengan sendirinya & bukan juga tanggung jawab Malaikat, melainkan adalah tanggung jawab setiap individu manusia, sebagai Pemimpin-Pemimpin dimuka Bumi !.
“Maka ALLAH tidak akan merubah suatu kaum, sampai kaum itu berusaha sendiri kearah perbaikan itu !”.
Jadi janganlah mempersalahkan TUHAN dan Malaikat-NYA, jika terjadi hal-hal yang negatif dalam hidup ini, tetapi hendaknya setiap individu manusia introspeksi atau memeriksa diri sendiri, dan berusaha memperbaiki diri dari segala dosa, serta menyempurnakan segala kekurangan.
Dan janganlah kerjamu hanya mempersalahkan orang lain & suka menuntut segala kekuranganmu tanpa hendak bekerja keras !.
“Janganlah kamu menyombongkan diri dan jangan pula kamu merajalela dimuka Bumi dengan membuat kerusakkan ! “.
“Janganlah kamu suka merusak dan menghancurkan milik orang lain, hanya dikarenakan adanya perbedaan diantara kamu, tetapi berusahalah mencari titik-temu dengan baik, dan jadikanlah perbedaan itu membawa Rahmat bagi semuanya ! “.
“Karena yang benar selalu dibalik kesalahan, manusia belajar tentang kebenaran setelah mengenal kesalahan, maka kebenaran itu tidak akan ter-tampak jelas, sebelum kesalahan diketahui ! “.
“Janganlah suatu kaum menghinakan kaum yang lain, karena boleh jadi kamu lebih hina dari kaum yang kamu hinakan itu ! ”.
“Sesungguhnya saling menghormati, satu terhadap yang lain, dapat mencegah perbuatan keji dan merusak ! “.
“Dan sesungguhnya sabar dan saling memaafkan, lebih baik jika kamu mengetahuinya ! “.”ALLAH dan para Malaikat, menyukai orang-orang yang menganjurkan kesabaran dan berbicara tentang keBENARan, dengan tidak melakukan tindak kekerasan ! “.
Masing-Masing Bangsa, mempertahankan keBangsaan, keBudayaan Bahasa dan Sejarahnya, dan janganlah satu bangsa hendak merubah & melenyapkan keBangsaan, keBudayaan, Bahasa dan Sejarah Bangsa milik orang lain, sebab itu adalah Penjajah, Penindasan & kejahatan !.
Dengan menyombongkan diri, mereka berjalan dimuka Bumi, menipu dan memperdaya orang lain, dengan mengatas namakan Nabi, para Malaikat dan ALLAH, untuk kepentingan keBangsaan Nabinya !.
Mereka merasa bangga, karena mereka adalah keturunan Nabi !.
Kebanggaan yang melampaui batas itu, menyebabkan mereka terjerumus dalam perbuatan teramat keji dan teramat kejam, yang mencoreng dan menodai goresan-goresan Sejarah Bumi diAkhir-Zaman !.
Mereka menjajah jiwa dan raga Bangsa-Bangsa diDunia, tetapi mereka tak hendak dikatakan PENJAJAH !.
Mereka membantai siapa saja,yang tidak hendak tunduk dan menuruti keinginannya, tetapi tidak hendak dikatakan TERORISME !.
Kehadiran mereka, menimbulkan Perang-Saudara di Negara orang lain, tetapi tidak hendak dikatakan memecah belah Bangsa lain, bahkan mereka mengatakan, ingin mempersatukan bangsa-bangsa di Dunia ini, didalam SATU-PANJI, yakni “PANJI-KEBANGSAAN NABInya” !.
Bukankah HITLER dengan bangga mengagumi dirinya sebagai keturunan Bangsa ARYA, dengan mencoba melakukan Penjajahan Bangsa-Bangsa dimuka Bumi dan melakukan tindakkan teramat keji, melalui tangan-besi Tentara NAZI-nya, akhirnya mereka binasa karena kekejamannya !.
Bukankah Pangeran HIROHITO, yang dengan bangga mengaku Titisan Dewa, mencoba melakukan penjajahan Bangsa-Bangsa di-Dunia, dengan tindakan teramat kejam melalui tangan-besi dan Samurai bala tentara Dai Nippon, akhirnya harus tunduk dan menyerah oleh Boom-ATOM !.
Kamu tidak akan mungkin mempersatukan Bangsa-Bangsa di Dunia ini dalam Satu-Panji kebangsa-anmu !. Tetapi kamu dapat mempersatukan bangsa-bangsa di-Dunia ini dalam Satu-Panji, yaitu “PANJI-ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI”, karena Panji itu adalah”SUNNATULLAH” !.
Janganlah kamu mengulangi, tindakan yang amat bodoh lagi amat keji itu, dengan mengulangi Sejarah masa lalu, yang berakhir dengan kegagalan, kehancuran dan kebinasaan !.
Sejarah masa lalu, adalah PELAJARAN yang amat penting bagimu dan bagi semuanya, untuk tidak mengulangi kekeliruan & keSALAHan Sejarah Masa Lalu, yang merusak dan menodai Bumi dengan Pertumpahan Darah !.
ALLAH, sekalian Malaikat dan para Nabi, tak menyukai perbuatan yang kotor lagi teramat kejam itu !.
ALLAH, sekalian Malaikat dan para Nabi, menyukai DAMAI dan PERDAMAIAN terhadap semua makhluk dan juga terhadap Alam !.
Dapatkah kamu hidup dengan tenang, didalam ketegangan yang terus-menerus ?. Jika kamu selalu hidup dalam ketegangan, maka ketahuilah, para Malaikat yang bertugas pada organ-organ tubuhmu, akan keluar & meninggalkan tubuhmu, sehingga kamu terserang penyakit yang melumpuhkan dan yang mematikan !.
Dengan mengikuti keinginan yang kotor itu, timbullah keserakahan yang akan berakibat kehancuran dan kebinasaan bagi semuanya, kecuali orang-orang tertentu, yang dikehandaki-Nya akan selamat dari kehancuran dan kebinasaan itu !.
Maka biarkanlah mereka melakukan perbuatan yang amat keji itu terlebih dahulu, agar Dunia dan seisi Alam Raya Semesta menyaksikan dan mempunyai bukti akan tindakan kejam mereka, sehingga timbullah kemurkaan Dunia dan kemurkaan seisi Alam Raya Semesta, yang akan membawa mereka kepada kehancuran dan kebinasaan, akibat tindakan keji yang telah diperbuatnya !.
Dapatkah kamu hidup tanpa ALAM ?. Kamu tidak akan dapat hidup tanpa ALAM, sebab itu jagalah dan peliharalah akan kelestarian Alam ini, agar kamu hidup layak bersama ALAM !.
Demikian pula kamu tak akan dapat hidup layak, tanpa ada orang lain yang membantumu !. Pikirkanlah hari tuamu, manakala tubuh ini menjadi lemah dan manakala ingatanmu menjadi lumpuh, maka siapakah yg akan menolongmu ?.
Maka jika semasa mudamu banyak menolong orang, niscaya dihari tuamu banyak pula orang datang menolongmu !.
Sabar dan Jujurlah senantiasa dalam hidup ini, niscaya banyak orang menyukaimu dan banyak orang yang menaruh percaya padamu !.
Sopan-santun-lah di dalam bertutur-kata, niscaya banyak orang senang kepadamu !.
Hormatilah orang yang lebih tua darimu, tetapi jangan kamu ikuti perbuatan Dosanya !.
Jika kamu ingin dihormati, maka hormatilah orang lain terlebih dahulu !
Hargailah orang lain, sebagaimana kamu menghargai dirimu sendiri !.
Maka hargailah pendapat orang lain, dan tegurlah dengan sopan-santun, sekiranya pendapat orang lain itu salah !. Sebab bertengkar itu tidak baik dan akan menjadikan hidupmu gelisah dan tidak tenang !.
Ketenangan akan menimbulkan kebijaksanaan dalam tindakan dan dalam berperilaku, lagi pula orang menyukai wajah yang tenang !.
BerIMAN pada Malaikat, bukan hanya sekedar percaya adanya Malaikat secara sepihak, tetapi lebih dari itu, IMAN itu akan sempurna adanya, bila Para Malaikat telah sepenuhnya mempercayaimu !.
Tetapi bagaimanakah para Malaikat dapat mempercayaimu, jika kamu mengangkat dirimu dengan beranggapan kamu jauh lebih mulia dari Malaikat !.
Sekiranya kamu lebih mulia dari Malaikat, niscaya kamu tak akan berani menyombongkan diri berjalan dimuka Bumi, karena diatas semua Kekuasaan yang ada, masih terdapat Yang Maha Kuasa !.
Sekiranya kamu lebih mulia dari Malaikat, niscaya kamu tak akan berani membuat ke-rusak-an sedikitpun di Bumi, karena setiap ciptaan pasti ada Penjaganya dan setiap ciptaan pasti ada Sang Penciptanya, maka kaum Perusak itu, akan dituntut oleh para Penjaga dan akan dikenakan Hukuman setimpal, sesuai dengan perbuatannya oleh Sang Pencipta !.
Maka tidak sehelai daun-pun,yang jatuh kemuka Bumi, dapat terluput dari catatan Malaikat !. Jika kamu lebih mulia dari Malaikat, dapatkah kamu berbuat serupa itu ?.
Maka tidak ada apapun yang bergerak dan yang tidak bergerak, dapat terluput dari rekaman para Malaikat !. Jika kamu lebih mulia dari Malaikat, sanggupkah kamu berbuat serupa itu ?.
Para Malaikat telah menciptakan kamu dari segumpal darah, kemudian meniupkan Roh kedalamnya. Adakah lebih mulia yang diciptakan daripada Sang Penciptanya ?.
Kamu telah berbuat semena-mena dan berlaku tidak adil, terhadap orang lain yang tidak hendak tunduk dengan kemauan-mu, dan orang-orang yang tidak seirama denganmu. Adakah tindakanmu ini lebih mulia dari Malaikat ?.
Kamu mencoba mengHAKIMi Dunia dengan ketidakadilan-mu, dan dengan kekejamanmu !. Adakah ini lebih mulia dari Malaikat ?.
Tindakanmu yang amat buruk itu, telah membuat malu Nabimu, karena kamu secara sepihak mengangkat dirimu sebagai Wali Nabi, tanpa restu dan sepengetahuan NABImu !.
Adakah NABImu,mengajarkan dan menganjurkan perbuatan yang amat kotor dan teramat keji itu ?.
Haram menjadi Halal, dan Halal kamu rubah menjadi Haram !.
Apa yang dilarang oleh NABImu, dilarang oleh para MALAIKAT dan dilarang oleh TUHANmu, kamu halal-kan !. Sedangkan, segala apa yang dianjurkan kepadamu dari TUHAN, para Malaikat dan Nabimu, kamu abaikan & kamu campakkan, kalaupun kamu kerjakan, itu hanya sekedar kebanggaan belaka, dengan menghinakan orang lain yang belum sanggup mengerjakannya. Masalah yang teramat penting kamu lalaikan, sedangkan masalah yang tidak begitu penting, kamu utamakan !.
Kamu diharapkan menjadi teladan bagi Dunia,tetapi justru janji ke-teladan-an itu, menyebabkan kamu menyombongkan diri berjalan dimuka Bumi, dengan melakukan ketidakadilan dan kekejaman !.
Kamu adalah umat yang mudah tersinggung dan umat yang cepat naik pitam !. Adakah umat yang tak sabar ini, patut sebagai penghuni Sorga ?
Ketahuilah Surga adalah tempat bagi kaum yang Sabar & cinta Damai !.
Kamu adalah umat yang tidak dapat menerima nasehat-baik dari orang lain dan umat yang tidak dapat menerima teguran yang benar dari orang lain, karena kamu menganggap dirimulah paling benar dan orang lain salah !. Ketahuilah sikap buruk semacam ini, telah menutup diri dari Petunjuk ALLAH !.
TUHAN disangkanya Syeitan, sebaliknya Syeitan disangkanya Tuhan. hanya dikarenakan Syeitan itu membenarkan apa yg dianut-nya, sedangkan TUHAN selalu menegurnya !.
Mungkinkah, NERAKA disangkanya SURGA ?.
Mungkinkah tindak kejahatan disangkanya perbuatan Suci ?.
Pada awalnya, Kitab-Suci itu asing bagi umat, maka di Akhir Zaman Kitab-Suci itu kembali menjadi asing bagi umat, dikarenakan kemajuan yang amat pesat peradaban umat manusia di Akhir-Zaman, dibanding dengan peradaban umat manusia pada Pertengahan-Zaman, yang berakibat timbulnya perbedaan-perbedaan yang amat menyolok, didalam mengartikan isi Kitab Suci tersebut !.
Maka berpecah belah-lah Agama-Agama diDunia ini, masing-masing Agama berpecah belah menjadi beberapa golongan yang berbeda aliran !.
Lalu, mengapakah tidak seorangpun yang ingin mempersatukannya, dengan mencari titik-temu, agar membawa Rahmat bagi semuanya ?.
Bukankah membiarkan konflik ini berlarut dan berlanjut terus, akan membawa Bangsa dan Negara didalam kekacauan dan mengganggu stabilitas keamanan Nasional ?. Jika demikian adanya, dengan cara apakah Negara dan Bangsa ini melaksanakan pembangunannya ?.
Kalaupun Pemerintah bertindak, bukan titik temu yang membawa Rahmat bagi semuanya yang dilakukan, tetapi hanya mengikuti kehendak & kemauan golongan mayoritas belaka !.
Bagi TUHAN, para Malaikat dan para Nabi, ”Satu orang yang Benar, lebih BAIK daripada Sejuta orang yang Salah ! “.
Tetapi POLITIK berkata.: “Sejuta orang yang SALAH, lebih Baik dari pada Satu orang yang BENAR ! “.
Kami ingatkan kepada-mu sekalian.:
“ALLAH, para Malaikat dan para Nabi, berpihak pada Satu Orang yang BENAR !. dan Tidak akan berpihak pada Sejuta orang yang Salah, karena SATU ORANG YANG BENAR, itulah TENTARA TUHAN ! “.
Kamu akan bertanya.: “Mungkinkah satu orang, dapat mengalahkan sejuta orang ?”.
Katakanlah kepada mereka yang bertanya. : “ Maha Suci Allah dari segala apa yang mereka ragukan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dari segala apa yang mereka tidak mengetahuinya ! .
Jangankan Sejuta orang, berlipat ganda sekalipun, maka Satu Orang Tentara Tuhan tetap akan keluar sebagai Pemenangnya !. Sebab sekiranya Satu Orang Tentara Tuhan dapat dikalahkan, maka dengan apakah Kemajuan Peradaban Umat di Bumi hendak dibangun ?”
Perhatikan perjalanan Sejarah. :
Setiap Masa, pasti ada seorang Utusan ALLAH, yang diturunkan kemuka Bumi, guna menyempurnakan segala yang telah ada, menuju kemajuan Peradaban Umat di Bumi !. (hanya satu orang Tentara Tuhan)
Setiap Pelopor Ilmu-Pengetahuan dan Teknologi, masing-masing Penemuan-Baru hanya satu orang Pelopornya, kalaupun lebih dari Satu maka yang lain adalah pendukungnya belaka, untuk lebih baik dan lebih sempurnanya Penemuan itu !. (hanya satu orang Tentara Tuhan)
Setiap yang BENAR , pasti pada awalnya ditentang dan dimusuhi banyak orang, tetapi TUHAN tetap berada di atas semua yang Benar, maka pada akhirnya Dunia harus menerimanya ,demi kemajuan Peradaban umat !. Segala yang sudah Ada, tidak akan pernah berhenti Ada ! “.
“ Setiap Utusan yang baru diturunkan Allah, mereka selalu mempermainkan dan memperolok-olokkannya, maka dengan terdengarnya bunyi yang maha dahsyat, binasalah mereka semuanya ! ”.
“ Telah datang yang BENAR, musnah-lah yang Palsu, sesungguhnya yang Palsu itu adalah sesuatu yang harus Musnah ! “.
“ DAMAI “ demikian di serukan oleh TUHAN Maha Penyayang.
“ Maha Suci ALLAH, sesungguhnya semua yang ada ini, didalam genggamanNYA, maka akan tiba saatnya, semua yang ada ini akan kembali kepadaNYA ! “.
Ada 99 institusi atau 99 Lembaga Malaikat, yang terbagi dalam 3 kelompok tugas, sbb.:
33. Lembaga Malaikat,yang mengurus dan bertugas pada Planet Bumi, dari mulai mengurus masalah “Zat Kalpataru” atau “zat Al-Kautsar” sebagai “Zat-Kekekalan” bagi yang tak memikul amanah, sampai kepada “Zat-Zat” yang terkandung dalam Planet Bumi, hingga permukaan Bumi Meletusnya Gunung, Gelombang Tsunami.
33. Lembaga Malaikat,yang mengurus dan bertugas pada aneka Benda, juga aneka Makhluk penghuni Bumi di Alam Gaib maupun di Alam Nyata Manusia, tidak dalam arti mencampuri segala urusan, melainkan dalam masalah hukum benda atau hukum eksata, reaksi Kimia, reaksi Nuklir, perubahan-perubahan bentuk pada benda dan makhluk menurut penilaian Usia-Benda dan Usia-Makhluk, sampai kepada hukum causalitet atau hukum sebab akibat dari kematian makhluk dan kerapuhan benda, dsb.
33. Lembaga Malaikat, yang mengurus dan bertugas di angkasa yang masih berkait dengan segala urusan di Planet-Bumi, dari mulai mengangkat DOA-DOA dan menurunkan PETUNJUK-PETUNJUK serta WAHYU-WAHYU, juga gelombang-gelombang audio dan video, maupun frekwensi-frekwensi yang ditimbulkan oleh Bumi dan semua penghuni Bumi, sampai kepada masalah Guntur, Kilat, Hujan, Pelangi Radiasi sinar Matahari ,dan sebagainya. berdasarkan hukum causalitet.
Ini baru lembaga-lembaga Malaikat yang bertugas di Planet Bumi saja, belum terhitung Lembaga-Lembaga Malaikat yang bertugas pada lebih 200 Milyard Galaxi, yang berada didalam Alam-Bima-Sakti ini atau didalam Lapisan ke-Tiga Langit-Terbesar Alam Raya Semesta.
“Sekiranya, Lima-Samudra di Bumi, dilipat gandakan tujuh kali, dan kamu jadikan tinta, lalu semua ranting pohon yang ada di Bumi, kamu jadikan pena, maka sampai kering air Samudra yang kamu jadikan tinta itu, niscaya Ilmu Allah belum juga selesai kamu tuliskan, meskipun dengan huruf yang teramat kecil sekalipun kamu tuliskan ! ”.
Tentu dalam hal ini, tidak akan sanggup kami menjelaskan semuanya secara terperinci, karena semua itu akan membutuhkan waktu jutaan tahun lamanya untuk menuliskan, bahkan lebih dari waktu tersebut, maka Ilmu-Allah belum juga akan selesai dituliskan !.
Mereka yg mengatakan diri-nya paling benar dan paling sempurna, maka kelak mereka akan di-Bangkit-kan dalam keadaan buta dan tuli !.
“ Barang siapa buta di Dunia,niscaya ia akan lebih buta di Akhiraat dan jauh lebih sesat dari jalan Allah ! “.
Mereka buta dan tuli, dikarenakan kesombongannya, mereka tak dapat melihat dan mendengar di Hari-Berbangkit, sampai mereka menyadari penyebab buta & tuli itu dikarenakan kesombongannya, dan sungguh-sungguh bertaubat untuk memperbaiki diri, dengan belajar mengenal tentang keBENARan itu !.
Mereka dengan congkak, mengatas namakan, Nabi, para Malaikat dan ALLAH, dengan mendangkalkan dan merendahkan Ilmu-Allah, dihadapan umat, se-akan-2 Ilmu Allah hanya pada sekitar bahasa Nabi, sejarah ke-bangsa-an Nabi dan ke-Budaya-an Nabi-nya belaka, tanpa mengetahui hikmah dan Ilmu Allah, dengan baik dan benar, yang terkandung di dalam Kitab-Suci yang dijadikan pedoman hidupnya !.
“ Maka tidak sehelai daun-pun yang jatuh ke-muka Bumi, dapat terluput dari catatan para Malaikat ! “.
Maka tidak sepatah katapun, yang terlontar dari mulutmu, dapat terluput dari catatan para Malaikat !.
Berhati-hatilah melontarkan kata-kata dari mulutmu, meski pun kata-kata itu tidak berarti bagimu, sebab setiap huruf yang terlontar dari mulutmu, akan dimintai pertanggungan jawab !.
Jangan pula suka berebut menjadi Pemimpin dan Penguasa, sebab memimpin dan menguasai nafsu-kotor pada dirimu sendiri, belum tentu kamu sanggup mengatasi dan mengendalikannya, maka bagaimana pula kamu dapat memimpin orang lain ?.
Maka biarkanlah ALLAH menjadi Maha-Pemimpin atas dirimu sekalian, agar keselamatan Dunia dan kebahagiaan Akhiraat akan diper-oleh dan dirasakan oleh semuanya dengan adil, sesuai dengan amal yang telah diperbuat oleh masing-masing individu !.
Ketahuilah Ilmu Allah, meliputi seisi Alam Raya Semesta ini, pada semua bidang disiplin Ilmu-Pengetahuan, maka beribadahlah dan berimanlah melalui disiplin Ilmu-Pengetahuan, sebab akan membawa manfaat bagi banyak orang dan membawa manfaat bagi Dunia, guna mencapai Takwa, dalam arti se-benarnya TAKWA !.

Enhanced by Zemanta
Post a Comment