Tuesday, October 16, 2012

Ketika BASMALAH di turunkan

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
Al-kisah :
Ketika Bismillahirrahmanirrahim di turunkan..,
Awan-awan bergerak ke timur..,
Kemudian…
Angin-angin menjadi tenang..,
Lautan bergelora,
Bintang-bintang semua mendengarkan dengan pendengarannya,
Syaitan-syaitan di lempar dari langit.
Demikian kehebatan ketika turunnya ayat Bismillahirrahmanirrahim,

Maka..
Tidaklah berlebihan jika ayat ini menjadi bacaan pada setiap pembukaan Surah,
dan.. ayat ini juga menjadi bacaan pada saat memulai suatu pekerjaan.

Ayat ini ber-awal dari huruf Baa’,
Huruf Baa’ .. akan tidak bermakna apa-apa jika tidak mempunyai titik,
Maka.. pada titik itulah Rahasia dari segala Rahasia ini di mulai..
Orang dapat membaca ayat Al-Qur’an tanpa baris..
Namun .. kita tidak dapat membaca ayat tanpa titik..

Al- Qur’an itu hanya dapat di baca jika ada mempunyai titik-titik-nya
Setelah itu …
Baru-lah datang huruf yang pertama yaitu : ALIF,

Di dalam Al-Quran hanya ada tiga titik..
Huruf ber-titik yang ada dalam Al Quran berjumlah 102.440 huruf
dari keseluruhan huruf yang berjumlah 320.779.

Ber-arti..
Huruf yang bertitik menjadi Nyawa bagi Al-Qur’an itu sendiri.
Karena … hampir setiap perkataan mempunyai huruf yang ber-titik.

Kita perlu selami hal ini lebih mendalam..
……………………………….
.
Sebenar-nya apakah peranan titik-titik ini… pada asal usulnya.. yang pada awalnya tiada…, yaitu : Zaman O ,

Zaman O…
Hanya ada Zat yang Maha Agung saja,
yaitu zaman Dia bersifat Salbiyah

Firman Allah:
Artinya :

“Bukankah (sesungguhnya) telah datang atas manusia satu waktu dari masa, sedang dia ketika itu belum merupakan sesuatu yang dapat disebut?”
(Al Insan ayat 1)

Ayat di atas menunjukkan telah datang di suatu zaman yang kita tidak tahu kapan.., saat itu manusia zahir dan batin masih belum lagi ujud dan tidak tau abad kapan.. atau.. mungkin belum ada abad,
Yang Wujud ketika itu hanya Zat-nya saja,

Bahwa.. pada zaman tersebut.. Rohani belum di jadi-kan oleh Tuhan atau Nur Muhammad belum lagi Ujud, zaman ini di sebut sebagai :
La Ta’ayun (zaman yang tiada kenyataan)
artinya :
Pada zaman ini kita tidak dapat membuat apa-apa
Firman Allah di dalam hadis qudsi :
Artinya :
“Aku adalah perbendaharaan yang tersembunyi, Aku ingin di kenal, lalu Aku ciptakan makhluk ini, agar mereka mengenal-Ku”
Zaman ini di kenal sebagai.
Ta’ayun Awal (Kenyataan yang pertama)
Yang mana pada zaman ini awal makhluk hendak di jadikan oleh Allah agar makhluk yang di jadikan-Nya itu mengenal-Nya,
Zaman ini sudah ada satu kenyataan.. awal ilmu.. yaitu zaman keagungan sifat Tuhan,
zaman ini kita mengetahui bahwa Tuhan itu rupanya berbeda dengan makhluk yang mana Dia bersifat Salbiyah

“Bi kana ma kana”
Maksud=nya:
Bersama-KU ada apa yang telah ada..
apa yang telah ada….?
Nur ala Nur (cahaya diatas cahaya)
Kemudian…
di ikuti dengan…

“Bi kanu ma yakunu”
Nurullah
Maksudnya.. :
Bersama-KU akan ada apa saja yang akan ada,
Apakah yang akan ada..?
Awal kejadian..
Atau..
Hakekatul Muhammad yang berasal dari anasir Wujud, Ilmu, Nur dan Shuhud,
Yakni…
Asal Wujud dari Dzat,
Asal Ilmu dari Sifat,
Asal Nur dari Asma dan
Asal Shuhud dari Af’al

Yaitu daripada ALLAH
Zaman ini adalah..
Zaman dua titik (Ta’ayun Sani)
Kemudian..
Barulah di lengkapi Allah dengan kenyataan yang ketiga yaitu..
Zaman tiga titik ( Ta’ayun Salasa)
“Fa wujudul ‘awalimi bi”
Maksudnya:
Adanya sekalian alam ini adalah dengan-Ku
…………………………………………………………..
……………………………………………………………

Semuanya hal ini wajib di ketahui…,
Enhanced by Zemanta
Post a Comment