Sunday, October 21, 2012

ALAM SEMESTA DAN DIRI MANUSIA SEBAGAI AYAT-AYAT AL-QUR’AN

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

ALAM SEMESTA DAN DIRI MANUSIA SEBAGAI AYAT-AYAT AL-QUR’AN


 
[1]
Apa yang ada di langit dan bumi adalah ayat-ayat Al-Qur’an yang nyata, “Kitabun Mubin”. Dan Allah tidaklah menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya tanpa hikmah. Yang demikian itu adalah anggapan orang-orang kafir, maka celakalah orang-orang kafir itu karena mereka akan masuk neraka[1].
[1] Diambil dari QS. Shaad: 27.

[2]
Ayat-ayat Allah tidak terbatas, sesungguhnya pada langit dan bumi benar-benar terdapat ayat-ayat Allah untuk orang yang beriman[1]. Jumlah juz, surat, Al-Qur’an tak terhitung jumlahnya, melebihi luasnyai tujuh lapis bumi dan tujuh lapis langit[2].
[1] Diambil dari QS. Al Jaatsiyah 3.
[2] Disebut sebagi ayat-ayat Kauniah.

[3]
Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah matinya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh terdapat ayat-ayat Allah bagi kaum yang memikirkan[1].
 [1] Diambil dari QS. Al Baqarah: 164.

[4]
Allah lah yang berkuasa mengirimkan bencana pada manusia dari mana saja asalnya[1], dan Dia lah yang menciptakan manusia dalam golongan-golongan yang  saling bertentangan, serta merasakan kepada sebagian manusia keganasan dari sebagian manusia yang lain. Maka perhatikanlah, betapa Allah mendatangkan tanda-tanda kebesarannya silih berganti, agar manusia memahaminya[2].
[1] Bencana terkadang dari perilaku kejahatan manusia sendiri, dimana perilaku kejahatan tersebut Allah pula-lah yang membuat mereka demikian. QS. At Taghaabun: 11; Tidak ada suatu bencana pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah.
[2] Diambil dari QS. Al An'aam: 65.

[5]
Untuk mencari hikmah dan rahasia Al-Qur’an tidak cukup hanya membaca Mushaf 30 Juz, tapi bacalah Al-Qur’an yang ada disegenap cakrawala dan Al-Qur’an yang ada di dalam diri kamu sendiri, yaitu Lauhul Mahfudz, karena ia adalah kitab yang nyata.

" Sanuriihim aayaatinaa fii al-aafaaqi wafii anfusihim hattaa yatabayyana lahum annahu alhaqqu awa lam yakfi birabbika annahu 'alaa kulli syay-in syahiidun - Kami akan memperlihatkan kepada mereka ayat-ayat  Kami disegenap cakrawala dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Qur’an itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?[1]"
 [1] QS. Fushshilat: 53.

[6]
Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat juga seperti manusia. Tiadalah Allah alpakan sesuatupun dilangit dan dibumi dalam Al-Kitab Lauhul Mahfudz, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan[1].

“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya pula, dan tidak jatuh sebutir biji-pun dalam kegelapan bumi, dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata, yaitu Lauh Mahfudz[2]"
[1] Diambil dari QS. Al An'aam: 38.
[2] QS. Al An'aam: 59.
Enhanced by Zemanta
Post a Comment