Thursday, October 18, 2012

KITAB RISALAH TASAWWUF

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

 KITAB RISALAH TASAWWUF (TUAN GURU SYEIKH Daud Bukit Abal, KELANTAN)Kitab Risalah TasawufKITAB RISALAH TASAUF OLEH TUAN GURU SYEIKH Daud Bukit Abal. MURSYID BAGI TARIQAH Ahmadiyyah IDRISSIAH DI BUKIT ABAL.DISYARAH OLEH USTAZ MUHAMMAD Hizam AL-AHMADIبسم الله الرحمن الرحيمMatan: Terbagi agama ke tiga. Pertama: IMAN, kedua: ISLAM, ketiga: IHSAN karena agama itu, adakalanya amalan dalam yakni hati maka dinamakan akan dia iman.Syarah MHTok Guru Hj Daud Bukit Abal merujuk kepada hadits Jibril tentang IMAN ISLAM IHSAN. Matan haditsnya adalah seperti berikut: -عن عمر رضي الله عنه قال: بينما نحن جلوس عند رسول الله صلى الله عليه وسلم ذات يوم اذ طلع علينا رجل شديد بياض الثياب, شديد سواد الشعر لا يرى عليه أثر السفر ولا يعرفه منا احد. حتى جلس إلى النبي صلي الله عليه وسلم فأسند ركبتيه إلى ركبتيه ووضع كفيه على فخذيه, وقال: "يا محمد أخبرني عن الإسلام". فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (الإسلام أن تشهد أن لا إله إلا الله وأن محمد رسول الله وتقيم الصلاة وتؤتي الزكاة وتصوم رمضان وتحج البيت إن استطعت اليه سبيلا). قال: صدقت. فعجبنا له, يسأله ويصدقه? قال: فأخبرني عن الإيمان. قال: أن تؤمن بالله وملائكته وكتبه ورسله واليوم الاخر وتؤمن بالقدر خيره وشره. قال: صدقت. قال: فأخبرني عن الإحسان. قال: ان تعبد الله كأنك تراه, فإن لم تكن تراه فإنه يراك. قال: فأخبرني عن الساعة. قال: "ما المسؤول عنها بأعلم من السائل" قال: فأخبرني عن أماراتها. قال: "أن تلد الأم ربتها, وان ترى الحفاة العراة العالة رعاء الشاء يتطاولون في البنيان "ثم انطلق, فلبثت مليا, ثم قال:" يا عمر أتدري من السائل? "قلت:" الله ورسوله أعلم ". قال: فإنه جبريل, اتاكم يعلمكم دينكم" رواه مسلم [رقم 8].Maksudnya: - Dari Umar radiyallahu anhu, ia berkata: Ketika kami sedang duduk disisi Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam pada suatu hari, tiba-tiba muncul di hadapan kami seorang pria yang sangat putih bajunya, sangat hitam rambutnya, tidak tampak padanya tanda-tanda perjalanan jauh dan tidak seorangpun diantara kami yang mengenalnya sehingga ia duduk di hadapan Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Lalu ia merapatkan lututnya ke lutut Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam dan menempatkan dua tangannya di atas dua paha Rasulullah Shallallahu' Alaihi Wasallam, lantas ia berkata: Wahai Muhammad, beritahukan kepadaku tentang Islam. Lalu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab: Islam itu adalah kamu menyaksikan bahwa tiada Tuhan melainkan Allah, dan bahwasanya Muhammad itu persuruh Allah, dan kamu mendirikan salat, dan kamu mengeluarkan zakat, dan kamu berpuasa dibulan Ramadhan, dan kamu mengerjakan haji di Baitullah jika kamu berkemampuan pergi kepadanya. Lelaki itu berkata: Benarlah kamu. Maka kami pun merasa heran terhadapnya karena dia yang bertanya dan dia pula yang membenarkannya.Lelaki itu bertanya lagi: Maka kabarkan kepadaku tentanh iman. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab: Bahwa kamu beriman kepda ALLAH, para malaikat, kitab-Nya, rasul-Nya, hari kiamat dan kamu beriman kepada penilaian baik dan buruknya. Lelaki itu berkata: Benarlah kamu. Lelaki itu bertanya lagi: Maka kabarkan kepadaku darihal ihsan. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab: Ihsan adalah bahwa kamu beribadah kepada Allah seolah-olah kamu melihatNya tetapi jika kamu tidak melihatNya maka sesungguhnya Dia melihat kamu. Lelaki itu bertanya lagi: Maka kabarkan kepadaku dari hal hari kiamat. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab: Tidaklah yang bertanya itu lebih tahu dari yang ditanya. Lelaki itu berkata lagi: Maka kabarkan kepadaku tentang tanda-tandanya. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam menjawab: Tanda-tandanya itu adalah bila hamba-hamba telah melahirkan tuannya dan kamu melihat orang-orang yang tidak berkasut, tidak berpakaian, miskin, penggembala kambing menegakkan dan mendirikan bangunan. Kemudian dia pergi, lalu aku terdiam beberapa lama. Setelah itu Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertanya: Wahai Umar, tahukah kamu siapakah orang yang bertanya itu? Aku menjawab: Allah dan RasulNya yg lebih mengetahui. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkata: Sesungguhnya itulah dia Jibril yang datang kepada kamu untuk mengajarkan agama kalian. (Hadits ini dirawayatkan oleh Imam Muslim di awal kitab al-Iman. Hadits nomor 8)Tok guru kata, IMAN itu praktek dalam yakni hati. Mengapa hal akidah disebut sebagai praktek hati. Ini adalah karena termasuk dalam kategori TAKWA ini. MH lihat kitab karangan Dr. Jahid Sidek berjudul Syeikh Dalam Tareqah. Dr Jahid mengatakan bahwa salah satu daropada fitur-fitur orang takwa adalah benar IKTIKADnya. Jadi ia adalah amalan hati. Kita tak nampak dalam hati seseorang, tapi siapa yang benar akidahnya, berarti di sedang beramal batin. Karenanya tok guru kata AMALAN HATI.Matan: Dan adakalanya amalan anggota luar yakni mulut, mata, telinga kaki, tangan dan lain-lain. Maka dinamakan ia ISLAM.Syarah MHIni tok guru maksudkan, praktek syariat yang bisa kita nampak orang buat seperti shalat, baca quran, dengan menggunakan anggota-anggota kita. Digelar Islam sebab ia adalah untuk keselamatan kita. Anggota lahir juga dihitung dalam syariat dari segi dosa dan pahala.Matan: Dan adakalanya amalan ingin mengelokkan dan membersihkan dan mensucikan akan anggota luar dan dalam, maka dinamakan IHSANSyarah MHIHSAN ini adalah "gantinama" untuk iman dan islam. Bila kita sebut IHSAN, sebenarnya kita membicarakan hal iman dan islam di tingkat yang lebih sempurna. IHSAN itu adalah TAUHID SYUHUDI.IHSAN itu harus ibadah seolah-seolah melihat Allah, jika kamu tak melihat Allah, Allah melihat kamu. Dari hadits Jibril ini sumber ilmu. Meskipun TIGA tapi macam-macam ilmu keluar dari pemahaman ketiga itu seperti ilmu ushuluddin, fiqih, tasawuf, tafsir, hadits dan lain-lain. Harus IBADAT. Disini melibatkan IMAN dan ISLAM yakni ilmu ushuluddin dan Feqah. Sebab hukum ibadah itu dengan adanya akidah yang benar dan ikut pengaturan SYARIAT ISLAM.SEOLAH-OLAH itu ..... Adalah MUSYAHADAH.Ini melibatkan ilmu Tasauf. Seolah-olah lihat. Bila seseorang musyahadah ia merasakan dia telah melihat Allah. Padahal tidak, sebab tahqiqlah, dikatakan LIHAT. Basirah menangkap ZAUK ketuhanan, lantas dirasakan LIHAT.Sebab tahqiq. Bagaimana RASA bisa dikatakan lebih jelas dari MATA LUAR melihat alam Mulki. Atau MATA DALAM melihat alam malakut. Kedua alam itu nampak dengan mata luar dan dalam TAPI Allah tak dapat dengan kedua mata itu, TAPI hanya ZAUKI. Dan ZAUKI ini lebih tahqiq lagi dengan kedua mata itu melihat objek. Bagaimana ya?Matan: Makna iman itu, kepercayaan hati yakni pernyataan hati dengan apa-apa hal agama itu, membenarnya akan dia, terimanya akan dia, simpulnya akan dia, jazamnya akan dia, amalnya akan diaSyarah MHApa-apa hal agama itu luas skopnya, bukan saja dari segi akidah, bahkan dari segi hukum, syariat dan lain-lain. Itulah dikatakan SIMPULAN IMAN. Iman bukan saja ucap dilidah tetapi harus TASDIQ dihati dan amalkan. Maksud amal disini adalah setelah kita yaqin, kita kena amal apa-apa perintah Allah. Bila kita dah yaqin adanya Malaikat kiraman-Katibin yang mencatat amal baik dan jahat, kita kena jaga segala tutur kata, perbuatan dan lain-lain. Kita kena bertindak berdasarkan keimanan itu.Matan: Makna Islam itu, ikutan anggota luar yakni junjung dan mengaku mulut dan setiap anggota luar dengan apa-apa hal agama itu dan terimanya akan dia dan amalnya akan dia dengan sarih.Syarah MHMengaku mulut itu seperti mengucap dua kalimah syahadat. TERIMA - amal anggota luar seperti bacaan dalam shalat dan gerakkan anggotanya. Mengaku saja tak jadi, kena terima dan amal.Matan: Makna Ihsan itu, mengelokkan akan Iman dan Islam itu yakni menyuci akan keduanya dan menghias akan keduanya itu dengan membuang akan hal-hal yang bertentangan keduanya dan dengan memsempurnakan akan persyaratan dan rukun-rukun dan apa-apa disuruh kedua- duanya.Syarah MHJika kita lihat tok guru tulis:1. Sucikan apa yang bertentangan kedua nya2. Hiaskan apa yang disuruh oleh kedua-duanyanya, persyaratan, rukun-rukunElok IMAN dan ISLAM. Atau tahqiq IMAN & HENING ISLAM. Untuk MH, IHSAN adalah IMAN dan ISLAM ini, yang diterapkan oleh HATI yang sempurna. IMAN-diterapkan oleh HATI. ISLAM - diterapkan oleh anggota lahir dengan perintah HATI. HATI itu RAJA. Jika RAJA itu sempurna, eloklah lahir. Ingin dapat kesempurnaan HATI itu kena baiki HATI. Bila hati sedah ​​elok, eloklah IMAN dan ISLAM. Jadi, IHSAN itulah IMAN yang ELOK dan ISLAM yang elok.IHSAN itu IMAN kelas IMAN Haqiqat dan HAQ. IHSAN itu ISLAM kelas tareqat dan haqiqat.Matan: Bicara akan iman itu, ilmu Usuluddin. Keberhasilan itu bicara, beredar antara islam dan kufur dan bid'ah dan fasik yang jadi dari bid'ah itu.Syarah MHApa itu IMAN kita kena jelas. Dapatkah ia bertambah dan berkurang? Kita kena yakin IMAN yang ada pada kita itu adalah yang sebenarnya. Dari Ahlussunah Waljamaah. Sebab Bab IMAN ini sendiri telah terpecah banyak suku. Qadariah pun percaya ada Allah TAPI pegangan mereka dari aspek usaha ikhtiar sudah berbeda.Matan: Bicara akan islam itu, ilmu furu 'ad-din (fiqih) kehasilan bicaranya beredar antara tujuh (7) hal: Wajib, sunat, haram, makhruh, harus, sah dan batal. Empat darinya itu dapat pahala yaitu kerjakan yang wajib dan sunnah; meninggalkan yang haram dan makhruh; asalkan ada NIAT pada sekaliannya itu. Dan satu darinya dapat dosa yaitu mengerjakan yang haram dengan syarat ada niat padanya. Dan dua darinya itu tidak ada pahala dan dosa yaitu mengerjakan yang harus dan meninggal akannya.Syarah MHJika kita lihat pintu PAHALA lebih banyak dari DOSA. Jalan yang nak masuk pahala ada 4. Jalan nak dapar dosa hanya 2 yakni buat yang haram dan tinggalkan yang wajib. Jadi kita lihat anggota tareqat seperti tok guru sangat menekankan bab TAKWA ini. Bukanlah bila sebut saja anggota tareqat, asyik dok zikir saja, tidak buat kerja dan lain-lain. Tok guru kata tak jadi TASAUF jika tak ada USULUDIN dan FEQAH.Matan: Bicara akan Ihsan itu, ilmu ihsanuddin (tasawuf). Keberhasilan bicaranya itu beredar antara Takhalli (تخلي) dan Tahalli (تحلي).Syarah MHTok guru kata ihsan itu ilmu IHSANUDDIN atau tasauf. Ihsan ini diambil dari hadits Jibril yang menerangkan tentang IHSAN itu. Jibril berkata kpd Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam أخبرني عن الإحسان. Kabarkan kepadaku apa itu IHSAN. Nabi saw bersabda: ان تعبد الله كأنك تراه, فإن لم تكن تراه فإنه يراك Maksudnya: IHSAN ITU, KAMU beribadat kepada Allah seolah-olah kamu MELIHAT ALLAH, JIKA KAMU TAK MELIHAT ALLAH, ALLAH MELIHAT KAMU. Coba kita perhatikan secara halusi akan maksud IHSAN itu. Banyak ilmu kita bisa dapat dari nya.MH lihat begini:1. Ibadatlah2. Seolah-olah lihat3. Kamu tak bisa lihat4. Allah melihat kamu.Apa yang tuan-tuan faham dari keempat fakta itu?Jawaban dari PERHALUSAN itu ada dalam kitab RISALAH TASAUF oleh Tuan Guru Hj. Daud Bukit Abal, Mengenal Diri & Wali Allah oleh Ustaz Mustafa al-Jiasi, Ramuan Tasauf oleh Ustaz Mustafa al-Jiasi, Bidayatul Hidayah oleh Imam al-Ghazali, Minhaj al-'Abidin oleh Imam al-Ghazali, Siyarus Salikin oleh Syeikh Abdul Salamd al-Palimbani dan Ihya Ulumuddin oleh Imam al-Ghazali.Insyallah, akan kita pelajari.Ibadah lah: -Nak ibadah kena ada ilmu ushuluddin. Jika tidak ibadat tak "JADI". Nak ibadah kena ada ilmu Feqah. Jadi kena ada IMAN, kena ada ISLAM. Jika ada ilmu baru lah sah IBADAT. IBADAT adalah antara kita dengan Allah. Dua maujud.WUJUD kita ada 2: -1. Jasad2. RuhJadi kena tahu alat-alat apa nak berhubung dengan Allah. Wujud Allah tak serupa wujud kita. Jadi macam mana nak berhubung.Oleh itu hubungan itulah melalui ibadah.Matan: Makna takhalliah itu, menyuci akan lahir dan batin dari tipa-tiap hal yang menghalangi akan suluk dan wusul kepada ALLAH SWT.Syarah MHIlmu Tasauf bukan lah ilmu hanya sekedar tahu saja. Memang betullah, tasawuf ada dua jenis: -1. Tasauf ILMI2. Tasauf Amali atau praktis.Tasauf ILMI, orang kafir pun reti bahkan lebih tahu dari kita seperti Nicholson, Martin Lings dan lain-lain. Baca kitab, pindah-pindah kitab, pindah-pindah guru, itu semua bersifat ILMI. Yang penting adalah Amali atau PRAKTIKAL. Ini yang susah, Imam al-Ghazali berkata dalam kitab Munqiz Minal Dhollal, ILMU ITU LEBIH MUDAH DARI AMAL. Jadi tok guru nak tekankan AMALAN. TASAUF Amali melibatkan usaha-usaha TAKHALI.Tok guru menekankan CUCI dulu baru HIAS. Jika tak cuci akan mengakibatkan perjalanan TERTEGAH, LAMBAT. Tak sampai langsung pun ada, lambat pun ada. Sebab apa tak SAMPAI langsung. Sebab apa lambat. Jadi kena cuci.Tambahan: Martin Lings telah memeluk Islam dengan memakai nama Islamnya Abu Bakar Sirajuddin.Matan: Mencuci akan lahir itu dari segala yang haram dan yang makhruh dan yang harus yang sia-sia dan tidak memberi manfaat diakhirat dan menegah dan melambat akan suluk dan wusul kepda ALLAH SWT.Syarah MHDisini Tok Guru ingin memberitahukan kepada anggota tareqat bahwa bila sudah ambil wirid tareqat, jangan sangka, dengan wirid-wirid saja bisa berhasil dan WUSUL. TIDAK!!!! Jika tidak jaga anggota lahir seperti tangan, mata, kaki dan lain-lain dari maksiat, dari melakukan hal-hal haram, bukan lambat sampai TAPI tak sampai langsung, tertegah dari sampai.Hal haram lainnya seperti riba, judi, meramal nasib, mencuri, membunuh, minum arak, memperkosa dan lain-lain akan TERTEGAH dari SAMPAI. Karena itu, ahli tareqat kena hindarkan dari melakukan hal-hal yang HARAM. Wiridlah banyak mana, zikirlah banyak mana jika yang haram masih lagi buat, jangan harap nak sampai makrifatullah dgn. Syuhud. Begitu juga buat hal makruh. Ini akan memperlambat perjalanan spiritual meskipun tidak TERTEGAH. Buat yang harus yang sia-sia pun, memperlambat WUSUL. Seperti duduk ditangga petang-petang sembang dengan keluarga. Itu harus. Tapi sia-sia. Bisa juga membuat hal haram pulak seperti mengumpat dan melekehkan orang lain. Jadi ZAHIR kena dicucikan dari yang haram, makruh ini. Inilah digelar Takhalli ZAHIR. Jadi tidak timbul kata-kata mengatakan anggota tareqat, tasauf tak ikut syariat, tak ikut al-Quran dan as-Sunnah. Sebab jika tareqat yang muktabar, guru akan berpesan akan hal ini. ekian, dari maksud MATAN itu.Jadi CUCI zahir ini sangat penting. Jangan sangka bila kita dah amal wirid-wirid tareqat, bisa abaikan bab ini. Cuma, jika ada rahmat Allah, jika buat ini, disamping itu kita buat maksiat ini, akan di TEGUR. MH pernah pada suatu masa dulu, pertama ambil tareqat, pergilah gunting rambut kat Unisex Salun.Perempuan seksi yang gunting. Berdebar darah MH. Malamnya, MH mimpi murshid MH datang dengan garang sekali dan berkata "Hizam haram tu .. mengapa mu gi gunting dengan pompuan". Lantas MH terus bertobat dan barulah Sheikh peluk MH, katanya nak PERAH dosa disentuh perempuan ajnabi. Sambil berzikir kami dalam mimpi itu. Bila sadar MH sangat menyesal dan tak gunting-gunting lagi. Jika nak perempuan gunting pun, MH suruh istri gunting kan.Sekian, dari maksud MATAN itu.Matan: Mencuci akan batin itu dari segala iktiqad yang salah, dan dari segala mazmumah dan dari ingat dan cita-cita dan angan-angan yang sia-sia dan tidak memberi manfaat diakhirat dan tidak bermanfaat akan suluk dan wusul kepada Allah dari aghyar yakni dari barang yang lain dari Allah yang didalam hati.Syarah MHJadi bukan saja lahir kena cucikan tapi batin / hati juga kena sucikan barulah bisa berhias. Macam orang perempuan mau pakai lipstik, cobalah cuci muka dulu. Hal batiniah yang kena cuci, Tok Guru tekan:1. Iktikad-iktikad yang salah. Disinilah banyak yang kecundang sebab salah akidah. Mereka dah betul dah tapi sebenarnya membawa ke kekafiran. Didalam Seri 2 Risalah Tasauf ada Tok Guru sebutkan lebih 52 akidah kufur yang Tok Guru ketemui sekitar Pasir Puteh Barat saja. Lihat kitab tersebut, sebab MH tahu banyak disini dah ada. Tapi senyap jer. Mohon mereka. Iktikad ni saja ada 72 jenis pula yang terdiri dari Mujasimah, Qadariah, jabariah, Rafidiah dan lain-lain. Kaum sufi-sufi pun banyak yang "pakai" iktikad salah spt puak-puak HULULIYAH danlain-lainInsyallah, MH akan buka judul lain tentang SUFI-SUFI yang salah. Iktikad kena benar seperti iktikad AHLUSSUNAH Waljamaah. Jika iktikad tak benar, ini Tok Guru kata akan TERTEGAH dari SAMPAI / WUSUL. Bab iktikad ini banyak yang orang salah pegangannya. Ada seorang kontak MH, dia anggota Tareqat Ahmadiah juga, tapi iktikad untuk MH adalah salah. Sebab dia iktikad Allah ini aslinya seperti BOLA besar. Kemudian terjadi BIG BANG!!!!!! ... Lantas yang pecah tu jadi langit, bumi arash dan lain-lain.Masih lagi bicara akan Takhalli zahir dan batin.Sebenar syarah untuk iktikad saja akan masa panjang dan Tok Guru sudah syarahkan di Seri Kedua dalam RISALAH TASAUF ini. Begitu juga sifat-sifat mazmumah jika nak detail elok lihat kitab Ihya 'Ulumuddin oleh Imam al-Ghazali. Maksiat lahir dan maksiat bathin akan melarang SAMPAI atau WUSUL kepada Allah. TAPI untuk MH, maksiat batin seperti riya ', ujub, sombong, dengki dan lain-lain itu ia tidak terwujud dari hati hanya dengan membaca kitab IHYA "Ulumuddin. HATI yang suci dari sifat-sifat mazmumah atau tercela, dosa-dosa akan TERCUCIKAN dengan istighfar, taubat dan praktek yang saleh. HATI yang benar-benar suci adalah HATI yang disinari Nurullah atau Waridah secara ISTIQAMAH. Warid "tidak pergi mari ', tapi menetap dihati. Jika masih 'GI MARI' itu tanda hati tidak bersih lagi disisi anggota Tasauf. HATI yang disucikan akan melimpah ke zahir yang suci dari maksiat dan noda.Begitu juga suci dari aghyar atau MASIWALLAH. Bukan dengan dzikir Allah, Allah, Allah .. itu sudah dikatakan suci dari MASIWALLAH atau selain dari Allah swt.Jadi SUCI adalah pokok utama dalam perjalanan spiritual, suci dari hadats kecil, jinabat, suci makanan, pakaian, tempat tinggal, suci dari dosa-dosa lahir, dari dosa-dosa batin, dari dosa ingat yang lain, selain Allah. Yang penting sekali adalah suci dari iktikad-iktikad yang salah dan suci hati dari sifat-sifat mazmumah dan zahir kita dari dosa-dosa karena buat yang haram. Jadi anggota tareqat tidak saja zikir, tapi kena buat usaha binatu. Kebanyakan tareqat sesat, tidak suci dari akidah. Banyak lagi iktikadkan Allah dan makhluk adalah sama, Nur Muhammad itu sifat Allah, Muhammad, Adam dan manusia lain-lain adalah sama SEMUA adalah sebagian dari Nur Zat Allah. MH sendiri sudah banyak ketemu puak-puak tareqat yang iktikad seperti. Pernah ambil tareqat dari guru yang SURUH IKTIKADKAN UMUR KITA ADALAH TUA SATU HARI DARI ALLAH SWT, waktu kita shalat, saat rukuk itu, sebenarnya kita sedang cium pusat Nabi Adam as dan lain-lain. Ahlussunah waljamaah, Qadariah, jabariah ... sendiri sudah memungkinkan iktikadnya. Sama-sama ulama ', sama-sama sholat berjamaah TAPI dalam hati siapa tahu? Apa yang diiktikadkannya. Jadi kita kena belajar ilmu tauhid yang benar. Sebab semua mereka kata iktikad mereka yang benar. Jadi kena usahakan kita beriktikad yang sebenarnya. Barulah dapat sucikan hati yang batin.Tak guna jua, zikir tareqat ribu-ribu, tapi iktikad rosak.Lebih baik tidak zikir setiap tareqat TAPI iktikad benar!!!!!!!Ada yang minta MH mengulang dgn. detil IKTIKAD2 yang salah dan kufur.Jadi MH ambil MATAN nya dari Risalah Tasauf seri KEDUA di Bismillah yang keenam.Matan dari Risalah Tasauf Seri Kedua di Bismillah Yang Keenam: Segala hal dan kufur yang tersedia anakan dia pada orang-orang Melayu dan lain-lainnya dari mereka itu sangat banyak. Setengah darinya itu disebut akan dia disini untuk jadi contoh dan dijaga akan dia supaya selamat agama.Pertama:Nabi Muhammad itu zat tuhan. Misalnya seperti garam adalah air laut bukan lainnya berubah namanya itu kemudian dari bekunya jua. Ini iktikad KUFURSyarah MHTok guru jumpa iktikad seperti disekitar Pasir Puteh dan Bukit Yong, Trengganu. Bila berhadapan dengan Tok Guru, mereka tidak bisa susut (sembunyikan), tiba-tiba mereka akan keluarkan apa yang mereka iktikad. Pernah ada seorang yang suka main judi, tikam ekor, pergi jumpa Tok Guru Hj. Daud nak minta nomor ekor dengan Tok Guru. Bila berhadapan dengan Tok Guru jadi begini.Tok guru: Ada apa hajat?A: Emmm .. nak belajar agama.Tok guru: Lagi?A: Nak belajar tareqat.Tok guru: Lagi?A: Nak shalat sekali dengan Tok Guru.Tok guru: Lagi?A: Nak itu, nak ini .. bla .. bla .. bla ..Tok guru: (dgn. nada kuat) LAGIIIIIIIIIIII?A: Nak minta nomor ekor, Tok Guru ...Jadi tak bisa susut depan tok guru. Begitu juga Iktikad yang salah ini. ZAT Tuhan dan zat Muhammad dikatakan SAMA sejenis. Sebelum dijadikan Ruh Muhammad disebut Tuhan. Setelah terjadi, dikatakan Muhammad. Jadi inilah dikatakan Muhammad qadim. Atau jika dipadang disebut orang mengkuang. Tapi diatas rumah disebut tikar. Benda sama. Tok Guru kata jika ada iktikad begini, Allah dan makhluk adalah sama, jadi kafir. Kena mengucap kembali. Qadha semua shalat dan lain-lain. Jadi jika ada iktikad begini, masih kotor hati itu, dan ini akan memperlambat WUSUL atau mendapat musyahadah dengan Allah. Wahai sahabatku sekelian, AWAS jangan ikut jamaah tareqat atau lain-lain jika iktikad seperti. Jangan tertipu dengan guru itu keramat, bisa kashaf, bisa baca hati / scan dan lain-lain. Itu semua TERPEDAYA.
Matan dari Risalah Tasauf Seri Kedua di Bismillah Yang Keenam:Kedua:Zat Tuhan itu Nafas Muhammad. Sifat Muhammad itu Nyawa kita. Ini iktikad KUFUR.Ketiga:Dirinya itu Tuhan, Muhammad dan Adam. Ini iktikad KUFUR.Syarah MHIktikad-iktikad diatas itu, banyak orang iktikadkan begitu. Konon mereka dapat setelah baca kitab-kitab karangan Ibnu Arabi. Jadi kita kena berhati-hati dan jangan dekat jika ada nak cerita atau mulai nak bercerita kat kita.MH rasa yang sudah ada RISALAH TASAUF itu bisa lihat, berbagai iktikad salah. Kebanyakan bab Ketuhanan. Kesimpulannya, nak pastikan iktikad terhadap tuhan itu tidak rusak, dasarnya. ... ALLAH itu bertentangan dengan makhluk DAN jangan baca kitab Ibnu Arabi, dan ambil faham tulisan zahirnya. Seperti yang MENYEMBAH DAN disembah adalah SAMA dan lain-lain karena jika difaham secara tekstual akan bertentangan dengan SYARIAT. Sebab itulah ulama 'Tasauf mengharamkan membaca kitab-kitab tasawuf Ibnu Arabi tanpa guru yang murshid. Kapan faham-faham sendiri atau guru bukan anggota yang beritahu, nanti tersalah iktikad dan akidah. Kitab Ibnu Arabi hanya untuk MUNTAHI saja, sebab mereka dikaruniai ilmu laduni dan mukashafah. MH akan melanjutkan syarah ...Matan: Makna tahalliah itu, menghias akan lahir dan batin dengan segala hal yang menarik akan suluk dan wusul kepada Allah.Syarah MHInsyallah bab menghiasi pula. Setelah kita cuci, kita hiaslah pulak. Nak bedak, bergincu, mascara dan lain-lain.Matan: Menghias akan lahir itu adalah, dengan tipa-tiap amal yang wajib, dan yang sunat dan wirid-wirid tareqat dan dengan usaha yang halal yang menolong akan suluk dan wusul kepada Allah dengan ketiadaan tamak akan dia dan ketiadaan melebihi dan ketiadaan meluput akan habuan akhirat dan ketiadaan mengalangi dan melambat akan suluk dan wusul kepada Allah.Syarah MHJika kita lihat, Tok Guru masukkan empat (4) amalan utama. Ini digelar Tahalli ZAHIR. Kita kena amalkan yang fardhu tidak dapat tidak seperti shalat, puasa di bulan Ramadhan, mengelaurkan zakat dan mengerjakan haji. Yang sunat termasuk shalat-shalat sunat, puasa sunat, baca quran, dzikir setelah shalat, sedekah, i'tikaf, ziarah orang mati dan sakit, qurban, akikah dan lain-lain. Wirid-wirid tareqat sebagai tambah dari praktek sunat. Ia praktek sunat jugak cuma wirid-wirid tareqat ini ada karan atau nur atau Warid sebagai kendaraan untuk hati menuju Allah.Kerja-kerja yang halal sekedarnya untuk keluarga, cari rezeki agar tidak ganggu tok mertua, ayah ibu dan lain-lain. Kena usaha karena masih dimaqam ASBAB. Tak kerja tak leh makan, tak kerja tak dok pitih. Jangan susahkan orang lain, jangan minta-minta pada orang lain. Usaha kerjalah TAPI jangan sampai tak shalat, tak ibadat. Meeting hari jumaat sampai tak gi solat Jemaat.JADI KAT MANA ORANG KATA ANGGOTA tareqat TAK IKUT QURAN DAN SUNNAH? Bukankah praktek yang MH sebut itu suruhan seperti dalam al-Quran dan hadits Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam.Matan: menghiasi akan batin itu dengan segala sifat mahmudah dan dengan muraqabah akan Allah pada segala amal ibadah dan pada tipa-tiap barang yang didapat akan dia dengan pancaindera agar membawa kepada musyahadah akan Allah pula dan dengan ingat akan dia didalam tipa-tiap waktu dan tiap-tiap hal senang dan susah.Syarah MHCoba tuan-tuan dan adik-adikku sekelian lihat betapa telitinya Tok Guru Hj. Daud memecahkan uraian. Disini amal batin akan menghasilkan CINTA. Kuliah cinta ini agar kita berhasil mencapai apa yang Allah firmankan dalam Al-Quran yang artinya lebih kurang. MH tak ingat dah surahnya, nanti MH rujuk kembali. "Sesunggohnya ORANG MUKMIN ITU TERSANGAT-sangat cinta kepada Allah SWT". Nah! mari kita masuk kuliah cinta ini, hebat lagi dari cinta God Bless ke Yusri, cinta Zalikha kepada Nabi Yusuf as. Abang zam akan sambong esok untuk kalian adik-adikku dijalan Allah.Kita sudah lihat matannya. Ia terdiri dari SUCI dan HIAS. Ada zahir dan batin. HIAS batin dan suci batinlah yang paling susah. Ia tidak akan berhasil dengan membaca kitab-kitab tasawuf saja. Ia adalah hasil dengan beramal wirid-wirid tareqat. Metode Muraqabah MH jelaskan esok.Matan: Makna muraqabah akan allah swt pada segala amal ibadah itu hadhir hati dan perhatinya dan mengintainya akan Allah, diselang-selangi dan dicelah-celah maana kalimat-kalimat amal ibadah itu dengan sungguh hati sedapat-dapatnya seperti kerja kuli dihadapan mandor.Syarah MHMaksud Tok Guru itu agar kita perhatikan maana bacaan yang kita baca dalam shalat dan lain-lain itu. Lebih baik dihafal arti setiap kalimat dalam bacaan ibadah kita itu. Dengan tahu arti bacaan itu bisa kita tumpukan kpd kerja ibadat itu. Perhati dan tumpu pada bacaan, TOK GURU kata seperti seorang kuli kerja sunggoh-sunggoh saat dihadapan seorang mandor. ATAU sunggoh-sunggoh perhati sebagaimana kucing perhatikan seekor tikus yang baru saja masuk lubang. Atau saat kita menemukan sebatang jarum yang jatuh pada rumput. Itulah muraqabah AMAL. Meskipun itu masih muraqabah SYARIAT, tak apa. Lanjutkan sebab kita tidak ada Warid lagi. Jika sudah ada Warid yang hasil dari praktek wirid-wirid tareqat masing-masing, barulah muraqabah AMAL itu meningkat kpd muraqabah TAREQAT.Sekian.Dari MATAN RISALAH itu dapat kita lihat ada Takhalli dan Tahalli saja. Tidak ada di mengulang tajalli. Sebenarnya tajalli dihurai di Seri ke-4 dan lain-lain dalam brosur itu. Tugas kita hanya Takhalli dan Tahalli. Tajalli itu haq Allah nak karuniakan kepada siapapun yang Dia kehendaki. Tak semesti ada Takhalli dan Tahalli dulu. TAPI sebab sunatullah kena ada SEBAB dan AKIBAT. Dan Allah tuntut kita ikut sunnatullah. Tajalli adalah Allah karuniakan. Kita hanya perlu tunggu saja. Lanjutkan ibadat. ARIFTU RABBI BIRABBI .. Aku kenal Tuhan dengan Tuhan juga ...... Takhalli dan Tahalli itu hanya usaha dan ikhtiar kita saja YANG tak bisa beri BEKAS. Sebab kita ini adalah orang taklifi yakni diberati dengan hukum syariat. Jadi kena ikut perintah saja. Dalam Tareqat Ahmadiah, misalnya, ada praktek bacaan AHZAB KHAMSAH. Kata-kata dalam Ahzab adalah banyak dalam bentuk MOHON tajalli. Dan Ahzab itu adalah Nabi saw ajar terus ke Sidi Ahmad Idris. Ini berarti ... minta Tajalli ... dibolehkan.Jadi: -1. Tunggu saja untuk diTAJALLIkan.2. Mohon agar diTAJALLIkan.Tak salah keduanya. Asalkan ada Takhalli dan Tahalli dipehak kita. Ada TAKWA dan wirid-wirid dzikir dipehak kita. Allah itu TIDAK BOSAN SEHINGGA KITA BOSAN. Begitu lah MH tutup matan ini. Insyallah, besok kita sambong matan seterusnya.Yang mana-mana yang dah dapat kitab RISALAH TASAUF itu bisa rujuk seri ketiga.Insyallah.Kesimpulan dari konsep Takhalli dan TahalliJika kita lihat dalam konsep Takhalli dan Tahalli ini ada unsur spt TAKWA dan wirid Tareqat.Ini berarti sudah lengkap.Ada dua Tareqat disitu.1. Tareqat Umumi2. Tareqat KhususiTAKWA itu tareqat UMUMI yang mencakup IMAN ISLAM IHSAN. Tareqat Naqshahbandi, Ahmadiah dan lain-lain itu tareqat Khususi. Jadi kedua PELAKSANAAN itu masih SYARIAT. Hasil dari kombinasi dua tareqat itulah menatijahkan Waridah. Bila ada Waridah dihati barulah telepon JALAN untuk menuju haqiqat. Sebab haqiqat atau tajalli tidak akan dibukakan jika tidak melalui JALAN / tareqat.Konsep Takhalli & Tahalli zahir dan batin itu harus ketimbang dengan MIZAN atau timbangan SYARIAT. Ada suruh, ada tegah, ada dzikir, ada muraqabah, ada wirid-wirid tareqat dan lain-lain. Apa saja hal-hal agama semua sudah termasuk dalam Takhalli dan Tahalli itu. Jadi tidak ada sebab, nak kata TASAUF dan tareqat bukan dari ajaran Islam. Ia bukan penambahan dalam Islam. Teknik praktek Takhalli ini dan Tahalli ini sudah mencakup, semua. Jika lihat MATAN Risalah Tasauf Tok guru itu, jelas sudah mencakup habis.Takhalli ZahirSucikan lahir dari yang HARAM & makruh. Ini adalah unsur takwa. Jadi tak timbul, ada orang kata ahli tareqat, asyik dok zikir saja. Sucikan lahir dari hal 2 haram, pancaindera, makan, minum, pakaian, rumah tangga dan lain-lain. ITU bisa menekankan WUSUL. Maksud tok guru adalah tak akan bisa makrifat syuhud. Meskipun cerdas dalam ilmu usuludin, ada PHD dalam Ushuluddin Universitas al-Azhar, tapi jika masih dok tengok tarian gelek di Sg. Nil, masih lagi mata dok tengok CD-Siti dan lain-lain, telinga masih dok dengar lagu BUNGA2 CINTA Misha Umar dan lain-lain, selagi itulah TERTEGAH untuk WUSUL.Takhalli zahir ini sangat penting karena dosa-dosa, haram dianggota lahir, mata, telinga, riba, dan lain-lain akan melarang sampai makrifat secara TASAUF. Coba tuan-tuan lihat kitab PENAWAR HATI untuk tahu detail dosa-dosa di bagian anggota lahir manusia. Memperlambat wusul karena buat banyak hal-hal makruh, harus yang sia-sia. Jadi mari kita sucikan lahir kita dari hal-hal haram, makruh dan harus yang sia-sia. Ini lah maksud Tok Guru dalam menjelaskan tentang Takhalli lahir ini.Dan bisa tambah lagi lah sendiri-sendiri detailnya dalam daftar tuan-tuan.Takhalli BatinTok guru kata apa, pertama sekali? Naam ... SUCIKAN BATIN kita dari iktikad yang salah. Iktikad ni macam-macam. Orang Islam jugak TAPI macam iktikad bidaah. Selagi ada iktikad bid'ah, iktikad HARAM akan TERTEGAH WUSUL. Bukan menangguhkan bahkan tidak DAPAT langsung makrifat. SEBAB akidah ini yang benar hanyalah dari Ahlusunnah Waljamaah. 1 saja tok guru kata benar. 72 lagi salah. Dan masuk neraka. 72 lagi, yang salah itu dipecahkan 6 kelompok secara kasar. Setiap kelompok ada 12. Jadi semua nya 72. Insyallah, akan MH detailkan bab ini. AKIDAH YANG benar dalam pandangan Tok Guru Hj. Daud Bukit Abal, yang alim dan kelas wali ini. Insyallah.Masih lagi di Takhalli BATIN yang bisa mencegah dari pada WUSUL. Iktikad yang salah bukan saja mencegah bahkan bisa membuat masuk neraka. Bab iktikad ini pada awalnya adalah kasbi. Kasbi atau usaha lahir adalah dengan belajar dari kitab-kitab usuluddin yang muktabar. Bab iktikad ini orang tak tau. Apa yang orang lain iktikadkan kita tak tau WALAUPUN sedang shalat berjamaah sebelah. Entah-entah yang disebelah kita, iktikadkan hal kufur. Kita tidak tahu. Dalam RISALAH TASAUF ini, disiri Kedua, ada diterangkan lebih dari 50 iktikad kufur, yang tok guru temui disekitar Pasir Puteh saja. Mereka juga shalat, puasa, sedekah TAPI iktikad kufur. Ini lah yang kita takut. Jadi kita kena pastikan iktikad kita adalah apa yang diiktikadkan oleh Ahlusunnah Waljamaah. Jadi kena belajar. Jika iktikad rusak, batin kita juga rusak. Sebab itulah dalam RISALAH TASAUF ini diselang-selikan dengan bab-bab iktikad ini selain dari matan Ilmu Tasauf. Tok Guru sendiri, sampai beliau meninggal dunia, tak pernah 'miss' mengajar Ilmu Ushuluddin ini. Jadi jangan kita terjebak dengan iktikad-iktikad yang salah dari iktikad-iktikad jabariah, Qadariah, Mujasimah, Rafidiah / Syiah dan lain-lain.Alam LahutMatan: (Tok Guru berkata): Dan alam lahut itu, alam ketuhanan, yakni alam makrifat dengan Tuhan, zauk akan Tuhan, bersedap-sedap dengan Tuhan, berkasih-kasih dengan Tuhan, bersunyi diri dengan Tuhan, Maha Suci dari segala yang lain dari Tuhan dan lain-lain lagi.Syarah MHTok Guru nak cerita apa sebenar nya itu alam LAHUT. Orang akan segera ingat bila sebut alam seperti alam Mulki dan malakut, ia adalah tempat. Untuk MH ia bukan tempat. Sebagaimana juga, misalnya ALAM PERCINTAAN ... mencoba royak mari ke abe .. mano alam percintaan itu?Alam Lahut dan Jabarut keduanya alam ketuhanan. Apakah kita masuk kealam itu? Harus jelas disini. Inilah studi di Bukit Abal, perguruan dari tareqat Ahmad Idris, nak perjelaskan apa itu alam LAHUT. Tok Guru kata alam makrifat akan Tuhan yakni KENAL akan Tuhan. Nak kenal Tuhan ini Tok Guru kata ada dua cara saja:1. kenal dengan DALIL & BURHAN2. Kenal dengan syuhud.Tuan Guru Dr Jahid Sidek kata:1. kenal secara kasbi2. kenal secara ladunni.MH kata: keduanya COMEL: DALIL mengambil bukti alam, sebagai nak yaqin ada ya Allah itu. Syuhud nak 'LIHAT "sendiri adanya Allah itu. Kasbi - usaha, memikir. Ladunni - diperlihatkan, dibawa mengunjungi. Semuanya bagus, nak kenal Allah inilah MAKRIFAT akan Allah. MAKRIFAT dialam LAHUT lebih tahqiq dari makrifat dengan DALIL. Jadi maksud tok guru adalah, makrifat di alam lahut adalah makrifat syuhud bukan dengan DALIL.Mengambil alam sebagai nak KENAL TUHAN pun bisa. MH untuk caranya begini. Misalnya, kita lihat OMBAK BESAR TSUNAMI. Itu adalah ALAM. Itu adalah BEKAS. Sebagaimana tapak kaki harimau merupakan bekas. Tentu ada pemberi bekasnya. Harimau itu sendiri pemberi bekas. Lihat bekas teringat kepada pemberi bekas. Lihat tapak kaki harimau, teringat kepada harimau, tentu ada berkeliaran. Kapan lihat TSUNAMI .. ia ujud. Ada depan mata. Menggulung rumah-rumah dan kendaraan dan lain-lain. Itu adalah BEKAS. Kita akan ingat kpd qudrat Allah. Qudrat adalah SIFAT dan ia berdiri pada ZAT Allah. Qudrat tidak memberi bekas pada haqiqat nya. Tok Guru kata, jika bersyarikat dengan Qudrat dan ZAT pada memberi bekas maka itu masih syirik lagi. Qudrat tidak sepakat dengan ZAT untuk menggerakkan TSUNAMI. ZATlah yang memberi bekas. ZATlah yang menggerakkan. Bila kita lihat TSUNAMI .. disitu kita sudah yaqin adanya Allah, sebab ia adalah bekas dan pemberi bekas adalah Zat Allah. TAPI cara ini bukan lagi alam lahut. Sebab itulah ... setelah lihat Tsunami kita masih lupa kpd Allah dan berbuat maksiat. Masih buat endah tak endah saja kepada perintah Allah.Alam Lahut adalah ZAUK dengan Tuhan. ZAUK ini adalah rasa, rasa macam mana? Apakah seperti rasa-rasa makanan didunia ini? Rasa-rasa ini adalah rasa-rasa dimartabat ketuhanan.Tidak serupa dengan rasa-rasa didunia ini. RASA takut, hebat, kebesaran Tuhan dan lain-lain. ZAUK-ZAUK ini masih makhluk lagi. Bukan sifat-sifat Tuhan berpindah ke hati. Tapi dengan dapat tertangkapnya rasa-rasa itu, kita merasakan 'melihat' Allah. Basirah yang itulah yang terhijab lantas ia dipanggil BUTA.Bersuka-suka dengan Tuhan hatinya, saat mengalami zauk-zauk dialam lahut itu ... tersangatlah gembira dan suka dgn. KEHADIRAN Allah itu berbagai "bentuk".Matan: Setiap kata kerja, perangai yang keluar sekeliannya itu dari seorang yang duduk didalam alam lahut sebagai keluar dengan terkerasi, dengan ketiadaan terasa, dengan ketiadaan kesadaran, dengan ketiadaan sengaja, hal-hal yang diantanya dan Tuhannya, semua itu adakalanya tidak wajar , tidak terima dan sebangsa, lahir hukumnya dalam Islam.Karena hal itu, sebagai terjemah, hikayat, sinyal, gambaran, kelaksanaan akan hal-hal yang terjadi diantaranya dan antara Tuhannya dalam maqam alat lahut itu dari hal-hal ketuhanan apakah dizahir seorang itu atau dibatinnyaSyarah MHAlam Lahut ini ada bahayanya. Tapi alam lahut bahayanya bagi orang lain yang melihat TIDAK seperti alam malakut. Alam malakut bahayanya bagi yang memasuki. Pasal apa untuk yang melihat?1. Perangai pelik dan kata melanggar syariat spt AKU ALLAH!!!2. Karena ia adalah hakikatIa macam ni.A berbicara dengan B.B kata AKU B.A pun terlatah .. mengatakan .. Aku B. Itulah maksud terkerasi atau Syatah.Apa-apa yang terjadi adalah Sisalik dengan Allah, semua itu dialam Lahut. Sisaliklah mengerti dan melihat dan lain-lain. Allah lah yang mengatakan kepada salik AKU Allah. Karena terlampau lezat, enak, manis, indah dan lain-lain .. sisalik mengalami SYATAH, dan keluar dari mulutnya AKU Allah. Orang-orang lain yang tak tahu, tak mengaji, anggota syariat ... akan kata ... KAMU SYIRIK ... sebab kata kamu itu Allah. Sedangkan ia tak syirik. Inilah bahaya bagi yang melihat, yang mendengar, yang tidak mengacu kepada ahlinya. Musik sisalik tidak syirik. Cuma zauk dialam lahut terlampau kuat, menyebabkan dia tersyatah. Dia tidak bisa dihitung salah sebab ... tidak ada akal, tidak sadar ke alam lahir, sebab saking hebat dan lezatnya tawajuh kepada Allah.Berkata-kata Allah ... itu adalah yang layak di maqam ketuhanan. Bagaimana? Walahu'alam. Tapi siapa yang masuk kealam lahut, ia akan mengerti begitu karena alam lahut adalah alam antara sisalik dan Allah berduaan. Apa-apa rahasia, apa-apa kashaf adalah antara sisalik dan Allah saja yang tahu. Dan sisalik di "buka 'faham. Berapa lama? Itu diatas kehendak Allah. Ada sekejap, ada lama, ada selamanya (tak sadar).Siapa yang dipilihnya? Ahli tasawuf yang ahli atau guru murshidnya. Sisalik tidak tahu. Yang dia tahu Allah saja yang ada. ATAU bila dia sadar kembali dari mabuk ketuhanan nya atau SOBER setelah intoxicated, diberitahu baru dia tahu yang dia itu telah mengalami SYATAH.Haruskah seseorang salik sebelum meningkat maqamnya harus melalui zauk ini? Walahu'alam. Itu urusan Allah. Tentu saja yang taat kepadanya, banyak mahal, yang suci hatinya dan ada juga dikalangan orang-orang2 kafir seperti yang pernah terjadi dimasa Shaikh Abdul Qadir al-Jilani ... ada seorang pendeta Kristen ... tiba-tiba dimasukan kealam lahut ... dan diberi pangkat Wali Abdal. Dan Shaikh Abdul Qadir diperintah menjemput pendeta itu ke majelis wali-wali. Mana bisa buat-buat sendiri. Allah lah yang menarik masuk kealam lahut. Naam ... dari satu maqam ke satu maqam ... tentu lah setelah mengalami zauk-zauk haqiqat ketuhanan.Fana itu HASIL dari Zauk. FANA tu tak kabar ... sebab zauk / sedap makan budu ... tok tuo (mertua) lalu belakang pun tak sadar. Tak kabar - itulah fana. Sedap budu - itulah zauk.Zauk terdiri dari berbagai rasa kah? Naam. Ada zauk ZAT, ada zauk sifat, ada zauk asma ', ada zauk af'al. Tok Guru kata ada jutaan rasa. Antara satu dengan yang lain tidak sama. Misalnya zauk qiam tidak serupa dengan zauk sujud. Zauk baca alhamdullilah hirabbil 'alamin tidak serupa dengan zauk baca malikiyau middin. Dalam shalat saja ada jutaan zauk. Dan zauk itu tidak serupa dengan zauk makanan, buah-buahan, zauk bersetubuh dengan istri dan lain-lain. Bahkan lebih lezat, enak, manis ... dan ia BANGSA KETUHANAN. Siapa rasa dia tahu. Begitu lah tok guru katakan.Ia bukan zauk semata-mata, tetapi diiringi dengan ilmu-ilmu laduni, sir-rahasia-rahasia ketuhanan dan alam, rahasia zikir dan lain-lain. Zauk yang menghasilkan ilmu. Ilmu haqiqat - laduni.Matan: Sampai disangka oleh yang mendengar atau yang melihat yang tidak biasa dengan hal-hal yang dalam alam lahut itu dengan sangkaan baik, jahat, fasiq, kafir, zindiq, keluar dari agama. Dinama akan hal-hal yang lahir semacam itu dengan nama syatah (kelatahan) seperti yang keluar dari Hallaj dan sejenisnya sampai dibunuh orang akan diaSyarah MHBiasanya guru yang arif akan mengurung murid-murid yang mengalami SYATAH ini sementara. Bagaimana jika guru yang syatah? Sebab pernah terjadi .... ada seorang anak murid, baru dapat anak.Pergilah sianak murid itu kepada gurunya, untuk minta berikan nama anaknya. Ketika itu gurunya sedang mabuk dalam alam lahut. ANAK MURID: Tok Guru, tolong berikan nama kepada anak saya ini. TOK GURU: ALLAH. Terpinga-pinga anak murid, bisa kan anak nya nama ALLAH!MABUK Allah atau FANA ini pada tahap permulaan saja. Jika tidak syatah terselamatlah dari fitnah atau prasangka-sangkaaan.Dari segi syariat, tidak hukum sebab tidak ada akal. Sebab zauk terlampau kuat, menyentap akal berpikirnya. TAPI ada juga MH dengar, yang mengatakan ia dihukum sebab menceritakan tentang rahasia ketuhanan. Sheikh Junaid al-Baghdadi, menyetujui ia dihukum secara syariat. Shaikh Abdul Qadir Jailani mengatakan, jika Hallaj hidup zaman aku, aku akan terus dia dari dihukum.Ada juga riwayat dari anggota tasauf mengatakan .. ketika Aisyah masuk ingin jumpa bertemu Nabi saw. Nabi saw sedang mabuk ketuhanan.Nabi saw: Siapa kamu?Aisyah: Ana. Aisyah.Nabi saw: Siapa Aisyah?Aisyah: Anak Abu bakar.Nabi saw: Siapa Abu Bakar?Aisyah: Mertua Muhammad.Nabi saw: Siapa Muhammad?Dari riwayat ini MH tidak berapa bisa terima KARENA Nabi saw adalah khusus, beliau tidak akan mengalami FANA atau mabuk ketuhanan. Walahu'alam.Matan: Maka sebenarnya, hal-hal yang seperti itu, yang keluar dari seseorang yang dalam alam itu, adalah sebagai mengkhabar, menerjemahkan, menghikayatkan akan hal-hal yang terjadi antaranya dan antara Tuhannya, di dalam alam itu apakah hal iktikadnya sendiri atau bukan.Bandingannya adalah sebagaimana kata yang keluar dari mulut orang sakit yang masuk hantu, disangka oleh setengah dari orang yang mendengar adalah kata orang sakit itu, pada halnya, kata hantu yang diorang sakit itu, menumpang ia akan mulutnya pada mengabarkan kehendak-kehendaknya, karena orang sakit kemudian dari takdok (tidak) hantu itu padanya, sadar ia, dan tak tahu ia akan apa-apa yang terjadi padanya dari kata dan perbuatan dan perangai dan lain-lainnya. Karena bangsa jin dan malaikat tidak bisa berbicara dengan cakapan manusia melainkan dengan menumpang akan mulut manusia atau berupa dengan rupa manusia atau masuk manusia itu kedalam alam jin yaitu alam malakut.Demikianlah bermacam-macam zauk ketuhanan yang merasa akan dia, oleh orang yang hadir dalam alam lahut sampai berubah hal-hal setengah dari orang yang merasa akan dia itu, dengan bermacam-macam hal karena mengikutinya akan bermacam-macam zauk itu, dinama akan dia oleh anggotanya itu dengan bermacam-macam nama seperti: Wahdatul Wujud, Jama, Fana, Baqa 'dan lain-lainnya.Sekianlah matan dari kitab Risalah Tasauf tentang Alam Lahut.
  
Enhanced by Zemanta
Post a Comment