Wednesday, October 24, 2012

Persoalan Mengenai Kedatangan Roh

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

 Persoalan Mengenai Kedatangan Roh

 tentang kebenaran dan hakikat yang dinyatakan sesetengan dari kita, bahwa datang kepada mereka beberapa roh wali-wali dan roh-roh itu berinteraksi dengan mereka. Bahkan dalam beberapa kondisi, roh-roh tersebut membantu mereka menyembuhkan penyakit dan mengajar mereka beberapa ilmu dan hikmah. Sebelum menjawab pertanyaan yang menyentuh akidah ini, saya ingin tujukan kepada golongan yang mempercayai akan kedatangan roh tersebut beberapa pertanyaan. Diantaranya: -1 - Apakah mereka yakin dan tahu bahwa yang datang itu adalah roh, sedangkan mereka juga tidak mengenali roh? Dan Allah SWT pula berfirman: Dan mereka bertanya kepadamu tentang roh, maka katakanlah: "Roh itu termasuk dalam urusan Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan melainkan sedikit". Surah al-Isra ': 85. Karena itu, apakah alamat yang memungkinkan mereka kenal bahwa yang datang itu adalah roh?2 - Jika benar roh yang datang, mengapa ia datang dan memasuki jasad orang lain, kenapa ia tidak datang kembali ke jasadnya? Tidakkah lebih baik dan wajar roh orang yang mati itu datang dan memasuki jasadnya, dibandingkan memasuki jasad orang lain?3 - Apakah benar roh orang yang mati itu bisa kembali dan memasuki suatu jasad yang ingin dimasukinya atau mana-mana jasad orang yang disuruh oleh pemanggilnya? Tidakkah ini bertentangan dengan fakta yang dipahami dari firman Allah SWT: Sampai datang kepada salah seorang dari mereka itu kematian, dia akan berkata: "Ya Tuhanku, kembalikan daku (ke dunia) {99} supaya aku dapat berbuat amal salih (kebaikan) yang aku tinggalkan ". Sekali-kali tidak! Sesungguhnya itu adalah perkatan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding (barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan {100}. Surah al-Isra ': 99 dan 100. Ayat ini menjelaskan bahwa setelah kematian mereka berada di alam berzakh, yaitu satu kehidupan yang baru yang membatasi antara dunia dan akhirat.4 - Roh orang yang mati akan berada di alam barzakh. Itulah akidah kita orang Islam. Apakah roh yang sudah kembali ke alam barzakh bisa datang kembali ke alam dunia, sedangkan dua alam ini memungkinkan? Tidakkah manusia dengan segala kecanggihan yang ada tidak mampu untuk kembali berada dalam alam rahim setelah keluar dari perut ibunya, sekalipun pada alam yang sama?5 - Alam barzakh bukan lagi tempat beramal. Mengapa roh itu datang dan berinteraksi dengan manusia, bahkan menolong manusia. Apakah lagi praktek yang mampu dibuat setelah roh meninggalkan jasad, sedangkan Allah SWT berfirman: Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang dari kamu, lalu dia berkata: "Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk yang shalih? ". Surah al-Munafiqun: 10.6 - Jika benar roh yang datang, kenapa dia tidak mengambil kesempatan ini untuk bertobat, bersedekah dan melakukan segala jenis praktek kebajikan? Apakah ini lebih baik baginya daripada membuang waktunya dengan berbicara kosong memperkenalkan dirinya kepada manusia? Atau memang mereka dilarang untuk kembali walaupun sesaat ke dunia ini?7 - Jika benar roh yang datang dan membantu manusia (membuat kebaikan), maka persoalannya apakah roh itu akan mendapat pahala dari amalannya itu, sedangkan Rasulullah saw bersabda: Apabila mati seorang anak adam, maka terputuslah segala amalannya, kecuali tiga hal: (yaitu pahala amalnya yang dilakukannya selama hidupnya masih diberikan pahala), sedekah yang berkelanjutan, atau ilmu yang dimanfaatkan atau anak yang shalih yang berdoa kepadanya. HR Muslim dari Abu Hurairah.8 - Dan jika roh itu datang dan mengganggu manusia (membuat dosa), apakah dia akan dianggap berdosa? Tidakkah perhitungan amal manusia hanya sesudah roh keluar dari jasad? Allah SWT berfirman: Dan sembahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (kematian). Surah al-Hijr: 99. Tidakkah dua akidah ini bercanggahan?9 - Jika dikatakan bahwa roh yang membuat amalan shalih itu diberikan pahala, maka tidakkah ini membawa kepada mengingkari ayat-ayat suci al-Qur'anul Karim dan juga Hadis-hadis Nabi saw? Ini karena dunia ini tempat beramal, dan alam berikutnya adalah tempat balasan. Apakah benar begitu?10-Dan jika dijawab bahwa roh itu tidak akan mendapat pahala, maka siapakah yang akan mendapat pahala dari praktek salih yang dilakukannya tadi? Atau memang roh tidak bisa kembali sebagaimana yang mereka percayai itu?11-Dan jika ia melakukan kebohongan dan dosa, apakah ia akan berdosa? Maka jika dijawab dengan ya, maka kapan ia akan ditimpa siksaan kuburnya? Atau orang yang mempercayai kedatangan roh itu menolak aqidah siksaan kubur? Dan kapan roh ini akan mengetahui posisinya yang sebenarnya? Sedangkan Allah SWT berfirman: Kamu telah dilalaikan oleh sikap ingin bermegah-megah (dengan memperbanyak harta, pengaruh, pangkat dan sebagainya). Sampai kamu masuk kubur. Jangan begitu, kelak kamu akan mengetahui. Kemudian, janganlah begitu, (karena) kelak kamu akan mengetahui. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin. Niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahim. Kemudian kamu sesungguhnya benar-benar akan melihatnya dengan ainul yaqin (mata kepala sendiri sehingga menimbulkan keyakinan yang kuat). Kemudian kamu pasti akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan. Surah at-Takasur: 1-8.12-Dan jika dikatakan bahwa roh itu tidak berdosa, sebaliknya yang berdosa adalah orang yang dimasukinya. Maka pertanyaannya, apakah ini bertentangan dengan akidah Islam yang menganggap bahwa seseorang itu tidak akan menanggung dosa orang lain? Kenapa dia dipersalahkan sedangkan roh orang lain yang melakukannya? Firman Allah SWT: Dan seseorang yang berdosa tidak memikul dosa orang lain. Surah al-Isra ': 1513-Ada roh yang datang mengaku bahwa ia adalah roh wali si polan atau Nabi Khidir dan sebagainya. Apakah benar tuduhan roh tersebut, sedangkan kita tidak mengenalnya dan tidak juga mengenali jasadnya? Kita hanya mengenal sirahnya. Kalaulah manusia yang nampak dilihat ini bisa mengaku apa saja namanya karena kita tidak mengenalnya, maka apakah persoalan yang sama bisa kita tempatkan ke atas roh gaib yang datang tadi?14 - Kalau benar roh yang datang itu roh para wali, mengapa ia datang membantu kita? Tidakkah lebih masuk akal ia pergi membantu saudara-saudara kita yang dibunuh dengan kejam oleh orang-orang Yahudi, Amerika dan juga Rusia? Atau pergi membantu membatasi remaja-remaja muslimah yang ingin diperkosa oleh pria jahat atau mahramnya? Apakah ini lebih baik jika ia mampu untuk pergi menolong siapa saja yang dikehendakinya?15-Apakah Allah SWT saja yang berkuasa mencabut roh? Tidakkah orang yang menganggap bahwa yang datang itu adalah roh mengetahui yang Allah SWT berfirman: Allah (beri) memegang jiwa (roh manusia) ketika matinya dan (Dia jugalah yang memegang) jiwa (roh) yang belum mati di waktu tidurnya. Maka Dia tahankan jiwa (roh orang) yang telah Dia tetapkaan kematiannya dan Dia melepaskan jiwa (roh) yang lain sampai waktu yang ditentukan. Sesungguhnya yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir (menggunakan akal pikiran. Surah Az-Zumar: 42. Apakah mereka tidak beriman dengan ayat suci ini atau dalam hati mereka ada penutup yang menyebabkan mereka menolak ayat-ayat Allah SWT?16-Jika roh itu dapat datang setelah dipanggil, kenapa tak disebut saja roh Saidina Hamzah, Khalid al-Walid, Umar dan semisal mereka untuk membantu menguatkan kekuatan Islam? Kenapa tak disebut saja roh Imam Syafi'i, Maliki, Ghazali, Nawawi dan seperti mereka untuk diajukan persoalan masalah-masalah fiqh yang baru dan terakhir?17 - Diriwayatkan dalam suatu hadis, Rasulullah SAW ada bersabda: Kubur itu apakah satu taman dari taman-taman surga atau satu lubang dari lubang-lubang neraka. Riwayat Tirmizi. Jika roh yang baik yang datang, mengapa mereka bersusah payah datang sedangkan mereka berada dalam kenikmatan?18-Dan jika roh orang yang berdosa yang datang, apakah ini bisa merehatkannya dari azab kuburnya? Mungkin semua roh orang yang berdosa akan keluar untuk melepaskan diri dari azab kuburnya? Apakah ini benar untuk orang yang berakidah dengan akidah Islam yang sebenarnya?19-Tidakkah mempercayai kedatangan kembali roh itu berarti menolak banyak dari ayat-ayat suci al-Qur'anul Karim dan juga Hadis-Hadis Nabi saw? Manakah yang lebih patut untuk seorang yang beragama Islam, antara percaya ayat-ayat suci al-Qur'anul Karim dan juga Hadis-Hadis Nabawi atau mempercayai suara yang hanya menumpang jasad orang lain dan mengklaim ia adalah roh si polan bin si polan?20-Apakah orang yang mempercayai kedatangan roh itu akan tetap berdegil dengan pegangannya itu setelah diajukan pertanyaan-pertanyaan ini? Atau mereka akan bertobat dan kembali kepada kebenaran dan menurut titah Allah SWT melalui firmanNya: Maka tanyalah orang yang berilmu jika kamu tidak mengetahui. Surah an-Nahli: 43.Setelah diajukan solan-pertanyaan ini, maka saya dengan yakin mengatakan bahwa yang datang itu bukanlah roh orang yang sudah mati. Yang datang dan mengaku sebagai roh wali si polan dan si polan tidak lain melainkan jin yang ingin menyesatkan dan menipu manusia. Mungkin kita tidak nampak akan kemudharatannya, karena ia seperti meletakkan racun yang halus di dalam madu yang manis. Memohon pertolongan jin bisa membawa kepada kesyirikan. Dan bisa jadi juga yang datang itu adalah "Qarin" si mati yang selalu mendampingi si mati selama hayatnya. Karena itulah dia sangat mengenalnya dan menyerupainya. Semoga kita semua selamat dari tipu daya setan. Allah Maha Mengetahui.
Enhanced by Zemanta
Post a Comment