Wednesday, October 24, 2012

ALAM MAKHLUK

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله


JENIS ALAM MAKHLUK 

1: ALAM SYAHADAH
Alam keseluruhannya dinamakan alam kejadian atau alam makhluk atau segala sesuatu yang Allah ciptakan daripada yang sekecil-kecilnya hinggalah ke sebesar-besarnya. Makhluk kejadian Allah boleh dibahagikan kepada tiga peringkat alam. 1:  Alam Syahadah 2:  Alam Misal 3:  Alam Arwah. Alam Syahadah adalah benda dalam erti kata yang luas. Jangan menyangka sesuatu yang jauh dan tidak dapat dipandang dengan mata kasar itu sebagai bukan benda. Jika bintang merupakan benda yang paling jauh kelihatan pada pandangan kita, yang lebih jauh daripada bintang dan tidak dapat dipandang juga termasuk dalam kumpulan kebendaan. Benda atau jisim boleh dibahagikan kepada tiga kategori: 1:  Jisim yang boleh dilihat dan dipegang 2:  Jisim tipis yang ditembusi pandangan (transparent) 3:  Jisim halus yang ghaib. Ketiga-tiga jenis jisim tersebut boleh didapati di dalam Alam Syahadah. Alam Syahadah pula boleh dibahagikan kepada empat peringkat alam. 1:  Alam Langit Dunia 2:  Alam Bumi 3:  Alam Langit-langit 4:  Alam al-Kursi Yang Agung. ALAM LANGIT DUNIA
 Satu bagian kecil dari alam ini adalah planet bumi di mana tinggal di atasnya makhluk yang berbangsa manusia. Planet bumi bersama-sama bulan dan planet-planet yang lain berada di dalam satu tingkatan alam yang dinamakan Sistem Matahari. Awalnya astronom mengira matahari menjadi pusat ke alam. Temuan kemudian menunjukkan matahari hanyalah sebuah bintang di antara jutaan bintang-bintang. Ketika ilmu astronomi semakin maju manusia menemukan informasi bahwa kelompok bintang-bintang yang sangat banyak membentuk satu galaxy. Astronom membuat perkiraan ada sekitar seratus ribu juta bintang dalam galaxy yang ada planet bumi. Bintang-bintang berputar mengelilingi satu pusat yang disebut Pusat Sistem Galaxy. Astronom membuat hitungan dan menemukan matahari kita mengambil waktu 225 juta tahun untuk mengelilingi Pusat Sistem Galaxy satu putaran.Selain galaxy yang terkandung planet bumi terdapat pula galaxy-galaxy lain. Bintang-bintang untuk setiap galaxy mengelilingi Pusat Sistem Galaxy masing-masing. Ada astronom membuat hitungan dan memperkirakan ada sekitar 10 ribu juta galaxy semuanya.Ukuran di antara bintang-bintang dan galaxy-galaxy tidak lagi diukur dengan hitungan mil atau kilometer, tetapi digunakan sukatan tahun cahaya. Cahaya bergerak secepat 186,000 mil per detik. Hasil hitungan astronom menemukan jarak matahari kita dengan bintang yang terdekat adalah 4 ¼ tahun cahaya.Tiap galaxy bergerak dengan kecepatan yang berbeda. Galaxy yang dekat dengan kita lambat pergerakannya sementara yang lebih jauh lebih cepat pergerakannya. Pada jarak tertentu galaxy tidak terlihat lagi karena ia sudah lebih cepat dari cahaya lalu membawa cahayanya bersama-sama dan tidak mungkin lagi cahaya tersebut sampai ke bumi. Hasil hitungan astronom menemukan jarak di mana galaxy membawa cahaya bersama-samanya adalah tidak kurang dari 13 ribu juta tahun cahaya. Inilah perbatasan astronom yang dapat diakses melalui bantuan teleskop yang paling canggih. Semua galaxy tersebut berada di dalam satu alam yang bulat dan mengembang seperti balon yang ditiupkan angin ke dalamnya.Hasil penemuan melalui teleskop melahirkan teori-teori untuk menceritakan kondisi galaxy-galaxy setelah batas teleskop. Timbullah istilah Group, Metagalaxy, Teragalaxy dan sebagainya, sehingga sampai kepada yang tanpa batas (infinity).Teori-teori tersebut adalah bersifat mungkin dan agak-agak saja. Meskipun bersifat mungkin dan agak-agak tetapi bila disandarkan kepada sains dan teknologi manusia umum dapat menerimanya sebagai kebenaran. Sayangnya teori yang dibuat oleh anggota agama berdasarkan kitab ilmu alam yang paling jitu yang 'ditulis' sendiri oleh Pencipta alam, tidak dapat diterima karena tidak ilmiah. Sains siapa yang lebih hebat di antara sains yang menghidupkan orang 'mati' dengan memasukkan darah dan memindahkan organ dengan sains yang membangkitkan orang yang di dalam kubur hanya dengan berkata,: "Bangunlah kamu dengan izin Allah". Sesungguhnya sains "Dengan izin Allah" tidak dapat ditantang dan tidak mungkin ditantang oleh ilmu manusia selamanya. Jadi ketika sains manusia menyerah berpindahlah ke sains ": Dengan izin Allah". Pasti keterangan yang lebih lanjut dan jelas tersedia.Ahli agama yang mendapat sains "Dengan izin Allah" dinamakan anggota al-hak, artinya pakar yang sebenarnya. Ada juga kalangan menyebut mereka sebagai manusia kebenaran atau orang kebenaran. Sayangnya pula manusia kebenaran ini dianggap sebagai orang yang 'benar bendul'. Tertutuplah rahasianya sebagai ilmuwan yang hakiki dan tidak adalah orang yang menanyakan hal sains kepadanya.Penghulu kepada sekalian anggota al-hak, Nabi Muhamamd. Saw, telah menjelajah ke seluruh alam maya menuju puncak yang paling tinggi, yang tidak ada lagi alam kejadian setelah itu. Beliau menceritakan apa yang ia saksikan. Cerita yang dikabarkan oleh Rasulullah saw menjadi pedoman bagi anggota al-hak yang lain untuk mengorek rahasia alam maya, selanjutnya membangun teori alam maya berdasarkan keterangan Rasulullah saw dan penyaksian mereka sendiri. Bertaburanlah informasi tentang alam maya yang telah dikeluarkan oleh manusia-manusia kebenaran yang tidak pernah mempelajari sains dan tidak tahu istilah-istilah ilmiah. Mereka menggunakan istilah mereka sendiri. Timbullah teori bumi berada di atas tanduk sapi. Lembu pula berada pada belakang ikan nun. Sapi memakan rumput yang tumbuh di atas punggung ikan. Bila sapi bergerak terjadilah kegoncangan pada bumi. Mendengar teori yang demikian orang terus menutup telinga, tidak masuk akal, Israiliyat dan karut. Padahal teori itu dikeluarkan oleh seorang yang diakui ilmunya oleh Rasulullah saw karena beliau sendiri mendoakan agar mengurniakannya ilmu dan pemahaman. Beliau adalah Ibnu Abbas r.a.Ketika ahli sihir membuat teori tentang bintang 12, di antara 12 bintang tersebut ada dua bintang yang dinamakan sapi dan ikan. Ada pengaruh mempengaruhi di antara bintang sapi dengan bintang ikan dan juga bintang-bintang lain ke penduduk di atas bumi. Teori ahli nujum tersebut diterima dengan penuh yakin sehingga bisa dikatakan semua orang tahu bintangnya masing-masing. Mereka bisa percaya kepada bintang sapi dan ikan yang dikatakan oleh ahli nujum tetapi menolak kata ahli kasyaf yang dapat menyaksikan apa yang tidak dapat dilihat oleh mata telanjang.Kita kembali ke Alam Langit Dunia. Kita mulai dari satu planet yang bernama bumi di mana kita tinggal di atasnya. Planet yang kita tinggal ini dinamakan bumi karena kita mendiaminya. Jika kita mendiami bulan maka bulanlah bumi kita. Jika kita mendiami matahari maka mataharilah bumi kita. Jadi, maksud bumi adalah relatif. Yang menjadi identitas bumi adalah ia berada di dalam satu kerangka. Untuk planet bumi kita pegunungan-gunung menjadi kerangka. Gunung pada bulan menjadi kerangka bulan.Ketika planet bumi yang kecil ini berada di dalam satu kelompok yang terdiri jutaan bintang ia disebut galaxy. Ada banyak galaxy sehingga sampai ke satu tingkat semua galaxy tersebut berada di dalam satu kerangka. Seperti di planet bumi kerangka galaxy ini dinamakan gunung. Ia diistilahkan sebagai Gunung Qaf. Gunung Qaf merupakan satu alam yang luas yang terdapat di dalamnya banyak galaxy. Di samping Gunung Qaf yang planet bumi ada di dalamnya terdapat enam Gunung Qaf yang lain. Jumlah Gunung Qaf semuanya adalah tujuh. Tujuh Gunung Qaf itu berada atau terhenti di dalam angkasa yang luas yang dikelilingi oleh satu lingkaran yang disebut Langit Dunia atau Langit Rendah atau Langit Pertama.Ketika planet bumi sudah menjadi terlalu kecil dibandingkan dengan keberadaan yang lain, konsep bumi itu pun berubah. Pada tingkat ini satu alam di dalam satu Gunung Qaf dinamakan satu bumi. Tujuh Gunung Qaf menjadi tujuh bumi. Ada tujuh bumi yang dilengkungi oleh Langit Dunia. Seluruh alam di dalam Langit Dunia ini dinamakan Alam al-Mulk. Jika istilah Alam al-Mulk dirasakan tidak sesuai maka dapat juga digunakan istilah Universe. Begitulah kondisi Universe yang digambarkan oleh anggota al-hak berdasarkan penyaksian mata hati mereka.ALAM BUMILangit Dunia, yaitu langit pertama merupakan awal alam malakut bawah yang disebut juga Alam Barzakh, tempat roh yang meninggalkan jasad berhenti sementara menunggu ditiup sangkakala. Langit Dunia dengan segala isinya menjadi satu alam kecil terapung di dalam ruang angkasa alam Langit Kedua. Begitulah sampai sampai ke alam Langit Ketujuh.Setelah Langit Ketujuh terdapat satu lantai Alam Ghaib, bukan lagi Alam Syahadah. Alam Ghaib ini terdiri dari benda ini Cuma ia gaib dari pancaindra. Bagian pertama dari Alam Ghaib ini dinamakan Sidratul Muntaha. Sidrat berarti pohon bidara dan muntaha berarti yang penghabisan. Sidratul Muntaha berarti pohon bidara yang penghabisan. Ia merupakan satu tingkat alam yang menjadi perbatasan, tempat berhenti perjalanan dan ilmu makhluk yang dari alam atas dengan alam bawah. Apa saja yang datang dari bawah terhenti di Sidratul Muntaha dan apa saja yang turun dari atas juga terhenti di Sidratul Muntaha. Hanya yang mendapat izin bisa menyeberangi perbatasan ini.Peristiwa mikraj menceritakan, "Kemudian beliau sampai ke langit ke tujuh ... tiba-tiba didapatinya Ibrahim ... Kemudian aku (Nabi Muhamamd SAW diangkat ke Sidratul Muntaha. Tiba-tiba terlihat buahnya seperti tempayan dan daunnya seperti telinga gajah".Pada planet bumi kita ada pulau-pulau seperti tempayan dan semenanjung seperti telinga gajah. Alam Sidratul Muntaha juga memiliki fitur-fitur yang demikian.Pada bagian tengah Sidratul Muntaha terdapatlah Baitulmakmur yang menjadi pusat administrasi alam bawah. Di bagian atas Sidratul Muntaha ada satu lagi bagian Alam Ghaib yang dinamakan al-Kursi berbentuk empat persegi. Seluruh alam maya yang dikatakan hingga kini berada di dalam ruang alam al-Kursi yang gaib ini. Al-Kursi pula menjadi alam yang kecil di dalam ruang alam Arasy ar-Rahman, yang masih di dalam tingkat Alam Ghaib. Di bawah dari Arasy ar-Rahman adalah satu kelompok surga tujuh tingkat: Darul Jalal, Darussalam, Jannatul Ma'wa, Jannatul Khuldi, Jannatul Na'im, Jannatul Firdaus dan Jannatul 'Adn.Di kanan Arasy ar-Rahman ada pula perbatasan yang memisahkan alam yang di atasnya dengan alam yang di bawahnya, dinamakan Sidratul Muntaha kedua. Arasy ar-Rahman dan Sidratul Muntaha kedua berada di dalam ruang angkasa lingkaran Alam Syahadah kembali yang dinamakan al-Mastawa. Al-Mastawa bukan lagi Alam Ghaib tetapi alam nyata. Pada keliling permukaan al-Mastawa ada Loh Mahfuz yang padanya al-Qalam menulis perintah Allah.Al-Mastawa dengan segala isinya berada dalam satu lingkaran alam yang juga Alam Syahadah, yang dinamakan Bumi Rendah atau Bumi Pertama. Alam Bumi Pertama ini dikelilingi oleh tiga lapisan alam. Lapisan pertama disebut Alam Laut. Lapisan Kedua dinamakan Alam Angin. Lapisan ketiga disebut Alam Kegelapan. Semuanya berada di dalam ruang angkasa Bumi Kedua. Bumi Kedua di dalam ruang angkasa Bumi Ketiga dan Begitulah seterusnya sampai ke Bumi Ketujuh.Semua tingkat alam sehingga alam Bumi Ketujuh berada di dalam ruang angkasa lingkaran alam yang dinamakan Alam Gunung Kemurkaan. Alam Gunung Kemurkaan berada di dalam lingkaran alam yang dinamakan Alam Samudra Kegelapan. Di dalam Alam Samudra Kegelapan di bawah Alam Gunung Kemurkaan terdapat an-Nar atau neraka. Ada tujuh tingkat neraka: Jahannam, Sa'ir, Luzi, Huthamah, Jahim, Saqar dan Hawiyah.Alam Laut Kegelapan dikelilingi oleh lapisan alam yang dinamakan Alam Kegelapan. Di dalamnya terdapat Sijjin, penjara tempat disimpan roh-roh dan catatan praktek orang-orang kafir. Mengelilingi Alam Kegelapan adalah Alam Gunung Pendakian. Alam Gunung Pendakian dengan segala isinya berada di dalam kerangka yang disebut juga Gunung Qaf. Semua tingkat alam yang dikatakan hingga kini termasuk Gunung Qaf terakhir ini diistilahkan sebagai Alam Bumi. Ia masih di dalam tingkat alam malakut bawah atau Alam Barzakh.

ALAM LANGIT-LANGIT


Alam Bumi bergerak pada satu lakaran mengelilingi satu pusat yang dinamakan Kalbu Langit-langit. Setelah lakaran putaran Alam Bumi ada pula tujuh lakaran lain, membuat delapan lakaran semuanya. Pada coretan pertama hanya Alam Bumi berputar mengelilingi Kalbu Langit-langit. Pada lakaran kedua terdapat 70.000 lingkaran alam-alam mengelilingi Kalbu Langit-langit. Begitu juga pada lakaran ketiga sehingga lakaran ke delapan. Lingkaran alam pada tujuh lakaran setelah lakaran Alam Bumi tersebut dinamakan Alam Langit-langit tujuh lapis. Alam Langit-langit ini sangat indah dan menjadi surga Barzakh yang sekarang didiami oleh para malaikat. Ini adalah kelompok surga yang kedua, jua memiliki tujuh lantai dan memakai nama yang sama seperti surga kelompok pertama.Setelah lakaran putaran Alam Langit-langit ada satu lagi coretan yang ke sembilan. Pada lakaran yang ke sembilan ini ada dua belas buah lingkaran alam yang juga mengelilingi Kalbu Langit-langit. Alam yang dua belas ini dinamakan Buruj Alam Atas. Dan diberi nama sesuai lambang malaikat yang memerintah pada setiap alam tersebut: domba, sapi, kembar dua, kepiting, singa, gadis, neraka, busur panah, kambing, timba dan ikan. Begitulah nama 12 Buruj Alam Atas.Sebenarnya ada juga Buruj Alam Bawah, yaitu bintang-bintang tertentu dalam Langit Dunia yang menjadi tempat pengawasan malaikat, menjaga agar tidak ada setan yang bisa naik ke atas untuk mencuri informasi dari alam atas. Mana-mana setan mencoba menerobos akan dipanah dengan panah api. Rasi Alam Atas bukanlah bintang tetapi adalah 12 buah alam yang sangat luas.Planet bumi tempat kita tinggal ini saat ia berputar satu putaran pada sumbunya terjadilah per hari. Ketika ia berputar satu putaran mengelilingi matahari terjadilah satu tahun matahari. Alam Bumi paling besar di dalam Alam Barzakh itu saat berputar satu putaran pada sumbunya satu hari Alam Bumi yang dinamakan Hari Allah, bersamaan dengan satu ribu tahun matahari."Dan satu hari di sisi Tuhan kamu adalah seribu tahun menurut hitungan kamu". (Surah al-Hajj, ayat 47).Ukuran kecepatan pada tingkat ini bukan lagi kecepatan cahaya tetapi kecepatan malaikat, nur yang jauh lebih seni dari segala cahaya yang diketahui."" Malaikat dan roh naik kepada-Nya pada satu hari yang nilai ukurannya lima puluh ribu tahun ". (Surah al-Ma'arij, ayat 4).Satu hari perjalanan malaikat bersamaan lima puluh ribu tahun matahari.Kalbu Langit-langit memancarkan nur keseluruh alam-alam di sekelilingnya. Nur yang dipancarkan itu adalah ilmu Allah. Malaikat katibun menerima pancaran tersebut hadir di Loh Mahfuz dalam Alam Bumi.AL-KURSI YANG AGUNGSemua alam-alam yang diperkirakan sehingga ini berada di dalam ruang angkasa al-Kursi al-A'dzam (al-Kursi Yang Agung), yang menjadi batas terakhir Alam Syahadah. Alam setelah al-Kursi Yang Agung ini adalah Alam Ghaib yang dinamakan Alam Misal.

 ALAM MISALAlam Syahadah yang berbataskan al-Kursi Yang Agung dengan segala isinya berada di dalam ruang angkasa Alam Ghaib yang dinamakan al-Arasy al-Majid (al-Arasy Yang Megah), yang sudah termasuk dalam tingkat Alam Misal. Rasulullah memberi gambaran tentang keluasan al-Arasy al-Majid, "Hai Abu Dzar. Langit yang tujuh dan bumi yang tujuh di sisi al-Kursi hanya seperti cincin pada padang pasir luas, dan al-Kursi di sisi al-Arasy hanya seperti cincin pada padang pasir yang luas pula. Lebihnya al-Arasy dari al-Kursi seperti lebihnya padang pasir yang luas dari cincin tersebut ".Di bawah al-Arasy al-Majid ada pula perbatasan yang memisahkan makhluk alam bawah dari makhluk alam atas. Perbatasan ini dinamakan Sidratul Muntaha ke tiga. Al-Arasy al-Majid memiliki 18.000 tiang. Di sisi tiap-tiap tiang terdapat gugusan alam-alam yang merupakan surga kelompok ke tiga. Surga kelompok ini dinamakan Jannatul Firdaus Atas. Ia merupakan salah satu surga yang tidak binasa bila terjadi kiamat. Surga Jannatul Firdaus Atas menjadi batas terakhir Alam Barzakh atau alam malakut bawah. Al-Arasy al-Majid yang di dalamnya terkandung Alam Barzakh, sudah termasuk di dalam tingkat alam malakut Atas.Al-Arasy al-Majid mengelilingi satu pusat, pada satu coretan. Pusat yang dikelilingi oleh al-Arasy al-Majid ini dinamakan Kalbu Alam. Sketsa putaran al-Arasy al-Majid merupakan salah satu dari seribu coretan. Pada setiap coretan itu terdapat satu buah alam yang besarnya lebih kurang sebesar al-Arasy al-Majid. Jadi, ada seribu alam-alam mengelilingi Kalbu Alam. Alam-alam tersebut dinamakan alam Arasy-arasy. Kalbu Alam menjadi pusat dan menguasai Arsy-arasy tersebut.Al-Arasy al-Majid sama dengan Arasy-arasy yang lain berada di dalam ruang angkasa alam yang dinamakan Alam Hijab. Alam Hijab yang mengandung Arasy-arasy ini berada di dalam tingkat Alam Hijab yang lain, berlapis-lapis sehingga 70,000 lapis untuk satu tingkat Alam Hijab yang dinamakan Hijab Nur Putih. Kemudian ia diikuti oleh tingkat Alam Hijab yang lain, hingga beberapa tingkat. Setiap tingkat memiliki 70.000 lapisan Hijab. Tingkat terakhir disebut Hijab Ketunggalan, yang juga terdiri dari 70.000 lapisan. Tingkat Hijab Ketunggalan berakhir dengan lapisan Hijab yang dinamakan Hijab Hamparan Emas.Alam-alam dimulai dari al-Arasy al-Majid sampai ke lapisan Hijab Hamparan Emas merupakan surga yang dinamakan Iliyyun. Ia juga terdiri dari tujuh lantai seperti surga yang lain. Di Iliyyun inilah tersimpan catatan praktek orang-orang yang beriman yang baik-baik.Pada permukaan Hijab Hamparan Emas memiliki umbi untuk Sidratul Muntaha ke empat.Seluruh alam yang dinyatakan sehingga ini berada di dalam ruang alam yang dinamakan al-Arasy al-Karim (al-Arasy yang mulia). Ia menjadi batasan terakhir Alam Misal.Manusia yang berada dalam Alam Syahadah di planet bumi, lebih-lebih lagi yang terkungkung dengan alam jasad, hanya memandang kepada yang lahir atau nyata saja. Akal pikirannya sulit menggambarkan betapa seninya massa pada Alam Misal. Tetapi bagi seorang insan yang tinggi makamnya di sisi Allah dapat masuk ke dalam Alam Misal dan melihat kondisi di dalam alam tersebut, dan menemukan Alam Misal adalah satu alam yang bisa disaksikan dan dirasa, seperti Alam Syahadah juga. Apa yang gaib itu saat dibukakan ia menjadi nyata dan dapat berinteraksi dengannya. Jika ada kursi di dalam alam gaib itu maka kursi tersebut bisa diduduki. Jika ada buah di sana maka buah tersebut bisa dimakan. Begitu juga air yang ada di sana.Massa tipis dalam Alam Misal disebut an-Nuur. Massa bersifat nuur adalah massa yang sangat murni. Ia juga merupakan benda-benda seperti benda-benda yang ada dalam Alam Syahadah. Ada yang bercahaya menyilaukan pandangan, ada yang cair seperti air dan ada yang padat seperti tanah dan logam. Tetapi ia lebih murni, lebih indah dan lebih ajaib dari apa yang ada dalam Alam Syahadah.

3: ALAM ARWAH


Tingkat terakhir Alam Misal adalah al-Arasy al-Karim, berikutnya dimulai pula Alam Arwah (Alam Roh). Pada Alam Arwah ada juga alam-alam Hijab. Seluruh al-Arasy al-Karim bersama segala isinya berada di dalam lingkaran sejenis Alam Hijab yang lebih gaib dan lebih seni. Ada beberapa tingkat Alam Hijab dalam Alam Arwah. Setiap tingkat ada 7.000 lapis Hijab. Lapisan pertama dari Alam Hijab itu dinamakan Hijab Permata.Hadis mengenai mikraj menceritakan, "Hingga aku sampai pada Hamparan Emas. Kemudian aku maju lagi bersama malaikat wakil Hijab Hamparan Emas terus ke Hijab Permata, lalu mengetuk-ngetuknya. Berkata malaikat di belakang Hijab, 'Siapa ini?' Ia menjawab, 'Tuan punya Hijab Hamparan Emas dan ini Muhammad Rasul Rabbil' Izzati '. Berkata malaikat itu, 'Allahu Akbar!' Ia pun mengulurkan tangannya dari bawah Hijab dan menempatkan daku di hadapannya. Begitulah dari satu Hijab kepada Hijab yang lain hingga aku melampaui 70,000 Hijab, tebal tiap-tiap Hijab 500 tahun "."Maka meluncurlah bersamaku malaikat itu lebih cepat dari sekejap mata hingga sampai ke Hijab Permata. Ia mengetuk pintu Hijab. Berkata malaikat dari balik Hijab, 'Siapa ini?' Ia berkata, 'Saya tuan punya Hamparan Emas. Ini Muhamamd Rasul al-'Arabi bersamaku.' Berkata malaikat itu, 'Allahu Akbar!' Lalu ia mengeluarkan tangannya dari bawah Hijab hingga dia meletakkan daku dihadapannya. Begitulah dari satu Hijab kepada Hijab yang lain. Setiap satu Hijab perjalanannya lima ratus tahun dan di antara satu Hijab dengan Hijab yang lain lima ratus tahun ".Semua lapisan Alam Hijab dimulai setelah al-Arasy al-Karim merupakan surga yang disebut secara tunggal dengan nama Darul Khulud, negeri yang abadi. Ia juga memiliki tujuh tingkat dengan tujuh nama seperti surga yang lain. Jannatul 'And merupakan surga yang paling tinggi, paling besar dan paling indah. Di dalamnya ada Syajaratul Thubi, pohon thubi, yang ada padanya satu surga yang menjadi induk bagi semua surga, dinamakan Darul Qarar, negeri ketetapan.Pada Jannatul 'And adalah al-Arasy al-' Adzim, arasy yang besar. Ia disebut juga al-Arasy al-Muhith, arasy yang meliputi, maksudnya meliputi seluruh alam makhluk. Al-Arasy al-'Adzim merupakan lingkaran terakhir atau kerangka yang paling luar untuk seluruh alam kejadian, alam makhluk atau apa saja yang Allah ciptakan. Al-Arasy al-'Adzim mengandung 70 juta lapisan kulit-kulit yang di antara satu kulit dengan kulit yang lain adalah ruang angkasa. Al-Arasy al-'Adzim dijadikan dari nuur, massa yang bersifat nurani, lagi seni dan tinggi. Hadis menceritakan tentang nuur al-Arasy al-'Adzim, "Diliputi pada setiap hari oleh seribu warna dari nuur"."(Diliputi) 70.000 warna dari nuur, tidak dapat dipandang kepadanya oleh seorang pun dari makhluk"."Nuur al-Arasy al-'Adzim kalau ditampakkan kepada penduduk dunia ini dan (dalam kondisi) ia telah merendahkan diri (kepada Allah) niscaya lemah cahaya matahari bersamanya sebagaimana lemah cahaya pelita bersamanya (cahaya matahari) dan lebih kurang lagi".Meskipun nuur al-Arasy al-'Adzim itu sangat kuat namun, orang yang mencapai makam yang tinggi pada sisi Allah dapat mendekatinya tanpa terjadi apa-apa dan merasa suatu massa alam yang sangat indah, ada tandingannya.Di bawah al-Arasy al-'Adzim ada pula Loh Mahfuz yang kedua. Catatan yang tertulis di sini diambil oleh malaikat dan diturunkan ke Kalbu Alam yang kemudian memancarkannya ke Alam-alam Arasy, termasuk al-Arasy al-Majid. Dari al-Arasy al-Majid ia diturunkan pula kepada Kalbu Langit-langit yang kemudian dipancarkan ke Alam Langit-langit termasuk Alam bumi di dalam Alam Barzakh. Begitulah salah satu cara perintah Tuhan turun seperingkat demi tingkat sampai sampai ke masing-masing yang telah ditentukan.Di bagian atas al-Arasy al-'Adzim yang paling luar dan paling tinggi terdapat satu alam yang besar dan indah disebut Qubah. Ia merupakan tempat yang paling tinggi dalam seluruh alam makhluk. Qubah ini merupakan surga yang lebih indah dari surga yang lain. Ia juga terdiri dari tujuh tingkat surga seperti surga yang lain.Di dalam alam Qubah yang besar ini, pada bagian yang paling atas, terdapat satu Qubah yang lebih kecil yang terdiri dari Permata Putih, berupa seperti sebuah mahligai yang besar terapung di ruang angkasa Qubah besar. Qubah Permata Putih ini merupakan tempat terakhir perjalanan mikraj Rasulullah sawQubah besar menjadi pusat administrasi alam di bawahnya sebagaimana Baitulmakmur menjadi pusat administrasi alam yang lebih bawah. Qubah yang kecil pula menjadi inti atau istana untuk Qubah besar.Bila dilihat pada keseluruhan alam makhluk maka bagian yang ada Qubah itu diisyaratkan sebagai bagian atas. Jika dibandingkan dengan sebiji buah maka Qubah itu adalah umpama tampuk yang menentukannya sebagai bagian atas dan lawannya sebagai bagian bawah.Sampai kepada al-Arasy al-'Adzim yang terdiri dari 70 juta lapisan dengan Qubah di bagian atasnya, maka tamatlah pembicaraan tentang alam malakut Atas dan berakhir juga ilmu manusia tentang alam. Al-Arasy al-'Adzim itulah kerangka alam. Ia adalah sebesar-besar makhluk. Seluruh alam atau kejadian yang Tuhan jadikan berada di dalamnya. Sekaliannya dinamakan Alam saja, atau disebut juga Alam Kejadian atau Alam Makhluk atau a'yan Luar atau al-Mumkinat (segala yang mungkin) atau Alam yang Baru atau Yang Selain Allah. Semuanya menggambarkan apa yang termasuk di dalam kalimat "KUN" (jadilah kamu).Massa dalam Alam Arwah bersifat latif atau halus atau murni atau terlebih gaib. Insan yang tinggi makamnya di sisi Allah memasuki yang terlebih gaib ini dan menemukan alam ini sama seperti Alam Syahadah juga, berjisim dan materi dalam bebagai-bagai kondisi yang bisa disaksikan dan dirasa. Jadi, seluruh alam, yaitu Alam Syahadah, Alam Misal dan Alam Arwah merupakan alam benda yang jika diizinkan dapat disaksikan baik dengan indera maupun dengan hati. Hati insan bersifat nurani, sama seperti sifat alam malakut. Kekuatan pancaran nuurnya bisa menembus tujuh langit dan tujuh bumi untuk menyaksikan dan memperoleh makrifat tentang Alam Makhluk atau Alam Kejadian."Orang yang dilapangkan dadanya oleh Allah untuk menerima Islam lalu ia mendapat nuur dari Tuhannya". (Surat az-Zumar, ayat 22)."Allah-lah nuur untuk semua langit dan bumi". (Surah an-Nuur, ayat 35)."Perumpamaan nuur-Nya seperti sebuah lubang di dinding di dalamnya mengandung pelita. Pelita itu di dalam kaca. Kaca itu bagaikan bintang berkilau-kilauan. Dinyalakan dari pohon kayu yang berkat yaitu minyak zaitun yang bukan dari timur dan bukan dari barat. Hampir minyaknya mengeluarkan cahaya dengan sendirinya walaupun tidak disentuh api ". (Surah an-Nuur, ayat 35)."Nuur pada nuur". (Surah an-Nuur, ayat 35)."Dipimpin Allah kepada nuur-Nya untuk siapa yang dikehendaki-Nya". (Surah an-Nuur, ayat 35).PENUTUPBagaimana anggota al-kasyaf menyaksikan alam yang begitu luas dan jauh? Apakah dia harus naik sejenis kendaraan dan udara ke seluruh alam maya untuk menyaksikannya? Nabi Muhamamd SAW telah naik boraq dan mengembara ke seluruh alam di bawah atap Langit Dunia (Langit Pertama). Kemudian beliau mikraj menggunakan tangga yang diulurkan dari alam atas seperti lift yang dibawa turun dari lantai atas. Tetapi boraq hanya untuk penggunaan nabi-nabi tidak untuk manusia biasa, meskipun seorang yang kasyaf. Namun, Allah memiliki caranya sendiri untuk memperlihatkan alam ciptaan-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki.Coba kamu pandang ke sebuah bangunan. Kamu dapat melihat bangunan tersebut karena ada cahaya dari sumber cahaya yaitu matahari. Cahaya matahari menerpa ke arah bangunan itu lalu membawa seluruh bangunan tersebut ke mata kamu. Mata kamu juga bercahaya persiapan untuk menerima pancaran cahaya matahari yang datang. Jika mata kamu terpejam atau berselaput tidak mungkin cahaya matahari bisa memasukinya. Pertemuan cahaya matahari dari atas dengan cahaya mata di bawah melahirkan gambar di belakang bola mata kamu. Gambar yang tertera pada layar bola mata kamu itu dalam kondisi terbalik. Otak berperan mengoreksinya kembali. Otak berfungsi sebagai dampak aktivitas akal. Akallah yang melihat bangunan tersebut. Seluruh bangunan yang begitu besar bisa masuk ke dalam akal kamu.Andainya kamu berada di tempat yang tinggi dan pandangan kamu cukup kuat maka kamu bisa melihat seluruh planet bumi berada di dalam akal kamu. Akal kamu menjadi seperti satu ruang angkasa yang luas yang memuat planet bumi. Jika kamu berada di tempat yang lebih tinggi dan pandangan kamu lebih kuat kamu akan dapat menyaksikan seluruh Alam Syahadah. Begitulah sampai kamu dapat melihat seluruh Alam Misal dan Alam Arwah. Jadilah diri kamu seolah-olah satu ruang angkasa yang di dalamnya terapung-apung seluruh alam makhluk.Jika kamu memandang ke sebuah bangunan maka bangunan itu yang datang kepada kamu bukan kamu yang pergi kepadanya. Kamu tidak bergerak satu langkah pun. Begitu juga kondisi anggota al-kasyaf yang tidak bergerak dari tikar sembahyangnya namun dia dapat menyaksikan seluruh alam makhluk. Kondisi ini bisa terjadi karena Allah adalah nuur untuk langit dan bumi. Nuur-Nya juga memancar di dalam kalbu orang mukmin. Nuur pada nuur. Nuur dari alam atas membawa seluruh seluruh alam kejadian dan dapat ditangkap oleh nuur di bawah yaitu kalbu orang mukmin. Jadi, kalbu orang mukmin itu meliputi seluruh alam makhluk tanpa dia harus terbang ke mana-mana."Dipimpin Allah kepada nuur-Nya siapa yang Dia kehendaki"."Katakanlah: Roh adalah urusan Tuhanku".Urusan Tuhan, inilah makam terakhir seorang hamba. Tidak ada apa-apa lagi padanya melainkan urusan Tuhan. Bila dia sudah larut di dalam urusan Tuhan maka urusan Tuhanlah yang memperjalankannya ke seluruh alam maya sampai terdampar ke Sidratul Muntaha. Selanjutnya memanjat ke Qubah yang menjadi puncak segala alam kejadian. Tidak ada apa-apa lagi kecuali:"ALLAH, RABBIL 'IZZATI!'Allah-lah yang memiliki Hijab Yang Teguh.
Selesai pembicaraan mengenai Alam Makhluk. Semoga saudara-saudara tidak memandang alam dalam sekop yang sempit sehingga dicurigai bagaimana orang kafir bisa pergi ke bulan yang konon sudah termasuk bagian alam langit. Semoga persidangan ini lebih membuat Anda mengagumi kebesaran dan kebijaksanaan Allah menciptakan alam makhluk ini.

 

Enhanced by Zemanta
Post a Comment