Thursday, October 11, 2012

kitab akhir zaman 8

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله


Diluar dari keMuliaan ini adalah kesesatan, kepalsuan dan dusta !.
Karena Jihad fi sabilillah tidak boleh didasari dendam, iri-hati,sombong & angkara murka, yang akan menimbulkan derita, penganiayaan, kerusakkan, dan pertumpahan darah !.
Dunia ini diciptakan bukan untuk dirusak, tetapi dibangun demi kepentingan bersama baik bagi Alam Fana Manusia maupun demi kepentingan Alam Gaib dalam mewujudkan rahmatan lil alamiin !.
Ingatlah, bahwa manusia hanya hidup sementara di Alam nyata, maka tinggalkanlah kesan yang baik dan karya yang membawa manfaat bagi banyak makhluk, sebelum kamu mengarungi samudra Alam Gaib mu, dalam waktu yang teramat panjang !.
Janganlah hidup yang teramat singkat di Alam-Nyata-Manusia ini, hanya sekedar mengejar kenikmatan belaka, merebut kemenangan dan kekuasaan dengan tindakkan yang tidak sportip, apalagi dengan mengeniaya lawan, untuk apalah kemenangan dan kekuasaan yang diperoleh dengan cara-cara yang kotor, sebab itu akan berakibat tumbuhnya duri didalam daging, yang membawa penyakit dan siksa Akhiraat !.
Capailah kebenaran dan kemuliaan yang sejati, dengan tanpa kamu kejar & rebut, niscaya kemenangan dan kekuasaan itu datang dengan sendirinya !.
Apabila ini terjadi pada dirimu, maka kemenangan dan kekuasaan itu didalam naungan kebenaran dan kemuliaan yang sejati, dengan menyadari bahwa kemenangan dan kekuasaan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, maka Allah, Para Malaikat dan Arwah para Nabi akan membimbingmu didalam menjalankan roda kekuasaan dan pemerintahan, dengan demikian kesan yang amat baik dan mulia telah kamu tinggalkan di Alam-Nyata, dan kamu akan dikenang umat manusia untuk sepanjang masa, bahkan segala perilakumu akan dijadikan teladan bagi Dunia !.
Meskipun tidak semua orang, harus mencapai kemenangan dan kekuasaan, namun dengan mengamalkan kebenaran dan kemuliaan sejati, niscaya keselamatan Dunia dan keselamatan Akhiraat telah diperoleh !.
Apalah artinya kemenangan dan kekuasaan, bila semua itu akan membawa malapetaka, siksa dan derita !.
Apalah artinya kemenangan dan kekuasaan, yang tidak didasari dan tidak didalam naungan kebenaran dan kemuliaan sejati, sebab itu hanya akan menimbulkan kebanggaan dan kesombongan belaka, dengan tidak mengetahui dalam menjalankan roda kekuasaan dan pemerintahannya secara baik dan benar, akan mengantar diri dan segala apa yang didalam kekuasaannya, menuju jurang kehancuran !.
Kejayaan suatu Bangsa, ditentukan oleh kebenaran dan kemuliaan sejati, yang dimiliki dan dipegang teguh oleh Bangsa dan Negara tersebut !.
Karena TUHAN senantiasa berada diatas kebenaran & kemuliaan sejati !.
Alam-Raya-Semesta ini diciptakan berdasarkan hukum keadilan, barang siapa melakukan kejahatan, niscaya akan menerima kejahatan pula, dan sebaliknya barang siapa berbuat kebaikan, pasti akan menerima kebaikan pula, bahkan kebaikan itu dapat berlipat ganda, diterimanya !.
Para Malaikat senantiasa berada disekeliling makhluk, bahkan juga berada didalam tubuh setiap insani, dengan menyadari semua ini, berhati-hatilah dalam setiap langkah kehidupan dan bijaksanalah dalam bertindak !.
Mereka yang tidak dapat menghargai keberadaan yang lain, sama artinya tidak menghargai ciptaan Tuhan dan tidak menghargai pula TUHAN Sang Pencipta !.
Yang boleh dilakukan adalah membersihkan yang kotor, memberantas segala bentuk kejahatan, tindakkan kekerasan yang semena-mena, aneka penyakit, tindakan-tindakan kriminalitas lain dan segala sesuatu yang negatip, dalam arti kata, pembodohan, pengrusakkan yang berakibat kerugian-kemiskinan, melanggar peraturan, Hukum dan Undang-Undang Negara !.
Dan jangan sekali-kali masyarakat yang bela Negara, dilarang dan ditangkap, sebab tindakkan semacam ini, akan mengurangi keberanian rakyat dalam Bela Bangsa dan Bela Negara !.
Sebenarnya yang harus ditindak tegas, adalah mereka yang ingin menghancurkan Bangsa dan Negara !.
Semua rakyat yang bela Bangsa dan bela Negara, wajib dilindungi dan didukung sepenuhnya !.
Apakah dizaman penjajahan dahulu, rakyat yang hendak bela Bangsa & bela Negara harus meminta izin dahulu pada kaum penjajah ?.
Sungguh amat eronis, apabila disuatu Negara, para aparatur Negara tidak dapat membedakan, mana yang bela Negara dan manapula yang bukan bela Negara !.
Kebebasan berAgama, berAliran Kepercayaan & kebebasan mengemukakan pendapat, memang tidak dilarang, sepanjang tidak merongrong, merusak, apalagi dapat menghancurkan Bangsa dan Negara !.
Hendaknya Negara tidak menganut Kebebasan yang Liar dan Demokrasi yang brutal, sebab ini akan mengacau balaukan Bangsa & Negara menuju kearah kehancuran !.
Tertampak masih terdapat segelintir kaum, yang membela kaum penjajah, maka peristiwa serupa ini, juga terjadi di zaman penjajahan dahulu, dimana masyarakat yang tertipu membela kaum Penjajah, sedangkan Rakyat berjuang dengan susah payah dan berkorban segalanya, demi mencapai ke-Merdekaan !. Apakah mereka yang membela kaum penjajah, tidak dikategorikan sebagai Pengkhianat Bangsa & Negara ?.
Bangsa yang tidak memiliki Jati-Diri dan Ideologi yang kokoh, akan terombang-ambing, dengan timbulnya benturan-2 didalam masyarakat, dikarenakan banyaknya jati-diri-import dan ideologi-import yang dianut masyarakat yang saling kontrakditif, menimbulkan kekacauan didalam Negara. Pemerintah disibukkan dengan kemelut masyarakat, yang tak kunjung selesai, sehingga mengganggu pembangunan dibidang ekonomi dan menghambat kemajuan disektor-sektor yang lain.
Jika situasi dan kondisi yang buruk ini dibiarkan berlangsung, maka masyarakat akan mengalami stress, disebabkan ketegangan yang kunjung henti, akibatnya sikap pesimis menjadi wabah penyakit masyarakat.
Sikap pesimis dan putus asa, menimbulkan lonjakkan yang draktis dibidang kriminalitas !.
Masyarakat yang amat mudah tersinggung dengan emosional yang tak terkendali, berakibat banyaknya premanisme dan mafia berkeliaran dijalan-jalan, sehingga Negara menjadi tidak aman dan tidak nyaman !.
Jumlah aparat keamanan menjadi tak sebanding, dengan jumlah banyaknya orang-orang yang melakukan tindakkan kriminalitas.
Sedangkan Pemerintah tak sanggup, menambah jumlah aparat keamanan, karena tak mempunyai dana untuk itu !.
Belum lagi masyarakat yang miskin dan terkena bencana alam, menjerit memohon pertolongan dan bantuan yang tidak sedikit !.
Ingatlah, Bangsa yang sedang kelaparan, maka Hukum tidak berlaku !.
Lalu, apakah langkah-langkah terbaik harus dilakukan Pemerintah ?.
Jika Hukum ditegakan secara merata, tanpa memperhatikan latar belakang penyebab timbulnya kriminalitas, penjara tak mampu menampungnya, dan Pemerintah harus mengeluarkan tambahan anggaran, guna memberi makan masyarakat yang berada didalam penjara !.
Negara yang kacau balau, disertai serba kekurangan, akan mengantar Negara & Bangsa menuju ambang kehancurannya !.
Sebab itu betapa pentingnya kesadaran berBangsa & berNegara, ditanamkan sejak dini didalam sanubari masyarakat !.
Namun tanpa Jati-Diri-Bangsa dan Ideologi-Negara yang Kokoh-Perkasa, maka dengan apakah, akan ditanamkan ke dalam sanubari Bangsa agar memiliki kesadaran berBangsa dan berNegara yang Baik, Benar dan Kuat ?.
Negara yang pembangunan Materinya maju pesat, tanpa disertai kemajuan pembangunan Jiwa-Bangsa yang kokoh, maka pembangunan lahiriah itu tidak akan dapat bertahan lama !.
Karena JIWA adalah sumber inovatif dan sumber penggerak, sedangkan RAGA tak dapat berbuat apa-apa, tanpa ada perintah dari JIWA !.
Didalam membangun Jiwa-Bangsa, jangan mengimport dari Bangsa Asing, tetapi belajarlah dari Sejarah Dunia, sebab itu adalah Sunatullah, & petiklah pelajaran dari kesalahan mereka, untuk tidak diikuti dan tidak untuk diulangi kembali, ambil dan pakailah segala apa yang baik dan bermanfaat serta yang sesuai dengan karakter Bangsa yang berbudi-pekerti-luhur, Jangan mengikuti karakter kebangsaan suatu Nabi, karena semua Nabi diturunkan ditengah-tengah kaum yg tersesat !.
Sebab sekiranya suatu kaum tidak pernah melakukan kesesatan, maka tidak akan pernah ada seorang Nabi yang memberikan Peringatan pada kaum tersebut, yang akan diturunkan ditengah-tengah mereka !.
Utamakanlah mengambil hikmah yang baik dan luhur, dari Sejarah Tanah-Air sendiri, sedangkan Sejarah Dunia dipakai sebagai Pelengkap belaka !.
Dengan demikian keyakinan akan para Leluhur sendiri, jauh lebih kuat daripada mempercayai para-leluhur-asing !.
“Bangsa yang besar,adalah Bangsa yang tahu menghargai jasa-jasa para Pahlawannya sendiri ! “.
“Kamu tidak akan dapat menjadi Bangsa yang besar, jika kamu lebih menghargai dan menghormati para Pahlawan Bangsa Asing, ketimbang para Pahlawan-mu sendiri, yang telah meneteskan keringat & darah serta berkorban nyawa, demi kemerdekaan yang telah kamu nikmati ! “.
PESAN & PERINGATAN-KERAS PARA-PAHLAWAN-BANGSA . :
Kami para Malaikat dan sekalian Arwah Pahlawan Bangsa, telah menjadi saksi, atas peristiwa MONAS, tanggal . 1-Juni-2008. !.
Maka tertampak jelas akan kejahatan dan kebrutalan, serta mencoba memutar balikkan fakta yang sebenarnya, dari peristiwa sebenarnya yang terjadi, yang dilakukan kaum Jahiliyah sebagai Penjajah Jiwa Bangsa !.
Kaum Jahiliyah itu amat anti Pancasila, dengan tindakkan yang amat gegabah, mereka hendak membubarkan masyarakat yang merayakan Hari-Kesaktian Pancasila di lapangan Monument Nasional, dengan menghasut dan menggerakkan putra bangsa yang masih terjajah jiwanya, mereka melakukan penganiayaan yang amat keji, terhadap saudaranya sendiri, yang sebangsa dan setanah-air !.
Tidak sadarkah kamu, kaum Jahiliyah itu telah menciptakan perang saudara di Negara ini ?.
Dengan alasan ingin membubarkan mazhab Ahmadiyah, mereka mengacaukan masyarakat yang ingin memperingati Hari Kesaktian Pancasila, maka apakah tindakan yang brutal dan keji kaum Jahiliyah dapat dibenarkan ?.
Kaum Jahiliyah dan putra Bangsa yang tertipu, akan menerima akibatnya !.
Mereka ingin menerapkan Hukum-Hukum Jahiliyah di Negara ini, dengan mengabaikan Hukum dan Undang Negara yang berlaku, bukan itu sudah melecehkan martabat Bangsa dan menginjak-nginjak harga diri Bangsa ?.
Kalau hendak dibubarkan, maka bubarkanlah kedua kubuh yg sedang berseteruh, dimana mereka hanya memperjuangkan kepentingan ideologi Asing, dan sama-sekali tidak sedikitpun mereka berjuang demi kepentingan Bangsa dan Negara mu !.
Lindungi dan berpihaklah pada masyarakat yang bela Bangsa dan Negara, jangan terpancing dengan segala fitnah dan kebohongan kaum Jahiliyah !.
Kalau kaum Jahiliyah itu berani mati dalam membela Bangsanya, kenapa kamu harus takut dalam membela Bangsa dan Negaramu ?.
Tidak ada rasa takut & tidak gentar sedikitpun, bagi kami dalam membela Negara dan Bangsaku, dan kaum penjajah jiwa-raga Bangsa itulah yang harus takut dan tunduk kepada kami sebagai pemilik Negara ini !.
Kaum Jahiliyah itu berkata, lebih baik dipenjara dan dibunuh, daripada bubar diri. Katakanlah kepada kaum Jahiliyah itu. :”Lebih baik aku gugur sebagai bunga Bangsa, daripada hidup didalam cengkraman kaum Jahiliyah ! “.
Kaum Jahiliyah itu tidak menyadari bahwa, siksa Neraka telah menanti & menjemput arwah mereka, sekiranya ajal telah merenggut mereka dengan keras !. Dan kami Arwah para Pahlawan Bangsa, akan melakukan tindak pembalasan terhadap Kaum Jahiliyah dan kaum pengkhianat Bangsa, sebelum arwah-2 kaum tersesat itu, dijebloskan dalam siksa Neraka !.
Kami selaku para Pahlawan Bangsa, mempunyai andil dalam melakukan pembalasan itu, karena anak-2 Bangsa ini hidup diatas keringat dan darah perjuangan kemerdekaan kami !.
Meskipun kami sekarang berada di Alam Arwah, jangan kamu mengira kami berdiam diri dengan membiarkan Bangsa & Negara kami terjajah kembali, dan kami tidak akan membiarkan anak-2 Bangsa yang berkhianat, menjajah dan menganiaya saudaranya sendiri yang sedang bela Negara !.
Kaum Jahiliyah itu menuduh bahwa, anak Bangsa yang bela Negara mendapat bantuan Asing !.
Apakah kamu tidak melihat bahwa, kaum Jahiliyah itupun mendapat bantuan dari Kaumnya untuk merusak Negara orang lain ?.
Bantuan darimanapun datangnya,asalkan dipakai dalam bela Bangsa & Negara, maka itu halal hukumnya !. Karena Allah dan Para Malaikatlah yang menggerakan hati Bangsa-Bangsa di Dunia, guna membantumu dalam bela Negara dan bela bangsa, demi mencapai kemerdekaan Jiwa-Raga Bangsa mu !.
Bangkit & berjuanglah terus,Tuhan, para Malaikat, Nabi-Nabi bersamamu !.
“Allah tidak akan merubah suatu kaum, sebelum kaum itu berusaha kearah kemerdekaan jiwa raga Bangsa-nya ! “.
“Tunjukkanlah kesatriamu, niscaya mereka akan ketakutan ! “.
“Jangan biarkan kekerasan dan kejahatan, merajalela diBumi Pancasila !”.
Kaum Jahiliyah itu meminjam kata-kata Pejuang-Bangsa ,“Berjuang sampai tetesan darah yang penghabisan !”.
Katakanlah kepada mereka.:”Kami berjuang, tanpa setetes darahpun yang akan menodai Bumi ! “.
“Wahai Tuhan kami, kami tak inginkan kebenaran dapat dianiaya, apalagi dikalahkan oleh kesesatan, melainkan kesesatanlah yang harus musnah ! “.
“Wahai Tuhan kami, sadarkanlah putra-putra Bangsa yang telah tertipu oleh kaum Jahiliyah itu,agar mereka berkenan kembali kepangkuan Ibu-Pertiwi, bersama-sama kami berjuang, guna mencapai kemerdekaan Jiwa-Raga-Bangsa, didalam naungan keBenaran dan keMuliaanMU !. “.
“Wahai Tuhan kami, musnahkanlah kaum penjajah-jiwa-raga-Bangsa itu dari Bumi Pancasila, baik di Alam-Gaib maupun di Alam-Nyata-Manusia”.
“Wahai Tuhan kami, berkenanlah dikembalikannya budaya gotong-royong, sopan-santun, ramah-tamah, murah senyum dan kerukunan, yang telah hilang oleh pengaruh budaya kaum Jahiliyah & budaya asing yg merusak ! “.
“Wahai Tuhan kami, berkenanlah untuk menjadi Maha Pemimpin, diatas segala kePemimpinan yang ada, didalam Negara dan Bangsa kami, baik di Alam Gaib maupun di Alam Nyata Manusia ! “.
“Semua ini kami mintakan padaMU, karena kami amat menyadari bahwa, tidak seorang pun baik di Alam Gaib maupun di Alam Nyata Manusia ini, yang sanggup menjadi Pemimpin atas Negara dan Bangsa kami, yang sedang dilanda kekacauan dan bencana Alam secara bertubi-tubi ! “.
Maha Kuasa Tuhan atas segala sesuatu, semua ini kami mintakan, agar kebangkitan para Nabi dan Tokoh-Tokoh penting Dunia di Bumi Pancasila, dapat berlangsung dengan baik dan aman, dengan tidak terjadinya penganiayaan dan derita sedikitpun !.
Kami yang hidup di Akhir-Zaman ini, telah menyaksikan segala apa yang belum pernah disaksikan , oleh orang-orang terdahulu sebelum kami. Namun kami amat menyadari terhadap segala apa yang telah kami saksikan, bahwasanya dibalik semua kejadian dan peristiwa itu, terdapat tanda-tanda KebesaranMU !.
Ampunilah kami dan terimalah segala puji-syukur kami kepada MU !.
Bangsa dan Negara kami,yang maha-kecil, maha-lemah lagi maha-tak-berdaya ini, senantiasa berlindung, berserah-diri dan bersatu pada MU !.
A M I I N
Maka tiada yang lebih indah dalam kehidupan“Alam-Raya-Semesta” ini, kecuali terkabulnya segala keinginan dan cita-cita Agung , menjadi kenyataan yang pasti !.
Selamatkan, Damaikan, Merdekakan,Bahagiakan & Bebas Deritakanlah Sejati nan Abadi, Alam-Raya-Semesta dengan segala Isinya, guna mencapai kesempurnaan didalam mengabdi padaMU, wahai Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau AWAL, wahai Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau Tempat ber-AKHIR-nya Segala Yang Ada !.
Wahai Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau AWAL, yang telah mengadakan dan menjelmahkan Yang Maha PERTAMA dari Segala Yang Ada, kami berlindung berserah diri dan bersatu pad MU, dalam batas-2 kemampuan yang diperbolehkan. Terimalah permohonan kami ini !.
Wahai Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau Tempat berAKHIRnya Segala Yang Ada, yang telah mengadakan & menjelmahkan Yang Maha Akhir dari Segala Yang Ada,kami berlindung, berserah diri dan bersatu pada MU, dalam batas kemampuan yang diperbolehkan. Terimalah permohonan kami ini !.
Meskipun Maha PURUSA tidak akan terjangkau oleh kami, namun kami yakin Maha PURUSA, Maha Menjangkau terhadap segala DOA dan perMOHONan kami, atas dasar pengertian inilah kami senantiasa berDoa dan berMohon kepada MU, karena Maha PURUSA adalah Maha Agung dari segala keagungan yang ada,Maha Perkasa dari semua keperkasaan yang ada, Maha Mengetahui dari semua yang mengetahui, Maha Rahasia dari semua kerahasiaan yang ada, Maha Rahasyam Utami !.
Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau, bagi kami adalah Maha Utama dari semua keutamaan yang ada !.
Meskipun KIAMAT PEMUSNAHAN Bola Alam Raya Semesta, harus terjadi dan tidak ada satu apapun yang dapat menghentikannya, juga TUHAN Semesta Alam sekalipun tak akan sanggup menghentikannya, karena semua yang berada didalam Gerbang Bola Alam Raya Semesta ini, termasuk Bola Alam-Raya-Semesta, tak akan dapat terluput dari KIAMAT-PEMUSNAHAN, namun kami yakin, sekiranya Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau berkenan mentiadakan Kiamat-Pemusnahan, niscaya Alam-Raya-Semesta dengan segala isi-nya, tidak akan mengenal kematian & Kiamat !.
Tetapi apalah artinya hidup kekal abadi, apabila Siksa dan Derita tak dapat dihindari dan bahkan makin bertambah parah dirasakan, yang pada akhirnya Siksa dan Derita itu menundukan segala yang ada !.
Maka biarlah kematian dan Kiamat ini tetap berlangsung, sekiranya itulah jalan satu-satunya untuk menebus Dosa demi mencapai Bebas Derita !.
Maka biarkanlah Neraka dan Sorga, siksa-derita dan nikmat-bahagia, tetap diadakan, sekiranya itulah jalan satu-satunya, guna mendidik makhluk-makhluk yang beraneka ini, mencapai kemuliaan akhlak, budi pekerti luhur, akhlakul-karima !.
Maka biarkanlah tetap diadakan, kaya & miskin,sehat & penyakit, baik & buruk, sukses & gagal, senang & susah, ringan & berat, gelisah & tenang, kacau & damai, tertawa & tangisan, kuat & lemah, lumpuh & tak berdaya, bergerak dan tidak bergerak, hening & hingar-bingar, tumbuh & layu, gelap & terang, busuk & harum, cacad & utuh, pandai & bodoh, cepat & lambat, bijaksana & teledor, benar & salah, selamat & celaka, lindungan & kutukan, pertolongan & laknat, dharma & adharma, sekiranya semua ini sebagai sarana pendidikkan dan sebagai Al Furqaan atau pengukur nilai terhadap sesuatu peristiwa yang sudah berlansung, asalkan semua bentuk penjajahan dan segala kejahatan dilenyapkan dari Bumi Pancasila, dan secara sistimatik & bertahap dimusnahkan diseluruh planet Bumi, bahkan disirnahkan diseluruh penjuru Alam-Raya-Semesta ini, tanpa kecuali agar Keselamatan, Kedamaian, Kemerdekaan, Kebahagiaan & Bebas Derita Sejati nan Abadi, dapat terwujud !.
Wahai Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau, kami amat menyadari bahwasanya KIAMAT PEMUSNAHAN yang diadakan ini adalah sifatMU yang Maha Pengasih Maha Penyayang meliputi segala yang ada !.
Sebab sekiranya kematian dan Kiamat Pemusnahan itu ditiadakan, niscaya Alam-Raya-Semesta dengan isinya akan tertimpah Siksa & Derita yang tak mengenal berhenti, yang pada akhirnya Siksa & Derita itu menjadi tak tertahankan lagi, lalu dengan apakah Siksa & Derita yg Maha-Dasyat itu hendak dihentikan dan ditiadakan,kecuali dengan kematian & Kiamat-Pemusnahan terhadap semua bentuk kehidupan yang telah diciptakan, dan yang telah diadakan ini !. Amiin .
Kamipun amat menyadari, sekiranya tiada Derita sedikit pun dalam hidup ini, niscaya Kematiaan dan Kiamat Pemusnahan tidak akan pernah ada !.
Tetapi kelahiran, menjadi remaja, dan menjadi tua serta kematian, adalah peraturan dan Hukum ketetapan, yang tidak akan dapat dihindari & tidak akan dapat dirubah, sebab itu adalah Sunatullah !.
Maka ketahuilah dan sadarilah, menciptakan Derita bagi diri sendiri & apalagi menciptakan Derita bagi makhluk lain, sama artinya memperpendek umur Bumi dan mempercepat datangnya Kiamat-Pemusnahan B’ARS !.
Dengan telah diturunkannya KITAB-AKHIR-ZAMAN ini, Kami menghimbau kepada seluruh penghuni Alam-Raya-Semesta, untuk menciptakan Perdamaian Abadi, demi kelangsungan hidup Alam-Raya-Semesta dgn segala isi nya, agar Kami masih memiliki waktu yang cukup, guna memikirkan akan segala sesuatunya, manakala Alam-Raya-Semesta-Baru memasuki Periode-Genap-Kekuasaan-Terbesar-Alam-Raya-Semesta diadakan, setelah Alam-Raya-Semesta-Lama yang kami semua sebagai penghuninya, terkena KIAMAT-PEMUSNAHAN, yang harus terjadi & sudah amat terlambat guna memperbaikinya, karena semua kekurangan dan segala permintaan terdahulu kepada Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau, harus berlangsung & harus terjadi serta wajib dirasakan !.
“Wahai Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau, ampunilah kami yg Maha-kecil, Maha-lemah lagi Maha-Tak-berdaya ini, maka biarkanlah semua yang ada ini, senantiasa berlangsung dan terjadi menurut kekuasaan dan kehendakMU !. Kami senantiasa berlindung, berserah diri & bersatu padaMU dalam batas-batas yang diperbolehkan. Amiin !.
“Maha Menepati Janji, Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau, terhadap segala apa yang telah dimintakan oleh semua Makhluk, sehingga Derita yang kami alami ini dan juga derita yang akan datang kemudian, adalah permintaan kami sendiri, dikarena kekeliruan dalam menilai & memperhitungan, akan segala akibat negatip yang timbul, sesudah Maha PURUSA Maha Mengabulkan Segala Permintaan Machluk !.
“Astagha firullahu’adhiim,yaa al mu’jibash sha’iliin ! “.
“Ampunilah kami, wahai Yang Maha Agung, Yang Maha Mengabulkan-Segala Permintaan ! “.
“Maka kami bermohon, agar Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau, berkenan untuk tidak mengabulkan segala permintaan yang dapat berakibat timbulnya Derita, tetapi kabulkanlah segala permohonan yg dapat berakibat timbulnya Keselamatan, Kedamaian, Kemerdekaan, Kebahagiaan & Bebas Derita Sejati nan Abadi bagi Alam Raya Semesta dengan segala isinya !”.
“Wahai Maha Purusa, jangan pula mengabulkan permintaan yang hanya demi kepentingan pribadi, kelompok dan kaum tertentu, tetapi kabulkanlah semua doa permohonan yang berstatus Rahmatan lil’alamiin ! “.
Sebab kami sadari bahwa, sumber Kerusakkan dan Derita adalah terkabulnya doa-doa permohonan yang berstatus lokal !.
Sekiranya segala permohonan kami ini Baik, Benar dan MULIA adanya menurut penilaian Maha PURUSA, dan Maha PURUSA berkenan mengabulkannya, maka Alam-Raya-Semesta dengan segala isinya telah memperoleh keberuntungan yang Besar & terhindar dari segala kecelakaan & bahaya !. Namun sekiranya segala permohonan kami itu, dapat berakibat timbulnya bencana dan Derita, maka janganlah Maha PURUSA kabulkan !
A M I I N
Enhanced by Zemanta
Post a Comment