Thursday, October 11, 2012

kitab akhir zaman 9

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Sekiranya Perang-Bhratayuda harus tercetus kembali di Akhir-Zaman, maka putra-putra Bangsa yang Pancasilais berada dipihak ARJUNA, sedangkan putra-putra Bangsa yang tertipu oleh kaum Jahiliyah, berpihak pada DRUNA, yang terkenal amat licik dan keji itu !. Jangan gentar, karena Sri Bhagawan Krisna berpihak pada Putra-Putra Bangsa yang Pancasilais !.
Sekiranya Perang BADAR, harus tercetus kembali di Akhir-Zaman ini, maka putra-putra Bangsa yang Pancasilais, adalah pasukan tempur Nabi Mohammad saw., sedangkan putra-putra Bangsa yang tertipu penjajah-jiwa-bangsa, adalah pasukan kaum Jahiliyah, yg terkenal amat licik dan amat keji !.
Jangan gentar sedikitpun, karena Allah, para Malaikat dan para Nabi berpihak kepada Putra-2 Bangsa Yang Pancasilais !.
“MERDEKA atau MATI adalah sama saja, karena PANCASILA tetap MENANG dan berJAYA untuk selama-lamanya, sebab itu sudah merupakan ketetapan TUHAN Semesta Alam, yang tidak dapat diganggu gugat !”.
Sekiranya United Nation Organisation atau Badan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, memintakan Indonesia ikut serta dalam misi Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, maka Indonesia akan berpihak pada Nabi Ibrahim as., yang tidak menghendaki angkatan keturunannya berseteruh dan saling mengadakan Pertumpahan-Darah !.
Sekiranya semua ini adalah aku, maka aku hanyalah untuk Indonesiaku dan tidak untuk yang lain. Merdeka atau Mati bagiku sama saja, karena Pancasila tetap berJaya dan sangsaka Merah-Putih, tetap berkibar untuk sepanjang masa di Bumi persadah Nusantara Indonesia !.
Sebab sekiranya PANCASILA dan Sangsaka Merah-Putih tidak berkibar, lalu dengan apakah Dunia akan bernaung ?.
Pasukan Kami yang berada di Alam Gaib, di Langit maupun di Bumi telah Siaga dan Siap Tempur penuh, demi tegaknya Rahmatan lil’alamiin, dan segera akan terjun kedemensi Alam Nyata Manusia, guna menegakkan PANCASILA dan mengibarkan Sangsaka Merah Putih, sebagai tempat bernaungnya Bangsa-Bangsa di Dunia, Alam Gaib maupun Alam Nyata, dari segala ancaman kejahatan dan dari ancaman Kiamat Pemusnahan Kehidupan !.
Pasukan Tempur Kami akan terjun kedalam Alam Nyata Manusia, setelah segala usaha dan perjuanganmu, mencukupi bilangan standard yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa !. Yang ditandai dengan terjunnya terdahulu oleh bala Tentara Kerajaan-Kerajaan Alam Gaib Bumi, yang berada dekat dan berada disekelilingmu, yang sedang memantau situasi dan kondisi di Alam Nyata Manusia, sebagaimana pada saat perang Badar berkecamuk, maka Pasukan Tempur Kami telah memberikan bantuan pada Nabi Mohammad saw !.
Pasukan Kerajaan-Kerajaan Alam Gaib Bumi telah bersatu padu, sehubungan dengan telah diturunkannya Kitab-Akhir-Zaman ini, mereka melakukan langkah-langkah awal dengan memberikan semangat keBangsaan dan semangat Patriot PANCASILA kepada putra-putra Bangsa, untuk berjuang demi mengabdi pada Allah, melalui Bela Negara & Bangsa demi tercapainya kemerdekaan Jiwa dan kemerdekaan Raga Bangsa, dan demi tegaknya Pancasila serta berkibarnya Sangsaka Merah-Putih menyongsong kebangkitan para Nabi dan Tokoh-Tokoh Penting Dunia,guna meluruskan Sejarah dan demi menyongsong ke-Khalifah-an ALLAH, di Bumi Persadah Pancasila Nusantara Indonesia, sebagai zamrud di-khatulistiwa, seperti yang telah di isyaratkan dihampir semua Kitab-Suci !.
“RESIMEN BERANI MATI BELA PANCASILA” di Alam Gaib yang pernah terjun kedalam Alam Nyata Manusia, di Zaman Revolusi sebelum & sesudah mencapai kemerdekaan Raga Bangsa, kembali siap untuk terjun kedalam Alam-Nyata-Manusia, guna memerdekakan Jiwa-Bangsa dari cengkraman kaum Jahiliyah sebagai Penjajah Jiwa-Raga-Bangsa !.
“Kemerdekaan adalah hak semua Bangsa, oleh karena itu segala bentuk penjajahan di Alam Gaib maupun di Alam Nyata Manusia harus dilenyapkan dari planet Bumi dan harus musnah diseluruh penjuru Alam-Raya-Semesta, demi tegaknya Kasih Bagi Alam-Raya-Semesta dengan segala isinya !”
Rukun Iman itu ada Lima-Perkara dan bukan Enam-Perkara seperti yang dikemukakan kaum Jahiliyah dan putra-putra Bangsa yang tertipu, silahkan perhatikan Al Qur’an !.
Dan Nabi Mohammad saw. pun tak mungkin menyimpang dari ketetapan Al Qur’an, semua itu adalah manipulasi dari kaum Jahiliyah, untuk menghancurkan Pancasila !.
Sedangkan Rukun Islam yang Lima Perkara itu, adalah Rukun Syari’at !.
Karena Rukun Islam itu berstatus sunah rasul, guna menyatukan bani Ismail as. yang sedang berpecah belah pada saat itu !.
Rukun Islam tidak akan sanggup mempersatukan Bangsa-Bangsa diDunia, karena bersifat lokal dan milik kaum tertentu, maka lebih tepat dikategorikan sebagai Rukun Syari’at, karena tak akan sanggup membawa Perdamaian bagi Bangsa-Bangsa di Dunia !. “Setiap Agama mempunyai syari’at nya masing-masing, maka janganlah mempertentangkan masalah syari’at, namun hendak masing-masing kembali dan bersatu kepada TUHAN !”.
TUHAN Semesta Alam itu cuma Satu, meskipun sebutan dan nama yg diberikan manusia menurut bahasa kaumnya masing-masing, melebihi dari satu nama dan banyaknya Julukan, namun TUHAN Semesta Alam tetap Satu.
Jangan kamu tertipu oleh kaum yang tak mengerti dan suka berdusta !.
Jangan pula kamu terkecoh oleh perbedaan Bahasa, yang penting pengertian itu sama yaitu, Penguasa-Agung atau Raja-Agung Alam-Raya-Semesta, disebut pula dalam Kitab Weda dengan julukan WIWASWAN atau TUHAN Seribu Cahaya Matahari, itulah Rabbil alamiin atau Tuhan Semesta Alam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nabi Mohammad saw. pada saat peristiwa Isra Mi’raj, dimana sahabat bertanya pada Rasulullah saw. :
”Wahai Rasulullah saw. bagaimanakah wajah Rabbil alamiin, didalam peristiwa Isra Mi’raj yang telah Nabi saw. alami ?”.
Rasulullah menjawab.:”Tataplah cahaya Matahari, maka Rabbil alamiin adalah Seribu kali Cahaya Matahari !”.
Kaum Jahiliyah itu hanya ingin kaum nya saja yang diagungkan, dengan tidak hendak ber-iman pada Kitab-2 Suci sebelumnya, padahal sesungguhnya orang-2 dahulu telah mengetahui tentang Rabbil alamiin melalui Kitab-Kitab Suci nya, jauh sebelum peristiwa Isra Mi’raj Nabi Mohammad saw. terjadi !.
“Berimanlah pada Al Qur’an dan Kitab-Kitab Suci sebelumnya !”.
“Sesungguhnya Al Qur’an, tercantum pada Kitab-Kitab orang terdahulu !”.
Kamu tidak akan mengetahui hikmah yang terkandung didalam Al Qur’an secara baik dan benar, sebelum kamu mengetahui hikmah yang terkandung dalam Kitab-Kitab Suci sebelumnya !.
Kaum Jahiliyah itu mengatakan bahwa, Agama Islam adalah Agama terakhir, dan tidak akan ada Nabi dan Agama lain sesudah Agama Islam !.
Kalau Agama Islam adalah Agama terakhir, berarti mempunyai kaitan dengan Agama Pertengahan dan Agama Awal, jika Agama Islam berdiri sendiri, maka patutkah disebut Agama terakhir ?. Apakah yang telah ditampilkan kaum Jahiliyah itu, lebih pantas disebut Agama-Baru ?. Karena kaum Jahiliyah itu, telah memisahkan Agama Islam dari Agama-Agama lain sebelumnya dan bahkan memisahkannya dari Adat Awal Bumi yang dibawakan oleh Bapak Pertama umat Manusia, Nabi ADAM as. !.
Islam sudah dikenal, semenjak dahulu kala pada saat ke Nabian Adam as. Banyak lagi bukti-bukti didalam Al Qur’an, yang menegaskan Agama Islam & Al Qur’an mempunyai kaitan yang amat erat, terhadap Agama-Agama dan Kitab-Kitab Suci sebelumnya !.
“Kamu tidak dipandang ber-Agama sedikitpun, sebelum kamu menegakkan Zabur, Taurat, Injil & apa saja yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu ! “.
“Sesungguhnya tidak akan ada kekhawatiran barang sedikitpun, bagi kaum Yahudi, kaum Nasrani dan kaum Sabi’in (penyembah bintang-bintang), asalkan mereka beriman kepada Allah dan beriman pada Hari Kemudian ! “.
Cukup ber-iman pada Allah dan beriman pada Negeri Akhiraat, sudah dapat menjamin keselamatan sang Arwah !.
Allah yang dimaksud disini Pujaan yang berstatus Gaib, mengajarkan perbuan-perbuatan yang baik dan mulia, melarang perbuatan-perbuatan Jahat dan merusak !.Karena tidak ada asmaul husnah atau kata sifat, sesudah kata Pujaan, maka terdapat kebebasan dalam menentukan Pujaaan yang disembahnya.
Kaum Sabi’in, adalah kaum yang menyembah benda-benda Angkasa, atau dapat dikategorikan sebagai Aliran-Kepercayaan !.
Tidak perduli siapa Nabi dan Imam yang membawakannya, Agama & Aliran Kepercayaan tersebut, asalkan beriman pada Allah dan Hari Kemudian dijamin selamat Akhiraatnya, sepanjang tidak berbuat kejahatan dan kerusakan !.
Karena bukan masalah Adat, Aliran-Kepercayaan atau Agamanya yang akan di Adili, melainkan perbuatan baik dan buruk dari penganutnya, yang akan di ADILi, guna menentukan seseorang itu akan masuk Neraka atau Sorga !.
Sedangkan Adat, Aliran-Kepercayaan & Agama, akan dapat mengangkat derajad seseorang, apabila dipahami dan diamalkan secara Baik & Benar, dengan kata-lain, akan memperoleh jabatan atau kedudukan di Akhiraat, sesuai dengan keahlian yang dimilikinya, guna ikut serta dalam mengurus dan menata segala permasalahan didalam Alam-Raya-Semesta !.
Semua Adat, Aliran-Kepercayaan dan Agama, pasti terdapat ancaman siksa Neraka, bagi penganutnya yang melakukan kejahatan & kerusakan !.
Dengan demikian Adat, Aliran-Kepercayaan dan Agama, tidak menjamin seseorang atau pun sekelompok kaum pasti masuk Sorga !.
Sekali lagi, semua itu tergangtung dari PERBUATAN, penganutnya !.
Kaum Jahiliyah itu telah merusak, mengacau, mengadu domba, berdusta, menimbulkan permusuhan, peperangan & pertumpahan darah, terhadap bani ADAM as. dan bani IFRIT as. serta berbuat kerusakan terbesar di Akhir-Zaman terhadap ALAM, yang telah Kami ciptakan atas perintah TUHAN SemestaAlam !.
Patutkah kaum Jahiliyah itu, menjadi teladan bagi Dunia ?.
Patutkah kaum Jahiliyah itu, mengibarkan panji-panji perDamaian ?.
Dapatkah kaum Jahiliyah itu, menjadi teladan Dunia dan menciptakan perDAMAIan Dunia, dengan berDUSTA dan dengan keJahatannya ?.
Apakah mungkin, kebangkitan Islam di abad ke-XV Hijriah, ditegakkan dengan kekerasan, fitnah,dusta dan ditegakan dengan kejahatan ?.
Tidak dan sekali lagi tidak, karena kebangkitan Islam di abad ke-XV Hijriah, hanya dapat dibangkitkan dengan Akhlakul Karima !.
Kebangkitan ISLAM di-abad ke-XV. Hijriah, harus ditegakan dengan keMuliaan Akhlak, Budi pekerti-Luhur, diluar dari ketentuan itu adalah sia-sia dan Dusta !.
Kebangkitan ISLAM di Awal Abad-ke-XV. tidak akan dibangkitkan di Negara-Negara Timur-Tengah, dan tidak juga di Negara-Negara lain, melainkan dibangkitkan didaerah Zamrud-Katulistiwa-Bumi-Pancasila-Persadah-Nusantara-Indonesia !.
Itu adalah ketetapan TUHAN Semesta-Alam, jauh sebelum Indonesia ada !.
Itu adalah ketetapan TUHAN Semesta-Alam, jauh sebelum planet Bumi diadakan dan sebelum Langit Atmosfir Galaxi Matahari terbentuk !.
“Antara Alam-Raya-Semesta dan PANCASILA, membentuk Budaya terMulia yang pernah terjadi, dalam perjalanan Sejarah Alam-Raya-Semesta yg teramat panjang ini, pada demensi Peradaban seluruh Machluk penghuni garba “Brahmanda-Alam-Raya-Semesta” (B’ARS) di-Akhir-Zaman, yakni Zaman-Kali-Yuga, sebagai pertanda akan berakhirnya “Catur Yuga”, guna menyongsong datangnya “Pralaya” yakni, tibanya “KIAMAT-Pemusnahan-Kehidupan, terhadap semua yang berdomisili didalam Galaxi-Matahari !”.
“wa yaquuluuna mataa haadzal wa’du in kuntum shaadiqiin”.
Dan mereka berkata.:”Bilakah terjadinya janji ini (Hari-Berbangkit), jika kamu adalah orang-orang yang benar “.
“maa yanzhuruuna illaa shaihataw waahidatan ta’khudzuhum wa hum yakhish-shimuun”.
Mereka tidak menunggu, melainkan dengan satu teriakan saja, maka mereka akan binasa semuanya, tatkala mereka sedang bertengkar !.
“fa laa yustathii’uuna taushiyataw wa laa ilaa ahlihim yarji’uun”
Lalu mereka tak kuasa membuat satu wasiatpun dan tidak pula dapat kembali kepada keluarganya !.
Berbicara tentang Kiamat dan Hari Berbangkit, maka kebanyakan manusia tidak mempercayainya, kecuali orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan !.
Tetapi manakala Kiamat & Hari Berbangkit itu, telah menimpa mereka, meskipun mereka percaya sesudah kejadian itu, maka semua sudah terlambat, karena pintu gerbang taubat telah tertutup !.
Tahukah kamu, apakah yang dimaksud dengan “satu teriakkan saja” ?.
Jawabnya.: ”Itulah peristiwa terSOBEKnya Langit penahan Oksigeen yang menyelimuti Planet-BUMI, agar zat oksigeen itu tidak meninggalkan Bumi, dan agar zat oksigeen itu tidak berkeliaran ke Angkasa-Raya, yg akan berakibat binasanya semua kehidupan di Planet-BUMI. Maka bunyi sobekkan langit itulah yang dimaksud dengan “satu teriakkan saja” !”.
Hanya mereka yang mengetahui ilmu-Kimia, mengenal pentingnya”oksigeen” Mereka yang hanya bermodalkan “Iman”, & tidak memiliki “Ilmu-Pengetahuan”, hanya sekedar percaya, namun sama sekali tidak dipahaminya !.
Iman tanpa Ilmu-Pengetahuan, adalah iman yg membuta, menimbulkan sifat “Fanatik-Buta”, fanatik-buta menimbulkan egoisme dan kesombongan, yang berakibat temperamen arogan-nya muncul kepermukaan, dan membuat kerusakkan dan kejahatan dimana-mana, bahkan lebih berbahaya lagi, mereka membawa wabah penyakit yg amat cepat menular didalam masyarakat, lebih teramat berbahaya lagi, bila mereka dijadikan Pemimpin yang berkuasa di suatu Negeri, maka nantikanlah akan kehancuran Negeri itu !.
Demikian pula sebaliknya, Ilmu-Pengetahuan tanpa dikendalikan Iman yang baik & benar, niscaya akan terjadi hal serupa, dalam menuju kehancurannya !.
“Tetapi apakah mungkin manusia dirubah menjadi Malaikat ? “.
Itu mustahil akan terjadi !. Malaikat yang membimbing, Manusia mengikutinya, Malaikat mengajar dan Manusia sebagai muridnya, maka peristiwa ini dapat terjadi, namun tetap, Manusia bukanlah Malaikat !.
“Hidup sebagai manusia, tidak akan terluput dari dosa, oleh sebab itu manusia dipicu dan dituntut untuk berbuat amal kemuliaan sebanyak-banyaknya, karena selamat & tidaknya kehidupan di Akhiraat, ditentukan oleh Neraca Akhiraat, manakala neraca Dosa jauh lebih besar dari neraca Amal-Mulia, niscaya siksa derita Nerakalah yang diperoleh !.
Tetapi manakala neraca Dosa seimbang dengan neraca Amal-Mulia, maka kenikmatan sebagai penghuni Sorga-lah yang diperoleh !.
Namun manakala neraca Amal Mulia jauh lebih besar nilainya, daripada neraca Dosa, maka kebahagiaan sebagai Anggota Dewan Panitera Sorga yang perolehnya !.
Maka dari semua itu, tidak akan ada yang dapat menandingi, mereka yang memiliki keMuliaan Akhlak dan Ilmu-Pengetahuan yg luas !.
Sebab Mereka inilah yang akan diikut sertakan, dalam merancang bentuk dan tatanan yang jauh lebih baik dan jauh lebih canggih, manakala Alam-Raya-Semesta-Baru diadakan, setelah Kiamat-Pemusnahan Alam-Raya-Semesta-Lama yang kita tempati bersama ini berlalu, sebagai Anggota Staff TUHAN Semesta Alam, yang berkedudukan di ‘ARSY atau berkedudukkan di Alam BRAHMA !.
Sebab itu belajarlah senantiasa, guna dapat mengendalikan diri dari pengaruh yang jahat & segala nafsu yg kotor serta sanggup melenyapkan angkara murka didalam diri dan berbekallah ilmu-pengetahuan yg luas, sebelum sakaratul maut menjelang ajal !.
Jahiliyah adalah kebodohan, yang menggunakan Agama untuk memusuhi yang lain, menganggap dirinyalah yang paling benar dan yang paling sempurna, sedangkan diluar mereka, semuanya dianggap tidak benar dan tersesat, dengan menutup diri, tanpa berani beradu argumentasi guna mendapat rahmat bersama !.
Jahiliyah adalah kebodohan, tetapi mengaku dirinyalah yang paling pandai.
Mungkin ada benarnya yakni, pandai bersilat lidah, pandai menfitnah, pandai memutar balik fakta, pandai berdusta, pandai berbuat dosa dan pandai pula menciptakan dosa !.
Neraka dikiranya Sorga dan Sorga disangkanya Neraka !.
Mungkinkah kaum yang tak cinta Damai dan amalannya hanya mencari musuh, membuat kekacauan dan pertumpahan-darah, patut sebagai penghuni Sorga ?.
Allah subahana wa ta’alaa atau Allah Maha Suci & Maha Tinggi sebagai Penguasa Sorga, dengan demikian ada dua syarat penting yang harus dipenuhi, guna dapat mencapai Sorga yakni, ke-SUCI-an dan Derajad-Tinggi–disisi-Nya !.
Sorga dibawah telapak kaki Bunda Sitti Hawa rq. Atau Sorga dibawah telapak kaki Ibu-Pertama-Umat-Manusia, dan bukan pada telapak kaki ibu kandungmu !. Sebab tidak semua ibu pasti masuk Sorga, bahkan Neraka lebih banyak dihuni kaum wanita, jadi apabila ibu itu adalah ahli waris Neraka, maka patutkah ibu tersebut telapak kakinya berada di Sorga ?.
Yang jelas dan pasti, Ibu-Pertama-Umat-Manusia-lah yang sudah berada di Sorga !.
Dengan demikian, Sorga itu berada ditelapak kaki Bunda-Pertama-Umat-Manusia !.
Demikian pula dengan JIN, Sorga berada ditelapak kaki Bunda Nilalohita, atau Sorga bagi bangsa JIN, terletak ditelapak kaki Bunda-Pertama-umat-JIN !.
Sedangkan ibu kandung kita wajib dihormati, apapun yang akan terjadi dengan masalah Akhiraatnya nanti, karena ibu kandung adalah jembatan guna mencapai Pintu Gerbang Sorga, dalam batas-batas menghargai atas pengorbananya untuk melahirkan dan membesarkan-mu, dan tidak mentaati perintah-perintah dan ajaran-ajarannya yang tersesat !.
Namun harus bersikap lemah lembut dan dilarang bertindak kasar apalagi bertindak keras !.
Demikian pula, sikap sopan santun terhadap Ayah, juga terhadap orang lain, harus dijaga dan dipelihara !.
Bahasa menunjukkan Bangsa, watak kasar dan keras menunjukkan martabat dan perilaku yang sesat !.
PESAN. :
Manusia sebagai makhluk yang menyandang keKhalifahan dalam hidup, harus senantiasa berhati-hati. Gunakanlah ke-Pemimpin-an mu itu, untuk mencapai keMuliaan, dengan menolong orang lain yang membutuhkan, dan membawa manfaat baik bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain.
Hindarilah permusuhan terhadap siapapun, dengan memandang bahwa semua yang ada ini, termasuk Raga & Jiwa kita,bukan milik kita, melainkan milik Tuhan Sang Pencipta !.
Sadarlah bahwa, setiap ucapan, tindakan dan langkah kita, pasti akan di mintai pertanggungan-jawab, baik diDunia ini, terlebih-lebih diAkhiraat kelak.
Manusia dapat lolos dari pertanggungan-jawab dan tuntutan di Dunia, tetapi jangan mengira bahwa persoalan itu telah selesai, sebab segala apa yang terluput dari tuntutan Dunia ini, akan berlanjut di Akhiraat dan tidak ada satu perkarapun yg telah diperbuat manusia, dapat luput dari Pengadilan Akhiraat !.
Belajarlah dengan pengalaman hidup diri sendiri dan terhadap orang lain, dengan memetik hikmah yang baik dan bermanfaat !.
Adat, Aliran Kepercayaan dan Agama, adalah sistimatik pendidikan dari TUHAN kepada manusia dan Alam-Gaib yang sanggup memahaminya, semua mempunyai kaitan satu terhadap lainnya, juga berkait pula dengan Ilmu-Pengetahuan-Eksata-Ilmiah yg merupakan sunatullah, pelajarilah keseluruhannya, maka kamu akan lebih luas pengetahuanmu, dan akan lebih mengenal TUHAN secara Baik dan Benar !.
Apabila semua itu dipandang secara iqraa, sebagaimana kamu mempelajari Ilmu-Pengetahuan-Eksata, maka perbedaan bukan permasalahan, karena itu memang harus berbeda, sebagai misal, Ilmu Elektronika berbeda dengan Ilmu Ekonomi, beda pula dengan Ilmu Kimia dan seterusnya, namun perbedaan diantara aneka bidang Sunatullah ini, tidak akan menimbulkan permusuhan apalagi pertumpahan darah, bahkan bila terjadi titik temu dapat membawa rahmat dan manfaat yg jauh lebih luas, seperti Titik-Temu antara Ilmu Elektronika dengan Ilmu Ekonomi, menghasilkan alat Kalkulator,
Kompiuter, yang akan mempermudah & mempercepat tugas-tugas pekerjaan di Bidang Ilmu-Ekonomi,………..dst.
Maka demikian pula apabila semua penganut Adat, Aliran-Kepercayaan dan aneka Agama, memakai disiplin Sunatullah atau disiplin ilmu-pengetahuan, niscaya semua konflik tidak akan terjadi dan Negara tidak lagi disibukkan dengan masalah konflik yang tak kunjung selesai, yang menyebabkan urusan-urusan pembangunan dibidang lain terbengkalai. DAMAIlah !.
A M I I N

Enhanced by Zemanta
Post a Comment