Thursday, October 11, 2012

kitab akhir zaman 7

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Lailatul Qadar yang dikemukakan kaum Jahiliyah adalah DUSTA !.
Bagaimanakah umat yang tidak “rahmatan lil’alamiin” dan berhati kejam, sombong lagi mengatakan dirinya lebih mulia dari Malaikat, dapat mencapai Takwa ?.
Adalah sesuatu yang mustahil, bila rombongan Lailatul-Qadar berkenan mendatangi kaum Jahiliyah, yang suka berdusta itu !.
Delegasi Lailatul Qadar bila datang kepada umat, diawal Ramadhan, maka tanya jawab itu dapat berlangsung sampai 27 malam lamanya.
Maksudnya setiap malam terjadi tanya jawab, berlangsung dua sampai tiga jam saja, dan tidak akan lebih dari tiga jam !.
Tetapi jika datang 10 hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, biasanya tanya jawab berlangsung satu malam sampai tujuh malam saja !.
Lamanya tergantung dari luas dan tidaknya pengetahuan yang dimiliki umat yang dalam posisi Takwa, saat bulan suci Ramadhan berlangsung. Berbicara masalah Delegasi Ramadhan, maka itu menyangkut masalah tingkat demensi keimanan terhadap Gaib. Apakah umat tersebut sudah mencapai tingkat “ber-iman pada Malaikat” ?. Maksudnya, apakah umat tersebut, sudah dapat dipercaya oleh Malaikat dan Arwah Nabi ?.
Kalau belum dapat dipercaya oleh Malaikat dan Arwah Nabi, dalam delegasi Lailatul-Qadar tersebut, maka jangan harap mendapatkan malam penuh keMuliaan itu.
Banyaknya umat yang berpuasa, maka hanya lapar & dahaga yamg diperoleh.
Banyaknya umat yang berdoa, maka hanya sejengkal dari ubun-ubun kepalanya doa itu memancarkan gelombang getaran !. (tak mencapai Langit). Apakah penyebabnya ?.
Banyak factor penyebabnya, tetapi penyebab yang paling mendasar antara lain, karena semua itu dilakukan sekedar memenuhi kewajiban, tanpa memahami cara dan tidak memahami manfaat yang akan diperoleh, secara baik dan benar, sehingga tidak menimbulkan keikhlasan dalam pelaksanaannya.
“Puasa itu diperuntukan, bagi umat yang beriman, guna mencapai Takwa” Agar dikategorikan sebagai orang yang beriman, maka beramai-ramailah mereka berpuasa, atau hanya sekedar tradisi belaka ?.
Tetapi hendaknya, jangan pula dicelah bagi mereka yang tak sanggup menunaikannya, karena apalah gunanya bersusah payah melaksanakan ibadah puasa, kalau hanya sekedar lapar dan dahaga yang diperolehnya !.
Dan jangan pula memaksa dengan menutup kedai makanan & minuman, dgn alasan mengganggu orang berpuasa sebab makin berat cobaan bagi mereka yang berpuasa, makin tinggi pula nilainya, bila dapat mengatasinya.
Lagi pula untuk mencapai Takwa, bukan hanya dicapai dengan menjalankan ibadah puasa saja,dapat juga Takwa dicapai melalui sunatullah yaitu melalui disiplin ilmu-pengetahuan !.
Puasa diperuntukkan bagi umat yang ber-iman, dan jelas tidak ada paksaan bagi umat yang baru “belajar beriman” !.
Setiap Agama, Adat dan Aliran Kepercayaan, mempunyai pula ibadah puasa nya masing-masing, yang berbeda syari’at atau beda cara pelaksanaannya & berbeda pula waktu pelaksanaannya !. Tetapi sama tujuannya yakni, untuk mencapai Takwa !.
“ Maka saling menghomat satu terhadap lainnya, akan dapat mencegah dari perbuatan keji dan merusak ! “.
“ Hormatilah orang lain, jika kamu ingin dihormati ! “.
“ Bertindaklah, sebagaimana perbedaan dalam Dunia Ilmu Pengetahuan yang masing-masing perbedaan disiplin Ilmu, membawa manfaat bagi semuanya ! “.
“ Jadikanlah perbedaan dalam kemajemukkan itu suatu yang indah, tidak membosankan & membawa manfaat bagi semuanya didalam Damai ! “.
“ BHINEKA TUNGGAL IKA “
Bukankah itu semua tercantum dalam Kitab-Kitab Sucimu masing-masing !.
“ Selamatkan, damaikan, merdekakan, bahagiakan & bebas deritakanlah sejati nan abadi, Alam Raya Semesta dengan segala isinya, menuju kepada kesempurnaan, didalam mengabdi padaMu, yaa Maha PURUSA Maha tak terjangkau Awal dan Maha PURUSA Maha tak terjangkau tempat berAkhirnya segala yang ada, Amiin ! “.
Mengapa Lailatul Qadar, amat sulit persyaratannya, dengan kata lain Lailatul Qadar hanya dinikmati oleh orang-orang suci belaka !. Padahal jika ditinjau dan dinilai dari segi kegunaannya, alangkah lebih baik apabila Lailatul Qadar lebih difokuskan kepada mereka yang tersesat, agar dapat mengurangi jumlah kejahatan, kenapa justru umat yang telah baik dan mulia akhlaknya yang mendapatkannya ?.
Jawabnya . :
“ Lailatul Qadar difokuskan turun kepada umat yang suci, dengan syarat yang amat sulit, adalah permintaan beberapa Nabi, sedang para Nabi lainnya hanya menerima apa adanya, tanpa pernah mengusulkan sesuatu.
Mereka kawatir, jika usulan mereka keliru dan berakibat buruk, sehingga harus dipertanggung jawabkan dikemudian hari ! “.
Sikap monopoli dengan melirik keberuntungan pahala Seribu Bulan, sudah ter-tampak akibat buruknya bagi umat di Akhir Zaman ini. Lalu siapakah yang harus bertanggung-jawab, terhadap keburukkan ini ?.
Seandainya, Lailatul Qadar itu datang kepada kaum yang tersesat. kemudian para Malaikat dan Arwah para Nabi melakukan pemeriksaan terhadap harta benda dan semua yang dimiliki oleh kaum tersesat itu, dengan memberikan peringatan-peringatan yang keras, niscaya tindakan-tindakan kriminalitas di Bumi, baik di Alam Gaib maupun di Alam Nyata Manusia akan menurun secara draktis, meskipun tidak menjamin bahwa kriminalitas akan terhapus semuanya !.
Peristiwa Lailatul Qadar, bukan saja terjadi di Alam Fana Manusia, tetapi terjadi pula di Alam Gaib, bahkan Alam-Gaib mengalami terlebih dahulu peristiwa itu ketimbang Alam Nyata Manusia, namun amat disayangkan hanya beberapa umat saja, yang dapat mengalaminya, sedangkan yang lain hanya sekedar mendengarkan kisah.
Delegasi Lailatul Qadar, turun ke Bumi pada setiap Negara & Bangsa-Bangsa di Dunia Gaib maupun Nyata, meliputi Bangsa Khewaniah & tetumbuhan, Makhluk-Makhluk yang tidak memikul amanah (Alam), Bangsa Jin, Arwah, siluman, dst. Juga di Langit Alam “Maya-Pada”, meliputi pula semua Adat, Aliran-Aliran Kepercayaan dan aneka Agama, meskipun berbeda penampilan dan permasalahan yang ditanyakan, tetapi sesungguhnya merupakan tugas-tahunan, guna memeriksa secara langsung situasi & kondisi yang sedang terjadi, diseluruh penjuru Alam Raya Semesta, guna dilaporkan & memberikan masukkan (input) kepada Staf TUHAN Semesta Alam, dst.
“ Tidak sehelai daun-pun yang gugur kemuka Bumi, dapat terluput dari catatan dan rekaman para Malaikat ! “.
Meskipun sedemikian telitinya para Malaikat mencatat & merekam, semua peristiwa yang terjadi didalam Alam Raya Semesta, tetapi masih terdapat makhluk yang menyangkal, terhadap yang telah diperbuatnya, bahkan menuduh semua itu adalah rekayasa belaka !.
Itulah makhluk-makhluk yang tidak jujur, tidak pernah mengakui kesalahannya
meskipun bukti dan fakta telah ditampakkan.
“ Mungkinkah mereka dapat bertahan, membela diri dalam Dusta ? “.
“ Dapatkah mereka membela diri, didalam kePALSUan ? “.
Tidak satu machluk pun sanggup menahan derita, didalam lautan Dusta !.
Dan tidak satu makhluk pun, yang sanggup menahan derita, didalam samudra kePalsuan !.
“Salah katakan salah, yang benar katakan benar, meskipun itu pahit bagimu”.
Karena umumnya obat itu pahit rasanya, sedangkan kenikmatan lebih banyak membawa malapetaka bagimu !.
Bersusah payah lah terlebih dahulu, dan bersenang-senang lah dari hasil jerih payahmu sesudahnya !. Karena Sorga selalu diatas Neraka !.
Lintasilah Neraka terlebih dahulu, jika ingin mencapai Sorga !.
Demikian pula yang benar, selalu dibalik kesalahan !.
Manusia akan mengetahui yang benar, setelah mempelajari dari yang salah. Tanpa kesalahan, maka bobot kebenaran tak dapat ditimbang !.
Dengan demikian kesalahan, dapat dipakai sebagai standrat untuk mengukur nilai dan tingkat kebenaran !.
Tetapi jangan mengulangi kesalahan, sebab itu adalah kebodohan !.
Belajarlah tentang keBenaran, dengan mempelajari kesalahan orang lain & Sejarah masa lampau, agar resiko dan pengorbanan dapat ditekan sekecil mungkin, juga untuk menghemat waktu !.
Hidup selalu berhadapan dengan tindakkan Salah atau Benar, keKurangan, keCukupan dan keLebihan, Puas atau tidak memuaskan, gagal & sukses, Senang & Susah, Bahagia & Derita, Lemah & Kuat, yang silih berganti, dimana semua yang terjadi dan telah dirasakan itu, harus diakhiri dengan keMatian !.
Maka merugilah mereka yang hidup didalam Ragu dan kebingungan, karena Putus-asa akan datang kemudian !.
Beruntunglah orang-orang yang menerima semua itu sebagai mata pelajaran yang amat berguna, karena dibalik semua itu tersembunyi Ilmu Pengetahuan dan pengalaman yang amat berharga !.
“ Hidup adalah iqraa, diadakannya keHidupan adalah untuk Belajar dan untuk saling mengenal, guna mencapai kesempurnaan Ilmu Pengetahuan, Budi pekerti yang Luhur dan keBenaran yang Sejati ! “.
“ Merugilah, bagi mereka yang kehidupannya dipenuhi, iri-hati, dengki, culas, aniaya, menyia-nyiakan waktu, dusta,menipu, kepalsuan, kesalahan yang disengaja, kejahatan, ragu-ragu, kebodohan, kemalasan, hanya sekedar mengejar kenikmatan & keberuntungan-semu, fitnah, kecerobohan, tergesa-gesa, teledor, kesedihan, apalagi pembunuhan atau suka pada Pertumpahan-Darah ! “.
“ Beruntung dan berbahagialah mereka yg tidak memiliki satu musuhpun, dalam kehidupannya, banyak berbuat berbuat amalan-amalan mulia dan tidak pernah berprasangka buruk terhadap TUHAN ! “.
“ Memusuhi apapun, apalagi menganiaya dan membunuhnya, maka anda akan berhadapan dengan Sang Pencipta, guna dimintai pertanggungan-jawab atas segala yang telah anda lakukan ! “.
“ Sebab itu, bawalah jiwa & raga ini pada tempat-tempat yang mulia, hindari segala perbuatan Dosa, agar binatang dan tumbuh-tumbuhan, yang kamu bunuh dan dijadikan santapan, yang telah menjadi darah dagingmu, tidak menuntut dikemudian hari !. Jika Binatang & Tumbuh-Tumbuhan itu menuntut, maka timbullah aneka penyakit pada Tubuh Jasmani, dan akan terkena siksa-derita di Akhiraat, setelah selesai menjalani hidup sebagai manusia ! “.
“ Hidup sebagai Manusia di Alam Nyata, teramat singkat dibandingkan kehidupan yang teramat panjang di Akhiraat, namun kehidupan yang teramat singkat ini,menentukan baik, buruknya kehidupan yang teramat panjang itu ! “.
“ TUHAN tidak akan kamu dapatkan melalui Pancaindera, namun Akal Sehat Ilmiahmu sanggup membuktikan keberadaan TUHAN, karena itu hormati dan hargailah Karunia ALLAH terbesar bagi kehidupan ini yakni, Akal Sehat Ilmiah, dan jangan kamu mengikuti kaum Jahiliyah yang suka merendahkan Akal Sehat, karena menghinakan Karunia Allah, sama artinya menghinakan Tuhan Sang Pencipta ! “.
“ Maka beranikah kamu mempertanggung jawabkannya ? “.
“ Se-buruk-2nya binatang disisi Allah, adalah mereka yang tidak sering menggunakan Akal Sehatnya ! “.
“TUHAN akan lebih dikenal makhluk, saat makhluk itu tidak berdaya & dalam ketakutan serta deritanya yang teramat sangat !”.
“Maka adalah lebih jelas kamu melihat TUHAN didalam deritamu, daripada melihat TUHAN didalam kejayaan dan kemegahan mu, karena itu hargailah segala apapun yang terjadi dalam kehidupan ini, karena semua yang terjadi dan yang kamu alami, mempunyai hikmah ilmu pengetahuan, jika kamu mengetahui ! “.
“Jika TUHAN dapat terjangkau oleh Pancaindera-mu, maka dimanakah sifat Maha Gaib NYA ?”.
“Yang Maha-Gaib hanya dapat diketahui melalui jalur kegaiban, maka jalur kegaiban yg terbaik adalah melalui Akal-Sehat-Ilmiah, guna mengetahui tentang TUHAN secara baik dan benar ! “.
Kaum Jahiliyah itu mengatakan bahwa, dgn mengucap Tauhid, machluk dipastikan masuk Sorga ?… !. karena itu, kaum Jahiliyah berani berbuat kejahatan apapun juga, karena mengira dirinya pasti masuk Sorga !.
Katakanlah kepada mereka. :”Dengan hanya mengucap kalimat Tauhid saat menjelang ajal tiba, tidak akan dapat memasuki Sorga, jika tidak di-sertai amalan-amalan Mulia semasa hidupnya terdahulu, kalaupun dapat mencapai Sorga, maka hanya sehari di Sorga dan kekal didalam Neraka ! “.
“Adalah lebih baik tidak merasakan kenikmatan Sorga terlebih dahulu, kemudian harus menerima siksa Neraka, karena derita itu makin berat dirasakan !. Ibarat orang yang kaya raya tiba-tiba jatuh miskin, ia akan merasakan pukulan derita yang amat berat, ketimbang orang yang sudah terbiasa hidup dalam kemiskinannya !”.
“Sebab itu, hidup dalam kesederhanaan meskipun melimpah kekayaan, jauh lebih baik, daripada memanjakan hidup dalam kemewahan !”.
“ Mereka yang bijaksana,tidak terghoyahkan primsip ke-benar-annya, meskipun kekayaan melimpah ruah, mengalir dan menenggelamkan”.
“ Ibarat samudra, meskipun beribu-ribu air sungai membanjirinya, tetapi samudera tak akan pernah menjadi tawar, ia tetap asin rasanya “.
“ Mereka yang bijaksana, memandang batu dan emas adalah sama, karena mereka menyadari bahwa semua yang ada ini bukan miliknya, melainkan barang titipan yang dikuasakan untuk sementara, dan akan dimintai tanggung jawab setelah hari pengembalian itu tiba ! “.
“ Sesungguhnya tidak ada satupun barang dapat menghilang, melainkan hanya sekedar berpindah tempat & berpindah penanggung jawabnya”.
“ Bila harta-benda itu menyukaimu, maka tidak ada seorangpun dapat mengambilnya, tetapi jika harta benda itu membencimu, niscaya ia akan melarikan diri darimu, dan waspadalah jika harta benda itu memusuhimu, maka ia akan mencelakaimu ! “.
“ Jangan mencintai sesuatu yang tidak kekal secara berlebihan, sebab itu akan membuat mu dalam derita manakala perpisahan harus terjadi !”.
“ Bingung, gelisah, takut, panik dan sikap apapun yang akan tampil, maka permasalahan dan bahaya tak akan berubah, bila itu sudah merupakan takdir dalam goretan nasib, tetapi sikap tenang akan menimbulkan tindakan bijaksana, dengan sikap bijaksana permasalahan dapat diselesaikan dengan baik & bahaya dapat dihindari, sekiranya itu harus dilalui dengan kematian, maka kamu akan wafat dalam kedamaian ! “.
“ Janganlah kamu malu dan takut dengan kemiskinanmu, tetapi malu & takutlah akan perbuatan dosa, karena bukan kemiskinan yang akan terkena siksa Neraka, tetapi perbuatan dosalah yang dapat membawamu kedalam siksa Neraka !”.
“ Memang kemiskinan cenderung menyeret manusia dalam tindakan kriminal, tetapi lebih baik mati kelaparan daripada mati karena mencuri “.
“Semiskin-miskinnya manusia masih dapat beramal yaitu, mendoakan kaum fakir miskin yang berada di Alam Gaib, agar Malaikat dengan seizin Allah berkenan memberikan rejeki pada mereka yang membutuhkan dan patut menerimanya !“.
“ Sungguh amat mulia manusia seperti ini, karena didalam kesusahan dan kemiskinannya, ia masih berkenan memikirkan adanya kaum yang jauh lebih miskin dan jauh lebih menderita dari dirinya sendiri ! “.
“ Gunakanlah ke-Khalifah-an mu dalam amalan mulia sebanyak-banyaknya, sebab kaum miskin pun, dapat menjadi kaya-raya di Akhiraat ! “.
“ Manusia itu sesungguhnya kaya, dan tidak ada yg miskin, jika ia mengetahui cara mengamalkannya ! “. (dalam pandangan Gaib).
Setiap hendak menikmati rejeki Allah niatkan lah . :
“ Wahai Tuhan kami, berikanlah kenikmatan rejeki ini, juga bagi mereka yang patut menerimanya ! “.
Dengan demikian, kamu telah mengeluarkan sedekah gaib, dari rejeki Alam Nyata yang kamu peroleh.
“ Wahai TUHAN kami,berikanlah kenikmatan Sorga, kepada semua yang telah berkorban, demi kelangsungan hidup Manusia ! “.
Doa Salawat ini akan mengurangi, bahkan menghindari dari tuntutan Hewaniah, Tetumbuhan dan rejeki lain, yang telah menjadi dan membentuk Raga jasmani serta telah berkorban, demi kenikmatan manusia ! “.
“ Wahai TUHAN Penguasa Zat Kalpataru ( zat Al Kautsar), limpahkanlah menurut kadar masing-masingnya, akan Zat Al Kautsar (zat Kalpataru) kepada semua makhluk yang tidak memikul amanah (Alam) dan kepada siapa saja yang TUHAN kehendaki ! “.
Ini dapat mengurangi dan menghindari tuntutan yang datang dari Alam, bahkan dapat terhindar dari bencana Alam dan Kecelakaan .
Mereka yang patut menerimanya .:
Mempunyai pengertian yang teramat luas, dalam koridor “Rahmatan lilalamiin” atau “Kasih bagi Alam Raya Semesta dengan segala isinya”.
Sekiranya Bangsa ini senantiasa dan sering berdoa selawat dalam koridor
“Kasih bagi Alam Raya Semesta dgn segala isinya”, maka laknat & kutukan Durhaka, secara bertahap namun pasti, akan terhapus !.
Dan ketenangan di Alam Gaib, dari Langit sampai ke Planet Bumi, membawa pengaruh yang amat besar terhadap Bangsa ini, dalam ikut menikmati keDamaian, kesejahteraan, kemakmuran, keamanan dan hal-hal positip lainnya !.
PERHATIAN . :
Utama nya kami sebagai manusia, berselawatlah bagi Bapak & Bunda pertama umat Manusia dan umat JIN, kepada semua Rasullah, para Nabi, sekalian Malaikat, Makhluk-Makhluk Suci-Mulia dan bagi Mereka yang berjasa dalam Penemuan-penemuannya, yang membawa kemajuan nan bermanfaat bagi kehidupan dan perAdaban umat Manusia !.
Dan jangan berdoa selawat hanya pada seorang Nabi, pada satu kaum tertentu, dengan merendahkan Kaum dan Nabi yang lain, apalagi mengabaikan jasa-jasa Leluhur sendiri, seperti yang dilakukan Kaum Jahiliyah. Sebab perbuatan semacam itu bukan Rahmatan lil alamiin, melainkan lebih patut dikategorikan sebagai Rahmatan lil Jahiliyah !.
Sedangkan kamu diperintahkan menegakkan “Rahmatan lil’alamiin”, dan bukan Rahmatan lil Jahiliyah !. (bukan Kasih bagi kaum Jahiliyah !).
“ Sesungguhnya keMerdekaan adalah milik semua Bangsa, maka segala bentuk Penjajahan dimuka Bumi, harus dihapuskan ! “.
Kaum Jahiliyah itu telah menjajah Kitab-Suci nya sendiri, dengan melarang kaum cendikiawan independent, untuk menggali apa yang terkandung dalam Kitab-Suci, guna mendapatkan hikmah Ilmu-Pengetahuan dan tentang keBenaran, karena kaum Jahiliyah itu kawatir diketahui perbuatannya yang telah memanipulasi atau telah melakukan kecurangan, terhadap tafsir Kitab-Suci nya, demi kepentingan dan keuntungan kaum Jahiliyah.
Banyak hal yang telah dimanipulasi oleh Kaum Jahiliyah, terhadap Wahyu-Wahyu Allah didalam Kitab-Suci, demi kepentingan dan keuntungan pribadi kaum Jahiliyah belaka, coba perhatikan . : “ Wahyu Allah yang bernada teguran terhadap kaum Jahiliyah, tafsirnya mereka rubah sedemikian rupa, sehingga tertampak seolah-olah Wahyu Allah yg bernada teguran bukan ditujuhkan pada kaum Jahiliyah, tetapi ditujuhkan kepada kaum lain, terutama yang sering dikambing hitamkan adalah bani Ishak as. !.
Dan sebaliknya Wahyu Allah yang bernada memuji suatu Kaum, dirubah sedemikian rupa, seolah-olah kaum Jahiliyah lah yang dipuji ! “.
Apakah perlu Kami buktikan kebathilan atau kepalsuan yang telah di perbuat oleh kaum Jahiliyah tersebut ?.
Bukan ISMAIL as tetapi ISHAK as . :
Didalam Injil maupun di dalam Al Qur’an, peristiwa Nabi Ibrahim as. akan menyembelih putranya, jelas-jelas disebutkan Nabi ISHAK as yang beribu kandung Sitti Zarah (isteri pertama Nabi Ibrahim as. Berkebangsaan Yahudi) !.
Fakta Sejarah juga membuktikan ke-benar-an itu, karena semenjak bayi Nabi Ismail as. yang ber-ibu kandung Sitti Hajar (isteri kedua Nabi Ibrahim as. berkebangsaan Arab Mesir) sudah berpisah dari Ayahnya.
Atas perintah ayahnya yakni Nabi Ibrahim as. putranya yang bernama ISHAK disuruh mencari saudaranya di Mesir yakni ISMAIL, pada saat itu ISHAK telah berusia 25 tahun, kakak tirinya ISMAIL berusia 26 thn. Nabi ISMAIL as. berpisah dengan ayahnya Nabi Ibrahim as. dari semenjak bayi dan berkumpul kembali dengan ayahnya, pada usia 26 tahun, sedangkan peristiwa akan disembelih Putra Nabi Ibrahim as. pada saat putranya ber usia 11 tahun.
Jelas pada usia 11 tahun, hanyalah ISHAK yang bersama ayahnya Nabi Ibrahim as., sedangkan ISMAIL tidak bersama ayahnya, dan berada di Mesir bersama ibunya Sitti Hajar !.
Kaum Jahiliyah sengaja memutar balik Wahyu & fakta sejarah, karena Nabi ISMAIL as.berkebangsaan Arab-Mesir, sedangkan Nabi ISHAK as. berkebangsaan Yahudi, yakni bangsa yang amat dibenci dan dimusuhi oleh kaum Jahiliyah adalah Bangsa Yahudi & Israel !.
Maka “Maha Benar ALLAH dengan segala Firman NYA ! “.
Yakinlah akan Firman-Firman Allah yang tercantum dalam Wahyu Al Qur’an, dan diperkuat oleh Kitab-Injil dan fakta Sejarah !.
Dan jangan mengikuti Dusta yang telah diperbuat oleh kaum Jahiliyah !.
Yang amat mengheran, mengapa Dusta kaum Jahiliyah itu dapat bertahan hampir seribu lima ratus tahun lamanya ?.
Boleh jadi, meskipun semua bukti dan fakta telah Kami kemukakan, masih ada umat yang lebih percaya pada Dusta kaum Jahiliyah, daripada mengikuti keBenaran Firman-Firman Allah !.
Inilah penyebabnya,s ehingga kaum Jahiliyah itu melarang kamu membaca apalagi meng-iman-i Kitab Injil dan Kitab-Kitab Suci lainnya, pada hal Allah menyuruh kita beriman pada Al Qur’an & Kitab-Kitab Suci sebelumnya, yang tercantum dalam “Rukun Iman”, karena jelaslah, kebohongan kaum Jahiliyah itu akan terbongkar, jika umat ber-iman pula pada Kitab-Kitab Suci yg lain !.
Memang disadari bahwa, pada Kitab-Kitab Suci yang lain ada juga yang dimanipulasi oleh manusia tertentu, tapi tidak semuanya dirubah, maka dengan memakai Al Qur’an sebagai Al Furqaan, akan dapat diketahui, mana yang benar dan mana yang salah, mana yang dirubah dan mana pula yang masih asli, diketahui pula mana yang di tambahkan dan mana pula yang dikurangi, maka kita dapat ikuti ajaran-ajaran yang baik & mulia, benar, ilmiah, rasional, bermanfaat dan asli serta hal-hal positip lainnya !.
Jangan memakai theori kaum Jahiliyah yakni, ”karena nila setitik, rusaklah susu sebelanga !”. Tetapi sebagai manusia harus belajar, cara memisahkan nila dari susu, jangan menyerah begitu saja !. Agar kamu tidak merugi dan mendapat celaka dikemudian hari !.

Enhanced by Zemanta
Post a Comment