Thursday, October 11, 2012

kitab akhir zaman 6

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

PANCASILA akan membawa semua Adat & Kepercayaan, kepada “Adat Awal Bumi”, guna menjaga, melindungi dan memelihara semua hak asasi makhluk-makhluk penghuni Bumi, termasuk Alam Lingkungan, baik di Alam Gaib maupun di Alam Nyata Manusia !.
PANCASILA melindungi semua Agama, dari kekotoran dan kekejiannya yang disalah artikan dan disalah gunakan oleh manusia dan masyarakat gaib, agar kembali kepada kemurnian Agama, yang mengajarkan perbuatan-perbuatan baik, sopan santun, tertib, berbudi luhur, damai, selamat dan hal-hal positip lainnya,yang membawa manfaat bagi semua !.
PANCASILA memepersatukan semua perbedaan, permusuhan didalam Damai, guna kepentingan pembangunan-kemajuan Bangsa & Negara.
Sebagaimana perbedaan didalam Dunia Ilmu Pengetahuan, akan membawa manfaat, sebagai contoh.: Ilmu Kimia berbeda dengan ilmu Electronika, berbeda pula dengan ilmu Botani, Zoologi, Astronomi, ilmu Ekonomi, ilmu Antropologi, dsb, tetapi boleh saja terjadi penggabungan diantara berbagai disiplin Ilmu Pengetahuan tersebut, guna mencapai suatu tujuan yang amat bermanfaat !.
Demikian pula perbedaan-perbedaan yang terjadi antar Agama, Adat dan Aliran Kepercayaan, janganlah dijadikan permusuhan yang dapat menimbulkan tindakan-tindakan Keji dan Pembunuhan !.
Sekiranya semua perbedaan itu diselesaikan secara Sunatullah atau secara disiplin Ilmu-Pengetahuan, niscaya tindakan-tindakan Keji apalagi Pembunuhan tidak akan terjadi !.
Timbulnya Kejahatan, dan Pertumpahan-Darah, karena semua itu ditampilkan dengan sistem taklik atau dogmatisme, keyakinan semacam ini, mematikan akal sehat, sehingga sikap “Fanatik Buta” yang berlebih-lebihan, mengantar pada tindakan-tindakan kriminalitas sampai tindakan Pembunuhan yang teramat Keji,dan seolah-olah itu dibenarkan oleh ajaran-ajaran Agama !.
Perbedaan mengeluarkan pendapat didalam Negara demokrasi adalah sesuatu yang wajar, tetapi bukan seenaknya saja orang bebas mengeluarkan pendapat, terutama pendapat-pendapat yang dapat menimbulkan kejahatan apalagi yang dapat berakibat terjadinya pembunuhan yang amat keji !.
Perbedaan yang membawa rahmat bagi semua, perbedaan yang membawa perdamaian yang lebih kompleks, perbedaan yang mengarah pada kemajuan yang lebih baik, perbedaan yang mengarah pada kesempurnaan melebihi dari kesempurnaan yang telah ada !. dst. Inilah PANCASILA.
PANCASILA adalah RUKUN-IMAN yang RAHMATAN LIL’ALAMIIN.
Sekali lagi, bukan Rukun-Iman atau Rahmatan lil’alamiin seperti yang digambarkan dan didefinisikan oleh kaum Jahiliyah !.
Sebab yang diajarkan oleh kaum Jahiliyah, adalah Rukun-Iman dan Rahmatan lil ‘alamiin, hanya untuk kepentingan dan keuntungan kelompok mereka sendiri, dengan menindas dan menjajah kelompok lain !.(9-97).
Kaum Jahiliyah itu telah menjajah Kitab—Suci nya, seolah-olah semua itu hanya miliknya dan menjadi monopoli mereka, kemudian mereka suka merubah-rubah isi dan makna WAHYU, demi kepentingan dan keuntungan mereka belaka, wahyu yang demikian mulia dan Pengasih-Penyayang, dirubah menjadi perbuatan yang amat Keji, merusak Bumi dan perilaku kotor !.
Kaum Jahiliyah itu, melarang Bangsa-Bangsa lain diluar kelompok mereka, untuk menggali isi Kitab-Sucinya, karena mereka kawatir jika Bangsa lain yang menggalinya, niscaya akan terbongkar dan ter-tampak jelas DUSTA, yang telah dilakukakannya !.
Mereka mengatakan padamu bahwa, di SORGA hanya bahasa Arab yang dipakai, jadi bagi siapa saja yang tak tahu bahasa Arab, tidak diperkenankan masuk Sorga !.
Katakanlah pada kaum Jahiliyah itu.:” Itu adalah Sorga bagi Bangsa Arab dan bukan Sorga ku !. Itu adalah Sorga Leluhur Bangsa Arab dan bukan Sorga Leluhurku !. Sorga ku menerima semuanya, kecuali kaum yang Jahat yang tidak suka menolong orang lain, suka menyombongkan diri dan suka berdusta, yang tidak diperkenankan memasuki Sorga ku !.
Itu adalah strategi kaum Jahiliyah, untuk menjajah Dunia !.
Mereka tidak dapat menerima ke Majemuk an, karena yang mereka inginkan agar semua Bangsa-Bangsa di Dunia tunduk dan mengikuti kemauan nya !.
Bagaimanakah jadinya, jika faham-faham Jahiliyah itu kamu biarkan merajalela didalam Negaramu yang Demokratis ?.
Partai Komunis yang sama Jahiliyahnya, dan tidak dapat menerima ke-majemuk-kan berani kamu tumpas habis sampai keakar-akarnya, tetapi mengapakah kaum Jahiliyah yang lain, kamu takut menumpasnya & kamu biarkan merajalela didalam Negara mu ?.
Tidak sadarkah kamu, akan tindakan kejahatan yang merusak Bangsa dan Tanah-Air mu, yang telah jelas-jelas dilakukannya oleh kaum Jahiliyah tsb ?.
Lalu dengan Bukti apalagi, harus Kami jelaskan kepadamu, agar kamu sadar, bahwa kaum Jahiliyah itu telah menipu Bangsa mu, dengan janji-janji Pahala dan janji-janji Sorga, melalui perbuatan kotor dan teramat Keji ?.
Dapatkah orang masuk Sorga, melalui perbuatan Kotor dan Keji ?.
Renungkan, dan selamatkanlah Bangsa & Negara mu, dari Kaum Jahiliyah.
Tidak sadarkah kamu peringatan yang Kami isyaratkan, melalui musibah Bencana-Alam, coba perhatikan dan renungkan tentang tanda-tanda Peringatan itu, sekiranya kaum Jahiliyah itu orang-orang yang benar, mengapakah Bencana Alam Tsunami, harus menimpa Serambi-Mekkah ?.
Mengapakah bukannya Pulau-Bali, yang harus Allah, timpakan bencana ?.
Bom Bali satu dan bom Bali kedua adalah buatan kaum Jahiliyah, dimana
kaum Jahiliyah yang terlibat, harus mempertanggung jawabkannya, dengan siksa yang amat pedih di Dunia dan di Akhiraat !.
Pada saat peristiwa pembunuhan massal terhadap orang-orang yang tak berdosa, dengan meledaknya bom bunuh diri di Pulau Bali, yang menodai Sejarah tanah-air, yang menggores Lahul-Mahfuz, Bangsa ini tidak secara Aklamasi mengutuki perbuatan amat keji kaum Jahiliyah, kenapa, coba pikirkan ?.
Tahukah kamu siapakah yang telah menciptakan umat Manusia, termasuk Sang Pencipta kaum Jahiliyah ?.
Maka demikianlah kamu akan, mendapatkan ganjaran siksa Neraka dari Tuhan Sang Pencipta umat Manusia dan jangan kamu mengira Sorga tempat bagi kaum Pembunuh yang amat keji !.
Berperanglah sebagaimana Nabi-mu berperang !.
Nabi tidak pernah menyerang, kalau tidak diserang . Perang para Nabi adalah perang dalam rangka membela diri, dari ancaman pembunuhan oleh pihak musuh, yang secara jelas diketahui dan bukan hanya sekedar asumsi, yg diragukan !.
“ Tinggalkanlah segala sesuatu yang meragukan dan tidak jelas ! “.
Janganlah kamu merasa ngeri dan takut pada kaum Penjahat, justru semua kejahatan di Bumi wajib dimusnahkan !. Dan jangan pula rasa takut-mu, kemudian kamu memihak pada kaum Penjahat itu !.
Bila kamu takut, berdoa dan bermohonlah pada Allah, agar Penjahat-Penjahat itu dimusnahkan dari Bumi, karena doa-doa orang yang teraniaya, amat makbul adanya, tetapi jangan kamu mengikuti kemauan mereka !.
“ Kecelakaan yang besarlah, bagi kaum yang munafik !”.
“ Mungkinkah berIman dan ber Takwa pada Allah, dibangun melalui Pertumpahan-Darah ?. Dan tidak dibangun melalui keSabaran, dan keMuliaan akhlak ? “.
“ Para Nabi diadakan, untuk membina pada keMuliaan Akhlak, bukan untuk membina kejahatan dan kekacauan ! “.
“ Memakai lambang DAMAI, tetapi sama sekali kaum Jahiliyash itu tidak Menyukai PERDAMAIAN ! “.
“ Tidak sadarkah kamu bahwa, mereka telah berDUSTA ? “.
“ Lalu dengan apalagi Kami harus sadarkan kamu ? “.
PANCASILA menerima segala bentuk pemujaan,dan penyembahan pada TUHAN, meskipun hanya dengan seteguk air, asalkan disertai dengan niat dan perbuatan yang Baik !.
Tetapi TUHAN tidak akan menerima, pemujaan dan penyembahan dari mereka yang berhati Kejam !.
TUHAN tidak pernah membebani makhluk, dengan beban yang tak sanggup dipikulnya, karena berSABAR, berbuat BAIK, memberi nafkah diri, keluarga apalagi memberi nafkah pada orang lain, bahkan hanya memberi senyum pada orang lain, itu sudah termasuk ibadah !.
Menuntut Ilmu-Pengetahuan dan Teknologi, yang membawa manfaat bagi diri dan berguna bagi banyak orang, juga ibadah !.
Membersihkan segala yang kotor, menjaga, memelihara Tanaman dan Binatang, menolong orang lain, memelihara kesehatan dan memberantas kejahatan, serta membasmi kaum perusak, juga disebut ibadah !.
Melindungi, menjaga,memelihara dan melestarikan Alam-Lingkungan, adalah ibadah, sebab Alam lingkungan yang terawat dengan baik & benar, akan terlihat indah, teratur, menyehatkan, menyejukan, yang menimbulkan Ketentraman dan Damai,bagi siapa saja yang berkunjung ketempat itu.
Orang-Orang yang rajin melakukan ibadah, tetapi ibadahnya itu menimbulkan kesombongan, kebencian, permusuhan, perbuatan-perbuatan keji dan bahkan pembunuhan maka pemujaan dan penyembahan semacam itu, tidak dapat disebut “beribadah pada TUHAN”, melainkan mereka itu telah memuja & menyembah “nafsu angkara murka”, yang akan mengantar mereka kedalam siksa Neraka !.
Kaum Jahiliyah itu mengira Allah senantiasa melindunginya, padahal mereka dilindungi & diselamatkan oleh KEJAHATAN, guna bersama-sama dengan kejahatan yg telah diikutinya dan disembahnya, masuk kedalam siksa Neraka yang amat mengerikan !.
Tahukah kamu, arwah-arwah kaum Jahiliyah itu dalam keadaan ketakutan & menyesal akan dosa-dosa yang telah mereka perbuat, semasa hidupnya sebagai manusia !.
Namun semua itu sudah terlambat, karena pembunuhan & pembantaian sudah mereka lakukan, dan jangan mengira makhluk-makhluk apalagi manusia yang mereka bunuh, tidak akan menuntut balas !.
Setiap manusia adalah khalifah-khalifah atau pemimpin-pemimpin dimuka Bumi, maka tiap individu manusia akan dimintai pertanggungan jawab, terhadap apa yang dipimpinnya dan dimintai pertanggungan jawab terhadap segala apa yang telah diperbuatnya !.
Jangankan manusia yang kamu bunuh, binatang dan tumbuh-tubuhan yang kamu jadikan makanan, dan telah membentuk darah dagingmu, juga akan menuntut, jika tubuhmu dibawa kepada perbuatan-perbuatan dosa !.
Semua melaknati kaum Jahiliyah itu, lalu kemanakah mereka dapat berlindung ?.
Kaum Jahiliyah itu mengutamakan pemujaan dan penyembahan pada Allah, dengan mengabaikan kesabaran, perdamaian dan kemuliaan akhlak !.
Bagaimanakah dapat diterima Allah, segala puja puji dan persembahan mereka, jika kejahatan dan pertumpahan-darah yang dilakukan ?.
Syeitan dan Jin Jahiliyah yang melindungi kaum Jahiliyah itu, yang disangkanya Allah yang melindungi mereka !.
Adakah Allah & Malaikat, berkenan melindungi kaum yg berhati kejam ?.
Perang terbesar adalah perang melawan nafsu angkara murka, yang bercokol didalam diri sendiri !.
Maka Perang yang paling besar dan yang teramat lama, terjadi didalam Alam-Raya-Semesta, adalah Perang antara Kerajaan Sorga melawan Kerajaan Neraka, yakni perang antara Kerajaan Malaikat melawan Kerajaan Iblis, atau Perang antara keMuliaan melawan keJahatan !.
Sedangkan Perang itu sendiri, disebabkan keinginan yang tidak terarah & tidak terkendali, yang menimbulkan keangkuhan dan kesombongan, dengan serakah ingin menguasai Dunia, dan semua yang dapat dikuasainya !.
Perang akan menimbulkan kekacauan, kemiskinan, ketakutan, penyakit, kehancuran, kejahatan, pembunuhan dan pembantaian !.
Demokrasi diadakan, untuk menghindari timbulnya perang saudara !.
Betapa tak dapat dibayangkan, bila setiap pergantian Presiden harus melalui perang saudara !.
Maka kehancuran dan kemiskinan yang terjadi, begitu Presiden baru yang tampil, Negara tak mempunyai dana cadangan guna memberi nafkah kepada rakyatnya, maka rakyat yang kelaparan itu memberontak, timbul kembali perang saudara. Tampil lagi Presiden yang terbaru, sekali lagi Negara tak punya dana guna memberi nafkah dan lapangan kerja bagi rakyatnya, karena Negara bertambah miskin akibat perang saudara, maka timbul lagi pemberontakan, demikian terjadi berulang-ulang akibatnya Negara makin bertambah melarat, lalu siapakah yang berani menjadi Presiden di Negara yang melarat itu ?.
Rakyat yang kelaparan, tidak mau tahu dengan segala urusan Negara, baginya mempertahankan hidup lebih utama, dari segala macam urusan !.
“ Demikianlah, kemiskinan akan menimbulkan kesesatan ! “.
Keserakahan,akan menimbulkan korupsi, yang membawa kemelaratan bagi Negara !. Orang yang serakah, selalu merasa diri kekurangan & miskin, meskipun sesungguhnya kekayaan melimpah ruah !.
“ Lalu, dengan apakah keserakahan itu hendak diberantas, kalau Agama disibukkan dengan perang ? “.
“ Hanya Agama yang sedang tidak berperang, yg sanggup mengatasinya ? ”.
“Perang Timur-Tengah antara ARAB dan ISRAEL, adalah Perang-Saudara-Tiri, dari bani ISMAIL dan bani ISHAK, atau Perang antar angkatan keturunan Nabi Ibrahim a.s. ! “.
Inilah Perang Akhir Zaman, yang tak pernah kunjung padam !.
Yang mengherankan,”mengapakah daerah tempat diturunkannya Agama-Agama Besar Dunia, dan tempat lahirnya para Nabi terkemuka Dunia, bukan keDamaian yang terjadi, justru Perang Besar yang hampir melibatkan seluruh Dunia, dalam kancah peperangan itu, yg terjadi ?”.
Ingatkah kamu, ketika Nabi Ibrahim as bermohon kepada Allah, agar diantara angkatan keturunannya, dijadikan NABI ! “.
Maka permohonan itu dikabulkan Allah !.
Yang dipertanyakan, siapakah yang harus bertanggung jawab, atas terjadinya “Perang Saudara Tiri tersebut” ?.
Jangan bergaul apalagi berpihak pada salah satu pihak, yang sedang berPerang !. Sebab tidak ada keuntungan yang kamu dapat, kecuali kamu adalah pedagang senjata pembunuh !.
Bangsa yang sedang berperang, amat membutuhkan dana, guna membeayai anggaran perangnya, jadi bagaimanakah mereka dapat membantu kamu ?.
Bergaullah dengan Bangsa-Bangsa yang sedang tidak berperang, dan Bangsa-Bangsa yang cintai Damai, sebab pergaulan itu akan menimbulkan ketentraman bagi Bangsa dan Negara mu !.
Belajarlah dengan Bangsa-Bangsa yang telah maju, karena pergaulan itu akan membawa kemajuan dan manfaat bagi Bangsa dan Negara mu !.
Janganlah kamu bergaul apalagi membela yang salah, meskipun itu saudara-mu sendiri, karena salah dan benarnya sesuatu, bukan ditentukan oleh persaudaraan, tetapi ditentukan oleh tindakan dan perbuatan !.
Buat apalah kamu bergaul dengan Bangsa yang kaya-raya, namun tidak pernah bersedekah dengan ikhlas, meskipun mereka memberi, tetapi mereka mengharap keuntungan yang berlipat ganda, dari pemberiannya itu !.
Berpihak pada salah satu pihak yang sedang berperang, maka makin menambah kekeruhan perang itu !.
Berpihak kepada keduanya, itu ta’ mungkin, maka langkah yang terbaik, bersama-sama Bangsa di Dunia jika ingin mengatasi konflik tersebut !.
Apalagi berpihak pada salah satu bangsa, dalam perang “saudara tiri”, ini menyebabkan kemurkaan bagi Nabi Ibrahim as., sebab kedua Bangsa itu adalah angkatan keturunannya !.
Tetapi diDamaikan itu tak mungkin, maka langkah terbaik, biarkan saja mereka berperang, dan jangan ada Negara satupun yg memberikan bantuan, sampai keduanya hancur lebur !.
“Mungkinkah dengan cara ini, kedua saudara-tiri itu baru sadar ? “.
Perang antar saudara-tiri, dari angkatan keturunan Nabi Ibrahim as. Di Timur-Tengah, antara ARAB melawan ISRAEL, mengingatkan Perang terbesar & teramat panjang didalam Sejarah Alam-Raya-Semesta, antara Kerajaan Sorga melawan Kerajaan Neraka !.
“ Tetapi Perang Timur Tengah, adalah Perang memperebutkan Kerajaan Neraka ! “. Kedua belah pihak, meproklamasikan kepada Dunia, sebagai “Perang Suci” !. Tetapi mengapa Perang Suci terjadi penganiayaan, dan pertumpahan-darah ?.
Perang-Suci adalah perang melawan Nafsu Angkara Murka, yang berada didalam diri, itulah yang benar !.
Perang yang sedemikian berlarut-larut dan memakan waktu yang lama, akan mempengaruhi dan merubah watak Bangsa, menjadi kejam dan tidak berkemanusiaan, sungguh amat mengerikan !.
“ Damai itu tidak berpihak pada golongan kiri dan tidak pula pada golongan kanan, melainkan berada di tengah-tengah ! “.
Demikian pula menDamaikan konflik, harus bersikap independen, tidak berpihak pada siapapun yg terlibat konflik tersebut, melainkan hanya berpihak pada Hukum keBENARan Sejati !.
Kedua Bangsa itu merasa bangga, karena mereka adalah keturunan para Nabi !. Mungkinkah karena kebanggaan ini, yang menyebabkan mereka tidak dapat hidup bersama dengan damai ?.
Jika mereka mengaku sebagai keturunan Nabi, seharusnya mereka memberikan teladan pada Dunia, dengan perbuatan-perbuatan yang baik dan mulia !.
Kebanggaan itu menjerumuskan mereka dalam kesombongan yg melampaui batas, dengan perbuatan-perbuatan keji mereka memaksa Dunia untuk mengakui dan memuja puji bahwa, mereka adalah keturunan Nabi !.
Yang mengherankan, mengapa kebanyakan masyarakat Dunia, terpengaruh oleh kebanggaan mereka ?.
Tahukah kamu mereka bersikap bahwa, diluar dari keturunan mereka adalah Bangsa yang amat hina !.
Untuk sementara waktu ini saja, mereka bersikap baik padamu, karena mereka masih membutuhkan dukungan dan bantuanmu, tetapi manakala semua itu sudah tidak dibutuhkannya, mereka akan menghinakan & mencampakkan mu !.
Perhatikanlah sikap buruk mereka, dimana pada saat seorang Presiden & Pejabat berkuasa, mereka ramai-ramai mendekatinya. Tetapi manakala Presiden dan Pejabat tersebut menghadapi krisis, mereka bersembunyi !.
Lebih-Lebih jika mereka mengetahui Presiden & Pejabat itu pasti lengser, maka merekalah yang paling vocal, dalam menghujat & mencaci-maki !.
Sikap munafik mereka sudah tertampak jelas (9-97), tetapi kenapakah kamu masih dapat terkena tipu dayanya ?.
Mereka adalah Bangsa yang lebih mengutamakan kepentingan dan kenikmatan diri sendiri, meskipun harta mereka melimpah ruah mereka enggan bersedekah guna menolong Negara Tetangga yang amat membutuhkan !.
Mereka hanya memberi, jika itu membawa keuntungan baginya !.
“ Apakah Bangsa semacam ini, yang kamu harapkan dapat menolongmu Dunia dan Akhiraat ? “.
Dengan harta benda yang melimpah ruah itu dan sikap mereka yang amat buruk, mereka hidup dalam gelisah & tidak tenang, karena hidup mereka dihantui oeh rasa takut akan kehilangan harta-bendanya, setiap orang yang berkunjung kerumahnya, dicurigainya akan mencuri harta bendanya !.
Tanpa disadari, mereka telah menjadi budak terhadap harta-benda nya !.
Mereka yang menyembah harta-benda dan kenikmatan belaka, semasa hidupnya sebagai manusia, pada saat sakaratul maut merenggut nyawanya, ia akan tersendat-sendat, mati tak hendak dan hidup pun tak mungkin !.
Terjadilah gaya tarik menarik, antara harta benda & kenikmatan yang di cintainya dengan sakaratul maut yang akan melepas semua yang dicintai oleh Jiwa manusianya !.
Betapa siksanya saat gaya tarik-menarik ini sedang berlangsung, rasa takut kehilangan dan perpisahan, rasa sedih, rindu, dan haru, teringat masa lalu yang amat indah terkesan, berbaur menjadi satu, membelenggu Jiwa, membentuk siksaan yang teramat pedih !.
Pada akhirnya Sarakatul Maut lah yang harus keluar sebagai pemenangnya.
Namun Jiwa yang telah berpisah dari raga jasmaninya, tetap dan bahkan makin terbelenggu oleh sikapnya yang mencintai harta benda dan kenikmatan secara melampaui batas, maka bertambah-lah siksa, yang dibuatnya sendiri, disebabkan karena sikap dan posisi yang amat keliru, dalam menghadapi Sakaratul-Maut !.
Siksa yang ditimbulkan oleh dirinya sendiri, berlangsung terus-menerus, sampai arwah itu menyadari bahwa, semua yang diinginkannya adalah sia-sia dan tak berhasil guna, malah sebaliknya makin menambah beban siksa bagi Arwah-nya. Sampai Arwah itu menyadari bahwa, semua yang ada ini bukan miliknya, melainkan milik Tuhan Sang Pencipta !.
Terlepas dari siksa yang satu, arwah akan menghadapi siksa yang lain yakni, mempertanggung-jawabkan perbuatan-perbuatan DOSA yang pernah dilakukan semasa hidupnya sebagai manusia tempo dulu !.
Betapa sulitnya menjadi Khalifah, dan betapa bahayanya dalam memikul amanah, baru diketahuinya setelah selesai hidup sebagai Manusia !.
Kaum Jahiliyah itu, menyombongkan diri dengan memikul-amanah, dan berbuat keji dengan keKhalifahan yang disandangnya, bahkan menghinakan makhluk-makhluk yang tak berani memikul-amanah dan makhluk-makhluk yang bukan Khalifah, terlebih-lebih mereka mengatakan dirinya lebih mulia dari Malaikat !.
“ Sanggupkah mereka pertanggung-jawab kan, kecongkakan & kejahatan yang telah mereka lakukan ? “.
“ Apakah Nabi akan melindungi dan membela, umatnya yg amat sombong dan amat kejam itu ? “.
“ Pantaskah, umat yang sombong,kejam, tidak sabar dan mudah tersinggung, suka merusak milik orang lain, lagi suka membuat kekacauan & keonaran di Negara orang serta membuat kerusakkan di Bumi, menjadi Ahli-waris Sorga ? “.
“ Bukankah, akan terjadi kekacauan, pembantaian dan kerusakan yang besar seperti di Bumi, jika kaum Jahiliyah itu bertempat tinggal di Sorga ?”.
“ Sorga manakah,yang sudi dan pantas menerima kaum Jahiliyah, yang amat kejam dan serakah itu ? “.
“ Neraka-lah yang pantas, sebagai tempat tinggal yang kekal bagi kaum Jahiliyah itu !. Karena Alam-Raya-Semesta dgn segala isinya diciptakan berdasar sifat ALLAH Yang Maha Adil, maka barang siapa berbuat kejahatan dan pengrusakkan, akan dibalas setimpal dengan apa yang telah dilakukannya, tanpa memandang Agama atau Kepercayaan yang dianutnya, karena Nabi sekalipun, tak akan luput dari pertanggungan-jawab terhadap apa yang telah dilakukan oleh umat-nya ! “.
Tidak ada satupun yang diberikan hak istimewa, kecuali segala keBaikan dan keMuliaan serta Taubat yang sejati, dapat meringankan siksa Neraka yang akan dan telah dikenakan, itupun perhitungannya melalui Timbangan Keadilan, dan tetap dimintai Pertanggungan-Jawab !.
“ Tahukah kamu, kaum Jahiliyah itu membangun Bangsa & Negara nyadari Zat-Api, dengan menguras habis Isi-Perut-Bumi ! “.
“ Sadarkah mereka bahwa, dibawa lapisan Tanah-Air mereka terjadi erosi kekeroposan terhadap penyanggah muka-Bumi ? “.
“ Maka dengan sekali hentakkan Bumi, tenggelamlah Bangsa & Negara itu kedalam dasar Bumi, dan lautan luas ikut menenggelamkannya !”.
“ Dan tenggelamlah Berhala Terbesar Akhir Zaman bersama mereka !”.
“ Kami belum melakukan tindakkan itu, sampai Dunia mengetahui akan Dusta dan Kekejaman kaum Jahiliyah itu yakni, pada Hari Terbongkarnya Segala Rahasia dan Tipu Daya yang telah mereka kerjakan ! “.
“ Maha Benar ALLAH dengan segala Firman NYA ! “.
Tahukah kamu, apa itu “Lailatul Qadar” ?
“Lailatul Qadar”adalah . :
Pengadilan-Akhiraat yang ber-operasi, sebelum Hari Akhiraat itu tiba !.
Rombongan Lailatul Qadar, terdiri dari beberapa Malaikat dan beberapa Roh atau Arwah para Nabi, yang diturunkan ke Bumi, guna mengAdili makhluk di Alam Gaib dan Alam Dunia Nyata Manusia, dengan syarat Manusia atau Makhluk Gaib tersebut harus dalam situasi dan kondisi Takwa !.
Pada zaman Rasulullah saw. Lailatul Qadar ditandai dengan turunnya Malaikat JIBRIL, menghadap Nabi “Muhammad saw”. Dan menyuruh “Nabi Muhammad saw” agar membaca ulang, wahyu-wahyu yang telah diturunkan kepada beliau, disamping agar Nabi makin menghafal, juga untuk mengoreksi Kalimat-Kalimat Wahyu yang dinilai kurang sempurna, saat “Nabi Muhammad saw” menerima Wahyu itu sebelumnya !.
Tetapi bila Delegasi Lailatul Qadar datang pada umat yang dalam posisi Takwa , maka umumnya tertampak beberapa Bola Cahaya, Bola Cahaya yang berwarna putih kehijauan adalah Malaikat, sedangkan Bola Cahaya berwarna putih kekuningan adalah lambang Arwah NABI.
Bila tertampak Empat Bola Cahaya berwarna Putih-kehijauan, maka itu Pertanda terdapat Empat Malaikat, yang mewakili institusi nya masing-masing !.
Dan tertampak pula mendampingi Tiga Bola Cahaya berwarna putih kekuningan, maka itu pertanda terdapat Tiga Arwah NABI, yg mendampingi para Malaikat !.
Jumlah Bola Cahaya itu, tidak selalu Tujuh banyaknya, terkadang dapat lebih dari itu dan dapat pula kurang dari jumlah itu !.
Tetapi jika umat dalam posisi Takwa yang sempurna, maka delegasi Lailatul Qadar itu akan ter-tampak wajah aslinya, dengan Warna Bola Cahaya tetap menyelimuti masing-masingnya !.
Bola Cahaya itu dapat diajak berkomunikasi, biasanya dimulai dengan ucap salam, kemudian masing-masing Bola Cahaya memperkenalkan diri, setelah itu umat yang mendapatkan Lailatul-Qadar, diberikan beberapa pertanyaan, yang harus dijawab, baik pihak yang bertanya dari jenis Malaikat maupun dari jenis Arwah Nabi !.
Pertanyaan itu, berkisar masalah-masalah, antara lain . :
Semua harta benda dan rejeki yang kita miliki.
Berasal dan bersumber darimana ?. Halal atau Haram ?. Akan dipergunakan untuk apa ?.Dan sebagainya !.
Kemudian Delegasi Lailatul Qadar, akan menjelaskan akibat baik & buruk di Akhiraat kelak, atas jawaban umat !.
Menanyakan Karakteristik Umat-Manusia yg hidup di Akhir Zaman. Terutama Arwah Para NABI, akan menanyakan Karakteristik umatnya, setelah umat menjawab, maka Arwah Nabi memintakan pendapat umat, dan solusi dalam menyelesaikan kemelut umatnya, dst.
Delegasi Malaikat pertanyaannya berkisar masalah global, misalnya ditanyakan,Tahukah kamu apa sebab terjadinya Bencana-Alam di daerah…… ?. Apa sebabnya terjadi huru-hara di Negara ………. ?. dst. Kemudian umat dimintakan pendapat dan cara penyelesaian yang terbaik !.
Diuji pula pengetahuan umat, tentang Ip-Tek dan hikmah yg terkandung dalam aneka Adat, Aliran Kepercayaan dan Kitab-Kitab Suci. Ditanyakan titik-temu kesemuanya itu, kaitan dan hubungan antar kesemuanya itu. Dan pertanyaan-2 yang bersifat Rahmatan lil’alamiin !. Dan sebagainya………….. ?……………. !.
Penutup malam Laitul Qadar, akan ditanyakan . :
“Adakah permohonan mu, guna Kami sampaikan kepada Rabbil’alamiin ? ”.
“ Salamuun hiyaa hatta mala’il fajri “.
Maka kembalilah rombongan Lailatul Qadar ke Alam Langitnya masing-masing, sebelum menyongsong fajar !.
Nilai tentang “Seribu Bulan dibebaskan dari kewajiban Syari’at “ terutama masalah pembebasan kewajiban Syari’at Shalat Fardhu 5 waktu sehari, tergantung dari jumlah jawaban yang benar dari pertanyaan tersebut.
Jika umat jawabannya salah semuanya, maka umat tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali pengalaman yang amat mengesankan.
Jarang sekali ada umat yang dapat menjawab, semua pertanyaan yang diajukan rombongan Lailatul-Qadar, sebab itu ada umat yang mendapatkan pembebasan hanya sehari saja, ada yang seminggu, sebulan, setahun, atau beberapa tahun saja dan tidak pernah ada yang dapat mencapai Seribu Bulan.
Ini disebabkan, karena begitu sulitnya pertanyaan-pertanyaan yang diajukan lagi amat komplex !. Bagi umat yang kurang jujur, sangat minim Ip-Tek yang dimiliki dan dikuasainya, juga pengetahuan tentang Adat, Aliran Kepercayaan aneka Agama yang ada di Bumi serta kurang mengikuti perkembangan Dunia, amat sulit untuk dapat menjawabnya secara baik & benar !.
Disini dibutuhkan kecerdasan, ketelitian dan Pengetahuan yang amat luas, guna dapat menjawabnya !. Sebab keKhalifahan kita sebagai manusia dinilai dan mendapat nilai, dalam peristiwa Lailatul Qadar ini !.
Belum lagi belajar mencapai posisi “Takwa”, yang memakan waktu sepuluh tahun minimal untuk mempelajarinya !.


Enhanced by Zemanta
Post a Comment