Thursday, October 11, 2012

Kitab Akhir Zaman 5

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله


Seperti ramalan Yth “Mpu Jayabaya”, ”Zaman-Edan”, tetapi ini lebih parah lagi, karena “Edan-Tenan” atau “zaman hampir semua makhluk benar-benar menjadi gila”.
Situasi dan kondisi Alam lingkungan, dapat mempengaruhi sifat manusia yang berada ditempat itu. Pengaruh itu terutama yang paling merasakan adalah jiwa. Atau situasi & kondisi Alam-Lingkungan, amat berdampak pada efek-physilogi !.
Suatu misal, biasanya tanda-tanda akan datangnya Bencana-Alam, didahului oleh suasana yang hening mencekam, entah mengapa tiba-tiba saja masyarakat didaerah yang akan terkena bencana, semuanya merasakan ada sesuatu yang menakutkan, tetapi tak dipahaminya. Perasaan sudah membaca akan adanya bencana, namun otak dan akal kita tidak memahami !.
Demikian pula pada saat akan mencetusnya Perang-Dunia-Pertama & Kedua, masyarakat Dunia diliputi suatu perasaan yang aneh, yaitu ada perasaan panik dan gelisah, namun tidak diketahui, apa sebabnya tiba-tiba hati jadi tidak tenang dan gelisah terus-menerus, beberapa bulan kemudian benar-benar meletus Perang-Dunia, yang amat mengerikan !.
Itu baru perasaan yang dapat membaca, akan timbulnya Perang-Dunia, dimana menimbulkan perasaan yang mencekam, pada masyarakat Dunia, maka terlebih-lebih bila akan datangnya Kiamat, maka umat manusia & semua makhluk akan diliputi perasaan yg amat mencekam, yang frekwenti atau getaran-getaran perasaan itu memancar jauh lebih kuat, menebar keseluruh penjuru Dunia, membentur batin semua makhluk penghuni Bumi !.
Umat Manusia dan semua makhluk, diliputi perasaan takut yang tak dimengertinya, sedemikian kuatnya, hingga mempengaruhi jiwanya bahkan merusak jiwanya, yang berakibat terjadinya kekacauan pada organ otak semua makhluk, menimbulkan tingkah laku dan tindakan-tindakan yang amat aneh, ibarat orang yang tak waras.
Banyaknya manusia yang berhamburan lari di-jalan-jalan raya, sambil membopong segala keperluan, ibarat hendak mengungsi, tetapi sesungguhnya saat itu belum terjadi bencana apapun !. Binatang-Binatang dalam hutan rimba, tiba-tiba berbondong-bondong turun dan berkeliaran di kota-kota, dalam kepanikkannya !.
Sesungguhnya peristiwa kepanikkan itu didahului oleh Alam, sebab Alam yang terlebih dahulu mengetahui akan datangnya Kiamat, maka Alam dalam kepanikkannya, memancarkan gelombang-gelombang dan getaran-getaran kepanikkan, getaran-getaran itu menyentuh masyarakat Gaib, maka Alam Gaib dalam kepanikkannya, memancarkan pula gelombang-gelombang kepanikan, tersentuhlah gelombang-gelombang itu pada semua penghuni Alam Nyata Manusia, sehingga Dunia Alam Nyata Manusia menjadi panik dan gelisah yang tak dimengertinya, kepanikkan ini bukan saja dirasakan manusia, namun Hewan-lah yang terdahulu terkena dampak physologi atau terkena dampak kepanikan pada jiwanya. Jika anda dapat berkomunikasi dengan tanaman, maka mereka juga panik.
Antara PANCASILA dan RUKUN-IMAN
KETERANGAN . :
KeTUHANan Yang Maha Esa, indentik dengan ber-Iman pada ALLAH. ALLAH dalam hal ini Kasih-Sayang NYA, bukan terhadap satu kaum tertentu, seperti yang banyak digambarkan umat. Tetapi Kasih-Sayang NYA meliputi Alam-Raya-Semesta dengan segala isinya, tanpa kecuali ! .
Jangan pula diartikan “tiada Tuhan, kecuali Allah”, sebab semua Kitab-Suci membenarkan keberadaan Tuhan !.(silahkan teliti Kitab-Suci anda).
Tuhan, artinya “Sembahan yang bersifat Gaib” atau abstrak, yakni yang disembah tidak tertampak Pancaindera, tetapi keberadaan-Nya adalah pasti.
Allah , artinya “PUJAAN bersifat Maha Gaib”, namun keberADAanNYA adalah Pasti, meskipun tak dapat terjangkau Pancaindera, namun Akal-Sehat-Ilmiah dapat mengetahui secara baik dan benar, tentang adanya Allah.
Semua makhluk menyembah, terhadap segala yang dipujanya !.
Sebagai contoh. :
Anak bayi yang baru lahir, menyembah pujaannya, yakni air-susu ibu. Bayi akan menangis,bila tidak diberi air susu, apa itu susu dari ibunya atau dari air-susu yg lain !.
Jadi sang bayi, menyembah pada Sumber-Kehidupan-nya, yang merupakan Pujaan-nya !.
Karakteristik bagi semua makhluk, yang secara refleksi “menyembah terhadap apa yang di Puja nya”, adalah merupakan kodrat Sang Pencipta.
Tanpa memiliki karakteristik serupa itu, niscaya machluk tak akan dapat hidup !. Bagi manusia dan khewan,karakteristik serupa itu,sudah ada, semenjak cabang bayi masih didalam kandungan sang ibu, bahkan sebelum itu, yang masih berupa ROH, sudah punya karakteristik tauhid seperti itu.
Banyaknya kalimat tauhid didalam Kitab-Suci, tetapi kenapakah hanya kalimat tauhid yang berbunyi,”Tiada yang diSembah, kecuali Pujaan”, yang secara umum dipakai, lalu apa fungsi kalimat-kalimat tauhid lainnya ? .
Kalimat-Kalimat Tauhid yang lain berbunyi, antara lain . :
“ Tiada yang patut disembah, kecuali AKU “.
“ Tiada yang patut disembah,kecuali ENGKAU “.
“ Tiada yang patut disembah,kecuali DIA “.
“ Dari asal Sembahan,maka akan kembali pada Pujaan “.
“ Segala Puja-Puji hanya patut dipersembahkan padaMU “.
“ Maha Suci lagi Maha Tinggi, Penguasa Kerajaan SORGA “.
“ Maha Kuasa lagi Maha-Perkasa,Engkau atas segala sesuatu “.
“ Diatas segala yg mengetahui, masih terdapat Yang Maha Mengetahui”.
“ Maha Pertama dan Maha Akhir dari segala sesuatu yang ada “.
“ Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,Maha Agung dari segala keagungan yang ada. Maha Pelindung, Maha Pendidik, Maha Pemelihara, Maha Pemilik, Maha Pemusnah, Maha Cepat, Maha-Benar, dan sebagainya !.
Banyak Tuhan-tuhan yang dijadikan Pujaan, oleh umat di Alam-Nyata & juga oleh umat Alam-Gaib, maka Tuhan-tuhan sebanyak itu sesungguhnya bersatu dan bertumpu pada TUHAN Yang Maha Esa !.
Maka demikian pula hendaknya, semua umat di Alam-Nyata & semua umat di Alam-Gaib, bersama-sama Tuhan-tuhan yang disembah dan yang kamu jadikan Pujaan, bersatu dan bertumpulah pada TUHAN Yang Maha-Esa !. Hentikanlah perselisihan, permusuhan apalagi pertumpahan-darah, karena mereka yang melakukan perbuatan Keji, sama sekali tidak mengerti & tidak mengetahui secara baik dan benar tentang TUHAN YME.
Mengapakah dari sekian banyaknya kalimat tauhid, hanya tauhid yang bermakna * Tiada yang disembah, kecuali yang dijadikan Pujaan “. yang lebih di utamakan, dan di cantumkan dalam “dua kalimat Syahadat” ?.
Jawabnya sekali lagi . : “ Karena kalimat tauhid ini bersifat umum dan berlaku bagi semua makhluk, tanpa kecuali dan tidak terdapat paksaan sedikit pun, karena kalimat tauhid semacam itu, sadar maupun tak disadari sebagai suatu ke-mutlak-kan guna menjalani HIDUP !. Apabila makhluk tidak berpegang pada kalimat tauhid tersebut, ia akan menderita kelaparan dan kehausan serta terkena derita penyakit yang menyiksa diri dan akan mengantarkannya kepada kebinasaan ! “.
“JADI APA PULA MAKSUDMU INGIN TEGAKAN TAUHID ? “.
Kalimat tauhid ,”Tiada yang di Sembah, kecuali Pujaan”, bermakna mengHIDUPi . Jadi kenapakah ada sekelompok kaum, yang menegakan tauhid dengan cara paksaan bahkan pertumpahan-darah ?.
Mereka yang tidak memahami makna sesungguhnya dari kalimat tauhid tersebut, menegakan tauhid dengan cara-cara yang amat Keji !.
Jika kamu benar-benar ingin menegakan kalimat tauhid, maka berilah nafkah atau sumber kehidupan, kepada makhluk yang membutuhkannya dan patut menerima bantuanmu itu !.
Tegakanlah Kalimat Tauhid dengan cara-cara yang terpuji, dan gunakan kemuliaan akhlak, dalam menegakannya !.
Negara berdaulat adalah Negara Hukum, maka tegakanlah Hukum yang berlaku di Negara ini, dengan baik, benar dan semangat keBangsaan. Dan jangan biarkan, hukum-hukum yang berlaku di Negara Jahiliyah & hukum-hukum yang berlaku di Negara lain, diberlakukan di Negara mu !.
Masing-Masing Negara mempunyai Hukum dan Undang-Undang tersendiri, yang hanya berlaku di wilayahnya masing-masing dan tidak harus sama !, karena Hukum, Undang-Undang dan Peraturan dibuat berdasarkan Situasi & Kondisi wilayah serta menilik karakteristik masyarakatnya, dsb. dimana tiap-tiap Negara pasti berbeda !.
Kalimat tauhid,” Tiada yang di Sembah, kecuali Pujaan
” bermakna “ Rahmatan lil ‘alamiin “ atau “ Kasih bagi Alam-Raya-Semesta “ !.
Kalimat tauhid tersebut, berlaku bagi semua makhluk hidup tanpa kecuali, dimana menunjukan, adanya saling ketergantungan satu terhadap lainnya, dalam melestarikan dan kelangsungan hidup bagi semua !.
Berlaku bagi semua Adat, semua Agama dan semua disiplin ilmu-pengetahuan juga teknologi !.
“ Tanpa PUJAAN, semangat hidup akan menjadi pudar, lalu dengan apakah dunia ilmu-pengetahuan dan teknologi akan dikembangkan ? “.
“ PUJAAN menimbulkan semangat, semangat menimbulkan kehidupan, maka semangatlah yang menyebabkan berkembangnya dunia ilmu-pengetatahuan dan teknologi !”.
“ Dengan Semangat-Persatuan dan Kesadaran, keMERDEKAan suatu Negara dan Bangsa dapat tercapai !”.
“ Tetapi tanpa Jati-Diri-Bangsa, bagaimanakah semangat keMerdekaan dapat dibangun ? “.
“ Tanpa Jati-Diri-Bangsa, semangat kehancuranlah yang akan timbul dan Bangsa dikendalikan oleh unsur-unsur dari luar, yang saling berbenturan, karena banyaknya aneka kepentingan unsur-unsur luar masuk dan tertanam dalam tubuh-Bangsa, sehingga Negara menjadi kacau,tak terkendali !”.
Pada puncak tertinggi dalam beriman kepada ALLAH, maka kita telah mencapai tingkatan berTakwa kepada ALLAH !.
Maka demikian pula, pada puncak KeTUHANan Yang Maha Esa, Bangsa dan Negara RI, akan di PIMPIN oleh TUHAN YME.
Maksudnya Bangsa dan Negara di-Pimpin oleh seorang Presiden yang .:
Ia berpikir sebagaimana TUHAN berpikir.
Ia mengatur Negara dan Bangsa, berdasarkan kehendak TUHAN.
Apa yang dikeluarkan dalam ucapannya, adalah Firman TUHAN.
Ia tidak memutuskan segala sesuatu, kalau bukan kehendak NYA.
Ia tidak akan bertindak, kalau bukan karena kehendak NYA.
Ia melihat, sebagaimana TUHAN Maha Melihat.
Ia mendengar sebagaimana TUHAN Maha Mendengar.
Tetapi dia bukan Tuhan, melainkan dirinya telah dipakai TUHAN, karena dia telah mencapai TAKWA dalam makna yang sesungguhnya !.
Ingat !. Bukan pula TUHAN seperti yang digambarkan oleh kaum Jahiliyah.
Tetapi TUHAN yang Kasih Sayang NYA, meliputi semua Adat yang cinta damai, meliputi semua Agama yang cinta damai, dan meliputi semua makhluk baik di Alam Gaib maupun yang berada di Alam-Nyata-Manusia, yang cinta-damai.
“Sebab TUHAN diatas dan membimbing Raja-Damai di-Akhir-Zaman “.
“ Sabdah Raja-Damai, adalah Firman TUHAN ! “.
Dengan alasan inilah, para Nabi hanya ingin di Bangkitkan, di Wilayah dan Negara dimana Raja-Damai-Akhir-Zaman memerintah !.
Sebab tanah dimana Raja-Damai-Akhir-Zaman memerintah, telah dijadikan “Tanah yang Kudus “, maka tidak akan ada satu kejahatan pun, yang sanggup beraksi di Tanah yang telah di Kuddus-kan itu !.
Tanah-Kuddus itu akan menjadi “MercuSuar Dunia”, cahaya-nya menerangi semua kegelapan di Bumi, karena pada Hari itu,tidak ada apapun yang dapat bersembunyi dan disembunyikan, sebab Hari itu adalah . :
“ HARI diNAMPAKan SEGALA RAHASIA “.
Sebagaimana TUHAN telah berjanji, seperti yang telah tercantum dalam Kitab-Kitab Suci !.
Tanah-Kuddus itu juga akan menjadi “Pusat-Dunia”, karena di situlah berpadu-nya Ilmu-Pengetahuan & Teknologi antara Alam-Gaib dengan Alam Nyata, yang menghasilkan Ilmu-Pengetahuan & Teknologi Akhir-Zaman yang teramat canggih, sebagai sunatullah yang tiada tolok bandingannya !.
Bangsa-Bangsa akan berbondong-bondong, masuk didalam Cahaya yang penuh Damai !.Dari Tak-Ada, menjadi Ada, maka akan tiba saatnya, akan tak-ada kembali.
“Kemanusiaan yang adil dan beradab”, indentik dengan “Beriman pada Malaikat”.WIWASWAN (TUHAN Semesta Alam) menciptakan raga Swayambhuwa Manu, yang ditiupkan ROH kedalamnya, maka terjadilah Manusia-Pertama, juga sebagai Bapak-Pertama-Umat-Manusia.
WIWASWAN mengajarkannya pada ISWAKU, maka ISWAKU menciptakan raga Bhatari Satarupa, yang juga terbuat dari tanah Sorga yang Kudus, lalu ditiupkan Roh kedalamnya, terjadilah Manusia-Kedua, dan sebagai IBU-PERTAMA-Umat-Manusia.
ISWAKU mengajarkannya kepada sekalian Dewa-Pencipta, maka terciptanya aneka makhluk yang berbadan Astral, sampai makhluk-makhluk berbadan Kasar termasuk angkatan keturunan Adam a.s. dan Sitti Hawa adalah ciptaan para Malaikat-Pencipta.
Kami sekarang ini, juga anak, cucu yang akan lahir kemudian, bukan ciptaan Wiwaswan, melainkan ciptaan para Malaikat-Pencipta !.
WIWASWAN hanya menciptakan, Bapak-Pertama-Umat-Manusia.
ISWAKU hanya menciptakan, Ibu-Pertama-Umat-Manusia.
Sudah barang tentu, para-Malaikat-Pencipta-Aneka-Makhluk, khusus para-Malaikat-Pencipta-Umat-Manusia, tidak menghendaki ciptaanNya dirusak, dianiaya, dibunuh dan membunuh diri, Para Malaikat ini menghendaki agar semua berlaku adil dan jangan biadab !.
Dengan demikian, jelaslah sudah bahwa,”Kemanusiaan yang adil dan Beradab” indentik dengan “Ber-iman pada Malaikat” !.
“Persatuan Indonesia” indentik dengan “Beriman pada Nabi-Nabi”. Perdamaian sudah ada semenjak pertama kali para Mantan Penghuni Sorga, menginjakkan kakinya untuk pertama kali di Planet Bumi.
Sedangkan tidak dapat dipungkiri bahwa, para Nabi terpenting sebanyak lebih dari 27 000 orang, sedangkan secara umum para Nabi itu jumlahnya jutaan orang, jelas adalah angkatan keturunan Bapak Pertama dan Bunda Pertama umat Manusia.
“Adat AWAL BUMI” adalah akar dari semua lahirnya Agama-Agama di muka Bumi, berdasarkan hukum causalitet !.
Sekiranya tidak terjadi pelanggaran-pelnggaran serius terhadap “AKAR Adat BUMI”, niscaya tidak akan diturunkan Agama, maka yg diturunkan hanyalah “ilmu Pengetahuan” !.
Jelaslah, dari mulai Adat sampai aneka Agama dan Dunia Ilmu Pengetahuan, mempunyai KAITan satu terhadap yang lain !.
Persatuan Indonesia = Beriman pada Nabi-Nabi, jelas amat indentik !.
“Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksaan, dalam permusyawaratan dan perwakilan” indentik dengan “Ber-iman pada Al-Qur’an dan Kitab-Kitab Suci sebelumnya” . :
Didalam Kitab-Suci Al Qur’an,ditegaskan “Beriman-lah pada Al-Qur’an dan Kitab-Kitab (Suci) sebelumnya”.
Menjadi jelas, antara satu Kitab-Suci terhadap Kitab-Kitab Suci lainnya mempunyai hubungan yang amat erat, karena semua itu merupakan mata-rantai sistimatik pendidikan TUHAN kepada umat di Alam-Nyata-Manusia dan umat di-Alam-Gaib !.
Didalam Kitab-Kitab Suci tercantum pelajaran-2 yang amat berharga, terutama masalah etika dan sopan-santun dalam bermasyarakat, berbangsa dan ber-Negara, agar tidak terjadi kekacauan, yang dapat menghambat pembangunan dan memperlambat kemajuan Bangsa & Negara, serta tidak menjadi Bangsa dan Negara Jahiliyah,yang amat keji !.
Dengan demikian, amat indentik-lah “sila keempat dari PANCASILA” terhadap “Beriman pada Al Qur’an dan Kitab-Kitab (Suci) sebelumnya”.
“Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia” indentik dengan “Beriman terhadap adanya Negeri Akhirat”. :
Negeri Akhiraat, dihuni berbagai aneka jenis makhluk-makhluk Gaib, terutama dan kebanyakan adalah jenis Arwah.
Pada halaman-halaman sebelumnya, sudah dijelaskan bahwa, Bangsa yang durhaka adalah Bangsa yang tidak menghormati jasa-jasa para Pahlawan-Bangsanya dan tidak menghormati para Leluhurnya sendiri, serta tak menghargai Alam, yang telah memberikan tempat berdomisili & sumber-kehidupan bagi manusia (durhaka terhadap Alam).
Kemiskinan para Leluhur dan kemiskinan Alam, karena tak dikelolah secara baik & benar dari segi demensi gaibnya, akan berakibat banyak terjadinya kekacauan, kecelakaan dan bencana alam, sehingga Negara tertimpa kemiskinan !. Dengan terjadinya kemiskinan, maka bagaimanakah keadilan sosial dapat diwujudkan ?.
Dengan “Beriman pada Negeri Akhiraat”, yakni menghormati Para Pahlawan bangsa dan para Leluhur sendiri serta tidak durhaka terhadap Alam, maka ketentram meliputi Alam Gaib, yang akan mempengaruhi ketentraman kehidupan di Alam Nyata Manusia, dan akan membawa Bangsa dan Negara menuju dan mencapai kesejahteraan, kemakmuran serta dapat menggapai kemajuan disegala bidang yang terpuji !.
“Maka keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, dapat diwujudkan dengan beriman pada Negeri Akhiraat !. Pancasila indentik Rukun-Iman.
Peringatan . :
Siapa saja yang akan menghancurkan PANCASILA, berarti mereka akan menghancurkan Rukun-Iman, yang tercantum didalam Kitab-Suci Al Qur’an, maka mereka akan berhadapan dengan seluruh Bangsa Indonesia yang Pancasilais, baik di Alam Gaib maupun di Alam Nyata !.
Ini hari ataupun esok dan kapanpun sakaratul maut akan merenggut nyawa, itu tak penting !. Tetapi yang teramat penting adalah . :
“Lebih baik gugur sebagai Kusuma Bangsa, daripada mati sebagai boneka Penjajah jiwa raga Bangsa !”.
“jaa al haqqu wa za haqqal bathilu innal bathila kana za huqqa ! “.
“Telah datang yang Benar, musnahlah yang Palsu, sesungguhnya yang Palsu itu adalah sesuatu yang pasti musnah ! “.
Telah cukuplah kejahatanmu, tertampak di Bumi Pancasila, & telah cukup pula Kami bersabar, menunggu tipu daya mu !.
Maka sekarang telah tiba saatnya, Kami akan membalas setimpal dengan kejahatan dan tipu dayamu di Bumi Pancasila !.
“ Nantikanlah sesaat lagi Hari-Pembalasan itu ! “.
“Bangsa yg besar, adalah Bangsa yang menghormati jasa-jasa para Pahlawannya” Bapak Proklamator mu tidak sekedar berujar kata, tanpa ada makna !.
Dunia menghormati Bapak Proklamator mu, karena jasa-jasa beliau sangat besar dalam Perdamaian Dunia, tetapi mengapakah kamu lecehkan ?.
Para Pahlawan Penjajah, kamu agungkan, sedangkan para Pahlawanmu yang telah mengorbankan keringat, air-mata, tetesan darah, bahkan nyawa, kamu hinakan !. Apakah mereka yang akan menghancurkan Pancasila itu yang me-merdeka-kan Bangsa & Negaramu ?.
Pernahkah ada bantuan sandang dan pangan, dari kaum Jahiliyah yang anti Pancasila, saat Negara dan Bangsa mu mengalami paceklik ?.
Justru yang memberikan bantuan, adalah Negara-Negara non Jahiliyah !.
Pernahkah kamu dengar dan lihat, bahwa yang menjalani bom-bunuh-diri di dalam Negaramu, adalah orang Jahiliyah itu sendiri !.
Tidak pernah ada, kaum Jahiliyah itu hanya menghasut dengan tipu daya, kemudian bangsamu yang tertipu, itulah yang disuruh bunuh-diri !.
Mereka pula termasuk diantara yang lain, memperdagangkan Narkoba, guna membeayai perang dan merusak Negara orang lain !.
Masih percayakah kamu akan janji-janji pahala dan sorga, yang dikatakan kaum anti Pancasila itu ?.
“Seburuk-buruknya binatang dalam pandangan TUHAN, adalah orang-orang yang tidak hendak menggunakan akal-sehatnya & fakta yang ada ! “.
Semua Nabi berada di PANCASILA, melindungi semua Adat yang berBudi-Luhur, Adat yang mempersatukan didalam Damai, tetapi bukan adat yang menyuruh melakukan perbuatan-2 kotor dan keji !.
Enhanced by Zemanta
Post a Comment