Thursday, October 11, 2012

Kitab Akhir Zaman 3

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Dapatkah orang yang tersesat, menemukan Pintu Gerbang SURGA ?.
Jalan keSURGA ada aturannya, tetapi jalan menuju keNERAKA teramat mudah, karena tanpa aturan pun Pintu Gerbang Neraka akan kamu temukan, maka kebanyakkan diantara kamu, lebih menyukai jalan yang teramat mudah, daripada harus bersusah payah !.
Hidup ini adalah Perjalanan, perjalanan adalah Perjuangan. Perjuangan adalah Pengabdian, Pengabdian adalah Pengorbanan. Maka tiada hidup di Dunia ini, terlebih-lebih hidup di Akhiraat kelak, semua harus dilalui dengan aneka Pengorbanan, tanpa Pengorbanan Hidup ini akan TERHENTI !.
Telah kami jelaskan arti sesungguhnya dari “Allah menciptakan Langit dan Bumi, dalam “Enam-Masa”. & apa pula maksudnya “Allah menciptakan Langit dan Bumi dalam “Dua-Masa”. Juga tentang adanya “Empat-Kadar-Makanan” !.
Sudah lebih Seribu-Tahun, Kitab-Suci itu diturunkan kepadamu tetapi tak satu umatpun yang mengetahui, perbedaan antara “Enam-Masa” dgn “Dua-Masa” juga tentang “Empat-Kadar-Makanan” secara baik & benar, karena kebanyakkan mereka hanya mengejar-ngejar Pahala & Sorga !.
Kalaupun memohon Petunjuk, hanya sekedar meminta”rezeki”untuk kepentingan & kekayaan pribadinya, tidak satu umat pun mencoba untuk bertanya pada kami,tentang isi Kitab-Suci yang belum dimengertinya. Mereka hanya berkata, ”hanya Allah jua yang Maha-Mengetahui !”.
Untuk apa semua itu diturunkan kepadamu, kalau tak boleh diketahui ?
Apakah kamu mengira Allah gegabah seperti itu ?. Diturunkan semua itu agar kamu mencari Petunjuk-Allah, sekiranya kamu mendapatkan jawaban dari Kami, niscaya bertambah-lah keIMANan mu !.
Namun sebelum kamu memahami tentang isi Kitab-Suci mu itu, kamu telah menyombongkan diri, dengan menyatakan diri yang paling benar & paling sempurna, bahkan kamu mengangkat diri, lebih mulia dari Malaikat !.
Sadarkah kamu, dengan kesombongan yang melampaui batas itu, kamu telah menutup diri dari datangnya Petunjuk Allah !.
Kamu mencoba menafsirkannya sendiri, tanpa Petunjuk sedikitpun dari Kami & tanpa Ilmu-Pengetahuan yg memadai, guna memahami Kitab Suci mu itu, sehingga umat menjadi Jahat & berbuat keRUSAKan !.
Beranikah kamu mempertanggung jawabkan, perbuatan sesat mu itu ?.
Rakyat kecil yang tertindas, tidak kamu “bela”!. Karena kamu lebih menyukai membela para-Pejabat yg mau mengikuti kesesatan mu !.
Tuhanmu adalah uang & kenikmatan sedangkan Allah, para Malaikat& Nabimu serta Kitab-Suci mu, kamu jadikan matapencaharian guna mendapatkan kekayaan dan kenikmatan lahiriah belaka !.
Jangan kamu mengira Kami tak melihatnya, dan jangan pula kamu kira Kami biarkan saja perbuatan-mu yg amat tersesat itu !.
Maka apabila telah cukup bilangan-nya itu, kamu semua akan menerima akibat dari perbuatan kotor dan keji yang sudah kamu lakukan !.
Barang siapa berbuat aniaya terhadap yang lain, maka ketahuilah ia telah menganiaya diri sendiri !.
Maka jika Peringatan ini, tidak juga membuatmu bertaubat & kembali pada yang Benar, berarti kamu mempercepat datangnya Hari-Pembalasan, berupa musibah yg menimpa dirimu secara bertubi-tubi !.
Demikian hendaknya, agar semua itu menjadi Pelajaran bagimu semua !.
Setiap umat selalu mengatakan. :”Nabiku adalah Nabi terAkhir !”.
Apakah kemajuan perADABan umat manusia, harus berhenti di Zaman “perADABan” Nabi mu ?.
Apakah kemajuan Ilmu-Pengetahuan & teknologi, harus berhenti di Zaman keNabian mu ?.
Apakah tidak diperbolehkan adanya kemajuan, seusai masa Nabi mu ?.
Apakah tidak boleh ada Nabi baru, sesudah Nabimu ?.
Bukan kamu yang menentukan “penutup para Nabi”, tetapi TUHAN jua yang patut menentukan dan menetapkan semua itu !.
Kamu telah memutar balikkan isi Kitab-Suci mu, dengan mengartikan Wahyu itu menurut kemauanmu sendiri, tanpa Petunjuk Allah & tanpa disiplin ilmu-pengetahuan yang memadai, guna memahami secara BENAR !
Kamu telah menjerumuskan banyak orang kedalam lembah Neraka, dan jangan mengira kamu sebagai Pemimpin & biang keladinya, dapat terluput dari Siksa-Neraka !.
Kamu telah menghancurkan & membakar hangus rumah-rumah ibadah, & telah & akan membunuh sesama kaummu, disebabkan hanya perbedaan dalam memahami Kitab-Suci, dengan kemarahan yang meluap-luap, kamu tanpa sadar telah membakar Kitab-Suci mu sendiri, yg berada didalam rumah ibadah itu. Kamilah saksi-utama atas perbuatanmu itu !.
Biarkanlah mereka saling menghancurkan & saling membunuh, karena segala apa yg mereka perjuangkan, hanya untuk kepentingan Asing, dan sama sekali mereka yang berseteru itu, tidak berjuang demi kepentingan Bangsa & Negara nya sendiri. Maha Durhaka perbuatan mereka itu !.
Kamilah Saksi-Kunci atas segala apa yg telah mereka perbuat !.
Dengan emosi tak terkendali, lantang berkata pemimpin itu sambil berteriak, menuduh Pejabat-Pejabat Pemerintah, Pemuka-Pemuka masyarakat yang tidak disukainya, melakukan tindakan-tindakan Negatif secara membabi buta, padahal dirinya sendiri yang jelas-jelas telah melakukan perbuatan amat DOSA tidak diketahuinya !.
Bukankah hasutan itu akan memicu timbulnya “Perang-Saudara” ?.
Bukankah hasutan itu, dapat menimbulkan “Pertumpahan-Darah” ?.
Bukankah perbuatan itu,telah mengotori & menodai Sejarah Bangsa ?.
Tetapi mengapakah Aparatur-Negara, tidak berani mengambil tindakan tegas, demi tegaknya Hukum dan demi menyelamatkan Bangsa & Negara ini ?.
Malah dalam beberapa kasus, mereka yang “BELA-NEGARA” ditangkap oleh Aparat !. Sedangkan kaum Penjajah-Jiwa-Bangsa itu, bebas berkeliaran melakukan aksi kejahatannya !.
Bangsa ini telah kebingungan, tak lagi mengenal manakah yang salah dan manapula yang benar !.
Karena Akhir-Zaman serba membingungkan, betapa tidak,” perbuatan Dosa berselubungkan keSucian” dengan kata lain,”jelas-jelas keJAHATan, mengaku tindakan yang Benar !”.
Manakah yang laki-laki dan manapula yang wanita, hampir tak dapat dibedakan, karena garis pemisah antara yang Salah terhadap yang Benar sudah menjadi kabur dan tidak lagi terlihat dengan jelas !.
Berbondong-bondong ramai orang membangun Rumah-Rumah Ibadah, guna kepentingan Politik, mencari umat sebanyak-banyaknya dengan mengabaikan kwalitas dan kwantitas Budi-Pekerti, ibarat membangun Rumah-Rumah Ibadah ditepi Jurang-Neraka !.
Kemenangan lebih diutamakan daripada Budi-Pekerti, berakibat masyarakat menjadi liar dan mengganas tak terkendali !.
Kemenangan lebih diutamakan daripada yang Benar, sehingga masyarakat dalam kebingungan, dan tak sanggup membedakan mana yang Salah & mana pula yang Benar, bahkan yang Benar dikatakan Salah, sedangkan yang Salah dikatakan Benar, maka pada akhirnya kekacauan terjadi disemua sektor kehidupan didalam Negara yang sudah tidak memiliki Jati-Diri-Bangsa lagi !.
Adat-Leluhur yang berBudi pekerti Tinggi, penuh sopan-santun dan kelembutan, digantikan dengan ideologi-ideologi, faham-faham dan ajaran-ajaran asing, yang penuh keberingasan & kekejaman, serta ta’dapat menerima kemajemukan dalam Bhineka Tunggal Ika, maka apakah ini disebut Negara-Demokrasi ataukah Negara Diktator nan Otoriter ?.
Mengaku Demokrasi, tetapi tak hendak menerima kemajemukan yang ada, bahkan bertindak secara Diktator, dengan menindas kaum minoritas dibiarkan saja, bahkan ramai-ramai didukungnya, maka kemanakah Visi & Misi Bangsa dan Negara ini untuk masa depannya ?.
Bangsa dan Negara yang tidak mempunyai tujuan yang pasti akan masa depannya, akan terkatung-katung dalam kebingungannya yang nyata, terlebih-lebih jika Visi dan Misi itu adalah keSESATan, maka Kutukan & Laknat ALLAH pasti menimpa Bangsa dan Negara yg terLaknat lagi Durhaka, dan itu adalah sesuatu yang pasti, lagi tak dapat dipungkiri !.
Bukan misi Kitab-Suci yang mereka bawakan, tetapi misi Jahiliyahlah yang mereka ajarkan kepadamu !.
Mereka menyuruhmu menegakkan sistem Jender, bukankah Adat kaum Jahiliyah yang menguburkan kedalam tanah anak wanita yang masih hidup ?
Adat kaum Jahiliyah, merasa hina bila memiliki anak wanita dan memandang rendah kaum wanita, lebih rendah dari binatang !.
Apakah ajaran yang teramat keji ini yang akan kamu ikuti ?.
Kerja sama didalam menata Negara, antara Alam Gaib & Alam Nyata . :
Kerja sama ini diawali dengan saling menjaga, melindungi, memelihara dan melestarikan Hak Asasi Alam Gaib juga Hak Asasi Alam Nyata, melalui perundingan, persetujuan & kesepakat bersama.
Kerja sama ini bukan saja terhadap Alam-Gaib yang secara umum telah kita ketahui dan yang sudah kita kenal, tetapi juga meliputi Gaib Alam, yakni Jiwa dari Gunung-Gunung, Daratan/ Ibu-Pertiwi, Sungai-Sungai, Lautan-Lautan, Matahari, Bulan, dan sebagainya.
Dengan adanya kerja-sama antara Alam Nyata-Manusia dengan Alam Gaib, maka dipastikan, tidak ada lagi yang berani lakukan perbuatan korupsi, dengan kata lain, kriminalitas dapat ditekan sekecil mungkin.
Didalam hubungan kerja-sama Gaib dengan Manusia, apalagi itu menyangkut dalam mengatur Bangsa & Negara, agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan oleh kedua pihak, maka penyelenggaraan Kerja Sama itu hendaknya dalam pengawasan institusi Malaikat, menurut bidang permasalahan, pada batasan bingkai koridoor yang disepakati bersama.
Berbicara tentang Kerja Sama antara Alam Gaib dengan Alam Nyata, maka ini tidak luput dari masalah keKhalifahan manusia, Maksudnya, sebahagian dari keKhalifahan Manusia harus diserahkan pada Gaib menurut bidang professional, yang telah disepakati bersama. Sebab jika Manusia masih memikul keKhalifahan sepenuhnya, maka Gaib tak dapat ikut campur dalam menangani secara langsung permasalahan yang tengah dihadapi Manusia di Alam Fananya !.
Pentingnya Institusi-Institusi Malaikat dalam mengawasi dan juga sebagai Penasehat serta menetapkan sangsi bagi yang melanggar, agar hubungan Kerjasama tersebut, tidak menimbulkan pemerasan, penindasan, manipulasi, merugikan sepihak dan hal-2 Negatip lainnya !.
Tentu Kerja-Sama Alam-Gaib dengan Alam-Nyata, dalam rangka tegaknya “Rahmatan lil’alamiin”, atau “Kasih bagi Alam-Raya-Semesta”, yang selama ini diartikan amat sempit dan sama sekali tidak pernah diwujudkan !.Mereka masing-masing sibuk mengurusi kepentingan orgasnisasinya belaka !.
Rahmatan lil’alamiin atau Kasih bagi Alam Raya Semesta, meliputi dimensi dan bidang yang teramat luas, dalam menjaga, memelihara, dst. terhadap hak-asasi Manusia, Flora, fauna, Alam-Bumi & Langit-Bumi, sampai kepada menjaga, memelihara, melindungi dan melestarikan aneka demensi Alam-Gaib. ini berguna demi tercapainya ketentraman, kesejahteraan, dsb. terhadap kehidupan Alam-Raya-Semesta !.
Maka akan tiba gilirannya,”Kasih bagi Alam-Raya-Semesta”meluas mencapai hubungannya dengan, menjaga, memelihara, melindungi, melestarikan hak-asasi sekalian Malaikat !.
Pada masa berlakunya Hak-Asasi terhadap para Malaikat, maka para Malaikat akan menentukan lokasi-lokasi dipermukaan Bumi, dijadikan sebagai “Tempat Yang Kuddus”, guna menyongsong datangnya “RAJA-DAMAI” dan Lokasi Kudus “Kebangkitan para Nabi & Tokoh-Tokoh Dunia”, guna meluruskan Sejarah, memperbaiki kwalitas & kwatintas umat !.
Pada saat seluruh Dunia terkena bencana Kiamat, maka “Lokasi-Lokasi Kuddus” itu tak tersentuh sedikitpun, oleh bencana yang amat dahsyat itu !.
Maka hanyalah orang-orang yang berIMAN & berBudi-Luhur, yang dapat mencapai “Lokasi-Kuddus”, dengan hidup penuh damai dan aman !.
Pada “Lokasi-Lokasi Kuddus” itulah, para Malaikat senantiasa berkunjung, guna membimbing, mendidik & mengajarkan, tentang cara-cara mengembalikan kekhalifahan yang disandang makhluk, kepada ALLAH !.
Pada saat itu, semua angkatan yg jahat telah binasa tertelan oleh ganasnya bencana amat dahsyat aksi dan reaksi KIAMAT. dan Bumi hanya didomisili oleh angkatan yang SUCI !.
Kesadaran yang amat tinggi bagi seluruh Penghuni Jagad Alam-Raya, tentang tidak mampunya dalam menyandang sebagai PEMIMPIN, maka hanya ALLAH Maha-Pemilik-Semua-Yang-Ada inilah yang patut menjadi Maha-Pemimpin dari semua ke-Pemimpin-an yang ada !.
Pada Hari itu, bagi mereka yang percaya akan “Hidup-Kekal” sampai pada ajal yang telah ditetapkan. Tetapi bagi mereka yang tidak percaya lagi keji, akan binasa seketika, guna menerima siksaan Neraka, sesudah menerima siksa & derita KIAMAT !.
Pada “Lokasi-Lokasi Kuddus” itu, berkumpul Murid-Murid TUHAN, untuk belajar dan senantiasa belajar, tentang Ilmu-Pengetahuan yang Baik lagi Benar, tiada tipu daya dan dusta, pada Hari-Agung itu, tiada lagi kebencian, iri hati, permusuhan, keserakahan apalagi pertumpahan-darah !.
Karena keKhalifahan itu, sudah tiada lagi disandang oleh semua makhluk, sehingga tiada gairah untuk mengGURUi orang lain, yang ada hanyalah saling bertukar pengalaman dan Ilmu-Pengetahuan, guna mencapai keSEMPURNAan !.
Maha GURU pada hari itu adalah TUHAN Semesta Alam, TUHAN Seruh Sekalian Alam, tiada Guru yang lebih tinggi lagi lebih Sempurna dari TUHAN Semesta-Alam, Maha Pemimpin dari semua pemimpin !.
ALLAH adalah Maha-Khalifah, dari semua keKhalifahan yang ada !.
Apakah DADJAL itu ? . :
Dadjal adalah, apabila ia berbicara dari ujung Dunia, maka suaranya akan terdengar sampai keujung dunia yang lain, dan apabila ia menampakan dirinya dari ujung Dunia, maka wajahnya akan ter-tampak sampai keujung Dunia yang lain !.Itulah tanda-tanda peradaban umat Manusia telah memasuki Akhir Zaman.
Dadjal itu bukan makhluk syeitan, seperti yang tafsirkan kebanyakan umat, tetapi Dadjal itu adalah Alat Technologi Komunikasi Audio dan Video, atau Pemancar-Penerima Radio, Televisi dan Internet.
Secara umum telah diketahui, bahwa Technologi Akhir-Zaman, dapat membuktikan segala apa yang dapat diperbuat dalam isyarat Dadjal yang dimaksud.
Adalah sesuatu yang tidak memungkinkan, bila Kami mengatakan pada Zaman Pertengahan, dimana manusia saat itu belum mengenal akan Technologi Komunikasi Akhir-Zaman, seperti Radio, Televisi dan Internet. Sebab itu Kami memberikan isyarat atau gambaran “DADJAL” !.
Jika sekiranya Kami katakan . :”Di-Akhir-Zaman, akan ditemukan manusia alat yang disebut Radio, Televisi dan Internet !”. Niscaya umat Manusia Zaman-Pertengahan itu, lebih tak mengerti, bahkan tidak akan percaya, karena anggapan mereka itu hanyalah ALLAH jua yang dapat menciptakan Alat Technologi secanggih itu, dan Manusia tidak akan sanggup menciptakan keajaiban semacam itu !.
Terbukti di Akhir Zaman ini, Dadjal adalah bagian dari kehidupan umat Manusia dan masyarakat Gaib, yg peranannya amat penting, diantaranya Telephone rumah/kantor dan Telephone-Genggam atau HandPhone .
Seribu tahun lampau atau lebih dari itu, umat manusia menilai Akhir Zaman adalah sesuatu yang teramat buruk, karena munculnya Makhluk-makhluk aneh nan ajaib ! , yang dengan amat mudahnya makhluk-makhluk itu mempengaruhi umat manusia Akhir-Zaman, untuk menimbulkan keRUSAKan, merajalelanya keJAHATan dan menjerumuskan manusia ke lembah penuh DOSA.
Akhir-Zaman atau Zaman Kali-Yuga, digambarkan oleh umat seribu tahun yang lalu, sebagai Zaman-Berkobarnya-Api-NERAKA !.
“ BENARKAH DUGAAN MEREKA ITU ? “.
Benar & tidaknya, kami serahkan pada sidang pembaca untuk menilainya !.
Komentar. :
Pisau ditangan seorang dokter ahli bedah, akan dapat menyelamatkan orang, tetapi pisau ditangan penjahat dapat melukai dan membunuh orang !.
Demikian pula dengan Dadjal,maka tergantung dari manusianya, untuk apa ia dimanfaatkan,untuk kebaikan atau kejahatan, tapi Dadjal tak bersalah !.
Ilmu-Pengetahuan & Technologi tidak bersalah, sebab itu adalah Sunnatullah atau Ilmu ALLAH yang ditemukan & dimanfaatkan Manusia.
Baik-buruknya,tergantung dari manusia dalam cara penggunaannya !.
Adalah sesuatu yang amat mengherankan, bila orang berpendapat bahwa setiap Penemuan dibidang ip-tek, dikatakan “menyaingi TUHAN”.
Dapatkah manusia melebihi TUHAN ?.
Tanpa disadari, mereka yang berpendapat keliru semacam itu, telah merendahkan TUHAN !. Menuduh orang lain, namun dirinya sendirilah yang terkena sangsi dan pertanggungan jawab, terhadap apa yang dituduhkannya !.
Syukuri jika ada orang menemukan sesuatu yang baru di bidang ip-tek !.
Jangan suka menuduh secara negatif, padahal kamu juga ikut menggunakan & memanfaatkan Penemuan ip-tek orang yang kamu benci, karena perbuatan dan perilaku semacam itu termasuk munafik !.
Hormatilah dan belajarlah pada para Pelopor ip-tek akan penemuannya, sebab dengan cara itulah kemajuan akan diperoleh !.
Jangan suka merendahkan apalagi menghinakan “akal-sehat”, sebab akal-sehat adalah karunia TUHAN terbesar dan terpenting bagi umat manusia, karena “Akal-Sehat” lah yang dapat membedakan antara yang salah & yg benar juga sanggup membedakan antara yang baik & yang buruk !.
Mereka yg suka merendahkan “Akal-Sehat” apalagi menghinakannya, tanpa disadarinya mereka telah merendahkan & menghinakan TUHAN Sang Pencipta “Akal-Sehat nan ilmiah” !.
Dan jangan pula kamu hinakan, mereka yg lebih rendah ilmu-Pengetahuan & status sosialnya, tapi kasihanilah mereka dengan membantu dan mengajarkan tentang sesuatu yang tidak dimilikinya, dengan demikian kamu akan tercatat & tergolong orang-orang bijaksana sebagai Ahli Waris SORGA !.
Bersabar itu lebih baik jika kamu mengetahuinya !.
Selamatlah senantiasa bagi orang-orang yang sabar !.
Penghuni SORGA adalah mereka yang Sabar dan Cinta-Damai !.
Jangan pula kamu mengira binatang tak mempunyai Akal, mereka mempunyai akal, tetapi tak mempunyai “Daya-Khayal” seperti Manusia, sehingga binatang tak mengenal akan kemajuan peradabannya !.
Pada binatang hanya dikenal “daya-lamunan”, sehingga tak dapat berfungsi dalam “daya-Cipta”, karena daya lamun hanya bereaksi & beraksi hanya berkisar pada keNikmatan dan Derita belaka !.
Sedangkan “Daya-Khayal” dapat menimbulkan “Daya-Cipta”, yang melahirkan ilmu-pengetahuan dan technologi !.
Daya-Khayal-Positif dapat menimbulkan “Daya-Cipta”, sedangkan Daya-Khayal-Negatif itu tergolong dalam kategori Lamunan, yang timbulkan dendam.
Mengkhayallah selalu tentang keindahan Surga, niscaya hidupmu akan tenang !. Demikianlah hendaknya para Pemuka Agama, jangan suka memberikan rasa takut dengan ancaman Neraka kepada jemaah, sebab jemaah yang kamu takut-takutii itu, akan menjadi gelisah hidupnya, kegelisahan itu menimbulkan kebingungan, dalam kebingungannya itu, dapat berakibat terjadinya perbuatan-perbuatan yang negatif !.
Jangan pula suka menggambar TUHAN sebagai sesuatu yang amat menakutkan, tapi berilah gambaran yg amat sejuk, Maha-Pengasih, Maha-Penyayang, Maha-Pengampun, agar jemaah yang mendengarkan, masih merasa adanya peluang untuk memperbaiki diri dan kesempatan yang luas untuk bertaubat !. Jangan pula suka mempersempit pemikiran jemaah, sebab jemaah akan tertekan jiwanya, yang berakibat mereka merasa takut dalam mengarungi samudra kehidupan ini !.
Jangan juga suka memancing kemarahan jemaah, sebab mereka akan melakukan tindakan-tindakan yang merusak dan keji, tetapi seringlah selalu mengajak pada keSabaran, dan manfaat keteguhan didalam keSabaran, sebab ini akan membawa kepada Stabilitas Nasional, yang memberikan kesempatan bagi Negara untuk membangun disegala-bidang yang positif !.
Jangan membeda-bedakan para Nabi, sebab bukan tugasmu untuk menilai mereka, belajarlah pada mereka tanpa perlu mengultuskan satu terhadap yang lain, mereka semua adalah utusan-utusa TUHAN, untuk memperbaiki situasi dan kondisi umat manusia, menurut kurun zamannya masing-masing.
Nabi yang satu kamu amat cintai,tetapi Nabi yang lain kamu membencinya, hanya dikarenakan Nabi-Nabi yang tak kamu sukai berbeda suku Bangsa, berbeda Budaya, berbeda Bahasa dan warna kulit.


Enhanced by Zemanta
Post a Comment