Thursday, October 4, 2012

Kitab Istiqal Tarekat Qadiriyyah-Naqhsabandiyyah

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
Kata pengantar
Tanda-tanda dari Wali adalah studi yang luar biasa. Ini berfokus pada tempat ziarah (ziarah) - Pamijahan di Tasikmalaya - yang adalah sangat penting sejarah besar untuk yayasan Islam di Jawa. Pamijahan adalah situs pemakaman Shakyh Abdul Muhyi, eksponen terkemuka dan guru mencatat Orde Sufi, Shattiriyyah. Melalui penjaga nya, yang mengawasi tempat-tempat kunjungan untuk jumlah yang semakin meningkat dari pengunjung yang saleh, Pamijahan mempertahankan hubungannya dengan masa lalu sementara berusaha keras untuk menyebarkan pesan-pesan Islam dalam konteks kontemporer berubah.
Dalam Signs of the Wali, Dr Tommy Christomy grafik perjalanan pribadi intelektualnya. Sebuah studi awalnya dipahami sebagai sebuah eksplorasi filologis naskah sejarah berubah menjadi studi 'naskah hidup' - narasi kontemporer penjaga (juru Kunci atau Kuncen) di Pamijahan. Dalam literatur tubuh tumbuh pada studi ziarah di Indonesia dan di tempat lain di dunia Islam, studi ini merupakan tonggak sejarah. Ini adalah studi tentang kedalaman dan nuansa yang ditulis dengan pemahaman tentang masa lalu tapi dengan pemahaman yang sama modern-hari bahasa Sunda dan budaya. Hal ini canggih dalam pendekatan untuk analisis sastra dan semiotik dan menggabungkan kecerdasan antropologi yang memberikan konteks penting.
Tanda-tanda dari Wali juga menawarkan wawasan penting ke dalam peran masa lalu dan kini sufi (tarekat) di Jawa Barat. Seperti di tempat lain di dunia Islam, tarekat dan ziarah berpotongan dalam praktek populer di Pamijahan. Dr Christomy mengeksplorasi dunia ini berpotongan, menjelaskan langkah-langkah penyelidikan sendiri penelitian yang mendekap sebagai perjalanan penemuan saat ia melanjutkan. Penelitian ini melibatkan mencari jejak Tarekat Shattiriyyah di Pamijahan, mengingat adanya meresap Tarekat Qadirriyah-Nashabandiyyah seluruh Tasikmalaya. Bahwa Tarekat Shattiriyyah bertahan sampai hari ini adalah bukti bahwa kegigihan yang akar historisnya telah didirikan di tempat tertentu.
Penelitian yang baik menetapkan arah dan membuka jalan untuk pertanyaan lebih. Karya dr Christomy ini menunjukkan berbagai kemungkinan untuk penelitian lebih lanjut di situs suci, sejarah lisan dan transmisi pengetahuan Islam dalam konteks sosial tertentu di Indonesia umumnya dan di Jawa pada khususnya. Kita berharap bahwa studi ini akan meminta penyelidikan lebih kritis yang terus upaya ini tak ternilai.
Dengan derajat awal dari Fakultas Sastra di Universitas Indonesia, Dr Chistomy mengambil posisi sebagai Associate Professor di Hankuk University of Foreign Studies di Seoul tak lama setelah mengirimkan disertasi doktornya di Studi Asia Tenggara di Universitas Nasional Australia. Dia kini telah kembali ke Universitas Indonesia di mana ia memegang posisi Dosen Senior di Fakultas Ilmu Budaya. Penunjukan ini memberinya titik pandang yang mengagumkan untuk melakukan penelitian lebih lanjut di sepanjang garis yang telah ditetapkan.
James J. Fox



Enhanced by Zemanta
Post a Comment