Saturday, October 6, 2012

Arti kata Shalat

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Arti kata Shalat

Sebelum membahas jauh tentang tata cara shalat yang sangat jelas bisa ditemukan di dalam Al-Qur’an ada baiknya kita mengetahui secara pantas makna dari kata shalat ini. Seperti yang telah saya jelaskan diatas bahwa makna kata shalat sangat luas! inilah kebenaran firman Allah bahwa Al-Qur’an adalah pelajaran bagi orang orang yang berpikir dan berakal.

Apakah mereka pikir dengan intelektualitas tinggi dan terhormat bisa secara mudah memahami apa yang tersembunyi di dalam Kalam Allah. Dalam konteks seperti itu pun, atau dalam konteks apapun bahkan saya sendiri -  sebagai manusia yang mempunyai keterbatasan, sangat mustahil untuk bisa mengetahui apa yang tersembunyi di dalam Kalam Allah.

Maha besar Allah yang telah menjanjikan bahwa atas tangungan Allah lah mengumpulkan semua itu (pengertian) dalam dada manusia yang dikehendakinya. Maha benar Allah ketika memberitakan bahwa tidak akan sama orang yang buta dengan orang yang melihat.

Saya tidak akan menjabarkan satu persatu kata kata shalat di dalam Al-Qur’an saya akan mengunakan metode lain agar insya Allah anda bisa melihatnya sendiri mengenai apa sih shalat itu sebenarnya.
Apakah hanya berupa kegiatan fisik- takbir, sujud, rukuk, berdiri?
Seperti yang telah saya singgung, sekali lagi saya tekankan bahwa makna kata shalat sangat luas, bahkan lebih luas dari dunia dan segala isinya, sangat luas jika harus disempitkan semata mata dalam kegiatan fisik. Ingat! dunia dan segala isinya diciptakan untuk tunduk dan patuh kepada Allah.

Allah berfirman

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)-nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. (QS. 2:164)

Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allah-lah mereka dikembalikan. (QS. 3:83)

Allah memberikan kabar suci bahwa seluruh alam semesta “muslim“ kepada dirinya, coba pikirkan dengan  baik! - langit muslim, udara muslim, bumi sendiripun muslim, mataharti muslim, bulan muslim, segala sesuatu baik yang bernyawa atau tidak semuanya berserah diri kepadanya, tanyakan kepada diri sendiri kenapa segala sesuatu itu digambarkan berserah diri kapada diriNya, apakah mereka mendirikan  shalat sehingga layak disebut muslim? Lalu bagaimana mereka melakukan shalat apakah dengan rukuk, sujud, duduk antara dua ini dan itu dan ini dan seterusnya (tata cara shalat yang s dikitabkan dalam kitab lain selain Al-Qur’an-yang konon menurut kata nabi), apakah selayaknya manusia melakukan shalat? Untuk mengetahui lebih jelas lagi tentang makna shalat yang kerap saya tekankan berhubungan langsung dengan konsep penyerahan diri dan perjalanan menuju keselamatan ini mari kita imani baik baik  firman Allah dibawah ini

Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami apakan sesuatu apapun di dalam Al-Kitab, kemudian kepada Rabblah mereka dihimpunkan. (QS. 6:38)

Tidakkah kamu tahu bahwasannya Allah: kepada-Nya bertasbih apa yang di langit dan di bumi beserta  burung dengan berbondong bondong.Masing-masing telah mengetahui shalat dan tasbihnya, dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan. (QS. 24:41)

Lalu kalau  anda mengimani shalat itu adalah sebatas gerakan fisik (ritual), bagaimana anda memverikasi gerakan sujud anda dengan

sujudnya para bintang dalam

(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya:"Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku". (QS. 12:4)

sujudnya para malaikat dalam

kecuali iblis.Ia enggan ikut bersama-sama (malaikat) yang sujud itu. (QS. 15:31)

Lalu seluruh malaikat-malaikat itu sujud semuanya (QS. 38:73)


sujudnya bayangan dalam

Dan apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan sujud kepada Allah, sedang mereka berendah diri. (QS. 16:48)

Terkait dengan itu semua;,
Apakah anda melakukan sujud ketika diperingati ayat ayat Allah ketika sedang kebetulan sedang berbincang bincang dengan kerabat dan keluarga  anda atau mungkin dalam pengajian? seperti dijelaskan dalam

Sesungguhnya orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, adalah orang-orang yang apabila diperingatkan dengan ayat-ayat (Kami), mereka menyungkur sujud dan bertasbih serta memuji Rabbnya, sedang mereka tidak menyombongkan diri. (QS. 32:15)

[kalau saya lihat di pengajian banyaknya malah ada yang ngobrol, bahkan ada yang tidur, , ada yang ngelobi bisnis, tapi ada beberapa  orang yang kelihatan focus(khusyu’) sambil nganguk nganguk ga jelas, Tapi tidak pernah ada yang menyungkur sujud dan langsung bertasbih]

atau mungkin anda bisa bersujud secara fisik ketika sambil memasuki gerbang? seperti dijelaskan dalam

Dan telah kami angkat ke atas (kepala) mereka bukit Thursina untuk (menerima) perjanjian (yang telah Kami ambil dari) mereka. Dan Kami perintahkan kepada mereka:"Masukilah pintu gerbang itu sambil bersujud",dan Kami perintahkan (pula) kepada mereka:"Janganlah kamu melanggar peraturan mengenai hari Sabtu", dan Kami telah mengambil dari mereka perjanjian yang kokoh. (QS. 4:154)

[mungkin yang terakhir ini perlu anda coba bersujud sambil berjalan memasuki pintu masuk, kalau anda bisa silahkan menghubungi saya]

Apa yang bisa diambil dari semua ini? Bahwa memang benar gerakan ritual fisik- sujud, rukuk, berdiri, termasuk bagian dari shalat tapi shalat itu tidak terbatas hanya pada gerakan ritual fisik! mengerjakan “shalat”, atau mungkin bahasa yang kalian kenal mengerjakan sembahyang 5 waktu itu hanya bagian dari “SHALAT”.
Sedikit sekali para pengingkar kitab Allah (baca:penginjil hadist) mengambil pelajaran dari pada Al-Qur’an, jika mengartikan shalat hanyalah sebatas gerakan ritual fisik!

Namun dari kesimpulan ini tergantung kemudian pada definisi anda tentang kata “ritual” itu sendiri. Tapi saya tidak akan berbicara tentang ritual disini, secara garis besar kehidupan yang dibatasi asma Allah adalah ritual – kalaupun memang itu namanya!

Sementara yang kita bicarakan dalam hal ini adalah tata cara shalat -kalaupun shalat disempitkan artinya sebagai ibadah ritual fisik. Apakah anda tahu secara pasti bahwa selesainya mengerjakan shalat ( ritual fisik) hanya dengan bersujud!!? Allah telah jelas mengambarkan bahwa rangkaian shalat selesai ketika telah sujud.

Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabatmu) lalu kamu hendak mendirikan shalat bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (shalat) besertamu dan menyandang senjata, kemudian apabila mereka selesai  sujud  maka hendaklah mereka pindah dari belakangmu (berjaga untuk menghadapi musuh) dan hendaklah datang golongan yang kedua yang belum bershalat,lalu bershalatlah mereka denganmu, dan hendaklah mereka bersiap siaga dan menyandang senjata. Orang-orang kafir ingin supaya kamu lengah terhadap senjatamu dan harta bendamu, lalu mereka menyerbu kamu dengan sekaligus. Dan tidak ada dosa atasmu meletakkan senjata-senjatamu, jika kamu mendapat sesuatu kesusahan karena hujan atau karena karena kamu memang sakit; dan siap siagalah kamu. Sesungguhnya Allah telah menyediakan azab yang menghinakan bagi orang-orang kafir itu. (QS. 4:102)

Ini adalah satu ayat yang secara tegas Allah mengambarkan berapa jumlah seharusnya raka’at dalam mengerjakan shalat, dalam ayat ini hanya ada dua raka’at shalat!!. Ketika Nabi mengimami golongan pertama setelah sujud maka selesailah sholat golongan pertama ( dikondisikan karena sedang berjaga menghadapi musuh maka golongan pertama hanya shalat satu raka’at) yang kemudian golongan pertama kebelakang (gantian berjaga) ketika nabi berdiri setelah sujud, golongan kedua ikut shalat dan diakhiri juga dgn sujud. Kondisi golongan yang dimami nabi ini hanya shalat satu rakaat karena supaya orang orang kafir melihat bahwa yang melindungi nabi tidak lengah terhadap senjata dan harta benda, sementara nabi shalat dua raka’at. Mengenai yang diimami nabi hanya shalat satu raka’at dibolehkan oleh Allah dalam

Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, maka tidaklah mengapa kamu menqasar shalat(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu musuh yang nyata bagimu. (QS. 4:101)

setelah keterangan Allah tentang jumlah raka'at shalat dalam Al-Qur'an apakah kalian akan mencoba menduakan keterangan itu? apakah berani anda mengkounter keterangan Allah yang ada di kitabNya dengan kitab yang bahkan kalian tidak tahu secara pasti kebenarannya? apakah kalian tahu dari sekian juta hadist tidak ada kata kata yang keluar langsung dari mulut nabi Muhammad mengenai jumlah raka'at secara detail?

Inilah cara shalat – dalam artian “mengerjakan” gerakan ritual fisik seperti juga dijelaskan dalam ayat ayat lainya seperti dalam  rangkaian surat dan ayat.

Dan (ingatlah) ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan):"Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf,dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku' dan sujud (QS. 22:26)

dan (melihat pula) perobahan gerak badanmu di antara orang-orang yang sujud. (QS. 26:219)


Lalu apa yang bisa diambil dari kata sujud dan rukuk ini sebenarnya, coba lihat di dalam kamus apa sih arti kata sujud dan rukuk? Apakah sebatas menunjukan gerakan fisik atau mempunyai methapor lain untuk pengambaran suatu kejadian yang serupa tapi tak sama?

Secara hemat, banyak yang sujud secara fisik,bahkan terkadang dilakukan sembari mengharapkan tanda – supaya dibilang atau dikenal sebagai golongan orang orang yang bersujud, tapi hati ndan jiwanya nya tidak tunduk, apakah bisa saya simpulkan ini hanya kepalsuan dalam beribadah, kok bisa? Sedikit sekali kaum kebanyakan mengambil pelajaran dari Al-qur’an ini.

Makna kata Shalat di dalam Al-qur’an sangat luas dan mempunyai tingkat ambigu yang kompleks - yang patut diingat apapun artinya yang anda pahami itu Shalat adalah suatu kesatuan dan keutuhan  akan bentuk ibadah kepada Allah . Shalat, secara garis besar, adalah perwujudan akhir dari kebutuhan  individu untuk “tunduk/patuh dan berserah diri kepada Allah ” sekaligus perjalanan awal individu menuju  “keselamatan”.
Mungkin anda mempunyai definisi tentang sholat yang boleh berbeda dgn apa yang saya dapatkan. Makna dari mengerjakan dan mendirikan shalat itu sendiri sebenarnya menjelaskan apa arti kata shalat itu ,seperti disebutkan didalam Al-‘Ankabut’ ayat 45 bahwa Shalat Sesungguhnya Shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar- lalu apakah shalat anda sudah mencegah anda dari melakukanj perbuatan keji dan mungkar wahai para penginjil hadist? Kenapa kalian masih meragukan Alah dalah friman firmannya? Ini adalah perbuatan terkeji dan termungkar yang pernah, ketika anda menentang firman Allah bahwa Al-Qur’an tidak menjelaskan secara terperinci-khususnya tentang shalat ada parahnya kalian tidak menyadari dan merasa mendapatkan petunjuk! Neraka itu siap menerima anda wahai kaki tangan iblis penginjil hadist!

Firman Allah:

Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu ayat-ayat yang jelas; dan tak ada yang ingkar kepadanya, melainkan orang-orang yang fasik. (QS. 2:99)

Mudah mudahan anda bisa mengerti apa yang saya tekankan tentang mendirikan shalat ini; bahwa  essensi dari mendirikan shalat itu secara garis besar adalah menjalani dan mengimani seluruh isi Al-Qur’an dalam setiap waktu dan aspek kehidupan!!
 
Post a Comment