Saturday, October 6, 2012

BAJU “ALLAH” DARI DZAT YANG MAHA AGUNG


Dari Ali Karamallahu Wajhah : Aku katakan padamu ya Rasullullah, manakah jalan tharekat yang sedekat dekatnya kepada Allah dan semudah mudahnya atas hamba Allah dan semulia mulianya disisi Allah.

Maka Sabda Rasullullah SAW : Ya Ali penting atas kamu berkekalan / senantiasa berdzikir kepada Allah. Berkatalah Ali : Tiap orang berdzikir kepada Allah. Maka Rasullullah bersabda : Ya Ali, tidak ada terjadi kiamat sehingga tiada lagi tinggal di atas permukaan bumi ini, orang yang mengucapkan Allah – Allah.
Maka sahut Ali kepada Rasullullah, bagaimana caranya aku berdzikir ya Rasullullah, maka sabda Rasullullah: pejamkan kedua matamu dan dengarkanlah dari saya ucapan tiga kali, kemudian ucapkanlah seperti itu dan aku akan dengarkan.
Maka sejenak Rasullullah mengucapkan : laa illaaha illallah, tiga kali sedang kedua matanya tertutup, kemudian Ali pun mengucapkan kalimat Laa illaaha illallah seperti demikian. Ajaran tersebut kemudian Sayyidina Ali ajarkan pula kepada Hasan basri dan dari Hasan Basri kepada Al Habib al Ajay dari Al Habib kepada Daud Athaiy, dari Daud kepada Al Makruf Al karaci dan dari Al karaci kepada Assuraa, dan dari Assuraa kepada Al Junaid ( HR. Thabrani dan Baihaqi ).
Teori String mengatakan Energi lepas alam semesta ini mengalami penyesuaian sehingga menghasilkan suatu energy baru. Artinya suara yang dibuat oleh Rasullullah berasal dari suara atau Energi yang diterima oleh malaikat jibril dan suara yang diterima malaikat jibril berasal dari Dzat Yang Maha Agung.
Dan mengapa mata harus dipejamkan, karena Allah itu hanya dapat dilihat oleh ruhaniah, dan selain itu jika mata terbuka maka yang terlihat adalah sosok manusia / jasad sehingga dapat menimbulkan penilaian / pengkultusan yang berasal dari pola pikir manusia sehingga penilaian inilah yang dapat merusak / mengotori hati
Seperti firman Allah dalam An Nur 35 : Allah memberi cahaya langit dan bumi, umpama cahayaNYA, seperti sebuah lubang di dinding rumah, di dalamnya ada pelita, pelita itu didalam gelas, gelas itu seperti bintang yang berkilauan.
Hadist Qudsi : Laa illaha illallah ( kalimah Allah ) itu adalah perkataanKU, dan ia adalah AKU, siapa yang MENYEBUTNYA masuklah kedalam bentenKU, dan siapa yang masuk ke dalam bentengKU, maka terpeliharalah ia dari siksaKU ( HR.Syairazi )
Artinya kalam yang diturunkan oleh Dzat yang maha Agung dalam bentuk kalimat Laa illaaha illallah merupakan suatu energy cahaya langit dan bumi yang didalamnya mengandung hikmah, dan kalam ini lah yang akan menjadi tali perjalanan manusia menuju Allah.
Seperti firman Allah dalam Ali Imran 103 : berpeganglah kamu pada Tali Allah dan janganlah kamu bercerai berai.
Namun tidaklah mudah untuk mencari seorang guru yang sudah pernah diturunkan atau dibisikan kalimah Tauhid dari guru guru diatasnya sampai pada rasullullah ( wasilah / silsilah ),
Seperti firman Allah surat Al Maidah 35 : Hai orang yang beriman, taqwalah pada Allah dan carilah /temukanlah WASILAH yang membawa engkau pada ALLAH, berjihadlah engkau diatas jalan/ tali itu, niscaya engkau akan beruntung.
Ketika kita sudah menemukan tali energy kalam Allah yang berasal dari wasilah maka Rasullullah bersabda :
Atas nama Allah, yang tidak memberi mudharat apa apa yang dibumi dan yang dilangit ialah bagi orang yang beserta dengan namaNYA (HR. Abu Daud dan Thirmidzi )
Artinya kalimat Allah yang bertalian tidak akan mencelakan bagi manusia yang selalu menyebut namaNYA.
Setelah rohaniah kita bertemu dengan ruhaniah rasullullah dan rohaniah para guru diatasnya artinya kita sudah bersyaf-syaf dan bertalian erat atau berimam iman maka barulah kita melakukan solat seperti firman Allah Al Alaa 15 : Dan menyebut nama Tuhannya lalu solat.
Dan Ayat Al Ma’un 4 dan 5 : maka celakalah bagi orang yang solat, yang mereka lalai (tdk berdzikir)dari solatnya.
Dan Rasullullah pun bersabda : Tiada tiga orang disebuah desa, dan tidak pula diperkampungan terpencil yang tidak mendirikan solat, melainkan sesungguhnya syaitan menguasai mereka, maka kamu harus berjamaah (jasmani dan rohaniah), sesungguhnya srigala itu menerkam kambing yang terpencil sendirian (HR Ahmad, Abu Daud, Baihaqi dan Nasai)
Barang siapa yang dalam solatnya tidak berimam imam, bersyaf-syaf (jasmani rohani)ia akan disambar iblis dan syaitan dalam solatnya, bukannya berarti jempol kaki kita harus rapat syaf nya dengan orang disebelah kita dan syetan bisa masuk lewat pintu mana saja didalam tubuh, jadi artinya disini adalah rohaniah yang bersyaf syaf dan bertalian erat sampai kepada Rasullullah.
Kebingungan masyarakat mengenai silsilah / wasilah yang bertalian pada sahabat Rasul, Rasullullah bersabda : Tidak sesuatupun yang dicurahkan Allah dalam dadaku, melainkan aku mencurahkannya kembali kedalam dada Abu bakar.
Jadi jelas dalam hadist diatas termasuk mencurahkan talqin dzikir seperti yang dilaksanakan oleh rasullullah kepada saidina Ali.
Firman Allah Al Araf 205 : Sebutlah Tuhanmu dalam hatimu, serta merendahkan diri dan takut dan bukan dengan suara keras, waktu pagi dan petang dan janganlah engkau termaksud orang orang yang lalai.

Enhanced by Zemanta
Post a Comment