Monday, September 10, 2012

Menyorot Kekeliruan Ajaran MA'RIFATULLAH WA MA'RIFATURRASUL dalam Kitabnya "Risalah Waliyullah Dan Wasiat Akhir"

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

[Bedah Buku] 

Sebelum masuk kepada pembahasan ada baiknya kita perhatikan perkataan para imam ahlus sunnah berikut :

- وكل علم إدعاه العباد من علم الباطن لم يوجد في الكتاب ولا في السنة فهو بدعة وضلالة لا ينبغي لأحد أن يعمل به ولا يدعو إليه
Setiap ilmu batin yang diaku-aku oleh hamba yang tidak terdapat dalam Kitabullah dan Sunnah, maka itu adalah bid’ah dan sesat. Tidak pantas bagi seseorang untuk mengamalkannya dan mengajak kepadanya. (Imam Al Barbahari dalam Syarhus Sunnah No. 102)
Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata:

“Apabila kalian melihat seseorang berjalan diatas air atau terbang di udara maka janganlah mempercayainya dan tertipu dengannya sampai kalian mengetahui bagaimana ia dalam mengikuti Rasulullah Shalallahu 'alaihi wassalam. Jika amalannya sesuai as sunnah [
tidak melakukan kebid'ahan, kesyirikan, kekufuran, kefasikan, pent], maka ia wali Allah, namun jika amalannya tidak sesuai dengan as sunnah, maka ia adalah wali syaithan”. (A’lamus Sunnah Al Manshurah hal. 193)

--------------------------------------------------------------------------------------
Sekarang kita masuk pada pembahasan;



Riwayat Guru Makrifat

RIWAYAT HIDUP SINGKAT

Tuan Guru Syekh KH. Muhammad Saman Al-Banjari pengamanah mutlak Ilmu Ma’rifatullah Wa Ma’rifaturrasul pengarang kitab “AWALUDDIN” lahir di Astambul Martapura Kalimantan Selatan pada tanggal 11 Maret 1919 dari seorang Ayah bernama Gusti Muhammad Saleh Bin Tuan Guru Matasin Bin Tuan Guru Muhammad Ali Binti Syafiah Binti Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari dan seorang Ibu bernama Antung Sawiyah Bin Gusti Gantung Bin Pangeran Syaidullah. Beliau adalah anak bungsu dari lima bersaudara yaitu: 1). Antung Jainur, 2). Gusti Mahrus, 3). Gusti Masran, 4). Gusti Salman dan 5). Gusti Masnun (Nama beliau diwaktu kecil).


Kehidupan beliau diwaktu kecil berjalan lancar penuh kedamaian di bawah asuhan kedua orang tua beliau. Ketika berusia tujuh tahun ibunda yang sangat beliau cintai yang selama ini menjadi tempat mengadu dan bermanja dipanggil kehadirat Allah Rabbul Jalil. Maka selanjutnya beliau diasuh oleh nenek beliau sampai usia 13 tahun. Kemudian nenek kembali pula kehadirat-Nya. Seterusnya diasuh oleh Paman beliau sampai dengan dewasa.Pada tahun 1944 di jaman penjajah Jepang menjadi laskar Jepang, Heiho. Sampai dengan tahun 1945 sebelum Proklamasi Kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945, bersama kawan-kawan melarikan diri dari Heiho setelah membunuh tujuh orang Jepang. Bersama dengan kawan-kawan pada tahun 1947 bergabung dengan pasukan revolusi mempertahankan kemerdekaan yang ingin direbut kembali oleh penjajah Kolonial Belanda.Pada tahun 1950 menjadi Tentara Republik Indonesia (TRI) dengan pangkat Sersan Mayor Batalyon 602 Kompi IV Lambung Mangkurat sebagai Komandan Pleton II, dan kemudian berhenti pada tahun 1953 dari Dinas Ketentaraan. Ditahun 1950 ini pula beliau memperoleh jodoh dan menikah dengan seorang wanita bernama Fatimah Binti Abdul Muthalib di Tarakan. Dari perkawinan ini melahirkan putra putrid sebanyak tujuh orang yaitu: 1). Norma, 2). Nosyehan, 3). Muhammad Syamsuri, 4). Muhammad Syamsiar, 5). Galuh Srikandi, 6). Rukiah, 7). Hendra Negara.Antara tahun 1953 sampai dengan tahun 1956 setelah berhenti dari Dinas Ketentaraan hidup beliau tidak menentu, melakukan berbagai macam pekerjaan untuk menghidupi keluarga (anak dan istri). Mencari penghidupan ke negeri tetangga seperti ke Tawau, Sabah, Malaysia bahkan sampai ke Filipina. Kemudian atas kehendak Allah Rabbul Jalil pada tahun 1956 beliau memperoleh limpahan ilmu secara
LADUNI, melalui Datuk Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari. Mula-mula ilmu yang diperoleh yaitu tujuh mata pelajaran pokok Ma’rifah yaitu:


1. Mengenal Diri, 2. Mematikan Diri Sebelum Mati, 3. Kesempurnaan Dua Kalimah Syahadat, 4. Dzikrullah, 5. Istinja 6. Junub, dan 7. Tanda-tanda Sakarul. Sejak tahun 1957 ilmu yang diperoleh, mulai diajarkan kepada orang-orang sekitar tempat tinggal di Tarakan, dari rumah ke rumah seorang diri. Kemudian pada tahun 1960 dengan Rahmat dan Ridho Allah beliau kembali secara Laduni diperkenalkan pada Dzat-Nya yang bersifat Laisa Kamisylihi Syai’un secara langsung tanpa melalui mahluk. Maka mulaipada tahun 1960 ini ditambah satu mata pelajaran yaitu mengenal dzat Allah Rabbul Jalil dan Ilmu ini dinamakan “ AWALUDDIN MA’RIFATULLAH WA MA’RIFATURRASUL” hingga sampai sekarang ini. Dalam perkembangannya dari tahun ke tahun sampailah beliau ke negeri tetangga Malaysia untuk mengajarkan ilmu yang ada pada diri beliau khususnya Tawau, Kota Kinbalu, dan sekitarnya di Sabah bahkan sampai ke Brunai Darussalam sehingga sampai dengan sekarang ini murid-murid beliau ribuan jumlahnya. Selama kurun waktu 1980 sampai 1990-an beliau bolak balik Tarakan-Samarinda untuk mengunjungi putra beliau yang berdomisili menetap di Samarinda, kesempatan ini beliau gunakan untuk mengajarkan ilmu Ma’rifatullah Wa Ma’rifaturrasul kepada orang-orang musli yang ikhlas mau belajar kepad beliau sehingga lambat laun di Samarinda pun mulai banyak pula murid-murid beliau. Pada tahun 1995 beberapa murid yang menyadari perlunya sebuah organisasi untuk melaksanakan pengajian, berhimpun dan bersepakat membentuk Majelis Ta’lim Ma’rifatullah Wa Ma’rifaturrasul Cabang Samarinda. Sedangkan pusatnya di Tarakan. Sejak tahun 1997 beliau menetap di Samarinda dan Pusat Majelis Ta’lim Ma’rifatullah Wa Ma’rifaturrasul dipindahkan ke Samarinda.


Note:

Dikutip dari Buku Awaluddin Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasul - Tuan Guru Syekh KH. Muhammad Saman Al-Banjari oleh: Sugeng, Ihwanul Ma'rifah. Sumber : http://sugeng-arianto.blogspot.com/2008/04/riwayat-guru-makrifat.html
__________________________________________

Buku ini
sangat banyak mengandung kesalahan. Saya hanya membahas sebagian kecil saja dari kesalahan-kesalahan tersebut dari buku yang covernya berwarna hijau saja. Sebenarnya buku yang covernya berwarna kuning bahkan lebih fatal kesalahan isinya.

Salah satu contoh yang fatal dalam buku yang bercover kuning. Ayat al Qur'an Surat Az Zaariyat : 21, diartikan dengan seenaknya saja dengan arti : AKU ADA DALAM KAMU, APAKAH KAMU TIDAK MELIHAT. Padahal ayat tersebut terkait dengan ayat sebelumnya;

وَفِي الأرْضِ آيَاتٌ لِلْمُوقِنِينَ وَفِي أَنْفُسِكُمْ أَفَلا تُبْصِرُونَ
yang artinya : "Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin, dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?" (QS. Az Zaariyat : 20-21)

Sekarang marilah kita melihat apa yang tertulis di dalam kitab atau buku yang berwarna hijau tersebut;

1. Mencari Rahmat, Syafa'at, Berkat, Karomah dan Mu'jizat [
lihat kitab pada halaman. 9]

* Rahmat

Rahmat ialah suatu karomah yang diberikan Allah kepada kekasih-Nya. Adapun berkat ini terletak pada mulut seorang Aulia Allah yakni
air liurnya. Nah, kalau kita ingin air liurnya atau ludahnya maka kita minta dulu ridhonya kemudian bukalah mulut kita, ingat yang kita ucapkan : Bismillah Allahu Akbar

* Syafa'at

Adapun berkat ini terletak pada
telapak kaki seorang kekasih Allah. Dan apabila kita diizinkan untuk mencium telapak kakinya maka kita ucapkanlah : Subhanallah Allahu Akbar, maka ciumlah telapak kakinya. Inilah suatu karomah yang Allah berikan kepada kekasih-Nya.

* Berkat

Adapun berkat ini suatu karomah yang Allah berikan melalui
telapak tangan kekasih-Nya. Apabila kita mencium tangan seorang Waliyullah maka kita ucapkanlah : Alhamdulillah Allahu Akbar, kemudian kita ciumlah telapak tangannya.

* Karomah dan Mu'jizat

Adapun kedua unsur di atas ini adalah suatu kelebihan seorang Waliyullah yang Allah berikan kepadanya, kemudian Allah kirimkan Ruhun Minallah padanya. Ini suatu keistimewaan bagi seorang waliyullah. Apabila kita dapat
mencium pusatnya maka kita harus ucapkan : La haula wala quwwata illa billahil aliyil aziem, dan apabila kita dapat memegang sulbinya yang diucapkan : Allahu Akbar.

Lihat pada halaman 12;


Saya [pengelola blog] katakan; Kitab ini mengutip ajaran AL HALLAJ, : "Bermula dari kebesaran hakikat insan itulah UJUD ALLAH yang sebenarnya, puji bagi ke-Esaan hakikat insan semata-mata".


Selanjutnya, silahkan lihat pada kitab tersebut
halaman 14- 16;

Kekeliruan kitab ini memuat beberapa keterangan [ yang dianggap hadits ] ;

Sebelum dunia dijadikan Nur Muhammad sudah ada, segalanya dijadikan melalui Nur Muhammad, Segalanya dijadikan melaui Dia, dari segala yang ada, tak satupun dijadikan tanpa Dia. (Kitab Daqoiqul Akbar – Al Imam Abdurrahman bin Ahmad Qodhi)

Bandingkan juga dengan
Hadits-hadits palsu ( مَوْ ضُوْع ) dan Hadits yang tidak jelas asal usulnya ( لاَ اَصْلَ لَهُ ) di bawah ini !

إِنَّ اللهَ خَلَقَ رُوْحَ النَّبِي صَلىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَاتِهِ وَ خَلَقَ العَا لَمَ بِأَسْرِهِ مِنْ رُوْحِ محُمَّدٍ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّم


"Bahwa Allah menjadikan Ruh Nabi Muhammad ( Nur Muhammad ) daripada Dzat-Nya. Dan dijadikan Alam seluruhnya dari pada Ruh Nabi Muhammad (Nur Muhammad)" ( Al Hadits, tidak diketahui bagaimana Matan dan Sanadnya ? )

خَلَقْتُ الأَ شْيَاءَ ِلأَجْلِكَ وَخلَقْتُكَ ِلأَجْلِى


"Aku jadikan sesuatu adalah karenamu ya Muhammad, dan aku jadikan kamu adalah aku"

أَنَا مِنَ اللهِ وَالمُؤْمِنُوْنَ مِنِّى


"Aku yang pertama dijadikan, (yakni Nur Muhammad), dan sekalian mu'min adalah daripadaku"

اَوَّلُ مَا خَلَقَ اللهُ نُوْرُ نَبِيِّكَ ياَ جَابْر


" Pertama yang dijadikan Allah adalah Cahaya Nabimu (Nur Muhammad), Wahai Jabir "

خَلَقْتُ نُوْرَ مُحَمَّدٍ إِثْنَى اَلْفِيْنَ سَنَةٍ قَبْلَ خَلَقْتُ آ دَمَ


"Kujadikan Nur Muhammad 2000 tahun sebelum kujadikan Adam"

اِنَّ اللهَ قَبَضَ قَبْضَةً مِنْ نُوْرِهِ فَقَالَ لَهَا : كُوْنِي مُحَمَّدًا


"Sesungguhnya Allah menggenggam segenggam cahaya, lalu berfirman, Jadilah engkau Muhammad" !

لمَاَّ اقْتَرَفَ آدَمُ الْخَطِيْئَةَ قَالَ : يَا رَبِّ أَسْاءَ لُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدِ لِمَا غَفَرْ تَ لِي


"Ketika Adam melakukan kesalahan, dia berkata, Wahai Tuhanku, aku memohon kepadaMu dengan hak Muhammad untuk mengampuniku"

_____________________

Sebagai Bahan Perbandingan


Silahkan baca artikel di bawah ini;

Ada kemiripan antara faham "Nur Muhammad" dalam Tasawuf, "Firman" dalam Injil Yohanes, dan "Logos" dalam Filsafat Neo Platonisme.

Injil Yohanes 1 : 1-14 mengutip ajaran logos ini, menurut pengertian Heraklitus, Stoa dan Platonis, isi kalimatnya sebagai berikut :


"Maka awal pertama adalah logos dan logos itu bersama-sama dengan Allah. Logos juga Allah dan segala sesuatu dijadikan olehnya, segala suatu yang telah terjadi. Dan logos itu telah menjadi Manusia dan tinggal bersama kita"


KONSEP FILSAFAT YUNANI

Plato memberi Orpheus untuk mengatakan (Dalam Tim. I, 312.26 dan seterusnya, dan 324.14 dan seterusnya, rujuk Proclus ibid., halaman 168).


…bahwa segala sesuatu tercipta dalam Zeus, setelah penelanan Phanes, walaupun penyebab segala sesuatu dalam kosmos muncul terutamanya dan dalam bentuk bersatu di dalamnya (sc. Phanes), mereka muncul secara sekunder dan dalam bentuk tertentu dalam Demiurge. Matahari, bulan, langit sendiri, segala elemen, dan Eros yang menjadi penyatu – semuanya wujud sebagai satu kesatuan ‘yang bercampur bersama dalam perut Zeus’ (Orph. Dari 167b.7 Kern).


Orang Yunani, dari Parmenides, mengubah konsep itu kepada Monisme, yang menjadikan Yang Esa hadir. Namun Proclus menunjukkan bahwa konsep-konsep ini, khususnya Idea-idea yang berasal dari Kehendak Nous, mempunyai asal-usul mereka dalam Chaldean Oracles (Kata-kata Hikmah Kasdim) (dari 37 Des Places):


Intelek Nous terpancar, melahirkan dengan kehendaknya yang tidak lelah kepada Idea-idea berbagai bentuk; dan mereka keluar melayang dari sumber tunggal ini Karena ini adalah nasihat dan pencapaian Nous. Namun mereka dibagikan oleh api kebijaksanaan dan disebarkan di kalangan makhluk-makhluk bijaksana yang lain. Karena tuan mereka telah meletakkan di hadapan kosmos berbagai bentuk ini satu model berakal yang kekal; dan kosmos berusaha sederhana untuk mengikuti jejak awalnya. Dan muncul dalam bentuk yang ia ada dan dipenuhi dengan berbagai jenis Idea. Untuk semua ini terdapat satu sumber, namun sementara mereka memecah keluar banyak yang lain telah berpecah dan tersebar melalui jasad-jasad kosmos, berkerumun seperti lebah sekitar ruangan-ruangan besar dunia, dan berputar-putar dalam berbagai arah. Idea-idea bijaksana ini, yang keluar dari sumber Nous, memegang pada kobaran api yang besar. Pada detik utama waktu yang tidak terhenti. Sumber Nous yang utama dan serba mencukupi ini telah memancar keluar Idea-idea generatif utama ini.


KONSEP KRISTIANI

PADA MULANYA ADALAH FIRMAN ( Yohanes 1:1-14)


1. Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah.
2. Ia pada mulanya bersama-sama dengan Allah.
3. Segala sesuatu dijadikan oleh Dia dan tanpa Dia tidak ada suatupun yang telah jadi dari segala yang telah dijadikan.
4. Dalam Dia ada hidup dan hidup itu adalah terang manusia.
5. Terang itu bercahaya di dalam kegelapan dan kegelapan itu tidak menguasainya. .
6. Datanglah seorang yang diutus Allah, namanya Yohanes.
7. Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya.
8. Ia bukan terang itu, tetapi ia harus memberi kesaksian tentang terang itu.
9. Terang yang sesungguhnya, yang menerangi setiap orang, sedang datang ke dalam dunia.
10. Ia telah ada di dunia, dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya.
11. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.
12. Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya.
13. orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.
14. Firman itu telah menjadi manusia, diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai anak tunggal bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Berbeda dengan penulis-penulis Injil lainnya, Yohanes tidak memulai Injilnya dengan pengenalan langsung dari Yesus yang historis. Sebaliknya ia menuntun pembacanya kepada Firman (bahasa Yunani 'LOGOS'), yang dipersamakan dengan Yesus pada akhir prolognya. Tak dapat disangkal, bahwa caranya menjurus kepada peristiwa-peristiwa historis ini, mempunyai pengaruh besar pada tafsiran keseluruhan kitab. Justru pengertian tentang arti "Firman" sebagaimana istilah ini dimengerti oleh pembaca pertama Injil ini penting sekali, sekalipun ada beberapa pendapat yang berbeda mengenai pernyataan ini. Satu tumpuan pendapat yang kuat mempertahankan hubungan-hubungan ide itu dengan dunia pemikiran Yunani. 'LOGOS' adalah kata Yunani yang searti dengan "firman", kadang-kadang ditulis 'RHEMA'. Padanan kata Ibrani "DABAR", berarti yang diucapkan maupun hal yang dikerjakan, atau suatu perkara. Dalam sastra Yohanes, 'LOGOS' menunjukkan Firman yang berpribadi. Istilah 'LOGOS' dipakai di kalangan para Stoa dalam menggambarkan prinsip budi ilahi 'LOGOS SPERMATIKOS' yang menyebabkan bertumbuhnya ciptaan alamiah. Ide ini lebih menyeluruh diperkembangkan selaku sesuatu yang berdiri sendiri dimana ide itu digunakan selaku alat melalui mana dunia diciptakan. Bahwa sebelum penciptaan, Firman telah ada. "Pada mulanya adalah Firman", 'EN ARKHE EN HO LOGOS'. Pernyataan Yohanes bahwa Firman itu adalah "hidup" ('ZOE') menyusul secara logis dari kegiatan kreatif-Nya. Pandangan tentang Firman selaku sumber hidup adalah asasi bagi Injil ini, karena Yohanes menyatakan tujuannya: agar pembaca memperoleh hidup dalam nama-Nya.

Pada mulanya, sebelum dunia dijadikan, Firman sudah ada. Firman ada bersama Allah dan Firman sama dengan Allah. Sejak semula ia bersama Allah. Segalanya dijadikan melalui Dia, dan dari segala yang ada, tak satupun dijadikan tanpa Dia. ( Injil Johanes : 1 : 1-3)



Injil Yohanes 1 : 1-14


KONSEP TASAWUF (YANG KELIRU) DALAM ISLAM

Bandingkan konsep Kristiani dan Neo Platonis dengan Hadits-hadits palsu ( مَوْ ضُوْع ) dan Hadits yang tidak jelas asal usulnya ( لاَ اَصْلَ لَهُ ) di bawah ini !


Sebelum dunia dijadikan Nur Muhammad sudah ada, segalanya dijadikan melalui Nur Muhammad, Segalanya dijadikan melaui Dia, dari segala yang ada, tak satupun dijadikan tanpa Dia. (Kitab Daqoiqul Akbar – Al Imam Abdurrahman bin Ahmad Qodhi)


إِنَّ اللهَ خَلَقَ رُوْحَ النَّبِي صَلىَ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ زَاتِهِ وَ خَلَقَ العَا لَمَ بِأَسْرِهِ مِنْ رُوْحِ محُمَّدٍ صَلَى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّم


"Bahwa Allah menjadikan Ruh Nabi Muhammad ( Nur Muhammad ) daripada Dzat-Nya. Dan dijadikan Alam seluruhnya dari pada Ruh Nabi Muhammad (Nur Muhammad)" ( Al Hadits, bagaimana Matan dan Sanadnya ? )


خَلَقْتُ الأَ شْيَاءَ ِلأَجْلِكَ وَخلَقْتُكَ ِلأَجْلِى


"Aku jadikan sesuatu adalah karenamu ya Muhammad, dan aku jadikan kamu adalah aku"


أَنَا مِنَ اللهِ وَالمُؤْمِنُوْنَ مِنِّى


"Aku yang pertama dijadikan, (yakni Nur Muhammad), dan sekalian mu'min adalah daripadaku"


اَوَّلُ مَا خَلَقَ اللهُ نُوْرُ نَبِيِّكَ ياَ جَابْر


" Pertama yang dijadikan Allah adalah Cahaya Nabimu (Nur Muhammad), Wahai Jabir "


خَلَقْتُ نُوْرَ مُحَمَّدٍ إِثْنَى اَلْفِيْنَ سَنَةٍ قَبْلَ خَلَقْتُ آ دَمَ


"Kujadikan Nur Muhammad 2000 tahun sebelum kujadikan Adam"


اِنَّ اللهَ قَبَضَ قَبْضَةً مِنْ نُوْرِهِ فَقَالَ لَهَا : كُوْنِي مُحَمَّدًا


"Sesungguhnya Allah menggenggam segenggam cahaya, lalu berfirman, Jadilah engkau Muhammad" !


لمَاَّ اقْتَرَفَ آدَمُ الْخَطِيْئَةَ قَالَ : يَا رَبِّ أَسْاءَ لُكَ بِحَقِّ مُحَمَّدِ لِمَا غَفَرْ تَ لِي


"Ketika Adam melakukan kesalahan, dia berkata, Wahai Tuhanku, aku memohon kepadaMu dengan hak Muhammad untuk mengampuniku"


Coba anda bandingkan Kata Sabda, Firman, atau Logos dengan Nur Muhammad di atas !


PANDANGAN ISLAM YANG SEBENARNYA

Bahwa hanya Malaikat yang diciptakan dari
"Nur", sedangkan manusia di ciptakan asalnya adalah dari "Tanah". Apakah Nabi Muhammad termasuk Malaikat ? Padahal Nabi dilahirkan seperti manusia biasa. Maka Allah menyuruh Nabi Muhammad mengatakan :
قُلْ إِنَّمَا أَنَا بَشَرٌ مِثْلُكُمْ يُوحَى إِلَيَّ أَنَّمَا إِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ

Katakanlah: "Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: "Bahwa Sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa". (QS. Al Kahfi : 110)

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Rafi' dan Abdu bin Humaid, berkata Abdu: Telah mengkhabarkan kepada kami, sedangkan Ibnu Rafi' berkata: Telah menceritakan kepada kami Abdurrazzaq telah mengkhabarkan kepada kami Ma'mar dari Az Zuhri dari Urwah dari Aisyah berkata: Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa Salam bersabda: "


Malaikat diciptakan dari cahaya (nur), Jin diciptakan dari api yang menyala-nyala dan Adam diciptakan dari sesuatu yang telah disebutkan (ciri-cirinya) untuk kalian."
(HR. Muslim No. 5314)

Hadits palsu tersebut juga bertentangan dengan hadits Shahih ini:


إن أول ما خلق الله تعالى القلم، فقال له: اكتب، فجرى في تلك الساعة بما هو كائن إلى يوم القيامة

"Sesungguhnya, pertama-tama yang diciptakan Allah Ta'ala adalah qalam (pena), lalu Allah berfirman kepadanya : Tulislah ! Maka ditulislah pada saat itu apa yang terjadi sampai hari kiamat." (HR. Ahmad)

"Sesungguhnya yang pertama kali diciptakan oleh Allah adalah PENA, dan Allah memerintahkannya untuk menulis segala sesuatu yang akan terjadi". (HR. Abu ya'la 1/123, Baihaqi dalam Asma' was Shifat hal. 271)


Dari mana asalnya Nur Muhammad:
http://www.facebook.com/note.php?saved&&suggest&note_id=127766300599887#!/note.php?note_id=105851776124673&id=100000123637137&ref=mf


Kembali kita menyoroti Buku Awaluddin Ma'rifatullah Wa Ma'rifaturrasul

Lima Alam Perpindahan Diri [Silahkan dilihat pada kitab halaman 17]

Di Alam Permulaan

Diri di alam permulaan ia terletak pada sulbi seorang laki-laki yakni seorang bapak kita, ianya bernama AHMAD dengan pujinya : هو, هو, هو

Apabila ia ingin berpindah alam, maka terlebih dahulu Allah akan mengirimkan birahi kepada seorang laki-laki maka timbullah rasa rindu dendam untuk mengadakan hubungan batin dengan istrinya.


Di Alam Perasaan

Setelah seorang laki-laki diberikan birahi, maka timbullah nafsu untuk mengadakan persenggamaan yakni junub. Pasa waktu inilah terpindahnya si AHMAD dari alam perasaan yakni di dalam rahim seseorang ibu yang bernama TARA'IB, maka berpindahlah ia dengan namanya MUHAMMAD, zikirnya : الله الله الله


Maka dzikir di alam permulaan digabungkan dengan dzikir di alam perasaan menjadi bunyinya :
هو الله

Maka inilah dzikir penyempurnaan junub. Demikian di antara sulbi dan tara'ib menjadi rahasia, yang bunyi firman-Nya (QS. At Taa riq : 7) :


يَخْرُجُ مِنْ بَيْنِ الصُّلْبِ وَالتَّرَائِبِ

Maka dengan ini istri akan mengandung, dan selama mengandung Sembilan bulan Sembilan hari, maka Allah menyempurnakan nama-Nya dalam Asmaul Husna 99 dan untuk mencukupi pada yang seratus maka Allah tambahlah sehari lagi maka dengan ini waktu si MUHAMMAD akan berpindah ke alam ketiga.

Di Alam Perkiraan

Apabila sampai saatnya Sembilan bulan sepuluh hari si MUHAMMAD dalam rahim: لااله الا الله

Nah, di alam dunia inilah si ABDULLAH akan memperkirakan di antaranya perbuatan jahat atau perbuatan baik. Kalau ia dapat mempertahankan namanya ABDULLAH maka selamatlah untuk memasuki alam ke empat.

Di Alam Kenyataan

Apabila saat waktunya telah tiba bagi si ABDULLAH akan berpindah ke alam ke empat yakni saat hari kematian, inilah juga hari Hakkul Yaqin ini juga yang bernama Alam Kenyataan. Pada inilah si ABDULLAH dinamakan MUHTADAR, nafas tinggal lagi di kerongkongan.

Apabila si ABDULLAH selama di Alam Perkiraan banyak mengerjakan segala amal perbuatan yang baik-baik maka di saat-saat menghadapai Sakaratul Maut si ABDULLAH tetap tenang dengan dzikir khusus. Dan sebelum ia menghembuskan nafas yang terakhir, maka ia tinggalkan dulu dzikir ini ; محمد رسول اللة

Inilah dzikir penyempurna yang menjadi kalimat sempurna
لااله الا الله محمد رسول اللة

Si ABDULLAH pun berpindah kea lam kenyataan yaitu memasuki Alam Barzah, inilah yang bernama : Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun. Maka si ABDULLAH berganti nama dengan Insan Kamil, kembali kepada dzikirnya : الله الله الله

Di Alam Pertimbangan

Setelah memasuki Alam Barzah yakni alam kenyataan kemudian akan berpindah ke Alam Pertimbangan, maka Allah yang menentukan yakni terlebih dahulu melalui hari-hari yang ditentukan yaitu hari Yaumil Kiamah. Yakni dihancurkan semesta alam, kemudian diadakan hari berbangkit yakni dihidupkan kembali seluruh makhluk.


Kemudian diadakan hisab dan seluruh hamba-hamba Allah dihimpun di Padang Mahsyar di hadirat Allah Robbul Jalil, pada saat itu INSAN KAMIL berubah sekali lagi yaitu serupa ADAM yang sempurna sesuai janji Allah.

Maka selamatlah kita mulai sekarang bagi mereka yang bertubuh ADAM untuk memasuki rahmat dan nikmat Allah yang ditentukan-Nya. Amiin.

Nah, marilah mulai sekarang kita menjaga LIMA NAMA, yaitu : AHMAD, MUHAMMAD, ABDULLAH, INSAN KAMIL dan ADAM. Insya Allah kita akan mendapatkan kemenangan dunia dan akhirat. Perhatikan firman Allah :

يَوْمَ لا يَنْفَعُ مَالٌ وَلا بَنُونَ إِلا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ

Selanjutnya pada
halaman 27;

Sebelas Potongan Al Qur'an

Yang sebelas potongan ini lebih dulu kita ketahui yang kesemuanya ada terletak pada diri pribadi kita, marilah di sini akan diterangkan satu demi satu letak dan maknanya;


1. Alif Lam Mim الم [terletak pada ubun-ubun]

2. Yaa Siin يس [terletak pada sulbi]

3. Qaaf ق [ terletak pada pusat]

4. Kaaf Haa Yaa 'Ain Shaatكهيعص [ terletak pada lubang hidung kiri]

5. Alif Lam Raa الر [terletak pada lubang hidung kanan]

6. Thaa Haa طه [terletak pada mata kanan]

7. Thaa Sin Mim طسم [terletak pada mata kiri]

8. Thaa Sin- Thaa Sin Mim- Alif Lam Mim طس - طسم - الم[terletak pada mulut]

9. Shaad ص [terletak pada telinga kanan]

10. Haa Mim حم[terletak pada telinga kiri]

11. Nuun ن [terletak antara hamba dan Allah, rahasia alam malakut]

Keterangan dzikir yang harus dibaca;


* الرَّحْمَنُ لا اله الا هويحي ويميت

* يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

* قُلْ مَنْ رَبُّ السَّمَاوَاتِ السَّبْعِ وَرَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

* كل من عليها فان

* الذى خلقك فسو ك فعد لك

* لا يَمَسُّهُ إِلا الْمُطَهَّرُونَ

* فى كتاب مكنون

* جزاء بما كانو يعملون

* عَيْنًا يَشْرَبُ بِهَا عِبَادُ اللَّهِ يُفَجِّرُونَهَا تَفْجِيرًا

* حذائق واعنابا

Seluruhnya dibaca dengan cara mendzikirkannya sebanyak 40 kali.


Yang sangat penting dan harus diamalkan supaya menjadi manusia ma'rifat ialah tiga (3) potongan al Qur'an yang masing-masing potongan diamalkan sepuluh malam, seperti :


-Alif Laam Mim > diamalkan sepuluh malam

-Yaa Sin > diamalkan sepuluh malam

-Qaf > diamalkan sepuluh malam

Adapun tujuh potongan ayat ini, karena ia di dalam alam malakut cukuplah kita amalkan di dalam kita selesai sembahyang fardlu dijadikan wirid atau zikir masing-masing menurut kemampuan kita saja, sebagai berikut;


كهيعص -الم -طه -طسم -طس -طسم -الم -ص -حم


Lihat halaman 35;



Syair Saraba Ampat

Allah jadikan saraba ampat Syariat Thoriqat Hakikat Makrifat Menjadi satu di dalam khalwat Rasanya nyaman tiada tersurat


Huruf Allah ampat banyaknya ALIF `itibar dari pada Zat-Nya LAM AWAL dan AKHIR sifat dan asma HA isyarat dari ap`al-Nya


JIBRIL - MIKAIL malaikat mulia Isyarat sifat JALAL dan JAMAL IZRAIL - ISRAFIL rupa pasangannya `Itibar sifat QAHAR dan KAMAL


JABAR - AIL asal katanya Bahasa Suryani asal mulanya Kebesaran Allah itu artinya JALALULLAH bahasa Arabnya


NUR MUHAMMAD bermula nyata Asal jadi alam semesta Saumpama api dengan panasnya Itulah Muhammad dengan Tuhannya.


Api dan banyu tanah dan hawa Itulah dia alam dunia Menjadi awak barupa rupa Tulang sungsum daging dan darah


Manusia lahir ke alam insan Di alam Ajsam ampat bakawan Si TUBANIYAH dan TAMBUNIYAH URIAH lawan Si CAMARIAH


RASA dan AKAL, DAYA dan NAFSU Didalam raga nyata basatu AKU meliputi segala liku Matan hujung rambut ka ujung kuku


TUBUH dan HATI, NYAWA - RAHASIA Satu yang zhohir amat nyatanya Tiga yang batin pasti adanya ALAM SHOGHIR itu sabutnya


MANI-MANIKAM-MADI dan MADZI Titis manitis jadi manjadi Si Anak Adam balaksa kati Hanya tahu Allahu Rabbi


Ka-ampat ampatnya kada tapisah Datang dan bulik kepada Allah Asalnya awak dari pada tanah Asalpun tanah sudah disyarah


Dadalang Simpur barmain wayang Wayang asalnya si kulit kijang Agung dan Sarun babun dikancang Kaler bapasang di atas gadang


Wayang artinya si bayang-bayang Antara kadap si lawan tarang Samua majaz harus dipandang Simpur balalakun hanya saorang


SAMAR, BAGUNG si NALAGARING Si JAMBULITA suara nyaring ampat isyarat amatlah panting Siapa handak mencari haning

________________


Catatan saya [pengelola blog];

1. Syair ini sangat jelas dengan famam
Nur Muhammad dan Wihdatul Wujud

2. Memasukkan usur agama Hindu ke dalam syair tersebut antara lain ada istilah SEMAR, BAGONG, PETRUK dan GARENG.[lihat : Samar = Semar. Bagung = Bagong. Nalagaring = Gareng. Jambulita = Petruk]

Selanjutnya lihat kitab tersebut pada
halaman 50;

Wasiat Khusus

Pertama
Apabila sampai saat yang Allah tentukan untuk diri pribadi kami kembali kehadirat Allah Robbul Jalil, maka kami amanatkan agar supaya jenazah kami dimakamkan di Pekuburan Khusus, watas pribadi sendiri di Samarinda.

Kedua
Rawatlah jenazah kami menurut Ahlussunnah wal Jama'ah

Ketiga
Kepada anak-anak dan darah daging kami, juga murid-murid yang ikhlas ridho, hendaklah berkabung selama 7 hari dan malamnya untuk berhadiah dengan membaca Al Qur'an, Tahlil dan lain-lain.

Ke empat
Apabila cukup selama 40 hari dalam pengkebumian jenazah kami, supaya kepada anak-anakku semua bermufakatlah kepada murid-muridku yang ikhlas da ridho agar membangun sebuah kubah pada makam kami secara sederhana. Lihatlah contoh kubah yang sudah kami rancangkan.

Ke lima
Semoga kepada anak-anakku dan murid-muridku yang benar menjaga Amanahku ini serta melaksanakannya, Semoga Allah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya.

Yang menjadi sorotan saya [pengelola blog] adalah perintah membangun sebuah kubah di atas makam, sedangkan Rasulullah sangat melarang perbuatan tersebut.


Contoh Kubah. silahkan dilihat gambar pada buku tersebut di halaman. 51.

Agar lebih jelasnya, silahkan dibaca artikel ini;

Meninggikan kuburan lebih dari satu jengkal

Sebagian kaum muslimin meninggikan kubur melebihi dari hal yang dibolehkan agama. Hal ini mungkin disebabkan karena mereka belum memahami tuntunan agama atau karena ada unsur lain seperti ingin menunjukkan bahwa orang tersebut seorang yang mulia.


“Dari Abu Hayyaaj al-Asady, ia berkata: Berkata kepadaku Ali bin Abi Tholib radhiyallahu ‘anhu: Maukah engkau aku utus untuk melakukan sesuatu yang aku juga diutus oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk melakukannya? Jangan engkau tinggalkan sebuah patung melainkan engkau hancurkan. Dan tidak pula kuburan yang ditinggikan kecuali engkau datarkan.” [HR.Muslim]


“Dari Tsumamah bin Syufai, ia berkata: Aku pernah bersama Fudholah bin Ubaid di negeri Romawi ‘Barudis’. Lalu meninggal salah seorang teman kami. Maka Fudholah menyuruh untuk mendatarkan kuburannya. Kemudian ia berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menyuruh untuk mendatarkannya.” [HR.Muslim]


Menembok dan mencat kuburan

Di antara kebiasan buruk yang bisa membawa kepada sikap pengkultusan kuburan adalah menembok dan mencat kuburan bahkan ada yang mengkramik atau dilapisi Marmer. Di samping hal tersebut diharamkan dalam agama, termasuk pula membuang harta kepada sesuatu yang tidak ada manfaatnya. Dan yang lebih ditakutkan adalah akan terfitnahnya orang awam dengan kuburan tersebut. Sehingga mereka menganggap kuburan tersebut memiliki berkah dan sakti.


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah melarang dengan tegas menembok dan mencat kuburan dalam sabda beliau (yang artinya):


“Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melarang mencat kubur, duduk diatasnya dan membangun di atasnya.” [HR.Muslim]


Yang dimaksud dengan membangun dalam hadits tersebut adalah umum, sekalipun hanya berbentuk tembok saja. Apalagi membuatkan rumah untuk kuburan dengan biaya banyak sebagaimana telah dilakukan sebagian orang-orang yang jahil.


Berkata Imam asy-Syafi’i rahimahullah: “Aku melihat para ulama di Makkah menyuruh menghancurkan apa yang dibangun tersebut.” Al-Manawy berkata: “Kebanyakan ulama Syafi’iyyah berfatwa tentang wajibnya menghancurkan segala bangunan di Qorofah (tanah pekuburan) sekali pun kubah Imam kita sendiri Syafi’i yang dibangun oleh sebagian penguasa.


Membangun rumah untuk kuburan

Sebagian orang ada pula yang mambangunkan rumah untuk kuburan. Bahkan kadang kala biayanya cukup besar. Ini adalah salah satu bentuk penyia-nyiaan dalam penggunaan harta. Mungkin orang yang melakukan hal tersebut berasumsi bahwa si mayat mendapat naungan dan nyaman dalam kuburnya. Sesungguhnya tidak ada yang dapat memberikan kenyamanan dalam kubur kecuali amalan sendiri, walau seindah apa pun kuburan seseorang tersebut.


“Ibnu Umar melihat sebuah tenda di atas kubur Abdurrahman. Maka ia berkata: “Bukalah tenda tersebut wahai Ghulam (anak muda), maka sesungguhnya yang melindunginya hanyalah amalannya.”


Duduk dan makan di kuburan

Bentuk lain yang merupakan jalan membawa kepada pengkultusan kuburan adalah kebiasaan sebagian orang mendatangi kuburan pada momen-momen tertentu. Seperti mau masuk bulan suci Ramadhan, Lebaran atau masa setelah panen. Mereka berbondong-bondong ke kuburan dengan membawa tikar dan makanan. Lalu sesampai di kuburan membentangkan tikar dan duduk bersama-sama. Dilanjutkan dengan rangkaian acara tahlilan dan do’a setelah itu ditutup acara makan bersama. Jika hal tersebut kita timbang dengan ajaran Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, maka sungguh sangat bertolak belakang sama sekali. Jangankan untuk tahlilan dan makan bersama, duduk saja tidak diperbolehkan. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini (yang artinya):


“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: "Sungguh salah seorang kalian duduk di atas bara api lalu membakar baju sehingga tembus ke kulitnya lebih baik daripada ia duduk di atas kuburan.” [HR.Muslim]


Syaikh Muhammad Arsyad Al Banjari [seorang ulama besar dari Banjarmasin, yang bermazhab Syafi'i] dalam kitabnya Sabilal Muhtadin, beliau mengatakan : "Makruh memutihkan kuburan dengan kafur. Haram membikin sesuatu bangunan di atas kuburan seperti kubah atau bangunan seperti rumah atau pagar di atas kuburan . [Sabilal Muhtadin, Bab Jenazah hal. 736-737]

Imam Syafi'i dalam kitabnya Al Umm, berkata : "Saya menyukai bahwa tidak ditambahkan pada kuburan tanah yang lain. Dan tiada mengapa bahwa ada pada kuburan itu tanah yang lain, apabila ditambahkan padanya tanah yang lain, maka ia tinggi sekali. Saya menyukai bahwa ditinggikan kuburan atas permukaan bumi sejengkal atau kira-kira sejengkal. Saya menyukai bahwa tidak dibangun kuburan dan tidak dikapurkan. Karena yang demikian itu menyerupai hiasan dan kebanggaan. Dan tidaklah kematian itu tempat salah satu dari keduanya. Saya tidak melihat kuburan orang-orang Muhajirin dan Anshar itu dikapurkan." [Kitab Al Umm, bab "Apa Yang Akan Ada Sesudah Dikuburkan", hal. 216]

Sumber: Larangan Duduk, Menembok [membangun] dan Mencat Kuburan :
http://www.facebook.com/home.php#!/note.php?note_id=113305532045964&id=100000123637137&ref=mf


Wallahu a'lam

resent by : Anwar Baru Belajar

Sumber : Kitab Risalah Waliyullah Dan Wasiat Akhir, KH. Muhammad Saman Al Banjari. Pengurus Pusat Majelis Ta'lim MA'RIFATULLAH WA MA'RIFATURRASUL, Samarinda.



 

Post a Comment