Saturday, September 29, 2012

Segi Tiga Gunung Terbalik Dalam Kitab Rifaiyah

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Rahasia Segi Tiga Gunung Terbalik Dalam Kitab Rifaiyah



 Pada tiap-tiap  lembaran pertama  dari kitab-kitab Tarjamah Syar’iyah karangan KH Ahmad Rifa’i, kalimat demi kalimat tersusun rapi berbentuk segi tiga kerucut memanjang ke bawah seperti, gambar gunung terbalik. Begitu juga pada lembar terakhir. Gambar rekayasa ini bukan sekedar lambang yang tidak mempunyai maksud, melainkan mengandung makna yang cukup dalam. Di antara makna lambang itu ialah :
Tanbihun ( pengingat ), Bahwa renovasi dan purifikasi yang direntangkan dihadapan umat, Ia mengingatkan umat agar segera kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul, karena selama ini umat Islam sudah banyak yang menyimpang dari tatanan yang sebenarnya, baik dari kalangan elit agama ataupun orang biasa. Penyimpangan itu sengaja diusahakan oleh pemerintah kolonial Belanda dan mere-ka yang berkolaborasi dengannya.
Memang sejak dulu Tanbih (pengingat) itu untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat tentang bahayanya membiarkan Belanda menjajah di bumi Indonesia seperti digambar kan:
“Tanbihun, ikilah pepeleng, gawe eling kang prayitno, ora gawe eling kang sebrono. Jaman akhir akeh maling, malinge agama. Jalma kang pinter di pleter, Jalma kang bodo di bebedo.  Jalma kang eling, awake gering. Jalma kang ora eling, dadine maling. Ibadah podo bubar, maksiat pating slebar. Tuntunan, dadi tontonan. Tontonan, dadi tuntunan Wal keduwal, ora ngerti endi kang haram lan endi kang halal. Sak becik-becike jalma manusa iku kang akeh elinge, titi lan waspodo. Aja manut maring kekarepane bongso Welondo. Podo samia bangun negoro kang merdeka kanti pikantuk  ridlane Allah Kang Maha Kuasa.”
Enhanced by Zemanta
Post a Comment