Tuesday, September 25, 2012

PASAL AL-QUR’AN

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang
1. Bacalah, dengan  nama Tuhanmu yang telah Menciptakan,
2. Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3. Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha mulia,
4. Yang mengajar (manusia) dengan perantaran kalam,
5. Dia mengajar kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
6. Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas,
7. Karena dia melihat dirinya serba cukup.
8. Sesungguhnya Hanya kepada Tuhanmulah  ( kamu )kembali.

Al-Qur’an dturunkan oleh Allah Swt secara berangsur-angsur kepada Rosulullah Saw dan ayat pertama yang  Allah turunkan adalah Iqra ( bacalah dengan menyebut nama Allah ).
Ini bisa diartikan bahwa sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk belajar membaca  pada awalnya dan selanjutnya memahami akan apa yang dibacanya .
Banyak sekali  ayat-ayat dimana Allah mengatakan ” Bagi oang-orang yang berpikir ” inipun menunjukan bahwa  Al-Qur’an hanya bisa dipahami oleh orang-orang yang berpikir, yaitu orang-orang yang berpikir tentang keagunganNya.
Allah Swt Berfirman :
1. Alif laam miim.
2. Kitab (Al-Quran) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.
Semua umat islam pastilah tahu atau memiliki Al-Qur’an, ini artinya bahwa Al-Qur’an itu merupakan petunjuk bagi diri-diri pribadi umat islam itu sendiri hanya saja sayangnya masih banyak umat islam yang hanya membacanya saja dan tidak dilanjutkan kepada tahap pemahaman akan isi dari kandungan Al-Qur’an itu sendiri, ada juga yang hanya menghapal untuk dijadikan senjata untuk menyerang atau memvonis seseorang itu sesat atau tidak sesat dan yang terparah adalah menjadikannya (Al-Qur’an) sebagai alat untuk membenarkan tindakannya walaupun terkadang tindakannya salah.
Disini saya hanya akan membahas mengenai Al-Qur’an agar sesuai dengan Firman Allah yang  mengatakan bahwa sesungguhnya Al-Qur’an itu terpelihara sampai hari kiamat dan Allahlah penjaganya.
Al-Qur’an itu Mulia dan tidak terkena rusak ?  lalu Al-Qur’an yang manakah  yang disebut Mulia dan tidak terkena rusak ?
Sesungguhnya  Al-Qur’an itu ada 4 Perkara :
1. Qur’anul majid. Yaitu Al-Qur’an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya ada sampulnya dan ada tulisan/hurufnya
2. Qur’anul Karim (  Qur’an Yang Mulia ). Yaitu Al-Qur’an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya adalah tangan dan jari kita karena sudah  jelas sekali dengan perantara tangan dan jari kitalah terciptanya huruf Al-Qur’an.
3. Qur’anul Hakim (  Qur’an Yang Agung ). Yaitu Al-Qur’an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya adalah penglihatan kita karena tangan dan jari kita tidak mungkin bisa menulis huruf  Qur’an dengan benar jika tidak disertai dengan penglihatan
4. Qur’anul Adzim ( Qur’an Yang Suci dan Langgeng ). Yaitu Al-Qur’an yang  biasa kita baca sekarang ini, nyatanya adalah Hidup  karena tangan , jari dan penglihatan tidaklah akan bisa menulis huruf Qur’an jikalau tidak hidup
Setelah kita mengetahui ke empat perkara diatas jadi jelaslah sudah bahwa yang disebut Qur’an yang  suci dan Langgeng adalah yang memulai adanya Qur’an tersebut.
Islam itu suci bersih jadi kalau kita ingin sampai pada kesucian/kesempurnaan maka  ke 4 pasal Al-Qur’an tersebut harus dipelajari seluruhnya.
Pertama-tama kita harus mau membaca Qur’anul Majid  yaitu Al-Qur’an yang ada hurufnya  karena ini ada hubungannya dengan perintah iqra.
Selanjutnya adalah memahami/belajar Qur’anul Karim yaitu bagaimana menggunakan tangan dan jari kita agar sesuai dengan apa yang diinginkan  Qur’an yaitu suci bersih dengan tidak menggunakan tangan dan jari untuk perbuatan-perbuatan yang  tidak baik melainkan kita harus menggunakan tangan dan jari kita agar bisa dijadikan jalan untuk mengenal Allah dan Rosulullah. Kemudian naik lagi mempelajari/memahami Qur’anul Hakim yaitu bagaimana menggunakan penglihatan kita agar sesuai dengan apa yang diinginkan  Qur’an yaitu suci bersih dengan tidak menggunakan penglihatan untuk hal-hal yang tidak baik melainkan kita harus bisa menggunakan penglihatan tersebut untuk mengenal dengan jelas hakekatnya Allah Taala.
Dan terakhir adalah memahami/mengenal Qur’anul Adzim yaitu yang hidup yang mengadakan Qur’an pertama kalinya.
Jadi kalau sudah memahami hakekat Qur’an apakah kita masih berani menggunakan alat dari ujung rambut sampai ujung kaki untuk perbuatan-perbuatan yang tidak baik ?
Sesungguhnya jika kita mengaku Islam maka dari ujung rambut sampai ujung kaki haruslah islam juga yaitu tidak melakukan hal-hal yang dilarang oleh Allah Swt  dan Rosulullah Saw.
Sesungguhnya dari ujung rambut sampai ujung kaki akan menjadi saksi kita di Yaumil Akhir nanti atas apa yang pernah kita lakukan selama hidup dialam dunia ini. Berhati-hatilah………
- Kesimpulan daripada Al-Qur’an adalah Surat Al-Fatihah
- Kesimpulan Surat Al-Fatihah adalah “Iyyakana’Budu Wa Iyyakanastain”
- Kesimpulan “Iyyakana’Budu Wa Iyyakanastain” adalah “Bismillahirrahmanirrahim”
- Kesimpulan “Bismillahirrahmanirrahim” adalah “TTIK nya BA”

Bagi Para Arifbillah (Mereka yang mengenal akan Allah) tentunya akan hilang segala resah dan gelisah di dirinya dan lenyap pulalah segala pertanyaan kenapa…. dan mengapa….. karena itu, tidak ada lagi yang namanya saling mempertahankan pendapatnya masing2. Dengan berpatokkan pada “Wallahu’ Alam” menunjukkan segala pengetahuan itu kembali hanya kepada Allah Swt. Mengenai Rahasia “TITIK nya BA” ataupun “ALIF” itu semua saling berhubungan satu dengan yang lain, sehingga jika seandainya kita tarik garis yang lurus dari atas ke bawah….. maka kita akan menemukan jawabannya….
Bukankah garis yang lurus itu, jika kita memulai membuat garis dimulai dengan “TITIK” lalu kemudian dari “TITIK” itu di tarik garis ke Bawah tentu akan menghasilkan “ALIF” jadinya. Dan begitu pula jika garis itu selesai sampai di bawah bukankah juga akan di temui sebuah “TITIK”?. Jika kita melihat secara mata Zahiriyah…. ketika sudah terbentuk garis yang lurus tadi tentu kita hanya dapat melihat yang ada hanya “ALIF”, tetapi jika di tela’ah ternyata pada diri “ALIF” itu diawali dengan “TITIK” dan di akhiri pula dengan “TITIK” sedangkan “ALIF” itupun adalah sekumpulan dari pada “TITIK – TITIK” yang menyatu dalam kesatuan lalu terbentuk lah “ALIF”
Jika sudah demikian apakah antara “TITIK” tadi dan “ALIF” itu perlu untuk di pertentangkan? Sedangkan IA itu satu kesatuan……….
Silahkan dari sudut manakah kita memandang…… apakah dari atas atau dari bawah, dari sebelah kanan atau dari sebelah kiri, dari muka atau dari belakang. Kesimpulannya semuanya itu “SATU” yang menyatu dari pada kesatuan diri “YANG BERDIRI DENGAN SENDIRINYA”.

Yang Jelas saat ini adalah…. dari mana kah engkau menuntut Ilmu, dengan siapakah engkau Berguru, berapa lamakah engkau sudah menimba Ilmu, maka kalian itu adalah saudara yang di ikat oleh satu kesatuan Tauhid yaitu Tauhidullah wa Tauhidurrasul serta Ma’rifatullah wa Ma’rifaturrasul.
Peluk lah saudaramu itu…..erat2, dan rangkullah serta tersenyumlah dan berbahagialah telah bertemu dengan sesama saudara seperjalanan Ilmu. Lalu mulailah dengan saling berbagi satu dengan yang lain. saling isi dan mengisi….. itulah suatu bukti yang nyata Bahwa Ilmu Allah Ta’ala itu sangat lah Maha Luas. Denga di pertemukannya kita kepada saudara2 kita seperjalanan Ilmu, di situ (pada diri saudara kita) menunjukkan ada Ilmu Allah Ta’ala juga. Lalu menjadi lah dalam kesatuan saling melengkapi dan menyempurnakan…..
Itulah salah satu keindahan dari pada sifat Jamal-Nya Allah Ta’ala yang dinyatakannya kepada kesatuan para Arifbillah (mereka yang mengenal akan Allah) untuk saling melengkapi dan menyempurnakan Ilmu Allah Ta’ala yang Maha Luas…..
Subhanallah…..Subhanallah…..Subhanallahil ‘Adziiiiim………………………
Wa Laa Haw Laa Wa Laa Quwwata Illaa Billahil “aliyyil ‘Adziiiim……

.
Maha Benar Allah Dengan Segala FirmanNya……….

Enhanced by Zemanta
Post a Comment