Tuesday, September 25, 2012

PERUMPAMAAN YANG MENGANDUNG HAKIKAT

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Orang-orang tua dulu di Daerah tempat saya tinggal, khususnya Mereka-mereka yang mendalami tentang Tasawuf dan Tauhid selalu menyampaikan kepada mereka yang berjalan di jalan Ma’rifat dengan menggunakan suatu Istilah/Simbol/Kiasan/Perumpamaan yang bertujuan untuk memudahkan Akal dalam memahami Hakikat dan Ma’raifat sebelum memasuki Alam Rasa.

Dan yang lebih sering kiasan yang di gunakan adalah : “Kiasan tentang Air”. Dikatakan bahwa Lautan yang luas sejauh mata memandang itu jika di tela’ah maka tiada lain adalah “Air”. Ombak yang bergulung-gulung di laut yang di sebut juga dengan Gelombang, maka itu pun tiada lain “Air”. Banyaknya buih yang berada di pesisir pantai, itupun tiada lain “Air.

Hancur Buih menjadi “Air”, Hilang Ombak kembali menjadi “Air” dan Lautan yang luas itupun pada Hakikatnya adalah “Air”. Asalnya “Air” maka kembali menjadi “Air.”

Begitupun jika “Air” dimasukkan dalam Fressher (Tempat Pembekuan Air), beberapa jam kemudian “Air” tsb akan berubah bentuk menjadi sebuah bongkahan “Air” yang Padat yang di sebut dengan “Es Batu”. Di katakana bahwa Es BAtu tetaplah Es Batu walaupun berasal dari pada “Air”, akan tetapi jika Es Batu itu mencair maka kembalilah ia pada ujud asalnya yaitu “Air”. Asalnya Air kembali menjadi “Air”.

“Air” itu ada dua jenis, yaitu “Air” yang kotor/keruh dan “Air” yang Jernih/Bening. Walaupun jenisnya berbeda tetap saja Hakikatnya adalah “Air”. Tetapi….. agar “Air” itu bisa bermanfa’at yang baik, maka sudah seharusnya lah “Air” itu di olah dan di proses sehingga “Air” yang kotor/keruh bisa menjadi jernih/Bening.

“Air”….. ya! “Air”, apapun jenisnya Air itu dan apapun perubahan bentuk yang terjadi dari “Air” itu, dia tetaplah “Air”. Asalnya dari pada “Air” maka kembalilah menjadi “Air”.

Satu tetes “Air” dalam Gelas……. Itu pun adalah “Air”, Lautan yang luas….. itupun adalah “Air”. Maka dari segi Hakikatnya tiada beda satu tetes “Air” yang berada dalam Gelas dengan “Air” yang luas pada Lautan. Lalu bagaimanakah agar di “Air” dalam Gelas itu bisa ada gelombangnya, ada buihnya, ada kapal diatasnya dan ada ikan didalamnya…???? Hmm……. Jawabannya ada pada dirimu…..!!!!

Selain Kiasan tentang “Air”, ada juga kiasan tentang “Kapas”. Dimana pakaian yang kita pakai walau bermacam-macam bentuk dan rupa tetaplah sama asalnya yaitu “Kapas”. Kapas jadi benang jadi kain jadi pakaian. Setelah Jadi Pakaian maka tidak lagi di sebut “Kapas” melainkan di sebut dengan Pakaian. Akan tetapi Pakaian itu tiada lain berasal dari pada “Kapas”. Bukan “Kapas” tetapi tiada lain dari pada “Kapas”. Asalnya dari pada “Kapas” maka kembali kepada “Kapas”.

Benarkah Kiasan-Kiasan/Perumpamaan-perumpamaan demikian…..?????

Jawabannya ada pada dirimu…..!!!!

Mari kita sama-sama untuk mencari kebenarannya di balik Kiasan/perumpamaan tsb, bukan untuk mencari kesalahan dan perbedaan. Karena sesungguhnya segala sesuatu yang Allah ciptakan semuanya mengandung Hikmah di dalamnya.

Walau berbeda2 tetaplah satu…
Karena perbedaan itu berasal dari pada yg satu….

Syuhudul wahdah fil katsrah, syuhudul katsrah fil wahdah..
(Pandang yang satu ada pada yang banyak, pandang yang banyak ada pada yang satu)

Seperti asalnya api maka akan kembali kepada api
Seperti asalnya tanah maka akan kembali kepada tanah
Seperti asalnya air maka akan kembali kepada air
Seperti asalnya debu maka akan kembali kepada debu…
Dan Asalnya dari Allah maka semua akan kembali kepada Allah.


Air adalah hakikat dari Nur Muhammad. Karena air adalah sumber kehidupan…
Dan tanpa NUR Muhammad maka langit bumi berserta isinya tidak akan pernah ada….
Mohon di koreksi mas PJ yg baik….

 

Semoga bermanfa’at…untuk kita semua.

Wassalam,


Enhanced by Zemanta
Post a Comment