Monday, September 24, 2012

Indahnya Bersyukur

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

"Nabi Saw, berdiri (ibadah) hingga kedua telapak kakinya membengkak, lalu beliau ditanya, ‘Allah sudah mengampuni dosamu yang berlalu maupun yang akan datang…’ Maka Nabi Saw, bersabda, ‘Bukankah aku adalah hamba yang sangat bersyukur?’"

Hadits mulia ini menjelaskan disiplin terhadap penegakan kewajiban ubudiyah secara total dan maksimal bagi orang yang punya akal sehat. Sedangkan Pangeran Agung dan Rahasia mulia Nabi besar Muhammad Saw, yang telah menjadi rahasia semesta dan sekaligus menjadi induk dari semesta wujud, menjadi pusat antara makhluk dan Khaliq, tetap disiplin menegakkan ubudiyahnya walapun kedua telapak kakinya yang mulia itu membengkak. Bagaimana dengan kita semua? Sungguh jauh wahai orang ‘arif! Karena itulah curahkan tekadmu dalam rangka mengikuti jejak Rasul yang agung, Shollalluhu alaihi wasallam, leburkan dirimu secara total dalam sehari semalam seribu kali, dan anda setelah itu terbatasi. Ubudiyah adalah sifat sejati sang ‘arif.

Anak-anak sekalian. Allah Swt telah menyebutkan karakter para Sufi dalam kitab-kitab para Nabi, dimana Allah Swt, berfirman: “Hambaku… BersamaKu-lah engkau menemuiKu. BersamaKu-lah antara diriKu dan dirimu ada ikatan cinta. BersamaKu-lah engkau menjadi ahli khidmah padaKu. BersamaKu-lah engkau mengingatKu dan memuji padaKu. BersamaKu-lah engkau merasa nikmat berdzikir kepadaKu. BersamaKu-lah engkau mampu melihat WajahKu di akhirat. HambaKu, dirimu hanya untukKu. Ruhmu hanya bagiKu. Hatimu hanya bagiKu, dan seluruhmu hanya untukKu. Engkau berikan seluruhmu, maka Aku berikan seluruhnya padamu. DiriKu total bagimu.”

Dalam suatu hadits dijelaskan, Allah Swt, memberi wahyu kepada Nabi Dawud as,:

Hai Dawud, siapakah yang memanggilKu, lantas Aku memutuskan harapannya? Siapakah yang mengetuk pintuKu, lalu tidak dibuka pintu baginya? Akulah yang menjadikan harapan makhluk, bersamaKu, dan itu sepele bagiKu.

Hai Dawud! Apa alasannya hambaKu berpaling dariKu? Sedangkan Aku berkata, “Kemarilah padaKu….”.

Hai Dawud! Akulah tempat harapan. Akulah Yang Menjadikan sayap para perindu sebagai arahKu, dan menjadikan sayap-sayap rindu itu sebagai tempat pandangKu di muka bumi, lalu Aku berangkatkan kepadaKu hingga bertambah rindunya padaKu, dan bertambah dekat padaKu pula.

Hai Dawud! Berilah kabar gembira pada wali dan kekasih-kekasihKu, bahwa setiap saat Aku perlihatkan kemuliaanKu, kelembutan ciptaanKu dan kebaikan anugerahKu pada mereka, hingga mereka tak pernah melupakan DiriKu, dan tidak bersenang hati pada selain Aku, sedangkan kerinduan mereka hanyalah padaKu, sampai mereka tak sabar untuk segera bertemuKu. Akupun telah membukakan pintu-pintu kemesraanKu, dan aku pun membuatnya rasa cinta bagi mereka sebelum mereka memanggilKu, serta aku memberi mereka sebelum mereka memintaKu.


Wahai Dawud, kabarkan pada manusia di muka bumi, bahwa Aku adalah Kekasih orang yang mencintaiKu, pendamping orang yang bermajlis denganKu, pemberi kemesraan kepada yang menyenangiKu, dan sahabat bagi yang mensahabatiKu, memberi kepatuhan pada orang yang taat padaKu, dan memilihkan orang yang memilihKu. Katakan pada hamba-hambaKu… “Kemarilah untuk bersahabat denganKu dan bermesraan denganKu, bergegaslah untuk mencintaiKu dan mendekat padaKu…”


Katahuilah wahai Dawud, Aku jadikan lempung kekasihKu dari lempungnya Ibrahim sahabatKu, dari lempung Yahya penjernihKu dan Muhammad KekasihKu.

Hai Dawud, apakah ada seorang kekasih yang pelit pada yang dicintainya?
Wahai Dawud! Ingatlah, ketika kerinduan orang-orang terbaikKu untuk segera bertemu denganKu serasa lama, sesungguhnya rinduKu pada mereka lebih dahsyat lagi. Ingatlah! Orang yang mencariKu pasti menemukanKu, tetapi siapa yang mencari selain Aku, pasti tidak akan pernah bertemu denganKu.
Sifal Al-Abrar

Wahai Dawud! Manakala yang menghimpit hambaKu adalah kerinduannya padaKu dan sibuk bersamaKu, Kujadikan rasa istirahatnya dan kelezatannya adalah dzikir padaKu, dan Aku pun asyik denganNya. Aku pun menyingkapkan hijab antara DiriKu dengan dirinya. Aku pun mencintainya dan Dia mencintaiKu. Bahkan ia tak pernah alpa dikala manusia sedang alpa.

Ia tak pernah lalai ketika manusia semua lalai. Tidak pernah bersendagurau dalam permainan ketika manusia sedang bersendagurau dalam permainan dunia. Sungguh merekalah orang-orang terbaik (Al-Abraar).

Wahai Dawud! Bila engkau mencariKu, pasti engkau dapatkan Aku, dan urusan duniamu Kucukupi, Aku pun tidak menuntut hak padamu. Tetapi jika engkau mencari selain Aku, maka Aku sibukkan dirimu dengan ikhtiar dunia, dan Aku menuntut hak padamu.

Wahai Dawud! Sesungguhnya kecintaanKu hanya bagi orang yang tak pernah melupakan DiriKu (senantiasa dzikir) dengan lisan dan qalbunya, karena sesungguhnya tiada suatu yang berkurang dibanding kealpaan dan kelupaan padaKu.

Wahai dawud! Bila engkau ridho padaKu, Aku pun ridho padam. Bila engkau hanya butuh padaKu, Aku pun mengkhususkan kebutuhanmu. Dan bila engkau syukur padaKu maka Kujadikan dirimu sebagai raja dunia akhirat.


Wahai Dawud! Siapa yang tidak sabar atas cobaanKu, tidak bisa berangkat kepadaKu.

Wahai Dawud! Apabila Aku mencintai hambaKu, maka Aku penuhi qalbunya dengan rasa takut padaKu dan rindu bertemu denganKu, bersemangat taat padaKu.

Wahai Dawud! Sungguh para waliKu itu ada dalam bangunanKu, tak ada yang kenal mereka kecuali wali-waliKu. Maka sangat berbahagialah para waliKu, sangat berbahagialah para kekasihKu.

Wahai Dawud! Aku tak pernah melupakan orang yang melupakanKu, bagaimana mungkin Aku melupakan orang yang mengingatKu?

Wahai Dawud! Aku Maha Derma pada orang yang bakhil padaKu, bagaimana Aku tidak bakhil pada orang yang dermawan padaKu?


Wahai Dawud! Aku pun mencintai orang yang marah padaKu, bagaimana mungkin Aku marah pada orang yang mencintaiKu?


Wahai Dawud! Berilah kabar gembira pada orang yang memohon, “Sesungguhnya Aku Maha Pengasih dan Penyayang pada mereka.”


Wahai Dawud! Setiap sang kekasih sangat senang bila sendiri dengan kekasihnya. Sedangkan Aku terus memandang hati para kekasihKu. Katakan pada orang yang yang menikmati dzikir padaKu: “Apakah masih ada Tuhan yang lebih baik dibanding Aku?”


Wahai Dawud! Siapa yang patuh padaKu berarti ia mencintaiKu, Aku bakal tempatkan di syurgaKu, dan akan Kuperlihatkan WajahKu. Dan siapa yang maksiat padaKu dan tidak mencintaiKu, akan Kumasukkan pada nerakaKu, dan kupakaikan padanya dendamKu.


Wahai Dawud! Demi kebesaranKu dan keagunganKu, tak ada yang bertetangga denganKu kecuali orang yang mencari persandingan denganKu.


Wahai Dawud! Dustalah orang yang mengaku mencintaiKu, ketika malam telah gulita ia justru tidur mendekur jauh dariKu.


Wahai Dawud! Siapa yang mengenalKu, mengehendakiKu, dan siapa yang menghendakiKu ia mencariKu, dan siapa yang mencariKu akan menemuiKu, dan siapa yang menemuiKu, ia tidak pernah memilih kekasih selain DiriKu.


Wahai Dawud! Berilah kabar gembira kepada orang yang berdosa, sesungguhnya Aku Maha Pengampun, dan peringatkan pada orang yang sangat dekat denganKu bahwa Aku Sangat Pencemburu.


Wahai Dawud! Siapa yang menemuiKu ia pasti takut padaKu, maka Aku tak akan pernah menyiksa dengan api nerakaKu. Dan siapa yang bertemu denganKu dia pasti mencintaiKu dan Aku tidak akan susah dengan perpisahannya denganKu. Siapa yang mencintaiKu ia akan sangat malu padaKu, aku tidak membuatnya malu di hari ketika bertemu denganKu.


Wahai Dawud! SyurgaKu hanya bagi orang yang tidak putus asa dari rahmatKu, dan benciKu hanya pada orang yang berbuat suatu dosa, lalu ia bangga dengan dosanya di sisi PemaafanKu! Kalau toh Aku mempercepat siksa pada seseorang, maka yang paling dahulu Kusiksa adalah orang yang putus asa dari RahmatKu, dan kesegeraan itu bukan dari PerilakuKu. Lihatlah, Aku terus memandang KekasihKu bila malam telah tiba dengan kegelapannya, Aku jadikan matanya ada di hatinya, lalu mereka berbincang denganKu melalui bibir-bibir dzikirnya, dan mereka hadir dalam pembicaraan denganKu.


Wahai Dawud! Seandainya saja Aku tidak mengikat ruh para kekasihKu pada badan-badan mereka, pastilah arwah-arwahnya keluar bergegas rindu untuk segera menemuiKu.

Wahai Dawud! Diantara hamba-hambaKu ada yang sangat ahli dalam kebajikan, dan Kujadikan kebahagiaan dan kemesraan sebagai bagiannya. Sungguh bahagia mereka, dan sungguh sebaik-baik tempat kembali.

Diriwayatkan, bahwa Allah swt memberi wahyu kepada Nabi Yahya bin Zakaria, semoga sholawat dan salam bagi keduanya:

“Sesungguhnya Aku memutuskan atas DiriKu, bahwa tidaklah seorang seorang hamba dari para hambaKu yang mencintaiKu, dimana Aku mengatahui dari hatinya, melainkan Aku telah menjadi pendengaran, penglihatan dan ucapannya. Lantas Aku membuatnya benci pada segalanya, dan Aku halangi kesenangan syahwatnya serta kenikmatan-kenikmatannya, kenyamanan hidupnya.
Setiap hari aku menjenguknya tujuh puluh ribu kali, dan setiap saat Aku tambahkan kenikmatan mencintaiKu, kemanisan bermesraan denganKu, dan Aku penuhi hatinya dengan cahaya dariKu, hingga ia melihatKu setiap saat, lalu Aku membelai kepalanya, kemudian Aku letakkan TanganKu di atas luka hatinya, hingga ia tak pernah mengeluhkannya. Aku pun mendengar gelora hatinya karena rindu membara untuk bertemu denganKu, disamping rasa takut jika putus denganKu, lalu dia berkata, “Benar sungguh bagiku, aku tak akan pernah tenang sebelum sampai kepadaMu wahai Tuhanku…!” 

Enhanced by Zemanta
Post a Comment