Monday, September 24, 2012

ORANG PERTAMA YANG MENGETAHUI KEROSULAN NABI MUHAMMAD (SAW)

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

  ORANG PERTAMA YANG MENGETAHUI KEROSULAN NABI MUHAMMAD (SAW) ADALAH PENDETA JIRJIS/BAH

 SUMBER :
AL-ALLAMAH QUTHBUL SANIYYAH SYARE’ATUL KHOTAM SAYID SYAIKH AL-HABIB IDRIS NAWAWI BIN YAHYA AZHOMATUL KHAN TAJUL ALAM

Sewaktu Nabi Muhammad SAW,baru beruisa 12 tahun beliau diajak oleh pamannya Abu Tholib ke negara Syam bersama suku Quraisy dan Qurdi. Pada saat para Kafilah berhenti di Basyrah seorang pendeta Nasrani, bernama Jirjis/Bahirab yang setiap harinya selalu disibukkan dengan ajaran Al-Masih. Beliau melihat dari salah satu Kafilah ada yang aneh, maka beliau dengan semangat memanggil Kafilah dari beragam suku untuk datang makan bersama di kediamannya. 

Salah satu dari suku tadi adalah Abu Tholib Maka semuanya datang berbondong-bondong, kecuali Nabi Muhammad SAW yang sengaja di taruh di bawah pohon dengan satu alasan masih belum pantas (anak-anak) makan bersama para tetua suku yang usiannya sudah dibilang uzur.

Sang Pendeta meneliti satu demi satu setiap tamu yang masuk, namun yang dicarinya masih belum di ketemukan.Bahira, sangat cemas dengan penglihatan sebelum para tamu dari beragam suku datang ke rumahnya, pasalnya, beliau melihat ciri-ciri yang terdapat dalam kitab injil : "Akan datang Ke Rosulan dengan ciri,beliau akan di payungi awan dan semua pohon tunduk menjaganya". (Pengakuan Babel perjanjian lama,yang disimpan secara rapat oleh Pastur Vatikhan).

Melihat yang di cari belum di ketemukan, Bahira berkata ditengah tamu yang hadir : "Wahai Kaum Quraisy,dan Bani Mekkah serta Qurdi,apakah masih ada orang di luaran yang belum amsuk kemari" maka dijawab oleh para suku" Tidak ada! kecuali seorang anak berusia 12 tahun, yang belum pantas menghadiri jamuan Tuan?".
Mendengar seruan salah satu Kafilah,,,pendeta meminta pada Abu Talib untuk mempertemukan dengan bocah yang barusan disebutnya tadi. Dan saat pendeta Bahira bertemu beliau langsung memriksa Punggung Rosululloh SAW, dan apa yang dilihatnya sama persis dengan ajaran Babel / Injil

Maka bertanyalah sang pendeta kepada nabi Muhammad SAW, tentang Al-Kitab yang dipelajarinya dan Nabi Muhammad SAW, menjawabnya secara benar maka sang pendeta berbisik kepada Abu Tholib : "Siapa anda dan punya hubungan apa dengaan anak kecil ini" maka di jawab oleh Abu Tholib : "Dia putraku".Sang pendeta langsung menyela : "Kamu berbohong wahai pemuda, sesungguhnya dia bukan putramu karena dalam Al-Kitab, ayahnya akan mati  ketika sang putra masih bayi / belum lahir" ditanya semmacam itu Abu Thalib menjawab : "Betul dia bukan putraku melainkan putra Abdullah" Dengan penjelasan ini sang pendeta berkata sangat pelan : "Wahai pemuda jagalah anak ini jangan biarkan dia berkeluyuran, sesungguhnya aku melihat dialah satu satunya Raja dari semua raja yang ada di belahan jagat raya, tiada yang sempurna anak kecil ini melainkan dia bagian dari kasih sayangnya Tuhan pencipta kita semua".

Enhanced by Zemanta
Post a Comment