Friday, September 14, 2012

Lillahi ta’ala

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Ma’rifatullah — Mengenal Allah
Lillahi ta’ala maknanya “karena Allah ta’ala
Dalam sifat 20 Allah ta’ala kita paham dan yakin bahwa Allah itu Wujud (ada). Tidak mungkin atau mustahil Allah ta’ala itu ‘Adam (tidak ada).
Allah itu Qiyamuhi Binafsihi (Berdiri dengan sendirinya). Mustahil Allah ta’ala itu iftiqoorullah (Berhajat/butuh) pada makhlukNya.
Firman Allah ta’ala yang artinya
Dan tunduklah semua muka (dengan berendah diri) kepada Tuhan Yang Hidup Kekal lagi senantiasa mengurus (makhluk-Nya). Dan sesungguhnya telah merugilah orang yang melakukan kezaliman” ( QS Thaha [20]:111)
Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah Yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji.” ( QS Faathir [35]:15)
Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi” (QS Al Baqarah [2]:255)
Allah Azza wa Jalla, Qiyamuhu bin Nafsi, Maha Berdiri Sendiri tidak membutuhkan apa-apa pun dari makhlukNya termasuk “tempat” atau “Arsy” atau “langit” atau “kursi”, sebaliknya kita membutuhkan Allah Azza wa Jalla.
Manusia atau kita ada namun tidak berdiri sendiri. Kita itu maujud artinya ada namun karena pengaruh yang lain yakni karena Allah ta’ala.
Kita ada karena Ar Rahmaan dan Ar Rahiim nya Allah ta’ala
Coba bayangkan jika seluruh indera kita seperti penglihatan, pendengaran, penciuman/rasa itu tidak diberikan oleh Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang,  apakah kita ada ?
Kita maujud karena Allah ta’ala ,  karena Ar Rahmaan dan Ar Rahiim Nya dalam berupa panca indera. Kita harus bersyukur untuk itu
Kemudian Dia menyempurnakan penciptaannya dan Dia tiupkan padanya sebagian dari Roh-Nya dan Dia jadikan bagi kamu pendengaran, penglihatan dan rasa, tapi sedikit sekali kamu bersyukur” (QS As Sajadah (32):9)
Begitu pula kita harus bersyukur atas nikmat Iman dan nikman Islam karena Allah ta’ala , karena karuniaNya, karena Taufiq dan HidayahNya.
Oleh karenanya segala perbuatan kita (seorang hamba Allah yang bergantung padaNya)  haruslah karena Allah ta’ala bukan karena hawa nafsu dan bukan pula karena selainNya
Kita sholat karena Allah ta’ala bukan karena surgaNya.  SurgaNya adalah ciptaanNya yang adanya pun  karena Allah ta’ala.
Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam“. (QS Al An’aam [6]:162 )
SurgaNya bukan lah tujuan namun sebuah keniscayaan bagi  “orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya”
Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada (agama)-Nya niscaya Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya (surga) dan limpahan karunia-Nya. Dan menunjuki mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-Nya.” ( QS An Nisaa’ [4]:175 )
Wassalam
Post a Comment