Thursday, August 9, 2012

PENJELASAN TENTANG QOWAA'IDUL ISLAM

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
DAFTAR ISI

NO

HAL
1
Daftar isi���������������������..
0
2
Mukadimah ��������������������.
1
3
Pendahuluan �������������������...
2
4

PENJELASAN TENTANG QOWAA�IDUL ISLAM������.

3
5
A. Mengatahui yang di sembah������������....
3
6
Kalimah Azziyadah�����������������..
5
7
ILMU�����������������������
14
8
Ilmu Muamalah ������������������...
14
9
Ilmu Syari'at ��������������������
14
10
Ilmu Thoriqot �������������������..
15
11
Ilmu Hakikat��������������������
16
12
Menurut Ilmuwan Frederick��������������
19
13
Fisika + Kimia =  Kenyataan Qaib�����������...
21
14

ARRISALAH FI NAHYIL MUJADALAH����������..

28
15
ASSHOLAT��������������������.
37
16
Daftar ayat-ayat Al Qur'an ��������������..
44
17
NGERUKAT��������������������
48



MUKADIMAH
PENDAHULUAN

Hanya kepada Allah kita persembahkan segala puji yang telah menunjukkan kepada kita Ma'rifat, sholawat dan salam kita panjatkan kepada Muhammad dan rasulnya, dan kepada semua keluarga serta pengikut-pengikutnya dan keturunannya.
            Ini adalah kumpulan dari dawuh Ulama�, tujuan utama ialah supaya ingat dan mengingatkan diri saya sendiri dan kepada saudara-saudara yang se-i�tikat dengan saya, dan saya ini tidak mempunyai suatupun pengetahuan dibandingkan dengan saudara-saudara, hanya saya mengumpulkan dawuh-dawuh Ulama�, memang saya akui dengan sangat kurangnya pengetahuan saya tentang ilmu dan agama juga sangat dloifnya iman saya karena sangat kurangnya keyakinan saya, tentu banyak kekurangan, kehilafan, dan kurang baik cara untuk me-mahaminya sehingga di dalamnya �tak disetujui oleh sebagian obyek. Namun karena saya berpendapat bahwa hal-hal itu perlu dikemukakan dan di bicarakan, saya memberanikan diri untuk mengemukakannya, maka semua kritik dan saran dari saudara-saudara yang bermaksud untuk memperbaiki dan menyempurnakan, saya terima dengan tangan-tangan terbuka dan rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya.
            Dan saya bukan orang yang baik atau ahli ta�at. Saya berani menulis ini karena saya berpegang dua Hadits yang pertama Artinya: �Barang siapa yang menunjukkan kebaikan maka orang itu mendapat se-bagaimana yang mengerjakannya�. Dan Hadits yang kedua Artinya: �Perintahlah kamu tentang kebaikan walaupun kamu tidak bisa me-ngerjakannya, dan menjegahlah kamu tentang keburukan walaupun kamu tidak bisa mencegahnya�.
            Maka dengan dasar itulah saya berani membuat tarjamahan ini, tetapi hanya secara kunklusi tidak menurut lafald-nya hanya ke-simpulannya saja.


Penerjemah
orang yang paling bodoh dan paling buruk
 Abdul Hannan Hamid
Sendangagung Paciran Lamongan 30 Maret 2003.
PENJELASAN TENTANG QOWAA�IDUL ISLAM

A       .Mngetahui yang di sembah    (                                                       )
Imam Al Ghozali berkata �barang siapa yang tidak tahu (melihat) Allah di dunia, bagaimana akan bisa tahu di akhirat nanti�.
Artinya: �Pertama kamu wajib mengetahui yang di sembah baru kamu menyembah kepadanya, bagaimana kamu bisa menyembah jika kamu tidak tahu yang kamu sembah�.
Artinya:�Maka terkadang keyakinanmu terhadap Allah dan sifat-sifat-Nya menjadi yakin pada  sesuatu yang sesuatu itu bertentangan dengan  yang Haq (Allah) maka jadilah ibadahmu itu seperti debu yang berhamburan, karena menyembah tidak tahu yang di sembah, berarti  menyembah nama-Nya bukan dzatnya, Lilladzi Fathorossamawati, bukan Lillahi�. Untuk lebih jelasnya baca buku Sirojut Tholibin juz awal hal, 78.

            Agar anda tahu sebab apakah orang-orang solihin ketika sakarotul maut menjadi Su�ul khotimah.
Al Maliku  =  Raja diraja / merajai.
Al  Haqqu  =  Nyata dan dapat dilihat secara majazi.
Al Mubin   =  Terang, jelas dan nampak

            Mengapa anda tidak mengetahui, ayyuhal mahjubun? padahal   nampak jelas dibandingkan dengan makhluk-Nya.
Wujud : ada, sedang Adam : tidak ada, bagaimana bisa tahu kalau wujud itu masih didalam adam.
Artinya: �Dzattullah itu wujudnya nyata, kiranya kalau sudah dibuka hijabnya (dinding atau sekat) pasti kita melihat-Nya (Dzattullah), Dzattullah itu wujudnya nyata�.

Orang yang sudah tahu Dzattullah berarti orang itu sudah terbuka hijabnya dengan melalui ilmu Mukhasyafah (ilmu terbukanya rahasia ke-Tuhanan).�Sirri Rububiyah �.
Orang yang belum tahu itu namanya mahjub (tertutup), yang dimaksud tertutup itu bukan Tuhannya yang tertutup itu melainkan kamu sendiri karena Tuhan itu tidak gaib, kalau Tuhan itu tertutup maka berarti Tuhan itu kecil (terbatas) karena yang pasti lebih besar tutup daripada yang ditutupi, itu tidak sesuai dengan :
1.                                                                                            = Allah maha besar.
2.                                                                                            = Allah Dzat  yang luas.
3.                                                                                            = Tuhanku yang maha tinggi.
4.                                                                                            = Tuhanku yang maha agung.
5.                                                                                            = Bertempat di Dzatnya sendiri.

Dalil naqli (Al Qur�an dan Al Hadits) :
Kata Nabi kalimah Azziyadah adalah, melihat Allah.
Artinya: �Maka terbukalah dindingnya bagi orang-orang mu�min maka mereka itu sama melihat Allah�. Sirojut Tholibin jilid 1 hal, 133.
Bagaimana tentang Al Hadits?
Artinya: �Berfikirlah tentang yang diciptakan oleh Allah (makhluk Allah) dan janganlah memikirkan Dzat-Nya�.
            Yang dilarang itu memikirkan bukan mengetahui (melihat), bagaimana anda tidak memikirkan jika anda belum tahu, didalam hati anda pasti masih ada:
        Andai-andai.
        Membayangkan (bayangan yang menimbulkan seperti).
padahal Dia tidak ada sesuatu yang menyamai atau menyerupai-Nya 
Tidak sama dengan yang baru     
        Hayalan, apakah hayalan itu bukan tahayul na�udzu billah�
Jika anda belum tahu tentu dalam hati anda masih belum busa menghilangkan 4 pertanyaan yaitu:
1.      bagaimana,
2.      berapa,
3.      kapan,
4.      dimana,

Jika hati anda belum bisa menghilangkan 4 pertanyaan itu, berarti iman anda belum sempurna.
Artinya: �Wahai orang-orang yang beriman, imanlah pertama Amanu (iman taqlid, iman dalil, dan iman �muroqobah�, imannya orang yang masih mengintip), kedua Aminu (iman Haqqul Yaqin dan Ainul Yaqin)�.

            Jika anda sudah tahu maka pasti anda tidak akan memikirkan atau membayangkan, seperti saya belum pernah ke Mekah maka saya pasti membayangkan, �bagaimana Mekah itu?� dan saya yakin bayangan saya itu tidak akan cocok dengan kenyataannya. Orang yang sudah pernah ke Mekah pun masih juga punya bayangan, karena tidak tampak terus di hadapan kita, lain halnya dengan Allah.
Artinya: �Dimana kamu menghadap disitulah Dzat Allah�.
Artinya: �Kecuali Dia bersama mereka di manapun mereka berada�.
Artinya: �Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada urat lehernya�.
Artinya: �Jika hambaku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya aku ini dekat�.
            Jika anda belum tahu sesuatu yang anda tuju tentu anda masih memikirkan, namun kalau anda sudah tahu dan sesuai dengan sifat-sifat-Nya maka hati anda tinggal membenarkan (pemikiran hilang dengan sendirinya).
Artinya: �Hati tidak akan mendustakan dari sesuatu yang anda lihat (oleh mata)�.
Artinya: �Karena tidak difirmankan hati tidak akan memungkiri dengan sesuatu yang dilihat oleh hatinya�.

Misalkan anda melihat ada logam yang sifatnya sama dengan emas (berwarna kuning, direbus dengan air keras tidak bisa hancur, beratjenisnya sama dengan berat jenis emas) pasti hati anda tidak akan mengingkari dengan sesuatu yang dilihat oleh mata anda sendiri.
            Pada kesimpulannya adalah, mata dulu baru hati, kalau hati dulu kemudian mata namanya bayangan atau hayalan dan belum tentu cocok.
Bagaimana tentang Al Hadits.
Artinya: �Sembahlah Tuhanmu seolah- olah kamu tahu Dia, maka sesungguhnya Dia itu mengetahui kamu�.

            Apakah �Kannaka Taroohu� (seakan-akan atau seolah-olah kamu tahu Dia), apakah itu bukan menghayal ?, apakah kalimat tersebut menunjukkan mustahil dilihat ?, tidak sekali lagi tidak,  namun  kalau kalimatnya itu �                                      �  Lam Urika (sesungguhnya kamu  tidak  akan Aku  perlihatkan)  itu  mustahil, dan  jangan  begitu

karna di belakangnya masih ada kalimat �                                    � Fain lam takun taroohu� (kalau kamu tidak tahu), ini menunjukkan bahwa ada yang mengetahui termasuk yang berdsabda.
Lihatlah dalam tafsir Jalalain yang menafsirkan Lan Taroonii                

�                                 �, kamu (Nabi Musa) tidak akan tahu Aku, sifat ilmu Ta�alluq (hubungan), yaitu dengan wenang menjadi wenang, apakah Nabi Musa itu bukan mumkin ?, apakah mumkin itu bukan wenang?.
Bagi Allah menunjukkan / memperlihatkan itu wenang bisa diartikan boleh (menunjukan atau tidak menunjukkan itu wenang / bolehboleh saja) tidak pandang bulu baik itu tidak menunjukkan kepada pada kiyai, sarjana, Drs, dan sebagainya. Wenang bagi Allah memperlihatkan atau tidak memperlihatkan (tidak wajib dan tidak mustahil). Seperti dalam firmannya Lan Taroonii �                            �                           
Bukan Lan Uriyaka �                                     �, (Aku tidak akan menunjukkan kepada kamu).
Jadi mengetahui (melihat) Tuhan secara majazi (gorohan) itu boleh-boleh saja seperti kita melihat sesuatu yang kita lihat, namun kalau secara haqiqi (sungguhan) mustahil karena pada hakikatnya mahkluk itu tidak dapat melihat apapun saja.
Artinya: �Lan Taroonii ini tidak menunjukkan mustahil menurut akal kalau mustahil karena apa melihat atau tahu itu di hubungkan dengan wenang (tetapnya gunung)� Tafsir sowi jilid 2 hal, 36.
Artinya: �Adapun dalil naqliyahnya (dalil yang tertulis), dalam Kitab (Al Qur'an) Sunnah (Al Hadits) Ijma� dan dalil akal, tahu atau melihat itu sifat ilmu, tetapnya gunung itu mumkin wenang (jaiz). Sifat ilmu berhubungan dengan sifat jaiz menjadi jaiz, kalu melihat itu ditolak (muhal) kenapa Nabi Musa bertanya padahal Nabi itu tidak boleh bertanya tentang yang muhal karena itu menunjukkan bodoh. Dan muhal kalau Nabi itu bodoh karena Nabi itu ma�sum (di jaga dari kebodohan).
Allah itu wujud maka tiap-tiap wujud itu boleh di lihat, maka Allah Ta'ala itu wenang di lihat melalui terbukanya hijab�.
Al Hadits menerangkan �Allah membuka hijabnya (dinding) orang-orang mu'min maka mereka itu sama melihat Allah�.
            Aliran Mu�tazilah, Murji�ah, dan khowarij mengatakan �Muhal melihat Allah karena Allah tidak berarah�, memang betul tidak berarah namun dapat di lihat.
 Coba yang sudah terbuka hijabnya pikir!!!    
Artinya: �Jika gunung itu tetap di tempatnya kamu (Nabi Musa) akan melihat Aku (Tuhanmu)�.
            Ketika Tuhan sudah nampak jelas oleh Nabi Musa (sudah terbuka hijabnya) kemudian Tuhan menjadikan gunung itu hancur, begitulah rahasia Tuhan.
            Jadi lebih dahulu terbukanya hijab dari pada hancurnya gunung, berarti hancurnya gunung itu untuk memperkuat keyakinan Nabi Musa. �                                �Kemudian Nabi Musa sujud syukur, tidak patut bagi Nabi jungk�l lan kl�ng�r begitulah rahasia Tuhan.
            Pertanyaan bagi yang sudah terbuka hijabnya bisakah tempat gunung itu rusak atau hancur (ikut hancur bersama gunung) ? Jawab, � pasti anda bisa menjawabnya.
            Menurut ulama� Sufi atau Ulama� Muwahhidun yang paling berbahaya adalah Su�ul Khotimah. Apa yang menyebabkan su�ul khotimah ? jawab, tidak lain adalah Syirik (menyekutukan Allah), bisakah orang itu tidak menyekutukan Allah jika orang itu belum mengenal Allah, bisakah orang itu ingat kepada Allah sedangkan dia itu belum tahu Dia.
Artinya: �Dan tidak akan selamat dari riyak yang samar-samar dan yang terang kecuali orang-orang yang bisa mentauhidkan, karena Allah Ta'ala sudah membersihkan dari syirik-syirik yang halus dan dihilangkan pemikiran mereka terhadap meliahat mahkluk sebab di- hati merekasudah memancar Nur Yaqin dan ma'rifat (di hatinya sudah tidak ada keraguan tentang apa yang telah di lihat dan diketahui oleh matanya sendiri�.

Riwayat Barseso:
Dia adalah seorang yang paling aktif dalam ibadahnya, tidak pernah melakukan maksiyat selama 200 tahun, karena dia tidak tahu Allah maka dia menjadi su�ul khotimah, mana mungkin Allah me-merintahkan membunuh orang yang tidak berdosa, setelah membunuh dia dihukum mati oleh raja.
 Sebelum mati berkata Iblis jika kamu mau menyembah aku maka kamu akan aku bebaskan dari hukuman mati. Karena Barseso takut mati maka akhirnya Barseso menyembah Iblis kemudian Iblis lari  dengan gembira karena dia merasa berhasil.
Barseso seperti itu karena takut mati, padahal dia dalam keadaan normal, apalagi kalau dalam keadaan koma apalagi kalau keadaan koma.
            Dalam keadaan sakarotul maut semua akan pamitan, alangkah terkejutnya jika Iman sudah pamitan barangkali anda tidak tahu kalau sungguh-sungguh anda tidak tahu itulah yang paling berbahaya.
Artinya: �Pada hari, waktu sekarat (koma) dan bukan setelah harta benda dan anak-anak sama sekali tidak berguna kecuali hati yang selamat (selamat dari syirik)�.

            Apa gunanya harta, benda bertumpuk-tumpuk dan anak yang di sayang-sayang, karena tidak ada yang bisa menolong kecuali hatinya sendiri.
Bila perkataan, pendengaran, dan penglihatan sudah tidak berfungsi lagi karena sudah dicabut yang empu-Nya. Pada saat itulah semua harta benda atau apa saja yang dicintainya pada waktu sehatnya akan menjelma mengaku-aku Tuhan akhirnya dia bingung karena tidak pernah mengenal Tuhan.
Barseso takut mati lain halnya dengan Syekh Manshur Al Hallaj dan Syekh Siti Jenar mereka dihukum mati oleh kaum Muslimin tidak takut sama sekali karena mereka sudah tahu tempatnya.
Al Hadits menerangkan atau memerintahkan:
Artinya: �Matilah kamu sebelum kamu mati beneran / sungguhan�.

Bagi mereka berdua hidup dan mati adalah kepunya�an Tuhan hidup dan mati adalah kepunyaan Tuhan  bahkan Syekh Manshur Al Hallaj sebelum dihukum mati kaum muslimin, masih sempat atau diberi kelonggaran untuk melakuan sholat dua raka�at dan dilempari sajadah oleh ulama� yang cinta kepadanya.
Artinya: �Dari tidak ada (disebut mumkin adam) menjadi ada (disebut mumkin wujud) kemudian tidak ada lagi�.

            Orang-orang yang mahjub tetap merasa takut, karena memang tutup atau dindingnya itu bermacam-macam:
        Takut salah dan gengsi, karena merasa lebih pandai dan lebih benar.
Artinya: �Orang mu�min ialah orang yang merasa tidak tahu bahwa dirinya itu ahli (tidak merasa dirinya pintar)�.
        Karena imannya hanya iman dalil maka merasa takut, karena tertutup oleh dalil itu.
Artinya: �Sibuk tentang ilmu dlohir (lahir) seperti memperdalam dalil-dalil naqli (Al Qur'an dan Al Hadits ) adalah sia-sia�.

Yang dimaksud ialah: memperdalam atau memperkuat kelompok (organisasi) masing-masing bukan untuk untuk di amalkan.
        Karena terbuai urusan duniawi, yaitu:
         harta benda.

Imam Al Ghozali menafsirkan: �Terlalu senang harta benda itu sama dengan menyembah berhala, (penafsiran ini dalam ilmu �Bayan� disebut Majas Isti�aroh) karena terlalu senangnya dengan emas, perak dan harta benda lainnya disamakan dengan nyembah berhala�.

         Karomah yang dibangga-banggakan orang-orang mahjub sehingga dikatakan sebagai wali.
Artinya: �Dikatakan si A bisa pergi ke Mekkah dalam waktu semalam, dikatakan Syetan bisa melintasi jagat dari timur sampai barat hanya sekejab mata, padahal Syetan itu di kutuk oleh Allah�.

         Khawatir hilang wibawanya atau tidak dipuji orang lain.
Artinya: �Tersiksanya orang alim, adalah hati yang mati kemudian dikatakan apa hati yang mati itu yaitu mencari duniawi dengan amal akhirat�.

         Khawatir besok tidak mendapat surga atau besok di   masukkan ke neraka.
Artinya: �Perbuatan dosa itu kadang-kadang tidak menjadi sebab jauhnya kepada Tuhan, seperti dikatakan, banyak orang-orang yang berdosa masuk surga�.

         Mengikuti kebanyakan orang.
Artinya: �Kalaukamu mengikuti kebanyakan orang yang ada di bumi ini maka mereka itu pasti menyesatkan kamu dari jalan Allah�.

ILMU

ILMU ITU ADA

1. ilmu Muamalah                                                     2. ilmu Mukhasyafah.

            Ilmu Muamalah : ilmu yang dikerjakan badan (jasad). Ilmu ini dibagi dua yaitu:
1. ilmu syari'at                                                       2. ilmu Thoriqot.
      Ilmu syari'at ini terbagi menjadi tiga yaitu:
         Syari'at yang diatur oleh Shohibussyari�ah yaitu:
         Rasulullah Muhammad S.A.W, seperti: Sholat, Zakat, puasa dan lain sebagainya.
         Syari'at yang diatur oleh pemerintah atau Negara seperti: bayar pajak, membuat KTP dan lain sebagainya.
         Syari'at yang diatur oleh adat, seperti orang Jawa pakai songkok hitam sedangkan orang Bali pakai ikat kepala dan lain sebagainya.   
      Ilmu Thoriqot: ilmu yang di perbuat oleh badan dan hati misalnya: dzikir, (ingat kepada Allah) namun belum tahu siapa yang di ingat itu, hanya di baca di mulut atau hati berulang-ulang kali sampai ratusan bahkan ribuan.
Ilmu Mukhasyafah ialah; ilmu terbukanya hijab (dinding).
Artinya: �Adapun yang nomor dua adalah ilmu Mukhasyafah yaitu cahaya yang memancar di dalam hati ketika hatinya bersih, kemudian jelaslah kesimpulan dari sifat Ma�ani, berhasillah mengetahui Allah Ta'ala, asma-asmanya, sifat-sifatnya, kitab-kitabnya, dan utusan-utusannya kemudian terbuka tutup yang menyimpan rahasia.�
Fahamilah ! menyerahlah ! agar selamat dan jangan jadi orang yang ingkar jika ingkar maka kamu akan hancur bersama orang-orang yang hancur.
Artinya: Berkata sebagian Arifin �Barang siapa yang tidak mendapatkan sesuatu dari ilmu ini (ilmu Mukhasyafah) maka di takutkan menjadi su�ul khotimah.�
Ilmu Mukhasyafah ada dua yaitu:
1. ilmu Hakikat.                                                               2. ilmu Ma'rifat.
            Ilmu Hakikat adalah: ilmu yang bisa dinyatakan dan harus di- nyatakan dengan praktek (di praktekkan) namun tidak akan bisa me-ngetahui ilmu Hakikat bila masih tertutup hijabnya: karena tersimpan:
Artinya: �Sesunggunhnya sebagian ilmu itu seperti bentuk yang tersimpan, tidak akan mengerti kecuali orang yang sudah ma'rifat, maka ketika orang ma'rifat menjelaskan ilmu tersebut tidak ada yang membodohkan kecuali orang-orang yang biasa menyombongkan dirinya, maka janganlah kamu menghina kepada orang yang sudah diberi ilmu oleh Allah, maka sesungguhnya Allah tidak menghina ketika Allah memberi ilmu itu�.
Artinya: �Allah pemberi cahaya langit dan bumi perumpamaan cahaya Allah seperti sebuah lubang yang di dalamnya ada pelita besar (yang disebut Rasulullah S.A.W Haiatul Maknun) orang sufi menyebut �Johar Qodim�.
Namun bukan Qodim seperti Allah yang tidak ada per-mulaanya, karena johar qodim masih termasuk hamba Allah, hanya saja yang pertama diciptakan oleh Allah. Pelita itu di dalam kaca dan kaca tersebut seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara yang dinyalakan dengan minyak yang banyak berkahnya yaitu pohon zaitun, yang tumbuh tidak di sebelah timur dan juga tidak disebelah barat, munyaknya saja hampir menerangi walaupun tanpa di sentuh api, cahaya di atas cahaya, Allah menunjukkan cahaya itu kepada orang yang dikehendaki�. Qs. Annur ayat 53.           
Artinya: �Maka berimanlah kamu kepada Allah, Rasulnya, dan kepada cahaya yang telah kami turunkan dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan�.
Artinya: �Maka adakah orang-orang yang di bukakan Allah hatinya untuk menerima islam lalau ia mendapat cahaya dari Tuhannya, maka celakalah bagi mereka yang telah membatu hatinya dari mengingat Allah, mereka itu dalam kesesatan yang nyata�.

bentuk yang tersimpan (                                                      )
           
            itu adalah pusat ilmu, juga orang Hakikat menyebutnya �Guru Mursyid� bukan seperti kata orang Thoriqot bahwa guru mursyid itu adalah orang atau kiyainya, Rasulullah S.A.W tidak menjadi guru juga tidak mempunyai murid atau santri, hanya shohabat Artinya: teman atau kawan. Filsafat Jawa mengatakan Guru Sejati, Ulama� Sufi meng-gambarkan dengan berlian yang mahal harganya.
Dalam kitab �Azkiyak� diterangkan:
Artinya: �Syar�iat diumpamakan kapal, Thoriqot lautan, kemudian Hakikat berlian yang mahal harganya�.

            Selain berlian Ulama� sufi menamakan Jauhar (mencorong atau permata atau mutiara), mutiara yang tersimpan.
            Dalam pewayangan di lambangkan ketika Werkudoro akan dijerumuskan begawan Durno namun Werkudoro tidak terjerumus malah berhasil (bertemu dengan guru sjati yang dalam pewayangannya di lambangkan dengan Dewa Ruci).
            Filsafat Jawa menggambarkan kendil berisi nasi putih dan telur atau diistilahkan �kendil olah� ada Ulama� yang mengistilahkan denagn �Nektu Ghoib� (titik yang tidak bisa dicari kecuali dengan ilmu Mukhasyafah).
Diceritakan langit, bumi dan beserta isinya ini masuk dalam kitab Zabur, Taurot dan Injil kemudian di ringkas di dalam Al Qur'an 30 Juz, diringkas kembali kedalam surat Fatihah diringkas lagi dalam ayat Basmalah sampai akhirnya diringkas lagi dalam Ba� nya Basmalah.
Bi Makanu yang Artinya: bersama kami yang telah ada (mumkin wujud), 
Wa Bi Mayakun     Artinya:   yang akan ada (mumkin adam).

Semua orang islam percaya bahwa wujud makhluk itu wujud majaz (bukan sesungguhnya atau tipuan belaka) wujud yang hakiki wujudnya Dzatullah, kalau orang Hakikat makhluk itu adam (tidak ada) yang kelihatan hanya gambarnya saja, ibaratnya seperti pohon yang di bawahnya ada air seolah-olah dalam air itu ada pohon padahal hanya bayangannya saja.

Menurut ilmuwan Frederick Vester, Denken, Lernen Vergessen, vga, 1978. dalam surat kabar Duta nopember, 2002 yaitu:

MANUSIA dibiasakan sejak awal kehidupannya untuk me-mandang dunia tempat ia hidup memiliki wujud materi yang Absolut. Sehingga ia tumbuh dewasa di bawah pengaruh pengkondisian ini dan menjalani seluruh hidupnya dengan cara pandang ini. Namun penemuan ilmu pengetahuan modern memperlihatkan kenyataan penting yang sama sekali berbeda dengan anggapan umum.
Semua informasi yang kita punyai tentang dunia luar, sampai kepada kita melalui panca indera kita. Dunia yang kita pahami terdiri atas apa dilihat mata, didengar telinga, dicium hidung, dirasakan lidah dan disentuh oleh tangan kita.
Manusia bergantung hanya pada kelima indera tersebut sejak lahir. Itulah mengapa ia mengetahui �dunia luar�. Dan kenyataan ini telah membongkar rahasia sangat penting tentang Hakikat meteri, yang menyusun dunia luar tersebut. Pemikir abad ini Frederick Vester menjelaskan pencapaian ilmu pengetahuan pada bidang ini:
Pernyataan sejumlah ilmuwan bahwa manusia adalah gambar, segala yang dirasakan bersifat sementara dan tipuan, dan alam semesta hanyalah sebuah bayangan�, tampak dibuktikan oleh ilmu pengetahuan di zaman kita (Federick Vester, Denken, Lernen, Vergessen, vga, 1978, p.6).
Agar lebih memahami rahasia di balik materi ini, merilah kita pahami kembali indera penglihatan yang memberikan kita informasi paling banyak tentang dunia luar.
Bagaimana kita dapat melihat? Proses melihat terjadi secara bertahap. Pada saat melihat, kumpulan cahaya yang disebut foton bergerak dari benda menuju mata dan menembus lensa mata dimana foton ini dibelokkan dan difokuskan ke retina, di belakang mata.
Di sini cahaya diubah menjadi sinyal-sinyal listrik dan kemudian diteruskan oleh sel-sel syaraf ke pusat penglihatan dibagian belakang otak. Proses melihat sesungguhnya terjadi dipusat tersebut yang berada di otak.
Semua pemandangan yang kita saksikan dalam kehidupan dan semua peristiwa yang kita alami, sebenarnya kita rasakan di tempat yang kecil dan gelap ini. Tulisan yang kini sendang anda baca dan pe-mandangan luas tanpa batas yang anda lihat di ufuk, keduanya masuk ke- dalam tempat kecil berukuran  beberapa sentimeter kubik ini.
Sekarang, marilah kita cermati kembali informasi ini dengan lebih seksama. Ketika kita berkata, �kita melihat� kita sesungguhnya melihat �efek� yang ditimbulkan pada otak kita oleh cahaya yang sampai pada mata dengan mengubahnya menjadi sinyal listrik. Ketika kita berkata, �kita melihat�, kita sebenarnya menaksikan sinyal-sinyal listrik pada otak kita.
Di samping itu, ada hal lain yang perlu diingat: otak tertutup raoat dari masuknya cahaya dan bagian dalamnya gelap gulita. Oleh karenanya, ia tak mungkin akan pernah berhubungan dengan cahaya.
Kita dapat menjelaskan hal ini dengan sebuah contoh: di hadapan kita ada sebuah lilin menyala dan kita melihat cahaya lilin ini. Selama kita melihat cahaya lilin, bagian dalam tengkorak dan kita sama sekali gelap, lilin tidak pernah menerangi otak maupun pusat penglihatan kita. Namun kita melihat dunia berwarna-warni dan terang-benderang dalam otak kita yang gelap.
Hal yang sama terjadi pula pada semua indera kita yang lain. Suara, sentuhan, rasa dan bau, semuanya dirasakan di dalam dan bau, semuanya dirasakan di dalam otak kita sepanjang hidup tidak ber-hubungan langsung dengan materi �sesungguhnya� yang ada di luar kita, melainkan sekedar tiruan berupa sinyal listrik dari materi tersebut yang terbentuk di dalam otak kita. Di sinilah kita tertipu ketika mengangap tiruan ini sebagai materi sesungguhnya di luar kita.
Kenyataan ini menghantarkan kita pada kesimpulan yang tak perlu diperdebatkan lagi. Semua yang kita lihat, sentuh, dengar dan rasakan sebagai materi, dunia atau alam semesta hanyalah sinyal-sinyal listrik dalam otak kita.
Sebagai contoh, kita melihat seekor burung di dunia luar. Nyatanya, burung ini bukanlah di dunia luar, tapi �dalam otak kita. Partikel-partikel cahaya yang dipantulkan burung mengenai mata kita dan kemudian diubah menjadi sinyal-sinyal listrik.
Sinyal-sinyal ini diteruskan oleh sel-sel neuron ke pusat peng-lihatan di otak. Burung yang kita lihat, sesungguhnya adalah sinyal-sinyal listrik dalam otak kita. Jika syaraf-syaraf penglihatan yang meng-hubungkan ke otak diputus, penampakan burung tersebut akan segera leyap.
Dengan cara yang sama, suara burung yang kita dengar juga ada dalam otak kita. Jika syaraf-syaraf yang menghubungkan telinga ke otak terputus, maka tidak akan ada suara yang terdengar. Singkatnya, burung yang kita lihat dan suaranya yang kita dengarkan tidaklah. Lebih dari penafsiran sinyal-sinyal listrik oleh otak.
Hal lain yang perlu dicermati ialah perasaan tentang jarak. Misalnya, jarak antara anda dan tulisan ini, tidak lebih dari perasaan tentang ukuran ruang yang terbentuk dalam otak anda. Juga benda-benda yang terlihat sangat jauh dalam pandangan seseorang tenyata adalah sejumlah bayangan yang terkumpul pada satu titik dalam otak.
Ketika sedang menonton film, anda sebenarnya tidak berada di dalam ruangan sebagaimana yang anda yakini. Sebaliknya, ruangan tersebut berada dalam diri anda. Penglihatan anda terhadap tubuh anda membuat anda berpikir bahwa anda berada di dalamnya. Namun anda harus ingat bahwa tubuh anda pun adalah gambar yang terbentuk dalam otak anda. Selesai.

 

FISIKA + KIMIA =  KENYATAAN GAIB

           
Untuk membayangkan bahwa materi memiliki wujud di luar otak adalah tipuan belaka. Penampakan yang kita saksikan sangat mungkin berasal dari sumber tiruan.      
           
            HAL ini dapat dipahami dengan contoh berikut. Pertama-tama, marilah kita anggap kita dapat mengeluarkan otak dari tubuh kita dan menjaganya agar tetap hidup dalam sebuah toples kaca. Lalu kita ambil komputer dengan beragam informasi yang dapat direkam di dalamnya. Terakhir marilah kita masukkan sinyal-sinyal listrik dari semua data yang dapat memunculkan situasi seperti gambar, suara dan rasa ke dalam komputer ini.
            Marilah kita hubungan komputer ini dengan pusat penginderaan dalam otak kita menggunakan kabel elektroda, dan mengirim data yang telah terekam ke otak kita. Di saat otak kita merasakan sinyal-sinyal ini, ia akan melihat dan hidup dalam situasi yang dimunculkan sinyal-sinyal ini, ia akan melihat dan hidup dalam situasi yang dimunculkan sinyal-sinyal ini, ia akan melihat dan hidup dalam situasi yang dimunculkan sinyal-sinyal ini.
            Dari komputer ini, kita sinyal-sinyal tentang gambaran diri kita. Misalnya, kita dapat mengirim ke otak kita sinyal-sinyal yang ber-hubungan dengan indera penglihatan, pendengaran dan peraba yang kita rasakan ketika kita duduk di kursi. Dalam keadaan ini, otak kita akan menganggap dirinya sebagai seorang pebisnis yang sedang duduk di- kantornya.
            Dunia bayangan ini akan berlangsung selama rangsangan terus-menerus datang dari komputer tersebut. Kita tak pernah menyadari bahwa kita tak pernah menyadari bahwa kita tak pernah menyadari bahwa kita hanya terdiri dari otak. Sungguh sangat mudah kita terkecoh dan mempercayai penampakan, yang tanpa disertai wujud materi, sebagai hal yang nyata. Inilah yang sebenarnya terjadi dalam mimpi kita.
            Bagi anda, sesuatu yang nyata adalah segala yang dapat di sentuh dengan tangan dan dilihat dengan mata. Dalam mimpi, anda  dapat pula menyentuh dengan tangan anda dan melihat dengan mata anda, namun pada kenyataannya anda tidak memiliki tangan atau mata, tidak ada pula sesuatupun yang dapat disentuh atau dilihat. Sehingga, ketika mem-percayai apa yang anda rasakan dalam mimpi sebagai keberadaan secara materi, anda telah tertipu.
Sebagai contoh, seseorang yang tidur pulas di pembaringannya dapat melihat dirinya berada dalam dunia yang sama sekali berbeda dalam mimpinya. Ia mungkin bermimpi bahwa ia seorang pilot dan menjadi komandan pesawat raksasa, dan ia bekerja sangat serius me-ngomandani pasawat tersebut. Padahal orang ini tidak beranjak selangkah pun dari tempat tidurnya.
Dalam mimpinya, ia mungkin berada pada sejumlah keadaan yang berbeda dan bertemu kawan, berbicara dengan mereka, makan dan minum bersama. Kendatipun sekedar penampakan yang tidak memiliki wujud materi, pengalaman dalam mimpi ini terasa sama sekali nyata. Hanya ketika bangun dari mimpinya ia kemudian menyadari bahwa semua ini hanyalah penampakan.
Jika kita dapat dengan mudah hidup dalam dunia semu mimpi kita, maka hal yang sama dapat berlaku pada dunia yang kini kita huni.
Ketika kita terbangun dari mimpi, tidak ada alasan logis untuk tidak berpikir bahwa kita telah memasuki mimpi yang lebih panjang yang kita sebut kehidupan nyata. Alasan kita menganggap mimpi kita sebagai khayalan, sedangkan dunia sebagai alam nyata, hanyalah akibat kebiasaan dan prasangka kita.
Ini menunjukkan bahwa mungkin saja terbangun dari kehidupan di bumi yang kita anggap sedang kita jalani saat ini, persis ketika kita terbangun dari mimpi.
Setelah semua kenyataan materi ini terungkap, kini muncul pernyataan yang paling penting. Jika peristiwa di alam materi yang kita ketahui pada hakikatnya adalah sekedar penampakan, bagaimana dengan otak kita? Oleh karena otak kita adalah materi sebagaimana lengan kita, kaki atau benda lain, ia mestinya juga sekedar penampakan sebagaimana semua benda lainnya.
Contoh lain akan lebih menjelaskan hal ini. Marilah kita anggap bahwa kita memanjangkan syaraf-syaraf yang menuju ke otak kita dan meletakkan otak tersebut di luar kepala kita sehingga kita dapat me-lihatnya dengan mata kita.
Pada keadaan ini, kita akan dapat melihat otak kita dan menyentuhnya dengan jari-jari kita. Dengan demikian kita dapat me-mahami bahwa otak kita juga tidak lebih dari sebuah penampakan yang dibentuk oleh indera penglihatan dan peraba.
Lalu, kehendak apakah yang melihat, mendengar dan merasakan semua indera yang lain jika bukan otak? Siapakah dia yang melihat, mendengar, meraba dan merasakan rasa dan bau? Siapakah wujud ini, yang berpikir, beralasan, memiliki perasaan dan bahkan berkata �Saya adalah saya�?.
Salah seorang pemikir terkemuka abad ini Karl Pribam juga memilki pertanyaan yang sama: sejak jaman Yunani, para filsuf telah memikirkan tentang �hantu di dalam mesin�, �manusia kecil dalam manusia kecil� dan lain sebagainya. Dimanakah �saya�, seseorang yang menggunakan otaknya? Siapakah dia yang melakukan perbuatan me-ngetahui? Sebagaimana perkataan Saint Francis dari Assisi: �Apa yang kita cari adalah sesuatu yang melihat� (Ken Wiblber, Holographic Paradigm, hal.37).
Ternyata, wujud gaib yang menggunakan otak, yang melihat dan merasakan ini adalah ruh. Apa yang kita sebut alam materi adalah se-kumpulan penampakan yang dilihat dan dirasakan oleh ruh ini. Sebagaimana tubuh yang kita punyai dan alam materi yang kita lihat dalam mimpi tidak memiliki wujud fisik, alam semesta yang kita tempati dan tubuh yang kita miliki saat ini juga tidak memiliki wujud fisik.
Begitulah, kendatipun kita memulai dengan anggapan bahwa materi adalah nyata, hukum-hukum fisika, kimia dan biologi, semuanya menghantarkan kita pada kenyataan bahwa materi terbentuk dari khayalan pasti tentang adanya wujud gaib.
Jadi, siapakah yang menjadikan ruh kita melihat tanah, manusia, tumbuhan, tubuh kita dan segala hal lain yang kita lihat? Sangat jelas bahwa ada Pencipta Maha Agung.
Memang betul sekali yang di katakannya (ilmuwan-ilmuwan tersebut), hanya sayang sekali ilmuwan itu belum ma'rifat, kalau sudah ma'rifat tidak akan mengatakan gelap gulita. Selain gelap gulita pasti ada, yang disebut oleh Rasulullah S.A.W �Haiatul Maknun� oleh karena maknun, dia tidak tahu kecuali orang yang terbuka hijabnya.
Tadi dikatakan oleh ilmuwan �Anda sebenarnya tidak berada dalam ruangan, bahkan sebaliknya �. Filsafat Jawa mengatakan �palwo ng�mot samudro, samudro ng�mot palwo�
Palwo   Artinya: perahu, diibaratkan badan kita atau (Jagat Cil�k)
Samuro Artinya:  jagat g�dh�, dunia luar.
            Memang ilmu Hakikat ilmu yang bisa dinyatakan dan harus di- nyatakan. Sebelum ilmuwan mempraktekkan dengan alat dan pikirannya, orang-orang Hakikat sudah mengamalkan mulai dulu hingga sekarang melalui ilmu Mukhasyafah, �Mautu Qobla Mautikum� matilah sebelum mati.
            Menurut Tafsir Baidlowi �berlaku atau berjalan terus perintah Allah dan Qodlo�nya dan berlestari hukumnya�. �Dikatakan Allah menguasai dan memutar dunia sehingga sangat mengagumkan, seperti menurunkan hujan, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, ada siang dan ada malam, musim kemarau dan hujan, ada binatang yang beraneka ragam bentuk dan tingkah lakunya, memindahkan keadaan, membuat sebagian hidup sebagian mati, dan juga ini selamat dan ini hancur�.
�Dan dikatakan lagi tiap-tiap galaxi atau tata surya Allah Ta'ala membuat makhluk (juga mengisi makhluk) dan perintah dari perintah-Nya dan Qodlo� (pemastian dari pemastian-Nya). Semua mumkin berjalan terus di bawah kekuasaan Allah, masuk dalam ilmunya Allah�.
rtinya: �Orang yang sudah ma'rifat kemudian tidak memperkaya ke-ma�rifatannya maka begitu itu celaka�.

            Silahkan mem-praktekkan atau me-ngamalkan, karena ilmu Hakikat adalah ilmu yang bisa dinyatakan, kalau sekarang tidak ada pahala besok tidak akan ada balasan dan kalau sekarang ada pahala besok akan ada balasan.
            Semua problem (masalah) yang ada di dunia ini bisa diatasi dengan ilmu Hakikat yaitu: ingat kepada Allah yang sesungguhnya (mengetahui yang di ingat). Semua yang ada di dalam Al Qur'an tentang ingat kepada Allah pasti tidak ada yang melesat.
Artinya: �Wahai orang-orang yang beriman ingatlah kepada Allah sebanyak-banyaknya�.

Artinya: �Perbanyaklah ingat kepada Allah sehingga orang-orang mengatakan gila�.

Artinya: �Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenang dengan mengingat Allah, ingatlah ! hanya dengan ungat kepada Allah hati menjadi tenang�.

            Jika anda ingin mengusir syetan ingatlah kepada Allah, karena syetan telah berjanji. Filsafat jawa mengatakan �D�mit ora dulit S�tan ora doyan�.
Artinya: Iblis menjawab �Maka demi kekuasaan-Mu aku sungguh akan menyesatkan mereka semua kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas (disucikan oleh Allah)�.

            Jelaslah anda tidak ingat kepada Allah, pasti anda akan mengalami sebaliknya, dan banyak sekali di dalam Al Qur'an dijelaskan karena tidak pernah ingat kepada Allah mengalami bermacam-macam, hal (problem).
Artinya: �Barang siapa yang tidak ingat kepada Allah, maka sungguh orang itu lepas dari iman�.
Artinya: �Barang siapa yang lupa kepada Allah maka sungguh orang itu kafir�.
Artinya: Abu Hurairah ra berkata �Aku menjaga dari Rasulullah S.A.W dua kantong dari ilmu, adapun yang satunya kalau aku buka niscaya kamu semua memotong tenggorokanku�.
Artinya: �Celaka bagi mereka yang membantu hatinya untuk mengingat kepada Allah, mereka itu dalam kesesatan yang nyata�.
Artinya: �Barang siapa berpaling kamu mengikuti orang yang telah kami lupakan hatinya dari ingat kepada kami dan mengikuti hawa nafsunya, orang begitu keadaanya memang melewati batas�.
Artinya: �Barang siapa berpaling ingat kepada Tuhannya, maka ia akan me-ngalami siksa yang pedih�.
Artinya: �Siapa yang berpaling ingat kepada-Ku, maka hidupnya sempit dan menjadi orang yang buta�.

ARRISALAH FI NAHYIL MUJADALAH

Ada yang mengira kita di perlihatkan oleh Allah kepadanya itu barangkali syaithan.
Jawab kita yaqin dan percaya bahwa selain Allah tidak ada yang persifatan (mempunyai sifat) duapuluh sifat wajib (wujud, Qidam dan seterusnya).           
Ada yang mengatakan Tuhan tidak bisa dilihat/mata tidak bisa menyentuh kepadanya, karna diliputi atau ditutup beberapa lapisan sampai tujupuluh lapisan, lapisan satu saja (satu sinar) gunung sudah hancur (cerita Nabi Musa). 
Artinya: �Jika gunung itu tetap di tempatnya, kamu akan melihat aku maka ketika tuhannya nampak jadilah gunung itu hancur dan Nabi  Musa jatuh pingsan Penjelasan Apakah tempat gunung itu pindah ?kalau menurut akal yang sehat gunung itu hancur atau tidak, tetap berada di tempatnya: jika anda tidak tau tempatnya itu mumkin bagi anda, karna anda mahjub, bagi orang yang tidak mahjub termasuk Nabi Musa; walaupun gunung itu hancur masih tetap ada di tempatnya�.
Memang betul tidak hanya tuju puluh lapisan, namun bagi orang orang yang mahjub seperti anda, karna allahlah yang mebukak hijab itu, bukan seperti persangkaan anda tau kepada Allah itu melalui akal / pikiran; sama sekali tidak betul.
Artinya:�Berhasilnya tahu kepada Tuhan karna terbukaknya penglihatan (dibukakan oleh Tuhan) dengan sempurna; Tuhan bersih dari, per-bandingan, tempat, arah dan rupa�.  ST. juz awal 132
Al Hadits:
Artinya: �Maka orang-orang mukmin dibuka hijabnya oleh Allah, kemudian sama melihat kepadanya�.
Penjelasan:
Walupun tujuh puluh ribu lapisan kalau Allah Ta'ala menghendaki membuka tidak mustahil, namun kalau tahunya sendiri mustahil.
Ada yang mengatakan bahwa Aisyah mengatakan orang yang mengatakan Rasulullah S.A.W tahu kepada Tuhan itu memang pendusta atau pembohong besar, manusia itu termasuk mumkinat tidak mempunyai daya kekuatan sama sekali misalnya, melihat, mendengar, bergerak dan lain sebagainya.
Ada orang memberi contoh: setrom listrik itu pasti ada namun tidak bisa dilihat. Ada yang memberi contoh, kamu percaya dengan adanya kentut? Jawab, anda kalau tidak tahu saya beri tahu, wujud itu ada sepuluh.
1.       Wujud qadimah Artinya: wujudnya Allah Ta'ala.
  1. Wujud haditsah Artinya: wujudnya langit bumi beserta isinya.
  2. Wujud dzihni Artinya: bangsa petiqatan seperti malaikat.
4.       Wujud majazi Artinya: wujudnya ayang-ayang (pem-bohongan atau refleksi).
  1. Wujud haqiqi  Artinya: wujud yang sesungguhnya.
6.       Wujud dzatyi Artinya: wujudnya persentuhan yang me-ngandung halus kasar setrum listrik dsb.
7.       Wujud samai Artinya: wujudnya pendengaran mempunyai arah, barat timur dan lain sebagainya.
8.       Wujud riihi Artinya: wujudnya bau atau angin seperti kentut udara dan lain sebagainya, punya arah barat, timur dan lain sebagainya.
9.       Wujud bashori Artinya: wujudnya penglihatan mempunyai arah, muka, kanan, kiri dan lain sebagainya.
10.   Wujud thokmi Artinya: wujudnya rasa seperti manis, asin, panas dan lain sebagainya.

Semua itu selain wujud qodimah dan haqiqi wujudnya makhluk, apalagi yang punya arah karena Tuhan idak ber arah dan tidak bertempat.
Tiap-tiap yang berubah, berpindah, atau bergrak itu namanya alam, tiap-tiap alam itu baru yang membaharui iyalah yang baqo�.
Wujud haqiqi ialah wujud yang nyata yaitu wujudnya Allah Ta'ala, yang sesuai dengan 20 sifat wajib setidak-tidaknya harus sesuai dengan lima sifat wajib, Qidam, Baqo�, Mukholafatul lilhawaditsi, Qiyamuhu bi nafsihi dan Wahdaniyat.
_                                                                                                                 _
                 
�Orang-orang mengetahui sesungguhnya Allah Ta'ala itu nyata lagi pula terang�. Qs. Attaubah ayat 25
Maha tinggi Allah yang merajai lagi pula nyata�. Qs. Thoha. Ayat 114
 �Maha tinggi Allah yang merajai lagi pula nyata tiada Tuhan selain Allah�. Qs. Aalmukminun ayat 116.
 �Maha suci Dzat yang menjalankan hambanya pada waktu malam�. Qs.Israk. Ayat 1.
 �Maha suci Dzat yang menjadikan beberapa pasangan semuanya�. Qs. Yasin ayat 36.
 �Dan sesungguhnya Allah itu, maha tinggi, maha besar�. Qs. Luqman. Ayat 30.
 �Allah itu dzat yang mempunyai kautaman. dzat yang maha agung�. Qs. Al Anfal. Ayat 29.
 �Sesungguhnya Allah itu Dzat yang maha luas�. Dzat yang maha mengetahui. QS. albaqoroh. Ayat. 115
 �Sesungguhnya Allah itu dzat yang maha kaya dari alam semesta�. Qs. Al Ankabut. Ayat. 6.
 �Tidak ada sesuatupun yang menyerupai-Nya (Allah)�. Qs. Assyuro ayat 11.  
 �Surga di peruntukkan bagi orang-orang yang melakukan kebaikan dan melihat kepada Allah�. Qs. Yunus. Ayat 26.
Sesungguhnya Nabi Muhammad ditanyai tentang kalimah `Azziyadah�, Rasulullah S.A.W bersabda yaitu melihat kepada Allah Ta'ala.
Artinya : �Apakah kamu semua berat melihat matahari pada waktu tidak ada mendung, orang-orang sama menjawab. Tidak Rasulullah S.A.W: maka sesungguhnya kamu semua tahu kepada Allah Ta'ala sebagaimana kamu melihat matahari. Di riwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim.
Artinya: �Sesungguhnya orang-orang kafir itu terhadap Tuhannya dihijabi (tidak tahu  kepada Tuhannya) ini takhsis atau pengecualian�.
           
Sudara-saudara yang seiman dan sei�tikat: �janganlah anda risau, hawatir, dan lain sebagainya. Tentang tantangan-tantangan yang Kita hadapi sekarang ini�. Ingatlah bahwa kita mempunyai BACKING  yang kuat yaitu Allah Ta'ala. Janganlah kita hadapi dengan nafsu (emosi) marilah kita hadapi dengan keyakinan kita bahwa semua itu adalah sudah Qodlo� dan Qadarnya Allah. Kita tidak bisa lari dari semua itu. 
Artinya: �Segala sesuta menurut qodlo� dan qadarnya Allah(sudah ada pemastiyan sebelumnya) ; dan segala yang. Telah ditaqdirkan tidak akan mempunyai tempat lari�; begitu itu kata ulama� Tauhid (Al- Allaamah Assyaikh Ibrahim Allaqaani) dalam kitabnya Aljauharah.
_                                                                                                            _       
Artinya: �Ma�rifat billah adalah pamungkas dari segala apa yang. Kita cari dan pamungkas dari segala amal perbuatan�.

Penjelasan: titik penghabisan dari segala yang kita cari adalah ma�rifat billah bukan karomah, kewibawa�an, jabatan, kemenangan atau harta benda.
Titik dari segala perbuatan: adalah kita harus yakin bahwa perbuatan yang baik bukan perbuatan kita:
:Tidak ada daya untuk berhenti berbuat maksiat.
:Tidak bisa berbuat ta�at kepada Allah.
                              :Kecuali dengan pertolongannya.
Artinya: �Tidak ada suatupun bencana yang menimpa dibumi ini seperti bom, gempa bumi dan yang ada pada dirimu seperti penghina�an kecuali telah tertulis di lauh mahfud(qodlo�) sebelum Allah menjadikannya sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.� Qs Al hadid ayat 22.
Artinya: �Tidak suatupun dari mumkinat (makhluq) yang mempunyai daya kekuatan�
  Penjelasan: Anggaplah semua itu (pelecehan) adalah sudah kehendak Allah sekaligus Allah Ta'ala sendiri jika kita su�uddon kepada mereka  berarti kita su�uddon kepada Allah maka hindarilah su�uddon itu agar kita tidak terjebak oleh nafsu kita sendiri  namun jika kita melawan dengan emosi berarti kita terjebak oleh nafsu kita sendiri.
Artinya: �Karna sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kejahatan kecuali nafsu yang mendapat rahmat dari tuhanku, dan sesungguhnya tuhanku itu maha pengampun lagi penyayang�. Q.s yusuf ayat 53.
Artinya: �Semua itu berlaku perintah Allah (bukan kehendak manusia) maka dari itu kita jangan su�uddon kepada mereka , biarlah mereka , semua itu urusan Tuhan bukan urusan kita , nanti kalau sudah mendekati maut (sakaraatulmaut) akan terjawab semua �. Q.s. aththolaq ayat 12,
Artinya: �Dan jelaslah bagi mereka adzab dari Allah yang belum pernah mereka pikirkan�. Q.s. ayat 47
Artinya: �Dan jelaslah bagi mereka aqibat buruk dari apa yang mereka perbuat, dan mereka diliputi oleh pembalasan yang mereka dahulu selalu memperolok oloknya�. Q.s. Aljatsiyah ayat 33
Artinya: �Jalan untuk menempuh menjadi Orang Hakikat atau Wusul kepada Allah, maka janganlah melihat makhluk (orang awam) karena makhluk itu petang. Kalau kamu tidak kuat mencegahnya, maka janganlah kamu dengar perkataannya menjadikan hati membatu, kalau kamu masih saja tidak kuat, maka janganlah kamu bergaul kepadanya, karna bergaul dengan mereka adalah merugikan dan berduka cita, kalau kamu masih tidak bisa menghindari pergaulan dengan mereka, maka kamu janganlah bertempat di tempat mereka karena bertempat di tempatnya adalah kerusakan. Semua itu bagi orang Hakikat adalah penyakit, sama dengan melihat orang-orang bermain, mendengarkan perkataan bodoh, sama dengan orang-orang pengangguran, bertempat di tempat orang-orang yang ahli kerusakan. Tingkatan ini memang tingkatan Khowasul Mu�minin. Sifat Khowasul Mu�minin memang statis, namun masih dinamis untuk nafsunya sendiri�. Al hikam awal  halaman 14.         

Marah adalah �Nar�, maka harus dijadikan �Nur�. Kata Nabi  �Jihadul Akbar wahuwa jihadunnafsi� (Perang yang besar adalah memerangi hawa nafsu).   
Hadits qudsi:
Artinya: �Aku Allah tiada Tuhan  kecuali Aku, maka siapa orang yang tidak sabar atas balakku, tidak syukur atas kenikmatan yang aku berikan dan tidak ridlo dengan Qodlo�ku, maka carilah Tuhan  selain aku�.
Sekali lagi kita harus ridlo atas qodlo�nya Allah. Kalau kita sudah ridlo dan sabar maka yang mengatasi semua itu adalah Allah Ta'ala itu sendiri karena kita tidak memiliki daya kekuatan. 
         Arru�yah , Al Ma�rifat , atau Annadzru Tiga kalimah itu bagi Ulama� Shufi sama saja. Sebagian dari dalilnya bolehnya ru�yah di dalam Qur�an ialah:
_Artinya: �Sekali kali tidak Sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari Tuhan  mereka: jelas orang yang mahjub adalah orang kafir /orang kafir adalah orang-orang  yang masih di hijabi�.
           
Dalil yang nadzr ialah firman Tuhan, Lilladziina ahsanu lhusna waziyaadatun : waziyaadatun, kata Nabi  ialah Annadzru ila llahi. Adapun yang sunnah (Al Hadits) ialah Hadits dari Abu Hurairah yang di-riwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim.
_Artinya : �Nabi  bersabda apakah kamu berat ( kangelan ) melihat matahari pada waktu tidak ada mendung kata sahabat-sahabat  tidak yaa rasuulallah  jawab rasul , maka sesungguhnya kamu semua tahu kepada Tuhan  sebagaimana kamu melihat matahari�.

Arru�yah seperti dalam Hadits yang telah saya terangkan �fainna-kum taraunahu kadzalik�, Tarauna� fi�il mudlori� waqi�nya jama� mudzakar mukhotob : asal dari ra�aayaraa, ra�yan, ru�yatan, di waqafkan dibaca ru�yah.
Jama� artinya: banyak, mudzakar artinya: laki-laki mukhotob artinya: yang diajak bicara. Jadi kamu itu mukhotob, semua itu jama� kemudian tidak ada ta� nya (E), itu menunjukkan laki-laki jika ada ta� nya misalnya: Tarautunna maka disebut jama� mu�annats mukhotobah jika sabda Nabi itu tarautunnahu. Berarti yang diajak bicara oleh Rasul itu orang-orang wanita.
 Menurut sebagian dari orang-orang ahli Nahwu asal kalimah itu adalah masdar seperti ru�yatan kemudian memakai fi�il madli (fi�il yang menunjukkan masa yang lalu) atau fi'il mudlori� (fi'il yang menunjukkan masa sedang / akan di kerjakan) itu menurut kebutuhan yang berbicara
contoh: Dzahabtu Ila Surabaya Amsi, (saya kemarin pergi ke Surabaya) harus memakai fi�il madli (Dzahabtu) tidak boleh memakai fi'il tidak boleh memakai fi'il mudlori� (Adzhabu) contoh lagi: Adzhabu Ila Surabya Ba�da Thuluu�isysyamsi Ghadan (besok pagi setelah terbitnya matahari saya akan pergi ke Surabaya) tidak boleh memakai fi'il madli (dzahabtu) harus memakai fi'il mudlori� (adzhabu) karena akan pergi, jadi asal kalimah adalah masdar yaitu ru�yatan di waqafkan di baca ru�yah seperti kerja. Saya umpamakan masdar kemudian menurut kebutuhannya menjadi bekerja, mengerjakan, di kerjakan dan lain sebagainya. Jadi sabda Nabi Taraunahu adalah ru�yah kepada Allah.
            Man arofa nafsahu faqod arafa robbahu (orang yang tahu dirinya pasti tahu Tuhannya), jika orang itu belum tahu Tuhannya pasti orang itu tidak tahu dirinya, namun jangan salah faham nafsu (diri) bukan Tuhan karena nafsu itu bertempat, sedangkan Tuhan tidak bertempat.
            Ma'rifat asal dari Arafa, Yu�rifu, Irfatan, Irfaanan, Ma'rifatan, jadi ma'rifat adalah masdar dari Arafa annazhru seperti dalam Hadits yang telah saya terangkan, dalam Al Qur'an Azziyadah kata Nabi adalah Annazhru ila llaahi Ta'ala (melihat atau memandang kepada Allah Ta'ala) asal dari Nazhara, Yan zhuru,  Nazhran.
            Namun jika ada orang mengetahui apapun meyakin kan tahunya sendiri, adalah pembohong besar. 
_Artinya: �Dan Allah mengeluarkan kamu semua dari perut ibumu, dalam keadaan tidak mengetahui sesuatupun, dan dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur�. Qs Annahl ayat 78.

            Termasuk munafiq: menurut K. Amar Faqih Maskumambang dukun, gurunya atau Kiyainya K. Ridlwan Alm. K. Husain Alm Paciran dan K. Hasan Alm. Ayah Bpk Najib Sendangagung, beliau telah berkata atau menulis di dalam kitabnya berjudul �Hidayatul Ummah� hal, 15.
 �Sak pirang-pirang wong kang p�ng�rtian� soko iki gun�m syahadad loro yoiku mung kalimah b�laka:           �������� ���� ���� ������ ������ ���������� ���� ��������� ���������� ����
Koyo d�n� m�ngk�n� sopo-sopo ngucap ing kalimah loro sarto ng�rti b�loko ora w�ruh y�n syahadat iku t�g�s� ny�ks�ni opo b�n�r wong kang ny�ks�ni ing p�rkoro iku cukup c�latu sarto ng�rti ing c�latun� b�loko? M�sti ora cukup. Dadi y�n among s�mono ol�h� ngaku ny�ks�ni, iku goroh m�stin� wong ny�ks�ni iku kudu w�ruh nyatan� p�rkoro s�ng di s�ks�ni, mulo y�n amung m�ngkono ol�h� manj�ng islam dadi aran� munaf�q.

ASSHOLAT
Artinya: �Ketahuilah bahwa seseungguhnya sholat yang diperhitungkan lagi sempurna ialah sholatnya orang-orang yang khusuk bukan sholatnya orang-orang yang lupa yang tidak bergerak untuk mencapai tujuan yang utama, sholat yaitu mensucikan hati dari segala kotoran-kotoran dosa, dan mulai membersihkan kotaran-kotoran yang tidak terlihat (angan-angan) maka dari itu sholat adalah pokok dari ibadah dan dasar dari segala kebaikan. Firman Tuhan  :
� Dirikanlah sholat untuk ingat kepada-Ku dan sungguh telah diriwayatkan arti dari firman Tuhan  tersebut.. Dari Rasulullah S.A.W sesungguhnya Nabi  Muhammad telah bersabda: �Semestinya sholat di fardlukan, Hajji dan Thawaf diperintah ibadah Hajji di syi�arkan adalah untuk mendirikan ingat kepda Allah�.
Artinya: �Sebagian Hadits menerangkan, bahwa sesungguhnya hamba ketika mendirikan sholat (Sholat yang seperti diatas tadi) Allah membuka hijabnya antara hamba dengan Allah dan muka hamba berhadapan dengan Dzat  Allah.
Artinya: �Yang dikehendai iqomatussholat ialah menjaga setatus sholat (Ingat kepada Allah) jangan sekali-kali membuka tentang ingat kepada Allah, karena kalau tidak ma'rifat nillah tidak akan bisa ingat kepada Allah dan menjaga sirri rububiyah (rahasia ketuhanan) dan juga jangan merupa gandakan apalagi membuka sirri dan khususnya sholat itu adalah ingat kepada Tuhan. Selain ingat kepada Tuhan  itu namanya bukan sholat hanya disebut ibadah. Maka dari itu jangan sampai membuka sirri.Privat Promises harus dijaga (disimpan) karena orang yang tidak ma'rifat billah yang tinmbul itu bukan ingat kepada Tuhan  melainkan hanya angan-angan atau perkataan hati�.
Artinya: �Ma�siyat yang paling buruk ialah bicaranya hati (angan-angan) barangkali umumnya manusia begitu itu tidak dihitung dosa�.
Artinya: �Janganlah kau tinggalkan ingat (kepada Allah) sehingga bagimu berhasil ingat terus dan semua anggota badanmu menjadi dzikir (Dzikir jami�ul badan) kalau sudah Dzikir  jami�ul badan tidak akan lupa dari Allah Ta'ala maka dari itu kalau sudah seperti itu, janganlah kamu tambah dengan amalan-amalan wajib, sunnah, mu�akadah dan lain sebagainya. Hanya orang-orang yang tahu keagungan Allah Ta'ala yang Haq�.
Artinya: �Rasulullah S.A.W bertolak bersama Usamah dari Arofah, sehingga tiba dibukit, Rasul turun lantas kencing, kemudian Usamah matur, sholatkah ya Rasulullah S.A.W, rasul menjawab, sholat di mukamu (Fa�inama Tuwallu Fatsamma Wajhullah) padahal waktu mahgrib hampir habis�.
Diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dari Usamah bin Yazid dalam Kitab Adzkar Nawawi.
Artinya: �Setiap keluar masuknya nafas tanpa disertai ingat kepada Allah sebagaimana hewan dan binatang, tidak berguna dan disiksa selamanya�.
Artinya: �Ingat kepada Allah itu lebih besar manfa�atnya, dan keutamaanya dari segala macam ibadah�. Qs Al Ankabut ayat 45.
Artinya: �janganlah banyak bicara dengan tidak disertai ingat kepada Allah, karena begitu itu hati menjadi membatu (ngatosno ati) se-sungguhnya yang paling jauh dengan Allah ialah hati yang membatu�. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ibnu Umar dalam kitab Adzkar Nawawi.
Kunklusi: Pada zaman shahabat, perbuatan yang paling baik ialah perang Sabilillah, namun Rasul bersabda, ingat kepada Allah itulah yang paling utama, riwayat Tirmidzi dari Abi Sa�id Al Hudzryyi. (Adzkar Nawawi).
Artinya: �Aku di cambuk dengan cemeti setiap satu kalimah, karena kalimah yang saya keluarkan itu hanya sia-sia belaka, menurut beliau ilmu Hakikat adalah Ghoiru Mulaffaqatin (tidak di hiyasi dengan cerita-cerita yang batil) selain Hakikat adalah Hadzayan (perkataan yang tidak karuan, tidak ada ujung pangkalnya). Kemudian imam malik berpendapat bahwa ilmu syari'at adalah hukum adat belaka. Dan hanya menuntut kedurhakaan saja, kebanyakan manusia tersesat dan jalan yang lurus. Kemudian Imam malik mengharapkan agar orang-orang menuntut sesuatu yang lebih penting, yaitu Tauhid atau Teosofi (Hakikat) �Ilahi Anta Maqsuud Wa Ridlooka Mathlubii�. Itulah ujung pangkalnya. Selain Hakikat ujung pangkalnya adalah Mujadalah (berdebatan) atau Su�udzon (Persangkaan yang buruk)�. Al Hikam Tsani 56.         
Artinya: �Imam Malik bin anas (Imam Malik) berkata yang disebut ilmu bukan karena banyaknya mendapat riwayat Hadits, zaman dulu. Kalau sekarang bukan karena banyaknya hafal Hadits, atau pintar membaca kitab atau dalam ilmu apapun saja sehingga mendapat gelar banyak sehingga kitabnya segudang. Namun ilmu ialah Nur yang dipancarkan oleh Allah Ta'ala dalam hati�. Al Hikam Tsani 49.
Artinya: �Iman tiada sebab, sebab ada pada islam�. Al Hikam Tsani 48.
Artinya: �Asalkan jiwa seseorang masih ada sebab, maka bekerja itu lebih baik�. Al hikam Tsani 22.
Artinya: �Maka sesungguhnya halal yang mutlaq ialah menggugurkan perantaraan dari sesuatu yang diambilnya. Itulah maqom pasrah�.
Artinya: �Tama� itu membenarkan persangkaan yang dusta�. Al Hikam awal 49.
Penjelasan:
            Dengan tidak bisa meninggalkan sebab itu orang menjadi sekuler. Padahal menurut ilmu Hakikat atau teologi sekulerisasi juga Tuhan  sendiri, karena mehkluk tidak mempunyai daya kekuatan, baik spiritual maupun fisik, �tak obahnya kapas di atas air, semua mahkluk adalah mumkin. Mumkin adalah bukan wajib atau pasti, mumkin ada dua:
1. mumkin wujud                                         2.  mimkin adam.
Seperti api mumkin panas (wujud) atau mimkin tidak panas (adam) karena panasnya api dalam pelajaran kita adalah adat. Kalau kita hadapkan kedunia, ada macam-macam peristiwa seperti gerilya, perang Irak, Cup Detat, Konflik, dan lain sebagainya senua itu karena tidak bisa meninggalkan sebab, namun sikap kita atau keyakinan kita harus berdasarkan, �Yatanazzalul Amru� (semua itu tidak lepas dari hukum-hukum Allah, Qodlo�, atau kehendak Allah) bukan kemurkaan Allah.
Sebelum ada langit bumi, Amerika, dan Irak Sudah ada tulisan di Lauhul Mahfudz atau sudah ada sifat Ma�ani dan Ma�nawiyyah.

Carilah sendiri di dalam Al Qur'an atau Tafsirnya
Ini daftar ayat-ayat Al Qur'annya

Fa�ainama
Qs. Baqoroh ayat  115
Percobaan
Qs. Baqoroh ayat  155
Musibah
Qs. Baqoroh ayat  156
Ingat
Qs. Baqoroh ayat  157
Kekuatan
Qs. Aqoroh   ayat  165
Dekat
Qs. Baqoroh ayat  186
Merangi nafsu
Qs. Baqoroh ayat  116
Tidaka ada pemakasaan
Qs. Baqoroh ayat   256
Hidupnya Nabi  uzair
Qs. Baqoroh ayat   255
Nabi  ibrohim menenangkan hatinya
Qs. Baqoroh ayat   260
Perkataan yang baik
Qs. Baqoroh ayat   263
Shodaqoh sia-sia
Qs. Baqoroh ayat   264
Jual beli dan riba
Qs. baqoroh ayat    275
Caranya jual beli tidak secara tunai
Qs. baqoroh ayat    282
Syahadat Allah (mutaawwlah)
Qs. Ali Imran ayat   18
Manusia dihiasi
Qs. Ali Imran ayat   14
Allah yang menjadikan presiden
Qs. Ali Imran ayat    26
Agama yang jauh dari syirik
Qs. Ali Imran ayat    67
Riba
Qs. Ali  imran ayat   130
Jangan merasa hina atau susah
Qs. Ali  imran ayat   139
Muhammad mekkah
Qs. Ali  imran ayat   144
Tawwakal
Qs. Ali  imran ayat   159
Pasti mati
Qs. Ali  imran ayat   185
Dzikir
Qs. Ali  imran ayat   191
Dari jiwa atau orang yang satu
Qs. Annisa�    ayat    1
Dosa musrik tidak di ampuni
Qs. Annisa�     ayat   48
Dari Allah buruk nafsu
Qs. Annisa�     ayat    79
Sopan santun
Qs. Annisa�     ayat   86
Ragu-ragu
Qs. Annisa�     ayat   143
Yesus krestus
Qs. Annisa�     ayat   171
Bangkai haram
Qs. Al maidah ayat   3
Ayat yang terahir
Qs. Al maidah ayat   3
Menghilangkan hadats lalu mendirikan sholat
Qs. Al Maidah  ayat   6
Allah tidak tiga
Qs. Al Maidah  ayat   73
Melarat tidak dari Tuhan 
Qs. Al An�am    ayat   17
Latuttrikuhul abshor
Qs. Al An�am    ayat   103
Jangan olok-olok kepada orang musrik
Qs. Al an�am     ayat   108
Jangan ikut orang banyak
Qs. Al an�am     ayat   116
Timbangan
Qs. Al a�rof        ayat   8
Kum. Jamak semua Nabi  adam
Qs. Al a�rof        ayat  11
Pertama sombong iblis
Qs. Al a�rof        ayat  12
Iblis menggoda dari banyak arah
Qs. Al a�rof        ayat  17
Hancurnya gunung zaman Nabi  Musa
Qs. Al A'raf        ayat  143
Sesat kehendak Allah jadi terombang-ambing
Qs. Al A'raf        ayat 186
Dzikir dalam hati
Qs. Al A'raf        ayat  205
Hanya persangkaan
Qs. Yunus         ayat  36
Dzikir menenangkan hati
Qs. Arra�d          ayat  28
Ikhlas atau hati suci demit ora dulit syetan ora doyan
Qs. Al  hijr         ayat 39-40
Melihat dan lain sebagainya
Qs. Annahl        ayat 78
Contoh burung tidak bisa jatuh
Qs. Annahl        ayat 79
Menyampaikan kebaikan secara bijak
Qs. Annahl        ayat 125
Bacalah kitabmu
Qs. Al isro�         ayat 14
Buta sekarang di ahkirat buta
Qs. Al isro�         ayat  72
Dilupakan dzikir
Qs. Al kahfi        ayat 28
Iblis dari jin
Qs. Al kahfi     ayat      50
Nyembah, mendirikan sholat, dan dzikir
Qs. Thoha       ayat      14
Berpaling ingat
Qs. Thoha       ayat     124
Pemberi rahmat
Qs. Al Ambiya� ayat    107
Kejadian manusia dalam perut
Qs. Al Mu�minun ayat  14
Nur Muhammad
Qs. Annur         ayat     35
Tidak ada yang bermanfaat ketika sekarat kecuali hati yang selamat
Qs. Assuaro�     ayat 88-89
Nabi  tidak bisa menunjukkan kepada yang di cintai
Qs. Al Qoshosh  ayat 56
Jangan lupa bekerja
Qs. Al Qoshosh  ayat 77
Cara menghadapi lain agama
Qs. Al Ankabut   ayat  46
Semua binasa kecuali dzat
Qs. Al Qoshosh  ayat  88
Dzikir lebih besar manfaatnya dari ibadah lain
Qs. Al Ankabut    ayat  45
Akal
Qs. Arrum            ayat  17
Fitrah Allah agama tauhid
Qs. Arrum            ayat  30
Golongan pecah belah menjadi musyrik
Qs. Arrum          ayat 31-32
Kalamullah
Qs. Luqman       ayat 27
Dzikir yang banyak
Qs. Al ahzab      ayat 41
Buta dan melihat
Qs. Fathir           ayat 19-21
Yang suci (ikhlas) demit ora dulit syetan ora doyan
Qs. Shad            ayat 82,83
Kallamullah
Qs. Al kahfi         ayat 109
Nur
Qs. Azzumar       ayat 22
Orang-orang yang tidak tauhid kesal hatinya
Qs. Azzumar        ayat 45
Diperlihatkan Allah
Qs. Fushshilat      ayat 12
Berpaling Dzikir
Qs. Zukhruf          ayat 36
Persangkaan buruk dan menggun-jingkan orang lain
Qs. Al hujurat        ayat 12
Persatuan internasional
Qs. Al hujurat        ayat 13
Mengikuti persangkaan
Qs. Annajm          ayat  27,28
Didunia hanya permainan dan tipuan
Qs. Al hadid          ayat 20
Allah yang keempat dan seterusnya
Qs. Al mujadalah     ayat   7
Petunjuk dari Allah
Qs. Ali imran           ayat   73
Orang yahudi atau kristen jika Ma'rifat bagi Allah sama saja dengan kita
Qs. Ali imran         ayat   199
Sholat yang diperlihatkan sholatnya orang munafiq
Qs. Ali imran          ayat 142
Dzikir
Qs. Annosa�            ayat  103
Pakian yang palinga baik
Qs. Al a�raf             ayat  26
Syahadat mutawasithoh
Qs. Al a�raf             ayat 172
Petunjuk dari Allah
Qs. Al a�raf             ayat 43
Jangan berduka cita Allah berserta kita
Qs. Attaubah          ayat 40
Jika beras tidak di proses tidak akan jadi nasi namun jika Tuhan  tidak menghendaki juga tidak akan jadi nasi begitulah Tuhan  membuatnya
Qs. Arra�d                ayat  11
Ingatlah siapa yang menembak
Qs. Al anfal             ayat 17
Allah yang menyesatkan
Qs. Al a�raf             ayat 186
Akal
Qs. Almu�min          ayat  55
Akal
Qs. Ala ahzab       ayat  42
Wajib memikirkan kejadian kita
Qs. Attorik            ayat  5,6,7
Berpeganglah dengan tampar Allah
Qs. Ali imran         ayat 103


NGERUKAT
            Ngerukat adalah syari'at, minta kepada Allah ada yang memakai sarana seperti meminta hujan, memakai sarana yaitu:
1.      Di lapangan
2.      Membawa binatang ternak
3.      Orang-orang cacat
4.      Orang-orang lanjut usia
5.      Memakai pakaian yang paling sederhana (bukan yang baru).

Meminta silahkan:
1. Qs. Al Baqoroh  ayat 186
2. Qs. Al Mu�min ayat 60
3. Qs. Al Ma�idah ayat 35
Memakai sarana yang di baca, ayat-ayat dan memikirkan asal kejadian kita karena di perintah memikirkan.
1. Qs. Athttariq ayat 5,6,7 
2. Qs. Al Mu�minun ayat 14
3. Qs. Al� Isrok ayat 14
Bersuara bukan dari jin karena wajilat
Qs. Al Anfal             ayat 20
Karena:

1. konsentrasi, percaya meminta kepada si pemberi   
1. Qs. Attghabun ayat 8  
2. Qs. Al Ambiya� ayat 107
Dan ingat kepada Tuhan yang me-merintahkan memberi (Kun Fa Yakun). Bukan meminta selain Allah, bukan mantra bukan haikal dan bukan Taqarrub seperti:
1. Qs. Azzumar ayat 3
2. Qs. Al An�am ayat 100
3. Qs. Saba� ayat 41

Makanan adalah shodaqoh, dirinya sendiri, keluarganya, dan orang lain. Shodaqoh adalah penolak bala.  
Qs. Al Baqar ayat 3





Penerjemah
orang yang paling bodoh dan paling buruk
 Abdul Hannan Hamid
Sendangagung Paciran Lamongan 30 Maret 2003.
HIZ BUNNASHRI ATAU HZBUNNASHAR
Pencipta Ulama� Shufi

            Imam Abul Hasan Ali Asysyadzili: saya mendapat ijazah hizib ini dari tiga orang yaitu:
  1. dari K. Abul Fadlal, Senori pada tahun 1960. sebelum Hakikat.
  2. dari K. Asyhuri, Paciran pada tahun 1965. sebelum Hakikat.
  3. dari K. Husain, Ngebret pada tahun 1982. sesudah Hakikat.

Sekarang saya ijazahkan kepada saudara-saudara yang se-keyakinan, caranya harus disimpan. Hizib ini tidak boleh digunakan atau di amalkan kepada selain orang yang ingkar kepada Jama�ah Tauhid (pesan K. Husain ngebret).
 Ijazah Artinya: di izini untuk melestarikan atau mengamalkannya asalkan tidak melanggar pesan K. Husain almarhum Ngebret, silahkan saudara-saudara mengamalkan namun saya tidak menyuruh dan juga tidak melarang.
Bagi saya pribadi (anda jangan gelo dan iri) saya cukup ingat kepada Allah, semua urusan lebih-lebih urusan Tauhid atau Hakikat, karena ilmunya sendiri jadi saya serahkan kepada yang Empunya, dibalas atau tidak saya serahkan sepenuhnya kepada-Nya.
Inilah Artinya:
�Ya Allah dengan penyerbuan serta siksa kekuasaan-Mu, sebab cepatnya dan pamungkasnya pertolongan-Mu, dan sebab menjaga kepada orang yang menjaga ayat-ayat-Mu, kami minta �Ya Allah Dzat maha mendengar, maha dekat,yang menerima permintaan, cepat membalas, menyiksa, memaksanya, lagi  me-nyerangnya�.
�Wahai Dzat  yang mengalahkan, Dzat  yang memaksa, Dzat  yang tidak bisa di lumpuhkan oleh golongan yang radikal, Dzat  yang tidak sukar untuk merusak golongan yang selalu menyombongkan dirinya dan pemecah-belah, jadikanlah rekayasa dan tipu daya orang yang bertujuan menghancurkan kita atau ilmu Tauhid, Hakikat, dan Ma'rifat. Kembalikan kepadanya yang mengubur kepada kita dan menegakkan jaringan penipuan, menjadi jatuh kepadanya�.
�Wahai Gusti jadikanlah dan giringlah jaringannya itu menjadi perangkap dan pengusirannya sendir, Ya Allah dengan Muhammad yang Haq, Kaf Ha Ya Ain Shod� cegahlah kita terhadap mereka menjadi permusuhan, temukanlah mereka dengan kehinaan,  jadikanlah mereka tebusan bagi kekasih-Mu, berikanlah ke-kasih-Mu kekuasaan pada hari ini dan esok hari�.
Ya Allah jadikanlah golongan mereka itu berantakan dan pecah belah,
Ya Allah perkecillah bilangannya, tumpulkan ketajamannya,
Ya Allah jadikanlah pelecehan, penghinaan menjadi gilirannya,
Ya Allah temukanlah siksa kepadanya,
Ya Allah keluarkanlah mereka dari daerah penyantun, rampaslah mereka sehingga menunggu ke-plaipan, borgollah tangan mereka dan ikatlah hati mereka sehingga tidak bisa angan-angan, berfikir. Cerai berailah mereka sehingga  ber-musuhan sendiri, untuk menolong Nabi-Nabi-Mu, Rasul-Rasul-Mu dan Auliya'-Mu terhadap musuh-musuh-Mu,
 Ya Allah tolonglah kami untuk menolong kekasih-Mu terhadap musuh-musuh-Mu hamim x7, urusannya menjadi hitam panas telah datang pertolongan, maka terhadap kami mereka tidak di tolong,
Ya Allah dengan kenyataan Muhammad, �ha  mim  ain  sin  qof� untuk menjaga kita dari apa yang kita takutkan,
Ya Allah jagalah kami dari keburukan dan janganlah kamu jadikan tempat percobaan,
Ya Allah berilah kami pikiran, pengharapan dan pengharapan di atas pengharapan �ya hu, ya hu, ya hu.
Wahai Dzat  ya Allah sebab kelomanan-Mu maka aku minta kepada-Mu kecepatan dan diterimanya permintaan dengan ridlo-Mu, relakanlah permintaan kami sebagaimana kamu menerima permintaan Nabi  Nuh menghadapi kaumnya,
Wahai Dzat  yang menolong Nabi  Ibrahim dari musuh-musuhnya,
Wahai Dzat  yang mengembalikan Nabi Yusuf kepada Nabi Ya�kub (ayahnya),
Wahai Dzat  yang menyembuhkan dan menghilangkan penyakit Nabi Ayub,
Wahai Dzat yang menerima permintaannya Nabi Zakaria,
Wahai Dzat yang menerima tasbihnya Nabi  Yunus bin Matta,
Wahai Dzat  yang mengembalikan Nabi  Musa kepada ibunya,
Wahai Dzat  yang menambah ilmunya Nabi  Khidlir, kami minta kepada-Mu ya Allah sebab rahasianya dan mustajabnya do�a ini dengan ridlo-Mu, hendaklah kamu menerima permintaan yang telah kami minta dan melestarikan janji yang telah kamu janjikan kepada hamba-hamba-Mu yang mu�min tidak ada Tuhan  kecuali Kamu, maha suci Kamu, sesungguhnya aku ini termasuk orang-orang yang dolim, putus harapan kami demi kebesaran-Mu kecuali dari Kamu dan sia-sia, kecuali di dalam Kamu, jika terlambat jauh serangan dan belas kasihan yang kami harapkan, maka yang paling dekat dari kami ialah serangan Allah,
Wahai serangan Allah, kembalinya orang-orang yang kembali dan terlepas, Allah mengharapkan kami melepaskan, cukup kepada Allah kami berlindung dan minta pertolongan, dan Allah mencukupi kepada kami dan sebaik-baik tempat pasrah, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah yang maha Tinggi, lagi maha Agung. Keselamatan kepada Nabi Nuh di dalam semesta alam, terimalah permintaan kami x3 hamim maka terputus kekuasaan golongan orang-orang yang dolim dan segala puji bagi Allah yang mengatur semesta alam, rahmat ta�dzim dan keselamatan tetap kepada gusti kita Muhammad beserta sahabat-sahabatnya dan keluarganya�.   
   

Post a Comment