Tuesday, August 7, 2012

Mengenal Jati Diri (lanjutan)

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله


Itu berarti kita membiarkan serta menjalankan hawa nafsu kita mengerti dengan perbuatan hawa nafsu tersebut yang pasti siAkunya bisa terjerumus kelembah hitam, kejalan yang sesat (merusak) oleh karena nafsu pada hakekatnya hanya mementingkan unsur raga (jasmani) tubuh atau masrial ini berarti kita mendewakan hawa nafsu sama saja membudak siAkunya, ingatlah siAkunya bersifat kekal sedangkan siSaya terbatas karena termakan kurun waktu dan mengapa bahwa unsure siAku abadi penjelasanya adalah pada sesungguhnya yang kita sebut siAku adalah utusan Allah.

Yang dijelaskan Allah dalam Al-Qur’an dan justru unsure siAku itu tidak termakan oleh kurun waktu atau proses dan secara jujur serta penuh kesadaran sementara kita lepaskan unsure saya dan cobalah anda renungkan sejenak pada kehidupan waktu lalu masa kanak-kanak dan kita transfer kemasa dewasa dan kini seolah-olah perasaan kita masih tetap sama.

Dan kelanjutan dari penjelasan unsure Aku dan Saya coba kita pikirkan dan rasakan dengan penuh pengertian, keadaan dan perasaan siSaya seperti dahulu. Tidak terasa berubah perasaan tua atau muda hanya dapat kita rasakan ialah rasakan bertambahnya pengalaman hidup, nah kini kita berbicara tentang siAku yang sesungguhnya Aku itu tidak mengenal atau pun merasakan akan keinginannya karena unsure raganya sudah tidak mampu untuk bisa melakukan dari segala keinginannya tersebut mengapa hasrat dan kemauan itu dan kemauan itu tetap ada ? seperti masih mudah sebab disini hasrat dan kemauan itu sebenarnya adalah aktifitas dari jiwa atau si Aku, yang mendapat sifat dorongan dari unsure raga ialah si saya itu secara spontan sedangkan kita tahu jiwa itu sendiri tidaklah mengerti arti tua dan muda, maka setelah ada dorongan tersebut ialah pengaruh dari unsure Saya tiba-tiba secara langsung ia melakukan kegiatan itu seperti biasanya tanpa ia mengingat situasi ataupun keadaan tubuh tetapi andaikan siAku itu mengenal dan merasakan arti tua dan muda dan ada kemungkinan ia mengambil langkah ataupun tindakan tertentu sesuai dengan ketingkat tuannya.

Inilah suatu bukti yang nyata bahwasanya siAku itu adalah benar kiranya pengertianya menyangkut unsure siAku adalah merupakan utusan Allah sesuai yang diterangkan oleh Allah dalam Al Qur’an : Sesungguhnya aku ciptaka manusia dari tanah setelah Aku sempurnakankejadiannya lalu Aku masukkan rohnya kemudia dari Allah berseru bersama malaikat itu taat kecuali iblis, dan itulah penjelasan yang tertuang dalam salah satu kitab suci dapat dijadikan pegangan didalam memilih unsure tersebut, sehingga masing-masing akan dapat memahami dan mengerti tentang arti Aku dan Saya tersebut di atas.

Dan marilah kita teruskan penjelasan tentang unsure Saya yang tidak abadi itu. Agar dapat dipahami kita bersama apabila kita melihat pada dasarnya yang mengenal arti ketuhanan atau ketauan diri dan kamauan arti tua dan muda, itu adalah suatu proses integral serta mempunyai perkembangan tertentu yang berurutan menurut memerlukan waktu mengenai tubuh kita karena itu adalah wadah proses biologi, sekarang kita tinjau dari unsure Saya yang tidak abadi itu dari segi biologis jasmani dari kondisi biologis zat anak atau masih kecil mudah dan kuat dengan sendirinya akan mempermudah untuk mencapai tujuan dan kemauan dan hasrat sedangkan kondisi biologi yang sudah termakan oleh usia sangatlah lemah karena sudah haus tak mampu lagi utnuk meraih cita karena adanya waktu yang lama, cobalah perhatikan diri sendiri gejala phisik itu karena ada dorongan dari unsure saya dan rangsangan ini mendapat respon dari jiwa jadi kita merasakan tua muda itu berdasarkan gejolaknya yang merupakan manisprestasi dari rangsangan dari luar maupun dari dalam tubuh kita sendiri, umpamanya ada rangsangan dan hubungan waktu yang ada kesimpulannya dapat merasakan mengenai dan megalami adanya tua maupun muda ialah unsure Saya, justru unsure saya itu tidak abadi adanya.
Jadi dengan kesadaran yang tinggi tentang manusia sebagai makhluk Allah, pasti kita akan sadar menyerahkan diri dan menerima hukuman dari Allah serta mau mengendalikan diri dari hawa nafsu dalam hidup juga perlu anda mengerti manusia itu adalah makhluk social,

Didalam kehidupan-kehidipan duniawi kita tidak akanlepas dari langkah social karena dengan lingkungan social tersebut kita tidak akan hidup dengan sempurna dari arti duniawinya bila kita sendiri tanpa bermasyarakat, dari hal itu diatas pengendalian hawa nafsu dalam kehidupan ini sangatlah penting sebab dengan pengendalian hawa nafsu yang selaras dan seimbang kita akan mengerti status dan fungsi manusia dalam mengemban hudup didalam semesta ini sehingga kita tersa benar manfaat hidup suatu penjabaran yang diinginkan oleh yang mencipta itu berarti tidaklah sia-sia Allah hadirkan anda di bumi tercinta ini.

Saudara muslimin dan muslimat dan wargga MMWK dimana saya dapat membaca di Blog ini, dalam upaya memahami diri serta memperhatikan kedalam diri pribadi yang telah ditunjuk oleh hadist Rasulullah yang patut kita jadikan landasan yang kuat untuk lebih meyakinkan atas kebenarannya dan diri kita selanjutnya untuk memperkuat iman Islam kita bersama saya kutipkan suatu hadist Rasulullah yang menyatakan,

“Kullu waajibin ‘alal insane ma’rifatulloh ta’aala qoblal ibadah”

Artinya :
Kita wajib bagi setiap insane Islam mengenal Allah sebelum ia mengerjakan ibadah menurut  hemat kita hal tersebut diatas telah lumrah disampaikan oleh ulama kita, justru bagi penerus Isalam itu sangat wajib memperteguh kebenaran itu.

Terutama warga MMWK lebih-lebih lagi keadaan Negara kita yang sedang membangun banyak hal yang diterangkan hal yang sangat penting bagi pembangunan Agama dan bangsa sebagai mana kita ketahui bahwa turunnya Al Qur’an adalah merupakan tuntunan dan petunjuk bagi orang yang beriman untuk mencapai kebahagiaan yang hakiki agar kita mengenal diri dan Tuhan kita, cobalah anda perhatikan dalam peringatan bujulul Qur’an.

Dan kita kini sebagai bangsa Indonesia seutuhnya yang menyongsong era tinggal landas yaitu bukan saja bidang kehidupan manusia namun yang lebih penting lagi tentang factor lingkungan manusia dalam inti ada keseimbangan antara manusia dan Tuhannya dan keseimbangan manusia dengan alam sekitarnya. Jadi jelas sudah bahwa factor-faktor lingkungan yang besar pengaruhnya terhadap kehidupan manusia karena kalau masing-masing INDIVIDU ini MENDEWAKAN HAWA NAFSUNYA kemungkinan sekali yang terdapat didalam dunia seisinya ini. Akan rusak bangsa oleh ulahnya manusia itu sendiri, justru karena itulah demi kedamaian dunia ini hendaknya hawa nafsu kita masing-masing harus bisa dikendalikan semaksimal mungkin supaya tidak melanggar norma Subhanahuwata’ala.

Maka oleh karena itu saya mengajak membuat penyampaian dalam kehidupan ini yang dapat mempengaruhi untuk kesetabilan hidup kita dialam semesta ini, perhatikan baik-baik khusus bagi warga MMWK petunjuk Al Qur’an ialah Akulah yang menghidupkan manusia ialah yang sangat berkuasa didalam diri pribadi kita masing-masing.

Dalam rangka memahami dan membahas atas keterbelakangan diri pribadi dengan suaatu pernyataan kita sering mengucapkan oleh umum bahwa sesungguhnya manusia tidak mempunyai daya fikir serta daya upaya selain Allah.

Maka dengan ini perlu kita sadari, bersama dengan adanya keterbatasan diri manusia dari segala sesuatu yang dimiliki oleh kita maka kita hendak menyadari sendiri atas keterbatasanya itu oleh akarena kita tahu yan.,.97565g mempunyai diri segala sesuatu itu yang tidak terbatas,
hanyalah Allah Subhanahu Wata’ala serta pula yang Maha segalanya dengan berpijak kepada keterbatasan diri hendaknya kita dalam beramal sesuatu sebaiknya hati-hati memilih dapat kita sesuaikan dengan keterbatasan tersebut sebab dengan keterbatasan ini maka dalam bertindak dan membuat sesuatu sebaiknya perlu membatasi diri ini sangat penting agar kita membatasi ataupun mematikan sesuatu malah karena dengan adanya keterbatasan diri tersebut lebih dalam kita memilih suatu kepastian atau suatu persoalan yang kita sedang hadapi.

Janganlah sekali-kali terlebih dahulu mementingkan hasilnya pasti demikian diupayakan dengan kata yang lain kerena kita telah tahu bahwa manusia punya keterbatasan yang dimiliki sebab kita memperhatikan/memastikan sesuatu hasil keputusan yang berhak berarti kita sudah tahu persis kepastianya yang benar cobalah apakah hal dalam tersebut sudah pasti benar?

Tentu jangan sepenuh hati kita belum tahu, kepastianya memang pasti yang demikian itu ada namun tentu ada kekecualianya yaitu agak jarang hanya paling banter kita dapat meramalkan saja, kemungkinan dengan dasar demikian justru kita hanya bisa berikhtiar berhasil atau tidaknya hanya Allah yang menentukan, jadi tarmasuk manusia berada didalam penegrtianya hanya dapat berupaya agar tidak dinyatakan mendahulukan dirinya apabila kita sendiri belum tahu, mengapa kita sudah berani memastikan yang kita sendiri sesungguhnya kita belum tahu berarti ini merampas hak Allah yang sesungguhnya tanpa anda sadari juga mengingkari pengaturanya Allah itu sendiri, yang anda yakinkan inilah penjelasan yang menyangkut keterbatasan dari yang dinyatakan Al Qur’an.

“LAHAULA WALAQUATU ILLA BILAHILALIYILAJIM”

Dengan sesuatu yang akan mungkin terjadi manusia yang atheis dikarenakan sudah tidak percaya kekuasaan dan wewenang Lillahi robbi sekalipun yang dikatakan yang dikatakan orang ia tahu akan kepastian maupun hal yang mengetahui terjadi WURUH SEDURUNGE WINARA mungkin hal tersebut yang dikatakan orang adalah suatu ketajaman untuk dapat menerima petunjuk gaib hidayah dari Allah Ta’ala juga mendapat ridho Allah justru mereka tahu sebelumnya orang lain itu tahu tetapi yang dapat memastikan dan tahu ialah Allah sendiri yang Maha Tahu itu ialah melalui mulut dan hati manusia, kita atas ridhonya petunjuk serta ketajaman sang Aku, untuk menerima petunjuk gaib tentang kepastian tadi.

Sebagai perumapamaan ataupun contoh, yang dapat kita gambarkan tentang kepastian dalam kehidupan sehari-hari seperti begini saya besok akan merangkat ke Jakarta karena segala sesuatunya telah saya persiapkan, tetapi dengan tiba-tiba keluarga kita sakit keras sehingga meninggal dunia dan rencana yang kita persiapkan bisa dilaksanakan? Atau jadi kita teruskan keberangkatan ke Jakarta tersebut, inilah perlu diingat karena sering melihat kejadian yang secara tiba-tiba maka kita hendak berhatilah apabila adalah yang semacam tersebut, maka dengan rasa keterbatasan kita justru kita kuranglah benar kalau langsung memastikan suatu masalah tersebut, sebab sudah kita tahu firman Allah, manusia itu maha sekedar hanya sekedar wajib berikhtiar sebab dengan kata seperti itu jelas mengandung resiko atau suatu keharusan yang sangat berat untuk dikerjakan tanpa mengingat kemungkinan yang akan terjadi.

Justru karena itu sebaiknya dengan kata usaha yang semaksimal mungkin untuk bisa dapat dilakukan cara perbuatan sebab dengan kata memastikan berarti itu sama dengan kita berjanji, hendaknya kita dalam mengucapkan sesuatu yang akan diucapkan harus hati-hati sebaiknya jangan didorong dengan hawa nafsu sebab hawa nafsu tersebut harus benar harus kita kendalikan dengan demikian penggunaan ucapan sesuai dengan lazim dipergunakan oleh kaum muslimin katakanlah saja bahwa saya Insya Allah berusaha untuk berangkat ke Jakarta karena segala sesuatunya telah saya persiapkan dengan baik seandainya dalam usaha mana tidak berhasil hal tersebut bukan urusan kita lagi.

Dan kini setelah kita mengerti tentang setatus dan fungsi serta kedudukannya manusi terhadap tuhanya dan pula kita mengetahui bahan dari kejadian diri kita sendiri, didalam usaha kita memperhatikan melalui tingngkah laku yang kita jalankan sehari-hari, maka marilah kita teruskan untuk lebih memahami benar seperti yang dijelaskan, oleh ayat suci Al Qur’an dalam dialog Allah dengan malaikat :

“ Qul subhaanalloh laa ilmuna illa magtana innaka anfal ‘aliimul hakim “

Artinya :
Maha suci Allah tiada ada pengetahuan kami melainkan apa yang telah Allah ajarkan dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dan Bijaksana.
Jadi kiranya cukup sudah ini yang menyatakan sudah barang tebtu saudara pembaca, terutama warga MMWK, telah bis amemahaminya itu adalah pembicaraan antara Allah dengan malaikat maka kita apabila benar menjalankan agama Allah dengan menjauhkan semua laranganya Isya Allah akan dapat pula seperti makhluk Allah yang lain sedangkan iblis pun masih bisa berbincang dengan tuhannya Allah jadi dapat kita simpulkan sebaiknya :

  1. Kita harus bis amengatasi diri dengan kata lain dapat mengembalikan diri dan hawa nafsu.
  2. Kita harus menyadari tentan keterbatasan fungsi kita.
  3. Dan kita wajib berikhtiar atau kesadaran dapat meramalkan kemungkinan saja yang tahu akan kepastian apapun didalam semesta ini hanya Allah.
  4. Kita pasti menuntut konsekwensi cukup berat.
  5. Kepastian itu sama dengan janji.
  6. Apabila kita berani memsatikan sesuatu kemungkinan yang belum terjadi, pada hakekatnya kita telah mengingkari wewenang Allah itu sendiri.

Dan cobalah anda renungkan sejenak demi untuk mencapai kebahagiaan dan keselamatan yang diridhoi Allah Subhanahu Wata’ala mari kita sam-sama perhatikan hal yang penting dalam mengemban kehidupak kita dialam semesta ini iala maksud dan tujuan agar kita bisa hidup dalam kehidupan yang harmonis antara saya da Aku benar tumbuh, justru tumbuhnya Aku dan saya hendaknya kita harus bisa mengambil petunjuk dari dalam diri kita sendiri, maupun dari alam sekitar kita seperti yang diutarakan dimuka keseimbangan antara lahir dan bhatin atau alam sekitarnya.

Saudara para jemaah warga MMWK dan para simpatisan yang dimuliakan Allah dalam kehidupan manusia di dunia ini banyak contoh yang dijadikan pelajaran baik yang bersifat lahiriah maupun bathiniah antara lain mengambil dari mekanis gerakan tubuh atau dari melihat kenyataan yang ada seperti :
  1. Untuk berbuat ikhlas ambil pealjaran mekanimenya buang air  yang tak ingin dilihat kembali.
  2. Juga cara melihat diri interaksi religious mawas diri bisa memperhatikan mekanisme gerakan tangan tanpa dipengaruhi saya.
  3. Kemampuan keterbatasan diri kemampuan dengan adanya Maha Tunggal Allah yang berkuasa yaitu kita memperhatikan tugas mata, tentu kita tidak mampu untuk mengatur dan munguasai mata kita sendiri umpamanya saya untuk bergantian sebelah tidak sebelah lagi jaga.
  4. Pengertian untuk kesatuan dan persatuan kita mempelajari mekanisme ekselarasi tugas masing-masing mempunyai mekanisme tersendiri yang akan saling menunjang pelaksanaan mekanisme yang lain dan sesungguhnya yang masing-masing tadi saling berkaitan dan merupakan sesuatu kesatuan yang utuh semua tersebut ini atas kita pelajari dengan jujur hati serta bersih, pasti hikmanya akan bermanfaat bagi kehidupan kita, dan perlu kemungkinan besar akan sangat bermanfa’at terhadap penegndalian hawa nafsu kita sendiri.

Jadi masyarakat selanjutnya mengenai petunjuk dari dir sendiri yang bersifat rohaniah ataupun aku perlu diperhatikan baik petunjuk yang bersifat dari dalam dapat kita terima, apabila antara Aku dan saya seimbang artinya petunjuk itu yang lepas dari unsure saya ini memang selalu benar atau banyak kebenaranya pada hakekatnya, petunjuk dari dalam tersebut yang tanpa dipengaruhi unsure saya, jelas adalah datangnya dari Allah Subhanahu Wata’ala, demikian contoh dalam mekanisme kehidupan yang bisa dipelajari bagi kepentingan memperdalam ketaqwaan kita terhadap menjalankan tugas hidup sehari-hari.

Nah sampailah disini dahulu penyamapaian saya mengenai pengertian akan diri pribadi, dan sebelumnya saya mengingatkan lagi dari saudara kaum muslimin dan muslimat, serta para remaja islam wabil khusus warga MMWK, hal yang kira-kira wajib diketahui ataupun kita perhatikan, agar kita dapat suatu pedoman didalam kita mengembangkan hidup atau kehidupan di muka bumi ini dapat kita mencapai tujuan ialah keselamatan didunia dan keselamatan di akherat kelak, dan perhatikan baik-baik oleh-oleh anda TENANG :

  1. Komponen atau materalnya dari perwujudan manusia atau diri pribadi dengan segala unsurnya yang terkandung didalam dan unsure yang dapat mengurangi atau merusak keimanan kita.
  2. Pahamilah dan perhatikan atau ucapan dan pengakuan diri pribadi dengan kekuasaan dan kebesaran Allah.
  3. Periksalah perhatikan diri kita masing-masing yang mencintai Allah sebagai orang yang beriman serta mengakui pengikut Rasullulah?
  4. Ingatlah dan renungkanlah baik-baik tentang pengakuan dan ststus fungsi serta kedudukan kita sebagai makhluk dan ciptaan Allah denagn segala aspek kesempurnaanya.
  5. Sadari oleh anda manusia hanya suatu keterbatasan yang ada hanya sekedar upaya ataupun ketajaman dan jiwa serta hati.
  6. Ingatlaj menentukan sesuatu kepastian yang kita sendiri belum tahu dan merasakan itu adalah suatu perbuatan yang mengingkari wewenang Allah.
  7. Perbuatan amal soleh dan amal kebajikan suatu dengan menharapkan upah dari Allah adalah perbuatan tidak ikhlas ialah yang pasti datang senang, susah hati, penyesalan, bingung dan putus asa.
  8. Sesuatu amal kebajikan mengharap suatu upah apabila yang ada kaitanya dengan perintah dan ibadah kepada Allah dan sesamanya justru itulah Rasullullah menyatakan : “ MAN THOLABA MAULANA BIGOIRI NAFSISHI FAQOD DHOLLA DHOLAALAN BAIDA “

Karena itulah kita pengikutnya diajarkan Rasullullah agar menuntut ilmu Allah pandanglah keluar diri pribadi kita sendiri supaya setiap penyampaian amanat Allah yang merupakan penerangan agama Islam adalah suatu ibadah kepada Allah tidak mengharap upah sebab itu merupakan kuajiban bagi kita semua yang mengaku pengikut Rasullullah diberi maupun tidak kita serhkan kembali kepada yang kuasa dan Maha Adil.

Dan kita sama-sama mengerti sudah bahwa memang kita yakin adanya seseorang hamba Allah, manusia dizaman sebelum kita ada mampu memastikan ataupun tahu segala sesuatu kejadian serta memastikan namun pada saat ini sangatlah langkah ataupun sedikit sekali. Dan inilah tuntunan nabi besar Muhammad SWT yang sesungguhnya anda renungkan sejenak.

Demikian sekedar rincian penjelasan tentang pengertian diri pribadi yang dapat saya sajikan mudah-mudahan ada manfaatnya dan berguna segala apa yang anda kerjakan yang bersifat ibadah itu dengan mengambil contohdiri pribadi Rasullullah agar kita selalu mnsyukuri dan pandai mengemban nikmat yang Allah berikan.Wabillahi Taufik Walhidayah Wasalam Mualaikum Warah Matullahi Wabarakatu.

Post a Comment