Saturday, July 21, 2012

TUHAN PENCIPTA SEMESTA

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

TUHAN PENCIPTA SEMESTA  [12]


  
       Makalah yang kami tulis ihwal Tuhan kali ini tidak memiliki corak dan warna filsafat, karena kami berpendapat bahwa keindahan, keajaiban-keajaiban ciptaan dan pengaruh-pengaruh tabiat yang senantiasa membuat penelitian-penelitian dan laboratorium-laboratorium kecil kami merasa tak berdaya ketika berhadapan dengan mereka, akan bisa memberikan kesaksian terhadap keagungan dan kodrat Tuhan yaitu Sang Pencipta yang Azali, dengan menggunakan metode yang sederhana dan aktivitas yang detail.
Kami mengetahui dan dengan tegas mengakui bahwa pena kecil kami yang tak berdaya ini sama sekali tidak memiliki kelayakan untuk menafsirkan dan mengelaborasi topik ini, akan tetapi kandungan makalah ini merupakan sebuah tema yang telah kami pahami dalam aktivitas dan penelitian laboratorium, yang nantinya akan kami kemukakan dalam bentuk penjelasan:
Kami tidak mencari Tuhan yang Maha Besar di antara langit-langit dan alam kosmos, kami tidak akan melakukan perjalanan terlalu panjang, kami pun tidak akan mencari-Nya di antara awan-awan yang berarak, dan di antara angkasa yang kebesaran dan keluasannya tidak masuk ke dalam akal kecil kami.
Tuhan, hidup dan hadir pada setiap keadaan dan pada semua tempat, dan Dia menyaksikan keadaan serta kondisi para makhluk-Nya, sementara pengaruh kodrat kesempurnaan-Nya termanifestasi dalam jiwa setiap pemilik ruh dan eksistensi.
Tuhan adalah Esa, dimana gambaran akan keagungan dan kebesaran-Nya tidak akan mungkin mencapai kesempurnaan dalam pikiran kita.
Tuhan, adalah yang akal kecil kita tak mampu bertafakkur terhadap kodrat dan hikmat-Nya.
Tuhan, tak lain adalah dzat suci Uluhiyah yang memiliki tajali dan menjelma dalam dhamir aku dan Anda, menciptakan kita, mematikan dan akhirnya membawa kita kembali kepada-Nya. Sungguh sayang, kita tidak pernah memberikan perhatian yang serius terhadap kodrat agung-Nya yang ada dalam diri kita. Telinga kita telah sedemikian beratnya sehingga kita tidak mendengar dan mantaati perintah-perintah-Nya, dan hati serta pikiran kita yang pendek tidak memahami akan keagungan dan kebesaran-Nya.
Tidak ada seorangpun dan tidak ada sesuatu pun yang lebih dekat dari kita kecuali Tuhan, bagaimanapun, darah kita, otak kita, perasaan dan pikiran-pikiran kita, akal dan pengetahuan kita semuanya merupakan karunia dan hadiah Tuhan yang telah diberikan kepada kita untuk menikmati kehidupan.
Dari sisi lain, tidak ada sesuatu dan seorang pun yang menjauh dari Tuhan kecuali kita! Meskipun kita menemukan Tuhan dalam hati kecil kita, kita tetap saja melupakan-Nya. Bahkan bisa jadi, secara sengaja dan tak sengaja, kita tetap melakukan sesuatu yang buruk sementara kita mengetahui, kita tetap saja mengesampingkan hukum dan keadilan meskipun kita telah menyalahkan diri kita sendiri dan ruh kita pun berada dalam revolusi, goncangan dan malu atas perilaku kita, kita telah memalingkan muka dari perintah-perintah Ilahi untuk melaksanakan tujuan yang beracun dan hajat-hajat buruk, sebenarnya kita telah menceburkan diri kita sendiri dalam kemusnahan.
Cobalah perhatikan selembar daun hijau kering tak berharga yang jatuh dari pohon, singkap dan bertafakurlah terhadap jejak-jejak kehidupannya, pada tahapan pertama, pasti saran kami tidak akan menyenangkan Anda, akan tetapi seseorang yang telah melakukan penelitian secara detail mengenainya dan telah meluangkan sekian waktu dari kehidupannya untuk menelaah dan meneliti keajaiban-keajaiban tabiat dan telah melewati penelitian-penelitian botani, akan sangat sedih dan tersiksa dengan ketiadaan informasi dan pelecehan yang ada dalam pikiran manusia, karena untuk mengetahui rahasia kehidupan daun tersebut diperlukan adanya usaha.
Daun tersebut dan beribu-ribu daun sepertinya, akan terinjak oleh kaki-kaki kita, dan serbuk-serbuk keringnya akan bertebaran dan bersembunyi di bawah tanah. Lihatlah, bahkan pada daun yang tak berharga ini pun Tuhan memberikan kehidupan padanya dan betapa banyak khasiat, dan manfaat yang terdapat di dalamnya dimana keluasan rumusannya berada di luar gambaran akal kecil kita.
Bertahun-tahun dan berkurun waktu lamanya para ahli botani dan para ilmuwan kontemporer menulis berbagai kitab tentang penelitian-penelitian tumbuhan dan botani, mereka berusaha untuk menemukan dan memahami pengaruh-pengaruh kehidupan yang ada di dalamnya dengan menggunakan peralatan yang memungkinkan dan metode-metode ilmiah lainnya. 
Dengan mikroskop, mereka menyelidiki tentang rajutan-rajutan dan komposisi yang terdapat di dalamnya, menganalisa kandungannya melalui aktivitas kimiawi, mengukur suhu dan khasiatnya dengan menggunakan listrik, dan mereka berusaha dengan sangat keras dalam melakukan penelitian-penelitiannya tersebut.
Dengan kondisi ini dan dengan seluruh kitab-kitab yang telah mereka tulis mengenai topik ini, apa kira-kira yang telah mereka pahami? Hakikat apa yang hendak mereka sampaikan kepada kita? Rumus tersembunyi dari rahasia kehidupan botani mana yang akan mereka ungkapkan kepada kita?
Hingga kini belum ada apa-apa, karena apa yang dipahami dan apa yang diperoleh manusia hanya merupakan permukaan dan lahiriah dari hakikat botani, sementara mengenai kualitas, penyebab pertumbuhan, perkembangan dan akhirnya seluruh peristiwa harian yang setiap saat terjadi di dalamnya, kita tidak mempunyai informasi lengkap tentangnya, tidak memiliki data dan tidak ada tanda-tanda.
Kita mengetahui bahwa botani akan tumbuh, menghijau lalu berkembang dan membesar, akan tetapi siapa yang mampu memahami dan menjelaskan seluruh hakikat pertumbuhan dan perubahan-perubahan yang terjadi padanya dengan penjelasan yang baik? Apakah kita tidak berfikir bahwa di dalam alam botani dan bunga-bunga terdapat sebuah kodrat dan kekuatan malakut yang kita tidak berdaya untuk memahaminya?
Kita lewatkan saja pembahasan tentang botani dan tumbuhan ini, marilah kita mengalihkan perhatian kita pada seekor serangga kecil atau seekor nyamuk, serangga kecil yang selama ini Anda anggap sebagai seekor makhluk tak berguna, dan sebagai seekor eksistensi kecil yang tidak pernah masuk ke dalam daftar perhatian Anda, adalah merupakan sebuah contoh kecil dari penciptaan, dimana merekapun senantiasa akan melanjutkan perputaran kehidupannya menuju kesempurnaan diri.
Nyamuk merupakan sebuah eksistensi yang hidup, dan setiap makhluk hidup dalam putaran kehidupannya akan memberikan pengaruh-pengaruh dirinya, dimana untuk memahami hal ini, berada di luar kemampuan akal manusia.
Nyamuk melakukan aktivitas berjalan dan juga bergerak. Lalu pertanyaannya, kenapa, bagaimana, dengan keadaan yang bagaimana, dengan perubahan yang mana, dan berada di bawah pengaruh kekuatan yang mana sehingga mereka melakukan gerakan-gerakan tersebut?
Apakah kita mampu memahami kualitas dan kebagaimanaan mereka? Ini semua adalah pertanyaan yang tidak memiliki jawaban.
Pada saat berada di sekolah dasar, sekolah menengah hingga perguruan tinggi, kita disuguhi dengan berbagai topik-topik pelajaran.  Apa yang dihasilkan oleh orang lain dengan usaha dan upayanya pada kehidupan dan umur yang telah lalu, dan mereka pahami dari misteri kehidupan, akan mereka hadiahkan kepada kita dalam bentuk kitab, akan tetapi mana yang mampu memberi informasi kepada kita tentang kebesaran, kekuatan dan kemuliaan Pencipta Alam?
Tentukanlah suatu hari untuk melakukan perjalanan, arahkan kaki Anda menuju ke sebuah perpustakaan yang merupakan tempat terkumpulnya segala informasi, lalu ambillah sebagian dari kitab-kita itu, bacalah selembar demi selembar dan renungkanlah.
Siapapun Anda, dari tingkatan manapun Anda datang dan dengan segala kedudukan ilmu yang Anda miliki, informasi dan pengetahuan Anda akan menjadi semakin luas, dan kami yakin, setelah keluar dari perpustakaan tersebut Anda akan merasa sedih dengan pengetahuan Anda yang kurang dan Anda akan merasakan adanya ketaksempurnaan dan kecacatan dalam diri Anda karena adanya kejahilan dan sedikitnya literatur pengetahuan yang Anda miliki.
Hal ini terjadi ketika Anda keluar dari perpustakaan yaitu tempat dimana seluruh informasi dan terbitan yang ada di dalamnya merupakan ringkasan yang dihasilkan oleh pikiran-pikiran manusia. Apa yang telah tertulis dan dikatakan di dalam seluruh kitab-kitab tersebut, keluar dari isi pensil, tertuang dari tangan manusia  dan dari otak manusia seperti Anda.
Kami berpikir, dalam maktab tabiat dengan salon-salon kecantikannya dan pemandangan serta alam yang tiada batas ini, tempat dimana setiap butiran, setiap bunga, setiap tumbuhan, dan setiap maujud telah membaur dengan dunia yang misterius lalu menampakkan dirinya, Anda telah meletakkan perasaan Anda sebagai hakim untuk memutuskan, lalu hingga sebatas mana Anda akan menganggap diri Anda kecil dan tak berharga ?!
Nyamuk si serangga kecil yang tidak berumur panjang ini, bagaimana dia mampu mengetahui rahasia kehidupan dan lompatan-lompatan yang kita lakukan, dan mampu memahami kekuatan manusia? Apakah karena mereka mengarungi kehidupannya di dalam kebun atau tepian air dan menyelesaikan proses kehidupannya di sana, lalu bisa dikatakan bahwa nyamuk kecil tak berharga ini mampu menemukan bagaimana kehidupan awal manusia, apakah mereka mampu memahami sesuatu dari sosialisasi dan penemuan-penemuan yang diperoleh manusia? Dengan tegas, Anda akan mengatakan, Tidak!
Karena, maujud kecil dan rendah tersebut, tidak memiliki lingkup pemahaman lebih banyak dari apa yang terjadi dalam lingkungan hidupnya, dan secara normal dia tidak akan mampu mengetahui dan memahami alam selain alam kecilnya, dan masa selain beberapa hari dari umur yang dimilikinya, dan dia tidak akan mampu mengikuti paling kecil atau bahkan paling rendahnya sesuatu yang diciptakan oleh manusia apalagi hingga mampu mengetahui rahasianya.
Karena nyamuk kecil tak berharga ini dalam perbandingannya dengan kedudukan manusia, berada dalam posisi yang sedemikian kecilnya sehingga tidak ada kiasan yang bisa tergambarkan.
Nyamuk tidak memiliki kekuatan pemahaman terhadap peradaban manusia dan secara esensi mereka tidak mampu pula memproyeksikan kebesaran dan keluasan dunia tanah ini di dalam benaknya, dengan cara yang sama, dengan ribuan kali lebih sedikit, manusia pun dengan keniscayaan penciptaan dirinya tidak mampu memahami alam tak terbatas ini dan tidak mampu memahami kemisteriusan dan rahasia penciptaan, dan sama sekali tidak akan mampu mengungkap kekuatan dan keagungan Pencipta Mutlak, apalagi untuk menciptakan paling kecilnya alam dari alam-alam ciptaan  Tuhan.
Sebuah perhitungan kecil secara sederhana akan mampu menjelaskan topik bahasan kita ini, perbandingkanlah umur nyamuk dengan umur manusia lalu bandingkan pula perputaran kehidupan manusia dengan masa yang dimiliki oleh alam-alam yang tak terbatas ini.
Nyamuk yang pendek umurnya tidak akan hidup lebih dari satu hari dan panjang usia mereka hanya 24 jam, jika umur manusia seratus tahun yaitu dengan estimasi 36.000 hari, maka perbandingan umur antara kedua makhluk ini akan setara dengan satu banding 36.000.
Ini merupakan hubungan yang sangat besar dan sangat mengagumkan. Akan tetapi perbandingan umur manusia dengan umur alam semesta yang tak terbatas ini memiliki ikhtilaf dan interval yang relatif amat panjang.
Sebagai misal, seratus tahun umur manusia jika dibandingkan dengan umur matahari (yang merupakan salah satu planet terkecil di alam tak terbatas ini) maka umur manusia tidak ada apa-apanya, nol dan akan setara dengan angka satu yang diperbandingkan dengan angka tak terbatas. Karena umur matahari hingga kini, berdasarkan pendapat para ilmuwan, telah melewati usia lebih dari empat milyar tahun dan sesuai dengan kaidah tertentu, planet ini masih senantiasa menjaga keseimbangan dirinya.
Dengan keadaan ini, jika nyamuk lemah tersebut mampu memahami seberapapun dan bahkan lebih sedikit dari peristiwa-peristiwa kehidupan biasa kita, maka manusia pasti akan lebih sedikit memahami tentang alam-alam wujud dan rumusannya, dan secara pasti, manusia sama sekali tidak akan mampu menggambarkan dan mengukur kebesaran dan keagungan serta kemampuan Tuhan dalam akal kecilnya.
Tidak ada cara lain, kita harus mengakui bahwa kita tidak mampu memahami keagungan dan kekuatan Tuhan. Sebenarnya kita tidak menyembunyikan sebuah hakikat ketika kita mengatakan bahwa mengenal esensi suci Tuhan tidak akan terangkum dalam lingkup pikiran dan akal kecil kita.
Untuk lebih memahami dan lebih merasakan topik di atas, maka kabulkanlah ajakan kami, marilah kita sejenak beranjak ke tempat dimana kita bisa melihat pengaruh-pengaruh tabiat dan marilah kita beranjak ke arah tempat pencarian rahasia penciptaan, mari kita masuki pusat-pusat penelitian atau laboratorium untuk melihat dari dekat aktivitas mikroskop lalu mengambil kesimpulan tentangnya.
Lingkungan diam dan energik-nya laboratorium, merupakan tempat dimana manusia menganggap umur mulianya sebagai sesuatu yang tak bernilai sehingga mereka bersedia mengorbankannya untuk mengungkap rahasia-rahasia tabiat yang terpendam.
Pada tempat dimana tidak terdapat kebohongan, riya dan pamer di dalamnya ini, maka hanya ada satu perintah yang harus dikerjakan, dan perintah tersebut adalah iman dan kepercayaan, sebuah pekerjaan yang tidak akan pernah melelahkan.
Percayalah, orang-orang yang memasuki laboratorium untuk pertama kalinya, maka dalam sesaat dan hanya sesaat dia akan menemukan sebuah hakikat, lalu segera setelah itu dia akan mewakafkan umur berharganya untuk senantiasa mencintai dan mendekati pengkhidmatan insaniyah, dengan semangat dan keinginan yang menggelora.
Mereka sepakat bahwa di dalam laboratorium dan penelitian tidak ada sesuatu yang terlihat selain hakikat dan kebenaran, di dalam laboratorium ini akan dapat disaksikan rahasia tabiat dan ciptaan Tuhan, dan mereka bekerja untuk hal itu, yaitu untuk mencari hakikat.
Di dalam laboratorium, tidak ada kebohongan dan tidak ada ketidakjujuran, tidak ada satupun eksistensi, baik yang hidup ataupun mati yang muncul dalam keadaan tidak berbaju, mereka senantiasa muncul dalam satu bentuk yaitu bentuk aslinya dan bentuk sebagaimana dia telah diciptakan, dalam bentuknya ini dia akan dijadikan obyek penelitian, lalu diletakkan sebagai bahan telaah dan penyaksian.
Sekarang marilah kita pergi ke laboratorium mana saja yang Anda inginkan dan mari kita duduk bergabung bersama orang-orang mulia yang telah melewatkan hidupnya di tempat ini.
Ke laboratorium manakah kita akan beranjak? Terdapat berbagai jenis laboratorium, masing-masing bekerja pada bidang dan fakultas yang khusus dan berlainan. Sebagian menelaah tentang bumi dan batu, lalu pergi ke gunung-gunung, lembah, dan gowa, untuk mengumpulkan benda-benda yang mereka inginkan, kemudian membawanya ke laboratorium untuk membahas dan menganalisanya selama bertahun-tahun.
Sebagian dari mereka menyibukkan diri untuk menganalisa kehidupan botani atau tumbuhan. Mereka mengkomparasikan mulai dari setiap jenis tumbuhan, daun, akar dan batang bunga, dan mereka sibuk dan menghabiskan waktunya untuk menelaah dan mengenal mereka, dengan menggunakan seluruh peralatan yang ada dalam kewenangan.
Sebagiannya lagi lebih memilih spesialisasi zoology dan menampakkan kecintaannya kepada eksistensi-eksistensi kecil mungil. Sebagian menekuni bidang fisika, sebagiannya lagi kimia dan akhirnya terdapat ratusan cabang-cabang lain yang hanya akan memperpanjang obrolan kita. Dan setelah melewati waktu bertahun-tahun, apa yang mereka pahami, mereka kenal dan mereka ketahui akan mereka tuangkan dalam bentuk kitab atau makalah lalu mereka persembahkan kepada masyarakat.
Sekarang, marilah sejenak kita menyaksikan dan menganalisa laboratorium cytologie yang menganalisa tentang hewan-hewan bersel satu sebagai sebuah eksistensi dan maujud bernyawa yang paling kecil di alam semesta ini.
Bisa jadi Anda akan mengkhayal, apa kira-kira yang mereka inginkan dari hewan kecil ini? Apa yang mereka cari dari eksistensi kecil yang hanya bisa disaksikan dengan mikroskop ini? Apa manfaat dari penelitian ini? Kenapa sebagian orang rela menghabiskan waktu berharganya untuk meneliti rahasia makhluk-makhluk kecil tak berharga seperti ini?
Anda jangan heran, dunia yang dimiliki oleh hewan bersel satu, yang rumusan dan rahasia kehidupannya hingga sekarang belum jelas ini, merupakan medan dan wilayah yang sangat membingungkan, di sana manusia akan melihat kodrat Tuhan lalu memuji-Nya, dan menundukkan kepala dengan takdim di hadapan Sang Pencipta keberadaan ketika berhadapan dengan eksistensi kecil yang masing-masingnya memberikan peran dan pengaruh alaminya ini.
Tuhan sang Pencipta yang telah menciptakan setiap makhluk hidup dengan struktur yang seimbang dan indah ini, Pencipta yang mampu memberikan makhluk mungil yang lebih kecil dari ujung jarum ini, bagaimana akal kecil kita akan mampu mengenali-Nya, dan bagaimana keagungan-Nya akan tercakup di dalam akal kecil kita?
Marilah sejenak kita memperhatikan sebuah mikroskop, letakkan mata Anda di atas teropongnya dan perhatikan baik-baik setetes air yang berada di atas kaca penelitian, perhatikan setiap sisi, sudut, tengah dan setiap bagian dari tetesan air tersebut dengan seksama, maka Anda akan menemukan dunia menakjubkan hewan bersel satu. Sebuah dunia yang sangat membingungkan, perhatikan dan saksikanlah dari dekat, kesibukan, aktivitas dan perilaku yang dilakukan oleh hewan bersel satu ini, yang hidup dalam jumlah ratusan hingga ribuan hanya di dalam setetes atau kurang dari setetes air.
Sekarang lihatlah, di dalam tetesan air yang semula tidak Anda perhatikan ini, bagaimana ciptaan Tuhan melangsungkan kehidupannya di sana, dan bagaimana mereka mengikuti aturan-aturan dan hukum-hukum penciptaan? Terdapat bermacam jenis dan spesies di antara hewan-hewan ini yang masing-masing kelompok dan keluarga dihiasi dengan tanda-tanda tertentu yang diperoleh secara warisan dari tabiat, dan mereka akan menampakkan keindahannya di hadapan mata Anda yang tengah keheranan di atas mikroskop.
Setiap individu dari partikel hewan ini memiliki bagian-bagian yang sempurna, seluruh aktivitas dan perilaku kehidupan yang diperlukan oleh sebuah makhluk hidup senantiasa berjalan di dalam lingkungan kehidupan kecilnya.
Eksistensi kecil inipun melakukan aktivitas makan, yang bahan makanannya mereka dapatkan dari dalam lingkungan kecil mereka dengan bantuan perangkat pemberian Tuhan, lalu mereka akan mencerna makanan, menyerapnya dan membuang bahan-bahan aditif tambahan yang tak mereka perlukan. Hewan mungil ini berupaya pula untuk melakukan regenerasi, mereka beranak pinak, dan sebagaimana seluruh eksistensi bernyawa lainnya, suatu hari nanti mereka akan mati dan musnah.
Lalu, dengan akal, pemahaman dan perasaan yang mana hewan kecil mungil ini mempertahankan diri dari keberadaannya dalam perjuangan hidupnya? Dan lagi, mereka telah mewarisi tata cara kehidupan ini dari satu generasi ke generasi lainnya dan mereka tetap saja mengulangi kondisi kehidupan mereka sebagaimana kehidupan nenek moyang mereka pada sekian ratus tahun sebelumnya.
Sekarang, Anda mungkin akan bertanya, setetes air dengan seluruh kandungan yang luar biasa berharga ini, dari mana datangnya, dan bagaimana hewan-hewan kecil bersel satu ini meletakkan tempat kehidupannya di bawah pengamatan yang sangat kecil ini?
Jangan Anda heran, baik sekiranya jika sekarang Anda perhatikan mangkok kecil yang terletak di atas meja sudut ruangan laboratorium itu. Di dalamnya terdapat sedikit jerami, dan sebagaimana yang Anda lihat jerami tersebut telah sedikit basah dengan air dan tidak ada penutup di atasnya.
Sekarang, lihatlah setetes dari air ini -air yang terdapat jerami basah di dalamnya- dari atas teropong mikroskop, dan saksikanlah dunia membingungkan yang ada di dalamnya, tebaklah kira-kira berapa kali lipat dan berapa ratus ribu lipat hewan-hewan kecil bersel satu yang melakukan kehidupannya di dalam mangkok tersebut, dan seluruhnya mengikuti hukum-hukum alam dan memuji Tuhan dengan cara mereka sendiri.
Jelaslah sudah bahwa eksistensi-eksistensi kecil bersel satu ini tidak muncul dari butiran-butiran jerami, dan sebagaimana Anda mengetahuinya denganmetode yang Anda pergunakan untuk menyaksikan mereka di bawah mikroskop, hewan-hewan ini sebelumnya tidak ada di atas jerami, melainkan telur-telur mereka telah ada di tanah pertanian dimana jerami gandum tersebut tumbuh, menempel pada jerami dan sekarang setelah berdekatan dengan air, kita lihat mereka muncul dalam bentuk yang sangat indah.
Sekarang, kita tidak perlu mempermasalahkan asal butiran jerami tersebut dari mana dan labratorium mengambilnya dari tanah pertanian yang mana. Kita telah cukup mampu mengatakan bahwa di atas permukaan bumi yang luas ini, dengan gunung-gunung, hingga kedalaman samudera, setiap hari dan setiap detik ribuan dan bahkan milyaran makhluk-makhluk mungil ini akan tercipta dan menjalani kehidupannya, memanfaatkan kekhususan-kekhususan yang diberikan oleh Tuhan, mati lalu memberikan posisinya pada generasi selanjutnya.
Andai saja kita memiliki kemampuan untuk memahami kodrat dan keagungan Tuhan lebih baik lagi, dan diberi kesempatan untuk mereguk setetes dari samudera ilmu azali-Nya untuk menghilangkan dahaga batin dalam memahami rumus-rumus penciptaan yang membingungkan ini. Karena dari sekarang hingga masa datang dan hingga selamanya kita senantiasa akan mencari rahasia, sementara kunci baja dari rahasia tersebut tidak akan pernah tergapai oleh tangan manusia.
Jangan sampai para pembaca berfikir bahwa makhluk-makhluk yang telah kami singgung di atas merupakan tahapan akhir dari makhluk-makhluk kecil dan menyangka bahwa makhluk-makhluk ini merupakan wakil terkecil dari partikel-partikel kehidupan penciptaan. Sebenarnya, terdapat pula makhluk yang lebih kecil dari hewan bersel satu dimana hingga saat ini manusia belum berhasil menyaksikannya, dan laboratorium-laboratorium terlengkap masih saja tidak mampu menyaksikannya.
Virus termasuk dalam kategori makhluk-makhluk jenis ini, meskipun keberadaan mereka telah terbukti akan tetapi hingga saat ini belum ada yang mampu mengamatinya, bisa jadi masih ada lagi makhluk lebih kecil lagi yang menikmati kehidupannya tanpa ada seorang manusiapun yang mampu menebak atau menggambarkan dalam benaknya.
Ciptaan-ciptaan Tuhan tak terbatas[1], dimanapun dan dalam keadaan yang bagaimanapun tanda-tanda kekuasaan dan hikmah Tuhan bisa disaksikan dengan mata manusia[2], karena kebesaran Tuhan, keabadian dan kesempurnaan kodrat-Nya termanifestasi di alam penciptaan.
Sekarang, wahai yang membaca pesan-pesan  ini. Sadarlah, perhatikan dan tujukan sejenak ruh dan dhamir Anda ke arah Tuhan dengan mengucapkan puji dan syukur, menundukkan kepala dengan takzim, melakukan penghambaan di haribaan-Nya, dan bertafakkurlah sesaat tentang keindahan-keindahan ciptaan-Nya, seperti langit, bumi, bintang-bintang, galaksi dan alam tak terbatas ini, karena kontemplasi dan tafakkur sesaat dalam masalah ini mempunyai kedudukan lebih tinggi dari ibadah yang dilakukan oleh sekelompok makhluk.
Sejak manusia meletakkan kakinya di arena wujud, rasa keingintahuannya telah memompa semangat dan keinginannya jiwanya untuk menemukan rumusan penciptaan dan hakikat-hakikat.
Pada masa lalu dimana ilmu belum mengalami banyak perkembangan, manusia berusaha untuk memahami rahasia-rahasia alam sebatas kemampuan mereka berfikir.
Iran primitif, maktab Plato, dan mungkin sebelum mereka, para bangsa China dan Mesir telah berusaha untuk menemukan rahasia-rahasia dari segala sesuatu yang misterius, akan tetapi setelah sekian ribu tahun masih tetap tak mendapatkan jawaban.
Mereka berpendapat bahwa empat unsur yaitu air, angin, tanah dan api merupakan unsur dasar penciptaan dan merupakan asas dari seluruh fenomena, sehingga pada batasan tertentu mereka sepakat untuk menyembah keempat unsur tersebut.
Api abadi peninggalan bersejarah dari para nenek moyang merupakan sebuah kenangan dan contoh dari peradaban kuno dan keyakinan para pendahulu kita, secara lahiriah mereka menganggap bahwa peristiwa dan keabadian sebuah kehidupan bergantung pada keempat unsur tersebut, hanya saja perubahan yang terjadi pada mereka, menurut perhitungan masa dan kemajuan ilmu materi sangatlah berbeda.
Saat ini fisiologi mengatakan bahwa tempat yang tidak ditemukan air, tidak akan ditemukan kehidupan.
Udara yang merupakan unsur kedua, menunjukkan pada perangkat pernafasan, dalam fisiologi dan pengetahuan kedokteran persoalan ini menduduki bahasan yang panjang lebar.
Tanah dan api pun merupakan dua tonggak dari empat tonggak asli penciptaan, karena tanah akan membentuk dan menyediakan bahan makanan dan nutrisi bagi para makhluk hidup, dan dengan adanya tumbuhan, kehidupan para pemakan rumput akan terpenuhi. Panas dan api yang merupakan pelengkap dari tiga unsur lainnya memiliki saham yang besar dalam kehidupan sehari-hari eksistensi bernyawa dan botani. Karena salah satu prinsip dan syarat pertumbuhan dan keabadian adalah kesesuaian dengan lingkungan, tiadanya kesesuaian atau keseimbangan akan mengakibatkan ketidak-harmonisan dalam kehidupan makhluk hidup, dan di mana saja, jika suhu udara tidak sesuai dengan pertumbuhan maka makhluk hidup akan berada dalam keadaan yang mengkhawatirkan.
Dengan mengesampingkan pembahasan mengenai pernyataan atau pendapat para pendahulu, apa yang dihasilkan oleh manusia dari usaha tak kenal hentinya telah diletakkan pada arena pembahasan para ahli, seluruh dari mereka tidak mempunyai informasi yang lengkap tentang pengaruh-pengaruh yang berkaitan dengan hakikat, substansi, kualifikasi kondisi dan struktur unsur-unsur tersebut.
Cahaya, elektrik, suara, suhu, atom, molekul, sel-sel, enzim dan sebagainya merupakan contoh-contoh yang kalaupun lahiriah mereka jelas bagi kita, maka secara pasti kita tidak memiliki informasi tentang hakikat dan batin mereka. Di sinilah manusia melihat pintu dari gudang rahasia yang ada di hadapannya tertutup, dan untuk mencari pengetahuan terhadap rumus-rumus hakikat ini, mereka telah rela mengorbankan umur dan jiwa berharganya untuk menemukan rahasia dari segala kemisteriusan yang ada.
Kita mengetahui bahwa pada masa kontemporer dan era modern ini manusia telah sampai pada perkembangan ilmu dan keahlian yang sangat pesat, akan tetapi hasil dari penemuan tersebut hanya bisa ditampakkan di hadapan para penghuni bumi, bukan di hadapan dunia dan alam-alam keberadaan. Cukuplah bagi Anda dengan membuka kitab-kitab atau buku pengetahuan yang Anda senangi. Perhatikan dengan seksama kitab-kitab yang membahas tentang wacana eksistensi-eksistensi bernyawa dengan pengaruh-pengaruh alaminya, atau yang membahas tentang bahan-bahan mineral, bahan-bahan tingkat tinggi dan ratusan cabang ilmu lainnya. Dengan mengesampingkan lahiriah persoalan dan dengan mengesampingkan penelaahan, hipotesis-hipotesis dan percobaan-percobaan yang secara sepintas telah menggembirakan manusia ini, kitab-kitab ini pada akhir setiap pasal dan babnya akan menyajikan sekian kalimat misterius dan sekian tanda tanya kepada Anda.
Dari sinilah sehingga harus dikatakan, batasan informasi manusia masih pendek dan kadangkala telah sampai ke jalan yang buntu.
Apakah suatu hari kelak informasi pendek dan kebuntuan ini bisa tersibak dari hadapan kita?
Ini merupakan sebuah pertanyaan yang kita sendiri meletakkan tanda tanya besar di belakangnya.
Badan manusia tersusun dari perangkat-perangkat otomatis dimana setiap perangkatnya memiliki sekian organ yang saling berhubungan dan saling bekerjasama, dan setiap organ terbentuk dari ribuan hingga milyaran sel-sel.
Oleh karena itu kehidupan manusia dan hewan bergantung pada aktivitas dan perilaku yang dilakukan oleh masing-masing sel ini, yaitu partikel terkecil yang mewakili eksistensi bernyawa yang amat kecil.
Setiap kali sel-sel yang dipergunakan sebagai tolok ukur dan kekhususan yang disebutkan oleh labortorium mati, hal ini menjelaskan bahwa aktivitas kehidupannya tidak dia lakukan sesuai dengan sahamnya. Ketika seluruh sel-sel badan yang dimiliki seorang manusia mati dan musnah, maka manusia tersebut berarti telah mati. Sekarang mari kita lihat, sel-sel dimana kehidupan sangat bergantung padanya ini, hingga pada batasan mana mampu mengungkap rahasia penciptaannya untuk manusia.
Secara global, setiap sel memiliki satu bagian luar yang bernama cytoplasma, yang biasa juga disebut dengan sel putih, dan satu bagian dalam yang disebut dengan inti sel, biasanya hanya pada keadaan-keadaan tertentu seputar sel akan tertutupi dengan semacam tirai yang disebut dengan selaput sel.
Pada dua bagian cytoplasma dan sel inti ini, terdapat struktur dan unsur-unsur dimana para ahli menelitinya di laboratorium lalu menulis beberapa kitab tentangnya. Sebagai misal, pada cytoplasma terlihat adanya butiran-butiran yang berdasarkan bentuk dan letaknya di dalam sel, para spesialis menamakannya dengan mitocohondrie dan chondrioconte, demikian juga beberapa lekukan dan partikel-partikel lain yang disebut centriol.
Pada inti sel, yang merupakan bagian pokok sel, terdapat unsur bernama chromatine yang akan mengalami perubahan dalam kandungan intinya untuk melakukan regenerasi dan memperbanyak keturunan, dan muncul dengan nama chromosome.
Kromosom-kromosom memiliki peran yang sangat penting dalam proses regenerasi, penurunan sifat-sifat warisan kedua orang tua, dalam memperbanyak sel-sel dan dalam peran-peran penting lainnya, yang hal ini telah menjadi wacana yang hangat di kalangan para ahli kedokteran, dan juga mengenai unsur-unsur yang  membentuk struktur internal cytoplasma, setidaknya telah ada informasi yang diperoleh dimana keingintahuan para ahli sama sekali tidak akan terpuaskan karenanya.
Akhirnya laboratorium untuk mengenal sel-sel yang secara sendirinya merupakan cabang ilmu terbaru, telah mengungkapkan informasinya, dimana informasi tersebut berada di luar topik pembahasan kita, kita letakkan saja hal ini, tidak ada cara lain bagi kita selain bertanya dari mereka yang menisbatkan faktor-faktor kehidupan dengan sebuah cabang aktivitas fisik dan kimia:
Dari manakah munculnya unsur-unsur misterius dari eksistensi-eksistensi yang terbentuk dari sel-sel -sebagaimana yang terlihat di bawah mikroskop dan telah kita bahas sebelumnya- bagaimana dia muncul, di bawah perintah siapa dan dari kekuatan yang mana? Bagaimana masing-masing unsur ini bisa melakukan kewajiban khususnya dari cara yang satu ke cara yang lain, sementara kita tak mampu memahaminya?
Bagaimanakah cara awal pembentukan struktur sel-sel ini, apakah peran-perannya semula dan bagaimana sekarang kita bisa melihatnya dalam bentuk yang ada saat ini?
Apa hakikat dan substansi unsur internal sel?
Bagaimana sebuah sel bisa berkembang dan membagi diri?
Apakah penyebab dari pembagian ini adalah faktor-faktor fisik, kimia ataukah mekanik?
Kami menjadi teringat kala tengah sibuk melakukan penelitian di salah satu sudut laboratorium besar yang terletak di tepi laut. Saat itu, untuk pertama kalinya kami menyaksikan karya cipta, keagungan, kekuatan dan keindahan Tuhan di bawah teropong mikroskop, tanpa sengaja hal ini telah mengarahkan perhatian kami ke arah sang Pencipta lalu memuji dan mensyukuri-Nya. Siapapun yang seperti kami, jika melihat tirai dan keindahan ciptaan eksistensi-eksistensi bernyawa yang menakjubkan ini, mereka akan memahami gejolak batin kami.
Di bawah teropong mikroskop, aktivitas harian yang terjadi bermilyar-milyar kali di alam, telah menjelma di hadapan mata kami, di sana kami melihat sel-sel jantan seekor hewan laut telah melingkupi sel-sel betina dari spesisnya, membawanya pergi dan melakukan fertilisasi. Setelah selesai melakukan seremoni dan perubahan-perubahan lainnya, yang penyampaiannya akan memakan waktu, dari proses perkawinan sebuah sel jantan dengan sel betina ini, telah dihasilkan sebuah sel telur yang nantinya akan menjadi sample pendahuluan untuk hewan yang akan terlahir.
Di bawah sebuah kekuatan misterius, sel-sel ini pada awalnya terbelah menjadi dua sel, lalu empat, lalu delapan, lalu …, demikian seterusnya, mereka terus dan terus membagi diri hingga mencapai jumlah jutaan dan milyaran.
Kami berfikir, aktivitas-aktivitas semacam ini, terulang secara tak terbatas pada setiap detik, setiap saat, di permukaan bumi, kedalaman samudera, ketinggian gunung, kegelapan goa-goa, di bawah tanah dan di tempat-tempat lain dari alam semesta ini, dan keseluruhan mereka berada di bawah kekuasaan dan kekuatan Tuhan dimana kami telah menyaksikan hasil ciptaan-Nya di alam tabiat.
Tak bisa disangkal pula, para ilmuwan ahli sel telah mampu pula menciptakan sel-sel tiruan lalu memaksanya untuk membelah dan memperbanyak sel tanpa adanya interfensi dan campur tangan dari sel-sel jantan dan betina, dari sisi lain mereka juga telah mampu menggabungkan sel betina dengan sel jantan dari spesis yang lain dan mendapatkan hasil yang tak mengecewakan.
Akan tetapi yang harus diperhatikan di sini adalah, perubahan-perubahan tiruan yang dilakukan oleh manusia ini senantiasa dilakukan pada hewan-hewan hidup, dan hingga saat ini belum terlihat sebuah praktekpun yang melakukan percobaannya pada hewan mati lalu mengubahnya menjadi sebuah kehidupan.
Kita kesampingkan peristiwa di atas, hingga kini belum ada informasi yang menyampaikan kepada kita bagaimana cara kerja unsur-unsur internal sel ini ketika melakukan kewajiban-kewajiban yang dibebankan kepada mereka, dan tidak ada sebuah kitabpun yang telah berhasil menuliskannya, misalnya ketika aktivitas tertawa terjadi pada manusia karena adanya dorongan eksternal, untuk memperlihatkan aktivitas tersebut otak lalu memberikan perintah kepada kelenjar dan otot muka untuk menampakkannya, kira-kira perubahan apa yang terjadi pada sel-sel saraf yang mendapat perintah untuk memunculkan tawa tersebut, dan perubahan apa yang terjadi di dalam cytoplasma dan inti sel?
Apakah, misalnya jika inti sel melakukan perubahan lalu dia akan berubah menjadi besar atau mengecil? Dia akan menyerap air ataukah akan mengeluarkan air? Apakah akan terjadi perubahan kimia, fisika atau mekanik yang tak wajar pada sel?
Ketika tengah tertawa, selain terjadi perubahan internal pada masing-masing sel, apakah sel-sel yang bersebelahan dengannya dan yang ada di antaranya akan ikut campur dalam aktivitas tertawa untuk membantu dan bekerja sama dalam melaksanakan perintah?
Ketika gigi Anda sakit, badan Anda gatal, jemari Anda terbakar oleh api atau Anda sedang menikmati aktivitas alami dengan memanfaatkan panca indera, seperti melihat, minum atau menikmati sebuah lagu yang merdu, ketika Anda sedang bahagia, dan akhirnya ketika Anda tengah mencintai seseorang dan jantung Anda berdegup rapi dengan irama cinta, pada hal-hal yang semacam ini seluruh faktor-faktor yang sangat partikular akan membangkitkan perasaan Anda. Sekarang, ketika Anda mengungkapkan gejolak batin Anda dengan gerakan, perilaku, dan bahasa, perubahan apa yang terjadi di dalam batin Anda?  Perubahan-perubahan apa yang dilakukan di dalam unsur-unsur sel badan ketika menghadapi motivasi-motivasi dan beragam gerakan di atas? Gerakan-gerakan tersebut memberikan pengaruh pada sel-sel badan yang mana? Hubungan, keseimbangan dan ketiadaan keseimbangan seperti apa yang terjadi di dalam sel-sel badan?
Bagaimana cytoplasma dan inti sel melakukan aktivitasnya dalam keadaan ini, dan perubahan-perubahan apa yang terjadi pada mereka? Ini semua adalah pertanyaan yang hingga saat ini belum diperoleh jawabannya.
Bisa jadi sebagian orang bertanya, jika rahasia kehidupan eksistensi bernyawa ini tetap tersembunyi dan tak tersingkap, dan keadaan serta tata cara kehidupan mereka tetap merupakan sebuah teka teki yang tak terjawab, maka paling tidak harus ada informasi tentang substansi segala sesuatu yang tak bernyawa, sehingga dari sini manusia akan menjadi lebih tenang. Akan tetapi yang terjadi adalah sebaliknya!
Ilmu kimia yang merupakan sebuah lompatan inovasi yang menakjubkan di dunia dan dengan penemuannya dalam tekstur dan susunan kehidupan manusia, telah mampu memenuhi paling besarnya kebutuhan industri, perdagangan dan obat-obatan, hingga kini pun masih saja belum mampu memberikan jawaban yang memuaskan tentang definisi jasmani dan hakikat dasar mereka.
Semua orang pernah mendengar nama atom dan molekul, para pelajar dan mahasiswa pun telah memperlajari definisi hipotesa molekul ini pada pelajaran pengenalan ilmu kimia.
Molekul merupakan partikel terkecil dari substansi yang tersusun dari partikel-partikel berukuran lebih kecil lagi, bernama atom. Berdasarkan pendapat para spesialis kontemporer, atom-atom ini akan saling berpasangan dan melakukan hubungan untuk membentuk molekul, lalu dari kumpulan molekul-molekul ini akan tercipta benda, untuk sementara deskripsi dan penjelasan dari topik ini berada di luar bahasan kita.
Dalam ilmu kimia, teori-teori yang berkaitan dengan atom dan molekul ini memiliki jenjang pembahasan yang sangat panjang, pada ruang dan waktu yang sempit ini kami tidak berdaya untuk memberikan penjelasannya, akan tetapi untuk mengetahui seputar penciptaan atom dan kualitasnya, kami akan menyinggung sedikit tentangnya:
Berdasarkan pendapat para ahli fisika, atom memiliki susunan sebagaimana tata surya yang tersusun dari satu inti pusat bernama proton dengan beberapa butiran elektron yang mengelilinginya.
Massa, volume, interval dan jumlah muatan elektrik positif dan negatif dari atom ini diukur dan ditentukan dengan kaidah-kaidah fisika dan matematika yang kemudian akan menghasilkan angka yang sangat kecil.
Elektron-elektron dalam gerakan berperputar mengelilingi proton, mengikuti kaidah Newton dan Kopler, dan dalam teori kapasitas atom, telah diketahui apa kewajiban dan aktivitas atom dalam penyerapan dan penolakan sinar x.
Untuk netron yang merupakan bagian berat atom, pun telah ditentukan dengan kaidah yang sama, dalam penentuan massa atom, jumlah dan peran serta khasiatnya.
Selain itu diketahui bahwa, kualitas aliran listrik, munculnya cahaya, terangnya sebagian benda seperti pada radium, seluruhnya mengikuti aksi dan reaksi serta kekhususan-kekhususan yang dimiliki oleh elektron-elektron dan proton-proton tersebut, dan hipotesa tentang perhitungan terhadap mereka pun meyakinkan.
Dengan menerima bahwa seluruh hipotesa dan teori-teori di atas adalah mendekati kebenaran, dan untuk sementara ini terdapat penyambutan yang hangat di barat serta timur, dengan telah ditulisnya beberapa kitab dan terbitan-terbitan lain. Akan tetapi dalam substansi atom dan hakikat wujud dari elektron-elektron dan proton-proton yang tidak bisa disaksikan dengan mata ini, terdapat bergitu banyak dilemma dan ketidak jelasan dimana dengan adanya kesimpulan yang lebih banyak, solusinya akan menjadi jelas pada masa mendatang.
Sekarang, kami akan bertanya, kenapa tercipta sebuah atom, yaitu satu majemuk atom seperti tata surya, apakah penciptaan ajaib dari tata surya kecil ini bisa diperbandingkan dengan kebesaran tata surya yang sesungguhnya, dan adakah metode pembentukan dan penyebabnya?
Apakah susunan misterius atom dan molekul-molekul partikel yang tidak bisa dipahami ini, muncul karena daya tarik magnetik, jika demikian, lalu dari mana datangnya kekuatan ini, siapa yang menciptakannya dan bagaimana bisa sampai ke bumi?
Jika hipotesa Laplace mengatakan bahwa ketika terjadi pemisahan bumi dari matahari, kekuatan tersebut sampai ke bumi karena warisan, lalu siapa yang memberikan warisan ini kepada bumi, dan bagaimana kekuatan ini mampu atau terpaksa membentuk dan mengkomposisi atom, lalu mendominasi dan memerintah molekul-molekul dan partikel-partikel untuk berpasangan, berkumpul dan mengubah diri mereka menjadi benda?
Atom-atom, molekul-molekul dan partikel-partikel yang tak berakal dan tak memiliki kebebasan ini tidak akan mampu mencapai tujuannya kecuali dengan kehendak Sang Penguasa yang menguasai seluruh eksistensi dan menciptakan keberadaaan dengan hikmah dan kecerdasan-Nya.
Jadi, keteraturan dan ketertiban alam eksistensi ini tidak akan mungkin terwujud tanpa adanya Pencipta, dan mekanisme alam tabiat serta keberadaan bergantung pada iradah, kehendak dan kekuatan Tuhan dimana tanda-tanda kebesaran dan hikmahNya terjelma dan tertampakkan dalam seluruh manifestasi wujud.
Akal dan pemahaman manusia lebih kecil dari kemampuannya untuk memahami kebesaran, keindahan, kesempurnaan, kekuatan dan hikmat Tuhan. Kata-kata kita, ucapan, akal, dan pemahaman kita sangatlah lemah dan tak akan pernah mampu menyifati Kesempurnaan dan sifat-sifat Tinggi-Nya.
 

 

[1] . Mengisyarahkan pada Qs. Lukman (31): 27, "Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah".
[2] . Mengisyarahkan pada Qs. Fushilat (33): 53. Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri …"
Post a Comment