Wednesday, July 25, 2012

MACAM-MACAM TAUHID DAN PENYIMPANGAN-PENYIMPANGANNYA

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

MACAM-MACAM TAUHID DAN PENYIMPANGAN-PENYIMPANGANNYA



 Al-Imam ‘Ubaidullah bin Muhammad bin Baththah Al-’Ukbari rahimahullah (wafat tahun 387 H) dalam karya besarnya yang berjudu l-Ibanatul Kubra, beliau mengatakan: “Bahwa dasar iman kepada Allah yang wajib atas makhluk (manusia dan jin) untuk meyakininya dalam menetapkan keimanan kepada-Nya, ada tiga hal:
1.Tauhid Rububiyyah. ?
Adalah mengesakan ALLAH Subhanahu wa Ta’ala di dalam perbuatan-perbuatan Nya seperti mencipta,mengatur(alam semesta, menghidupkan, mematikan, menyembuhkan, memberi rezeqi ,dan semisalnya.
Allah Azza wa Jalla berfirman:

Segala puji bagi ALLAH Rabb  semesta alam”(AL-Fatihah).
Juga firman Allah Azza wa Jalla:
 “Sesungguhnya Rabb kalian hanyalah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia beristiwa` di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat. (Diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (semuanya) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, hak mencipta dan memerintah hanyalah milik Allah. Maha Suci Allah, Rabb semesta alam.” [Al-A’raf: 54]

Dan sabda Rasulullah: “Engkau adalah Rabbnya langit dan bumi”(shahih Bukhari dan Muslim).
PENYIMPANGANNYA
Penyimpangan dalam tauhid rububiyyah yaitu dengan meyakini adanya yang menciptakan, menguasai, dan mengatur alam semesta ini selain Allah Azza wa Jalla, yang sesungguhnya hanya ALLAH yang Maha Kuasa
Seperti keyakinan bahwa penguasa dan pengatur Laut Selatan adalah Nyi Roro Kidul. Ini suatu keyakinan yang bathil. Barangsiapa meyakini bahwa penguasa dan pengatur laut selatan adalah Nyi Roro Kidul maka dia telah berbuat syirik (menyekutukan Allah Azza wa Jalla) dalam Rububiyyah-Nya. Karena hanya Allah-lah Yang Menguasai dan Mengatur alam semesta ini.
Begitu juga barangsiapa meyakini bahwa yang mengatur padi-padian adalah Dewi Sri, berarti ia telah syirik dalam hal Rububiyyah-Nya, karena hanya Allah-lah Yang Maha Menciptakan dan Mengatur alam semesta ini.
Meyakini bahwa benda tertentu bisa memberi perlindungan dan pertolongan terhadap dirinya seperti jimat, keris, cincin, batu, pohon, dan lain-lain. Serta keyakinan bahwa sebagian para wali bisa memberi rizki, dan bisa pula memberi barokah, juga termasuk kesyirikan dalam Rububiyyah-Nya.


2. Tauhid Uluhiyyah.?
Adalah mengesakan ALLAH di dalam beribadah,seperti berdoa,menyembelih, dan nadzar.
“Dan Tuhan kalian adalah Tuhan yang satu,tiada sesembahan yang benar kecuali Dia Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” (Al-Baqarah:163).
“Maka ketahuilah, bahwa sesungguhnya tidak ada Ilah yang berhak diibadahi kecuali Allah.” [Muhammad: 19]
Juga firman Allah Azza wa Jalla:
“Beribadahlah kalian hanya kepada Allah dan jangan menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.” [An-Nisa`: 36]

PENYIMPANGANNYA
Penyimpangan dalam tauhid jenis ini yaitu dengan memalingkan ibadah kepada selain Allah Azza wa Jalla seperti berdoa kepada kuburan atau ahli kubur, meminta pertolongan kepada jin, meminta barokah kepada orang tertentu, menyandarkan nasibnya (bertawakkal) kepada benda tertentu, seperti batu, jimat, cincin, keris, dan semacamnya. Karena do’a dan tawakkal termasuk ibadah, maka harus ditujukan hanya kepada Allah Azza wa Jalla semata.













3.Tauhid Asma’ wa ash shifat
Adalah menetapkan apa yang ALLAH sifatkan pada diri Nya di dalam kitab Nya atau apa yang disifatkan oleh Rasulullah di dalam hadits-hadits nya yang shahih sesuai dengan hakikatnya,tanpa takwil(menyelewengkan maknanya), tanpa tamtsil(menyerupakan dengan makhluk ciptaan Nya).
Di antara sekian banyak ayat Al-Qur`an yang menunjukkan tauhid ini, firman Allah Azza wa Jalla:
“Hanya milik Allah al-asma`ul husna, maka berdo’alah kalian kepada-Nya dengan menyebutnya (al-asma`ul husna) dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (mengimani) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” [Al-A’raf: 180]
Allah Azza wa Jalla berfirman:
“Tidak ada sesuatupun yang menyerupai Allah dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” [Asy Syura: 11]
Penyimpangannya
- Tidak meyakini bahwa Allah Azza wa Jalla mempunyai sifat-sifat yang sempurna tersebut. Padahal telah disebutkan dalam Al-Qur’an atau dalam hadits Nabi Shalallahu ‘alaihi wa Sallam yang shahih.
-       Menyerupakan sifat-sifat Allah Azza wa Jalla dengan sifat-sifat makhluk-Nya. Padahal Allah Azza wa Jalla telah berfiman (artinya):
“Tidak ada sesuatupun yang menyerupai Allah dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” [Asy Syura: 11].
-       Menyelewengkan atau menta’wil makna Al-Asma’ul Husna, yang berujung pada peniadaan sifat-sifat Allah Azza wa Jalla.
-     Menentukan cara dari sifat-sifat Allah Azza wa Jalla, yang bermuara pada penyerupaan dengan makhluk-Nya.
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.
Post a Comment