Wednesday, July 25, 2012

Adab& Akhlak Penuntut Ilmu

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
 Adab& Akhlak Penuntut Ilmu

Adab& Akhlak Penuntut Ilmu

Segala puji bagi ALLAH, kami memuji NYA memohon pertolongan dan ampunan kepada NYA, kami berlindung kepada ALLAH dari kejahatan diri-diri kami dan kejelekan amal perbuatan kami.Barangsiapa yang ALLAH beri petunjuk,maka tidak ada yang dapat menyesatkannya, dan barangsiapa yang ALLAH sesatkan maka tidak ada yang dapat memberinya petunjuk. Sungguh sebenar-benarnya perkataan adalah kitabullah(AL-QURAN) dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk nabi Muhammad  Shallallaahu 'alaihi wasallam (as-sunnah).

* "Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim"
(hadits shahih ibnu majah(no.224).
Ketahuilah menuntut ilmu adalah suatu kemuliaan yang sangat besar dan menempati kedudukan tinggi yang tidak sebanding dengan amal apa pun.(tafsir al-qurthubi-VIII/187). Laki-laki maupun perempuan diwajibkan menuntut ilmu yakni,ilmu yang bersumber dari Al-quran dan as-sunnah karena dengan ilmu yang dipelajari,mereka akan dapat mengerjakan amal-amal shalih,yang dengan itu akan mengantarkan mereka ke surga. Kewajiban menuntut ilmu ini mencakup seluruh individu muslim dan muslimah baik dia sebagai orang tua,anak,pedagang, karyawan,dosen,doktor,professor, dan yang lainna. Dimana mereka wajib mengetahui ilmu yang berkaitan dengan mu'amalah mereka dengan Rabb nya baik tentang tauhid,rukun islam,rukun iman,akhlak,adab dan mu'amalah dengan makhluk.

KEUTAMAAN MEMPELAJARI ADAB-ADAB DALAM MENUNTUT ILMU



Rasulullah telah mengajarkan adab dan segala sesuatu dengan jelas hingga adab buang air pun beliau shallallaahu alaihi wa sallam jelaskan. Di antara adab yang beliau ajarkan adalah ikhlas dalam menuntut ilmu,ikhlas dalam mengamalkan ilmu,dan ikhlas  mengajarkan dan mendakwahkan ilmu. Adab dan akhlak yang baik adalah bagian dari amal shalih yang dapat menambah keimanan dan memiliki bobot yang berat dalam timbangan dan akhlak yang baik adalah salah sau penyebab seseorang untuk dapat masuk surga.

Sebagaimana  sabda rasulullah shallallaah 'alaihi wa sallam:
"Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia"(shahih Bukhari).
Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,
"tidak ada sesuatu pun yang lebih berat dalam timbangan seorang mukmin pada hari kiamat daripada akhlak yang baik, dan sesungguhnya ALLAH sangat membenci prang yang suka berbicara keji dan kotor"(shahih Tirmidzi,Ibnu Hibban).
  Sebagai contoh  Imam 'Abdullah Ibnul Mubarak(wafat tahun 181 H) rahimahullah mengatakan "Aku mempelajari adab selama tiga puluh tahun kemudian aku menuntut ilmu selama dua puluh tahun.  Beliau juga mengatakan,"adab itu 2/3 ilmu."


ADAB-ADAB UTAMA SEORANG MUSLIM DALAM MENUNTUT ILMU SYAR'I


1. MENGIKHLASKAN NIAT DALAM MENUNTUT ILMU




Dalam menuntut ilmu kita harus ikhlas karena ALLAH Ta'ala dan seseorang tidak akan mendapatkan ilmu yang bermanfaat jika ia tidak ikhlas karena ALLAH.

"Padahal mereka tidak disuruh kecuali agar beribadah hanya kepada ALLAH dengan memurnikan ketaatan hanya kepada Nya dalam(menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus."(QS.Al-bayyinah:5).
Menuntut ilmu syar'i adalah ibadah yang paling agung dan mulia di sisi ALLAH Tabaraka wa ta'aala, karena nya wajib ikhlas dalam menuntut ilmu semata-mata karena ALLAH Ta'ala.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Sesungguhnya amalan-amalan itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya akan mendapatkan dari apa yang ia niatkan.Maka barangsiapa hijrahnya karena ALLAH dan Rasul-Nya,  maka hijrahnya itu karena ALLAH dan Rasul-Nya. Dan barangsiapa yang hijrahnya karena dunia yang hendak diraihnya atau karena wanita yang akan dinikahinya,maka hijrahnya sesuai dengan  niat hijrahnya itu"( shahih bukhari,tirmidzi, an-nasa-i, ibnu majah dari umar bin khaththab radiyallaahu 'anhu.). Menuntut ilmu bukan karena ALLAH  Ta 'ala  termasuk dosa besar dan ALLAH Ta'ala menyediakan azab yang pedih bagi orang  yang meniatkannya bukan karena ALLAH.
Rasulullaah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,
"Barangsiapa yang menuntut ilmu syar'i yang semestinya ia lakukan untuk mencari wajah ALLAH dengan ikhlas,namun ia tidak melakukannya melainkan untuk mencari keuntungan duniawi, maka ia tidak akan mendapatkan harumnya aroma surga pada hari kiamat"(shahih ahmad,abu dawud, ibnu majah, ibnu hibban, dan ibnu abdil barr dari sahabat abu hurairah radhiyallaahu 'anhu.

2.MEMOHON ILMU YANG BERMANFAAT KEPADA ALLAH TA'ALA


 Dengan berdoa Dan katakanlah,'wahai rabb-ku tambahkanlah ilmu kepadaku' (QS.Thahaa:114).

3.BERSUNGUH-SUNGGUH DALAM MENUNTUT ILMU DAN RINDU UNTUK MENDAPATKANNYA


"sesungguhnya ilmu diperoleh dengan (sungguh-sungguh)belajar,dan sikap sabar(penyantun) diperoleh dengan membiasakan diri untuk sabar. Barangsiapa yang berusaha (keras) mencari kebaikan maka ia akan memperoleh kebaikan, dan barangsiapa yang menjaga dirinya dari kejelekan(kejahatan) maka ia akan dilindungi ALLAH dari kejelekan(kejahatan)."
(hadits hasan diriwayatkan oleh ibnul jauzi dari sahabat Abu Hurairah Radhiyallaahu 'anhu.


4 MENJAUHKAN DIRI DARI DOSA DAN MAKSIAT DENGAN BERTAQWA KEPADA ALLAH 'Azza wA JALLA



"Dan bertaqwalah kepada ALLAH; ALLAH memberikan pengajaran kepadamu dan ALLAH maha mengetahui segala sesuatu."
(QS.AL-BAQARAH:282).

Imam Ibnul-Qayyim rahimahullaah menjelaskan dalam kitabnya ad-daa' wad dawaa bahwa seseorang tidak mendapatkan ilmu disebabkan dosa dan maksiat yang dilakukannya. Sesesorang terhalang dari ilmu yang bermanfaat disebabkan banyak melakukan dosa dan maksiat.


5.TIDAK BOLEH SOMBONG DAN TIDAK BOLEH MALU DALAM MENUNTUT ILMU


"Tidak akan mendapatkan ilmu orang yang malu dan orang yang sombong
"(atsar shahih al-bukhari)

6. MENDENGARKAN BAIK-BAIK PELAJARAN YANG DISAMPAIKAN USTADZ,SYAIKH, ATAU GURU


Seorang penuntut ilmu harus berusaha menjadi pendengar yang baik,mendengarkan yang baik-baik, yaitu al-quran dan hadits nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam.

 ALLAH Subhanahu wa Ta'ala berfirman,  "sebab itu sampaikanlah berita gembira itu kepada hamba-hamba-Ku (yaitu mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.Mereka itulah orang -orang yang diberi petunjuk oleh ALLAH dan merekalah orang-orang yang mempunyai akal sehat."(QS. Az-Zumar:17-18).



7. DIAM KETIKA PELAJARAN DISAMPAIKAN



Secara umum ALLAH menyebutkan tentang hal inni dalam firman-Nya,

"dan apabila dibacakan AL-QURAN,maka dengarkanlah dan diamlah agar kamu mendapat rahmat." (QS. AL-Araaf:204).
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam juga bersabda "barangsiapa yang beriman kepada ALLAH dan hari akhir hendaklah ia berkata yang baik atau diam"(shahih Ahmad,At-Tirmidzi,  dan Ad -Darimi  dari sahabat 'Abdullah bin 'amr radhiyallaahu anhuma.


8. BERUSAHA MEMAHAMI ILMU SYAR'I YANG DISAMPAIKAN


Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda, "barangsiapa yang dikehendaki kebaikan oleh ALLAH, maka Dia akan memberikan pemahaman agama kepadanya.
(shahih Ahmad, Bukhari-Muslim dari sahabat Mu  'awiyah bin Abi Sufyan Radhiyallaahu 'anhuma.).




Suatu nikmat dari ALLAH apabila kita diberikanpemahaman tentang agama ini. Oleh karena itu kita harus ikhlas,diam, dan mendengarkan dengan baik dalam menuntut ilmu syar'i sehingga dengan izin ALLAH kita akan diberikan pemahaman tentang agama.


9. MENGHAFALKAN ILMU SYAR'I YANG DISAMPAIKAN


Sebagaimana sabda Rasulullaahu 'alaihi wa sallam," semoga ALLAH memberikan cahaya kepada wajah orang yang mendengar perkataanku,kemudianh ia memahaminya,menghafalkannya, dan menyampaikannya. Banyak orang yang membawa fiqih kepada orang yang lebih faham daripadanya...."
(shahih  at-Tirmidzi dari sahabat Abdullah bin Mas'ud).

10.MENGAMALKAN ILMU SYAR'I YANG TELAH DIPELAJARI


Menuntut ilmu syar'i bukanlah tujuan akhir,tetapi sebagai pengantar kepada tujuan yang agung,yaitu adanya rasa takut kepada ALLAH,merasa diawasi oleh-Nya,taqwa kepada-Nya dan mengamalkan tuntutan dari ilmu tersebut. Dengan demikian,maka siapa saja yang menuntut ilmu bukan untuk diamalkan,niscaya ia diharamkan dari keberkahan ilmu,kemuliaannya, dan ganjaran pahala yang besar.
(kaifa tatahammas li thalibil 'ilmi syar'i -hal.74).
Post a Comment