Saturday, July 21, 2012

ATOM PERTAMA DI ALAM RAYA

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

ATOM PERTAMA DI ALAM RAYA



Atom merupakan partikel sangat kecil yang tidak bisa dilihat oleh mata. Hingga saat ini terdapat sekitar seratus jenis atom-atom yang telah dikenal. Di antara atom-atom ini, atom karbon memiliki peran yang sangat besar dalam kelanjutan hidup manusia.
          Atom ini terdapat dalam sel-sel hidup tubuh, dan berdasarkan penemuan terakhir dikatakan bahwa kehidupan di alam raya ini tidak akan berlanjut tanpa adanya atom yang telah terbentuk sejak jutaan tahun yang lalu ini.
          Kita sejenak akan mempelajari bentuk dan metode hadirnya atom karbon ini secara ringkas. Salah satu dari atom-atom karbon di alam raya yang terdapat dalam tubuh kita adalah atom kromosom, yang merupakan cikal bakal dan nutfah manusia. Atom ini merupakan unsur terkecil yang dipindahkan oleh seorang ibu hamil kepada janinnya dan menempati salah satu sel tubuh janin, yang dengannya akan memunculkan sifat-sifat keturunan.
          Tak seorangpun mengetahui bentuk lahiriah atom karbon ini, demikian juga tidak jelas apakah atom ini memiliki kemiripan dengan bentuk sesuatu ataukah tidak. Karena ukurannya yang teramat kecil dan tidak bisa dilihat dengan mata maka tidak ada cara lain kecuali kita mempelajarinya dengan metode lain.
          Maka kami akan membahas tentang beragam bagian dari atom karbon dan bagaimana mereka saling berpasangan.
          Partikel pembentuk atom merupakan unsur terkecil dari atom tersebut, seluruh atom seperti atom hidrogen, oksigen, karbon, uranium, dan sebagainya rata-rata memiliki sistem strukturisasi yang sama dimana seluruh struktur aslinya terbentuk dari partikel-partikel yang sangat kecil.
          Setiap atom memiliki tiga bagian, yaitu proton yang memiliki muatan listrik positif, neutron yang netral, dan elektron dengan muatan listrik negatif.
          Bisa dikatakan bahwa struktur asli atom-atom biasanya memiliki susunan yang sama, kalau ada perbedaan maka tingkat perbedaannya sangat sedikit, struktur asli mereka rata-rata seperti berikut: pada pusat setiap atom terdapat inti atom yang terbentuk dari proton dan neutron sebagai dua partikel yang berpasangan erat, sedangkan pada bagian luar atom terdapat atom-atom yang semuanya terbentuk dari elektron-elektron dan sebagaimana planet-planet mengelilingi matahari, elektron-elektron juga bergerak memutar dan mengelilingi inti atom.
          Titik pangkal yang menyebabkan terjadinya perbedaan di antara atom-atom adalah jumlah bagian yang terdapat pada struktur mereka, seperti atom hidrogen hanya memiliki satu proton, sedangkan atom helium memiliki dua proton (biasanya juga memiliki dua neutron). Begitu klasifikasi dari seratus jenis atom ini bertambah banyak, maka jumlah proton dan neutron dari masing-masing atom akan menjadi semakin banyak pula.
          Atom karbon yang merupakan tingkatan ke enam memiliki enam proton dan enam neutron dan terdapat enam elektron yang mengelilingi intinya.
          Karena inti atom dan elektronnya memiliki muatan positif dan negatif menyebabkan masing-masing saling mengikatkan diri. Atom kromosom (nutfah manusia) pun memiliki keistimewaan semacam ini. Setiap atom tidak mampu memecah dan membelah diri dengan sendirinya.
          Aktivitas yang terjadi dalam inti atom muncul dalam bentuk yang berbeda-beda, di sini proton-proton yang memiliki muatan positif melakukan tekanan bersama-sama lalu masing-masing saling menjauhkan diri, para spesialis di bidang ini belum mengetahui penyebab terjadinya pemisahan antara masing-masing proton ini.
Ketika sebuah atom dibelah dan dihancurkan maka atom ini akan berubah menjadi partikel-partikel atom yang sangat kecil dimana masing-masing partikel tersebut mempunyai beban lebih berat dari elektron-elektron dan lebih ringan dari proton dan neutron. Partikel ajaib ini dinamakan "Mesons" yang memiliki umur teramat pendek yaitu kurang dari satu juta detik!
Para ilmuwan memperkirakan bahwa penyebab gerak pada inti atom ini adalah partikel ajaib yang bernama Mesons tersebut. 
 
Kekhususan Atom Karbon
          Apakah atom karbon harus memiliki enam buah elektron? Jawabannya adalah tidak, karena bisa jadi sebagian atau seluruh elektron akan hilang, tetapi intinya tetap inti atom karbon.
          Dan apakah atom karbon harus memiliki enam buah neutron? Jawabannya adalah juga tidak, karena terdapat sebagian dari isotop karbon yang memiliki satu atau dua buah neutron tambahan. Hanya saja proton yang terdapat pada atom ini memiliki jumlah yang tertentu dan atom karbon harus memiliki enam buah proton, tidak lebih dan tidak kurang.
          Bagaimana atom karbon bisa terbentuk dan apakah unsur-unsur yang terbentuk darinya benar-benar bergabung dan bersatu antara satu dengan yang lain? Sebelum atom karbon muncul di bumi dia telah terbentuk di salah satu planet lain yang fenomena kemunculannya sangat menakjubkan.
          Atom ini memulai perjalanan jauhnya dari lapisan langit tak terbatas hingga tiba ke bumi dan masuk ke dalam nutfah manusia. Atom ini dalam perjalanannya melewati tiga tahapan, tahapan pertama dimulai dari bintang muda yang sebagian besarnya terdiri dari atom hidrogen dan memiliki proton. Suhu yang sangat tinggi yang terdapat pada bintang telah menyebabkan inti atom hidrogen bergerak dengan sangat cepat. Kadangkala dua buah dari proton-proton tersebut akan bertempur untuk saling mengalahkan, proton yang kalah akan membuang sebagian dari elektrik miliknya dan mengubah dirinya menjadi neutron.
          Neutron baru ini ketika sampai pada masanya akan bergabung dengan proton yang memenangkan pertempuran sehingga terbentuk deuterium. Pada saatnya nanti, inti deuterium ini akan menguasai satu inti proton dan satu inti neutron lalu berubah menjadi inti atom (helium) dan dengan cara ini akan terjadi pembakaran, peleburan, dan penyatuan unsur-unsur bintang, dan pada akhirnya atom-atom hidrogen bintang tersebut akan berubah menjadi materi lain yang merupakan bahan dasar helium. Di sini bisa ditambahkan pula bahwa atom hidrogen merupakan atom pertama yang tercipta di alam tak terbatas ini.
          Setelah ratusan juta tahun usia bintang tersebut berlalu, seluruh wujud bintang bisa dikatakan telah dipenuhi dengan helium dan dengan sistem teratur atom-atom yang berada di dalamnya akan saling bertempur, dua hingga tiga atom akan terbakar bersamaan dalam sesaat, dan peristiwa ini merupakan tahapan kedua dari pembentukan atom karbon.
          Atom karbon telah melakukan aktivitas perpasangan dan bertempur selama jutaan tahun, dan sekarang kita akan mengetahui bagaimana atom ini bisa sampai ke permukaan bumi. Semakin bertambah umur sebuah bintang, maka kandungan helium, karbon, dan atom-atom berat lainnya akan semakin bertambah pula dan secara bertahap kepadatan atom-atom akan mencapai suatu batas hingga bintang mencapai titik jenuhnya terhadap unsur-unsur ini, hingga akhirnya meledak. Hasilnya, atom-atom karbon dan seluruh atom-atom yang terdapat di dalamnya akan tersebar ke seluruh lapisan udara dan jagat raya, lalu akan bergabung dan berpasangan dengan atom-atom hidrogen yang terdapat di udara.
Lama setelah itu, ketika bintang baru terbentuk dengan cara menarik atom-atom hidrogen dan atom-atom yang tersebar di udara juga menarik atom-atom karbon.
Dengan perintah dan kehendak Tuhan, fenomena kemunculan seperti ini terjadi pula pada matahari sekitar tiga hingga empat milyar[1] tahun yang lalu, dan secara lahiriah karena sebuah kejadian alam, bahan yang memicu munculnya sinar agung pada matahari ini akan mengalami erupsi dan tertumpah ke luar, dan bersama bahan yang tertumpah tersebut terdapat atom karbon yang setelah dingin bahan ini akan membentuk permukaan bumi.
 Peristiwa ini merupakan tahapan ketiga dari fenomena terbentuknya atom karbon di bumi yang secara bertahap akan mengalami penyusupan dan infiltrasi ke dalam tubuh manusia dan hewan yang kemudian akan tinggal di dalamnya dalam keadaan konstan dan tak berubah.
Setelah peristiwa di atas, atom karbon akan bergabung dan melakukan komposisi dengan dua atom hidrogen lalu berubah menjadi "biaksid deucarbon" yang akan melekat di atas dedaunan pohon melalui hembusan angin.
Begitu sapi, kambing, atau binatang lain memakan dedaunan tersebut, kemudian daging dan susunya dimanfaatkan oleh manusia, berarti hewan-hewan tersebut telah membawa atom karbon ke dalam tubuh manusia.
Atom karbon yang berada dalam tubuh manusia bisa jadi akan memasuki nutfah, yang pada peristiwa selanjutnya akan memasuki rahim ibu, dari sini akan terbentuk sebuah eksistensi baru yang akan mewarisi sifat dan akhlaknya. Dalam mata rantai perputaran regenerasi manusia, atom ini diturunkan secara turun-temurun.
Ketika manusia meninggal atom karbon kembali ke bumi dan bisa jadi pepohonan akan terinfiltrasi olehnya. Selanjutnya atom ini akan terkumpul pada pepohonan yang kemudian akan berpindah ke tubuh hewan yang memakannya, dan bisa juga akan berubah bentuk menjadi partikel-partikel kristal atau batu-batu berlian, bisa jadi juga atom-atom tersebut akan kembali lagi ke dalam tubuh manusia dan tersimpan dalam tulang, kuku, atau sel-sel rambutnya melalui tumbuhan atau hewan.
Selain itu, bisa jadi "bioksid deucarbon" yang terdapat di udara berasal dari udara yang dihembusan oleh paru-paru manusia selama ribuan tahun yang lalu, sehingga pada saat ini udara yang dihirup telah terkontaminasi oleh atom-atom tersebut.
Dalam setiap hirupan dan hembusan nafas manusia akan dihasilkan atom hingga mencapai jumlah dengan 22 digit angka.
Bisa dikatakan bahwa pada zaman dahulu kala atom-atom karbon yang terdapat di udara dihirup dan dihembuskan oleh paru-paru manusia termasuk hembusan nafas dan hirupan para nabi dan ilmuwan-ilmuwan, dan pada zaman ini kita menghirup pula udara yang dihembuskan oleh mereka.
Dengan berlalunya masa, seberapapun tersisa usia dunia ini, bisa jadi atom karbon ini kelak akan bisa ditemukan pada darah binatang dan makhluk-makhluk lain yang hingga saat ini belum diketahui spesisnya dan setelahnya akan kembali ke bumi kemudian tersimpan dalam komposisi bahan tambang dan tinggal selama milyaran tahun dalam benda-benda padat, lalu untuk kedua kalinya muncul dalam tubuh makhluk-makhluk hidup.
Apakah atom karbon memiliki perjalanan akhir? Tidak ada yang tahu kecuali Tuhan Yang Maha Mengetahui.
Bagaimanapun, dengan berlalunya usia bumi melebihi empat milyar tahun, masih tidak ada perubahan pada keadaan atom karbon ini dan tak ada dalil yang bisa dijabarkan tentang akan adanya kemungkinan punahnya atom ini.
Jika suatu hari nanti matahari akan membakar bumi, mungkin atom karbon ini akan kembali lagi ke udara dan alam semesta yang kemudian akan saling tarik-menarik untuk membentuk bintang-bintang muda.
Kemusnahan atom karbon tidak akan pernah terjadi kecuali antara lengkungan langit terjadi tabrakan keras dimana salah satu atau keduanya akan hancur dan partikel-partikelnya akan terhambur ke udara dan atom-atom yang terdapat di udara mampu menarik atom-atom karbon di bawah kekuasaannya.
Pada saat inilah perputaran dan kelanjutan atom ini akan berakhir, tetapi sebagaimana manusia melakukan regenerasi, atom-atom karbon pun melakukan hal yang sama, atom ini akan tetap tinggal dalam tubuh makhluk hidup yang terkomposisi dari atom-atom yang baru.[2]
[www.wisdoms4all.com]

 

[1] . Angka yang tersebut di sini merupakan angka pendekatan, dan umur matahari hanya diketahui oleh Tuhan.
[2] . Tulisan Bronski, ilmuwan ahli fisika asal Rusia.
Post a Comment