Saturday, July 7, 2012

SYARAT-SYARAT & CARA MA’RIFAT

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
SYARAT-SYARAT MA’RIFAT
Apabila seseorang bermaksud hendak ber­MA’RIFAT, maka terlebih dahulu yang bersangkutan harus memiliki syarat-syarat, sebagai berikut.:
  1. Harus memiliki niat, dan tekad serta keyakinan ingin bertemu dengan Allah.
  2. Harus memiliki kemerdekaan berpikir dengan menggunakan akal dan ratio untuk menemui Allah.
  3. Harus memiliki kemerdekaan kemauan/kehen­dak, yaitu kemauan untuk menemui Allah itu henar-benar kemauan/kehendak dari hati sanu­barinya, bukan karena terpaksa, ikut-ikutan atau sekedar ingin tahu saja.
  4. Menggunakan Ayat-ayat, Kitab Suci sebagai referensi untuk dapat menemui Allah.
  5. Mencari dan mendapatkan seorang Guru Mursyid yang benar-benar sudah Ma’rifat, yaitu yang sudah tahu dan kenal kepada Tuhannya.
Sesuai dengan bunyi ayat-ayat sebagai berikut:
AL-ANKABUT : 5 & 23
5. Barangsiapa yang mengharap Pertemuan dengan Allah, Maka Sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. dan Dialah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
23. dan orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan Pertemuan dengan Dia, mereka putus asa dari rahmat-Ku, dan mereka itu mendapat azab yang pedih.
AL-MUJJAADILAH : 12-13
12. Hai orang-orang beriman, apabila kamu Mengadakan pembicaraan khusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah sebelum pembicaraan itu. yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tidak sanggup maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
13. Apakah kamu takut akan (menjadi miskin) karena kamu memberikan sedekah sebelum Mengadakan pembicaraan dengan Rasul? Maka jika kamu tiada memperbuatnya dan Allah telah memberi taubat kepadamu Maka dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.
MANFAAT BAGI YANG TELAH MA’RIFAT
Adapaun manfaatnya atau keuntungan bagi orang-orang yang sudah MA’RIFAT (tahu dan kenal Tuhannya) serat taqwa dan taat kepada Allah, itu semua dapat dipelajari dari ayat-ayat berikut:
AL-MAIDAH :3
… pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu Jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.
AL-WAAQI’AH : 88-89
88. Adapun jika Dia termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
89. Maka Dia memperoleh ketenteraman dan rezki serta kenikmatan.
AN-NAHL : 97
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam Keadaan beriman, Maka Sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan Sesungguhnya akan Kami beri Balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.
ASH-SHAAFAAT : 148
lalu mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu yang tertentu.
YAA-SIIN : 25-26-27
25. Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; Maka dengarkanlah kesaksianku.
26. dikatakannya: “Masuklah ke syurga”. Dia berkata: “Alangkah baiknya Sekiranya kamumku mengetahui.
27. apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku Termasuk orang-orang yang dimuliakan”.
AL-FATH : 1-2
1. Sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu kemenangan yang nyata,
2. supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu dan yang akan datang serta menyempurnakan nikmat-Nya atasmu dan memimpin kamu kepada jalan yang lurus,
Demikianlah manfaat bagi yang telah berma’rifat sesuai dengan bunyi ayat-ayat tersebut di atas, maka apabila para pembaca benar-benar mampu melakukan Mi’raaj, dapat mengenal secara nyata dengan Yang Wajib Disembahnya, maka dengan pasti akan me­nerima/menga lami/memiliki hikmah-hikmah seperti yang telah digelarkan dalam ayat-ayat tersebut di atas; dan kehidupan para pembaca akan dapat merasakan lebih nikmat dan lebih indah, di dalam batin para pembaca akan merasakan bagai mengalirnya air sungai yang sangat tenangnya, meskipun sedang di­landa badai yang sangat besar (ketenangan lahir dan batin).
Sabda Rasulullah saw.
“Bila engkau sibuk dengan duniamu, makaakhiratmu akan luput “
“Bila engkau sibuk dengan akhiratmu, makaduniamu akan turut”.
“Carilah duniamu seakan-akan engkau akanhidup selamanya, dan 
“Carilah akhiratmu seakan-akan engkau akancoati besok”.
 
BERGURU KEPADA YANG TAHU
BERTANYA KEPADA AHLINYA
BERJALAN SAMPAI BATAS
BERLAYAR SAMPAI KE PULAU
MENGAJI SAMPAI KHATAM
Bagaimanakah cara untuk bertemu dan menyaksikan Tuhan? Sebagai suatu contoh yang nyata dapalah kita pelajari pengalaman Nabi Muhammad Saw. waktu beliau mengadakan ISRA-MI’RAAJ, untuk menemui Allah. Telah dikemukakan sebelumnya bahwa Tuhan adalah maha Roh dan untuk menyembah Allah haruslah dengan Roh kita. Dengan perkataan lain apabila kita hendak menghadap Allah haruslah dengan badan Rohani kita dan tidak dengan badan jasmani kita. Dalam kata kiasan di tulisan sebelumnya telah dikemukakan dalam MOTTO sebagai berikut: Engkau bahkan harus mati selagi hidup (mati sakjroning urip) dan sesudah itu barulah engkau dapat bertemu dengan Dia. Maka untuk menemui Allah kita harus mematikan badan jasmani kita dan kita menemui-Nya dengan Roh (badan rohani) kita.
Dengan mematikan badan jasmani kita berarti kita mematikan seluruh pancaindera kita dan meng¬hilangkan semua nafsu dan ego yang dimiliki badan jasmani kita.
Pada dasarnya seorang ahli MA’RIFAT tidak bersedia menjelaskan cara berma’rifat kepada umum secara terbuka, kecuali kepada orang-orang yang benar-benar ingin menemui Allah dengan cara pembuktian, setelah memenuhi beberapa persyaratan.
Bagaimanakah cara kita harus mematikan badan jasmani kita?
Untuk memperoleh penjelasan yang lebih terperinci, para pembaca kami persilahkan untuk menanyakannya kepada seorang ahli Ma’rifat.
Perjalanan Mi’raj untuk menemui Tuhan adalah suatu pengalaman ghaib serta rahasia serta laku dengan tanpa melakukan hal-hal yang sukar dan pula tidak menimbulkan dampak negatif terhadap jasmani (physic) dan mental. Apabila Tuhan menghendaki dan mengizinkan-Nya maka secara yang amat ajaib Tuhan menampakkan cahaya-Nya (Nur).
Untuk melaksanakan Ma’rifat bagi seseorang yang belum pernah melaksanakannya, haruslah dibimbing oleh seorang guru Mursyid yang telah kenal dan tahu kepada Tuhannya. Seperti firman Allah sebagai berikut:
AL-ISRAA :1
Maha suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.
AN-NAML:40
berkatalah seorang yang mempunyai ilmu dari AI Kitab: “Aku akan membawa singgasana itu kepadamu sebelum matamu berkedip”. Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, iapun berkata: “Ini Termasuk kurnia Tuhanku untuk mencoba aku Apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). dan Barangsiapa yang bersyukur Maka Sesungguhnya Dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan Barangsiapa yang ingkar, Maka Sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia”.
AL-ISRAA :72
 dan Barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat ia akan lebih buta dan lebih tersesat dari jalan.
Post a Comment