Monday, July 9, 2012

Memahami Alam menurut Alqur'an

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Pendahuluan


                        Kita mendapati lebih dari sepuluh persen ayat-ayat AlQuran merupakan rujukan-rujukan fenomena alam. Termasuk masalah dengan kepentingan mendasar adalah menyikapi bentuk risalah yang disebut ayat-ayat keilmuan yang kita dapati, dan bagaimana kita dapat memanfaatkannya. Mengenai masalah ini ada dua pandangan yaitu :
            Pandangan pertama mengatakan bahwa Alqur’an suci mencakup seluruh pengetahuan dan dengan demikian itu mencakup unsure-unsur dasar seluruh ilmu-ilmu kealaman.
            Alam berarti dunia fisik,yaitu kita berhubungan dengannya lewat indra kita. Dalam Alqur’an lebih dari 750 ayat yang merujuk pada fenomena alam. Hampir seluruh ayat ini memerintahkan manusia untuk mempelajari kitab (hal-hal yang berhubungan dengan ) penciptaan dan merenungkan isinya .sebagaiman dikukuhkan oleh banyak ulama islam terkemuka, Alqur’an bukanlah sebuah buku ilmu kealaman, melainkan kitab petunjuk dan pencerahan. Rujukan Alqur’an terhadap fenomena alam dimaksudkan untuk menarik perhatian manusia terhadap pencipta Alam yang Maha Mulia lagi Bijaksana dengan mepertanyakan dan merenungkan wujud-wujud alam; dan mendorong manusia pada agar berjuang mendekat padaNYA
            Dalam visi Alqur’an fenomena alam merupakan tanda-tanda yang Mahakuasa , dan suatu pemahaman alam adalah analog dengan pemahaman tanda-tanda yang bisa membawa kita meraih pengetahuan tentang Tuhan.
            Dalam pandangan Alqur’an pemahaman alam adalah bukan merupakan usaha yang bermakna , kecuali jika ia membantu kita memahami Pencipta Maha bijak dunia ini dan mendekatkan diri padaNYA. Memahami alam dapat mengembangkan wawasan manusia bagi pengenalan Allah dan memungkinkannya untuk dapat lebih baik memanfaatkan pemberian-pemberian Allah demi kebahagian dan kesejahteraan dirinya
Didalam Alqur’an banyak sekali ayat yang menyuruh manusia mempelajari alam :

Katakanlah “Perhatikan apa yang ada dilangit dan di bumi” (yunus 101)

           
            Ayat-ayat diatas menunjukan bahwa memahami alam adalah mungkin, jika tidak, Dia tidak akan menganjurkan mempelajarinya.

Masalah Utama Memahami Alam
            Walaupun dalam kacamata Alqur’an tujuan utama memahami Alqur’an adalah untuk memahami dan mendekati Tuahn, tetapi ada tujuan-tujuan tambahan tertentu yang diklasifikasikan dalam tiga kelompok :
  1. Asal-usul dan evolusi makhluk-makhluk
Dalam Alqur’an kita diharuskan berusaha membuka asal-usul dan evolusi makhluk-makhluk karena hal ini akan membantu dalam meningkatkan keimananmanusia dan membawa manusia lebih dekat kepada Allah.
            Dalam Alqur’an fenomena alam disebutkan sebagai indikasi kebangkitan :
Dan tidaklah tuhanmu menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang kuasa yang serupa dengan itu ? benar, Dia Maha pencipta lagi Maha Mengetahui (QS 36 :81 )
  1. Penemuan Aturan koordinasi dan Tujuan Alam
Beberapa ayat Alqur’an menyebutkan adanya aturan dan koordinasi, dantujuan alam sebagai bukti-bukti yang mengukuhkan eksitensi pencipta yang Maha bijaksana dan Mahakuasa. Ayat itu diklasifikasikan menjadi beberapa kelompok :
a.        Sebagian menjelaskan bahwa penciptaan langit dan bumi tidaklah sia-sia, tetapi dibalik itu benar-benar memiliki tujuan
Dan tidaklah kami ciptakan langit dan bumi dan segala yang ada diantara keduanya sia-sia (QS 21:16 )
b.       Didalam beberapa ayat disebutkan bahwa kejadian –kejadian mengikuti suatu jalur alami untuk periode tertentu yang sebelumnya sudah ditentukan.
Dan mengapa mereka tidak merenungkan diri mereka sendiri ? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan denga tujuan yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan diantara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya. (QS 30: 8 )
c.        Beberapa ayat menyebutkan kepada kita bahwa keseluruhan proses penciptaan dan perjalanan kejadian-kejadian didalam alam mengikuti suatu perhitungan dan ukuran yang sesuai.
Matahari dan bulan itu mengikuti suatu perhitungan (QS 55:5 )
            Sesungguhnya karena adanya keturunan inilah maka hokum alam itu menjadi bermakna. Para sarjana ilmu-ilmu kealaman tidak akan begitu giat mencari penemuan hukum-hukum alam jika tidak benar-benar sadar akan adanya aturan alam ini.
            Dari ayat-ayat diatas dapat disimpulkan bahwa penemuan aturan dan koordinasi didalam alam dan kepastian dalam karya Tuhan amat penting dalam memahami Alam.

Cara-cara memahami Alam
            Beberapa ayat Alqur’an memberitahu kita mengenai cara memahami alam seperti ndalam ayat dibawah ini :
Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu apapun, dan Dia memberi kamu pendengaran, pengelihatan, dan intelek agar kamu bersyukur  (QS 16: 78 )
            Ayat diatas memberitahukan bahwa memahami alam dapat diraih lewat mata, telinga, dan intelek. Diantara indra-indra eksternal hanya pengelihatan dan pendengaran yang disebut karena keduanya merupakan alat-alat utama yang membantu seseorang dalam meraih pengetahuan akan dunia fisik . Bagaimanapun orang dapat menyimpulkan dari Alqur’an bahwa indra perasa, pencium, dan peraba juga berguna dalam memberikan informasi berharga tentang dunia ekternal kepada kita, sebagaimana kutipan ayat dibawah ini :
            Dan kalau kami turunkan kepadamu tulisan diatas kertas, lalu merka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri tentulah orang-orang yang kafir itu berkata: “ ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata “ (QS 6 : 7 )

Peranan Wahyu dalam memahami Alam
            Disimpulkan oleh Alqur’an bahwa guru sejati seluruh ilmu pengetahuan yang sebenarnya adalah Allahyang maha tinggi.
Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan ….yang mengajari (untuk menulis) dengan pena, mengajari manusia dengan apayang tidak diketahuinya ( QS 96 : 1-5 )
Dialah yang menciptakan manusia dan mengajarinya berbicara ( QS 2 : 31 )
            Dari dua ayat diatasdapatlah kita menyimpulkan bahwa Tuhan menganugerahi manusia dengan kemampuan untuk mendapat pengetahuan dan memberinya peralatan yang penuh.
            Sebenarnya sumber ilham utama manusia dalam masalah pengetahuan adalah pemberi ilmu yang Maha tinggi, yaitu Allah.

Penutup
            Demikianlah sedikit uraian pemahaman alam dalam pandangan Alquran. Yang mana dari uraian di atas  bahwasanya dalam visi Alqur’an fenomena alam merupakan tanda-tanda yang Mahakuasa , dan suatu pemahaman alam adalah analog dengan pemahaman tanda-tanda yang bisa membawa kita meraih pengetahuan tentang Tuhan.
            Dalam pandangan Alqur’an pemahaman alam adalah bukan merupakan usaha yang bermakna , kecuali jika ia membantu kita memahami Pencipta Maha bijak dunia ini dan mendekatkan diri padaNYA. Memahami alam dapat mengembangkan wawasan manusia bagi pengenalan Allah dan memungkinkannya untuk dapat lebih baik memanfaatkan pemberian-pemberian Allah demi kebahagian dan kesejahteraan dirinya. Dan dikatakan juga bahwa memahami alam dapat diraih lewat mata, telinga, dan intelek
Post a Comment