Saturday, July 7, 2012

TAUHID : HAQ DAN BATHIL

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
Kita sama-sama yaqin bahwa haq itu pasti menang, Bathil pasti hancur, karena Alloh ta’ala telah berfirman dalam Al Qur-an  :
WAQUL JAA’AL HAQQU WAZAHAQOL BAATHILU INNAL BAATHILA KAANA ZAHUUQON. ( Q.S. Bani Isroil / Ayat 81)
Artinya :     ” Dan katakanlah, yang benar telah datang dan yang bathil telah lenyap, sesung-guhnya yang bathil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap “
Akan tetapi kita juga sama-sama membuktikan di lapangan yang tak terbantah, bahwa sering kali yang haq bisa dikalahkan oleh yang bathil.
Mengapa terjadi yang demikian itu?  
Apakah Informasi Al Qur-an tersebut tidak tepat?
Tentulah tidak demikian adanya. Adanya haq bisa dikalahkan oleh kebathilan tentulah ada sebab-sebabnya.
Apa sebab-sebabnya ?
Mari kita tela’ah secara mendalam !
1. Dalil Naqol
Kita ini hidup tidak sendirian, akan tetapi hidup ditengah-tengah masyarakat manusia. Ditengah- tengah masyarakat manusia itu ada dua golongan yakni :
1. Golongan manusia yang meng-organisir dirinya bekerja sama untuk menegakkan kebaikan dan taqwa.
2. Dan ada pula segolongan manusia yang meng-organisir dirinya bekerjasama untuk mene-gakkan kedurhakaan dan permusuhan.
Dan kita di perintah oleh Alloh Ta’ala supaya membuat organisasi bekerjasama untuk mene-gakkan kebaikan dan taqwa, dan dilarang untuk membuat organisasi untuk menegakkan kedur-hakaan dan permusuhan. Dalam Al Qur-an disebutkan :
WATA’AAWANUU ‘ALALBIRRI WATTAQWAA WALAA TA’AAWANUU ‘ALAL ITSMI WAL ‘UDWAANI WATTAQULLOOHA INNALLOOHA SYADIIDUL ‘IQOOB.  (Q.S. Al Maidah  / Ayat 2 )
Artinya : ” Dan hendaklah kamu tolong menolong  (bekerja sama) atas menegakkan kebaikan dan ketaqwaan. Dan janganlah kamu tolong-menolong atas menegakkan kedurhakaan dan permusuhan. Dan takutlah kepada Alloh, sesungguhnya siksa Alloh  itu  amat  berat  adanya” .
Ayat ini menerangkan bahwa ada dua organisasi :
1. Organisasi yang menegakkan Kebenaran.
2. Organisasi yang menegakkan Kebathilan.
Organisasi untuk menegakkan kebenaran di-istilahkan dalam Al Qur-an : (HIZBULLOH). Sebagaimana tersebut dalam Al Qur-an :
ULAA-IKA HIZBULLOOHI ‘ALAA INNA HIZBALLOOHI  HUMULMUFLIHUUN.
 (Q.S. Al Mujadalah / Ayat 22)
Artinya :”Itulah hizbulloh (golongan yang menegakkan kebenaran). Ingatlah sesungguhnya  hizbulloh itu mereka (golongan) yang akan mencapai keberuntungan”.
Adapun organisasi yang menegakkan kebathilan di-istilahkan dalam Al Qur-an: (HIZBUSY SYAITHON).
Sebagaimana tersebut dalam Al Qur-an :
ULAA-IKA HIZBUSY SYAITHOONI ALAA INNA HIZBASY SYAITHOONI HUMUL KHOO SYIRIIN. (Q.S. Al Mujaadalah / Ayat 19)
Artinya : ” Itulah hizbusy syaithon (golongan yang menegakkan kebathilan ). Ingatlah sesungguhnya hizbusy syaithon itu golongan yang merugi “.
Dalam kata (HIZBUN) artinya : Sekumpulan manusia yang meng-organisasikan  diri bekerjasama untuk menegakkan sesuatu.
Hizbulloh untuk :
~ Menegakkan (HAQ).
~ Menegakkan (TAUHID).
~ Menegakkan (IMAN).
~ Menegakkan (SYUKUR).
~ Menegakkan (HASANAT).
~ Menegakkan (TAWADLU’).
~ Menegakkan (TAQWA).
~ Menegakkan (IKHWAN).
~ Menegakkan (ADIL).
Adapun HIZBUSY- SYAITHON) suatu organisasi yang :
~ Menegakkan (BATHIL).
~ Menegakkan (SYIRIK).
~ Menegakkan (NIFAQ).
~ Menegakkan (KUFUR).
~ Menegakkan (SAYYI’AT).
~ Menegakkan (TAKABBUR).
~ Menegakkan (HAWA).
~ Menegakkan (‘UDWAN).
~ Menegakkan (DHOLIM).
Jika yang bekerjasama untuk menegakkan kebenaran itu kadernya lebih militan, organi-sasinya lebih rapi, kerjanya lebih kompak, persatuannya lebih kokoh dari pada kadernya, organisasinya, kekompakkannya kader yang menegakkan kebathilan, Alloh akan  meme-nangkan perjuangan yang haq dan dapat menga-lahkan penegak bathil, walaupun jumlah kadernya itu  hanya sedikit. Ini tersebut dalam Al Qur-an :
KAMMIN FI-ATIN QOLIILATIN GHOLABAT FI-ATAN KATSIIROTAN BI-IDZNILLAAH  WALLOOHU MA’ASHSHOOBIRIIN.
(Q.S. Al Baqoroh / Ayat 149)
Artinya :  ”Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan idzin Alloh. dan Alloh beserta orang-orang  yang shobar”.
Sebaliknya apabila golongan penegak kebathilan :( HIZBUSY SYAITHON) itu kader-kadernya lebih berkualitas, organisasinya lebih rapi, persatuannya lebih kuat, kerjanya lebih kompak daripada golongan penegak kebenaran : (HIZ-BULLOH), dapat dipastikan akan dapat menga-lahkan golongan penegak kebenaran, walaupun golongan penegak kebenaran personalnya lebih banyak.
Ada sebuah hadits dalam Sunan Abi Dawud menerangkan ; Bahwa umat Islam pada akhir zaman akan menjadi santapan oleh umat-umat yang lain. Shohabat tanya kepada Rosululloh:
(HAL MIN QIlLATIN?)
“Apakah pada waktu itu kami golongan yang sedikit?”
Jawab Rosululloh :
(LAA  BAL  ANTUM  AKTSAR)
“Tidak, tetapi kamu pada waktu itu golongan yang banyak”. Hanya saja kamu sepeti buih.
Didalam hatimu ada penyakit (WAHAN).
Lalu shohabat tanya : Apakah wahan itu  ?
Jawab Rosululloh : Wahan itu ialah penyakit :
(HUBBUD  DUN-YAA WAKAROOHIYATAL MAUT) “Cinta dunia dan takut mati”.
Jadi yang menjadikan umat Islam itu seperti buih, yang menjadikan umat Islam itu keropos, yang menjadikan umat Islam itu bisa menjadi santapan oleh umat-umat yang lain di sebabkan didalam jiwanya digerogoti penyakit wahan.
 
Dalil Tarikh
Ketika Rosululloh Sholallohu ‘Alaihi Wasallam di Mekkah, beliau belum mengadakan organisasi. Beliau masih mengadakan pembentukan kader-kader tauhid selama 11 tahun.
Pada tahun 12 Kenabian, kader tauhid tersebut diseleksi keimanannya melalui peristiwa Isro’ Mi’roj. Dengan adanya seleksi Isro’ Mi’roj itu kader-kader tauhid tersebut pecah menjadi 3 golongan :
1. Golongan Pertama.
Golongan yang tambah kuat Imannya. Golongan inilah yang dipelopori Shohabat Abu Bakar Shiddiq RA.
2. Golongan Kedua.
Ada yang murtad keluar dari Islam.
3. Golongan Ketiga.
Ada yang terombang-ambing antara iman dan kufur.
Karena peristiwa Isro’ Mi’roj itu adalah peristiwa yang sangat sulit dengan pertimbangan akal fikir semata-mata. Hanyalah harus diterima dengan iman yang sungguh-sungguh.
Kemudian pada tahun 13 kenabian, Kader-kader Tauhid yang lulus dari ujian Isro’ Mi’roj, diuji lagi dengan ujian yang paling berat, yaitu : Peristiwa hijrah dari mekah ke madinah. Dari ujian ini ada yang lulus, ada yang tidak lulus.
Setelah Rosululloh saw. sampai ke madinah, barulah Beliau membentuk organisasi yang tersusun dari shohabat shohabat : Muhajirin dan Anshorin (Hisbulloh) untuk menghadapi ( Hizbus Syaithon) yang di organisasi oleh golongan kaum kafirin Makah. Terjadilah peperangan sampai 52 kali. Berkat kualitasnya kader tauhid Muhajirin atau Anshorin dan kokohnya persatuan, rapinya organisasi, kompaknya kerjasama kader-kader tauhid, maka hancurlah Hizbusy Syaithon, walaupun mereka itu golongan yang besar.
Itulah Uswatun Hasanah yang dicontohkan oleh Rosululloh SAW.
***
Pada abad sekarang ini kita dapat menyaksikan sendiri, Israel adalah satu negara yang kecil, penduduknya hanya sedikit, padahal terkepung oleh negara-negara Islam yang banyak yang jumlah penduduknya umat Islam lebih banyak dari pada umat Yahudi.
Akan tetapi mengapakah negara Islam yang banyak itu kalah dengan satu negara yang kecil ?
Tidak lain disebabkan karena kader-kader Yahudi sangat tinggi kualitasnya, organisasinya rapi, kerja samanya kompak dan kesatuaannya kokoh. Sampai kaum Yahudi dapat mendikte Amerika Serikat yaitu satu negara Super Power.
Sebaliknya, negara-negara Islam timur tengah walaupun penduduknya banyak, akan tetapi persatuannya rapuh, organisasinya semrawut, kader kadernya tidak berkuwalitas, hatinya kejangkitan penyakit wahan( cinta dunia dan takut mati )
Yang sangat memalukan Umat Islam seluruh dunia ialah negara Kerajaan Saudi Arabia. Obrolannya saja katanya menjadi penjaga Ka’batulloh, akan tetapi demi untuk mengagungkan kekuasaan raja, perlu mengundang tentara Amerika yang pro Israel itu untuk melindunginya.
Hingga sampai sekarang ini, lebih-lebih keanehan yang sulit diterima oleh agama Islam dan akal sehat, negara Saudi Arabia malahan memusuhi negara Irak dan Iran yang sama-sama negara Islam.
Dengan minta bantuan negara amerika, tak terbilang harta kekayaan Raja Saudi Arabia yang membanjiri Amerika. Akan tetapi saudaranya Islam palestina yang di hancurkan oleh Israel, mereka tidak peduli, jangankan tenaganya, harta bendanya-pun tidak menetes ke negara palestina.
Saudaranya Ummat Islam Palestina dibantai oleh Israel yang di sokong Amerika, tapi raja Saudi Arabia malah cumbu cumbuan dengan mesranya dengan tentara-tentara Amerika.(Subhanalloh).
Sekarang tela’ah dalam-dalam, bagaimanakah keadaan umat Islam di Indonesia sekarang ini. Ketika waktu reformasi, kompak tapi setelah itu persatuannya rapuh, ribut mendirikan partai-partai sendiri, yang semuanya gampang di baca oleh lawan-lawannya, yang mungkin kalau tidak waspada dapat digulung oleh penegak-penegak kebathilan yang semakin rapi, kokoh kesatuannya.
Oleh sebab itu, saya mengharap-harap dan berdo’a mudah-mudahan saudara-saudara pembaca di sini dapat memeperoleh manfaat bagi diri kita, keluarga dan bagi warga negara Indonesia.
Post a Comment