Saturday, July 21, 2012

Seri Tauhid Mufaddhal [4]

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

 SERI TAUHID MUFADDHAL [4]


   
  Pada hari ketiga di pagi hari, aku [kembali] datang ke hadapan tuanku [Imam Ja’far Shadiq As], setelah beliau mengizinkan aku masuk dan duduk [di dalam rumah], beliaupun bersabda:
Segala puji bagi Allah Swt yang telah memilih kami [sebagai pemimpin umat] dan tidak memilih selain kami, dengan ilmu-Nya Dia telah memuliakan kami dan dengan kemurahan hati-Nya Dia telah menolong dan membantu kami. Barang siapa yang [mengingkari] dan berpaling dari kami, maka ia akan terjerumus kedalam api neraka, dan barang siapa yang berlindung dibawah naungan kami, maka ia akan memasuki surga.
Wahai Mufaddhal aku telah jelaskan kepadamu akan hikmah penciptaan manusia dengan segala keserasian yang terkandung di dalamnya dan juga berbagai karakter yang sarat dengan hikmah yang dapat dipetik darinya. Demikian pula akupun telah menjelaskan kepadamu tentang penciptaan berbagai hewan.
Sekarang aku akan menerangkan kepadamu tentang [penciptaan] langit, matahari, bulan, bintang-bintang, planet-planet, malam, siang, cuaca panas, dingin, angin, keempat unsur asli yaitu tanah, air, udara dan api, dan juga tentang hujan, cadas-cadas, gunung, bumi, batu, pohon kurma serta pepohonan lainnya beserta segala hikmah dan bukti [akan kebesaran Allah Swt] yang terkandung didalamnya.
 
Rahasia yang Terkandung pada Warna Langit
Lihatlah hikmat dan manfaat yang terkandung dalam warna langit! Sesungguhnya warna ini merupakan warna yang amat selaras yang dapat menguatkan penglihatan, sehingga jika seseorang mengalami cidera di matanya, maka para dokter akan menyarankannya agar selalu memandang dan menfokuskan penglihatannya ke warna hijau yang agak kehitam-hitaman, dan sebagian dari dokter ahli pun mewasiatkan kepada seseorang yang penglihatannya lemah agar ia senantiasa memandang ke arah bejana berwarna hijau yang dipenuhi dengan air.
Renungkanlah bagaimana Allah Swt telah menciptakan langit dengan warna sedemikian, sehingga seseorang akan tertarik untuk memandangnya dan dengan selalu memandangnya tidak akan mengakibatkan penglihatannya menjadi lemah! Dengan demikian hasil serta kesimpulan yang telah dicapai oleh para ilmuan melalui berbagai penelitian dan eksperimen, ternyata telah terkandung dalam penciptaan yang agung ini, agar orang-orang yang bijak dapat memetik ibrah darinya dan orang-orang atheis (mulhid) dapat merenungkan [realitas ini]. Semoga Allah membinasakan mereka! "Kemanakah mereka akan melarikan diri." (Qs. at-Taubah [9]: 30)
 
Terbit dan Terbenamnya Matahari
Wahai Mufaddhal! Perhatikanlah terbit dan terbenamnya matahari yang mengakibatkan terjadinya pergantian siang dan malam! Jika matahari tidak terbit, maka tatanan dunia ini akan kacau, dan manusia pun tidak akan mampu menjalani kehidupannya dan memenuhi segala kebutuhannya. Alam yang selalu diselimuti dengan kegelapan akan berdampak buruk bagi manusia. Tanpa adanya cahaya (matahari), manusia akan kehilangan manfaat dari cahayanya serta kehidupannya pun akan terasa sangat menyulitkan. Manfaat dari terbitnya matahari amatlah jelas, sehingga tidak perlu untuk dijelaskan lebih mendalam lagi. Tetapi, (sekarang) perhatikanlah terbenamnya matahari! jika matahari tidak terbenam, maka manusia tidak dapat tenang dan beristirahat, padahal jiwa dan raganya sangat memerlukan istirahat, yang (dengannya) dapat memberikan kekuatan kepada lambung guna mencerna makanan hingga dapat tersalurkan ke seluruh anggota tubuh. Selain itu, ketamakan seseorang pun dapat mendorongnya untuk selalu terus beraktifitas serta memaksa tubuhnya untuk senantiasa bekerja. Sungguh betapa banyak manusia -lantaran ketamakannya dalam mencari dan mengumpulkan harta-, ia tidak akan berhenti bekerja dan beristirahat, kecuali jika malam telah tiba dan kegelapan telah menyelimutinya.
Demikian juga (dengan terbenamnya matahari), terik panas matahari tidak akan selalu menyengat bumi, sehingga seluruh makhluk hidup (yang ada di bumi) termasuk segala tumbuhan dan hewan-hewan, tidak akan punah lantaran sengatan terik matahari. Oleh karenanya Allah Swt dengan sangat bijaksana, (telah mengatur peredaran matahari sehingga) ia akan terbit pada saat tertentu dan akan terbenam pada saat tertentu pula, mirip seperti sebuah lampu yang terkadang dinyalahkan oleh penghuni rumah takala ia ingin mengerjakan sesuatu, dan terkadang (lampu itu) dimatikan di saat ia ingin tidur dan beristirahat. (dari sini jelaslah bahwa) Perputaran siang dan malam yang tiba secara silih berganti, ialah demi kemaslahatan dan kelestarian alam semesta ini.
 
Rahasia Empat Musim dalam Setahun
Sekarang lihatlah bagaimana ketinggian dan tergelincirnya matahari sehingga dapat menyebabkan datangnya empat musim dalam setiap tahun! Renungkanlah manfaat dan rahasia yang terkandung di dalamnya!
Pada musim dingin tumbuhan dan pepohonan akan menelurkan sel-sel buah yang bakal menghasilkan buah-buahan, angin pun akan selalu berhembus kencang yang akan menyebabkan berkumpulnya awan dan turunnya hujan, (dan dengannya) tubuh manusia dan hewan pun akan menjadi kuat.
Pada musim semi, sel-sel yang ada pada tumbuhan –yang telah dihasilkan pada musim dingin- akan bergerak dan bereaksi sehingga mengakibatkan tumbuhnya (ranting dan dedaunan) pada tumbuhan, serta merekahnya bunga-bunga pada pepohonan. Hewan-hewan pun akan sibuk mencari pasangan.
Pada musim panas udara akan menjadi panas dan buah-buahan akan matang, bahan-bahan yang tersisa di tubuh akan mencair, permukaan bumi akan mengering hingga siap untuk dibangun sesuatu diatasnya
Pada musim gugur, udara akan menjadi bersih, segala penyakit akan terangkat, tubuh akan menjadi sehat, malam akan menjadi panjang sehingga ada kesempatan untuk mengerjakan sesuatu, cuaca pun akan menjadi segar. Selain itu masih banyak lagi hikmat dan manfaat lainnya yang jika aku menyebutkannya [satu-persatu], maka pembicaraan ini akan menjadi panjang.
 
Pergerakan Matahari Sebagai Sarana untuk Mengetahui Waktu dan Musim
Sekarang perhatikanlah pergerakan matahari di antara dua belas bintang[1] yang mengakibatkan pergantian tahun, dan juga segala hikmat yang terkandung didalamnya! Pergerakan matahari ini merupakan faktor terjadinya musim-musim (misim dingin, panas, semi dan gugur). Dengan pergerakan matahari ini, makanan pokok dan buah-buahan dapat menjadi matang [hingga dapat dikonsumsi], dan setelah sampai batas akhir dari pertumbuhannya (mengering), iapun akan kembali tumbuh dan membesar seperti sediakala. Apakah engkau tidak mengetahui bahwa masa dalam setahun ialah bergesernya matahari dari satu titik ke titik semula? Dengan adanya perputaran bulan dan tahun inilah – yang terjadi sejak diciptakannya alam semesta ini hingga saat ini- zaman atau masa tertentu dapat diketahui, dan dengannya manusia dapat mengetahui kadar umur dan masa yang telah yang telah dilaluinya, ia dapat mengetahui kapan ia menerima atau membayar piutangnya, kapan ia menyewa dan melakukan transaksi, serta [perhitungan waktu] ia pun dapat mengatur segala urusan lainnya. Dengan pergeseran matahari perputaran masa satu tahun akan sempurna dan perhitungan waktu dapat dilakukan dengan tepat dan benar.
Perhatikanlah bagaimana matahari telah menyinari bumi ini secara sempurna! Jika matahari hanya terbit atau hanya berada di salah satu belahan bumi ini, maka cahayanya tidak akan sampai ke permukaan bumi lainnya, karena gunung-gunung dan dataran-dataran tinggi akan menghalangi cahayanya [untuk sampai ke berbagai belahan bumi lainnya].
Oleh karena itu, ia telah ditakdirkan untuk terbit dari bagian timur di pagi hari yang sinarnya akan tampak terbentang kebagian barat, kemudian secara berangsur-angsur ia akan terus bergerak, hingga pada akhirnya ia pun akan terbenam di bagian barat, dengan demikian tidak ada satu belahan bumi pun yang terhalang dari sinarnya, serta kebutuhannya akan cahaya matahari pun dapat terpenuhi. Seandainya pergeseran matahari, tahun dan bulan sedikit saja menyimpang dan matahari tidak dapat menghempaskan sinarnya, bagaimana mungkin manusia akan dapat bertahan hidup?
Tidakkah engkau melihat! Bagaimana manusia telah diberkati dengan pengaturan [alam] yang sangat mengagumkan ini. meskipun tidak memiliki ikhtiar, tanpa mengalami kerusakan [planet-planet] terus berputar dan tidak
bergeser dari orbitnya guna kemaslahatan dan kelanggengan alam semesta.
 
Bulan adalah Sarana untuk Mengetahui Bulan-bulan Qamariah
Perhatikanlah peredaran bulan yang merupakan petunjuk yang cermat untuk manusia mengetahui bulan-bulan Qamariah (Muharam, Safar, Rabiul Awwal, Rabiuts Tsani, Jumadil Awwal, Jumadits Tsani, Rajab, Sya'ban, Ramadhan, Syawal, Dzulqaidah dan Dzulhijjah, red). Akan tetapi hitungan tahun tidak dapat dilakukan berdasarkan peredarannya, karena peredaran bulan bukanlah faktor terjadinya musim-musim dan tumbuhnya pepohonan serta buah-buahan. Maka dari itu, bulan-bulan dan tahun-tahun Qamariah memiliki perbedaan dengan bulan-bulan dan tahun-tahun Masehi, yang mana salah satu bulan Qamariah terkadang tiba di saat musim dingin dan terkadang juga tiba di musim panas.
 
Sebagian dari Manfaat Cahaya Bulan
Perhatikanlah sinar bulan yang menerangi malam hari serta manfaat yang terkandung di dalamnya! meskipun suasana yang gelap dibutuhkan oleh manusia dan hewan agar mereka dapat beristirahat, dan juga tumbuhan agar ia dapat mengasumsi udara yang sejuk, akan tetapi kegelapan yang pekat pun tidaklah maslahat bagi mereka. Karena hal ini dapat menghalangi mereka untuk melakukan pekerjaan tertentu di malam hari, padahal betapa banyak orang yang terpaksa harus menyelesaikan pekerjaannya di malam hari, baik lantaran mereka tidak memiliki kesempatan yang cukup untuk menyelesaikannya di siang hari, atau lantaran hawa panas yang menyengat. Maka di malam harilah mereka akan mengerjakan pekerjaannya seperti; membajak tanah, memerah susu, menebang pepohonan dsb. Dengan demikian sinar bulan dapat membantu manusia untuk menjalani aktifiasnya di saat ia membutuhkannya.
Selain itu [cahaya bulan pun] dapat dimanfaatkan oleh orang-orang yang sedang dalam perjalanan.
Bulan hanya akan bersinar pada malam-malam tertentu dan sinarnya pun tidak sekuat sinar matahari, sehingga ia tidak akan menyebabkan manusia untuk terus bekerja keras seperti takala di siang hari dengan tanpa menyisakan waktu untuk beristirahat yang mana ini dapat membinasakannya.
Sungguh karakter yang terdapat pada bulan, yang mana terkadang ia bersinar secara sempurna dan terkadang hanya sebagian darinya [yang bersinar] dan kadang mengalami gerhana, semua ini merupakan bukti akan kekuasaan Allah Swt yang telah menciptakannya dengan karakter yang demikian guna kemaslahatan alam semesta, sehingga orang-orang yang bijak dapat memetik ibrah dan hikmat darinya.
 
Perbedaan Sistem Pergerakan yang Ada pada Bintang-bintang
Wahai Mufaddhal! Perhatikanlah bintang-bintang dan juga perbedaan jalur lintas mereka! Sebagian dari bintang–bintang tersebut tidak akan keluar dari garis orbitnya dan hanya berputar bersamaan dengan beberapa bintang lainnya, dan sebagian lagi bergerak secara bebas melayang di luar angkasa serta bergerak menuju arah yang berbeda [dengan bintang lainnya].
          Masing-masing dari bintang memiliki dua putaran dan gerakan yang berbeda, pertama; perputarannya menelusuri garis orbitnya yang bergerak menuju ke arah barat, dan kedua; perputaran pada porosnya sendiri yang bergerak ke arah timur. Mirip seperti seekor semut yang berada di atas batu gilingan yang sedang diputar, dimana pada kondisi ini batu gilingan berputar ke arah kanan dan seekor semut bergerak ke arah kiri. Di saat itu semut tersebut memiliki dua gerakan yang berbeda, pertama; adalah gerakan dirinya yang bergerak ke arah depan, dan kedua; gerakan yang diakibatkan lantaran putaran batu gilingan yang memaksanya untuk bergerak ke arah yang berlawanan (ke belakang).
          Tanyakanlah kepada orang-orang yang ingkar! Apakah pergerakan dan perputaran bintang-bintang yang penuh dengan keteraturan dan keseimbangan, terjadi secara kebetulan? Apakah keberadaannya hanya sia-sia belaka, tidak memiliki tujuan serta tidak ada yang menciptakannya? jika benar demikian, lantas mengapa seluruh bintang-bintang tidak tetap pada posisinya [dan tidak bergerak]? Apa faktor yang menyebabkan sebagian bintang-bintang hanya berputar pada garis orbitnya, dan sebagian yang lain bergerak secara bebas?. Kesia-siaan yang berarti [tidak memiliki perasaan dan keberaturan serta keseimbangan], bagaimana mungkin dapat melahirkan dua sistem gerakan yang sangat cermat serta penuh dengan perhitungan? Ini semua menandakan bahwa dua sistem pergerakan dan perputaran yang ada, dilahirkan dari rancangan yang cermat, bijak dan penuh dengan perhitungan yang matang, dan tidak seperti apa yang dikatakan orang-orang yang mungkir, bahwa semua ini ada dengan sendirinya tanpa memiliki tujuan tertentu.
          Jika seseorang bertanya; mengapa sebagian bintang-bintang bergerak secara [teratur dan] bersamaan, namun sebagian lainnya berpindah dari satu titik ke titik lain dengan secara bebas? Kami katakan; jika seluruh bintang-bintang bergerak pada jalur yang sama, maka pergeseran bintang serta perpindahannya dari satu titik ke titik lain, tidak dapat lagi dijadikan sebagai petunjuk, karena dengan perantara peredaran bintang-bintang, sesuatu yang terjadi didunia ini dapat diungkap [dan diketahui]. Demikian pula, jika seluruh bintang-bintang senantiasa bergeser dan berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, maka mereka tidak akan memiliki ciri khas dan posisi tertentu untuk dapat diindentifikasi, karena sesuatu yang selalu bergerak hanya dapat dikenali jika di antaranya terdapat sesuatu yang tetap. Sebagaimana layaknya seseorang yang sedang menempuh perjalanan [yang pindah dari satu daerah ke daerah lain], lantaran daerah-daerah itulah arah perjalannya dapat diketahui. Maka dari itu, jika bintang-bintang hanya memiliki satu sistem pergerakan, maka keserasian, keberaturan dan segala manfaat dari perputarannya akan sirna, seandainya hal ini terjadi, barulah seseorang dapat mengatakan bahwa pergerakan bintang-bintang terjadi hanya secara kebetulan, tidak beraturan, sia-sia serta tidak memiliki tujuan.
          Singkatnya, perbedaan sistem bergerakan bintang-bintang dan juga manfaat serta maslahat yang terkandung didalamnya, merupakan bukti yang jelas bahwa bintang-bintang tersebut [telah diatur] dengan penuh kebijakan dan perhitungan.
 
Sebagian Manfaat dari Keberadaan Bintang
          Perhatikanlah sebagian bintang-bintang yang hanya akan tampak pada masa tertentu dan sembunyi di masa tertentu pula, seperti; bintang Tsurayya (Kartika), bintang Gemini dan bintang Canopus! Sesungguhnya jika seluruh bintang-bintang tersebut tampak pada saat yang bersamaan, maka tidak satupun darinya yang dapat dijadikan sebagai sarana petunjuk arah, sehingga tidak ada lagi manfaat dari tampak dan tersembunyinya bintang taurus dan bintang gemini yang biasa dimanfaatkan oleh orang-orang untuk menjalani sebagian aktifitasnya.
          Oleh karena itu, bintang-bintang tersebut tidak akan muncul atau sembunyi secara bersamaan, namun masing-masing darinya akan muncul dan bersembunyi [secara bergantian], sehingga orang-orang dapat memanfaatkan keberadaan masing-masing dari bintang tersebut. Bintang kartika beserta sejumlah bintang bagiannya, tidak akan tampak dan sembunyi pada saat-saat tertentu, kecuali ada maslahat tertentu. Demikian pula dengan galaksi Ursa mayor yang selalu tampak [di langit] lantaran ada maslahat tertentu, dimana sekumpulan bintang-bintang ini dapat dijadikan sebagai alat petunjuk arah bagi orang-orang -baik yang sedang berada di lautan atau yang di darat- disaat mereka tidak dapat mengetahui arah perjalanannya. Sekumpulan bintang-bintang ini tidak pernah sembunyi, sehingga pada malam hari orang-orang akan dapat melihatnya dan menjadikannya sebagai alat petunjuk arah jalan mereka kapan saja mereka kehendaki dan kemana saja mereka akan pergi. Dengan demikian kedua perkara ini [mucul dan sembunyinya bintang-bintang] mengandung maslahat tertentu. Selain itu, keberadaan bintang-bintang tersebut pun memiliki beragam manfaat lainnya, dimana dengan perantaranya, dapat diketahui kapan saat yang cocok untuk melakukan sebagian pekerjaan, seperti; membajak tanah, bercocok tanam, melakukan perjalanan -baik melalui laut atau darat-, dan juga kejadian-kejadian yang akan terjadi pun dapat diperkirakan, seperti; turunnya hujan, [arah hembusan] angin, cuaca panas dan cuaca dingin.
          Dalam perjalanan malam hari, orang-orang biasa memanfaatkan sinar bintang untuk menghindar dari daerah-daerah yang berbahaya atau gelombang ombak yang besar. Sungguh dengan berterbangannya bintang-bintang dilangit -yang mana posisinya terkadang berada depan dan terkadang dibelakang, pada satu saat muncul dan disaat yang lainya bersembunyi-, banyak hikmah dan maslahat yang terkandung didalamnya.
          Bintang-gemintang ini bergerak dengan kecepatan yang amat tinggi jauh dari apa yang dibayangkan. Seandainya matahari, bulan dan bintang-gemintang berada dekat dengan kita sehingga kita dapat mengetahui betapa cepat gerakan yang dimilikinya, apakah kecepatan gerakannya dan kekuatan cahayanya yang menyambar bagaikan kilatan petir, tidak akan merusak penglihatan seseorang dan mengakibatkannya menjadi buta? Jika sekelompok orang berkumpul didalam sebuah kubah (ruangan tertutup) yang sekelilingnya dipenuhi dengan lampu-lampu yang memiliki sinar yang kuat, ketika seluruh lampu-lampu ini dinyalahkan secara bersamaan, maka sinar lampu-lampu ini akan menyilaukan pandangannya sehingga merekapun akan menundukkan wajahnya.
          Perhatikanlah bagaimana jalur perputaran dan pergerakan planet-planet tersebut telah ditakdirkan berada di tempat yang sangat jauh, sehingga tidak akan membahayakan penglihatan seseorang atau menyebabkannya menjadi buta. Planet-planet ini bergerak dan berputar dengan sangat cepat sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan. Bintang-bintang pun memiliki sepercik cahaya yang dapat sampai ke kita, sehingga jika di satu malam bulan tidak tampak, kitapun masih bisa melihat [sesuatu disekitar kita] dan juga kita dapat melakukan sesuatu jika diperlukan atau pada saat-saat darurat. Terkadang pada kondisi tertentu, seseorang terpaksa harus menelusuri kegelapan malam, seandainya disaat itu tidak ada sedikit pun cahaya yang menerangi jalannya, bagaimana mungkin ia dapat beranjak dari tempatnya [dan menempuh perjalanannya].
          Lihatlah keagungan dan kebesaran yang terkandung dalam keberaturan ini, dimana Allah Swt telah menjadikan malam pada masa tertentu karena kebutuhan makhluk-Nya, namun di tengah kegelapan yang pekat, Dia juga menciptakan sepercik cahaya demi kemaslahatan dan kepentingan yang telah disebutkan di atas.
 
Matahari, Bulan, Planet-planet dan Bintang-bintang Merupakan Argumen akan Keberadaan Sang Pencipta
          Perhatikanlah tata surya ini! Dengan matahari, bulan, planet-planet dan bintang-gemintangnya! Bagaimana planet-planet tersebut senantiasa berputar di jagat raya, yang mana keberaturan yang amat cermat ini telah menciptakan pergantian malam dan siang serta tibanya empat musim [dalam setahun], sehingga bumi beserta segala penghuninya -berupa manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan- dapat memperoleh manfaat dari keberadaan mereka sebagaimana yang telah aku jelaskan.
          Apakah belum jelas bagi orang-orang yang berakal sehat, bahwa pengaturan yang amat cermat dan penuh perhitungan ini, adalah hasil ciptaan sang Pencipta yang Mahakuasa dan bijaksana?
          Jika seseorang berkata; bahwa perputaran serta pergerakan [planet-planet tersebut] terjadi begitu saja secara kebetulan. Kita katakan; mengapa Anda tidak mengatakan demikian pada sebuah kincir angin yang dirancang sedemikian rupa sehingga ia akan terus berputar [memompa air] untuk mengairi kebun-kebun yang penuh dengan pepohonan dan tumbuhan?
          Seandainya ada seseorang yang mengatakan bahwa alat ini ada dan muncul secara kebetulan, maka apakah tanggapan masyarakat dan apa yang akan mereka katakan jika mereka mendengar ucapan ini? Bagaimana Anda dapat mengatakan bahwa kincir air -yang dibuat dengan sederhana dan hanya untuk maslahat sebidang tanah- tidak akan muncul tanpa ada yang membuatnya. Akan tetapi perputaran [planet-planet] yang sangat agung yang telah dirancang dengan cermat -yang jauh di atas kemampuan manusia- demi maslahat seluruh belahan bumi beserta segala isinya, dengan segala [manfaat] yang dimilikinya, Anda katakan bahwa semua ini terjadi tanpa ada yang menciptakannya dan yang mengaturnya? Jika perputaran [planet-planet ini] dapat mengalami kerusakan seperti yang biasa terjadi pada alat-alat yang digunakan manusia untuk mengerjakan sesuatu, apakah manusia memiliki keahlian atau kemampuan untuk memperbaikinya?
 
Kadar Siang dan Malam Hari
          Wahai Mufaddhal! Renungkanlah kadar waktu siang dan malam! Bagaimana ia telah dibatasi dengan kadar waktu tertentu demi kemaslahatan para makhluk yang ada. [biasanya] Panjang waktu malam dan siang hari tidak melebihi dari lima belas jam. Pernahkah kau bayangkan apa yang akan terjadi jika masa siang hari memanjang sampai seratus atau dua ratus jam? Apakah kondisi seperti ini tidak akan membinasakan seluruh makhluk hidup baik manusia, hewan atau tumbuhan? Jika siang hari memiliki waktu yang sangat panjang seperti ini, maka hewan tidak akan berhenti berkeliaran untuk mencari makanannya, dan manusia pun tidak akan bekerja dan beraktifitas, dimana hal ini dapat membinasakan mereka. Selain itu tumbuh-tumbuhan lantaran sinar matahari yang senantiasa menerpanya, mereka akan mengering serta terbakar dan binasa.
          Demikian pula seandainya malam hari memiliki batas waktu yang sangat panjang, maka kondisi seperti ini akan menghalangi manusia dan hewan-hewan untuk berupaya guna memenuhi kehidupannya, sehingga mereka akan mati kelaparan. Pohon-pohon pun tidak akan mendapatkan cahaya matahari, sehingga ia akan menjadi busuk dan rusak, sebagaimana yang engkau temukan pada kondisi tumbuhan yang diletakkan pada tempat yang hampa dari sinar matahari.
 
Manfaat Cuaca Panas dan Dingin
          Perhatikanlah cuaca panas dan dingin, bagaimana keduanya [datang silih berganti] menyelimuti bumi ini! Dua cuaca ini -dengan naik turun derajatnya- merupakan faktor munculnya empat musim dalam satu tahun, [yang mana semua ini terjadi] demi kemaslahatan bagi manusia dan seluruh makhluk lainnya.
          Cuaca dingin dan panas bagaikan alat penyamak tubuh yang berguna untuk menguatkan serta mengokohkan badan. Seandainya cuaca dingin dan panas tidak ada, maka tidak ada akan ada lagi yang dapat menyegarkan dan memanaskan tubuh, dan tubuh pun akan mengalami kerusakan dan akan binasa.
          Perhatikanlah, bagaimana keduanya datang silih berganti secara berangsur-angsur! Pada masa tertentu derajatnya akan menurun sedikit demi sedikit, dan pada waktu yang lain derajatnya akan naik dengan pelahan-lahan, sehingga [pada akhirnya] naik dan turunnya temperatur cuaca akan sampai pada batas akhirnya. Seandainya dua cuaca ini datang secara tiba-tiba, maka hal akan berdampak buruk bagi tubuh dan akan menyebabkannya menjadi sakit. Seperti halnya jika salah satu dari kalian keluar dari satu ruangan yang sangat panas dan langsung memasuki ruangan yang sangat dingin, jelas tindakan ini dapat berdampak buruk baginya dan dapat mengakibatkan dirinya sakit.
          Oleh karena itu, Allah Swt telah mengatur kedua cuaca ini –agar datang silih berganti secara gradual- menjaga keselamatan dan kesehatan para makhluk-Nya. Jika realitas ini terjadi tanpa pengturan dan rancangan, lantas mengapa cuaca [panas dan dingin] tidak datang secara tiba-tiba, akan tetapi keduanya datang silih berganti secara berangsur-angsur sehingga dapat menjamin keselamatan seluruh makhluk?
          Jika seseorang mengatakan; bahwa pergantian cuaca yang terjadi secara berangsur-angsur ini, lantaran pergerakan matahari yang juga terjadi secara gradual, serta jaraknya yang terkadang mendekat dan menjauh dari bumi. Kita tanyakan kembali kepadanya; apakah yang menyebabkan berangsur-angsurnya gerakan matahari serta mendekat dan menjauhnya dari bumi? Jika dikatakan bahwa berangsur-angsurnya pergeseran matahari dikarenakan jauhnya jarak antara ufuk timur dan ufuk barat, kita tanyakan kembali; apakah faktor yang mengakibatkan hal ini terjadi [jauhnya jarak antara ufuk barat dan timur]? Apapun jawaban yang diberikan, pertanyaan ini akan selalu dapat dilontarkan “Mengapa dapat terjadi demikian?”
           Hingga pada akhirnya kita akan sampai pada kesimpulan, bahwa alam semesta ini dapat bergerak dengan penuh dengan keberaturan dan mengandung tujuaan tertentu.
          jika tidak ada cuaca panas, maka buah-buahan yang keras dan pahit tidak akan dapat matang dan memiliki rasa yang lezat. Jika tidak ada cuaca dingin, maka tanaman tidak akan membuahkan hasil, biji-bijian tidak akan tumbuh lebat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pokok manusia dan segala benih-benih pohonan yang ditaburkan di tanah pun tidak akan dapat tumbuh.
          Tidakkah engkau melihat, bahwa cuaca ingin dan panas dengan segala manfaat dan faedah yang terkandung didalamnya, namun ia dapat menyebabkan tubuh seseorang menjadi lemah dan sakit? Sungguh di dalamnya terdapat ibrah dan hikmah bagi orang-orang yang berfikir! Fenomena ini merupakan bukti bahwa ia (cuaca dingin dan panas) dilahirkan dari pengaturan Zat yang Mahabijaksana, demi kemaslahatan alam dan segala yang ada di dalamnya.

Sebagian Manfaat Angin
          Wahai Mufaddhal! Aku akan mengabarkan kepadamu tentang angin beserta karakter yang dimilikinya. Tidakkah kau melihat, seandainya angin tidak berhembus, maka akan banyak musibah yang akan terjadi. Seluruh makhluk hidup [yang ada di bumi] akan terancam oleh kematian, orang-orang yang sehat akan menjadi sakit dan orang-orang yang sakit akan mengalami kematian, buah-buahan akan rusak dan tumbuh-tumbuhan akan membusuk, wabah penyakit akan menyebar, makanan-makan pokok pun akan rusak.
          Oleh karena itu, hembusan angin merupakan hasil ciptaan Zat yang masa bijaksana yang diciptakan demi kemaslahatan para makhluk-Nya.
 
Antara Udara dan Suara
          Aku akan mengabarkan kepadamu akan manfaat lain dari udara (angin). Sesungguhnya suara yang dihasilkan dari getaran atau bergesekan sesuatu ini, akan diantarkan oleh udara hingga dapat sampai ke telinga seseorang. Manusia senantiasa berbicara sepanjang siang hari dan di sebagian malam untuk memenuhi segala kebutuhannya. Seandainya suara yang keluar dari mulut mereka ini menetap diudara seperti layaknya tulisan yang tetap diatas kertas, maka dunia (udara) ini akan dipenuhi dengan suara-suara tersebut, dan hal ini jelas akan merugikan dan berdampak buruk untuk manusia. Selain itu mereka pun harus selalu mengganti dan memperbaharui suara-suara mereka melebihi kertas-kertas yang mereka ganti [ketika mereka menulis], karena lafadh-lafadh yang dihasilkan dari ucapan seseorang lebih banyak dari pada lafadh-lafadh yang dihasilkan dari tulisannya. Oleh karenanya, Pencipta yang amat bijaksana dan angung telah menciptakan udara ini bagaikan kertas yang lembut yang dapat menjadi sarana pengantar gelombang suara, sehingga segala kebutuhan seluruh makhluk-Nya dapat terpenuhi. Dan dengan sendirinya suara-suara ini akan lenyap dan udara pun akan kembali menjadi jernih, hal ini akan terus berlanjut tanpa henti.
          Petiklah hikmah dan ibrah (pelajaran) yang terkandung pada udara serta manfaatnya! Sesungguhnya ia adalah sumber kehidupan bagi tubuh [manusia] dengan benafas dan menghirup udara, tubuh akan dapat bertahan hidup.
          Udara dapat mengantarkan gelombang suara dari jarak yang jauh, iapun dapat membawa bau yang semerbak dari satu tempat ke tempat yang lain. Tidakkah kau perhatikan bahwa aroma sesuatu dapat tercium dari arah datangnya angin, demikian pula halnya dengan suara.
          Tidakkah engkau ketahui bahwa udara yang panas dan dingin telah diciptakan untuk kemaslahatan alam semesta, dan angin yang berhembus pun merupakan bagian dari udara. Hembusan angin selain dapat menyegarkan tubuh, ia pun dapat mengantarkan awan dari satu tempat ke tempat lainnya sehingga awan-awan dapat berkumpul padat yang akan menimbulkan hujan yang bermanfaat bagi seluruh kehidupan. Di saat turunnya hujan hembusan angin akan menyebarkan awan-awan, menerpa pepohonan, menggerakkan perahu-perahu, melindungi makanan [agar tidak rusak], mendinginkan air, memadamkan api dan mengeringkan segala sesuatu yang lembab. Singkatnya ia merupakan sumber kehidupan segala yang ada di permukaan bumi. Seandainya angin tidak berhembus maka tanaman, manusia dan hewa-hewan akan mati dan segala sesuata akan rusak dan binasa.
 
Bentuk Bumi
          Wahai Mufaddhal! Perhatikanlah bagaimana Allah Swt telah menciptakan empat unsur asli ini (tanah, air, udara dan api) agar segala yang dibutuhkan oleh makhluk-Nya dapat terpenuhi. Salah satu dari [nikmat] itu ialah, permukaan bumi yang sangat luas ini. Jika permukaan bumi tidak luas seperti ini, bagaimana ia dapat menampung tempat tinggal seluruh manusia serta perkebunan dan persawahannya, juga tempat-tempat gembalaan, hutan-hutan yang dipenuhi dengan pepohonan, gurun sahara yang terbentang luas, tambang-tambang bumi yang berharga dan penuh dengan manfaat?
          Mungkin orang-orang yang tidak mengetahui akan manfaat dari sahar-sahara yang kering dan tanah-tanah yang tandus yang membahayakan, akan bertanya-tanya “apakah manfaat dari semua ini?”. Ketahuilah: bahwa itu semua merupakan tempat tinggal hewan-hewan buas dan lahan tempat mereka mencari makanan.
Selain itu, seandainya didaerah tertentu terjadi konflik sehingga memaksa penduduknya untuk meninggalkan daerah tersebut, maka mereka dapat mengungsi dan pergi menuju gurun dan sahar tersebut. Berapa banyak gurun-gurun dan lahan tandus yang telah berubah menjadi istana-istana dan surga-surga lantaran berpindah dan menetapnya orang-orang di kawasan tersebut? Seandainya bumi ini tidak luas, maka lingkup kehidupan manusia akan terasa sangat sempit, dan jika terjadi konflik tertentu yang memaksa mereka untuk meninggalkan tanah air mereka, maka mereka tidak akan menemukan tempat yang layak [sebagai tempat pengungsian mereka].
          Demikian pula perhatikanlah bentuk penciptaan bumi ini! Bumi telah diciptakan dengan kondisi yang tenang seakan-akan ia hanya tetap dan sama sekali tidak bergerak, sehingga layak untuk menjadi tempat tinggal dan menetapnya sesuatu. Manusia pun dapat memenuhi segala kebutuhannya, dapat duduk dengan tenang, dapat tidur dengan nyenyak dan melakukan segala aktifitasnya dengan leluasa.
          Jika bumi tidak tenang dan senantiasa bergetar, maka manusia tidak akan dapat mendirikan bangunan, memahat kayu dan mengerjakan seluruh industri lainnya, bahkan mereka pun tidak akan dapat hidup dengan mudah di muka bumi ini. Lihatlah kondisi manusia ketika terjadi gempa bumi! meskipun ia hanya terjadi beberapa saat saja, namun orang-orang akan segera berlarian meninggalkan rumah dan tempat tinggal mereka.
          Jika seseorang berkata; Mengapa gempa bumi harus terjadi? Kita jawab: bahwa terjadinya gempa bumi serta musibah lainnya, merupakan peringatan bagi manusia agar mereka tidak lupa dan merasa takut, sehingga mereka menjauhi segala perbuatan maksiat. Demikian juga halnya segala musibah dan bencana yang menimpa jiwa dan harta mereka, yang mana [dibalik semua ini] terkandung maslahat, rahmat dan pengampunan untuk diri mereka.
          jika yang tertimpa [musibah] adalah orang-orang yang saleh, maka bagi mereka akan digantikan dengan pahala serta nikmat di akhirat yang tidak dapat dibandingkan dengan kenikmatan yang ada di dunia. Terkadang bencana (azab) diturunkan di dunia ini guna maslahat seluruh atau sekelompok dari manusia.
          Selain itu, bumi telah diciptakan oleh Allah SWT dengan memiliki tabiat yang dingin dan kering. Demikian halnya dengan batu. Yang menjadi perbedaan antara batu dan tanah ialah batu [memiliki tabiat] lebih kering dari pada tanah. Pernahkan engkau bayangkan seandainya seluruh permukaan bumi ini keras seperti batu, apakah pepohonan yang merupakan sumber makanan bagi manusia dan hewan-hewan, akan dapat tumbuh di permukaannya? Apakah dengan kondisi seperti ini, tanah dapat dibajak atau didirikan bangunan diatasnya? Tidakkah kau melihat bahwa tanah tidak kering dan keras seperti batu, akan tetapi ia telah diciptakan dengan kondisi seperti ini -yang lembut dan lunak- agar ia dapat di oleh untuk menjadi sumber kehidupan.
 
Manfaat dari Air dan Faktor Melimpahnya
          Salah satu dari rancangan Allah Swt dalam penciptaan bumi ini, ialah pemukaan bumi bagian utara biasanya memiliki dataran yang lebih tinggi dibanding dengan bagian selatan. Mengapa Allah Swt telah menciptakan bumi dengan rancangan seperti ini? Tidak lain adalah, supaya air dapat mengalir di atas pemukaan bumi serta dapat menyiraminya dan ia pun dapat mengalir dan tumpah ke lautan.
          Sebagaimana sebuah atap [rumah], yang mana salah satu bagiannya dibuat agak tinggi dan sisi lainnya agak lebih rendah, supaya air dapat mengalir dan tidak tergenang di atasnya. Demikian pula bagian utara pemukan bumi telah diciptakan lebih tinggi dari bagian selatan lantaran faktor yang serupa. Seandainya tidak dirancang seperti demikian, maka air akan menetap dan tergenang di sebagian permukaan bumi, yang akan mengakibatkan orang-orang tidak akan dapat memperoleh manfaat darinya, dan jalan-jalan pun akan terputus.
          Demikian pula seandainya air tidak memiliki kapasitas yang berlimpah, serta tidak selalu terus mengalir dari mata air sehingga tidak dapat memenuhi sungai-sungai dan parit-parit, maka ia tidak akan dapat menjamin seluruh kebutuhan manusia, seperti; minum, memberi minum hewan peliharaan, mengairi sawah-sawah dan ladang. Dan juga untuk kehidupan hewan-hewan buas, burung-burung, binatang-binatang liar serta ikan-ikan pun tidak akan memiliki tempat untuk hidup, dan berbagai manfaat lainnya yang engkau ketahui akan tetapi engkau lengah akan kebesaran dan keagungannya.
          Seperti yang telah aku jelaskan, bahwa air merupakan sumber kehidupan bagi seluruh makhluk hidup yang ada di muka bumi ini. Oleh karenanya ia pun memiliki rasa yang tawar dan segar yang dapat menyegarkan dahaga orang yang meneguknya.
          Dengan air, tubuh kita serta berbagai barang lainnya dapat dibersihkan dari segala kotoran, tanah dapat disirami dan diolah hingga layak untuk dijadikan tempat gembalaan atau lahan bekerja, api yang melahap rumah, harta serta membahayakan jiwa seseorang dapat dipadamkan, orang yang sedang lelah dengan mandi atau berendam di air dapat kembali menjadi segar, serta masih banyak lagi manfaat lainnya yang dapat engkau ketahui takala engkau membutuhkannya.
          jika engkau ragu akan manfaat air laut yang sangat banyak dan berlimpah, dan engkau mengatakan; apakah manfaat yang terkandung di dalamnya? Ketahuilah! Bahwa ia merupakan tempat tinggal ikan-ikan serta hewan-hewan laut lainnya yang tak terhitung jumlahnya, dan di dalamnya juga terdapat mutiara-mutiara, batu-batu Yaqut (Ruby), Ambar (jenis minyak wangi yang diambil dari ikan) dan berbagai macam kekayaan alam lainnya yang dapat dikeluarkan dari lautan. Selain itu, ditepi-tepi laut dapat ditumbuhi dengan pepohonan Gaharu (Cendana) -yang memiliki aroma yang semerbak yang dapat dibuat minyak wangi- dan [pepohonan lainnya] yang berguna untuk membuat obat.
          Lautan pun merupakan kendaraan bagi para pedagang yangmana dengan menempuh jalur laut, mereka dapat memindahkan barang-barang dagangannya dari satu daerah yang sangat jauh. Dengan mengarungi lautan, mereka dapat membawa barang-barang dari negeri Cina ke Irak demikian [sebaliknya] dari negeri Irak ke Cina.
          Tidak diragukan lagi, seandainya air laut tidak dapat dijadikan sebagai sarana untuk membawa barang-barang dan semua barang harus dibawa dengan cara dipikul, maka barang-barang tersebut tidak akan dapat dipindahkan dari tempatnya dan akan tetap berada di tangan pemiliknya. Karena biaya pengangkatan dan pemindahan barang-barang tersebut akan melibihi harganya, sehingga tidak ada seorang pun yang ingin memindahkannya [ke daerah yang jauh], dan hal ini akan berdampak:
1.     Akan banyak barang-barang yang berharga dan bermanfaat yang tidak dapat tersalurkan ke tangang orang-orang yang memerlukannya.
2.     Akan banyak orang-orang yang akan kehilangan mata pencahariannya yang dihasilkan dari perdagangan dan pengiriman barang-barang.
 
Manfaat udara yang Memenuhi Bumi ini
          Demikian juga halnya dengan udara, seandainya ia tidak padat dan tidak memenuhi [ruang-ruang bumi ini] maka manusia pun akan merasa sesak tercekik asap dan uap, [serta tanpa adanya udara] uap yang ada pun tidak dapat berubah menjadi awan atau kabut. Penjelasan lebih lanjut tentang udara telah diterangkan sebelumnya.
 
Api dan Manfaatnya
          Seandainya api memiliki karakter yang sama seperti angin dan air yang dapat menyebar [ke seluruh penjuru bumi], maka dunia ini dan seisinya pun akan terbakar. Namun dikarenakan ia mengandung banyak manfaat dimana pada saat tertentu manusia sangat membutuhkannya, maka ia telah diciptakan secara tersimpan dalam jisim-jisim (objek-objek) tertentu, sehingga ia dapat diperoleh takala diperlukan. Api memiliki karakter dapat menyambar dan menyala pada lampu minyak dan kayu bakar sesuai dengan kapasitas yang dibutuhkan, dan juga [ia tidak diciptakan] dengan karekter seperti air dan udara sehingga ia terhalang untuk melahap dan membakar segala sesuatu. Namun ia [diciptakan] dengan kondisi dan kapasitas tertentu, sehingga selain ia dapat memenuhi berbagai kebutuhan manusia, iapun tidak akan mendatangkan kerugian bagi mereka.
          Selain itu, api pun memiliki karakter lainnya, dimana hanya manusialah yang dapat menggunakan dan memanfaatkannya, karena memang hanya manusialah yang memerlukannya, yang mana tanpa keberadaan api kehidupan sehari hari manusia akan terasa sangat sulit. Adapun [kehidupan] hewan-hewan tidak memerlukan keberadaan api, dan juga tidak membutuhkan manfaat darinya. Oleh karenanya, berdasarkan takdir Ilahi ini [dimana Dia telah menciptakan manusia selalu membutuhkan api dalam kehidupan sehari-harinya], maka manusia pun telah dibekali dengan tangan-tangan serta jari-jari yang layak untuk membuat dan menyalahkan api, yang mana fasilitas ini tidak diberikan kepada hewan-hewan. Namun sebagai gantinya hewan-hewan telah dibekali dengan kekuatan yang lebih (kekebalan tubuh) sehingga mereka tidak akan mengalami kesulitan seperti yang manusia alami takala api tidak ada.
          Sekarang aku akan mengabarkan kepadamu akan peranan dan fungsi api, yang tampak seperti suatu yang sepele namun pada kenyataannya ia sangatlah berharga. Sesuatu yang sepele ini tidak lain adalah lampu-lampu yang digunakan orang-orang, sehingga mereka dapat menjalani kehidupan mereka di malam hari. Seandainya tidak ada api, maka –di malam hari- orang-orang akan merasakan seperi hidup di dalam kuburan yang gelap gulita. Pada kondisi seperti ini, siapakah yang dapat membaca juga menulis? Dan siapakah yang dapat merenung pada malam hari? Dan jika di malam hari ada seseorang yang menderita sakit parah yang membutuhkan obat dan pengobatan, apakah yang dapat dilakukan untuknya? Demikian juga, dalam mamatangkan makanan, menghangatkan badan, mengeringkan sesuatu, mengolah sesuatu dan lain sebagainya, tidak diragukan lagi api memiliki peranan yang sangat besar dan sangat jelas sehingga tidak perlu lagi untuk dijelaskan.
 
Turunnya Hujan pada Masa-masa Tertentu dan Manfaat dari Perubahan Cuaca
          Wahai Mufaddhal! Perhatikanlah hujan yang turun dan berhenti pada saat tertentu demi kemaslahatan dunia ini! Seandainya hujan turun tanpa henti atau sebaliknya [hujan tidak pernah turun], maka hal ini akan mengakibatkan kerusakan dan kerugian. Apakah engkau tidak melihat jika hujan turun terus-menerus, maka tumbuh-tumbuhan dan sayur-sayuran akan mengalami kerusakan, tubuh hewan-hewan akan menjadi lemah, udara akan menjadi dingin, berbagai macam penyakit akan menjangkit dan mewabah, jalan-jalan serta jembatan-jembatan akan menjadi rusak.
          Begitu juga jika cuaca selalu terang [tidak pernah turun hujan], maka tanah akan menjadi kering, tumbuh-tunbuhan akan terbakar dan mata-mata air akan tersumbat, jelas keadaan seperti ini akan merugikan menusia. Selain itu, udara yang kering pun akan banyak menimbulkan berbagai macam penyakit.
          Lain halnya jika kedua cuaca ini datang silih berganti, maka temperatur udara pun akan selaras [tidak akan terlalu dingin atau terlalu panas], karena masing-masing cuaca ini akan mencegah dampak buruk yang dapat ditimbulkan oleh salah satu darinya, sehingga segala sesuatunya akan berjalan dengan baik dan normal.
          jika ada seseorang yang berkata; Mengapa kedua cuaca ini tidak dirancang sedemikian rupa sehingga tidak dapat menimbulkan kerugian? Jawabnya ialah; supaya [di dunia ini] manusia dapat mengalami sakit dan kesulitan, yang dapat menjauhkannya dari perbuatan maksiat. Sebagaimana orang yang sedang sakit membutuhkan obat yang pahit guna kesembuhannya, demikian pula halnya dengan seseorang yang semena-mena dan lalai, ia pun perlu merasakan kesulitan dan rasa sakit [yang dapat mengingatkannya], sehingga ia tidak akan terjerumus dalam kejahatannya dan dapat kembali ke jalan yang benar.
          Jika ada seorang raja yang membagikan emas dengan jumlah besar kepada rakyatnya, bukankah rakyatnya akan mengagungkan dan mengelu-elukannya? Padahal [apa yang dibagikannya itu] tidak ada nilainya dibanding turunnya hujan yang telah menyirami seluruh permukaan bumi, yang mana lantaran hujan inilah biji-bijian dapat tumbuh [hingga menjadi makanan pokok]. Sungguh ia lebih berharga dari seluruh emas dan perak yang ada di bumi ini.
          Apakah engkau tidak melihat bahwa sebutir air hujan merupakan nikmat yang besar dan sangat berharga, akan tetapi orang-orang lalai akan nikmat tersebut. Terkadang [turunnya hujan] telah menghalangi seseorang untuk memenuhi hajatnya, lantaran kebodohannya akan nikmat yang besar, ia merasa kecewa dan menganggap bahwa hajatnya lebih penting dibanding manfaat turunnya hujan, padahal turunnya hujan membawa maslahat dan kebaikan untuk dirinya, tidakannya ini lantaran kebodohannya akan peranan serta manfaat yang terkandung didalamnya.
 
Manfaat Turunnya Hujan dan Hikmah yang Terkandung di dalamnya
          Lihatlah manfaat turunnya hujan! Sesungguhnya ia telah ditakdirkan agar turun ke permukaan bumi dari tempat yang tinggi, sehingga ia dapat menyirami dataran-dataran yang tinggi. Seandainya ia memancar dari sebagian permukaan bumi, maka ia tidak akan dapat menyirami dataran yang tinggi, dan ladang perkebunan pun akan menjadi sedikit, tidakkah engkau melihat bahwa ladang yang diairi dengan air sungai [atau parit] lebih sedikit dibanding dengan ladang yang diairi dengan air hujan?
          Dengan turunnya hujan, tanah akan menjadi subur sehingga dataran bumi yang luas dan kawasan di kaki-kaki gunung dapat diolah dan dibajak sehingga akan menghasilkan panen dan produksi yang melimpah. Dan dengan adanya hujan, manusia –di negeri manapun ia berada- tidak perlu lagi menanggung beban pemindahan air dari satu tempat ke tempat lain, dan tidak akan ada lagi perselisihan dan pertengkaran yang terjadi di antara mereka lantaran masalah air, dan orang-orang yang mampu dan kuat pun tidak akan memonopolinya dan tidak memberikannya kepada orang-orang yang lemah.
          Selain itu, takala air hujan telah ditakdirkan untuk turun ke bumi ini secara berangsur-angsur, maka ia akan mengguyur bumi ini setetes demi tetes sehingga ia dapat merembas ke dalam tanah serta membahasahinya. Seandainya air hujan turun ke bumi ini dengan cara tumpah sekaligus [seperti layaknya airbah], maka selain ia tidak akan dapat merembes ke dalam tanah, ia pun dapat merusak ladang-ladang yang diterpanya. Oleh karenanya ia akan turun sebutir demi sebutir sehingga dapat menyuburkan tanah dan ladang-ladang yang disiraminya serta menumbuhkan benih-benih yang ada di dalamnya.
          Turunnya hujan mengandung manfaat lainnya seperti; melembabkan tubuh, membersihkan dan menjernihkan udara sehingga penyakit yang tersebar di udara yang kotor dapat terbasmi, ia pun dapat membasmi ulat yang menyerang tumbuh-tumbuhan serta pepohonan, dan masih banyak lagi manfaat lainnya.
          Jika seseorang berkata; bukankah pada musim-musim tertentu, derasnya hujan yang turun dapat menimbulkan berbagai kerugian? Apakah turunnya hujan es tidak akan merusak tumbuh-tumbuhan dan ladang-ladang? Dan juga uap yang diakibatkan darinya yang tersebar di udara, tidak akan menimbulkan penyakit pada tubuh dan menyebabkan kerusakan pada tumbuh-tumbuhan? Kita katakan: Ya! Memang terkadang hujan turun dengan sangat lebat dan berlebihan, dan itu pun untuk kemaslahatan manusia sediri, dimana dengan [bencana yang ditimbulkan oleh]nya dapat mencegah manusia untuk melakukan berbagai maksiat dan terus-menerus mengerjakannya. Pada kondisi seperti ini, kemaslahatan urusan agama dan akherat lebih diutamakan dibanding kerugian yang mungkin menimpa harta kekayaannya.
 
Manfaat Keberadaan Gunung
          Wahai Mufaddhal! Lihatlah gunung-gunung yang terdiri dari bebatuan dan tanah! Orang-orang yang lalai mengatakan; bahwa gunung-gunung yang ada adalah sesuatu yang berlebihan yang tidak ada manfaatnya. Padahal [pada kenyataannya] gunung-gunung tersebut banyak memiliki manfaat.
          Di puncak-puncak gunung [biasanya] dipenuhi oleh salju, sehingga orang-orang yang membutuhkannya dapat memperoleh manfaat darinya. Yang mana salju tersebut akan mencair dan mata-mata air pun akan memancarkan air yang berlimpah, sehingga air dapat berkumpul dan mengalir ke sungai-sungai serta parit-parit dan dikawasan pergunungan pun dapat ditumbuhi dengan pohon-pohon serta tumbuh-tumbuhan obat yang mana tumbuhan tersebut tidak dapat tumbuh di dataran rendah.
          Gunung-gunung juga merupakan gua-gua dan tempat persembunyian hewan-hewan buas yang berbahaya. Dengan adanya gunung-gunung, orang-orang dapat membuat benteng-benteng yang tinggi dan kokoh untuk menghalau musuh-musuh mereka.
          Bebatuan yang ada di gunung-gunungpun dapat digunakan untuk mendirikan bangunan-bangunan atau dijadikan sebagai batu gilingan. Demikian pula [di dasar-dasar gunung] banyak menyimpan kekayaan alam.
          Dan masih banyak lagi manfaat-manfaat yang dimiliki gunung-gunung yang mana hanya Sang Penciptanyalah yang mengetahui seluruhnya.
 
Tambang-tambang Bumi dan Kebutuhan Manusia
          Wahai Mufaddhal! Lihatlah tambang-tambang yang mengandung berbagai kekayaan bumi! Seperti; Kapur, Besi, Arsenic, Batubara, Batu Celak, Mercuri (air raksa), Tembaga, Timah, Perak, Emas, batu Zabarjad, batu Yaqut (Ruby), batu Zamrud (Emerald), serta beragam batu berharga lainnya. Demikian pula segala sesuatu yang dihasilkan dari dalam perut bumi, seperti; Aspal, Sulfat (belerang), minyak dan berbagai kekayaan alam lainnya, yang mana orang-orang senantiasa menggunakannya untuk memenuhi segala kebutuhannya.
          Apakah belum jelas bagi orang-orang yang berakal sehat dan dapat berfikir, bahwa segala kekayaan ini telah disimpan di dalam perut bumi untuk perbekalan manusia, sehingga takala mereka membutuhkannya, mereka dapat mengeluarkannya serta memanfaatkannya.
          Selain itu, kebanyakan orang-orang –dengan ketamakan dan keserakahan yang dimilikinya- mereka tidak memiliki keahlian yang memadai untuk mengeluarkan dan mengolah kekayaan alam tersebut. Karena jika [masing-masing] dari mereka memiliki kemampuan untuk mengolahnya, maka tidak diragukan lagi mereka akan terus mengeluarkan dan mengolahnya, sehingga perak dan emas akan menjadi banyak dan nilainya pun akan jatuh serta tidak lagi berharga di mata masyarakat.           Akibatnya emas dan perak tidak dapat lagi dijadikan sarana untuk berjual beli atau melakukan transaksi lainnya.
          Tidak akan ada lagi orang-orang yang akan datang kepada seorang raja dengan membawa emas dan perak untuk membayar pajak, dan juga tidak akan ada lagi orang yang akan mengumpulkannya untuk dibagikan kepada orang-orang yang lemah dan membutuhkan.
          Meskipun demikian, manusia telah dibekali dengan keahlian untuk membuat kuningan dari tembaga, dan membuat kaca dari pasir, perak dari timah dan emas dari perak, yang mana perkara ini tidak akan mendatangkan kerugian bagi mereka [meskipun hasil produksi ini banyak ditemukan].
          Perhatikanlah! Bagaimana manusia telah diberikan kemampuan untuk mencapai kehendaknya yang tidak berdampak buruk untuk mereka, namun mereka tidak dibekali keahlian untuk menggapai kehendaknya yang dapat merugikan diri mereka sendiri.
          Barang siapa yang menelusuri masuk ke tambang-tambang, maka ia akan sampai ke satu lembah yang besar yang dipenuhi air yang mengalir dengan sangat deras -dimana ia tidak akan mengetahui kedalamannya dan juga tidak mampu untuk menyebranginya-, dibalik lebah itulah terdapat gunung dari perak.
          Sekarang renungkanlah hikmat yang terkandung pada realitas ini! Sesungguhnya Allah Swt menghendaki agar hamba-hamba-Nya menyaksikan kekuasaan-Nya dan kekayaan-Nya yang luas, sehingga mereka mengetahui sendainya Dia menginginkan untuk memberikan gunung perak kepada manusia, Ia-pun mampu untuk melakukannya. Namun hal itu tidaklah maslahat bagi manusia, karena jika hal ini terjadi, maka nilai kekayaan-kekayaan alam akan jatuh dimata masyarakat, dan tidak akan membawa keuntungan buat mereka.
          Realitas ini dapat kita temukan; terkadang orang-orang membuat suatu barang yang bagus dan berharga. Barang tersebut akan tetap memiliki nilai yang tinggi jika jumlahnya sedikit dan sulit ditemukan, namun ketika jumlahnya telah menjadi banyak dan orang-orang pun banyak yang memilikinya, maka nilai barang tersebutpun akan jatuh dan harganya akan menurun. Singkatnya rendah dan tinggi harga sesuatu disebabkan julahnya yang sedikit.
 
Sebagian Manfaat dari Pepohonan
          Wahai Mufaddhal! Lihatlah pohon-pohon ini, beserta segala manfaatnya yang dapat menutupi kebutuhan manusia! Buah-buah yang dihasilkannya selain dapat dimakan, ia pun dapat dimanfaatkan sebagai makanan hewan peliharaan. Kayu-kayunya selain dapat digunakan sebagai bahan bakar, ia pun bermanfaat untuk bahan membuat beragam produksi. Selain itu, dedaunan, ranting-ranting, pongkolnya juga berguna untuk kebutuhan lainnya.
          Tidakkah engkau melihat seandainya buah-buahan yang biasa kita konsumsi, telah tersedia dan berada di atas tanah serta tidak tumbuh di antara ranting-ranting pohon, maka betapa banyak kerugian yang akan kita tanggung? Pada kondisi seperti ini meskipun kebutuhan kita akan buah-buahan telah terjamin, namun kita akan kehilangan berbagai mafaat dari kayu-kayu, kayu bakar, jerami dan semua yang tadi aku sebutkan, yang mana semua ini sangatlah penting dan berharga.
          Demikian pula tumbuhan dan pepohonan merupakan pemandangan yang sangat indah, dimana keindahannya tidak dapat dibandingkan dengan pesona alam lainnya.
 
Rahasia Berlimpahnya Biji-bijian
          Wahai Mufaddhal! Perhatikanlah biji-bijian yang selalu tumbuh dengan lebat! Satu butir biji dapat menghasilkan kurang lebih seratus butir bijian, dimana semestinya satu butir biji hanya dapat menghasilkan satu butir biji pula. Apakah faktor yang menyebabkannya dapat tumbuh lebat seperti ini? Tidak lain kecuali agar bahan-bahan pokok serta biji-bijian dapat tersedia dengan berlimpah, penghasillan dan mata pencaharian para petanipun dapat terjamin sampai masa panen berikutnya. Tidakkah engkau melihat jika seorang raja ingin memakmurkan negerinya, maka solusinya ialah, selain ia harus memberikan benih-benih yang bagus kepada rakyatnya untuk ditanam di ladang-ladang mereka, iapun harus menjamin kebutuhan hidup mereka hingga masa panen.
          Perhatikanlah bagaimana perkara yang bijak ini dapat engkau temukan pada penciptaan Allah Swt, diman berkat kesuburan yang dianugrahkannya, benih-benih dapat menghasilkan biji-bijian yang berlimpah. Sehingga, selain ia dapat menjamin kehidupan para penanamnya, iapun dapat menyediakan benih-benih yang dapat digunakan untuk bercocok tanam kembali.
          Demikian pula halnya dengan pepohonan lainya, yang dapat menghasilkan buah-buah dengan kapasitas yang berlimpah, dimana satu pongkol pohon dapat tumbuh ranting-ranting dan daun-daun serta buah-buahan yang melimpah. Mengapa demikian? Tidak lain kecuali agar orang-orang dapat memotong [kayunya] guna dimanfaatkan untuk kebutuhannya. Penebangan pohon-pohon tidak akan mengakibatkan kepunahan pohon tersebut, karena akar pohon akan tetap hidup dan tumbuh di dalam tanah. Seandainya akar pohon hanya menetap pada posisinya [di dalam tanah] dan tidak dapat tumbuh, maka orang-orang tidak akan dapat memotongnya untuk menutupi segala kebutuhannya. Juga jika hama tertentu menyerangnya, maka ia akan punah tanpa meninggalkan tunas.
 
Bentuk Biji-bijian
          Perhatikanlah bentuk biji-bijian, sepeti; biji adas (lentil-ing), kacang hijau, kacang buncis dan bijian lainnya! Biji-bijian tersebut tersimpan di dalam kulitnya yang dapat melindunginya dari kerusakan, sampai biji-bijian tersebut tumbuh dan menguat. Kulit biji-bijian bagaikan selaput pelindung janin. Biji gandum dan yang sejenisnya akan tumbuh didalam satu bungkusan yang kuat sementara di bagian atasnya terdapat tangkai-tangkai yang berfungsi untuk mencegah burung-burung untuk terus memakannya, sehingga tidak akan menimbulkan kerugian bagi para penanamnya.
          Jika seseorang berkata; apakah burung-burung tidak memakan gandum dan biji-bijian? Kita katakan: Ya! Mereka telah ditakdirkan demikian. Seekor burung juga merupakan makhluk Allah Swt, oleh karenanya Allah telah membekalinya dengan makanan yang tersedia di muka bumi ini. Adapun biji-bijian dijaga dengan demikian, supaya burung-burung tidak sekaligus memakannya yang akan membahayakan diri mereka sendiri. Sesungguhnya seekor burung jika ia mendapatkan sebutir biji yang sama sekali tidak memiliki pelindung, maka ia akan segera menegrap dan memakannya, dan ini akan mendorongnya untuk makan melebihi kapasitasnya yang dapat mengakibatkan kematiannya. Selain itu para petanipun tidak akan mendapatkan hasil panen tanamannya. Oleh karenanya biji-biji tersebut diselimuti dengan kulit yang akan menjaganya dan melindunginya, sehingga burung-burung akan memakannya sesuai dengan kebutuhannya. sebagian besar dari hasil panen yang ada pun dapat dinikmati oleh manusia, karena manusialah yang lebih layak untuk mendapatkannya, lantaran merekalah yang telah berjerih payah dalam menanam dan menyiraminya, dan juga mereka lebih membutuhkan biji-biji gandum tersebut dari pada burung-burung.
 
Pepohonan dan Tumbuh-tumbuhan
          Perhatikanlah penciptaan pohon-pohonan dan tumbuh-tumbuhan! Sebagaimana layaknya hewan-hewan, merekapun senantiasa membutuhkan makanan, namun di sisi lain, pohon-pohon tidak seperti hewan yang memiliki mulut yang biasa digunakan untuk mengambil makanannya. Oleh karenanya akar pohon akan menancap ke dalam tanah agar dapat menyerap makanan dan menyalurkannya ke ranting-ranting, daun-daun serta buah-buahnya. Dengan demikian, tanah bagaikan seorang ibu yang senantiasa merawat pohon, dan akar-akar bagaikan mulut-mulutnya yang menyuap makanan dari dalam tanah. Fenomena ini mirip seperti induk hewan yang sedang menyusui anak-anaknya.
          Tidakkah engkau perhatikan bahwa tiang-tiang kemah diikat dari segala arah sehingga ia dapat tegak berdiri serta tidak miring atau terjatuh. Demikian halnya dengan pepohonan, seluruh urat-urat dan akar-akarnya akan menancap dan masuk kedalam tanah dengan ke segala arah, sehingga ia dapat berdiri dengan tegak dan kokoh. Seandainya pepohanan tidak memiliki akar, maka bagaimana pohon Kurma yang tinggi dan pohon-pohon yang besar lainnya dapat bertahan dari terpaan angin topan?
          Lihatlah kebijakan yang terdapat dalam penciptaan Allah SWT, yang jauh lebih dahulu dari keahlian manusia dalam membuat sesuatu, yang mana mereka telah terinspirasi darinya [penciptaan Allah] untuk membuat dan mengokohkan kemah-kemah. Rancangan seperti ini telah terdapat pada penciptaan pohon-pohon jauh sebelum mereka [merancang sebuah kemah], karena penciptaan tumbuh-tumbuhan jauh lebih dahulu sebelum pembuatan kemah-kemah. Apakah engkau tidak melihat bahwa tiang-tiang dan penyanggah kemah terbuat dari kayu pepohonan. Dengan demikian industri [yang dihasilkan manusia] telah terilhami dari penciptaan yang ada.

Penciptaan Dedaunan serta Kriteria yang Dimilikinya
          Wahai Mufaddhal! Sekarang perhatikanlah bentuk penciptaan daun-daunnan! Sebagaimana yang engkau lihat bahwa seluruh permukaan daun dipenuhi dengan serat-serat yang menyerupai urat-urat, sebagian dari urat-urat tersebut ada yang berukuran agak besar yang menjulur secara vertikal dan horizontal, dan sebagian lagi ada yang berkuran kecil dan halus yang tampak seperti dijahit dengan teliti di antara urat yang asli (yang berukuran agak besar).
          Seandainya manusia dengan tangan yang dimilikinya melakukan pekerjaan ini, maka dalam jangka waktu satu tahun pun, ia tidak akan mampu membuat meskipun satu lembar daun. Dan ketika mengerjakannya, ia akan memerlukan alat-alat, berbagai gerakan, daya upaya dan bercakap. Sementara di musim semi, dengan jangka waktu beberapa hari saja permukaan bumi, lautan, gunung-gunung dan gurun-gurun akan ditumbuhi dan dipenuhi dengan dedaunan. Yang mana proses ini terjadi semata-mata berdasarkan kehendak Allah Swt tanpa sedikit pun ucapan, kerja keras dan gerakan.
          Layak untuk engkau kehatui apa manfaat dari urat-urat daun yang sangat kecil dan haus tersebut! Urat-urat yang memenuhi dedaunan ini merupakan sarana untuk mengantar air dan zat makanan, mirip seperti urat-urat yang tersebar di seluruh tubuh yang dapat mengantarkan makanan ke seluruh bagian tubuh. Urat-urat inti daun yang berukuran agak besar [selain yang telah disebutkan] ia pun memiliki fungsi lainnya. Dimana dengan kekokohan yang dimilikinya, urat-urat tersebut dapat menjaga daun sehingga tidak lemah dan tidak mudah sobek. Sehingga engkau dapat melihat lembaran daun mirip seperti lembaran sesuatu yang dibuat dari kain yang sisi-sisinya dijepit dengan kayu agar menjadi kuat dan tidak bergetar. Singkatnya segala produksi [yang di hasilkan manusia] manggambarkan akan penciptaan Allah Swt, meskipun hasil produksi yang ada tidak akan menyerupai penciptaan secara sempurna.
 
Rahasia Biji Buah-buahan
          Perhatikanlah biji buah dan manfaat yang terkandung di dalamnya! Biji berada persis di bagian dalam buah sehingga ia dapat mengantikan possisi pohonnya jika terjadi sesuatu yang dapat menghalangi pertumbuhan [buah]. Posisi biji buah seperti sesuatu yang berharga dan penting, yang mana [sebagian darinya] diletakkan di tempat lain, sehingga jika terjadi sesuatu yang menimpanya, maka sebagian lainnya masih tersisa dan terjaga di tempat yang lain.
          Selain itu biji yang kuat dan keras dapat melindungi buah yang lembut. Seandainya tidak demikian, maka buah akan pecah dan mudah terkontaminasi serta akan cepat mengalami kerusakan. Sebagian dari biji buah dapat dimakan dan sebagian darinya dapat diolah menjadi minyak yang dapat digunakan untuk berbagai maslahat tertentu. [sekarang] Telah jelas bagi engkau akan manfaat dari biji buah.
          Sekarang perhatikanlah! Mengapa biji-biji dapat menghasilkan buah kurma dan buah anggur? Sebagai ganti dari buah Kurma dan Anggur yang lezat rasanya, mengapa biji tersebut tidak menghasilkan buah yang pahit, seperti Lotus, atau Sycamore? Tidak lain adalah untuk kemaslahatan dan kenikmatan manusia.
 
Pohon-pohon akan Kembali Tumbuh Setelah Mengalami Kematian
          Lihatlah keajaiban yang terdapat pada penciptaan pepohonan! Engkau melihat bahwa dalam setiap tahun, pohon-pohon akan mengalami kematian, akan tetapi secara alami sejumlah kalori masih terkandung pada kayu-kayunya yang akan menghasilkan benih-benih buah. Kemudian [benih-benih buah itu] akan menyebar ke seluruh bagian pohon, sehingga pepohonan dapat menyediakan untukmu berbagai macam buah-buahan yang lezat rasanya, sebagaimana layaknya seseorang yang menjamumu dengan berbagai makanan dan masakan yang enak rasanya. Engkau melihat ranting-ranting pohon bagaikan tangan-tangan yang menyodorkan buah-buahan segar kepadamu. Pongkol pohon, seakan-akan duduk dihadapanmu seraya memberikan hadian kepadamu. Siapakah yang telah mewujudkan sesuatu yang agung dan penuh dengan keberaturan ini? Tidak lain kecuali Sang Pencipta yang maha bijaksana. Mengapa [Ia menciptakannya] dengan demikian? Tidak lain kecuali agar manusia dapat memperoleh kenikmatan dan manfaat dari buah-buahan ini.
          Sungguh mengherankan! Manusia bukannya mensyukuri segala nikmat ini, namun mereka malah mengingkari Sang Pemberi nikmat.
 
Penciptaan Buah Delima yang Mengagumkan
          Petiklah hikmah yang terkandung dalam buah delima yang mengekspresikan akan rancangan yang cermat. Engkau dapat melihat sisi-sisi buah delima diselimti dengan gumpalan lemak, dan biji-bijinya tersusun dengan rapih seakan-akan ada tangan yang menyusunnya. Engkaupun dapat melihat biji-biji tersebut terbagi menjadi beberapa bagian, yang mana di setiap bagiannya dselimuti dengan selaput yang sangat lembut yang dibentuk dengan sangat cermat, juga seluruh permukaannyapun diselimuti dengan kulit yang kuat.
Merupakan suatu rancangan yang teliti dan cermat, bahwa buah delima tidak hanya berisi biji-biji semata [namun mengandung lemat dan selaput]. Seandainya didalam buah delima hanya terdapat biji-bijinya saja, maka jalur makanan menuju biji-bijinyapun akan tertutup. Oleh karenanya diantara biji-biji terdapat segumpalan lemak, yang mana biji-biji tersebut akan menyambung kepadanya dan menyerap zat makanan darinya. Tidakkah engkau melihat bahwa biji-biji Delima tumbuh diselimuti gumpalan lemak tersebut, kemudian mereka pun diselimuti dengan selaput yang dapat menyanggahnya, sehingga kokoh dan tidak dapat bergeser. Selain itu, permukaan buah Delima diselimuti dengan kulit yang kokoh dan kuat yang dapat melindungi biji-bijinya agar tidak mengalami kerusakan.
          Semua ini hanya sedikit contoh dari sekian banyak keajaiban yang dimiliki oleh buah Delima. Barang siapa yang ingin mempelajari masalah ini lebih dalam lagi, maka ia akan mendapatkan [keagungan] yang lebih dari ini. Namun apa yang telah aku utarakan kepadamu telah cukup sebagi bukti dan pelajaran.
 
Tanaman Merambat yang Lemah dan Buahnya yang Besar
          Wahai Mufaddhal! Perhatikanlah tanaman merambat dengan beragam hikmat yang dikandungnya! Jenis pohon ini memiliki buah-buah yang bebannya berat, seperti; buah Labu, Melon, Ketimun dan buah Semangka. Sesungguhnya takala jenis tanaman ini ditakdirkan untuk menghasilkan buah-buah ini, maka ia pun telah diciptakan untuk tumbuh dengan cara merambat di atas tanah. Seandainya pohon ini tumbuh dengan cara berdiri tegak sebagai mana pohon-pohon yang lain, maka ia tidak akan dapat menanggung beban buah-buahan yang berat ini, dan tangkainya akan patah serta rusak sebelum buah-buahnya masak dan sempurna.
          Lihatlah bagaimana tangkai tanaman ini merambat di atas tanah sehingga ia dapat meletakkan beban berat buah-buahnya tersebut diatas tanah. Juga engkau dapat melihat, satu pohon Labu atau Semangka, dengan merambat di atas tanah, ia dapat menghasilkan buah yang banyak yang tumbuh disekelilingnya, seakan-akan pohon tersebut adalah seekor induk kucing yang sedang dikelilingi oleh anak-anaknya yang sedang menyusu darinya.
 
Masa Panen Buah-buahan Akan Tiba Saat Orang-orang Membutuhkannya
          Perhatikanlah bagaimana berbagai pepohonan akan menghasilkan buah-buahnya disaat orang-orang membutuhkannya! Sebagai contoh; sebagian buah-buahan akan matang [dan dapat dipetik] di saat musim panas yang membakar, sehingga orang-orang akan berantusias untuk memakannya. Seandainya buah-buahan [yang biasa masak pada] musim dingin akan matang pada musim panas, maka orang-orang akan enggan memakannya lantaran buah-buahan ini akan berdampak buruk untuk tubuh mereka.
          Tidakkah kau perhatikan, terkadang buah Ketimun masak pada musim dingin, maka tidak akan ada yang ingin memakannya kecuali orang yang tidak peduli dengan apa yang dimakannya, apakah ia dapat menguntungkannya atau merugikannya.
 
Manfaat-manfaat yang Terkandung dalam Pohon Kurma
          Wahai Mufaddhal, perhatikanlah pohan kurma! Takala ia memiliki jenis betina yang membutuhkan reproduksi, ia pun telah dibekali dengan jenis jantan, sehingga meskipun tanpa pecangkokkan, proses reproduksinya dapat terealisasi. Pohon Kurma jantan layaknya seekor hewan yang jantan yang mengawini hewan betina agar dapat hamil sementara ia sediri tidak bisa hamil.
          Perhatikanlah pongkol pohon Kurma, bagaimana ia telah diciptakan! Engkau melihatnya dipenuhi dengan benang-benang dan serat-serat, seakan-akan ia adalah hasil jaitan sesorang. Yang mana hal ini telah menjadikan pongkol Kurma kuat dan kokoh, sehingga ia tidak mudah patah atau terbelah saat memikul pelepah-pelepahnya yang berat, dan juga ia tidak akan tumbang ketika diterpa oleh angin yang berhembus kencang. Pohon kurma sedemikian kokoh dan kuat sehingga ia dapat digunakan untuk membuat atap, jembatan dan lain sebagainya.
          Demikian pula halnya dengan kayu pohon Kurma, yang mana ia pun dipenuhi dengan serat-serat dan benang-benang yang saling mengikat. Kekokohan yang dimilikinya ini, tidak lain ialah agar dapat digunakan sebagai sarana untuk membuat sesuatu. Perhatikanlah! Seandainya ia tidak kokoh dan keras seperti batu, maka ia tidak akan dapat digunakan untuk membuat atap-atap, jendela-jendela, kursi-kursi, lemari-lemari dan lainnya.
          Salah satu keistemewaan yang dimiliki oleh kayu ialah, ia akan terapung di atas air dan tidak akan tenggelam. Semua orang telah mengetahui akan ciri khas kayu ini, akan tetapi mereka lalai akan besarnya hikmat yang terkandung di dalamnya. Seandainya kayu tidak memiliki karakter seperti ini, bagaimana kapal laut dan perahu-perahu lainnya dapat membawa beban yang beratnya seperti gunung? Bagaimana orang-orang dapat membawa barang-barang [dagangan] dari satu segeri ke negeri yang lain dengan mudah? Seandainya kayu tidak [memiliki karakter] seperti ini, maka orang-orang akan mengalami kesulitan untuk membawa barang-barang dagangan mereka, sehingga barang-barang tersebut akan menumpuk di satu negeri sementara di negeri lain barang-barang itu sama sekali tidak dapat di temukan.
 
Khasiat Tumbuh-tumbuhan Obat
          Perhatikanlah tumbuh-tumbuhan obat, yang mana masing-masing dari mereka memiliki khasiat untuk digunakan sebagai obat tertentu! Sebagian dari tumbuh-tumbuhan tersebut memiliki khasiat [dimana ramuannya] dapat menjalar ke persendian-persendian tubuh dan menghilangkan sel-sel tubuh yang berlebihan, seperti pohon Andewi. Sebagian yang lain berkhasiat dapat menguras cairan tubuh [yang berlebihan] seperti tumbuhan Aftiman. Sebagiannya lagi berkhasiat untuk mencegah angin [masuk ke tubuh] dan menyembuhkan berbagai macam tumor, seperti tumbuhan Sakbina (jenis tumbuhan yang biasa tumbuh di kawasan Persia). Demikian pula dengan dengan berbagai jenis tumbuhan obat lainnya.
          Siapakah yang telah meberikan khasiat tertentu kepada tumbuhan-tumbuhan ini? Tidak lain kecuali Dzat yang telah menciptakannya untuk maslahat tertentu. Siapakah yang telah menjadikan orang-orang mampu menyingkap [khasiat-khasiat yang dimiliki] tumbuh-tumbuhan ini? Tidak lain kecuali Dia-lah yang telah meberikan khasiat tertentu kepada tumbuhan tersebut. Bagaimana kita dapat mengatakan bahwa semua ini dapat terjadi secara kebetulan seperti yang dikatakan oleh sebagian orang?
          Pada hakikatnya manusia telah dibekali dengan kecerdasan, akal pikiran dan kemampuan untuk melakukan penelitian, sehingga mereka dapat menyingkap khasiat-khasiat tersebut [yang terkandung dalam tumbuh-tumbuhan obat].
          Akan tetapi bagaimana dengan hewan-hewan yang mana merekapun dapat mengetahui khasiat yang terkandung dalam tumbuh-tumbuhan obat tersebut? Sebagian dari binatang buas dengan tumbuhan obatlah mereka mengobati luka-luka yang dideritanya. Sebagian burung akan meminum air laut untuk menyembuhkan penyakit tertentu yang dideritanya dan setelah itu penyakitnyapun akan sembuh. Dan masih masih banyak lagi kasus seperti ini.
          Mungkin engkau akan meragukan [manfaat dari] tumbuh-tumbuhan yang terdapat di gurun-gurun dan sahara-sahar, yang mana tidak ada seorang pun yang tinggal di sana, dan engkau mengira bahwa tumbuhan tersebut adalah suatu yang berlebihan dan tidak ada manfaatnya. Namun pada hakikatnya tidaklah demikian. Tumbuh-tumbuhan tersebut merupakan makanan untuk bianatang-binatang buas, dan biji-bijiannya sebagai santapan untuk burung-burung, kayu-kayunya yang kering dapat digunakan oleh manusia untuk kayu bakar, serta banyak dari tumbuhan tersebut yang dapat digunakan untuk menyembuhkan [berbagai penyakit] .
          Selain itu sebagian tumbuh-tumbuhan tersebut dapat digunakan untuk menyamak kulit dan sebagiannya lagi dapat digunakan sebagai [zat pewarna] yang dapat mewarnai sesuatu, serta masih banyak lagi manfaat lainnya.
          Engkau ketahui bahwa pohon Papirus adalah termasuk jenis pepohonan yang sangat kecil. Akan tetapi pohon ini -dan yang sejenisnya- mengandung beragam manfaat. Dari pohon Papirus ini, dapat dibuat kertas-kertas yang diperlukan oleh para raja dan para pedagang, [darinyapun] dapat dibuat tikar yang biasa digunakan kebanyakan orang, kulitnya dapat dimanfaatkan untuk membungkus bejana-bejana air suapaya tidak mudah pecah, serta masih banyak lagi manfaat lainnya.
          Segala sesuatu, baik yang kecil maupun yang besar, yang berharga atau yang hina, mesti mengandung manfaat dan maslahat tertentu, maka petiklah ibrat darinya! Paling hinanya sesuatu adalah kotoran manusia dan hewan, yang mana keduanya adalah suatu yang kotor dan najis. Namun [meskipun demikian] keduanya dapat dimanfaatkan sebagai pupuk yang dapat menyuburkan tumbuhan -yang mana fungsi ini tidak dimiliki oleh selainnya-, bahkan tidak ada tumbuhan yang dapat tumbuh dengan subur kecuali yang jika diberi pupuk dengan kotoran hewan atau manusia yang manusia sendiri merasa jijik dan enggan mendekatinya.
          Ketahuilah bahwa harga dan nilai sesuatu tidak tergantung pada kedudukannya [secara lahir], akan tetapi tinggi dan rindahnya nilai sesuatu amatlah relatif. Mungkin suatu tertentu tidak ada harganya jika dijual dipasar-pasar, namun dibidang ilmu dan penelitian, ia dapat memiliki harga yang sangat tinggi.
          Maka dari itu, janganlah kau merendahkan sesuatu, lantaran nilainya yang tampak rendah! Seandainya para pakar kimia dapat mengungkap manfaat serta khasiat yang terkandung pada kotoran manusia, maka mereka akan membelinya dengan harga yang mahal dan tinggi.
          Mufaddhal! berkata waktu Dzuhur pun telah tiba, dan tuanku [Imam Shadiq As] segera berdiri untuk menunaikan shalat seraya bersabda: sampai ketemu besok pagi Insya Allah Ta’ala. Lantas aku pun beranjak dari hadapan beliau dengan hati yang senang atas apa yang telah diajarkan dan dianugrahkan kepadaku, seraya bersyukur kepada Allah Swt atas inayah (perhatian) yang telah diberikan-Nya kepadaku, dan malam itu pun aku lewati dengan perasaan yang bahagia.
 

 

[1] Bintang Leo, Taurus, Capricornus, Gemini, Aries, Pisces, Aquarius, Cancer, Virgo, Scorpio, Sagitarius dan Libra.
Post a Comment