Saturday, July 7, 2012

Nafsu: Karakter dan Uraiannya

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
PENDAHULUAN
Pada dasarnya manusia itu adalah tersusun dari 10 unsur (لطائف ), yang lima disebut dengan alamul amri, yaitu : 1. Latifah al-Qolbi 2. Latifah ar-Ruh 3. Latifah as-Sirri 4. Latifah as-Khofi 5. Latifah al-Akhfa. dan yang lima lagi disebut dengan alamul kholqi yaitu 1. Latifah an-Nafsi 2. Air 3. Angin 4. Api 5. Tanah. (diterangkan dalam kitab Miftahul Jannah hal. 54-55). Dan dalam unsur Latifah-latifah tersebut di atas dilengkapi dengan empat organ yaitu: Nafsu, kalbu, akal dan roh. Nafsu adalah suatu organ yang besar pengaruhnya dalam mengeluarkan instruksi kepada jasmani untuk berbuat durhaka atau takwa, kekuatan yang akan dituntut pertanggungjawabannya atas perbuatan baik dan buruk, kekuatan yang yang dapat menerima petunjuk akal dan juga dapat menerima ajakan naluri rendah hawa nafsu.
PENGERTIAN NAFSU
Nafsu secara etimologis berhubungan dengan peniupan atau jiwa kehidupan, pengertian ini berdasarkan riwayat Ibnu Habib dari Asbagh dari Ibnu al-Qosim dari Abdur Rohim. Dalam kitab al-Muntaqo (syarah kitab al-muatho’) Juz 2 hal. 68.
وَفِي رِوَايَةِ ابْنِ حَبِيبٍ عَنْ أَصْبَغَ عَنْ ابْنِ الْقَاسِمِ عَنْ عَبْدِ الرَّحِيمِ أَنَّ النَّفْسَ هِيَ الَّتِي لَهَا جَسَدٌ مُجَسَّدٌ قَالَ وَهِيَ فِي الْجَسَدِ كَخَلْقٍ فِي جَوْفِ خَلْقٍ يَخْرُجُ مِنْ الْجَسَدِ حِينَ الْوَفَاةِ مَيِّتًا وَيَبْقَى الْجَسَدُ حَيًّا
Nafsu dalam bahasa arab = nafsyang berarti organ manusia yang memiliki pengaruh paling banyak dan paling besar diantara anggota rohani lainnya yang mengeluarkan intruksi kepada anggota jasmani untuk melakukan suatu tindakan. Seperti keterangan yang diberikan oleh Syekh Abu Muhammad dalam kitabal-Fashlu Fil Malal Juz 5 Hal.49.
قال أبو محمد قالوا لو كانت النفس جسما لكان بين تحريك المحرك رجله وبين إرادته تحريكها زمان على قدر حركة الجسم وثقله إذا النفس هي المحركة للجسد والمريدة لحركته
Dan di dalam kitab al-Ahkam li Ibni Hazm Juz 5. hal. 707.
قال أبو محمد: فصح بكل ما ذكرنا أن النفس هي المأمورة بالاعمال، وأن الجسد آلة لها، فإن نوت النفس بالعمل الذي تصرف فيه الجسد وجها ما، فليس لها غيره،
Menurut golongan sufi seperti al-Ghozali mengartikan nafsu denganarti Kelembutan Ilahi. Hal ini dijelaskan dalam kitab Tafsir al-Uwaisi Juz 11 hal. 80.
وذكر غير واحد أنه هو الذي عليه الصوفية بيد أنهم قالوا : إن النفس هي الأصل في الإنسان فإذا صقلت بالرياضة وأنواع الذكر والفكر صارت روحاً ثم قد تترقى إلى أن تصير سراً من أسرار الله تعالى .
Dengan demikian nafsu dapat dipahami sebagai keadaan yang sesungguhnya dari wujud atau perkembangan pada suatu tingkatan tertentu dalam pribadi secara keseluruhan. Nafsu mengandung arti penjelasan hubungan yang sesungguhnya antara hati dan gairah tubuh, dan dalam keadaan tertentu dari kelembutan ilahi.
Dalam khasanah tasawuf dikenal adanya pro-posisi bahwa yang paling dekat dengan seseorang adalah dirinya sendiri, dan menginsafi/mengenali diri sendiri adalah awal dari pengenalan terhadap Alloh SWT, seperti keterangan di bawah ini:
سبب معرفة العبد ربه معرفة العبد نفسه من عرف نفسه فقد عرف ربه من عرف نفسه لربه أفنى كليته بربه
Artinya : Sebab-sebab seorang hamba bisa mengetahui Tuhannya adalah seorang hamba tersebut telah mengetahui dirinya sendiri, “Barangsiapa mengenali dirinya maka sesungguhnya telah mengetahui Tuhannya” diterangkan dalam berbagai kitab antara lain adalah kitab al-Burhan al-Muayyad juz 1 hal. 48./ Kitab at-Tabshir Fiddin juz 1. hal. 163. / Kitab Ni’mah adz-Zariyah Juz 1 hal 214.
MACAM-MACAM NAFSU
Dalam literatur tasawuf, nafsu dikenal mamiliki delapan kategori, dari kecenderungan yang paling dekat pada keburukan sampai ke tingkat kedekatan kepada kelembutan Ilahi, dan delapan kategori tersebut beserta watak-wataknya akan diterangkan di bawah ini :
1.Nafsu al-Ammarot bis Suu’
Yaitu kekuatan pendorong naluri yang sejalan dengan nafsu yang cenderung kepada keburukan. Hal ini ditegaskan oleh Alloh dalam al-Qur’an surah Yusuf ayat 53 Juz 13.
Artinya… Dan Aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), Karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha penyanyang.
Nafsu pada kategori ini belum mampu membedakan yang baik dan yang buruk, belum memperoleh tuntutan tentang manfaat danmafsadat (kerusakan), semua yang bertentangan dengan keinginannya dianggap musuh, sebaliknya setiap yang sejalan dengan kemauannya adalah teman karibnya. Dalam tindakan nyata dapat terlihat selalu khianat, enggan menerima nasehat dan saran, dan sebaliknya gembira menerima bisikan iblis dan setan yang menunjukkan jalan buruk dan terkutuk. Nafsu ini terletak pada Latifah an-Nafs an-Natiqoh yaitu halus-halusnya otak. Latifah ini terletak di antara dua mata dan kedua alis mata (di tengah-tengahnya) yaitu di dalam otak.
Nafsu ini memiliki sifat atau watak 7 (tujuh) yaitu :
1) (البحل ) Kikir (medit)
2) ( الحرص ) Terlalu Senang akan dunia (lubo)
3) (الحسد ) Iri dengki/hasud
4) ( الجهل ) Bodoh
5) (الكبر ) Sombong (gumede)
6) ( الشهوة ) Menuruti hawa nafsu(melakukan perkara yang yang dilarang oleh syara’)
7) ( الغضب ) Marah-marah
Terhadap nafsu kategori ini Allah SWT memperingatkan agar tidak diikuti, sebab ia akan menyesatkan, dan setiap yang sesat akan mendapatkan azab yang berat. Sebagai mana keterangan Allah dalam surah Shaad ayat 26
Hai Daud, Sesungguhnya kami menjadikan kamu khalifah (penguasa) di muka bumi, Maka berilah Keputusan (perkara) di antara manusia dengan adil dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu, Karena ia akan menyesatkan kamu dari jalan Allah. Sesungguhnya orang-orang yang sesat darin jalan Allah akan mendapat azab yang berat, Karena mereka melupakan hari perhitungan.(QS. Shaad ayat 26 juz 23),
Bahkan al-Qur’an menjelaskan dalam surah al-Mu’minun ayat 71 Juz 24, kalau manusia mengikuti nafsu ini digambarkan akan mengakibatkan hancurnya langit dan bumi dengan segala isinya
Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit dan bumi ini, dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya kami Telah mendatangkan kepada mereka kebanggaan (Al Quran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.
(QS. al-Mu’minun ayat 71 Juz 24)
Maka dari itu dalam aturan thoriqoh biasanya untuk murid yang sudah sampai pada maqom ini setiap hari murid thoriqoh diharuskan oleh guru mursyid untuk berdzikir yang diletakkan pada maqom ini sebanyak mungkin (minimal 1000 kali), kerana dengan banyak berzdikir pada maqom ini serta karena berkah dari tawajuhnya para masyayikh dan dengan fadhol dari Allah sifat/watak-watak nafsu tersebut di atas bisa berkurang dan akhirnya bisa hilang, Amin amin YaaRobbal’alamin.
1.Nafsu Lawwamah
Yaitu nafsu yang telah mempunyai rasa insyaf dan menyesal sesudah melakukan suatu pelanggaran. Ia tidak berani melakukan pelanggaran secara terang-terangan dan tidak pula mencari cara secara gelap untuk melakukan sesuatu karena ia telah menyadari akibat-akibat dari perbuatannya, namun ia belum mampu mengekang nafsu yang membawa kepada perbuatan buruk itu. Oleh karena itu, ia masih selalu dekat kepada pekerjaan yangmafsadad (kerusakan).
Nafsu ini terletak pada maqom latifah al-Qolbi atau hati sanubari (halusnya hati) yang terletak di bawah susu kiri kira-kira berjarak dua jari agak condong ke kiri sedikit.
Nafsu lawwamah ini memiliki sifat atau watak 9 (sembilan) yaitu :
1) ( اِللومه ) Senang mencela (modo maido)
2) (الهوى ) Kesenangan hawa nafsu
3) ( المكر ) Menipu/berbohong(mbojok-ngapusi)
4) (عجب ) Pamer amal kebaikan(ngeroso gumede/ luweh apik)
5) ( الغبة ) Menggunjing/ngegosib(seneng ngrasani wong liyo)
6) (الرياء ) Pamer (mamerake amale marang wong liyo kanti ora kerono Allah)
7) ( الظلم ) Dholim/menganiaya
8) (الكذب ) Bohong (goroh/omong kang ora ono buktine)
9) ( الغفلة ) Lupa akan Allah (lali olehe dheker/wuquf qolbi marang Allah)
Kategori nafsu ini dengan segala sifat-sifatnya oleh para Sufi didasarkan pada firman Allah SWT. Yaitu dalam surah al-Qiyamah ayat 1-2 Juz 29.
1. Aku (Allah) bersumpah demi hari kiamat,
2. Dan Aku bersumpah dengan jiwa yang amat menyesali (dirinya sendiri)
Maksudnya: bila ia berbuat kebaikan ia juga menyesal Kenapa ia tidak berbuat lebih banyak, apalagi kalau ia berbuat kejahatan.
Pada tingkatan ini seseorang apabila telah selesai mengerjakan suatu pekerjaan yang buruk maka dia akan menjadi insyaf dan menyesal dan seterusnya mengharap agar kejahatannya tidak terulang lagi dan dia berharap memperoleh ampunan. Pada dirinya telah tumbuh bibit pikiran dan kesadaran, bahkan disebut para sufi bahwa nafsu inilah yang akan menghadapi perhitungan/khisab kelak pada hari kiamat, sebagaimana keterangan dalam surah al-Qiyamah ayat 14-15 Juz 29.
Bahkan manusia itu menjadi saksi atas dirinya sendiri,
Meskipun dia mengemukakan alasan-alasannya
Maksudnya ayat Ini ialah, bahwa anggota-anggota badan manusia menjadi saksi terhadap pekerjaan yang Telah mereka lakukan seperti tersebut dalam surat Nur ayat 24.
Maka dari itu seyogjanya dalam latifah ini selalu dibuat berdzikir kepada Allah, dan biasanya dalam thoriqoh, seperti thoriqoh an-Naqsyabandiyah yang dipraktikkan di pondok pesantren Ngalah ini para murid thoriqoh diwajibkan oleh Mursyid kita untuk berdzikir ismu dzat (Allah Suwiji) disetiap hari pada maqom Latifah al-Qolbi ini minimal sebanyak 5000 X, sebagaimana diterangkan perintah berdzikir pada maqom ini adalah maqom perintahnya nabi Adam AS. karena dengan berdzikir seperti itu, karena berkah dari tawajuh dengan masyayikh dan dengan fadhol dari Allah SWT. Kita bisa mengalahkan nafsu-nafsu tersebut di atas.
1.Nafsu al-Musawwalah
Yaitu nafsu yang telah dapat membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, walaupun baginya mengerjakan yang baik itu sama halnya dengan melakukan yang buruk. Ia melakukan perbuatan buruk meskipun tidak dengan terang-terangan tetapi dilakukannya dengan sembunyi-sembunyi, karena sifat malu telah ada padanya. Namun malu yang muncul itu baru merupakan malu terhadap orang lain, belum atas kesadarannya sendiri. Ia malu kalau orang lain mengatahui keburukan atau kejahatan yang dilakukannya.
Kategori ini masih berada pada posisi dekat dengan keburukan, sebab Allah SWT secara jelas melarang manusia untuk mencampuradukan yang hak dengan yang batil
Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu Mengetahui. (QS.al-Baqoroh ayat 42. Juz 1)
Di antara yang mereka sembunyikan itu ialah: Tuhan akan mengutus seorang nabi dari keturunan Ismail yang akan membangun umat yang besar di belakang hari, yaitu nabi Muhammad s.a.w.
Dan sesungguhnya Allah SWT itu mengetahui apa yang dirahasiakan dan apa yang didhohirkan, dan Allah SWT mengetahui pula apa saja yang diusahakan hamba-hambanya
Dan dialah Allah (yang disembah), baik di langit maupun di bumi; dia mengetahui apa yang kamu rahasiakan dan apa yang kamu lahirkan dan mengetahui (pula) apa yang kamu usahakan.
(QS.al-an’am ayat 3. Juz. 7 )
Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? (QS.al-baqoroh ayat 77. Juz. 1 )
1.Nafsu al-Mutmainnah
Yaitu nafsu yang telah mendapat tuntunan dan pemeliharaan yang baik. Ia mendatangkan ketentraman jiwa, melahirkan sikap dan perbuatan yang baik, mampu membentengi serangan kekejian dan kejahatan, dan mampu memukul mundur segala kendala dan godaan yang mengganggu ketentraman jiwa dan ketenangan jasmaniyah terutama dengan berdzikir kepada Allah SWT. Ia berfungsi mendorong melakukan kebajikan dan mencegah berbuat kejahatan. Posisi nafsu ini secara jelas digambarkan Allah SWT dalam surat ar-Ra’du ayat 28 dan 29 Juz 13.
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, Hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.Orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik.
Nafsu di sini telah mapan dan tidak terganggu lagi oleh gairah, sehingga dapat secara khusyu’ memenuhi keyakinannya. Nafsu mutmainnah ini terletak pada maqom Latifah as-Sirri (halusnya rasa) yang terletak di atas susu kiri kira-kira berjarak dua jari sedikit condong ke arah dada kanan.
Nafsu Mutmainnah mempunyai sifat atau watak 6 (enam yaitu) :
1) الجود Dermawan, (lumo ora)
2) التوكل Tawakal/pasrah kepada Gusti Allah
3) العبادة Menyembah Allah dengan ikhlas.
4) الشكر Bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah.
5) الرضا Rhido terhadap ketentuan Allah.
6) الخشية Takut berbuat maksiat karena Allah.
Dalam dunia thoriqoh biasanya murid yang sudah sampai pada maqom ini (diberi ijazah oleh mursyid) untuk berdzikir ismu dzat (Allah Suwiji) pada maqom ini minimal 1000 X setiap hari, berdzikir pada maqom ini adalah maqom perintahnya nabi Musa AS. Dan semoga dengan kedisiplinan kita dalam melaksanakan perintah dzikir pada maqom ini, dengan berkahnya masyayikh dan fadhol dari Allah kita bisa menguasai dan bisa menjalankan watak-watak tersebut di atas.
2.Nafsu Malhamah
Yaitu nafsu yang memperoleh ilham dari Allah SWT, dikaruniai ilmu pengetahuan. Ia telah dihiasi akhlak mahmudah (akhlak yang terpuji), dan ia merupakan sumber kesabaran, ketabahan dan keuletan. Pada tingkat ini nafsu telah terbuka kepada berbagai petunjuk (ilham) dari Allah SWT. Dengan itu pula seseorang telah memiliki sifat-sifat yang menunjukkan kepribadian yang kuat, sebagai mana ditegaskan Allah SWT dalam surah as-syams ayat 7-10 Juz 30.
Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya),
Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya.
Sesungguhnya beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu,
Dan Sesungguhnya merugilah orang yang mengotorinya.
Nafsu malhamah terletak pada Latifah ar-Ruh (halusnya ruh) dan letal Latifah ar-Ruh ini adalah di bawah susu kanan kira-kira berjarak dua jari sedikit condong ke arah lambung kanan, maqom perintahnya nabi Nuh AS.
Nafsu Malhamah mempunyai tujuh sifat atau watak yaitu:
1) السخاواة Dermawan (loman)
2) القناعة Menerima ketentuan Allah dengan ikhlas (neriman)
3) الحلم Bijaksana (arif dalam setiap sikap dan tindakan)
4) التوضع Rendah hati (andap asor)
5) التوبة Taubat (nyuwon ngapuro lan nggetuni penggawe kang olo)
6) الصبر Sabar
7) التحمل Tahan uji (mbetahaken piloro)
Murid thoriqoh yang sudah mendapatkan izin/ijazah dari guru mursyid pada maqom ini diwajibkan berdzikir ismu dzat (Allah Suwiji) pada maqom ini minimal 1000 X setiap hari, dengan selalu berdzikir pada maqom ini, berkah tawajuhnya para syekh dan dengan fadhol dari Allah maka kita akan menguasai sifat-sifat nafsu malhamah ini dengan bagus.
2.Nafsu Rodhiyah
Yaitu nafsu yang ridho kepada Allah SWT, yang mempunyai peran yang penting dalam mewujudkan kesejahteraan. Nafsu ini dalam realisasinya sering kali dalam bentuk tindakan-tindakan, misalnya ia selalu mensyukuri nikmat Allah SWT, sebab Allah SWT menjanjikan tambahan nikmat bagi mereka yang bersyukur kepada nikmit-nikmat Allah SWT, dan sebaliknya akan diberi adzab mereka yang tidak mensyukuri nikmat itu
Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), Maka Sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (QS. Ibrahim ayat 7 juz 13).
Nafsu ini terletak di Latifah al-Khofi (halusnya nafsu), letaknya berada di atas susu kanan jaraknya kira-kira dua jari condong ke arah dada. Latifah al-Khofi ini maqom perintahnya nabi Isa AS.
Nafsu Rodhiyah ini memiliki watak enam (6) yaitu :
1) حسن الخلق Budi pekerti yang bagus(bagus kelakuane)
2) اللطف Rasa belas kasihan (welas aseh marang sepodo-podo mahluke Gusti Allah)
3) حمل الخلق على الصلاح Mengajak kepada kebagusan
4) ترك ما سوى الله Meninggalkan apa saja selain Allah
5) العفو عن ذنوب الخلق Memaafkan kesalahan mahluk
6) حب الخلق والميل اليهم لاخراجهم عن طبائهم وانفسهم الى انوار ارواحهم (Demen marang mahluk lan condong atine eng mahluk kerono kanggo ngilangi utowo ngetoake songko petenge wateke mahluk kang olo, lan syahwat kang bongso nafsu lan sifat-sifat kang di wodo ( مذمومة ) den lebo’ake/diganti kanti sifat kang bongso malaikat (ملكانية ) lan sifat kang den puji ( محمودة ) lan mulyo-mulyone budi pekerti kang bagus (مكارم الاخلاق )
Nafsu ini akan menjadikan seseorang rido dalam melaksanakan segala perintah Allah SWT, dan secara ikhlas pula menjauhi larangannya, secara senantiasa qona’ah atau merasa cukup/memadai pemberian Allah SWT.
Murid thoriqoh yang sudah sampai pada maqom ini setiap hari diwajibkan berdzikir ismu dzat (Allah Suwiji) pada maqom ini minimal 1000 X , semoga dengan selalu berdzikir pada maqom ini, berkah tawajuhnya para syekh dan dengan fadhol dari Allah maka kita dapat mengamalkan sifat-sifat nafsu Rhodiyah ini selama-lamanya, dan akhirnya kita meninggalkan dunia ini dalam keadaan khusnul khotimah, amin.
7.Nafsu Mardhiyah
Yaitu nafsu yang mencapai ridho Allah SWT. Keridoan tersebut terletak pada anugrah yang diberikan-Nya berupa senantiasa berdzikir, ikhlas, mempunyai karomah, dan memperoleh kemuliaan, sementara kemuliaan yang diberikan Allah SWT itu bersifat universal, artinya jika Tuhan memuliakannya, siapapun tidak akan bisa menghinakannya, demikian pula sebaliknya, orang yang dihinakan oleh Allah SWT, siapapun tidak bisa memuliakannya.
Nafsu mardhiyah terletak pada Latifah al-jami’il al-Badan, letaknya yaitu seluruh badan manusia yang meliputi: kulit, daging tulang, sum-sum, otot, darah, rambut, kuku, dan semua sel-sel yang terdapat dalam tubuh.
Nafsu mardhiyah ini memiliki sifat/watak enam (6) yaitu :
1) الكرم Senang bersedekah dan amal jariyah
2) الزهد Zuhud (topo songko dunyo kang ora bagus monggoh syara’)
3) الاخلاص Ikhlas karena Allah
4) الوراع Wira’I (menjaga dari barang syubhat dan haram)
5) الوفاء Menepati janji
6) الرياضة Riyadhoh (ngedohi tingkah kang den cacat kelawan ngelakoni tingkah kang den puji deneng syara’ lan ngaggo pepaes akhlak nafsiyah malkaniyah koyo deneخلوة kerono njungkung ibadah, dzikir lan مراقبة lan ugo تفكر , gelem luwe ora turu jasad lan atine)
Dua kategori nafsu tersebut (Rodiyah dan Mardhiyah ), oleh para sufi didasarkan pada firman Allah SWT dalam surat al-Fajr ayat 27-28 Juz 30.
Hai jiwa yang tenang.
Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.
Hamba yang diridhoi akan dimasukkan ke dalam surga-Nya.
Murid thoriqoh yang sudah sampai pada maqom ini diwajibkan berdzikir minimal 1000 X disetiap hari. Dan semoga kita dapat berdzikir pada maqom ini dengan continue/istiqomah dan akhirnya dengan berkah dari masyayikh dan fadhol dari Allah kita dapat mempraktikkan watak-watak nafsu ini, amin.
1.Nafsu Kamilah
Nafsu kamilah ini terletak pada maqom Latifah al-Akhfa yang terletak di tengah-tengah dada tepatnya di antara hati sanubari/Latifah al-Qolbi dan Latifah ar-Ruh. Maqom perintahnya Sayidina Muhammad SAW. Dan dalam thoriqoh murid yang sudah sampai pada maqom ini diwajibkan berdzikir pada maqom ini minimal 1000 X dalam setiap hari.
Nafsu Kamilah ini memiliki tiga watak yaitu :
1) علم اليقين Ilmu yang nyata
2) عين اليقين (kahanan kang nyoto)
3) حق اليقين Hak yang nyata
Yaitu nafsu yang telah sempurna bentuk dan dasarnya, sudah dianggap cakap untuk mengerjakanIrsyad (petunjuk) dan menyempurnakan penghambaan diri kepada Allah SWT. Orangnya dapat disebut *mursyid dan mukammil (orang yang menyempurnakan) atau * insan kamil yang dapat pengalaman para sufi, telah mencapai Tajjali (terbuka, tak bertabir), asma’ wa as-sifat (nama dan sifat), baqo’ billah (berada bersama Allah), fana’ fillah (hancur dalam Allah) ilmunya ilmu ladunni minaAlloh (ilmu anugrah Allah). Dalam taraf ini jiwa orang itu telah demikian dekat dengan Allah SWT, bahkan mereka sudah “merasakan dirinya menyatu” dengan Allah SWT, seperti suatu pengalaman luar biasa yang pernah dilalui para sufi, misalnya para sahabat Rosulullah seperti Sayidina Abu Bakar as-Shiddiq RA., Sayidina Umar al-Faruq RA., Sayidina Utsman bin ‘Affan RA., Sayidina ‘Ali bin Abi Tholib RA., para tabi’in dan tabi’ittabi’in seperti Syekh Mansur al-Hallaj, Syekh Abu Yazid al-Bustami, Syekh Bahauddin an-Nakhsyabandi syekh Abdul Qodir al-Jilani, Syekh Abu Hamid al-Ghozali dan masíh banyak yang lainnya.
Maka dari itu seyogjanya Latifah al-Akhfa ini selalu di isi dengan berdzikir secara istiqomah, karena dengan itu, karena berkah dari para masyayikh dan dengan fadhol Allah kita akan menguasai sifat-sifat tersebut di atas, amin.
Dengan demikian nafsu sebagai suatu unsur rohani manusia pada tingkat tertentu dapat diarahkan pada perbuatan baik dan pada tingkat tertentu pula manusia bisa dirongrong dan digoda hawa nafsu sehingga terseret ke lembah kehinaan. Jika telah demikian, hawa nafsu telah meraja lela dan mengganas, menjerumuskan manusia ke tempat yang hina, tempat yang paling rendah, yang Allah SWT telah janjikan akan mengembalikan ke tempat seperti itu.
Demikian sikap islam terhadap nafsu itu sebagaimana difahami para sufi yakni mengembangkan sifat yang baik dan memberi peringatan kepada nafsu yang buruk bahkan mengusahakan untuk tidak memanjakannya dan menjalani latihan-latihan yang keras untuk menundukannya. Orang-orang yang takut pada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggalnya.
Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya,
Maka Sesungguhnya syurgalah tempat tinggal(nya).
(QS. An-Nazi’at ayat 40-41 juz 30).
Para pencinta akhlak tasawuf menyebut bahwa jihad paling besar adalah jihad melawan (hawa nafsu).
Post a Comment