Thursday, July 5, 2012

Kesempurnaan seorang wali Allah Swt.

Kesempurnaan seorang wali Allah Swt.

Kesempurnaan seorang wali adalah bertemu langsung dengan Rasululloh Saw. Dalam keadaan jaga ( tidak tidur ) dan berjabat tangan langsung dengan beliau Saw. Sebagaimana pengakuan Sayyidina Ali Alkhowwash yang diterangkan di dalam kitab Fathur Robbani halaman 12 :
لَايَكْمُلُ عَبْدٌ فِى مَقَامِ ْالعِرْفَانِ حَتَّى يَصِيْرَ يَجْتَمِعُ بِرَسُوْلِ اللهِ ص.م يَقَظَةً وَمُشَافَحَةً ( الفتح الربانى ص.12
“ Seorang Hamba Alloh belum dapat dikatakan sempurna berada di dalam kedudukan Ma`rifat kecuali setelah dia berkumpul bersama Rosulullah Saw. Diwaktu dia jaga ( tidak tidur ) dan dapat berdialog langsung ( dengan beliau Saw. ) “
Sebagaimana perkataan Syeh Jalaluddin as Suyuthi :
رَأَيْتُ النَّبِّىَّ ص.م وَاجْتَمَعْتُ بِهِ يَقَظَةً نَيِّفًا وَسَبْعِيْنَ مَرَّةً (الفتح الربانى ص.12 بغية المستفيد ص : 215 , الميزان الكبرى أوّل ص: 44 )
“ Sesungguhnya aku berkumpul bersama Rasulullah Saw. Sampai waktu ini sebanyak 70 kali dalam keadaan jaga dan berdialog langsung ( dengan beliau Saw. ) “
( dituqil dalam kitab Fathur Robbani halaman 12, dan Bughyatul Mustafid halaman 215 dan Al-Mizaanul Qubro 1 halaman 44 )

Syeh Abul Abbas Al-Mursi juga mengatakan:
لِى أَرْبَعُوْنَ سَنَةً مَاحُجِبْتُ عَنْ رَسُوْلِ اللهِ ص.م طَرْفَةَ عَيْنٍ وَلَوْ حُجِبَ عَنِّى طَرْفَةَ عَيْنٍ مَا عَدَدْتُ نَفْسِى مِنْ جُمْلَةِ ْالمُسْلِمِيْنَ
(الجيش الكفيل : 43 , الميزان الكبرى أوّل ص: 44 )
40 Tahun Rosulullah Saw. Tidak pernah hilang dariku sekejap matapun . kalau beliau hilang dari aku sekejap mata saja, maka diriku tidak dapat aku golongkan dalam sejumlah kaum muslimin ‘

( dituqil dalam kitab Al-Jaysyul Kafiil halaman 43 dan Al-Mizaanul Qubro Zuj1 halaman 44 )
Syeh sayyid Ibrohim Al-matbuli menyatakan :
نَحْنُ فِى الدُّنْيَا خَمْسَةٌ لَا شَيْخَ لَنَا إِلَّا رَسُوْلُ اللهِ ص.م : اَلْجُنَيْدِىُّ , وَالشَّيْخُ أَبُوْ مَدْيَانَ , وَالشَّيْخُ عَبْدُ الرَّحِيْمُ اَلْغَنَوِى , وَالشَّيْخُ أَبُوْ السُّعُوْدِ ابْنُ أَبِى ْالعَشَآئِرِ , وَالشَّيْخُ أَبُو اْلحَسَنِ الشَّاذِلِى رَضِىَ اللهُ عَنْهُمْ
(الجيش الكفيل : 43 , بغية المستفيد ص : 215 )

Di Dunia kami berlima tidak mempunyai guru lain kecuali Rosululloh Saw. Yakni :
AlJunaidi,Syeh Abu Madyan,syeh abdurrohim AlGhonawi, syeh abu Su`ud bin Abu A`syaair dan syeh Abu Hasan Asy-Syadzili ra.
( dituqil dalam kitab Al-Jaysyul Kafiil halaman 43 dan Bughyatul Mustafid halaman 215 )

Apabila kita bertemu dengan rasulallah saw. dalam keadaan mimpi atau dalam keadaan jaga ( tidak tidur ), para sahabat berada bersama beliau saw. Begitu juga duriyyah beliau saw.
Sebagaimana dalam kitab Al-Ibriz , bahwa guru kami sayyidi Abdul Aziz Ad-Dibaghi mengatakan “Apabila saidil wujud SAW.telah hadir di dewan para wali, maka hadir pula bersama beliau abu bakar ra. Umar ra. Ustman ra. Ali ra.,hasan ra.husain ra.dan ibu keduanya yakni maulatina fathimah az-zahro terkadang mereka hadir semuanya dan ada kalanya sebagian dari merka saja yang turut hadir r.anhum ajmaiin.
Maulatina fathimah az-zahro duduk di bagian sebelah kiri majlis bersama serombongan wanita yang menyertainya menghadiri dewan itu, dan beliaulah pemimpin wanita-wanita itu ra. Wa anhunna.
Seterusnya sayyidi syeh abdul aziz Ad-dibaghi mengatakan “pada suatu malam saya mendangar maulatina fathimah az-zahro ra.” Memberi sholawat atas ayahnya SAW. Beliau mengucapkan ;

Mimpi dengan Rosululloh Saw. Menjadi kenyataan.
Abu bakar Muhammad bin Gholib bercerita kepadaku bahwa dia telah diberitahukan oleh muhammad bin khofif bahwa ia telah mendengar Abu bakar Muhammad bin Ali al-kattani berkata : “ Aku bermi9mpi melihat Nabi Muhammad Saw. Di dalam kebiasaanku “. Ia biasanya selalu melihat nabi dalam mimpinya setiap malam senin dan malam kamis ketika ia inging bertanya dengan nabi .Nabi selalu menjawabnya – “ dalam mimpiku itu aku diterima nabi Saw. Dimana beliau bersama 4 orang , kemudian beliau Saw. Bertanya kepadaku: Hai Abu bakar tahukah kamu siapa ini ? aku menjawab : Ya, dia Abu bakar asshidiq ra. Nabi bertanya lagi : tahukah kamu siapakah ini ? aku menjawab : Ya, dia Umar bin Khotob ra. , nabi bertanya lagi tahukah kamu ,siapakah ini? Aku menjawab : Ya ,dia Ustman bin Affan ra. , nabi bertanya pula : tahikah kamu, siapakah yang ke empat ini ? maka aku merasa bingbang dan tidak dapat menjawab, kemudian Nabi mengulangi pertanyaannya untuk yang kedua kalinya, akupun masih merasa bingbang dan tidak dapat menjawab, maka Nabi pun mengulangi pertanyaannya untuk yang ketiga kalinya, aku pun masih merasa bingbang, karena didalam hatiku terdapat keragu-raguan, kemudian nabi mengepalkan tangannya dan nununjukkan tangannya dengan isyarat kepadaku dan memukul dadaku , sambil berkata kepadaku : wahai abu bakar , katakanlah : ini adalah ali bin abi tholib. Maka akupun berkata : Ya Rosululloh, ini Ali bin abi tholib? Kemudian nabipun memp[erkenalkan diriku kepada ali bin abi tholib, beliau memegang tangan alira.dan berkata padaku, Hai abu bakar berdirilah! Pergilah ke bukit shofa bersama ali, kemudian aku pergi bersamanya ke bukit shofa . waktu itu aku tidur dalam kamarku tetapi ketika aku terbangun , aku telah berada di bukit shofa.
Mansur bin abdillah bercerita kepadaku bahwa dia telah mendengar Abu Abdillah bin jalla berkata : aku telah memasuki kota rosululloh Saw ( madinah) dan pada diriku terdapat sesuatu keinginan , maka aku berziarah ke kuburan nabi saw dan aku mengucapkan salam kepada beliau dan kepada dua sahabatnya, abu bakar dan umar ra. Kemudian aku berkata : Wahai Rosululloh pada diriku ada sesuatu keinginan ( maksud ) dan malam ini , aku adalah merupakan tamu anda. Selanjutnya aku pergi dari sisi kuburan Nabi dan tertidur di antara kuburan nabi dan mimbar masjid al-madinah dan tiba-tiba Nabi datang kepada ku dan membawakan roti untukku.kemudian aku memakan setengahnya , kemudian aku terbangun , dan kudapati dalam tanganku setengah bagian roti.
Yusuf al-Husain berkata : “ kami mempunyai murid seorang pemuda , ia mempelajari hadits sebelum mendalami pelajaran al-Qur`an , maka dalam tidurnya , ia bermimpi didatangi seseorang sambil berkat6a : seandainya engkau sudah tidak berlaku baik padaku maka mengapa kamu rendahkan pula kitabku, padahal seandainya engkau mengetahuinya di dalamnya terdapat pembicaraan-pembicaanku yang sangat indah.
Kebenaran adanya yang demikian ini dapat dibuktikan dengan suatu riwayat dari ali bin husain bin ahmad as-sarkhosi as-sulami dari suwaid, dari muhammad bin umar bin sholih bin mas`ud al-kila`I dan hasan al-basri, ia berkata : aku telah memasuki masjid al-bashroh, disana aku dapati beberapa kawan ku sedang duduk-duduk , maka akupun duduk beserta mereka , dikala itu aku mendengar mereka membicarakan seseorang dan mereka meburuk-burukkannya .kemudian aku mencegah mereka untuk membicarakan dirinya , dan aku mengalihkan pembicaraan mereka dengan menceritakan kepada mereka tentang beberapa hadits nabi yang berhubungan dengan seseorang yang mencemarkan nama selainnya, dimana saya telah mendengar sifat-sifat rosululloh saw. Dan nabi Isa bin maryam as.kemudian mereka merasa senang , dan pembicaraan mulai berlanjut ke soal-aoal lainnya , tetapi kemudian nama orang laki-laki itu di sebut-sebut lagi, hingga mereka pun membicarakannya kembali dan aku berada di antara mereka.setelah mereka melanjutkan perjalanannya masing-masing, dan akupun meneruskan perjalananku.maka ketika aku tidur, aku bermimpididatangi seoranglaki-laki berkulit hitam tangannya membawa sebuah piring yang di penuhi dengan ranting-rantihng pohoin dan diatasnya terdapat sepotong daging babi.kemudian dia berkata kepadaku: makanlah! Aku menjawab : Aku tidak mau, ini adalah daging babi, ia berkata : makanlah! Aku menjawab aku tidak mau, ini adalah daging babi, haram. Dia berkata : kamu harus memakannya
Akupun mengulai kembali penolakkanku.tetapi kemudian dia membukkan rahangku, dan meletakkan daging itu dalam muutku, akumerasa takut untuk membuang( memuntahkan)nya , dan aku tidak ingin menelannya dalam keadaan demikian itu aku terbangun maka demi alloh setelah kejadian itu selama 30 hari 30 malam , tidak ada makanan yang aku makan atau minum, karena yan g akan makan dan minum tidak memberikan rasa puas pada diriku dan juga karena aku masih merasakan kelezatan daging itu di dalam mulutku, dan bau harum daging itu di dalam lubang hidungku.
Post a Comment