Saturday, July 21, 2012

Injil Adalah Saksi Untuk Muhammad

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Injil Adalah Saksi Untuk Muhammad
 
Wilson: Bukti-bukti   yang   telah  kita  diskusikan  adalah  sangat meyakinkan dan memberikan suatu dukungan yang besar terhadap kenabian Muhammad. Keulungan   Qur'an   itu   sendiri   adalah  kenyataan  yang terpenting dari kebenaran  ini  dan  banyak  ramalan-ramalan yang  lain.  Saya ingin tahu apakah Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama berisikan  ramalan  tentang  kehadiran  Nabi Muhammad.
 
Chirri: Dalam  Injil ada  lebih  dari satu pernyataan yang menunjukkan dinantikannya Nabi Muhammad. Namanya tidak disebutkan, tetapi melukiskan Muhammad. Kita  dapat menjumpai dalam Kitab Ulangan (Deuteronomy), pernyataan sebagai berikut:
 "Saya akan mengangkat untuk mereka (Bani Israel) seorang  nabi seperti anda dari di antara saudara-saudara mereka; dan saya akan meletakkan kata-kata saya pada mulutnya, dan  dia  akan berbicara kepada mereka semua yang saya perintahkan padanya. Dan barangsiapa tidak akan memberikan perhatiannya kata-kata saya yang dia katakan atas nama saya, saya akan menuntut hal itu dari dia." (Ulangan 18: 18-19)
Pernyataan  ini  menjanjikan  bahwa  Tuhan  akan  mengangkat seorang  nabi  dari  Bani Israel, bahwa nabi yang  akan  seperti  Musa  sendiri;  bahwa  Tuhan  akan meletakkan  kata-kata-Nya sendiri pada lisan nabi itu, dan bahwa  nabi  itu  akan  berbicara  dengan  nama Tuhan yang meletakkan kata-kata itu pada mulutnya.  
Jadi   perkiraan  nabi  ini  mempunyai  tiga  gambaran,  tak seorangpun dari mereka yang dapat  mengenai  melainkan  Nabi Muhammad:
1.  Nabi  yang  dijanjikan akan berasal dari saudara Bani Israel. Bani Israel dihubungkan hanya dengan orang-orang Arab.  Tidak ada bangsa di dunia ini yang akan dinamai sebagai saudara-saudara Bani Israel kecuali orang-orang Arab,  sebab Bani Israel adalah turunan  Ishak, dan orang-orang Arab adalah turunan Ismail, saudara Ishak.
2. Nabi itu akan seperti Musa. Musa adalah seorang nabi dari suatu peraturan baru dan dia adalah pemimpin duniawi dan ruhani untuk bangsanya. Lukisan ini  hanya  patut  untuk Muhammad,  di  antara  seluruh nabi-nabi yang datang setelah Musa. Tak seorang pun  dari  nabi-nabi  itu,  termasuk  Yesus (Isa),  dikirimkan  dengan  peraturan-peraturan  yang  baru. Yesus  mengikuti   peraturan-peraturan   Musa,   dan   tidak memperkenalkan   hukum   Agama  yang  baru.  Juga  ia  tidak merupakan   pemimpin   yang   sekuler   (keduniawian)   bagi orang-orang   Israel.   Selanjutnya,  semua  nabi-nabi  itu, kecuali Muhammad, datang dari orang-orang Israel sendiri dan bukan dari saudara-saudara mereka.
3.  Pernyataan  itu  menyatakan Nabi yang dijanjikan sebagai seorang Nabi yang  tidak  akan  berbicara  darinya  sendiri. Firman Tuhan akan diletakkan pada lisannya.  Tak  ada  Nabi  kecuali  Muhammad  yang telah mengklaim bahwa bukunya berisikan firman-firman dari  Tuhan.   Musa sendiri menerima wahyu, tetapi dia menyampaikan pesan-pesan itu dengan kata-katanya sendiri. Apa yang kita baca pada lima kitab Musa dianggap menjadi sabda-sabda dari Musa, bukan firman-firman dari Tuhan. Seluruh kitab yang  menurut  Perjanjian   Lama   adalah   ditulis  dan  dikatakan oleh penulis-penulis manusia,  dan  demikian  pula  empat  Injil. Yesus (Isa) berbicara kebenaran yang ia terima, tetapi dia berbicara dengan kata-katanya sendiri. Kitab  Injil  (Bible) yang terbaik, dianggap sebagai suatu dialog antara Tuhan dan manusia.
Hanya Qur'an berisikan  firman-firman dari  Tuhan  dan Muhammad   sebagai   perantaranya.   Muhammad tidak pernah mengklaim setiap ayat Qur'an sebagai perkataannya sendiri.   Dia menceriterakan ayat-ayat Qur'an sebagai  firman-firman dari Tuhan yang meletakkannya pada lisan Muhammad.
Dengan  demikian,  lukisan  itu nampaknya pantas hanya untuk Muhammad, dan bukan untuk yang lain.
Stetmen yang lain, yang menunjukkan nubuat untuk Muhammad dapat dijumpai dalam kitab Ulangan (Deuteronomy):
"Inilah berkat yang diberikan Musa, abdi Allah itu, kepada Bani Israel sebelum ia mati. Berkatalah ia: Tuhan datang dari Sinai dan terbit kepada mereka dari Seir; Ia tampak bersinar dari pegunungan Parang dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala.” (Ulangan 33:1-2).
Kedatangan Tuhan bermakna kedatangan wahyu-Nya. Perkataan Musa ihwal manifestasi  dan penampakan Tuhan (tajalli) kepada tiga nabi di tiga tempat. Penampakan di Sinai yang melambangkan kenabian Musa sendiri.
Penampakan yang lain adalah wahyu yang diterima di Seir. Penampakan ini menandakan pewahyuan yang diterima oleh Yesus lantaran Seir merupakan daerah yang terletak di Yordan.
Penampakan yang ketiga adalah cahaya Tuhan yang bersinar dari pegunungan Paran. Penampakan ini merupakan perlambang kenabian Muhammad. Pegunungan Paran terletak di wilayah Hijaz, tempat Muhammad lahir dan hidup. Kata-kata berikut ini lebih memberikan petunjuk dan indikasi terhadap kenyataan ini:
"Ia datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; di sebelah kanan-Nya tampak kepada mereka api yang menyala."
Muhammad adalah seorang Nabi yang memasuki Mekkah, ibukota Hijaz, yang memimpin bala tentara sejumlah sepuluh ribu pasukan Muslimin untuk menundukkan para penyembah berhala Mekkah.
Perjanjian Baru, juga mengandung nubuat yang jelas tentang kemunculan Muhammad:
"Yesus berkata kepada mereka (Bani Israel): “Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci:  Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah kerajaan itu. Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk.” (Matius 21:42-44)
 
Stetment di atas ini merupakan sebuah nubuat yang mewartakan kepada kaum Yahudi bahwa kerajaan Tuhan akan diambil dari mereka, dan akan diberikan kepada bangsa yang lain. Tiada bangsa lain setelah Yesus yang mengklaim pesan langit kecuali bangsa Arab yang menyampaikan kepada dunia pesan Islam yang diwahyukan kepada Muhammad. Yesus menyebut bangsa yang menggatikan Bani Israel ini sebagai:
"Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan." Hal ini merupakan sebuah referensi terhadap perjanjian yang dibuat antara Tuhan dan Ishak, pada masa Ibrahim, dimana Ismail tidak termasuk dari perjanjian ini. Dari Perjanjian Lama kita membaca:
"Tentang Ismail, Aku telah mendengarkan permintaanmu; ia akan Kuberkati, Kubuat beranak cucu dan sangat banyak. Ia akan memperanakkan dua belas raja, dan Aku akan membuatnya menjadi bangsa yang besar. Tetapi perjanjian-Ku akan Kuadakan dengan Ishak, yang akan dilahirkan Sara bagimu tahun yang akan datang pada waktu seperti ini juga." (Perjanjian Lama, Kejadian 17:20-21)
Ismail dan keturunannya, sesuai dengan ayat ini, tidak dimasukkan, pada masa Ibrahim, dari perjanjian ini, dan atas alasan ini, Yesus menyebut mereka Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan. Kini Yesus mengabarkan Bani Israel bahwa batu yang sama yang telah dibuang itu telah menjadi batu penjuru.
Muhammad dan bangsa Arab merupakan keturunan Ismail, dan bangsa inilah yang dinantikan Yesus untuk menggantikan bangsa Israel.
Yesus menggambarkan bangsa yang menggantikan ini sebagai batu yang dibuang; Dan barangsiapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk. Hal ini berarti bahwa bangsa yang menerima kerajaan Tuhan ini akan menjadi sebuah bangsa pemberani, dapat menaklukkan setiap musuhnya yang menyerang dan meremukkan setiap musuh yang diserangnya. Gambaran ini hanya dapat diterapkan pada bangsa Arab saja yang telah terpilih dari seluruh bangsa dengan membawa pesan ruhani, prawira dalam membela diri dan menaklukkan musuh-musuhnya. Sejara, pasca Yesus, telah menyaksikan banyak bangsa prawira, namun tidak ada satu pun dari mereka yang digerakkan dan dimotivasi oleh wahyu kecuali umat Muhammad.
Post a Comment