Saturday, July 21, 2012

38 Titah dan 10 Perintah dalam Islam dan Kristen

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
38 Titah dan 10 Perintah dalam Islam dan Kristen
 
Wilson: Baik agama Kristen dan Yahudi mendakwahkan Sepuluh Perintah yang diwahyukan kepada Musa dan hal ini tercatat dalam Perjanjian Lama. Apakah Islam juga memiliki perintah-perintah dan apakah perintah-perintah tersebut sama atau serupa?
 
Chirri: Sepuluh Perintah hanyalah bagian kecil dari perintah-titah al-Qur’an.
Islam menitahkan para pengikutnya untuk menjauhi banyak hal. Beberapa dari perintah tersebut adalah haram lantaran bertentangan dengan doktrin-doktrin yang harus diyakini oleh seorang Muslim. Beberapa dari perintah tersebut dilarang (haram) lantaran bersifat tidak bermoral atau tidak etis atau tidak sehat atau hal tersebut melambangkan pembangkangan terhadap tugas-tugas ritual. Larangan-larangan ini dipandang dalam Islam sebagai perintah-perintah, melanggar larangan ini bermakna perbuatan dosa. Seorang Muslim dilarang untuk:
1.    Menisbatkan seorang sekutu atau mitra bagi Tuhan:
“Janganlah kamu adakan Tuhan yang lain di samping Allah, agar kamu tidak menjadi tercela dan tidak ditinggalkan (Allah).” (Qs. Al-Isra [17]:22)
2.    Mengingkari diturunkannya wahyu Ilahi kepada para nabi-Nya.
3.    Mengingkari setiap nabi yang diperkenalkan al-Qur’an, seperti Yesus, Musa, Ibrahim, Nuh. Pengingkaran terhadap wahyu atau setiap nabi yang diperkenalkan oleh al-Qur’an bermakna pengingkaran terhadap Islam.
4. Merasa aman dari azab Allah:
“Apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.” (Qs. Al-A’raf [7]:99)
5.   Berputus asa dari rahmat Allah:
“Jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.” (Qs. Yusuf [12]:87)
6.  Bersumpah palsu atas nama Allah:
“Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menjadikan suatu kaum yang dimurkai Allah sebagai teman? orang-orang itu bukan dari golongan kamu dan bukan (pula) dari golongan mereka. dan mereka bersumpah untuk menguatkan kebohongan, sedang mereka mengetahui. Allah telah menyediakan bagi mereka azab yang sangat keras, Sesungguhnya Amat buruklah apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. Al-Mujadilah [58]:14-15)
7. Memutuskan perjanjian dengan sengaja :
“Dan tepatilah Perjanjian dengan Allah jika kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpahmu itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat.” (Qs. An-Nahl [16]:91)
8. Membunuh manusia dengan sengaja:
“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. dan Barangsiapa dibunuh secara zalim, Maka Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan. (Qs. Al-Israa [17]:33)
Nabi bersabda: “Jiwa dan hartamu adalah suci dan tak terlanggar di antara kalian, hingga kalian berdiri di hadapan Tuhan kalian.”
9. Berkhianat kepada bangsanya sendiri.
10. Membantu mengalahkan bangsanya secara militir dengan membelakangi (mundur) ketika bangsa membela diri dalam menghadapi agresi musuh:
“Barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (bersiasat) perang atau hendak menggabungkan diri dengan pasukan yang lain, Maka Sesungguhnya orang itu kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah neraka Jahannam. dan Amat buruklah tempat kembalinya.” (Qs. An-Nahl [8]:16)
11. Mencuri.
12. Berlaku curang dalam mengukur atau menimbang atau menjual atau membeli:
“Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang. (yaitu) orang-orang yang jika menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi. Dan jika mereka menakar atau menimbang untuk orang lain, mereka kurangi.” (Qs. Al-Muthaffifin [83]:1-3)
13. Menggunakan harta anak yatim bukan untuk kepentingan anak yatim tersebut.
 “Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa dan penuhilah janji; Sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya.” (Qs. Al-Israa [17]:34)
14. Menghina kedua orang tuanya sendiri:
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. jika salah seorang di antara keduanya atau Kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, Maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya Perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka Perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil". (Qs. Al-Israa [17]:23-24)
15. Berzina:
Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Qs. Al-Israa [17]:32)
16. Menyebarkan skandal, khususnya wanita:
“Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang Amat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. dan Allah mengetahui, sedang, kamu tidak mengetahui.” (Qs. An-Nur [24]19)
“Sesungguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik, yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena la'nat di dunia dan akhirat, dan bagi mereka azab yang besar. Pada hari (ketika), lidah, tangan dan kaki mereka menjadi saksi atas mereka terhadap apa yang dahulu mereka kerjakan. Di hari itu, Allah akan memberi mereka Balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa Allah-lah yang benar, lagi yang menjelaskan (segala sesutatu menurut hakikat yang sebenarnya).” (Qs. An-Nur [24]:23-25)
17. Memata-matai orang lain bukan untuk keperluan melindungi bangsa atau diri sendiri.
18. Menggunjing orang lain, menceritakan kepada orang yang tidak mengetahui beberapa hal yang memalukan.
“Dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain.  (Qs. Al-Hujurat [49]:12)
19. Berjudi
20. Meminum minuman keras:
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya Allah akan menguji kamu dengan sesuatu dari binatang buruan yang mudah didapat oleh tangan dan tombakmu supaya Allah mengetahui orang yang takut kepada-Nya, biarpun ia tidak dapat melihat-Nya. barang siapa yang melanggar batas sesudah itu, Maka baginya azab yang pedih.” (Qs. Al-Maidah [5]:93-94)
21. Memakan babi atau setiap produk yang mengandung babi.
22. Memakan atau meminum darah (Hal ini tidak termasuk transfusi darah untuk kebutuhan)
23. Memakan daging seekor hewan yang mati dengan sendirinya (tanpa disembelih) atau daging hewan yang tidak disebut nama Allah tatkala disembelih:
“Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan bagimu bangkai, darah, daging babi, dan binatang yang (ketika disembelih) disebut (nama) selain Allah. (Qs. Al-Baqarah [2]:173)
24. Berdusta dengan sengaja atau bersaksi palsu atau mendustakan firman Allah Swt dengan sengaja:
“Sesungguhnya yang mengada-adakan kebohongan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka Itulah orang-orang pendusta.” (Qs. An-Nahl [16]:105)
25. Menyembunyikan persaksian ketika diminta untuk bersaksi dalam sebuah sidang pengadilan:
Dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. dan Barangsiapa yang menyembunyikannya, Maka Sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya; dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al-Baqarah [2]:283)
26. Dengan sengaja menumpuk dan menimbun barang-barang yang dibutuhkan masyarakat.
27. Menyebarkan kebencian dengan menyampaikan kata-kata cela dan keji kepada seseorang:
“Dan janganlah kamu ikuti Setiap orang yang banyak bersumpah lagi hina. Yang banyak mencela, yang kian ke mari menghambur fitnah. Yang banyak menghalangi perbuatan baik, yang melampaui batas lagi banyak dosa. Yang kaku kasar, selain dari itu, yang terkenal kejahatannya.” (Qs. Al-Qalam [68]:10-13)
28. Melanggar wasiat orang yang meninggal:
“Maka Barangsiapa yang mengubah wasiat itu, setelah ia mendengarnya, Maka Sesungguhnya dosanya adalah bagi orang-orang yang mengubahnya. Sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.” (Qs. Al-Baqarah [2]:181)
29. Menindas manusia.
30. Membantu penindasan:
“Dan janganlah sekali-kali kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidil Haram (pada peristiwa Hudaibiyah), mendorongmu berbuat aniaya (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebaikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya." (Qs. Al-Maidah [5]:2)
31. Bersikap angkuh dan pongah, memandang rendah orang-orang:
“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (Qs. Luqman [31]:18)
32. Iri dan dengki, menghendaki kecelakaan seseorang:
Katakanlah: "Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh. Dari kejahatan makhluk-Nya. Dan dari kejahatan malam jika telah gelap gulita. Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus pada buhul-buhul. Dan dari kejahatan pendengki bila ia dengki." (Qs. Al-Falaq [113]:1-5)
33. Memutuskan kekerabatan dan tali silaturahmi tanpa alasan yang benar:
“Maka Apakah kiranya jika kamu berkuasa kamu akan membuat kerusakan di muka bumi dan memutuskan hubungan kekeluargaan?” (Qs. Muhammad [47]:22)
34. Melalaikan shalat lima waktu.
35. Berbuka puasa pada siang hari di bulan Ramadhan tanpa alasan yang sah.
36. Menahan zakat yang menjadi saham orang-orang miskin.
37. Mengabaikan kewajiban berziarah ke Mekkah yang harus dilakukan sekali dalam seumur hidup bagi setiap orang yang mampu secara fisik dan finansial.
38. Mengabaikan tugas amar makruf dan nahi mungkar.
Lima yang terakhir dipandang sebagai dosa-dosa besar, lantaran shalat, puasa, membayar zakat, haji dan beramar makruf dan nahi mungkar merupakan kewajiban Qur’ani.
Post a Comment