Friday, June 8, 2012

Misteri KUN

Sesungguhnya bila kami menghendaki sesuatu, maka Kami cukup berkata : “Jadilah, maka me Wujudlah”. An Nahl 16 ; 40. Sahabatku!, ketahuilah bahwa Wujud itu sesungguhnya sudah ada sebelum semuanya ada. Dan patuhilah apa yang telah diperintahkan dan dibakukan Allah kepada kita. Dan perintah Allah tidak pernah berubah atau kadaluwarsa. Dan Wujud Nya yang Maha Pasti, juga tidak pernah berubah, tidak pula menua dan tenggelam. Begitu pula tentang janjiNya, semuanya adalah maha pasti dan tidak akan berubah dan hilang “Dan yang diperintahNya tetap patuh kepadaNya”. Begitu pula Ihsan, yaitu orang yang mengenal Tuhan, dan beriman, melalui penyaksian (liqa’ Allah). Itulah arti Islam. Jadi Islam tidak cukup dengan ucapan serta gerakan fisik saja. Islam yaitu mereka yang selalu pasrah, tunduk dan patuh kepada Wujud yang pernah ditemuinya, lalu mengingat Nya. Melihat dan mengingat Tuhan, tidak dibatasi oleh ruang dan waktu (wadahniyah al zamaniyah, wadahniyah al maqamniyah).

“Bahwa yang suci bukan Masjid yang dibangun manusia atau dibangun Nabi , tetapi yang suci adalah amanah yang dilimpahkan Allah kedalam Rumah yang dibangunNya, yaitu Jasad manusia. Begitu pula bahwa yang suci bukan tulisan serta kertasnya Al quran, tetapi isi dan tuntunan dari Alquran yang menempati nilai yang tidak ternilai”.

Untuk mempraktekan dan menamatkan kalimat Ilahi “watamat kalimatu rabbi” (surat Al Anam 6 ; 115), maka diturunkan kembali dengan jumlah yang cukup banyak anak-anak yang mempunyai kecerdasan spiritual, yang mengerti Tuhan. Mereka hadir, pada setiap 7 abad, atau abad kelipatan 7. Dengan sedikit diberikan wawasan, mereka mengetahui isi yang terdalam dari ayat-ayat Al quran. Allah telah mewariskan kepada Anak cerdas ilmu dari sisiNya. Sama dengan ilmu yang diajarkan Allah kepada orang-orang yang kritis dalam membaca baik yang tertulis didalam buku, maupun yang terbentang dialam terkembang. Al quran penuh dengan kalimat muthasabihat (kias). Kalau berbicara bumi dan langit, lalu diterjemahkan langit dan bumi yang ada diluar, ya itu benar, tetapi tidak menyentuh hakekat yang bermanfaat bagi kehidupan umat manusia. Sebab Al quran mengutamakan hubungan manusia kepada Nya.

Sesungguhnya Allah berkeinginan untuk menuntun manusia ke “shiratal mustaqim”, tujuannya untuk menyelamatkan umat manusia. Ketahuilah bahwa bumi dan langit yang terbentang, yang kita tempati sekarang. Sudah beribu-ribu tahun umurnya, tidak hancur dan tidak qiyamat, sebab ciptaanya selalu patuh atas perintah “kunNya”. Dan kun fayakun itu telah dipercayakanNya sebagian kepada pewarisNya

“Semua itu akan mengalami perubahan, yaitu dari ada menjadi tiada. Dari muda menjadi tua. Tetapi Wujud yang hadir bersama misteri Kun, tetap ada, meskipun sebagaian besar umat manusia tidak mengenalnya. Tetapi setiap masa, umat manusia yang membuktikannya tetap ada, meskipun jumlahnya amat sedikit. Dan sedikit pula yang melaksanakan perintah Kun”. Semua itu termasuk dalam mesteri Kun. Apa yang telah dihadirkan dengan Kun, tidaklah akan rusak, diporak-porandakan Nya. Setiap kun akan bersirkulasi dan ditampakkan sepanjang zaman. Contoh sebuah Kun : “Si A berniat untuk bertemu dengan Allah sewaktu di dunia. Dia mulai mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan. Sebelum dimulai usahanya, dia sudah mempunyai keyakinan, bahwa nazharnya pasti tercapai. Hasil perjalananya sudah nampak dilihatnya. Maka dengan kalimat basmalah, dia berkata ”Saya pasti sampai”. Akhirnya memang sampai, dia bersyukur dengan wawasan yang memadai. Inilah misteri Kun.
Post a Comment