Friday, June 22, 2012

Roh & Allah

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

9 jenis Roh dalam Manusia,yaitu:

1.ROH IDHOFI

>ROH IDHOFI Disebut pula dengan “Johar Awal Suci”,karena Roh inilah Manusia bisa hidup.Jika Roh ini keluar dari Raga,maka manusia tersebut akan meninggal Dunia.
>Roh ini adalah Roh utama yang memerintah Roh lainnya.Meskipun kedelapan Roh yang lain keluar,manusia akan tetap bisa hidup,tetapi jika ROH IDHOFI yang keluar,maka Roh-Roh yang lain akan ikut keluar pula.
>Apabila kita telah mencapai tataran bathin tingkat tinggi,kita akan dapat melihat wujud Roh ini,yang sama persis dengan kita.Alam Roh ini adalah cahaya terang benderang yang berasa sejuk tenteram

2.ROH ROBBANI

ROH RABBANI Alamnya berada didalam cahaya kuning,diam tak bergerak.Jika kita berhasil menemuinya,maka kita tidak akan berkehendak,hati tenteram tubuhpun Patirasa.

3.ROH ROHANI

>Roh ini membuat Manusia berkehendak suka dan tidak suka,baik dan buruk.Roh ini menempati 4 nafsu manusia (seperti disebutkan para penyuwun derajat).
>Roh ini mengikuti penglihatan dan apabila kita mampu mengendalikannya,maka akan tercapai kemuliaan.Jika roh ini meninggalkan tubuh,maka hati dan pikiran kita menjadi gelap.
>Roh ini menguasai nafsu Muttmainnah.Jadi,apabila roh ini menonjol,maka orang tersebut akan tampak bercahaya mukanya dan terpuji perbuatannya

5.ROH KUDUS

Roh ini memberi dorongan kepada manusia untuk selalu beribadah serta berbuat kebajikan kepada sesamanya.

6.ROH ROHMANI

Roh ini mempengaruhi manusia untuk berbuat pemurah,tidak kikir dan berjiwa sosial

7.ROH JASMANI

>Roh ini wujudnya mirip dengan kita,tetapi warnanya merah,Roh ini menguasai Nafsu Amarah dan Nafsu Hewani,misalnya malas,dsb.
>Roh ini juga menyebabkan berasa sakit,lapar,haus,dsb.Karena itu,apabila Roh ini pergi,maka kita tidak merasakan sakit meskipun tertusuk pisau tajam.

8.ROH NABATI

Roh ini mengendalikan pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia sejak lahir

9.ROH HEWANI

>Roh ini mengendalikan otak untuk bermimpi.Jadi saat kita bermimpi,Roh inilah yang melakukannya.
>Jika Roh ini keluar,kita akan tertidur.Kepergian dan kedatangan Roh ini diatur oleh ROH IDHOFI.
 

ALLAH ADA DIMANA

Allah itu adanya di langit dan di atas Arsy. Itulah keterangan yang benar sesuai dengan informasi yang Allah SWT tetapkan sendiri dalam Al-Quran Al-Kariem.

1. Allah Diatas Arsy

Keterangan bahwa Allah SWT ada di atas Arsy adalah firman Allah SWT sendiri yang ditetapkan di dalam Al-Quran Al-Kariem. Maka tidak ada kesempatan sedikitpun bagi manusia untuk menolak apa yang telah Allah SWT tetapkan sendiri tentang dirinya.


Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy . Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan matahari, bulan dan bintang-bintang tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.(QS. Al-Araf : 54)

Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy untuk mengatur segala urusan. Tiada seorangpun yang akan memberi syafa'at kecuali sesudah ada izin-Nya. yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia.Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran? (QS. Yunus : 3)

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arasy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan , menjelaskan tanda-tanda , supaya kamu meyakini pertemuan dengan Tuhanmu. (QS. Ar-Ra�d : 2)

Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas 'Arsy .(QS. Thaha : 5)

Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas Arsy , Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah kepada yang lebih mengetahui tentang Dia. (QS. Al-Furqan : 59)

Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas 'Arsy . Tidak ada bagi kamu selain dari padaNya seorang penolongpun dan tidak seorang pemberi syafa'at. Maka apakah kamu tidak memperhatikan?(QS. As-Sajdah : 4)

Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas 'arsy Dia mengetahui apa yang masuk ke dalam bumi dan apa yang keluar daripadanya dan apa yang turun dari langit dan apa yang naik kepada-Nya . Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.(QS. Al-Hadid : 4)

2. Allah Di Langit

Selain itu di dalam Al-Quran Al-Kariem juga ada keterangan bahwa Allah SWT itu ada di langit. 

Tidakkah kamu merasa aman dari Allah yang berada DI LANGIT bahwa Dia akan menjungkir-balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu berguncang. Atau apakah meraa aman terhadap Allah yang DI LANGIT bahwa Dia akan mengirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat) mendustakan peringatan-Ku. ( QS Al-Mulk : 16-17).

Selain itu ada hadits dari Rasulullah SAW yang juga menjelaskan tentang dimanakah Allah SWT itu .

Dari Abdullah bin Amr bahwa Rasulullah SAW bersabda,Kasihanilah yang bumi maka kamu akan dikasihani oleh Yang DI LANGIT.  (HR. Tirmiziy).

Namun tentang bagaimana tentang keberadaan Allah SWT di langit dan di asry, kita tidak punya keterangan pasti. Maka kita imani keberadaannya sedangkan teknisnya seperti apa, itu majhul. Dan bertanya tentang seperti apa teknisnya adalah bid�ah. Ini adalah jawaban paling aman dan inilah yang diajarkan Imam Ahmad kepada kita.

3. Tidak Ada Keterangan Bahwa Allah Ada Dimana-mana

Sebaliknya, tentang keterangan bahwa Allah SWT itu ada dimana-mana, sama sekali kita tidak mendapatkan dalil yang sharih.

Paling jauh ada ayat berikut ini saja :

Dan Dia bersama kamu di mama saja kamu berada. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.  (QS. Al-Hadid : 4) 

Namun kata mana tidak berarti menunjukkan tempat seseorang berada. Sebab dalam percakapan kita bisa mengatakan bahwa aku menyertaimu, meski pada kenyataannya tidak berduaan. Sebab kebersamaan Allah SWT dalam ayat ini adalah berbentuk muraqabah atau pengawasan.

Seperti ketika Rasulullah SAW berkata kepada Abu Bakar ra di dalam gua,Jangan kamu sedih, Allah beserta kita. Ini tidak berarti Allah SWT ikut masuk gua. Juga ketika Musa as berkata,bersamaku tuhanku, tidak berarti Allah SWT ada di pinggir laut merah saat itu.

Jikalau kamu tidak menolongnya maka sesungguhnya Allah telah menolongnya ketika orang-orang kafir mengeluarkannya sedang dia salah seorang dari dua orang ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada temannya: "Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita."(QS. At-Taubah : 40)

Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Tuhanku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk kepadaku".(QS. As-Syu�ara : 62)
Post a Comment