Thursday, June 21, 2012

Muhammad/HAMDA/HIMADA. seorang Nabi yang di janjikan oleh Injil Perjanjian Lama

KATALOG

Muhammad/HAMDA/HIMADA. seorang Nabi yang di janjikan oleh Injil Perjanjian Lama


ALPHA DAN OMEGA

Alpha dan Omega adalah rahasia kaum Kristiani yang lain, Dalam hal Alpha dan Omega, Alpha adalah huruf pertama dari alfabet Yunani, dimana naskah itu mulai, dan Omega adalah huruf yang terakhir, yang menaruh segel dan menyelesaikannya. Karena itu, dua huruf ini adalah yang pertama dan terakhir, dan permulaan serta pengakhiran suatu karya disebut Alpha dan Omega-nya. Dalam teknik Yahudi yang awal dan yang akhir adalah asma Tuhan, tetapi umat Kristiani, berdasarkan Wahyu Yohanes (22:13), menyebut Yesus Alpha dan Omega. Tetapi dalam Kitab yang sama (1:8, 21:6), dinyatakan di sana sebagai asma Tuhan Yang Maha-tinggi??. Selanjutnya, dalam seluruh Injil yang empat itu tidak disebutkan mengenai Alpha dan Omega ini, yang berarti bahwa, sepanjang Yesus tinggal di bumi ini, dia tidak pernah menyatakan dirinya sebagai Alpha dan Omega atau yang awal dan yang akhir; dan bagaimana dia bisa berkata demikian , ketika lidah yang dipakainya berbicara, bukan bahasa Yunani. Wahyu Yohanes ditulis seratus tahun setelah Yesus; yakni, bisa kita katakan, Yesus, sepanjang hidupnya, telah lupa menyisipkan hal sepenting itu, dan ketika dia ingat seratus tahun kemudian, dia mengkomunikasikannya kepada dunia melalui Wahyu Yohanes. Namun kebenaran dari perkara itu terdapat di mana-mana. Pakar peneliti, yang telah mempelajari Perjanjian Baru dari Alkitab dengan pandangan yang kritis, telah terpaksa mengakui bahwa kitab Wahyu ini tidak ditulis oleh Yohanes yang adalah seorang murid Yesus; karena dia telah dibunuh orang-orang Yahudi pada tahun tujuhpuluh dari kalender Kristiani; dan Wahyu ini hanyalah reproduksi dari suatu Kitab suci Yahudi, sebagaimana diumumkan oleh Catholic Cyclopedia:

"Satu kitab yang sekarang nyaris dikenal secara universal oleh pakar Perjanjian Baru dari aliran yang kritis menganggap itu berasal aslinya dari karya Yahudi. Suatu penyelidikan yang hati-hati dari baris (yang berisi Alpha dan Omega), betapapun, menjadikan itu sangat mungkin bahwa keseluruhannya ditulis aslinya dalam bahasa Ibrani dengan merujuk kepada ayat dalam Daniel: "

Namun demikian, aku akan memberitahukan kepadamu apa yang tercantum dalam Kitab Kebenaran" (Daniel 10:21).

Dalam terjemahan dari Ibrani ke Yunani, ayat 5 kehilangan hubungan seluruhnya dengan ayat 6. Dalam Ibrani di sana ada, sebagai ganti Alpha dan Omega, adalah huruf aslinya yakni, alim, mim, tau, dimana alif adalah yang awal, tau yang akhir, dan mim atau mu adalah huruf tengah dari alfabet Ibrani; dengan demikian maka silabus alif, mim, tau, dengan jalan itu, adalah yang menguasai dan mengatasi seluruh alfabet Ibrani, sebagaimana kita katakan dalam bahasa Urdu bahwa hal semacam dan semacam itu benar dan tepat dari alif sampai ya, atau dari a sampai z dalam bahasa Inggris. Orang Yahudi memanggilnya 'Emet'. Tetapi dari titik pandang lain, 'Emet' bukanlah istilah tanpa makna, ini berarti Kebenaran; dan atas alasan inilah bahwa kaum Yahudi memandang dan mempertimbangkannya sebagai suatu kata singkatan(silabus) pembawa rahmat dan permohonan anugerah. Untuk menyamakan kehadiran Tuhan dari keabadian seluruhnya ke seluruh keabadian seperti huruf pertama dan terakhir dari alfabet adalah sungguh suatu ide yang baik dan adil, yang juga dihargai dan dirasakan oleh kaum Kristiani. Tetapi mereka tidak dapat mengusung silabus ini dengan segala ketepatan serta kecocokannya dari tabernakel Yahudi ke Gereja Kristen, maka kebaikan dan keindahan yang ada dalam bentuk Ibraninya, hilang bersamaan dengan proses transisi dari Ibrani ke Yunani; dan mereka tidak dapat memelihara benang merah antara Alpha dan Omega dengan 'Emet', serta rahasia suci dari 'Emet' yang adalah yang awal serta yang akhir serta kebenaran yang tersembunyi dalam dirinya, telah di potong habis oleh penerjemah Kristen dengan mencoret yang di tengah Alpha dan Omega. Tetapi kaum Yahudi juga tidak terlepas atau bebas dari tanggung-jawab kesalahan. Mengumpamakan Tuhan Yang Maha-tinggi dengan yang awal dan akhir dari alfabet mendorong kepada pencari kebenaran bahwa Tuhan itu mempunyai awal dan akhir. Para pentafsir Kristen juga menghadapi perkara yang rumit dan kompleks ini dengan menyebut Yesus itu Alpha dan Omega; karena, jika Yesus itu Tuhan, maka itu tidak konsisten dengan keabadiannya kalau menyebut dia yang awal dan yang akhir; karena, dalam kasusnya ini terdapat baik yang awal dan yang akhir. Telah ditulis dalam Quran Suci:
"
Sesungguhnya persamaan 'Isa itu, menurut Allah, seperti persamaan Adam. Ia menciptakan dia dari tanah, lalu Ia berfirman: Jadi, maka jadilah ia" (Quran Surah Ali Imran:58).

Ada perkara kelahirannya, dan hal lain yakni hadir, dan kemudian beliau wafat, juga ada. Bila dia diciptakan dari debu, bahkan melalui rahim Maryam yang suci, maka kematian itu tak bisa dihindarkan olehnya: karena dia dilahirkan, maka harus merasakan kematian.

Alpha dan Omega dalam bahasa Yunani.
Sebelum mengungkap rahasia huruf Ibrani alif, mim, tau, (Emet) agaknya perlu diceriterakan kisah Alpha dan Omega. Alpha dan Omega adalah huruf awal dan akhir dari alfabet Yunani. Sesungguhnya, Omega adalah dobel 'o' atau suara panjang 'o' dalam bahasa Inggris. Kedua huruf ini memiliki arti yang penting dalam abad-abad awal Kekristenan, sama pentingnya seperti 'OM' dalam agama Hindu; dan ini dipercaya mengandung rahasia tersembunyi yang besar. Dalam penggalian arkeologis sejumlah besar benda-benda telah diketemukan dimana kata singkatan(silabus) ini telah ditulis -misalnya, di batu nisan, relik kuno, benda-benda untuk dekorasi, batu-bata dinding, vas kembang, mangkuk serta pecah-belah lainnya, cincin serta benda-benda lain dari emas dan perak. Alpha dan Omega juga telah diukir pada koin dari pelbagai negeri dengan bermacam bahasa. Tetapi, setelah beberapa waktu, praktik penulisan Alpha dan Omega sebagai benda kenangan ini pelan-pelan redup dan menjadi tidak digunakan lagi, dan tempatnya digantikan oleh tanda salib. Tetapi mengapa itu bisa terjadi bahwa pentingnya Alpha dan Omega itu sekarang tak terlihat dimana-mana kecuali dalam tiga baris biasa dalam Wahyu Yohanes? Bagaimana kegairahan ini mewujud, dan kemudian bagaimana itu mati? Jawaban atas pertanyaan ini tidak didapati dalam versi bahasa Inggris Kitab Wahyu, melainkan dalam judul bahasa Yunani Apocalypse.

Apocalypse adalah semacam kitab khusus yang ditulis dengan tujuan spesial dalam pandangannya, yakni, ketika suatu negara itu ditimpa ketidak-berdayaan dan penindasan, buku semacam itu ditulis dengan maksud menyuntikkan keberanian dan semangat kepada mereka, menyatakan bahwa hari-hari penuh kejahatan akan segera berlalu, dan hari kedatangan Tuhan sudah dekat di mata, pada saat mana para musuh akan mendapatkan hukuman yang setimpal, dan kaum beriman akan menguasai.

Kitab semacam itu, yakni Apocalypse, dan janji yang memeberi harapan serta semangat kepada hati yang kecewa. Tidak jelas benar apakah adat-kebiasaan Alpha dan Omega yang muncul pada awal Kekristenan ini, yang mengilhami umat dengan keyakinan bahwa Tuhan sendiri akan segera datang; dan harapan ini dijaga tetap segar dalam ingatan mereka, dan untuk menggembirakan hati mereka yang sedih mereka bahkan mengukir Alpha dan Omega di cincin mereka serta benda-benda lainnya.
Menyingkap tabir 'Emet' dalam agama Yahudi serta 'Alpha dan Omega' dalam agama Kristen.

Dalam tulisan Yahudi dikatakan bahwa 'Emet' itu disebut 'Segel Tuhan', atau menurut Nabi Daniel, 'Kitab­suci Kebenaran' (Daniel 10:21). Dalam hubungan ini kami reproduksikan suatu tradisi kaum Yahudi, yang menyatakan bahwa beberapa orang tulus dari Kanisah telah berdoa sungguh-sungguh agar Tuhan Yang Maha-tinggi untuk melarang Setan, karena dialah akar penyebab dari segala dosa dan penderitaan, dikarungi dan dikirim keluar dari dunia. Menjawab hal ini, diturunkanlah dari langit suatu kitab berselubung dimana tertulis di situ 'Kebenaran'. Sesudahnya, seekor singa-api keluar dari kanisah dan melarikan diri. Inilah penyembahan berhala serta politeisme, yang meninggalkan bumi ini (Yoma 69). Charles Hermann menulis dalam hubungan ini bahwa sangat jelas dari rukyah ini bahwa 'Segel Tuhan' itu sesungguhnya adalah 'Segel dari Kebenaran dan Ketulusan'(1). 'Kitab Suci Kebenaran' ini adalah Quran Suci, dalam beberapa ayat ini disebut 'Kebenaran'. Misalnya, "Dan katakanlah: Kebenaran telah datang dan kepalsuan lenyap.

Sesungguhnya kepalsuan itu pasti lenyap".(QS.Bani Israil:81).

Dan hal ini datang tepat ketika Nabi Suci setelah penaklukan Mekkah, masuk ke dalam Ka'bah, beliau memukul setiap berhala dengan tongkatnya, sambil membaca ayat ini:"Dan katakanlah: Kebenaran telah datang dan kepalsuan lenyap.
Sesungguhnya kepalsuan itu pasti akan lenyap. Berhala-berhala itu pecah bekeping dan Setan, meninggalkan tempat duduknya, angkat kaki dari sana. Al-Quran adalah 'Kitab Suci Kebenaran' yang dianugerahkan ke dunia, dan dengan itu maka janji Ilahi yang diberikan kepada Nabi Daniel (Daniel 10:21) juga telah digenapi, dan berhala-berhala itu kabur melarikan diri. Peristiwa ini tidak ada bandingannya dalam sejarah dunia bahwa berhala-berhala itu bisa dihancurkan selamanya dan sepenuhnya dari suatu tempat seperti Kakbah di Mekkah, tidak, bahkan di seluruh jazirah Arab, dari mana mereka lenyap sampai masa mendatang. Seperti halnya umat Kristen yang menunggu kedatangan Tuhan, begitu pula umat Yahudi menunggu datangnya kembali Musa (Bilangan 18:15-18). Dan kaum Yahudi, juga, telah untuk masa yang lama, menjadi umat yang teraniaya dan tertindas. Setelah Sulaiman, mereka menjadi tawanan yang diperlakukan dengan kejam oleh bangsa-bangsa lain; dan karena itu, penghiburan mereka juga terletak dalam pengharapan bahwa suatu hari kedatangan Tuhan itu akan segera tiba, pada saat mana mereka aakan diberi kekuasaan serta memerintah di tanah itu, dan akan bisa membalaskan dendamnya terhadap musuh-musuhnya. Kaum Kristiani mencangkok ide Alpha dan Omega dari kaum Yahudi, dan Wahyu Yohanes dalam Perjanjian Baru hanyalah nama lain dari kitab Yahudi. Silabus Ibrani 'Emet' atau tiga huruf Alif, mim, tau, sesungguhnya adalah suatu rahasia, di mana menurut alif, pertolongan diberikan pada awal­mulanya melalui Musa, dan mereka dibebaskan dari perbudakan serta pelayanannya pada Fir'aun, dan akhirnya disebutkan akan datangnya yang seperti Musa atau Tuhan bersama sepuluh ribu orang kudus dari Bukit Paran, serta pembebasan dari kaum Yahudi. Akhir alfabet Ibrani yakni tau menunjukkan bahwa kaum Yahudi akan memperoleh keunggulan dan kemenangan dalam ajngka panjang. Karena itulah maka tau dipandang dan dihormati sebagai suatu kata singkatan yang suci oleh kaum Yahudi, dan mim yang terselip ditengahnya dianggap tidak penting dan berlebihan.

Alhamdulillah, dengan usaha keras, ulet dan teliti dari para pakar akhirnya terkuak juga letak kesalahannya yang menyebabkan hilangnya nama Ahmad dalam Alkitab yang ada sekarang ini. Sebagaimana yang kitaketahui, bahasa yang dipergunakan oleh nabi Isa AS beserta kaumnyaadalah bahasa Ibrani, begitu pula firman Allah dan sabda nabi Isa Alaihissalam juga dalam bahasa Ibrani. Dengan demikian nubuat-nubuat yang ada dalamInjil kalau kita kembalikan ke dalam bahasa Ibrani, nama Ahmad akan muncul sangat nyata dengan sendirinya. Begitu juga dengan Taurat(TORAH), kalaukita kembalikan ke dalam bahasa aslinya, nama Ahmad juga akan munculdengan sendirinya.

Sang HIMADA adalah AHMAD
 Sebab-sebabturunnya nubuat akan kedatangan seorang nabi yang diutus bagi semuabangsa yang bernama "Ahmad" adalah ketika bangsa Israel yang telahhancur, jatuh terpuruk, dan diijinkan kembali membangun Yerusalem dan Bait Sulaiman yang telah diratakan dengan tanah oleh bangsa Khaldea,sebagian orang berada dalam kegembiraan dan sebagian yang lain beradadalam kesedihan yg memilukan karena teringat kembali akan keindahan Bait Agung Sulaiman.Pada saat itulah, Allah mengutus Haggai(Menurut Alkitab Haggai adalah seorang nabi) untuk menghibur bangsaIsrael yang telah terpuruk dengan menyampaikan janji Allah bahwa akandiutus seseorang yang akan mengangkat kembali bangsa Israel dariketerpurukan :

"Dan aku akan menggoncangkan semua bangsa, dan HIMADA untuk semua bangsa ini akan datang; dan aku akan mengisi rumah ini dengan kemegahan, kata Tuhan pemilik rumah". [Hagai 2:7]

Seseorangyang diutus untuk mengangkat kembali bangsa Israel adalah Himada,bangsa Israel tentu menunggu sang Himada segera datang agar bangsanyasegera bangkit dari keterpurukan. Namun sayang seribu sayang bangsaIsrael tidak menafsirkan kata Himada sebagai nama riil seorang nabiyang diutus, tetapi mereka menafsirkan kata Himada sebagai kata sifatyang abstrak sesuai arti Himada dalam bahasa mereka yaitu : keinginan,hasrat, kerinduan dan pujian.

Tentu saja ketika janji Allah tersebut diterjemahkan kedalam bahasa lain, maka yang terjadi adalah kata Himada akan ikut diterjemahkan dan berubah dengan sendirinya, mari kita lihatterjemahannya ke dalam bahasa Inggris : 

"And I will shake all nations,and the desire of all nations shall come: and I will fill this housewith glory, saith the LORD of hosts". Hagai 2:7Lihatlah kata Himada diterjemahkan menjadi desire dalam bahasa Inggris yang artinya keinginan atau hasrat, hal ini dianggap benar oleh para penulis Injil karena mereka memahami Himada bukanlah nama orang tetapi sebagai kata benda abstrak.Perlu diketahui, terjemahan Alkitab dalam bahasa apapun, baik ke dalam bahasa Arab, Indonesia, Jepang, Spanyol dan bahasa-bahasa lainnya adalah mengambil dari Alkitab yang berbahasa Inggris tersebut, sehingga tidak aneh kalau kita tidak menemukan namaAhmad dalam Alkitab.

Sekarang mari kita lihat terjemahan Alkitab dalam bahasa Indonesia yang diterjemahkan dari Alkitab berbahasa Inggris :"

"Aku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam. [Hagai2:8]

Lihatlah kata desire dalam bahasa inggris diterjemahkan menjadibarang yang indah-indah, dari sini saja sudah nampak distorsi dariInggris ke Indonesia, sehingga makin tersembunyilah nama Ahmad dalamAlkitab. Sebagai informasi tambahan, kalau kita amati Alkitab berbahasa Inggris mencatat ayat tersebut dalam Hagai 2:7 tetapi dalam Alkitab berbahasa Indonesia tercatat dalam Hagai 2:8

tentu saja selisih satuayat ini perlu dipertanyakan penyebabnya.
Tetapi kalau Alkitabyang berbahasa Inggris kita terjemahkan ke dalam bahasa Yahudi atauIbrani, maka kata Himada tersebut akan muncul kembali dengansendirinya, kurang-lebihnya seperti berikut ini :"ve yavu himdath kolhaggoyim"Huruf th dalam kata Himdath bisa diganti menjadi hi ataubahkan dihilangkan sama sekali, sekarang mari kita analisa kata-katadlm bahasa Yahudi, Ibrani dan Arab:

Himdath = Himdahi = Himda = bahasa Yahudi 
Himada = bahasa Ibrani 
Ahmad = bahasa Arab

Semuakata tersebut mempunyai kesamaan arti yaitu terpuji dan mempunyaikesamaan akar kata yaitu H-M-D, lihatlah bila kita hilangkan vokal dankita biarkan konsonannya, maka akan menjadi :

H-M-D = dalam bahasa Yahudi 
H-M-D = dalam bahasa Ibrani 
H-M-D = dalam bahasa Arab

Tentuini sebuah bukti yang tak dapat dibantah sedikitpun, dan bagi siapapun yg ahli dalam bahasa Semit tentu mempunyai kesimpulan yang sama bahwaHimada dan Ahmad adalah sama, tentu kesimpulannya adalah nama Ahmadmemang ada dalam Alkitab.

PARAKLÊTOS adalah AHMADBangsaIsrael/Yahudi melihat nabi Isa AS ternyata bukanlah nabi yangdijanjikan Allah seperti yang disampaikan oleh Haggai yang dapatmengangkat bangsa Israel/Yahudi dari keterpurukan. Oleh karena itulahBani Israel masih terus mencari siapakah orang yang dijanjikan Allahseperti yang disampaikan Nabi Haggai ?.

Suatu ketika Yesus berpidatokepada kaumnya, memberitakan akan ada nabi lain yg akan diutus sesudahdirinya, menurut Yesus kedatangan nabi tersebut tidak akan lama lagi.Pidato Yesus tersebut sangat dipahami oleh orang-orang Israel, namunsayang sekali mereka tidak langsung menuliskan apa yang disabdakanYesus ketika itu, dan pidato Yesus yang berbahasa Ibrani tersebut barudicatat enampuluh (60) tahun kemudian dan itupun dalam bahasa Yunanioleh orang yang mengaku bernama Yohanes :"Kago erotao tou pater kaiallos parakletos didomi humin hina meta hu mon eis tou aion eimi"Yohanes 14:16

Kata Parakletos mempunyai beberapa arti yaitu :mengagungkan, memuji dan penolong, dan kalau kata Parakletosditerjemahkan ke dalam bahasa Ibrani, kata yang didapat adalah : Hamida.

Kalaukata Hamida yang disebut oleh Yesus diartikan sebagai kata bendaabstrak maka terjemahan pidato Yesus adalah seperti berikut ini

:"Akuakan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorangPenolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya". Yohanes14:16

Tetapi kalau kata Hamida yang disebut Yesus diartikansebagai sebuah nama yang konkrit maka terjemahannya adalah sepertiberikut ini

:"Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikankepadamu Hamida, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya". Yohanes14:16

Maka pidato Yesus tersebut senada dengan Firman Allah Subhanahu wata'ala dalam Al-Qur'an :"Dan (ingatlah) ketika Isa putera Maryam berkata: "Haibani Israil,....(aku.) memberi khabar gembira dengan (datangnya) seorangRasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad ". [Quran Surah. As-Saff:6]

Tentuhasil akhir yang kita dapatkan adalah kata Hamida dalam bahasa Ibranidan kata Ahmad dalam bahasa Arab, dan kedua kata ini adalah berasaldari akar kata yang sama yaitu H-M-D dan mempunyai arti yang sama yaituterpuji, dan senada pula dengan makna Perikletos.Dari penjelasan diatas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa, apakah kata Hamida dianggapsebagai kata benda abstrak atau riil, jika kita kembalikan ke dalambahasa Yesus yaitu Ibrani, maka nama Ahmad akan nampak lagi.

KEAJAIBAN NAMA MUHAMMAD
Sesuatu yang sangat menarik adalah, tidak ada seorangpun yang bernama Ahmad atau Muhammad sejak nabi Adam diciptakan sampai dengan lahirnya seoranganak dari Abdullah dan Siti Aminah. Hal ini bukanlah kebetulan yang direkayasa kalau Siti Aminah memberi nama Muhammad pada anaknya, tetapi hanya semata-mata sebagai takdir Allah Yang Maha Kuasa dan sebagai bukti ke-Agungan rencana-Nya.

MARI MERENUNGKAN FIRMAN ALLAH DALAM INJIL DI BAWAH INI
Namun benar yang kukatakan ini kepadamu: Adalah lebih berguna bagikamu jika AKU pergi. Sebab jikalau aku TIDAK PERGI, NABI *PENGHIBUR itu tidak akan datang kepadamu.Tapi jikalau aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu. Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsyapkan DUNIA AKAN DOSA, KEBENARAN DAN PENGHAKIMAN; akan dosa karena mereka tetap tidak percaya kepadaku; akan kebenaran karena aku akan pergi kepada Bapa dan kamu tidak melihat aku lagi; akan penghakiman karena penguasa dunia ini telah dihukum. Masih banyak hal yang harus kukatakan kepadamu , tetapi sekarang kamu belum dapat MENANGGUNGNYA. Tetapi apabila IA datang, yaitu *ROH KEBENARAN, Ia akan memimpin kamu kedalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari dirinya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengarnya itulah yang akan dikatakannya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan memuliakan Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya daripadaku. (InjilYohanes 16 : 7-14).

Injil Yohannes yang bertentangan dengan ayat-ayat yang lain, Tentang kedatangan ROH KEBENARAN
1. Yohanes 14;16-17,
 Aku akan minta kepada Bapa, dan IA akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain,supaya Ia menyertaikamu selama-lamanya, yaitu Roh Kebenaran.Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidakmengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu danakan diam di dalam kamu.

2. Yohanes 14;25-26,
 Semuanya itu Kukatakan kepadamu, selagi Aku berada bersama-sama dengan kamu; tetapi Penghibur, yaitu ROH KUDUS,yang akan diutus oleh Bapa dalam nama-Ku, Dialah yang akan mengajarkansegala sesuatu kepadamu dan akan mengingatkan kamu akan semua yangtelah Kukatakan kepadamu.

3. Yohanes 15;26-27,
 Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran[/color]yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku. Tetapi kamujuga harus [1]BERSAKSI, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.

4. Yohanes 16;7-9,
Namun benar yang Kukatakan ini kepadamu; Adalah lebih berguna bagikamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, Penghibur itutidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutusDia kepadamu.  Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akandosa, kebenaran dan penghakiman;  akan dosa, karena mereka tetaptidak percaya kepada-Ku;

5. Yohanes 20;22,
Dan sesudah berkata demikian, Ia mengembusi mereka dan berkata; "Terimalah RohKudus"
[1]dalam Islam di sebut Syahadat(Persaksian)

**Roh kebenaran? kita melihat konteks ayat di atas bahwa jikalau Yesus pergi, maka Nabi penghibur tersebut akan datang. kebanyakan Kaum Kristiani mengatakan bahwa yang di maksudkan Roh Kebenaran adalah Roh Kudus. tetapi mengapa jikalau Roh Kudus di katakan sebagai sosok NABI PENGHIBUR(PARAKLETOS)pada ayat di atas?. padahal Roh Kudus bersifat Immaterial dan bukanlah sosok materi, sedangkan ayat di atas menunjukan sosok materi/Objek yang konkrit. nah, ini berarti yang di maksudkan dalam Injil Yohanes di atas adalah sesosok Orang(Person). kebanyakan kaum Nasrani mengannggap bahwa yang di maksud dengan Roh Kebenaran adalah Roh Yesus, jikalau itu jawaban yang di lontarkan oleh mereka, berarti mereka telah MENDUSTAKAN KITAB MEREKA SENDIRI, dan ini bertentangan dengan Perkataan Yesus,  pada Injil Yohannes:7-14. la iyalah, wong Yesus berkata sendiri bahwa Roh Kebenaran itu akan datang setelah Yesus meninggalkan dunia ini.  IA yang di maksudkan di dalam Injil Yohannes 7-14 adalah  sesosok Nabi pengganti Yesus, Nabi Penghibur yang membawa ROH KEBENARAN. siapakah Dia?

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَاآتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌلِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ قَالَأَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَى ذَلِكُمْ إِصْرِي قَالُوا أَقْرَرْنَاقَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ
Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi: "Sungguh, apa saja yang Aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah, kemudian datang kepada museorang rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya". (QS. Ali Imran : 81)

الَّذِينَ يَتَّبِعُونَ الرَّسُولَ النَّبِيَّالْأُمِّيَّ الَّذِي يَجِدُونَهُ مَكْتُوبًا عِنْدَهُمْ فِي التَّوْرَاةِوَالْإِنْجِيلِ يَأْمُرُهُمْ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَاهُمْ عَنِالْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبَاتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُالْخَبَائِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَالْأَغْلَالَ الَّتِيكَانَتْ عَلَيْهِمْ فَالَّذِينَ آمَنُوا بِهِ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُوَاتَّبَعُوا النُّورَ الَّذِي أُنْزِلَ مَعَهُ أُولَئِكَ هُمُالْمُفْلِحُونَ
(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang umi yang(namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada disisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang makruf dan melarangmereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi merekasegala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka.  Makaorang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya danmengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Qur'an),mereka itulah orang-orang yang beruntung. (QS. Al-A'raf : 157)

وَإِذْ قَالَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ يَا بَنِيإِسْرَائِيلَ إِنِّي رَسُولُ اللَّهِ إِلَيْكُمْ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَيَدَيَّ مِنَ التَّوْرَاةِ وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنْ بَعْدِياسْمُهُ أَحْمَدُ فَلَمَّا جَاءَهُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا هَذَاسِحْرٌ مُبِينٌ
Dan (ingatlah) ketika Isa Putra Maryam berkata: "Hai Bani Israel, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu, membenarkan kitab (yang turun) sebelumku, yaitu Taurat(Torah) dan memberi kabar gembira dengan(datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad)" Maka tatkala rasul itu datang kepada mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, mereka berkata: "Ini adalah sihir yangnyata". (QS. As-Saff : 6)

الَّذِينَ آتَيْنَاهُمُ الْكِتَابَ يَعْرِفُونَهُكَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَاءَهُمْ وَإِنَّ فَرِيقًا مِنْهُمْ لَيَكْتُمُونَالْحَقَّ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang telah Kami beri Al Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad  seperti mereka mengenal ANAK-ANAKNYA SENDIRI. Dan sesungguhnya sebahagian diantara mereka menyembunyikan kebenaran, padahal mereka mengetahui. QS. AL-Baqarah : 146)

*****TIDAK ADA BANTAHAN, KARENA INI ADALAH KEBENARAN....
*****TIDAK ADA PENGHUJATAN, KARENA INI ADALAH FIRMAN TUHAN....
*****TIDAK ADA PERSELISIHAN, KARENA INI ADALAH JALAN KEBENARAN....

:::::::::::::::::::::::SALAM UKHUWAH:::::::::::::::::::::

Sumber :1. Perjanjian Baru Interlinier, Yunani Indonesia Diterbitkan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)2. Konkordasi Perjanjian Baru - LAI3."Muhammad in the bible", MENGUAK MISTERI MUHAMMAD, Prof. David Benjamin Keldani diterbitkan di Indonesia oleh Sahara PublishersCetakan ke : 11 Mei 2006. dan "WHAT EVERY CHRISTIAN & JEW SHOULDKNOW" TENTANG SANG PENCIPTA, KITAB SUCI & NABI-NABI, PROFESOR DAVID BENJAMIN KELDANI BD. Alih Bahasa Oleh: HW.Pienandoro SH


keterangan :
a]Maksudnya: dalam syari'at yang dibawa oleh Muhammad itu tidak ada lagibeban-beban yang berat yang dipikulkan kepada Bani Israil. Umpamanya:mensyari'atkan membunuh diri untuk sahnya taubat, mewajibkan kisas padapembunuhan baik yang di sengaja atau tidak tanpa membolehkan membayardiat, memotong anggota badan yang melakukan kesalahan, membuang ataumenggunting kain yang kena najis. - (dari : Al Qur'an terjemah Depag)
[dari: al-islahonline.com - Seluruh artikel di dalam situs ini bolehdisebar-luaskan demi kepentingan Da'wah dengan mencantumkan sumbernya -Kontak : admin@al-islahonline.com]
(1)7. Charles Hermann Ph.D., LLD: Catholic Cyclopaedia, New York dibawah judul Alpha dan Omega.
Post a Comment