Friday, June 8, 2012

Konsep Syekh Siti Jenar Merasakan Kematian sebelum mati

ecara awam kematian merupakan suatu peristiwa yang sangat ditakuti , meskipun itu tidak dapat dihindari. Ketakutan tersebut karena mental ( fikiran dan angan angan ) yang tidak sanggup membayangkan , karena mereka berfikir kalau kematian datang akan lenyap jiwa dan raganya, akan memisahkan kita dari apa yang di cintainya seperti keluarga, pangkat , jabatan, harta dll sehingga mereka merasa ngeri kalau mengingat kematian.
Berbeda dengan Konsep Siti Jenar / Konsep Sufi akan kematian itu sudah hilang , karena mereka telah berhasil melenyapkan / melepaskan mentalnya dari hukum kebiasaan, mereka telah menemukan keyakinan bahwa kematian merupakan proses dari perjalanan spiritual yang berkelanjutan. Karena mereka mempunyai tujuan setelah kematian maka perasaan akan takut kematian sudah sirna . tujuan mereka adalah bertemu Tuhan yang telah di rindukannya.

Kematian sebelum kematian artinya seseorang yang dapat mematikan Ego, Emosional, Nafsu, dan fikiran fikiran yang menjerat untuk selamanya .
Kematian Ego dapat membebaskan manusia , seorang dapat merasakan kelahiran ke dua
Kelahiran ke dua tersebut membuka jalan baginya dalam menuju totalitas dan keabadian , karena kematian ego memungkinkan seorang untuk menempuh jalan Tuhannya . Potensi tersebut sebenarnya ada pada setiap diri manusia [ kemampuan untuk keluar dari dunia yang penuh batasan ] tetapi kebanyakan manusia belum dapat memahami dan belum menemukanya karena kita masih dibatasi oleh fikiran , budi Cipta dan karsa yang sangat membatasi kita. Jika seorang bisa terbebas dari itu semua maka akan terbuka Cakrawala terhadap segala hal yang tak terbatas yaitu kabadian yang hadir dalam kalbunya. Itulah yang disebut pengalaman batin yang bersifat pribadi. Tidak semua orang mampu melepaskan diri dari hukum kebiasaan .
Oleh karena Syehk Siti Jenar kurang bijak untuk membuka pengalaman spiritual nya kepada murid muridnya atau kepada wali Syariat karena persepsi yang tidak sama maka Syehk Siti Jenar harus menerima Konsekwensi dengan hukuman mati.
Syehk Khaled Bentounes [ tokoh sufi ] kita tidak boleh sembrono untuk membicarakan pengalaman batin kita pada sesama kita yang masih hidup dalam batasan batasan , konsekwensinya kita harus berfikir dan berbicara dalam dua bahasa dan dua fikiran yang berbeda . artinya pada orang yang pada tahapan sama kita dapat berdialog tentang hal itu karena mereka ada dalam gelombang atau chanel yang sama, tetapi jangan sekali kali berdialog dengan orang orang yang belum mencapai kondisi batin tersebut karena hal itu dapat mengacaukan atau membingungkan jalan fikiran mereka.

Syehk Khaled Bentounes Kondisi Ma’rifat sungguh sungguh memang ada dan tidak ada penjelasan secara rasional masing orang yang mengalami kodisinya juga berbeda tergantung pada penyerapan dan kedalaman untuk memahaminya, sedangkan untuk mencapai hal tersebut seseorang yang menempuh jalan ma’rifat sebelumnya harus dapat mematikan Ego kemanusiannya dengan cara menjalankan amalan amalan atau latihan yang bertujuan untuk menyatukan perasaan dan keinginannya hanya kepada Tuhannya atau di sebut dengan IRADAH. Dari amalan tersebut maka akan timbul kerinduan dalam hati , hakikatnya adalah perwujutan kebangkitan hati dalam pencarian Tuhan .

Pengalaman batin tentang Iradah juga dialami Siti Jenar , Siti Jenar senantiasa dalam kegelisahan karena rasa rindu dan cintanya kepada Tuhan yang begitu besar, ia berusaha melenyapkan sifat yang terikat dengan hukum kebiasaan sampai sampai ia menganggap dirinya sendiri tiada berarti .

“ Saya ini bukan Budi, Bukan angan angan hati, bukan fikiran yang sadar, bukan niat , bukan udara , bukan angin, bukan panas, bukan kekosongan , bukan kehampaan , wujud saya ini adalah Jasad yang akhirnya mati menjadi jenasa , busuk bercampur tanah, dan debuh nafas saya mengelilingi dunia , tanah, air, api dan udara kembali ketempat asalnya, sebab semua barang baru , bukan asli maka saya ini dzat yang sejiwa menyukma dalam Hyang Widi, Pangeran saya bersifat Jalal dan Jamal [ Maha Mulia dan maha Indah ] ia tidak mau sholat atas kehendak sendiri, tidak pula mau memerintahkan untuk sholat kepada siapapun “

Sabda Rosululloh Muhammad SAW : “ Rasakan Kematian sebelum datang kematian “

Syekh Siti Jenar memandang bahwa kehidupan manusia di dunia ini disebut sebagai kematian. Sebaliknya, yaitu apa yang disebut umum sebagai kematian justru disebut sebagai awal dari kehidupan yang hakiki dan abadi.
Post a Comment