Sunday, April 14, 2013

Keyakinan dan iman orang-orang Yahudi terhadap kemunculan Nabi Isa yang dijanjikan

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Orang-orang Yahudi juga seperti pada umumnya kaum dan mazhab, secara pasti, meyakini akan datangnya seorang penyelamat (messiah) di akhir zaman. Dalam kitab Taurat disebutkan berita gembira ihwal kedatangan dan kemunculan reformer global.
Master “Hawks” sehubungan dengan menyebarnya keyakinan tentang kemunculan dan penantian seorang penyelamat besar dunia di antara kaum Yahudi menulis, “Orang-orang Ibrani menantikan kedatangan Masehi dari generasi-generasi sebelumnya hingga hari ini dan janji akan kedatangannya berulang kali disebutkan dalam Zabur dan kitab-kitab para nabi khususnya dalam kitab Yesaya. Hingga sewaktu Yahya pembaptis datang memberikan berita gembira tentang kedatangannya. Namun Yahudi tidak memahami nubuat tersebut. Mereka berpikir bahwa Messiah akan menjadi raja zaman dan akan membebaskan mereka dari kejahatan dan kezaliman serta meninggikan mereka hingga derajat tertinggi.”[1]
Dalam Taurat dan kitab-kitab lainnya disebutkan banyak berita gembira ihwal kemunculan seorang penyelamat dan kondisi-kondisi dunia  sebelum dan setelah kedatangannya.
Dalam Zabur Daud, dengan judul Mazmur di sela-sela kitab-kitab Perjanjian Lama, berita gembira disebutkan dalam ragam penjelasan tentang kemunculan penyelamat. Menariknya al-Quran[2] mengutip sebuah masalah tentang kemunculan Imam Mahdi Ajf dari Zabur persis seperti apa yang disebutkan dalam Zabur yang ada sekarang ini dan terhindar dari penyimpangan. Dalam Zabur disebutkan, “...Sebab orang-orang yang berbuat jahat akan dilenyapkan, tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN akan mewarisi negeri.”[3]
Dalam kitab “Hagai” disebutkan, “Yahwa Shabayut menulis demikian, “Sebab beginilah firman TUHAN semesta alam: Sedikit waktu lagi maka Aku akan menggoncangkan langit dan bumi, laut dan darat; ku akan menggoncangkan segala bangsa, sehingga barang yang indah-indah kepunyaan segala bangsa datang mengalir, maka Aku akan memenuhi Rumah ini dengan kemegahan, firman TUHAN semesta alam.”[4]
Dalam Kitab Daniel juga disebutkan, “Pada waktu itu juga akan muncul Mikael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu. Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal.”[5]
Dalam kitab-kitab Zakariah, Amos, Hezekiel juga disebutkan tentang berita-berita gembira ini.[6]
Karena itu, orang-orang Yahudi meyakini akan kedatangan seorang penyelamat, bahkan dewasa ini, sebelum pembentukan sebuah pemerintahan Yahudi bernama Israel yang dilakukan oleh orang-orang Yahudi, dengan menyalahgunakan cita-cita ideal orang-orang Yahudi ini. Kurang lebih seratus tahun sebelumnya, sebagian pemikir Yahudi berkata, kaum kami sekian lama telah menantikan Messiah, telah menanggung penderitaan, namun belum ada berita tentangnya. Sekarang penantian kita telah berakhir dan kesabaran kita telah usai. Ada baiknya kita sendiri yang harus bangkit untuk mengakhiri kondisi yang kita alami. Mereka membentuk sebuah aliran bernama Zionisme dan berkata kita sendiri yang harus mengambil Palestina, meski pada umumnya orang-orang Yahudi menentang pengambilan paksa tanah Palestina ini. Karena sesuai dengan keyakinan mereka hanya Messiah (Penyelemat Akhir Zaman) yang dapat melakukan hal ini. Para antek Zionis berkata bahwa untuk kebangkitan Messiah kita mendirikan benteng di Palestina. Namun memuaskan sebuah kaum yang telah hidup berabad dengan pemikiran seperti ini bukanlah hal yang mudah. Namun mereka tetap setia melakukan propaganda dan membawa para imigran Yahudi ke Palestina. Namun demikian sebagian Yahudi, mengingat keyakinan-keyakinan masa lalu mereka memandang pendirian negara Zionis bertentangan dengan cita-cita Messiah Yahudi. Mereka berkata bahwa kita harus melanjutkan tradisi penantian. Dewasa ini, kelompok Zionis yang paling ekstrem seperti Gush Emunim dan kelompok anti-Zionis yang paling ekstrem seperti “Neturei Karta” (Penjaga Kota) sedang menantikan kemunculan Messiah.[7]
 
Messiah yang Dinantikan Orang-orang Yahudi
Kaum Yahudi dan Kristen keduanya meyakini bahwa Messiah akhir zaman berasal dari keturunan Ishak. Orang-orang Kristen meyakini bahwa Messiah adalah Isa bin Maryam yang dibunuh oleh kaum Yahudi, namun Allah Swt menghidupkannya dan mengangkatnya ke langit. Pada akhir zaman, Allah Swt akan mengirimnya ke dunia sehingga dengan perantara Isa bin Maryam, janji-janji Ilahi akan terlaksana.
Namun kaum Yahudi berkata, “Dia (pemimpin yang dijanjikan) belum lagi dilahirkan. Ayat 20:70 Kejadian menyinggung tentang janji Ilahi, Hanan Eil, ahli tafsir Yahudi dalam catatannya atas ayat ini, menulis, Nubuat ayat ini berlangsung semenjak 2337 tahun yang lalu hingga Arab (generasi Ismail) menjadi umat yang agung dengan kemunculan Islam, namun kami yang merupakan keturunan Ishak, janji Ilahi terkait dengan kami, karena dosa-dosa kami diakhirkan. Namun pastilah janji Ilahi akan sehubungan dengan kami  kelak akan terwujud di masa datang.[8]
Sebagian penulis menulis demikian bahwa terkadang orang-orang Yahudi berada dalam penantian Messiah dan sebagaimana orang-orang Kristen memandang bahwa Sang Penyelamat akhir zaman adalah Isa al-Masih.
Meski hingga sebelum kemunculan Nabi Isa asumsi ini ada, namun harap kita camkan bahwa anggapan seperti ini tentang Sang Penyelamat akhir zaman adalah anggapan yang keliru; karena Messiah yang dinantikan oleh orang-orang Yahudi disebut sebagai Masyaih (Masih) dan Masyaih adalah gelar untuk raja-raja kuno Bani Israel. Namun karena redaksi Masih dilekatkan untuk Nabi Isa, ulama untuk menyinggung pada Messiah Yahudi menggunakan redaksi “Messiah” namun kata ini bersumber dari pelafalan Latin yang derivatnya dari kata Ibrani Masyaih.[9] [iQuest]
 

[1]. Qamus Kitab Muqaddas, hal. 806 sesuai dengan nukilan dari Majallah Takhasshusi  Intizhâr, No. 15, hal. 139.
[2]. “Dan sungguh Kami telah tulis di dalam Zabur sesudah (Kami tulis dalam) azd-Dzikr (Taurat) bahwasanya hamba-hamba-Ku yang saleh mewarisi bumi ini.” (Qs. Al-Anbiya [21]:105)
[3]. Perjanjian Lama, Mazmur 37 sesuai nukilan dari Mujtaba Tunei, Mau’ud Name, hal. 230, Qum, 1384.
[4]. Alkitab, Kitab Hagai 2: 6-9, sesuai nukilan dari Mau’ud Nâme, hal. 232.
[5]. Alkitab, Kitab Daniel 12:1-12, sesuai nukilan dari Mau’ud Nâme, hal. 232.
[6]. Farhangg Alifbai, Mahdawiyat, hal. 231 dan 232.
[7]. Husain Taufiqi, Âsynâi bâ Adyân Buzurgh, hal. 124 dan 125 (dengan sedikit perubahan), Sazeman-e Samt, Teheran, 1386.
[8]. Majallah Takhasshusi Intizhâr, No. 15, hal. 146-147.
[9]. Ibid, hal. 121.

Enhanced by Zemanta
Post a Comment