Saturday, November 3, 2012

asal muasal diri alam marifat

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Maka Allah lingkup nya di nur Muhammad itu sendirinya didalam perkata'an Kun Fayakun dan Nur Muhammad itu sendiri di dalam lingkup dari pada Nur Dzat. Semesta sekalian alam semsesta ini perbuatan Nur juga, maka barang siapa belum tahu jalan ini jangan membaca ini karena akan menjadikan sesat kepada dirinya dan jika sudah tahu bacalah, karena inilah ilmu yang haq. Syareat tanpa Hakekat hampa dan hakekat tanpa syareat bathil atau sia sia.
Adapaun yang bernama Rahasia itu sir ALLAH JUA.
Adapun kita ini bertubuhkan Muhammad zahir dan bathin, bertubuhkan Roh namanya maka tiada kita kenang kenang lagi hati dan tubuh hanya bertubuh bathin saja namanya artinya Muhammad jua yang jadi tubuh kita ini. Jadi hakekatnya kita ini bertubuh kan Roh Idhafi juga, sebab Muhammad itulah yang bernama Rahasia Sir Allah.
Adapun ujud itu ujud Allah Ta'ala, sekali kali jangan ada ujud yang lain daripada Allah Ta'ala inilah sebenar benarnya diri. Begitu pula kelakuan jangan ada yang lain, karena jika ada menjadi Nafsiah Hamba juga.
Adapun Nafsiah Robbah itu tidak menerima salah satu melainkan suci zahir bathin. Dzat artinya Ujud Allah semata mata, itu yang sebenar benarnya diri kita. Jangan ragu lagi pada kata ini, baik berjalan itu ujud Allah, melihat itu Bashar Allah dan berkata kata itu Kalam Allah dan lain lainnya, jangan ada ujud yang lain jika ada maka batal. Firman Allah
" Ana fi dzhoni Abdi " Aku berada dalam prasangka hamba Ku.
Maka sudah lengkap ujud kita ini, ujud Allah Ta'ala. Ingat lah akan firman Allah tersebut jangan lagi mengatakan batil jika sudah tahu ujud dirinya ujud Allah juga dan tiada lupa dan tiada berserikat dan tiada berhakekat dan bermarifat melainkan kudrat sendirinya.
" Al insaanu sirri wa anaa sirrahu wa sirri sifaati wa sifaatii laghairi " insan itu rahasia Ku dan Akulah rahasianya dan rahasia itu sifat Ku dan sifat Ku itu tiada lain dari pada Aku
Adapun Alif Allah itu yaitu Dzat Allah Ta'ala dan diri Allah Ta'ala dan sebenar benar nya diri yaitu Roh Nabi Muhammad, adapun sifat Allah Ta'ala itu rupa nabi Muhammad dan Af'al Allah Ta'ala itu yaitu kelakuan Nabi Muhammad. Maka inilah Roh Idhafi menjadi rahasia kepada kita didalam jantung tempatnya. Adapun Akbar itu tubuh kita ini jadi bisa berlaku laku dan sebagainya. Adapun rahasia itu sendiri memerintah hati dan hati itu memerintah tubuh berlakunya tubuh itu berbagai kelakuan. Inilah sebenar benarnya diri yang kita kenal siang dan malam, sebab semuanya daripada Muhammad.
Tatkala rahasia itu sehari semalam dalam rahim ibu HU . . HU pujinya
Tatkala rahasia itu tiga hari tiga malam dalam rahim ibu Subhanallahi pujinya artinya suci sendiri nya
Tatkala rahasia itu empat puluh hari empat puluh malam dalam rahim ibu Alhamdulillahi pujinya artinya Dzat Allah pujinya
Tatkala rahasia itu tiga bulan dalam rahim ibu Allahu Akbar pujinya artinya Maha Besar Allah meliputi sekalian alam
Tatkala rahasia itu sembilan bulan dalam rahim ibu La ilaha illa Allah pujinya




Wahai diri yang mulia wahai jiwa yang luhur wahai pribadi yang agung bagaimana mungkin aku merasa cukup dengan amal dan ilmu ku bila aku harus bercermin pada keteladanan mu yang telah memikat segala bentuk hati dan perasa'an. Sementara Engkau telah menjelma dengan sifat sifat ke Tuhanan yang pengasih lagi penyayang. Engkau telah menjadi cahaya mata bagi para perindu dan nama mu menjadi sumber bagi yang mengamal bahkan sifat dan keteladanan mu menjadi syair bagi para pencinta. Kehadiran mu telah dinantikan semenjak awal segala pencipta'an dan nama mu telah terukir dengan agung nya yang disandingkan ditempat yang tak mungkin satupun makhluk dapat menyandingnya.

Wahai keutama'an yang menjadikan seluruh penghuni langit dan bumi bersholawat kepada mu, bagaimana mungkin laut akan cukup menjadi tinta untuk menulis ke utama'an mu itu, bila laut saja dijadikan sebab dari pada keada'an mu

Wahai raja dari segala yang zahir maupun bathin, tiada lah yang ghaib tersingkap seluruhnya karena kaulah  sang pengawas dan digenggaman mu semua yang zahir karena kuasa untuk mu.

Tiadalah dapat bulan dan mentari menandingi cahaya mu bila engkaulah sumber segala cahaya itu.

Pada diri mu lah dapat menemukan kebenaran Tuhan dan pada jiwa mulah tersingkap rahasia ke Tuhanan

Wahai sang kekasih . . . . . .

Enhanced by Zemanta
Post a Comment