Sunday, March 3, 2013

Mengenai Akhir Zaman..


أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

TAKWA DAN PERPADUAN DASAR KESELAMATAN DI AKHIR ZAMAN

Hadis Nabi saw yang artinya, Dari Abi Nijih 'Irbadh bin Sariyah ra berkata, "Telah menasihati kami oleh Rasulullah saw. akan satu nasihat yang menggetarkan hati kami dan meneteskan air mata kami ketika mendengarnya, lalu kami berkata , Ya Rasulullah! Seolah-olah ini adalah nasihat yang terakhir sekali maka berilah pesan kepada kami. "Beliau pun bersabda, "Aku berwasiat akan kamu agar selalu bertaqwa kepada Allah dan mendengar serta taat (kepada pemimpin) sekalipun yang meminpin kamu itu hanya seorang hamba. Sesungguhnya siapa yang panjang umurnya dari kamu pasti ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kamu berpegang teguh dengan sunnahku dan sunnah para khulafa Ar Rasyidin Al Mahdiyin (Khalifah-khalifah yang mengetahui kebenaran dan mendapat pimpinan ke jalan yang benar) dan gigitlah sunah-sunah itu dengan gigi geraham dan jauhilah hal-hal yang baru (bid'ah) yang diada -adakan, karena sesungguhnya segala bid'ah itu adalah sesat. " (HR Abu Daud dan Tirmidzi) 


Keterangan: Hadis diatas mengandung pesan-pesan yang sangat berharga dari Rasulullah saw. untuk umatnya, terutama bila mereka berhadapan dengan zaman yang penuh dengan kekacauan dan perselisihan yaitu seperti zaman yang sedang kita hadapi sekarang ini. Jadi siapa yang mau selamat maka ia mengikuti tunjuk ajar yang telah disabdakan oleh Rasulullah saw. dalam hadits, yaitu: 
Pertama: Hendaklah ia menlazimi takwa kepada Allah dalam kondisi apapun dengan mengerjakan segala perintah Allah dan menjauhi segala laranganNya. 
Kedua: Mentaati perintah pihak yang mengelola urusan kaum muslimin meskipun seandainya mereka terdiri dari golongan hamba, selama mereka berpegang dengan Al Quran dan sunnah Nabi saw. dan sunnah-surmah kulafa Ar Rasyidin, karena patuh kepada penguasa yang memiliki sifat-sifat ini berarti patuh kepada Al Quran dan Hadis Nabi saw. 
Ketiga: Berpegang teguh kepada sunnah Nabi saw. dan sunnah para kulafa Ar Rasyidin Al Mahdiyin (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali ra) yang mana mereka telah mendapat petunjuk dari Allah Taala, iaitulah berpegang pada gagasan dan praktek ahli sunnah waljamaah yang mana hanya penganut paham ini saja yang mendapat jaminan aman dari api neraka dan yang beruntung mendapatkan surga pada hari kiamat nanti. 
Keempat: Menjauhi hal-hal bid'ah dholalah, yaitu apa paham dan praktek yang ditambahkan ke agama Islam yang sempurna ini, pada hal tidak ada dalil atau asal dan contoh dari agama. Jika ada asal atau dalil, maka tidaklah hal-hal yang baru itu dikatakan bid'ah menurut pengertian syariah (bukan bid'ah dholalah) tetapi hanya disebut bid'ah menurut pengertian dialek atau bahasa saja (jaitulab bid'ah hasanah).

KENAPA DUNIA ISLAM MENJADI SASARAN perusakan 
Artinya: Dari Ummul Mu'minin, Zainab binti Jahsy (istri Rasulullah saw.), beliau berkata, "(Pada suatu hari) Rasulullah saw. masuk ke dalam rumahnya dengan kondisi cernas sambil bersabda, La ilaha illallah, celaka ( binasa) untuk bangsa Arab dari kejahatan (malapetaka) yang sudah hampir menimpa mereka. Pada hari ini telah terbuka dari dinding Ya'juj dan Ma'juj seperti ini ", dan Baginda menemukan ujung jari dan ujung jari yang sebe! ahnya (jari telunjuk) yang dengan itu mengisyararkan seperti lingkaran. Saya (Zainab binti Jahsy) lalu bertanya: "Ya Rasulullah! Apakah kami akan binasa sedangkan dikalangan kami masih ada orangorang yang shaleh?" Lalu Nabi saw. bersabda "Ya, jikalau kejahatan sudah terlalu banyak". (HR Bukhari Muslim) Keterangan: Hadis di atas rnenerangkan bahwa apabila di suatu tempat atau negeri sudah terlarnpau banyak kejahatan, kemungkaran dan kefasiqan, maka kebinasaan akan menimpa semua orang yang berada di tempat itu.Tidak hanya kepada orang jahat saja, tetapi orang-orang yang shaleh juga akan dibinasakan, meskipun masing-masing pada hari kiamat akan diperhitungkan menurut praktek yang telah dilakukan. Karena itu, segala macam kemungkaran dan kefasiqan harus segera dibasmikan dan segala kemaksiatan harus segera dimusnahkan, agar tidak terjadi bencana yang tidak hanya akan menimpa orang-orang yang melakukan kemungkaran dan kejahatan tersebut, ternyata menimpa semua penduduk yang berada di tempat itu. dalarn hadis di atas, meskipun disebutkan secara khusus tentang bangsa Arab tetapi yang dimaksudkan adalah seluruh bangsa yang ada di dunia ini. Tujuan disebutkan bangsa Arab secara khusus adalah karena Nabi kita saw. sendiri dari kalangan mereka, dan yang menerima Islam pada masa awal penyebarannya adalah kebanyakan dari kalangan bangsa Arab dan sedikit sekali dari bangsa yang lain. Begitu pula halnya dalam masalah yang berkaitan dengan maju-mundurnya Umat Islam adalah banyak tergantung pada maju-mundurnya bangsa Arab itu sendiri. Selain itu, bahasa resmi Islam adalah bahasa Arab. Kemudian Ya'juj dan Ma'juj pula adalah dua bangsa (dari keturunan Nabi Adam as.) yang sebelumnya banyak membuat kerusakan di permukaan bumi ini, lalu batas daerah dan rumah mereka ditutup oleh Zul Qarnain dan pengikut-pengikutnya dengan campuran besi dan tembaga, maka dengan itu mereka tidak dapat keluar, hingga hampir tibanya hari kiamat. Maka pada waktu itu dinding yang kuat tadi akan hancur dan keluarlah kedua bangsa ini dari rumah mereka lalu kembali membuat kerusakan dipermukaan bumi ini. Bila ini terjadi, ia menandakan bahwa hari kiamat sudah dekat sekali tibanya. 

SELURUH DUNIA DATANG mengerumuni DUNIA ISLAM 
Artinya: Dari Tsauban berkata: Rasulullah saw. bersabda; "Hampir tiba suata waktu di mana bangsa-bangsa dun seluruh dunia akan datang mengerumuni kamu bagaikan orangorang yang hendak makan mengerumuni talam hidangan mereka". Maka salah seorang sahabat bertanya "Apakah dari karena kami sedikit pada hari itu?" Nabi saw. menjawab, "Bahkan kanu pada hart itu banyak sekali, tetapi kanu umpama buih di waktu banjir, dan Allah akan mencabut rasa gerun terhadap kamu dari hati musuh-musuh kamu, dan Allah akan melemparkan ke dalam hati kamu penyakit 'wahan"'. Seorang sahabat bertanya, "Apakah wahan itu hai Rasulullah?" Nabi kita nenjawab, "Cinta pada dunia dan takut pada mati". (HR Abu Daud) Keterangan: Memang benar apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Kondisi umat Islam pada hari ini, menggarnbarkan kebenaran apa yang disabdakan oleh Rasulullah saw. Umat ​​Islam meskipun mereka mernpunyai jumlah yang banyak, yaitu 1.000 juta (1/5 penduduk dunia), tetapi mereka selalu dipersendakan dan menjadi alat permainan bangsa-bangsa lain. Mereka ditindas, diinjak-injak, disakiti, dibunuh dan sebagainya. Bangsa-bangsa dari seluruh dunia meskipun berbeda agama, mereka bersatu untuk melawan dan melumpuhkan kekuatannya. Sebenarnya, segala kekalahan kaum Muslimin adalah bersumber dari dalam diri kaum muslimin itu sendiri, yaitu dari penyakit 'wahan "yang merupakan penyakit campuran dari dua unsur yang selalu ada dalarn bentuk kembar dua, yaitu "cinta dunia" dan 'ttakut mati ". Kedua penyakit ini tidak dapat dipisahkan. "Cinta dunia" berarti tamak, rakus, kikir Danti dak mau mendermakan harta di jalan Allah. Sedangkan "takut mati" pula berarti leka dengan kehidupan dunia dan tidak membuat persiapan untuk menghadapi akhirat dan tidak ada perasaan untuk berkorban dengan diri dan jiwa dalam memperjuangkan agarna Allah. Kita berdoa agar Allah swt. menurunkan mushrahNya kepada kaum muslimin dan memberikan kepada mereka kesuksesan di dunia dan di akhirat. 

ILMU AGAMA AKAN bertahap HILANG 
Artinya: Dari Abdullah bin Amr bin 'ash ra berkata: Aku mendengar Rasulullah saw. bersabda, "Bahwasanya Allah swt. tidak mencabut (menghilangkan) akan ilmu itu dengan sekaligus dari (dada) manusia. Tetapi Allah. menghilangkan ilmu itu dengan mematikan alim ulama. Maka apabila sudah ditiadakan alim ulama, masyarakat akan memilih orang-orang yang jahil sebagai pemimpin mereka. Maka apabila pemimpin yang jahil itu ditanya, mereka akan berfatwa tanpa ilmu pengetahuan. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain. "(HR Muslim)Keterangan: Sekarang ini alim-ulama sudah berkurang. Satu demi satu pergi meninggalkan kita. Kalau peribahasa Melayu mengatakan, "patah tumbuh, hilang berganti", peribahasa ini tidak tepat herlaku kepada alim ulama . Mereka patah payah tumbuh dan hilang payah berganti. Sampailah suatu saat nanti permukaan bumi ini akan kosong dari Ulama. Maka pada waktu itu sudah tidak berarti lagi kehidupan di dunia ini. Alam penuh dengan kesesatan. Manusia telah kehilangan nilai dan pegangan hidup. Scbenarnya, alim ulamalah yang memberikan makna dan arti pada kehidupan manusia di permukaan bumi ini. Maka ketika menghilang alim ulama, hilanglah segala sesuatu yang bernilai. Di ahir-akhir ini kita telah melihat gejala-gejala yang menunjukkan hampirnya zaman yang dinyatakan oleh Rasulullah saw. tadi . Di mana jumlah alim ulama hanya tinggal sedikit dan usaha untuk melahirkannya pula tidak mendapat perhatian yang layak. Pondok-pondok dan sekolah-sekolah agama kurang mendapat perhatian dari cerdik pandai. Mereka banyak mengutamakan pengajian-pengajian di bidang urusan keduniaan yang dapat meraih keuntungan harta benda dunia. Ini lah realitas masyarakat kita di hari ini. Jadi, perlulah kita memikirkan hal ini dan mencari jalan untuk menyelesaikannya.

UMAT ISLAM MENGIKUTI TINDAKAN Yahudi dan Nasrani 
Artinya: Dari Abu Sa'id Al-Khudri ra. berkata, bahwasanya Rasulullah saw. bersabda, "Kamu akan mengikuti jejak langkah umat-umat sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sehingga jikalau mereka masuk ke lubang biawak pun kamu akan mengikuti mereka." Sahabat bertanya, "Ya Rasulullah! Apakah Yahudi dan Nashrani yang kau maksudkan? "Nabi saw. menjawab," Siapa lagi kalau bukan mereka ". (HR Muslim) Keterangan: Umat Islam akan mengikuti langkah ataupun "carahidup" orang-orang Yahudi dan Nashrani, sampai dalam urusan yang kecil dan hal-hal yang tidak menasabah. Misalnya, jikalau orang Yahudi dan Nashrani masuk ke lubang biawak yang kotor dan sempit sekali pun, orang Islam akan terus mengikuti mereka. Zaman sekarang ini kita dapat melihat kenyataan sabdaan Rasulullah saw. ini. Banyak orang Islam yang kehilangan pegangan di dalam kehidupan. Mereka banyak meniru "carahidup" Yahudi dan Nashrani apakah mereka sadar atau tidak. Banyak orang Islam yang telah terperangkap dengan tipu helah Yahudi dan Nashrani dan banyak pula orang yang menjadi alat dan tali barut mereka. Ya Allah! Selamatkanlah kami dari mereka. 

GOLONGAN ANTI HADITH 
Artinya: Dari Miqdam bin Ma'dikariba ra berkata: Bahwasanya Rasulullah saw. bersabda , "Hampir tiba suatu masa di mana seorang pria yang sedang duduk bersandar di atas tempat tidurnya, lalu disampaikan orang kepadanya sebuah hadis dari hadisku maka ia berkata:" Pegangan kami dan kamu hanyalah kitabullah (al-Quran) saja. Apa yang di halalkan oleh al -Quran kami halalkan. Dan apa yang ia haramkan kami haramkan ". (Kemudian Nabi saw. melanjutkan sabdanya," Padahal apa yang diharamkan oleh Rasulullah saw. samalah hukumnya dengan apa yang diharamkan oleh Allah. "(HR Abu Daud)Keterangan: Pria yang dimaksudkan di dalam hadits ini adalah seorang yang mengingkari kedudukan Hadis sebagai sumber hukum yang kedua setelah al-Quran. Ia hanya percaya kepada alQuran saja. Baginya, hadis tidak perlu untuk dijadikan sumber hukum dan tempat referensi. Golongan ini tidak diragukan lagi telah keluar dari ikatan Agama Islam dan pada kenyataannya seseorang tidak akan dapat memahani al-Quran jika tidak merujuk kepada hadis Nabi saw .. Al-Quran banyak menjelaskan hal-hal yang besar dan pedoman umum. Maka Hadislah yang berfungsi untuk menjelaskan isi dan konten serta kehendak ayat-ayatnya serta menguraikan dan menjelaskan yang musykil. oieh karena itu, syariat tidak akan sempurna kalau hanya dengan al-Quran saja, tetapi harus disertai dengan hadis Nabi saw. 

GOLONGAN YANG SENANTIASA MENANG 
Artinya: Dari Mughirah bin Syu 'bah ra berkata: Rasulullah saw. bersabda, "Selalu di antara kamu ada orang yang berhasil (dalam perjuangan mereka), sehingga sampailah suatu saat yang dikehendaki oleh Allah. Mereka selalu berhasil". (HR Bukhari) Keterangan: Allah. telah menjadikan umat Islam ini umat yang terakhir sekali. Jadi Allah. berjanji akan memelihara kitabnya (Al-Quran) dan memastikan lahirnya generasi demi generasi yang akan memikul tugas dakwah hingga tetap ada kaum mukminin dipermukaan bumi ini. Kalau kita meneliti sejarah umat Islam mulai zaman awal penyebarannya sampai ke hari ini, kita akan menemukan bahwa umat Islam telah teruji sepanjang sejarah dengan tes yang berat-berat. Ujian itu dimulai dari kaum musyrikin di Mekah dan munafiqin, Yahudi dan Nashrani di Madinah berikutnya gerakan Riddah, Majusi yang berselimutkan Islam, kaum Bathiniyah, pengaruh filsafat dan pemikiran Yunani, serangan bangsa Moghul dan bangsa Tatar yang menghancurkan tamddun Baghdad pada pertengahan abad keenam Hijrah. Begitu pula halnya dengan pembantaian beramairarnai terhadap Muslim ketika terjadi kejatuhan kerajaan Islam di Andalusia (Spanyol) dan seterusnya disambung dengan pengaruh-pengaruh imperialis Barat terhadap dunia Islam, gerakan Zionis Yahudi dan missionary Nashrani yang memiliki alat dan fasilitas yang banyak dan berikutnya serangan disegi pemikiran dan kebudayaan dan sebagainya dan sebagainya Meskipun tes yang sangat dahsyat melanda umat Islam di sepanjang sejarah namun mereka masih ada dan masih memiliki identitas dan peranan yang hebat di dalam peta dunia di hari ini.Meskipun di hari ini ada di kalangan umat Islam yang tidak peduli tentang agama mereka tetapi masih ada kelompok yang keras untuk mempelajari agama dan memperjuangkannya. Bahkan banyak di kalangan umat Islam yang telah hancur moral dan akhlaknya tetapi masih ada lagi golongan yang berakhlak tinggi dan berpekerti luhur. Meskipun syi'ar-syi'ar Islam diinjak-injak di sebagian tempat tetapi di tempat lain syi'ar-syi'ar Islam masih gagah dan kuat. Bahkan aktivis- aktivis Islam ditindas dan disiksa di suatu tempat tetapi di tempat lain mereka akan disanjung dan dihormati. Begitulah seterusnya umat Islam tidak akan lenyap dari permukaan bumi ini hingga sampai pada waktu yang dikehendaki oleh Allah. Maka pada masa itu Allah swt. akan mematikan semua orang -orang Islam dengan tiupan angin yang mematikan setiap jiwa yang beriman dan yang tinggal setelah itu hanyalah orang-orang yang jahat atau orang kafir, maka pada saat itulah akan terjadi hari kiamat. 

PENYAKIT UMAT-UMAT DAHULU

Artinya: Dan pada Abu Hurairah ra katanya: Aku mendengar RasuIullah saw. bersabda, "Umat ku akan ditimpa penyakit-penyakit yang pernah menimpa umat-umat sebelumnya". Sahabat bertanya, "Apakah penyakit-penyakit umat-umat terdahulu itu?" Nabi saw. menjawab, "Penyakit-penyakit itu adalah (1) terlalu banyak seronok, (2) terlalu mewah, (3) menghimpun harta sebanyak mungkin, (4) tipu menipu dalam merebut harta benda dunia, (5) saling memarahi, (6) hasut menghasut sehingga jadi lalim menzalim ". ( HR Hakim)Keterangan: Penyakit-penyakit yang disebutkan oleh Rasulullah saw. tadi telah banyak kita lihat di kalangan kaum muslimin di hari ini. Di sana sini kita melihat penyakit ini menyebar dan menjalar dalam masyarakat dengan ganasnya. Dunia Islam dilanda krisis rohani yang sangat tajam dan meruncing. Dengan kekosongan rohani itulah mereka terpaksa mencari dan menimbun harta sebanyak-banyaknya untuk memuaskan hawa nafsu. Maka ketika nafsu diperturutkan tentunya mereka terpaksa menggunakan segala macam cara dan tipu helah. Di saat itu, hilanglah nilai-nilai akhlak dan yang ada hanyalah kecurangan, khianat, hasud-menghasud dan sebagainya. Marilah kita merenung maksud hadis ini, dan marilah kita bermuhasabah! 

ISLAM KEMBALI DAGANG 

Artinya: Dari Abu Hurairah ra berkata: Bersabda Rasulullah saw, "Islam mulai menyebar dalam kondisi dagang (asing). Dan ia akan kembali asing pula. Maka beruntunglah orang orang yang asing ". (HR Muslim) Keterangan: Islam mulai menyebar di Mekkah dengan kondisi yang sangat asing dan dagang. Sangat sedikit penganut dan pendukungnya kalau dibandingkan dengan penentangnya. Kemudian setelah itu Islam tersebar ke seluruh pelosok dunia sehingga dianut oleh dua pertiga penduduk dunia. Kemudian Islam kembali asing dan dirasa ganjil dari pandangan dunia, bahkan pada pandangan orang Islam sendiri. Sebagian orang Islam merasa ganjil dan aneh bila melihat orang Islam yang iltizam (komitmen) dengan Islam dan mencoba menerapkan tuntutan Islam yang sebenarnya. Seorang yang iltizam dengan Islam dipandang sepi oleh masyarakat dan terlalu susah untuk diterima sebagai individu yang sehat. Misalnya, kalau ada sesuatu program kemasyarakatan kemudian masuk waktu shalat, tiba-tiba ada seorang yang meminta diri untuk menunaikan shalat, maka tindakan ini dianggap tidak sopan dan kurang wajar. Sedangkan orang yang tidak shalat sambil bersenda-gurau ketika orang lain shalat tidak dianggap sebagai perbuatan yang salah dan terkutuk. Begitulah seterusnya nasib Islam di akhir zaman. Ia akan terasing dan tersisih dari masyarakat, bahkan tersisih dari pandangan orang Islam sendiri yang rnengaku sebagai umat Islam dan marah saat dikatakan yang dia bukan orang Islam. 

BAHAYA KEMEWAHAN

Artinya: Dari Ali bin Abi Thalib ra, "Bahwasanya kami sedang duduk bersama Rasulullah saw. di dalam masjid. Tiba-tiba datang Mus'ab bin Umair ra dan tidak pada tubuhnya kecuali hanya sehelai selendang yang bertampung dengan kulit. Tatkala Rasulullah saw.melihat kepadanya Baginda menangis dan meneteskan air mata karena mengenangkan kemewahan Mus'ab ketika berada di Mekkah dahulu (karena sangat dimanjakan oleh ibunya) dan karena memandang nasib Mus'ab sekarang (ketika berada di Madinah sebagai seorang Muhajirin yang terpaksa meninggalkan segala harta benda dan kekayaan diMekkah). Kemudian Nabi Muhammad saw. bersabda, "Bagaimana keadaan kalian pada suatu saat nanti, pergi di waktu pagi dengan satu pakaian, dan pergi di Sore dengan pakaian yang lain pula. Dan bila diangkatkan satu hidangan diletakan pula satu hidangan yang lain. Dan kamu menutupi (menghias) rumah kamu seperti kamu memasang kelambu Ka'bah? ". Maka jawab sahabat," Wahai Rasulullah, tentunya di waktu itu kami lebih baik dari di hari ini. Kami akan menberikan konsentrasi pada masalah ibadah saja dan tidak usah mencari rezeki ". Lalu Nabi saw. bersabda," Tidak! Kondisi kamu di hari ini adalah lebih baik dari kondisi kamu di hari itu ". (HR Termizi) Keterangan:Dalam hadits ini Nabi kita Muhammad saw. menjelaskan bahwa umatnya pada suatu masa kelak akan mendapat kekayaan dan kelapangan dalam kehidupan. Pagi sore pakaian silih berganti. Hidangan makanan tak putus-putus. Rumah-rumah mereka tersergam indah dan dihias dengan bermacam -macam perhiasan. Dalam kondisi demikian kita juga mungkin akan berkata seperti kata sahabat. Di mana, kalau semuanya sudah ada, maka senanglah hendak membuat ibadat. Tetapi Nabi kita Muhammad saw. mengatakan, "Kondisi serba kekurangan itu adalah lebih baik untuk kita", artinya lebih memungkinkan kita untuk beribadah. Kemewahan hidup banyak mencegah seseorang dari melakukan ibadah kepada Allah SWT., seperti yang terjadi di hari ini. Segala yang kita miliki kalaupun tidak melebihi kebutuhan, namun itu sudah cukup Namun, bila dibanding dengan kehidupan para sahabat, kita jauh lebih mewah dari mereka, sedangkan ibadat kita sangat jauh ketinggalan. Kekayaan dan kemewahan yang ada, selalu menyibukkan kita dan mencegah dari berbuat ibadah. Kita sibuk menghimpun harta dan juga sibuk menjaganya serta sibuk untuk rnenambah lebih banyak lagi. Tidak layaknya apa yang pernah disabdakan oleh Rasulullah saw., "Seandainya seorang anak Adam itu telah memiliki satu jurang emas, dia berhasrat untuk menemukan kesenjangan yang kedua, sehingga ia dimasukkan ke dalam tanah (menemui kematian)". Begitulah gambaran yang nyata terhadap kehaloban manusia dalam menghimpun harta kekayaan. Ia selalu mencari dan menambahkan, sampai ia menemui kematian Maka ketika itu, barulah ia sadarkan dirinya dengan seribu satu penyesalan. Tetapi di saat itu sudah tidak berguna lagi penyesalan. oieh itu janganlah kita lupa daratan dalam mencari harta kekayaan. Tidak peduli halal atau haram, yang penting dapat harta. Tidak kira waktu shalat, bahkan semua waktu digunakan untuk menimbun kekayaan. Biarlah kita menemukan mata benda dunia pada batas-batas kebutuhan. Kalau berlebihan bisa digunakan untuk menolong orang lain yang kurang beruntung, suka menderma dan suka bersedekah, sebagai penyimpanan untuk akhirat. Orang yang cerdas adalah orang yang memiliki perhitungan untuk masa akhiratnya dan ia menjadikan dunia ini tempat bertanam dan akhirat tempat memetik buahnya. Mereka sesat dan menyesatkan orang lain. "(HR Muslim) Keterangan:Sekarang ini alim-ulama sudah berkurang. Satu demi satu pergi meninggalkan kita. Kalau peribahasa Melayu mengatakan, "patah tumbuh, hilang berganti", peribahasa ini tidak tepat herlaku kepada alim ulama . Mereka patah payah tumbuh dan hilang payah berganti. Sampailah suatu saat nanti permukaan bumi ini akan kosong dari Ulama. Maka pada waktu itu sudah tidak berarti lagi kehidupan di dunia ini. Alam penuh dengan kesesatan. Manusia telah kehilangan nilai dan pegangan hidup. Scbenarnya, alim ulamalah yang memberikan makna dan arti pada kehidupan manusia di permukaan bumi ini. Maka ketika menghilang alim ulama, hilanglah segala sesuatu yang bernilai. Di ahir-akhir ini kita telah melihat gejala-gejala yang menunjukkan hampirnya zaman yang dinyatakan oleh Rasulullah saw. tadi . Di mana jumlah alim ulama hanya tinggal sedikit dan usaha untuk melahirkannya pula tidak mendapat perhatian yang layak. Pondok-pondok dan sekolah-sekolah agama kurang mendapat perhatian dari cerdik pandai. Mereka banyak mengutamakan pengajian-pengajian di bidang urusan keduniaan yang dapat meraih keuntungan harta benda dunia. Ini lah realitas masyarakat kita di hari ini. Jadi, perlulah kita memikirkan hal ini dan mencari jalan untuk menyelesaikannya. 
Enhanced by Zemanta
Post a Comment