Showing posts with label kitab akhir zaman. Show all posts
Showing posts with label kitab akhir zaman. Show all posts

Thursday, October 11, 2012

kitab akhir zaman 9

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Sekiranya Perang-Bhratayuda harus tercetus kembali di Akhir-Zaman, maka putra-putra Bangsa yang Pancasilais berada dipihak ARJUNA, sedangkan putra-putra Bangsa yang tertipu oleh kaum Jahiliyah, berpihak pada DRUNA, yang terkenal amat licik dan keji itu !. Jangan gentar, karena Sri Bhagawan Krisna berpihak pada Putra-Putra Bangsa yang Pancasilais !.
Sekiranya Perang BADAR, harus tercetus kembali di Akhir-Zaman ini, maka putra-putra Bangsa yang Pancasilais, adalah pasukan tempur Nabi Mohammad saw., sedangkan putra-putra Bangsa yang tertipu penjajah-jiwa-bangsa, adalah pasukan kaum Jahiliyah, yg terkenal amat licik dan amat keji !.
Jangan gentar sedikitpun, karena Allah, para Malaikat dan para Nabi berpihak kepada Putra-2 Bangsa Yang Pancasilais !.
“MERDEKA atau MATI adalah sama saja, karena PANCASILA tetap MENANG dan berJAYA untuk selama-lamanya, sebab itu sudah merupakan ketetapan TUHAN Semesta Alam, yang tidak dapat diganggu gugat !”.
Sekiranya United Nation Organisation atau Badan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa, memintakan Indonesia ikut serta dalam misi Pasukan Perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa, maka Indonesia akan berpihak pada Nabi Ibrahim as., yang tidak menghendaki angkatan keturunannya berseteruh dan saling mengadakan Pertumpahan-Darah !.
Sekiranya semua ini adalah aku, maka aku hanyalah untuk Indonesiaku dan tidak untuk yang lain. Merdeka atau Mati bagiku sama saja, karena Pancasila tetap berJaya dan sangsaka Merah-Putih, tetap berkibar untuk sepanjang masa di Bumi persadah Nusantara Indonesia !.
Sebab sekiranya PANCASILA dan Sangsaka Merah-Putih tidak berkibar, lalu dengan apakah Dunia akan bernaung ?.
Pasukan Kami yang berada di Alam Gaib, di Langit maupun di Bumi telah Siaga dan Siap Tempur penuh, demi tegaknya Rahmatan lil’alamiin, dan segera akan terjun kedemensi Alam Nyata Manusia, guna menegakkan PANCASILA dan mengibarkan Sangsaka Merah Putih, sebagai tempat bernaungnya Bangsa-Bangsa di Dunia, Alam Gaib maupun Alam Nyata, dari segala ancaman kejahatan dan dari ancaman Kiamat Pemusnahan Kehidupan !.
Pasukan Tempur Kami akan terjun kedalam Alam Nyata Manusia, setelah segala usaha dan perjuanganmu, mencukupi bilangan standard yang telah ditetapkan oleh Yang Maha Kuasa !. Yang ditandai dengan terjunnya terdahulu oleh bala Tentara Kerajaan-Kerajaan Alam Gaib Bumi, yang berada dekat dan berada disekelilingmu, yang sedang memantau situasi dan kondisi di Alam Nyata Manusia, sebagaimana pada saat perang Badar berkecamuk, maka Pasukan Tempur Kami telah memberikan bantuan pada Nabi Mohammad saw !.
Pasukan Kerajaan-Kerajaan Alam Gaib Bumi telah bersatu padu, sehubungan dengan telah diturunkannya Kitab-Akhir-Zaman ini, mereka melakukan langkah-langkah awal dengan memberikan semangat keBangsaan dan semangat Patriot PANCASILA kepada putra-putra Bangsa, untuk berjuang demi mengabdi pada Allah, melalui Bela Negara & Bangsa demi tercapainya kemerdekaan Jiwa dan kemerdekaan Raga Bangsa, dan demi tegaknya Pancasila serta berkibarnya Sangsaka Merah-Putih menyongsong kebangkitan para Nabi dan Tokoh-Tokoh Penting Dunia,guna meluruskan Sejarah dan demi menyongsong ke-Khalifah-an ALLAH, di Bumi Persadah Pancasila Nusantara Indonesia, sebagai zamrud di-khatulistiwa, seperti yang telah di isyaratkan dihampir semua Kitab-Suci !.
“RESIMEN BERANI MATI BELA PANCASILA” di Alam Gaib yang pernah terjun kedalam Alam Nyata Manusia, di Zaman Revolusi sebelum & sesudah mencapai kemerdekaan Raga Bangsa, kembali siap untuk terjun kedalam Alam-Nyata-Manusia, guna memerdekakan Jiwa-Bangsa dari cengkraman kaum Jahiliyah sebagai Penjajah Jiwa-Raga-Bangsa !.
“Kemerdekaan adalah hak semua Bangsa, oleh karena itu segala bentuk penjajahan di Alam Gaib maupun di Alam Nyata Manusia harus dilenyapkan dari planet Bumi dan harus musnah diseluruh penjuru Alam-Raya-Semesta, demi tegaknya Kasih Bagi Alam-Raya-Semesta dengan segala isinya !”
Rukun Iman itu ada Lima-Perkara dan bukan Enam-Perkara seperti yang dikemukakan kaum Jahiliyah dan putra-putra Bangsa yang tertipu, silahkan perhatikan Al Qur’an !.
Dan Nabi Mohammad saw. pun tak mungkin menyimpang dari ketetapan Al Qur’an, semua itu adalah manipulasi dari kaum Jahiliyah, untuk menghancurkan Pancasila !.
Sedangkan Rukun Islam yang Lima Perkara itu, adalah Rukun Syari’at !.
Karena Rukun Islam itu berstatus sunah rasul, guna menyatukan bani Ismail as. yang sedang berpecah belah pada saat itu !.
Rukun Islam tidak akan sanggup mempersatukan Bangsa-Bangsa diDunia, karena bersifat lokal dan milik kaum tertentu, maka lebih tepat dikategorikan sebagai Rukun Syari’at, karena tak akan sanggup membawa Perdamaian bagi Bangsa-Bangsa di Dunia !. “Setiap Agama mempunyai syari’at nya masing-masing, maka janganlah mempertentangkan masalah syari’at, namun hendak masing-masing kembali dan bersatu kepada TUHAN !”.
TUHAN Semesta Alam itu cuma Satu, meskipun sebutan dan nama yg diberikan manusia menurut bahasa kaumnya masing-masing, melebihi dari satu nama dan banyaknya Julukan, namun TUHAN Semesta Alam tetap Satu.
Jangan kamu tertipu oleh kaum yang tak mengerti dan suka berdusta !.
Jangan pula kamu terkecoh oleh perbedaan Bahasa, yang penting pengertian itu sama yaitu, Penguasa-Agung atau Raja-Agung Alam-Raya-Semesta, disebut pula dalam Kitab Weda dengan julukan WIWASWAN atau TUHAN Seribu Cahaya Matahari, itulah Rabbil alamiin atau Tuhan Semesta Alam, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Nabi Mohammad saw. pada saat peristiwa Isra Mi’raj, dimana sahabat bertanya pada Rasulullah saw. :
”Wahai Rasulullah saw. bagaimanakah wajah Rabbil alamiin, didalam peristiwa Isra Mi’raj yang telah Nabi saw. alami ?”.
Rasulullah menjawab.:”Tataplah cahaya Matahari, maka Rabbil alamiin adalah Seribu kali Cahaya Matahari !”.
Kaum Jahiliyah itu hanya ingin kaum nya saja yang diagungkan, dengan tidak hendak ber-iman pada Kitab-2 Suci sebelumnya, padahal sesungguhnya orang-2 dahulu telah mengetahui tentang Rabbil alamiin melalui Kitab-Kitab Suci nya, jauh sebelum peristiwa Isra Mi’raj Nabi Mohammad saw. terjadi !.
“Berimanlah pada Al Qur’an dan Kitab-Kitab Suci sebelumnya !”.
“Sesungguhnya Al Qur’an, tercantum pada Kitab-Kitab orang terdahulu !”.
Kamu tidak akan mengetahui hikmah yang terkandung didalam Al Qur’an secara baik dan benar, sebelum kamu mengetahui hikmah yang terkandung dalam Kitab-Kitab Suci sebelumnya !.
Kaum Jahiliyah itu mengatakan bahwa, Agama Islam adalah Agama terakhir, dan tidak akan ada Nabi dan Agama lain sesudah Agama Islam !.
Kalau Agama Islam adalah Agama terakhir, berarti mempunyai kaitan dengan Agama Pertengahan dan Agama Awal, jika Agama Islam berdiri sendiri, maka patutkah disebut Agama terakhir ?. Apakah yang telah ditampilkan kaum Jahiliyah itu, lebih pantas disebut Agama-Baru ?. Karena kaum Jahiliyah itu, telah memisahkan Agama Islam dari Agama-Agama lain sebelumnya dan bahkan memisahkannya dari Adat Awal Bumi yang dibawakan oleh Bapak Pertama umat Manusia, Nabi ADAM as. !.
Islam sudah dikenal, semenjak dahulu kala pada saat ke Nabian Adam as. Banyak lagi bukti-bukti didalam Al Qur’an, yang menegaskan Agama Islam & Al Qur’an mempunyai kaitan yang amat erat, terhadap Agama-Agama dan Kitab-Kitab Suci sebelumnya !.
“Kamu tidak dipandang ber-Agama sedikitpun, sebelum kamu menegakkan Zabur, Taurat, Injil & apa saja yang telah diturunkan kepadamu dari Tuhanmu ! “.
“Sesungguhnya tidak akan ada kekhawatiran barang sedikitpun, bagi kaum Yahudi, kaum Nasrani dan kaum Sabi’in (penyembah bintang-bintang), asalkan mereka beriman kepada Allah dan beriman pada Hari Kemudian ! “.
Cukup ber-iman pada Allah dan beriman pada Negeri Akhiraat, sudah dapat menjamin keselamatan sang Arwah !.
Allah yang dimaksud disini Pujaan yang berstatus Gaib, mengajarkan perbuan-perbuatan yang baik dan mulia, melarang perbuatan-perbuatan Jahat dan merusak !.Karena tidak ada asmaul husnah atau kata sifat, sesudah kata Pujaan, maka terdapat kebebasan dalam menentukan Pujaaan yang disembahnya.
Kaum Sabi’in, adalah kaum yang menyembah benda-benda Angkasa, atau dapat dikategorikan sebagai Aliran-Kepercayaan !.
Tidak perduli siapa Nabi dan Imam yang membawakannya, Agama & Aliran Kepercayaan tersebut, asalkan beriman pada Allah dan Hari Kemudian dijamin selamat Akhiraatnya, sepanjang tidak berbuat kejahatan dan kerusakan !.
Karena bukan masalah Adat, Aliran-Kepercayaan atau Agamanya yang akan di Adili, melainkan perbuatan baik dan buruk dari penganutnya, yang akan di ADILi, guna menentukan seseorang itu akan masuk Neraka atau Sorga !.
Sedangkan Adat, Aliran-Kepercayaan & Agama, akan dapat mengangkat derajad seseorang, apabila dipahami dan diamalkan secara Baik & Benar, dengan kata-lain, akan memperoleh jabatan atau kedudukan di Akhiraat, sesuai dengan keahlian yang dimilikinya, guna ikut serta dalam mengurus dan menata segala permasalahan didalam Alam-Raya-Semesta !.
Semua Adat, Aliran-Kepercayaan dan Agama, pasti terdapat ancaman siksa Neraka, bagi penganutnya yang melakukan kejahatan & kerusakan !.
Dengan demikian Adat, Aliran-Kepercayaan dan Agama, tidak menjamin seseorang atau pun sekelompok kaum pasti masuk Sorga !.
Sekali lagi, semua itu tergangtung dari PERBUATAN, penganutnya !.
Kaum Jahiliyah itu telah merusak, mengacau, mengadu domba, berdusta, menimbulkan permusuhan, peperangan & pertumpahan darah, terhadap bani ADAM as. dan bani IFRIT as. serta berbuat kerusakan terbesar di Akhir-Zaman terhadap ALAM, yang telah Kami ciptakan atas perintah TUHAN SemestaAlam !.
Patutkah kaum Jahiliyah itu, menjadi teladan bagi Dunia ?.
Patutkah kaum Jahiliyah itu, mengibarkan panji-panji perDamaian ?.
Dapatkah kaum Jahiliyah itu, menjadi teladan Dunia dan menciptakan perDAMAIan Dunia, dengan berDUSTA dan dengan keJahatannya ?.
Apakah mungkin, kebangkitan Islam di abad ke-XV Hijriah, ditegakkan dengan kekerasan, fitnah,dusta dan ditegakan dengan kejahatan ?.
Tidak dan sekali lagi tidak, karena kebangkitan Islam di abad ke-XV Hijriah, hanya dapat dibangkitkan dengan Akhlakul Karima !.
Kebangkitan ISLAM di-abad ke-XV. Hijriah, harus ditegakan dengan keMuliaan Akhlak, Budi pekerti-Luhur, diluar dari ketentuan itu adalah sia-sia dan Dusta !.
Kebangkitan ISLAM di Awal Abad-ke-XV. tidak akan dibangkitkan di Negara-Negara Timur-Tengah, dan tidak juga di Negara-Negara lain, melainkan dibangkitkan didaerah Zamrud-Katulistiwa-Bumi-Pancasila-Persadah-Nusantara-Indonesia !.
Itu adalah ketetapan TUHAN Semesta-Alam, jauh sebelum Indonesia ada !.
Itu adalah ketetapan TUHAN Semesta-Alam, jauh sebelum planet Bumi diadakan dan sebelum Langit Atmosfir Galaxi Matahari terbentuk !.
“Antara Alam-Raya-Semesta dan PANCASILA, membentuk Budaya terMulia yang pernah terjadi, dalam perjalanan Sejarah Alam-Raya-Semesta yg teramat panjang ini, pada demensi Peradaban seluruh Machluk penghuni garba “Brahmanda-Alam-Raya-Semesta” (B’ARS) di-Akhir-Zaman, yakni Zaman-Kali-Yuga, sebagai pertanda akan berakhirnya “Catur Yuga”, guna menyongsong datangnya “Pralaya” yakni, tibanya “KIAMAT-Pemusnahan-Kehidupan, terhadap semua yang berdomisili didalam Galaxi-Matahari !”.
“wa yaquuluuna mataa haadzal wa’du in kuntum shaadiqiin”.
Dan mereka berkata.:”Bilakah terjadinya janji ini (Hari-Berbangkit), jika kamu adalah orang-orang yang benar “.
“maa yanzhuruuna illaa shaihataw waahidatan ta’khudzuhum wa hum yakhish-shimuun”.
Mereka tidak menunggu, melainkan dengan satu teriakan saja, maka mereka akan binasa semuanya, tatkala mereka sedang bertengkar !.
“fa laa yustathii’uuna taushiyataw wa laa ilaa ahlihim yarji’uun”
Lalu mereka tak kuasa membuat satu wasiatpun dan tidak pula dapat kembali kepada keluarganya !.
Berbicara tentang Kiamat dan Hari Berbangkit, maka kebanyakan manusia tidak mempercayainya, kecuali orang-orang yang beriman dan berilmu pengetahuan !.
Tetapi manakala Kiamat & Hari Berbangkit itu, telah menimpa mereka, meskipun mereka percaya sesudah kejadian itu, maka semua sudah terlambat, karena pintu gerbang taubat telah tertutup !.
Tahukah kamu, apakah yang dimaksud dengan “satu teriakkan saja” ?.
Jawabnya.: ”Itulah peristiwa terSOBEKnya Langit penahan Oksigeen yang menyelimuti Planet-BUMI, agar zat oksigeen itu tidak meninggalkan Bumi, dan agar zat oksigeen itu tidak berkeliaran ke Angkasa-Raya, yg akan berakibat binasanya semua kehidupan di Planet-BUMI. Maka bunyi sobekkan langit itulah yang dimaksud dengan “satu teriakkan saja” !”.
Hanya mereka yang mengetahui ilmu-Kimia, mengenal pentingnya”oksigeen” Mereka yang hanya bermodalkan “Iman”, & tidak memiliki “Ilmu-Pengetahuan”, hanya sekedar percaya, namun sama sekali tidak dipahaminya !.
Iman tanpa Ilmu-Pengetahuan, adalah iman yg membuta, menimbulkan sifat “Fanatik-Buta”, fanatik-buta menimbulkan egoisme dan kesombongan, yang berakibat temperamen arogan-nya muncul kepermukaan, dan membuat kerusakkan dan kejahatan dimana-mana, bahkan lebih berbahaya lagi, mereka membawa wabah penyakit yg amat cepat menular didalam masyarakat, lebih teramat berbahaya lagi, bila mereka dijadikan Pemimpin yang berkuasa di suatu Negeri, maka nantikanlah akan kehancuran Negeri itu !.
Demikian pula sebaliknya, Ilmu-Pengetahuan tanpa dikendalikan Iman yang baik & benar, niscaya akan terjadi hal serupa, dalam menuju kehancurannya !.
“Tetapi apakah mungkin manusia dirubah menjadi Malaikat ? “.
Itu mustahil akan terjadi !. Malaikat yang membimbing, Manusia mengikutinya, Malaikat mengajar dan Manusia sebagai muridnya, maka peristiwa ini dapat terjadi, namun tetap, Manusia bukanlah Malaikat !.
“Hidup sebagai manusia, tidak akan terluput dari dosa, oleh sebab itu manusia dipicu dan dituntut untuk berbuat amal kemuliaan sebanyak-banyaknya, karena selamat & tidaknya kehidupan di Akhiraat, ditentukan oleh Neraca Akhiraat, manakala neraca Dosa jauh lebih besar dari neraca Amal-Mulia, niscaya siksa derita Nerakalah yang diperoleh !.
Tetapi manakala neraca Dosa seimbang dengan neraca Amal-Mulia, maka kenikmatan sebagai penghuni Sorga-lah yang diperoleh !.
Namun manakala neraca Amal Mulia jauh lebih besar nilainya, daripada neraca Dosa, maka kebahagiaan sebagai Anggota Dewan Panitera Sorga yang perolehnya !.
Maka dari semua itu, tidak akan ada yang dapat menandingi, mereka yang memiliki keMuliaan Akhlak dan Ilmu-Pengetahuan yg luas !.
Sebab Mereka inilah yang akan diikut sertakan, dalam merancang bentuk dan tatanan yang jauh lebih baik dan jauh lebih canggih, manakala Alam-Raya-Semesta-Baru diadakan, setelah Kiamat-Pemusnahan Alam-Raya-Semesta-Lama yang kita tempati bersama ini berlalu, sebagai Anggota Staff TUHAN Semesta Alam, yang berkedudukan di ‘ARSY atau berkedudukkan di Alam BRAHMA !.
Sebab itu belajarlah senantiasa, guna dapat mengendalikan diri dari pengaruh yang jahat & segala nafsu yg kotor serta sanggup melenyapkan angkara murka didalam diri dan berbekallah ilmu-pengetahuan yg luas, sebelum sakaratul maut menjelang ajal !.
Jahiliyah adalah kebodohan, yang menggunakan Agama untuk memusuhi yang lain, menganggap dirinyalah yang paling benar dan yang paling sempurna, sedangkan diluar mereka, semuanya dianggap tidak benar dan tersesat, dengan menutup diri, tanpa berani beradu argumentasi guna mendapat rahmat bersama !.
Jahiliyah adalah kebodohan, tetapi mengaku dirinyalah yang paling pandai.
Mungkin ada benarnya yakni, pandai bersilat lidah, pandai menfitnah, pandai memutar balik fakta, pandai berdusta, pandai berbuat dosa dan pandai pula menciptakan dosa !.
Neraka dikiranya Sorga dan Sorga disangkanya Neraka !.
Mungkinkah kaum yang tak cinta Damai dan amalannya hanya mencari musuh, membuat kekacauan dan pertumpahan-darah, patut sebagai penghuni Sorga ?.
Allah subahana wa ta’alaa atau Allah Maha Suci & Maha Tinggi sebagai Penguasa Sorga, dengan demikian ada dua syarat penting yang harus dipenuhi, guna dapat mencapai Sorga yakni, ke-SUCI-an dan Derajad-Tinggi–disisi-Nya !.
Sorga dibawah telapak kaki Bunda Sitti Hawa rq. Atau Sorga dibawah telapak kaki Ibu-Pertama-Umat-Manusia, dan bukan pada telapak kaki ibu kandungmu !. Sebab tidak semua ibu pasti masuk Sorga, bahkan Neraka lebih banyak dihuni kaum wanita, jadi apabila ibu itu adalah ahli waris Neraka, maka patutkah ibu tersebut telapak kakinya berada di Sorga ?.
Yang jelas dan pasti, Ibu-Pertama-Umat-Manusia-lah yang sudah berada di Sorga !.
Dengan demikian, Sorga itu berada ditelapak kaki Bunda-Pertama-Umat-Manusia !.
Demikian pula dengan JIN, Sorga berada ditelapak kaki Bunda Nilalohita, atau Sorga bagi bangsa JIN, terletak ditelapak kaki Bunda-Pertama-umat-JIN !.
Sedangkan ibu kandung kita wajib dihormati, apapun yang akan terjadi dengan masalah Akhiraatnya nanti, karena ibu kandung adalah jembatan guna mencapai Pintu Gerbang Sorga, dalam batas-batas menghargai atas pengorbananya untuk melahirkan dan membesarkan-mu, dan tidak mentaati perintah-perintah dan ajaran-ajarannya yang tersesat !.
Namun harus bersikap lemah lembut dan dilarang bertindak kasar apalagi bertindak keras !.
Demikian pula, sikap sopan santun terhadap Ayah, juga terhadap orang lain, harus dijaga dan dipelihara !.
Bahasa menunjukkan Bangsa, watak kasar dan keras menunjukkan martabat dan perilaku yang sesat !.
PESAN. :
Manusia sebagai makhluk yang menyandang keKhalifahan dalam hidup, harus senantiasa berhati-hati. Gunakanlah ke-Pemimpin-an mu itu, untuk mencapai keMuliaan, dengan menolong orang lain yang membutuhkan, dan membawa manfaat baik bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain.
Hindarilah permusuhan terhadap siapapun, dengan memandang bahwa semua yang ada ini, termasuk Raga & Jiwa kita,bukan milik kita, melainkan milik Tuhan Sang Pencipta !.
Sadarlah bahwa, setiap ucapan, tindakan dan langkah kita, pasti akan di mintai pertanggungan-jawab, baik diDunia ini, terlebih-lebih diAkhiraat kelak.
Manusia dapat lolos dari pertanggungan-jawab dan tuntutan di Dunia, tetapi jangan mengira bahwa persoalan itu telah selesai, sebab segala apa yang terluput dari tuntutan Dunia ini, akan berlanjut di Akhiraat dan tidak ada satu perkarapun yg telah diperbuat manusia, dapat luput dari Pengadilan Akhiraat !.
Belajarlah dengan pengalaman hidup diri sendiri dan terhadap orang lain, dengan memetik hikmah yang baik dan bermanfaat !.
Adat, Aliran Kepercayaan dan Agama, adalah sistimatik pendidikan dari TUHAN kepada manusia dan Alam-Gaib yang sanggup memahaminya, semua mempunyai kaitan satu terhadap lainnya, juga berkait pula dengan Ilmu-Pengetahuan-Eksata-Ilmiah yg merupakan sunatullah, pelajarilah keseluruhannya, maka kamu akan lebih luas pengetahuanmu, dan akan lebih mengenal TUHAN secara Baik dan Benar !.
Apabila semua itu dipandang secara iqraa, sebagaimana kamu mempelajari Ilmu-Pengetahuan-Eksata, maka perbedaan bukan permasalahan, karena itu memang harus berbeda, sebagai misal, Ilmu Elektronika berbeda dengan Ilmu Ekonomi, beda pula dengan Ilmu Kimia dan seterusnya, namun perbedaan diantara aneka bidang Sunatullah ini, tidak akan menimbulkan permusuhan apalagi pertumpahan darah, bahkan bila terjadi titik temu dapat membawa rahmat dan manfaat yg jauh lebih luas, seperti Titik-Temu antara Ilmu Elektronika dengan Ilmu Ekonomi, menghasilkan alat Kalkulator,
Kompiuter, yang akan mempermudah & mempercepat tugas-tugas pekerjaan di Bidang Ilmu-Ekonomi,………..dst.
Maka demikian pula apabila semua penganut Adat, Aliran-Kepercayaan dan aneka Agama, memakai disiplin Sunatullah atau disiplin ilmu-pengetahuan, niscaya semua konflik tidak akan terjadi dan Negara tidak lagi disibukkan dengan masalah konflik yang tak kunjung selesai, yang menyebabkan urusan-urusan pembangunan dibidang lain terbengkalai. DAMAIlah !.
A M I I N

Enhanced by Zemanta

kitab akhir zaman 8

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله


Diluar dari keMuliaan ini adalah kesesatan, kepalsuan dan dusta !.
Karena Jihad fi sabilillah tidak boleh didasari dendam, iri-hati,sombong & angkara murka, yang akan menimbulkan derita, penganiayaan, kerusakkan, dan pertumpahan darah !.
Dunia ini diciptakan bukan untuk dirusak, tetapi dibangun demi kepentingan bersama baik bagi Alam Fana Manusia maupun demi kepentingan Alam Gaib dalam mewujudkan rahmatan lil alamiin !.
Ingatlah, bahwa manusia hanya hidup sementara di Alam nyata, maka tinggalkanlah kesan yang baik dan karya yang membawa manfaat bagi banyak makhluk, sebelum kamu mengarungi samudra Alam Gaib mu, dalam waktu yang teramat panjang !.
Janganlah hidup yang teramat singkat di Alam-Nyata-Manusia ini, hanya sekedar mengejar kenikmatan belaka, merebut kemenangan dan kekuasaan dengan tindakkan yang tidak sportip, apalagi dengan mengeniaya lawan, untuk apalah kemenangan dan kekuasaan yang diperoleh dengan cara-cara yang kotor, sebab itu akan berakibat tumbuhnya duri didalam daging, yang membawa penyakit dan siksa Akhiraat !.
Capailah kebenaran dan kemuliaan yang sejati, dengan tanpa kamu kejar & rebut, niscaya kemenangan dan kekuasaan itu datang dengan sendirinya !.
Apabila ini terjadi pada dirimu, maka kemenangan dan kekuasaan itu didalam naungan kebenaran dan kemuliaan yang sejati, dengan menyadari bahwa kemenangan dan kekuasaan adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan, maka Allah, Para Malaikat dan Arwah para Nabi akan membimbingmu didalam menjalankan roda kekuasaan dan pemerintahan, dengan demikian kesan yang amat baik dan mulia telah kamu tinggalkan di Alam-Nyata, dan kamu akan dikenang umat manusia untuk sepanjang masa, bahkan segala perilakumu akan dijadikan teladan bagi Dunia !.
Meskipun tidak semua orang, harus mencapai kemenangan dan kekuasaan, namun dengan mengamalkan kebenaran dan kemuliaan sejati, niscaya keselamatan Dunia dan keselamatan Akhiraat telah diperoleh !.
Apalah artinya kemenangan dan kekuasaan, bila semua itu akan membawa malapetaka, siksa dan derita !.
Apalah artinya kemenangan dan kekuasaan, yang tidak didasari dan tidak didalam naungan kebenaran dan kemuliaan sejati, sebab itu hanya akan menimbulkan kebanggaan dan kesombongan belaka, dengan tidak mengetahui dalam menjalankan roda kekuasaan dan pemerintahannya secara baik dan benar, akan mengantar diri dan segala apa yang didalam kekuasaannya, menuju jurang kehancuran !.
Kejayaan suatu Bangsa, ditentukan oleh kebenaran dan kemuliaan sejati, yang dimiliki dan dipegang teguh oleh Bangsa dan Negara tersebut !.
Karena TUHAN senantiasa berada diatas kebenaran & kemuliaan sejati !.
Alam-Raya-Semesta ini diciptakan berdasarkan hukum keadilan, barang siapa melakukan kejahatan, niscaya akan menerima kejahatan pula, dan sebaliknya barang siapa berbuat kebaikan, pasti akan menerima kebaikan pula, bahkan kebaikan itu dapat berlipat ganda, diterimanya !.
Para Malaikat senantiasa berada disekeliling makhluk, bahkan juga berada didalam tubuh setiap insani, dengan menyadari semua ini, berhati-hatilah dalam setiap langkah kehidupan dan bijaksanalah dalam bertindak !.
Mereka yang tidak dapat menghargai keberadaan yang lain, sama artinya tidak menghargai ciptaan Tuhan dan tidak menghargai pula TUHAN Sang Pencipta !.
Yang boleh dilakukan adalah membersihkan yang kotor, memberantas segala bentuk kejahatan, tindakkan kekerasan yang semena-mena, aneka penyakit, tindakan-tindakan kriminalitas lain dan segala sesuatu yang negatip, dalam arti kata, pembodohan, pengrusakkan yang berakibat kerugian-kemiskinan, melanggar peraturan, Hukum dan Undang-Undang Negara !.
Dan jangan sekali-kali masyarakat yang bela Negara, dilarang dan ditangkap, sebab tindakkan semacam ini, akan mengurangi keberanian rakyat dalam Bela Bangsa dan Bela Negara !.
Sebenarnya yang harus ditindak tegas, adalah mereka yang ingin menghancurkan Bangsa dan Negara !.
Semua rakyat yang bela Bangsa dan bela Negara, wajib dilindungi dan didukung sepenuhnya !.
Apakah dizaman penjajahan dahulu, rakyat yang hendak bela Bangsa & bela Negara harus meminta izin dahulu pada kaum penjajah ?.
Sungguh amat eronis, apabila disuatu Negara, para aparatur Negara tidak dapat membedakan, mana yang bela Negara dan manapula yang bukan bela Negara !.
Kebebasan berAgama, berAliran Kepercayaan & kebebasan mengemukakan pendapat, memang tidak dilarang, sepanjang tidak merongrong, merusak, apalagi dapat menghancurkan Bangsa dan Negara !.
Hendaknya Negara tidak menganut Kebebasan yang Liar dan Demokrasi yang brutal, sebab ini akan mengacau balaukan Bangsa & Negara menuju kearah kehancuran !.
Tertampak masih terdapat segelintir kaum, yang membela kaum penjajah, maka peristiwa serupa ini, juga terjadi di zaman penjajahan dahulu, dimana masyarakat yang tertipu membela kaum Penjajah, sedangkan Rakyat berjuang dengan susah payah dan berkorban segalanya, demi mencapai ke-Merdekaan !. Apakah mereka yang membela kaum penjajah, tidak dikategorikan sebagai Pengkhianat Bangsa & Negara ?.
Bangsa yang tidak memiliki Jati-Diri dan Ideologi yang kokoh, akan terombang-ambing, dengan timbulnya benturan-2 didalam masyarakat, dikarenakan banyaknya jati-diri-import dan ideologi-import yang dianut masyarakat yang saling kontrakditif, menimbulkan kekacauan didalam Negara. Pemerintah disibukkan dengan kemelut masyarakat, yang tak kunjung selesai, sehingga mengganggu pembangunan dibidang ekonomi dan menghambat kemajuan disektor-sektor yang lain.
Jika situasi dan kondisi yang buruk ini dibiarkan berlangsung, maka masyarakat akan mengalami stress, disebabkan ketegangan yang kunjung henti, akibatnya sikap pesimis menjadi wabah penyakit masyarakat.
Sikap pesimis dan putus asa, menimbulkan lonjakkan yang draktis dibidang kriminalitas !.
Masyarakat yang amat mudah tersinggung dengan emosional yang tak terkendali, berakibat banyaknya premanisme dan mafia berkeliaran dijalan-jalan, sehingga Negara menjadi tidak aman dan tidak nyaman !.
Jumlah aparat keamanan menjadi tak sebanding, dengan jumlah banyaknya orang-orang yang melakukan tindakkan kriminalitas.
Sedangkan Pemerintah tak sanggup, menambah jumlah aparat keamanan, karena tak mempunyai dana untuk itu !.
Belum lagi masyarakat yang miskin dan terkena bencana alam, menjerit memohon pertolongan dan bantuan yang tidak sedikit !.
Ingatlah, Bangsa yang sedang kelaparan, maka Hukum tidak berlaku !.
Lalu, apakah langkah-langkah terbaik harus dilakukan Pemerintah ?.
Jika Hukum ditegakan secara merata, tanpa memperhatikan latar belakang penyebab timbulnya kriminalitas, penjara tak mampu menampungnya, dan Pemerintah harus mengeluarkan tambahan anggaran, guna memberi makan masyarakat yang berada didalam penjara !.
Negara yang kacau balau, disertai serba kekurangan, akan mengantar Negara & Bangsa menuju ambang kehancurannya !.
Sebab itu betapa pentingnya kesadaran berBangsa & berNegara, ditanamkan sejak dini didalam sanubari masyarakat !.
Namun tanpa Jati-Diri-Bangsa dan Ideologi-Negara yang Kokoh-Perkasa, maka dengan apakah, akan ditanamkan ke dalam sanubari Bangsa agar memiliki kesadaran berBangsa dan berNegara yang Baik, Benar dan Kuat ?.
Negara yang pembangunan Materinya maju pesat, tanpa disertai kemajuan pembangunan Jiwa-Bangsa yang kokoh, maka pembangunan lahiriah itu tidak akan dapat bertahan lama !.
Karena JIWA adalah sumber inovatif dan sumber penggerak, sedangkan RAGA tak dapat berbuat apa-apa, tanpa ada perintah dari JIWA !.
Didalam membangun Jiwa-Bangsa, jangan mengimport dari Bangsa Asing, tetapi belajarlah dari Sejarah Dunia, sebab itu adalah Sunatullah, & petiklah pelajaran dari kesalahan mereka, untuk tidak diikuti dan tidak untuk diulangi kembali, ambil dan pakailah segala apa yang baik dan bermanfaat serta yang sesuai dengan karakter Bangsa yang berbudi-pekerti-luhur, Jangan mengikuti karakter kebangsaan suatu Nabi, karena semua Nabi diturunkan ditengah-tengah kaum yg tersesat !.
Sebab sekiranya suatu kaum tidak pernah melakukan kesesatan, maka tidak akan pernah ada seorang Nabi yang memberikan Peringatan pada kaum tersebut, yang akan diturunkan ditengah-tengah mereka !.
Utamakanlah mengambil hikmah yang baik dan luhur, dari Sejarah Tanah-Air sendiri, sedangkan Sejarah Dunia dipakai sebagai Pelengkap belaka !.
Dengan demikian keyakinan akan para Leluhur sendiri, jauh lebih kuat daripada mempercayai para-leluhur-asing !.
“Bangsa yang besar,adalah Bangsa yang tahu menghargai jasa-jasa para Pahlawannya sendiri ! “.
“Kamu tidak akan dapat menjadi Bangsa yang besar, jika kamu lebih menghargai dan menghormati para Pahlawan Bangsa Asing, ketimbang para Pahlawan-mu sendiri, yang telah meneteskan keringat & darah serta berkorban nyawa, demi kemerdekaan yang telah kamu nikmati ! “.
PESAN & PERINGATAN-KERAS PARA-PAHLAWAN-BANGSA . :
Kami para Malaikat dan sekalian Arwah Pahlawan Bangsa, telah menjadi saksi, atas peristiwa MONAS, tanggal . 1-Juni-2008. !.
Maka tertampak jelas akan kejahatan dan kebrutalan, serta mencoba memutar balikkan fakta yang sebenarnya, dari peristiwa sebenarnya yang terjadi, yang dilakukan kaum Jahiliyah sebagai Penjajah Jiwa Bangsa !.
Kaum Jahiliyah itu amat anti Pancasila, dengan tindakkan yang amat gegabah, mereka hendak membubarkan masyarakat yang merayakan Hari-Kesaktian Pancasila di lapangan Monument Nasional, dengan menghasut dan menggerakkan putra bangsa yang masih terjajah jiwanya, mereka melakukan penganiayaan yang amat keji, terhadap saudaranya sendiri, yang sebangsa dan setanah-air !.
Tidak sadarkah kamu, kaum Jahiliyah itu telah menciptakan perang saudara di Negara ini ?.
Dengan alasan ingin membubarkan mazhab Ahmadiyah, mereka mengacaukan masyarakat yang ingin memperingati Hari Kesaktian Pancasila, maka apakah tindakan yang brutal dan keji kaum Jahiliyah dapat dibenarkan ?.
Kaum Jahiliyah dan putra Bangsa yang tertipu, akan menerima akibatnya !.
Mereka ingin menerapkan Hukum-Hukum Jahiliyah di Negara ini, dengan mengabaikan Hukum dan Undang Negara yang berlaku, bukan itu sudah melecehkan martabat Bangsa dan menginjak-nginjak harga diri Bangsa ?.
Kalau hendak dibubarkan, maka bubarkanlah kedua kubuh yg sedang berseteruh, dimana mereka hanya memperjuangkan kepentingan ideologi Asing, dan sama-sekali tidak sedikitpun mereka berjuang demi kepentingan Bangsa dan Negara mu !.
Lindungi dan berpihaklah pada masyarakat yang bela Bangsa dan Negara, jangan terpancing dengan segala fitnah dan kebohongan kaum Jahiliyah !.
Kalau kaum Jahiliyah itu berani mati dalam membela Bangsanya, kenapa kamu harus takut dalam membela Bangsa dan Negaramu ?.
Tidak ada rasa takut & tidak gentar sedikitpun, bagi kami dalam membela Negara dan Bangsaku, dan kaum penjajah jiwa-raga Bangsa itulah yang harus takut dan tunduk kepada kami sebagai pemilik Negara ini !.
Kaum Jahiliyah itu berkata, lebih baik dipenjara dan dibunuh, daripada bubar diri. Katakanlah kepada kaum Jahiliyah itu. :”Lebih baik aku gugur sebagai bunga Bangsa, daripada hidup didalam cengkraman kaum Jahiliyah ! “.
Kaum Jahiliyah itu tidak menyadari bahwa, siksa Neraka telah menanti & menjemput arwah mereka, sekiranya ajal telah merenggut mereka dengan keras !. Dan kami Arwah para Pahlawan Bangsa, akan melakukan tindak pembalasan terhadap Kaum Jahiliyah dan kaum pengkhianat Bangsa, sebelum arwah-2 kaum tersesat itu, dijebloskan dalam siksa Neraka !.
Kami selaku para Pahlawan Bangsa, mempunyai andil dalam melakukan pembalasan itu, karena anak-2 Bangsa ini hidup diatas keringat dan darah perjuangan kemerdekaan kami !.
Meskipun kami sekarang berada di Alam Arwah, jangan kamu mengira kami berdiam diri dengan membiarkan Bangsa & Negara kami terjajah kembali, dan kami tidak akan membiarkan anak-2 Bangsa yang berkhianat, menjajah dan menganiaya saudaranya sendiri yang sedang bela Negara !.
Kaum Jahiliyah itu menuduh bahwa, anak Bangsa yang bela Negara mendapat bantuan Asing !.
Apakah kamu tidak melihat bahwa, kaum Jahiliyah itupun mendapat bantuan dari Kaumnya untuk merusak Negara orang lain ?.
Bantuan darimanapun datangnya,asalkan dipakai dalam bela Bangsa & Negara, maka itu halal hukumnya !. Karena Allah dan Para Malaikatlah yang menggerakan hati Bangsa-Bangsa di Dunia, guna membantumu dalam bela Negara dan bela bangsa, demi mencapai kemerdekaan Jiwa-Raga Bangsa mu !.
Bangkit & berjuanglah terus,Tuhan, para Malaikat, Nabi-Nabi bersamamu !.
“Allah tidak akan merubah suatu kaum, sebelum kaum itu berusaha kearah kemerdekaan jiwa raga Bangsa-nya ! “.
“Tunjukkanlah kesatriamu, niscaya mereka akan ketakutan ! “.
“Jangan biarkan kekerasan dan kejahatan, merajalela diBumi Pancasila !”.
Kaum Jahiliyah itu meminjam kata-kata Pejuang-Bangsa ,“Berjuang sampai tetesan darah yang penghabisan !”.
Katakanlah kepada mereka.:”Kami berjuang, tanpa setetes darahpun yang akan menodai Bumi ! “.
“Wahai Tuhan kami, kami tak inginkan kebenaran dapat dianiaya, apalagi dikalahkan oleh kesesatan, melainkan kesesatanlah yang harus musnah ! “.
“Wahai Tuhan kami, sadarkanlah putra-putra Bangsa yang telah tertipu oleh kaum Jahiliyah itu,agar mereka berkenan kembali kepangkuan Ibu-Pertiwi, bersama-sama kami berjuang, guna mencapai kemerdekaan Jiwa-Raga-Bangsa, didalam naungan keBenaran dan keMuliaanMU !. “.
“Wahai Tuhan kami, musnahkanlah kaum penjajah-jiwa-raga-Bangsa itu dari Bumi Pancasila, baik di Alam-Gaib maupun di Alam-Nyata-Manusia”.
“Wahai Tuhan kami, berkenanlah dikembalikannya budaya gotong-royong, sopan-santun, ramah-tamah, murah senyum dan kerukunan, yang telah hilang oleh pengaruh budaya kaum Jahiliyah & budaya asing yg merusak ! “.
“Wahai Tuhan kami, berkenanlah untuk menjadi Maha Pemimpin, diatas segala kePemimpinan yang ada, didalam Negara dan Bangsa kami, baik di Alam Gaib maupun di Alam Nyata Manusia ! “.
“Semua ini kami mintakan padaMU, karena kami amat menyadari bahwa, tidak seorang pun baik di Alam Gaib maupun di Alam Nyata Manusia ini, yang sanggup menjadi Pemimpin atas Negara dan Bangsa kami, yang sedang dilanda kekacauan dan bencana Alam secara bertubi-tubi ! “.
Maha Kuasa Tuhan atas segala sesuatu, semua ini kami mintakan, agar kebangkitan para Nabi dan Tokoh-Tokoh penting Dunia di Bumi Pancasila, dapat berlangsung dengan baik dan aman, dengan tidak terjadinya penganiayaan dan derita sedikitpun !.
Kami yang hidup di Akhir-Zaman ini, telah menyaksikan segala apa yang belum pernah disaksikan , oleh orang-orang terdahulu sebelum kami. Namun kami amat menyadari terhadap segala apa yang telah kami saksikan, bahwasanya dibalik semua kejadian dan peristiwa itu, terdapat tanda-tanda KebesaranMU !.
Ampunilah kami dan terimalah segala puji-syukur kami kepada MU !.
Bangsa dan Negara kami,yang maha-kecil, maha-lemah lagi maha-tak-berdaya ini, senantiasa berlindung, berserah-diri dan bersatu pada MU !.
A M I I N
Maka tiada yang lebih indah dalam kehidupan“Alam-Raya-Semesta” ini, kecuali terkabulnya segala keinginan dan cita-cita Agung , menjadi kenyataan yang pasti !.
Selamatkan, Damaikan, Merdekakan,Bahagiakan & Bebas Deritakanlah Sejati nan Abadi, Alam-Raya-Semesta dengan segala Isinya, guna mencapai kesempurnaan didalam mengabdi padaMU, wahai Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau AWAL, wahai Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau Tempat ber-AKHIR-nya Segala Yang Ada !.
Wahai Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau AWAL, yang telah mengadakan dan menjelmahkan Yang Maha PERTAMA dari Segala Yang Ada, kami berlindung berserah diri dan bersatu pad MU, dalam batas-2 kemampuan yang diperbolehkan. Terimalah permohonan kami ini !.
Wahai Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau Tempat berAKHIRnya Segala Yang Ada, yang telah mengadakan & menjelmahkan Yang Maha Akhir dari Segala Yang Ada,kami berlindung, berserah diri dan bersatu pada MU, dalam batas kemampuan yang diperbolehkan. Terimalah permohonan kami ini !.
Meskipun Maha PURUSA tidak akan terjangkau oleh kami, namun kami yakin Maha PURUSA, Maha Menjangkau terhadap segala DOA dan perMOHONan kami, atas dasar pengertian inilah kami senantiasa berDoa dan berMohon kepada MU, karena Maha PURUSA adalah Maha Agung dari segala keagungan yang ada,Maha Perkasa dari semua keperkasaan yang ada, Maha Mengetahui dari semua yang mengetahui, Maha Rahasia dari semua kerahasiaan yang ada, Maha Rahasyam Utami !.
Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau, bagi kami adalah Maha Utama dari semua keutamaan yang ada !.
Meskipun KIAMAT PEMUSNAHAN Bola Alam Raya Semesta, harus terjadi dan tidak ada satu apapun yang dapat menghentikannya, juga TUHAN Semesta Alam sekalipun tak akan sanggup menghentikannya, karena semua yang berada didalam Gerbang Bola Alam Raya Semesta ini, termasuk Bola Alam-Raya-Semesta, tak akan dapat terluput dari KIAMAT-PEMUSNAHAN, namun kami yakin, sekiranya Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau berkenan mentiadakan Kiamat-Pemusnahan, niscaya Alam-Raya-Semesta dengan segala isi-nya, tidak akan mengenal kematian & Kiamat !.
Tetapi apalah artinya hidup kekal abadi, apabila Siksa dan Derita tak dapat dihindari dan bahkan makin bertambah parah dirasakan, yang pada akhirnya Siksa dan Derita itu menundukan segala yang ada !.
Maka biarlah kematian dan Kiamat ini tetap berlangsung, sekiranya itulah jalan satu-satunya untuk menebus Dosa demi mencapai Bebas Derita !.
Maka biarkanlah Neraka dan Sorga, siksa-derita dan nikmat-bahagia, tetap diadakan, sekiranya itulah jalan satu-satunya, guna mendidik makhluk-makhluk yang beraneka ini, mencapai kemuliaan akhlak, budi pekerti luhur, akhlakul-karima !.
Maka biarkanlah tetap diadakan, kaya & miskin,sehat & penyakit, baik & buruk, sukses & gagal, senang & susah, ringan & berat, gelisah & tenang, kacau & damai, tertawa & tangisan, kuat & lemah, lumpuh & tak berdaya, bergerak dan tidak bergerak, hening & hingar-bingar, tumbuh & layu, gelap & terang, busuk & harum, cacad & utuh, pandai & bodoh, cepat & lambat, bijaksana & teledor, benar & salah, selamat & celaka, lindungan & kutukan, pertolongan & laknat, dharma & adharma, sekiranya semua ini sebagai sarana pendidikkan dan sebagai Al Furqaan atau pengukur nilai terhadap sesuatu peristiwa yang sudah berlansung, asalkan semua bentuk penjajahan dan segala kejahatan dilenyapkan dari Bumi Pancasila, dan secara sistimatik & bertahap dimusnahkan diseluruh planet Bumi, bahkan disirnahkan diseluruh penjuru Alam-Raya-Semesta ini, tanpa kecuali agar Keselamatan, Kedamaian, Kemerdekaan, Kebahagiaan & Bebas Derita Sejati nan Abadi, dapat terwujud !.
Wahai Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau, kami amat menyadari bahwasanya KIAMAT PEMUSNAHAN yang diadakan ini adalah sifatMU yang Maha Pengasih Maha Penyayang meliputi segala yang ada !.
Sebab sekiranya kematian dan Kiamat Pemusnahan itu ditiadakan, niscaya Alam-Raya-Semesta dengan isinya akan tertimpah Siksa & Derita yang tak mengenal berhenti, yang pada akhirnya Siksa & Derita itu menjadi tak tertahankan lagi, lalu dengan apakah Siksa & Derita yg Maha-Dasyat itu hendak dihentikan dan ditiadakan,kecuali dengan kematian & Kiamat-Pemusnahan terhadap semua bentuk kehidupan yang telah diciptakan, dan yang telah diadakan ini !. Amiin .
Kamipun amat menyadari, sekiranya tiada Derita sedikit pun dalam hidup ini, niscaya Kematiaan dan Kiamat Pemusnahan tidak akan pernah ada !.
Tetapi kelahiran, menjadi remaja, dan menjadi tua serta kematian, adalah peraturan dan Hukum ketetapan, yang tidak akan dapat dihindari & tidak akan dapat dirubah, sebab itu adalah Sunatullah !.
Maka ketahuilah dan sadarilah, menciptakan Derita bagi diri sendiri & apalagi menciptakan Derita bagi makhluk lain, sama artinya memperpendek umur Bumi dan mempercepat datangnya Kiamat-Pemusnahan B’ARS !.
Dengan telah diturunkannya KITAB-AKHIR-ZAMAN ini, Kami menghimbau kepada seluruh penghuni Alam-Raya-Semesta, untuk menciptakan Perdamaian Abadi, demi kelangsungan hidup Alam-Raya-Semesta dgn segala isi nya, agar Kami masih memiliki waktu yang cukup, guna memikirkan akan segala sesuatunya, manakala Alam-Raya-Semesta-Baru memasuki Periode-Genap-Kekuasaan-Terbesar-Alam-Raya-Semesta diadakan, setelah Alam-Raya-Semesta-Lama yang kami semua sebagai penghuninya, terkena KIAMAT-PEMUSNAHAN, yang harus terjadi & sudah amat terlambat guna memperbaikinya, karena semua kekurangan dan segala permintaan terdahulu kepada Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau, harus berlangsung & harus terjadi serta wajib dirasakan !.
“Wahai Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau, ampunilah kami yg Maha-kecil, Maha-lemah lagi Maha-Tak-berdaya ini, maka biarkanlah semua yang ada ini, senantiasa berlangsung dan terjadi menurut kekuasaan dan kehendakMU !. Kami senantiasa berlindung, berserah diri & bersatu padaMU dalam batas-batas yang diperbolehkan. Amiin !.
“Maha Menepati Janji, Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau, terhadap segala apa yang telah dimintakan oleh semua Makhluk, sehingga Derita yang kami alami ini dan juga derita yang akan datang kemudian, adalah permintaan kami sendiri, dikarena kekeliruan dalam menilai & memperhitungan, akan segala akibat negatip yang timbul, sesudah Maha PURUSA Maha Mengabulkan Segala Permintaan Machluk !.
“Astagha firullahu’adhiim,yaa al mu’jibash sha’iliin ! “.
“Ampunilah kami, wahai Yang Maha Agung, Yang Maha Mengabulkan-Segala Permintaan ! “.
“Maka kami bermohon, agar Maha PURUSA Maha Tak Terjangkau, berkenan untuk tidak mengabulkan segala permintaan yang dapat berakibat timbulnya Derita, tetapi kabulkanlah segala permohonan yg dapat berakibat timbulnya Keselamatan, Kedamaian, Kemerdekaan, Kebahagiaan & Bebas Derita Sejati nan Abadi bagi Alam Raya Semesta dengan segala isinya !”.
“Wahai Maha Purusa, jangan pula mengabulkan permintaan yang hanya demi kepentingan pribadi, kelompok dan kaum tertentu, tetapi kabulkanlah semua doa permohonan yang berstatus Rahmatan lil’alamiin ! “.
Sebab kami sadari bahwa, sumber Kerusakkan dan Derita adalah terkabulnya doa-doa permohonan yang berstatus lokal !.
Sekiranya segala permohonan kami ini Baik, Benar dan MULIA adanya menurut penilaian Maha PURUSA, dan Maha PURUSA berkenan mengabulkannya, maka Alam-Raya-Semesta dengan segala isinya telah memperoleh keberuntungan yang Besar & terhindar dari segala kecelakaan & bahaya !. Namun sekiranya segala permohonan kami itu, dapat berakibat timbulnya bencana dan Derita, maka janganlah Maha PURUSA kabulkan !
A M I I N
Enhanced by Zemanta

kitab akhir zaman 7

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله

Lailatul Qadar yang dikemukakan kaum Jahiliyah adalah DUSTA !.
Bagaimanakah umat yang tidak “rahmatan lil’alamiin” dan berhati kejam, sombong lagi mengatakan dirinya lebih mulia dari Malaikat, dapat mencapai Takwa ?.
Adalah sesuatu yang mustahil, bila rombongan Lailatul-Qadar berkenan mendatangi kaum Jahiliyah, yang suka berdusta itu !.
Delegasi Lailatul Qadar bila datang kepada umat, diawal Ramadhan, maka tanya jawab itu dapat berlangsung sampai 27 malam lamanya.
Maksudnya setiap malam terjadi tanya jawab, berlangsung dua sampai tiga jam saja, dan tidak akan lebih dari tiga jam !.
Tetapi jika datang 10 hari menjelang Hari Raya Idul Fitri, biasanya tanya jawab berlangsung satu malam sampai tujuh malam saja !.
Lamanya tergantung dari luas dan tidaknya pengetahuan yang dimiliki umat yang dalam posisi Takwa, saat bulan suci Ramadhan berlangsung. Berbicara masalah Delegasi Ramadhan, maka itu menyangkut masalah tingkat demensi keimanan terhadap Gaib. Apakah umat tersebut sudah mencapai tingkat “ber-iman pada Malaikat” ?. Maksudnya, apakah umat tersebut, sudah dapat dipercaya oleh Malaikat dan Arwah Nabi ?.
Kalau belum dapat dipercaya oleh Malaikat dan Arwah Nabi, dalam delegasi Lailatul-Qadar tersebut, maka jangan harap mendapatkan malam penuh keMuliaan itu.
Banyaknya umat yang berpuasa, maka hanya lapar & dahaga yamg diperoleh.
Banyaknya umat yang berdoa, maka hanya sejengkal dari ubun-ubun kepalanya doa itu memancarkan gelombang getaran !. (tak mencapai Langit). Apakah penyebabnya ?.
Banyak factor penyebabnya, tetapi penyebab yang paling mendasar antara lain, karena semua itu dilakukan sekedar memenuhi kewajiban, tanpa memahami cara dan tidak memahami manfaat yang akan diperoleh, secara baik dan benar, sehingga tidak menimbulkan keikhlasan dalam pelaksanaannya.
“Puasa itu diperuntukan, bagi umat yang beriman, guna mencapai Takwa” Agar dikategorikan sebagai orang yang beriman, maka beramai-ramailah mereka berpuasa, atau hanya sekedar tradisi belaka ?.
Tetapi hendaknya, jangan pula dicelah bagi mereka yang tak sanggup menunaikannya, karena apalah gunanya bersusah payah melaksanakan ibadah puasa, kalau hanya sekedar lapar dan dahaga yang diperolehnya !.
Dan jangan pula memaksa dengan menutup kedai makanan & minuman, dgn alasan mengganggu orang berpuasa sebab makin berat cobaan bagi mereka yang berpuasa, makin tinggi pula nilainya, bila dapat mengatasinya.
Lagi pula untuk mencapai Takwa, bukan hanya dicapai dengan menjalankan ibadah puasa saja,dapat juga Takwa dicapai melalui sunatullah yaitu melalui disiplin ilmu-pengetahuan !.
Puasa diperuntukkan bagi umat yang ber-iman, dan jelas tidak ada paksaan bagi umat yang baru “belajar beriman” !.
Setiap Agama, Adat dan Aliran Kepercayaan, mempunyai pula ibadah puasa nya masing-masing, yang berbeda syari’at atau beda cara pelaksanaannya & berbeda pula waktu pelaksanaannya !. Tetapi sama tujuannya yakni, untuk mencapai Takwa !.
“ Maka saling menghomat satu terhadap lainnya, akan dapat mencegah dari perbuatan keji dan merusak ! “.
“ Hormatilah orang lain, jika kamu ingin dihormati ! “.
“ Bertindaklah, sebagaimana perbedaan dalam Dunia Ilmu Pengetahuan yang masing-masing perbedaan disiplin Ilmu, membawa manfaat bagi semuanya ! “.
“ Jadikanlah perbedaan dalam kemajemukkan itu suatu yang indah, tidak membosankan & membawa manfaat bagi semuanya didalam Damai ! “.
“ BHINEKA TUNGGAL IKA “
Bukankah itu semua tercantum dalam Kitab-Kitab Sucimu masing-masing !.
“ Selamatkan, damaikan, merdekakan, bahagiakan & bebas deritakanlah sejati nan abadi, Alam Raya Semesta dengan segala isinya, menuju kepada kesempurnaan, didalam mengabdi padaMu, yaa Maha PURUSA Maha tak terjangkau Awal dan Maha PURUSA Maha tak terjangkau tempat berAkhirnya segala yang ada, Amiin ! “.
Mengapa Lailatul Qadar, amat sulit persyaratannya, dengan kata lain Lailatul Qadar hanya dinikmati oleh orang-orang suci belaka !. Padahal jika ditinjau dan dinilai dari segi kegunaannya, alangkah lebih baik apabila Lailatul Qadar lebih difokuskan kepada mereka yang tersesat, agar dapat mengurangi jumlah kejahatan, kenapa justru umat yang telah baik dan mulia akhlaknya yang mendapatkannya ?.
Jawabnya . :
“ Lailatul Qadar difokuskan turun kepada umat yang suci, dengan syarat yang amat sulit, adalah permintaan beberapa Nabi, sedang para Nabi lainnya hanya menerima apa adanya, tanpa pernah mengusulkan sesuatu.
Mereka kawatir, jika usulan mereka keliru dan berakibat buruk, sehingga harus dipertanggung jawabkan dikemudian hari ! “.
Sikap monopoli dengan melirik keberuntungan pahala Seribu Bulan, sudah ter-tampak akibat buruknya bagi umat di Akhir Zaman ini. Lalu siapakah yang harus bertanggung-jawab, terhadap keburukkan ini ?.
Seandainya, Lailatul Qadar itu datang kepada kaum yang tersesat. kemudian para Malaikat dan Arwah para Nabi melakukan pemeriksaan terhadap harta benda dan semua yang dimiliki oleh kaum tersesat itu, dengan memberikan peringatan-peringatan yang keras, niscaya tindakan-tindakan kriminalitas di Bumi, baik di Alam Gaib maupun di Alam Nyata Manusia akan menurun secara draktis, meskipun tidak menjamin bahwa kriminalitas akan terhapus semuanya !.
Peristiwa Lailatul Qadar, bukan saja terjadi di Alam Fana Manusia, tetapi terjadi pula di Alam Gaib, bahkan Alam-Gaib mengalami terlebih dahulu peristiwa itu ketimbang Alam Nyata Manusia, namun amat disayangkan hanya beberapa umat saja, yang dapat mengalaminya, sedangkan yang lain hanya sekedar mendengarkan kisah.
Delegasi Lailatul Qadar, turun ke Bumi pada setiap Negara & Bangsa-Bangsa di Dunia Gaib maupun Nyata, meliputi Bangsa Khewaniah & tetumbuhan, Makhluk-Makhluk yang tidak memikul amanah (Alam), Bangsa Jin, Arwah, siluman, dst. Juga di Langit Alam “Maya-Pada”, meliputi pula semua Adat, Aliran-Aliran Kepercayaan dan aneka Agama, meskipun berbeda penampilan dan permasalahan yang ditanyakan, tetapi sesungguhnya merupakan tugas-tahunan, guna memeriksa secara langsung situasi & kondisi yang sedang terjadi, diseluruh penjuru Alam Raya Semesta, guna dilaporkan & memberikan masukkan (input) kepada Staf TUHAN Semesta Alam, dst.
“ Tidak sehelai daun-pun yang gugur kemuka Bumi, dapat terluput dari catatan dan rekaman para Malaikat ! “.
Meskipun sedemikian telitinya para Malaikat mencatat & merekam, semua peristiwa yang terjadi didalam Alam Raya Semesta, tetapi masih terdapat makhluk yang menyangkal, terhadap yang telah diperbuatnya, bahkan menuduh semua itu adalah rekayasa belaka !.
Itulah makhluk-makhluk yang tidak jujur, tidak pernah mengakui kesalahannya
meskipun bukti dan fakta telah ditampakkan.
“ Mungkinkah mereka dapat bertahan, membela diri dalam Dusta ? “.
“ Dapatkah mereka membela diri, didalam kePALSUan ? “.
Tidak satu machluk pun sanggup menahan derita, didalam lautan Dusta !.
Dan tidak satu makhluk pun, yang sanggup menahan derita, didalam samudra kePalsuan !.
“Salah katakan salah, yang benar katakan benar, meskipun itu pahit bagimu”.
Karena umumnya obat itu pahit rasanya, sedangkan kenikmatan lebih banyak membawa malapetaka bagimu !.
Bersusah payah lah terlebih dahulu, dan bersenang-senang lah dari hasil jerih payahmu sesudahnya !. Karena Sorga selalu diatas Neraka !.
Lintasilah Neraka terlebih dahulu, jika ingin mencapai Sorga !.
Demikian pula yang benar, selalu dibalik kesalahan !.
Manusia akan mengetahui yang benar, setelah mempelajari dari yang salah. Tanpa kesalahan, maka bobot kebenaran tak dapat ditimbang !.
Dengan demikian kesalahan, dapat dipakai sebagai standrat untuk mengukur nilai dan tingkat kebenaran !.
Tetapi jangan mengulangi kesalahan, sebab itu adalah kebodohan !.
Belajarlah tentang keBenaran, dengan mempelajari kesalahan orang lain & Sejarah masa lampau, agar resiko dan pengorbanan dapat ditekan sekecil mungkin, juga untuk menghemat waktu !.
Hidup selalu berhadapan dengan tindakkan Salah atau Benar, keKurangan, keCukupan dan keLebihan, Puas atau tidak memuaskan, gagal & sukses, Senang & Susah, Bahagia & Derita, Lemah & Kuat, yang silih berganti, dimana semua yang terjadi dan telah dirasakan itu, harus diakhiri dengan keMatian !.
Maka merugilah mereka yang hidup didalam Ragu dan kebingungan, karena Putus-asa akan datang kemudian !.
Beruntunglah orang-orang yang menerima semua itu sebagai mata pelajaran yang amat berguna, karena dibalik semua itu tersembunyi Ilmu Pengetahuan dan pengalaman yang amat berharga !.
“ Hidup adalah iqraa, diadakannya keHidupan adalah untuk Belajar dan untuk saling mengenal, guna mencapai kesempurnaan Ilmu Pengetahuan, Budi pekerti yang Luhur dan keBenaran yang Sejati ! “.
“ Merugilah, bagi mereka yang kehidupannya dipenuhi, iri-hati, dengki, culas, aniaya, menyia-nyiakan waktu, dusta,menipu, kepalsuan, kesalahan yang disengaja, kejahatan, ragu-ragu, kebodohan, kemalasan, hanya sekedar mengejar kenikmatan & keberuntungan-semu, fitnah, kecerobohan, tergesa-gesa, teledor, kesedihan, apalagi pembunuhan atau suka pada Pertumpahan-Darah ! “.
“ Beruntung dan berbahagialah mereka yg tidak memiliki satu musuhpun, dalam kehidupannya, banyak berbuat berbuat amalan-amalan mulia dan tidak pernah berprasangka buruk terhadap TUHAN ! “.
“ Memusuhi apapun, apalagi menganiaya dan membunuhnya, maka anda akan berhadapan dengan Sang Pencipta, guna dimintai pertanggungan-jawab atas segala yang telah anda lakukan ! “.
“ Sebab itu, bawalah jiwa & raga ini pada tempat-tempat yang mulia, hindari segala perbuatan Dosa, agar binatang dan tumbuh-tumbuhan, yang kamu bunuh dan dijadikan santapan, yang telah menjadi darah dagingmu, tidak menuntut dikemudian hari !. Jika Binatang & Tumbuh-Tumbuhan itu menuntut, maka timbullah aneka penyakit pada Tubuh Jasmani, dan akan terkena siksa-derita di Akhiraat, setelah selesai menjalani hidup sebagai manusia ! “.
“ Hidup sebagai Manusia di Alam Nyata, teramat singkat dibandingkan kehidupan yang teramat panjang di Akhiraat, namun kehidupan yang teramat singkat ini,menentukan baik, buruknya kehidupan yang teramat panjang itu ! “.
“ TUHAN tidak akan kamu dapatkan melalui Pancaindera, namun Akal Sehat Ilmiahmu sanggup membuktikan keberadaan TUHAN, karena itu hormati dan hargailah Karunia ALLAH terbesar bagi kehidupan ini yakni, Akal Sehat Ilmiah, dan jangan kamu mengikuti kaum Jahiliyah yang suka merendahkan Akal Sehat, karena menghinakan Karunia Allah, sama artinya menghinakan Tuhan Sang Pencipta ! “.
“ Maka beranikah kamu mempertanggung jawabkannya ? “.
“ Se-buruk-2nya binatang disisi Allah, adalah mereka yang tidak sering menggunakan Akal Sehatnya ! “.
“TUHAN akan lebih dikenal makhluk, saat makhluk itu tidak berdaya & dalam ketakutan serta deritanya yang teramat sangat !”.
“Maka adalah lebih jelas kamu melihat TUHAN didalam deritamu, daripada melihat TUHAN didalam kejayaan dan kemegahan mu, karena itu hargailah segala apapun yang terjadi dalam kehidupan ini, karena semua yang terjadi dan yang kamu alami, mempunyai hikmah ilmu pengetahuan, jika kamu mengetahui ! “.
“Jika TUHAN dapat terjangkau oleh Pancaindera-mu, maka dimanakah sifat Maha Gaib NYA ?”.
“Yang Maha-Gaib hanya dapat diketahui melalui jalur kegaiban, maka jalur kegaiban yg terbaik adalah melalui Akal-Sehat-Ilmiah, guna mengetahui tentang TUHAN secara baik dan benar ! “.
Kaum Jahiliyah itu mengatakan bahwa, dgn mengucap Tauhid, machluk dipastikan masuk Sorga ?… !. karena itu, kaum Jahiliyah berani berbuat kejahatan apapun juga, karena mengira dirinya pasti masuk Sorga !.
Katakanlah kepada mereka. :”Dengan hanya mengucap kalimat Tauhid saat menjelang ajal tiba, tidak akan dapat memasuki Sorga, jika tidak di-sertai amalan-amalan Mulia semasa hidupnya terdahulu, kalaupun dapat mencapai Sorga, maka hanya sehari di Sorga dan kekal didalam Neraka ! “.
“Adalah lebih baik tidak merasakan kenikmatan Sorga terlebih dahulu, kemudian harus menerima siksa Neraka, karena derita itu makin berat dirasakan !. Ibarat orang yang kaya raya tiba-tiba jatuh miskin, ia akan merasakan pukulan derita yang amat berat, ketimbang orang yang sudah terbiasa hidup dalam kemiskinannya !”.
“Sebab itu, hidup dalam kesederhanaan meskipun melimpah kekayaan, jauh lebih baik, daripada memanjakan hidup dalam kemewahan !”.
“ Mereka yang bijaksana,tidak terghoyahkan primsip ke-benar-annya, meskipun kekayaan melimpah ruah, mengalir dan menenggelamkan”.
“ Ibarat samudra, meskipun beribu-ribu air sungai membanjirinya, tetapi samudera tak akan pernah menjadi tawar, ia tetap asin rasanya “.
“ Mereka yang bijaksana, memandang batu dan emas adalah sama, karena mereka menyadari bahwa semua yang ada ini bukan miliknya, melainkan barang titipan yang dikuasakan untuk sementara, dan akan dimintai tanggung jawab setelah hari pengembalian itu tiba ! “.
“ Sesungguhnya tidak ada satupun barang dapat menghilang, melainkan hanya sekedar berpindah tempat & berpindah penanggung jawabnya”.
“ Bila harta-benda itu menyukaimu, maka tidak ada seorangpun dapat mengambilnya, tetapi jika harta benda itu membencimu, niscaya ia akan melarikan diri darimu, dan waspadalah jika harta benda itu memusuhimu, maka ia akan mencelakaimu ! “.
“ Jangan mencintai sesuatu yang tidak kekal secara berlebihan, sebab itu akan membuat mu dalam derita manakala perpisahan harus terjadi !”.
“ Bingung, gelisah, takut, panik dan sikap apapun yang akan tampil, maka permasalahan dan bahaya tak akan berubah, bila itu sudah merupakan takdir dalam goretan nasib, tetapi sikap tenang akan menimbulkan tindakan bijaksana, dengan sikap bijaksana permasalahan dapat diselesaikan dengan baik & bahaya dapat dihindari, sekiranya itu harus dilalui dengan kematian, maka kamu akan wafat dalam kedamaian ! “.
“ Janganlah kamu malu dan takut dengan kemiskinanmu, tetapi malu & takutlah akan perbuatan dosa, karena bukan kemiskinan yang akan terkena siksa Neraka, tetapi perbuatan dosalah yang dapat membawamu kedalam siksa Neraka !”.
“ Memang kemiskinan cenderung menyeret manusia dalam tindakan kriminal, tetapi lebih baik mati kelaparan daripada mati karena mencuri “.
“Semiskin-miskinnya manusia masih dapat beramal yaitu, mendoakan kaum fakir miskin yang berada di Alam Gaib, agar Malaikat dengan seizin Allah berkenan memberikan rejeki pada mereka yang membutuhkan dan patut menerimanya !“.
“ Sungguh amat mulia manusia seperti ini, karena didalam kesusahan dan kemiskinannya, ia masih berkenan memikirkan adanya kaum yang jauh lebih miskin dan jauh lebih menderita dari dirinya sendiri ! “.
“ Gunakanlah ke-Khalifah-an mu dalam amalan mulia sebanyak-banyaknya, sebab kaum miskin pun, dapat menjadi kaya-raya di Akhiraat ! “.
“ Manusia itu sesungguhnya kaya, dan tidak ada yg miskin, jika ia mengetahui cara mengamalkannya ! “. (dalam pandangan Gaib).
Setiap hendak menikmati rejeki Allah niatkan lah . :
“ Wahai Tuhan kami, berikanlah kenikmatan rejeki ini, juga bagi mereka yang patut menerimanya ! “.
Dengan demikian, kamu telah mengeluarkan sedekah gaib, dari rejeki Alam Nyata yang kamu peroleh.
“ Wahai TUHAN kami,berikanlah kenikmatan Sorga, kepada semua yang telah berkorban, demi kelangsungan hidup Manusia ! “.
Doa Salawat ini akan mengurangi, bahkan menghindari dari tuntutan Hewaniah, Tetumbuhan dan rejeki lain, yang telah menjadi dan membentuk Raga jasmani serta telah berkorban, demi kenikmatan manusia ! “.
“ Wahai TUHAN Penguasa Zat Kalpataru ( zat Al Kautsar), limpahkanlah menurut kadar masing-masingnya, akan Zat Al Kautsar (zat Kalpataru) kepada semua makhluk yang tidak memikul amanah (Alam) dan kepada siapa saja yang TUHAN kehendaki ! “.
Ini dapat mengurangi dan menghindari tuntutan yang datang dari Alam, bahkan dapat terhindar dari bencana Alam dan Kecelakaan .
Mereka yang patut menerimanya .:
Mempunyai pengertian yang teramat luas, dalam koridor “Rahmatan lilalamiin” atau “Kasih bagi Alam Raya Semesta dengan segala isinya”.
Sekiranya Bangsa ini senantiasa dan sering berdoa selawat dalam koridor
“Kasih bagi Alam Raya Semesta dgn segala isinya”, maka laknat & kutukan Durhaka, secara bertahap namun pasti, akan terhapus !.
Dan ketenangan di Alam Gaib, dari Langit sampai ke Planet Bumi, membawa pengaruh yang amat besar terhadap Bangsa ini, dalam ikut menikmati keDamaian, kesejahteraan, kemakmuran, keamanan dan hal-hal positip lainnya !.
PERHATIAN . :
Utama nya kami sebagai manusia, berselawatlah bagi Bapak & Bunda pertama umat Manusia dan umat JIN, kepada semua Rasullah, para Nabi, sekalian Malaikat, Makhluk-Makhluk Suci-Mulia dan bagi Mereka yang berjasa dalam Penemuan-penemuannya, yang membawa kemajuan nan bermanfaat bagi kehidupan dan perAdaban umat Manusia !.
Dan jangan berdoa selawat hanya pada seorang Nabi, pada satu kaum tertentu, dengan merendahkan Kaum dan Nabi yang lain, apalagi mengabaikan jasa-jasa Leluhur sendiri, seperti yang dilakukan Kaum Jahiliyah. Sebab perbuatan semacam itu bukan Rahmatan lil alamiin, melainkan lebih patut dikategorikan sebagai Rahmatan lil Jahiliyah !.
Sedangkan kamu diperintahkan menegakkan “Rahmatan lil’alamiin”, dan bukan Rahmatan lil Jahiliyah !. (bukan Kasih bagi kaum Jahiliyah !).
“ Sesungguhnya keMerdekaan adalah milik semua Bangsa, maka segala bentuk Penjajahan dimuka Bumi, harus dihapuskan ! “.
Kaum Jahiliyah itu telah menjajah Kitab-Suci nya sendiri, dengan melarang kaum cendikiawan independent, untuk menggali apa yang terkandung dalam Kitab-Suci, guna mendapatkan hikmah Ilmu-Pengetahuan dan tentang keBenaran, karena kaum Jahiliyah itu kawatir diketahui perbuatannya yang telah memanipulasi atau telah melakukan kecurangan, terhadap tafsir Kitab-Suci nya, demi kepentingan dan keuntungan kaum Jahiliyah.
Banyak hal yang telah dimanipulasi oleh Kaum Jahiliyah, terhadap Wahyu-Wahyu Allah didalam Kitab-Suci, demi kepentingan dan keuntungan pribadi kaum Jahiliyah belaka, coba perhatikan . : “ Wahyu Allah yang bernada teguran terhadap kaum Jahiliyah, tafsirnya mereka rubah sedemikian rupa, sehingga tertampak seolah-olah Wahyu Allah yg bernada teguran bukan ditujuhkan pada kaum Jahiliyah, tetapi ditujuhkan kepada kaum lain, terutama yang sering dikambing hitamkan adalah bani Ishak as. !.
Dan sebaliknya Wahyu Allah yang bernada memuji suatu Kaum, dirubah sedemikian rupa, seolah-olah kaum Jahiliyah lah yang dipuji ! “.
Apakah perlu Kami buktikan kebathilan atau kepalsuan yang telah di perbuat oleh kaum Jahiliyah tersebut ?.
Bukan ISMAIL as tetapi ISHAK as . :
Didalam Injil maupun di dalam Al Qur’an, peristiwa Nabi Ibrahim as. akan menyembelih putranya, jelas-jelas disebutkan Nabi ISHAK as yang beribu kandung Sitti Zarah (isteri pertama Nabi Ibrahim as. Berkebangsaan Yahudi) !.
Fakta Sejarah juga membuktikan ke-benar-an itu, karena semenjak bayi Nabi Ismail as. yang ber-ibu kandung Sitti Hajar (isteri kedua Nabi Ibrahim as. berkebangsaan Arab Mesir) sudah berpisah dari Ayahnya.
Atas perintah ayahnya yakni Nabi Ibrahim as. putranya yang bernama ISHAK disuruh mencari saudaranya di Mesir yakni ISMAIL, pada saat itu ISHAK telah berusia 25 tahun, kakak tirinya ISMAIL berusia 26 thn. Nabi ISMAIL as. berpisah dengan ayahnya Nabi Ibrahim as. dari semenjak bayi dan berkumpul kembali dengan ayahnya, pada usia 26 tahun, sedangkan peristiwa akan disembelih Putra Nabi Ibrahim as. pada saat putranya ber usia 11 tahun.
Jelas pada usia 11 tahun, hanyalah ISHAK yang bersama ayahnya Nabi Ibrahim as., sedangkan ISMAIL tidak bersama ayahnya, dan berada di Mesir bersama ibunya Sitti Hajar !.
Kaum Jahiliyah sengaja memutar balik Wahyu & fakta sejarah, karena Nabi ISMAIL as.berkebangsaan Arab-Mesir, sedangkan Nabi ISHAK as. berkebangsaan Yahudi, yakni bangsa yang amat dibenci dan dimusuhi oleh kaum Jahiliyah adalah Bangsa Yahudi & Israel !.
Maka “Maha Benar ALLAH dengan segala Firman NYA ! “.
Yakinlah akan Firman-Firman Allah yang tercantum dalam Wahyu Al Qur’an, dan diperkuat oleh Kitab-Injil dan fakta Sejarah !.
Dan jangan mengikuti Dusta yang telah diperbuat oleh kaum Jahiliyah !.
Yang amat mengheran, mengapa Dusta kaum Jahiliyah itu dapat bertahan hampir seribu lima ratus tahun lamanya ?.
Boleh jadi, meskipun semua bukti dan fakta telah Kami kemukakan, masih ada umat yang lebih percaya pada Dusta kaum Jahiliyah, daripada mengikuti keBenaran Firman-Firman Allah !.
Inilah penyebabnya,s ehingga kaum Jahiliyah itu melarang kamu membaca apalagi meng-iman-i Kitab Injil dan Kitab-Kitab Suci lainnya, pada hal Allah menyuruh kita beriman pada Al Qur’an & Kitab-Kitab Suci sebelumnya, yang tercantum dalam “Rukun Iman”, karena jelaslah, kebohongan kaum Jahiliyah itu akan terbongkar, jika umat ber-iman pula pada Kitab-Kitab Suci yg lain !.
Memang disadari bahwa, pada Kitab-Kitab Suci yang lain ada juga yang dimanipulasi oleh manusia tertentu, tapi tidak semuanya dirubah, maka dengan memakai Al Qur’an sebagai Al Furqaan, akan dapat diketahui, mana yang benar dan mana yang salah, mana yang dirubah dan mana pula yang masih asli, diketahui pula mana yang di tambahkan dan mana pula yang dikurangi, maka kita dapat ikuti ajaran-ajaran yang baik & mulia, benar, ilmiah, rasional, bermanfaat dan asli serta hal-hal positip lainnya !.
Jangan memakai theori kaum Jahiliyah yakni, ”karena nila setitik, rusaklah susu sebelanga !”. Tetapi sebagai manusia harus belajar, cara memisahkan nila dari susu, jangan menyerah begitu saja !. Agar kamu tidak merugi dan mendapat celaka dikemudian hari !.

Enhanced by Zemanta