Thursday, July 5, 2012

Makrifat Shalat : Sujud

أشهد أن لا اله الا الله و أشهد أن محمدا رسول الله
Di dalam tiap ibadah apapun dalam Islam pasti ada syarat Ibadah dan rukun ibadah,apapun ibadah itu ..
Dalam ‘kasus’ shalat,memang untuk fiqih lahiriah shalat pasti udh bnyak yg tau dan faham jg pandai,tp di sisi kefahaman dan kepandaian tersebut masih bnyak yg lalai akan shalatnya sehingga mengakibatkan (QS.Al-Ma’un (107):4-7) ..
Dalam kajian irfan sepengetahuan saya setiap ibadah mempunyai fiqih bathin atau fiqih irfani ,begitupun dalam shalat,kajian fiqih shalat bathini irfani menurut kajian saya :
Menurut buku daras fikih ,daras ke-37,hal.135,kewajiban2 shalat ialah :
1.Niat,
2.Takbiratul ihram,
3.Qiyam,
4.Qiraat,
5.Rukuk,
6.Sujud,
7.Zikir,
8.Tasyahud,
9.Salam,
10.Tertib,
11.Berkesinambungan.

Itulah kewajiban2 shalat menurut kajian fiqih , kajian bathini irfaninya adalah menguraikan makna hakikat yg terkandung dlm hal2 tersebut di atas,saya hanya akan menerangkan yg bagian sujud,anggota pertama saja,krn akan sangat panjang klw di bahas semuanya,krn sebenarnya klw kajian Irfan,itu harus bertatap muka langsung atau bertemu secara ragawi :
Sujud secara aturan fiqih adlh meletakan ke-7 anggota tubuh di atas permukaan tanah ,1.dahi,2 dan 3.dua telapak tangan, 4 dan 5.kedua ujung lutut ,6 dan 7.dua ujung ibu jari kaki.(Daras fikih,daras-42,hal.156),
Kajian bathini irfaninya :
1.Anggota pertama ‘Dahi’ melambangkan akal,ego,kehormatan,kewibawaan,dll. Maka dlm sujud semua hal2 yg di anggap sebagai lambang2 atau simbol2 kehormatan oleh manusia di letakkan di sejajarkan dgn tanah yaitu tempat kaki berpijak,perlambang ini mengajak manusia dalam sujudnya untuk ingat akan asal mula dirinya (QS.Ar-Rahman (55):14),dan akan mati di kubur di dalamnya(QS.Al-Mursalat (77):25-26) ,kmudian akan di bangkitkan darinya pula (QS.Al-Muthafifin(83):4-6),(QS.Al-Infithar (82):4-5) ,maka dalam sujudnya,si manusia di beri pelajaran bahwa seluruh kehormatan dirinya harus di tundukkan dan di sucikan oleh pengabdian kpd Allah yg di lambangkan dgn meletakkan dahi di atas permukaan (QS.Ar-Rahman(55):14) dan seluruh isi dr ‘kepala’ yg melambangkan kehormatan manusia disucikan,di berikan amanat,di tinggikan,dan di terpujikan dgn kalimah “Subhana rabbiya-l-a’la wa bi hamdihi”, sehingga dalam kehidupan nyata si manusia apapun pangkatnya dan bagaimanapun tingkat kehormatannya harus senantiasa menjadi perlambang dr peletakkan dahi kpd Allah,dan setiap ucapan dan perbuatan manusia dlm kehormatannya dan pangkatnya atau sejenisnya harus ‘Suci’ krn senantiasa menjadi pengejawantahan dr perlambang kalimah ‘Subhana’ (kesucian),dan harus bisa ‘mengayomi atau mengurusi’ hajat kebutuhan umat,krn sebgai pengejawantahan dr perlambang kalimah ‘Rabbiya’ (kepengurusan atau pemelihara ),dan setiap prilaku manusia dlm apapun pangkatnya harus bernilai manfaat ‘Tinggi dan Terpuji’ dlm kehidupan krn menjadi pengejawantahan dr perlambang kalimah al-’A'la wa bi hamdih (tinggi dan terpuji) ..
Nah jika si manusia sudah mampu mengejawantahkan perlambang peletakkan ‘Dahi’ dlm sujud ,maka jadilah dia manusia yg memiliki ‘isi dahi’ yg mengejawantahkan perlambang kalimah ‘Subhana rabiya-l-a’la wa bi hamdih’ dan jadilah hasil dr isi dahi tersebut sebagai ‘ahsani taqwim’ (QS.At-Tin :4)
Wallahu a’lam

Apakah irfannya irfan ?

Apakah irfannya irfan ?
Irfanya irfan bisa di kenali melalu huruf2 yg membentuk kata Irfan, ‘ain,ra,dan fa ,
-’Ain untuk ‘ainullah (mata Allah)
-Ra untuk ru’yatullah (melihat Allah)
-Fa untuk fillah (di dalam atau dengan Allah)

Jadi seorang pelaku Irfan jika sudah memaknai salah satu kandungan dari maknawiyah ‘ain ,ra,dan fa ,maka si Irfan dengan maknawiyah huruf ‘Ain akan melihat segala sesuatu dengan mata Allah,dan dengan maknawiyah ‘ain yaitu ‘ainullah atau mata Allah itu si Irfan akan mengalami maqam maknawiyah huruf Ra’ yaitu Ru’yatillah atau melihat Allah di dlm segala sesuatu ,sehingga dengan kombinasi dari maknawiyah ‘Ain dan Ra’ ,maka si Irfan akan fana’ dalam segi penglihatan ,dan si Irfan dalam penglihatannya akan masuk ke dalam maqam maknawiyah huruf Fa’ yaitu Fillah atau di dalam Allah atau dengan Allah ,maka dengan kombinasi atau penggabungan dari tiga maknawiyah hurufi Irfannya Irfan yaitu ‘AIN,RA’,dan FA ,maka si Irfan akan merasakan ketenggelaman dirinya di dalam penglihatan Mata Allah dan akan selalu melihat Allah dan akan slalu di dalam atau selalu dengan Allah dalam lahirnya dalam bathinnya ,di manapun si Irfan berada bertempat berposisi bermaqam bersyari’at berthariqat berhakikat berma’rifat ..
Maka jika si Irfan sudah ada dalam Irfannya Irfan maknawiyah hurufi yang tiga ini,dengan izin Allah maka jadilah dia Manusia yang di lukiskan oleh (QS.At-Tin :4)


Post a Comment